Postingan Populer

Kamis, 20 Desember 2012

Mahasiswi Cantik Ini Sukses Bisnis Jualan Boneka Peraga Gigi

Memiliki penghasilan tinggi di usia muda, bukan hal yang tidak mungkin. Misalnya Anggi Hayani, mahasiswi kedokteran gigi Universitas Sumatera Utara mampu membuktikan hal itu.


Anggi sukses mengembangkan bisnis boneka untuk alat peraga kesehatan gigi berkarekter tokoh-tokoh unik. Melalai bisnis ini ia mengaku mendapat omzet Rp 40 juta per bulan.


Tepatnya pada tahun 2010, ia bersama rekannya melakukan soasialisasi kesehatan gigi ke anak-anak menggunakan alat peraga gigi normal, respons anak-anak saat itu sangat mudah merasa bosan dan tidak menangkap apa yang disampaikan.


Akhirnya, muncul ide membuat boneka berkarakter unik yang dibumbui dengan cerita. Respons dari anak-anak pun tinggi dan mereka merasa senang mengikuti sosialisasi. Berawal dari sana, boneka karya Anggi bersama rekannya itu memperoleh sambutan yang besar.


“Saat kami memperkenalkan boneka ini di Medan, orang-orang kedokteran gigi itu tertarik untuk beli. Selain desain bagus untuk edukasi juga bisa sebagai pajangan di tempat praktek sudah oke. Itulah konsep pertama kita,” kata Anggi kepada detikFinance saat acara Pasar Indonesia Mandiri di JCC Senayan Jakarta, Rabu (3/10/2012).


Di bawah bendera Kenkou Dolls & Souvenir, produk unggulan yang dihasilkan adalah boneka berkakter gigi sehat (Mr dan Mrs Dente) dan gigi berlubang (Kenkou Boy). Selain itu, ia juga mengembangkan berbagai macam souvenir bertema gigi yang bisa dinikmati oleh semua kalangan.


“Boneka itu untuk penyuluh edukasi kesehatan terus sekolah-sekolah, dokter gigi, puskesmas, instansi kesehatan dan pendidikan. Kalau souvenir untuk mahasisiwa dan masyarakat biasa,” katanya.


Harga produk yang ditawarkan pun relatif beragam dan terjangkau. “Kalau boneka untuk icon, kami jual RP 150 ribu sampai Rp 250 ribu. Kalau souvenirnya ada yang Rp 5 ribu sampai Rp 70 ribu – 80 ribu,” imbuhnya.


Peraih juara terinovatif dan teredukatif dalam Wirausaha Mandiri ini mengaku, produk yang ia buat bersama rekannya telah menembus seluruh Indonesia. Ia menggunakan pemasaran dengan cara online.


“Pasarnya itu masih domainnya Medan. Kalau online-nya sudah kemana-mana sempet juga ke Singapura untuk ikut lomba disana,” tambahnya.


Usaha yang dijalani sejak 2 tahun silam ini akhirnya berbuah manis, Kenkou Dolls & Souvenir bisa meraup omzet hingga Rp 40 juta per bulan. Penjualan didominasi oleh penjualan online. “Per bulan Rp 20-40 juta. Itu terbanyak dari online,” tuturnya.


Keberhasilan yang dicapai Anggi, tidak membuatnya cepat puas, ia ingin produknya bisa dikenal lebih luas lagi.


“Icon kami terangkat terus bisa nembus PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia), lebih baik lagi pengennya sih kerjasama dengan perusahaan besar seperti Pepsodent atau Ciptadent sebagai supplier,” sebutnya.


Pada kesempatan itu, Anggi berencana setelah lulus dari kedokteran gigi, ia ingin tetap memadukan antara profesi seorang dokter gigi dan bisnis, namun dengan orientasi sosial bisnis.


“Pengennya mengkombinasikan dokter gigi sama pebisnis. Kami ingin main ke sosial entrepreneur,” pungkasnya.


Apakah anda tertarik cerita Anggi atau ingin memesan produk boneka gigi? Yup anda bisa kirim email ke: kenkou.ds@gmail.com atau mengunjungi facebook:  kenkou dolls & souvenirs


 


 


 


 


Sumber : detik.com


Sumber gambar : detik.com

Martha Fonda, Berhasil Jadi Srikandi di Perusahaan Jasa Teknik

Martha Fonda Renon tak memiliki latar belakang pendidikan keteknikan. Namun, ia berhasil membangun dan mengembangkan PT Teknokraftindo Asia, perusahaan jasa teknik industri migas dan pertambangan dengan gemilang. “Saya tidak ada background teknik, tetapi apa yang dikerjakan perusahaan ini murni keteknikan. I can do it. Saya tidak bisa melakukan sendiri, karena itu kita bangun tim teknik sehingga perusahaan berjalan dengan baik,” ujar Martha yang memimpin PT Teknokraftindo Asia selama 17 tahun ini.


Memulai usaha tahun 1995, Martha melihat peluang besar dalam bisnis jasa keteknikan di industri migas dan pertambangan. “Kebetulan ada partner saya dari Amerika yang mempunyai teknologi cukup canggih. Meski awalnya agak ragu juga,” ujar wanita bersuamikan pria Perancis ini sambil tersenyum.


Saat krisis keuangan tahun 1997/1998 justru menjadi pintu lenggang bagi perusahaan yang dipimpinnya. Ketika sebagian besar perusahaan terhempas PT Tek (sebutan perusahaan Martha) malah semakin berkembang. Order yang diterima malah semakin banyak. Jasa keteknikan yang diberikan menjadi tumpuan banyak perusahaan.


“Krisis membuat banyak perusahaan menekan cost. Jika sebelumnya mereka langsung membeli alat dan mesin, krisis menjadikan perusahaan memilih memperbaiki atau mereparasi mesin dan alat. Ini yang membuat jasa kami booming. Jadi ada blessing bagi kami,” papar wanita berusia 50 tahun ini.  Peluang ini dimanfaatkan Martha untuk menggenjot pertumbuhan dan perkembangan perusahaannya.


Duet bersama sang suami, Martha berhasil menggaet klien dengan memberikan layanan coating yang menggunakan teknologi thermal spray. Bukan kesedar mengecat, namun coating yang menggunakan bubuk atau wire yang dipanaskan untuk selanjutnya disemprotkan ke obyek yang dilapisi. Semula hanya PT Tek yang memiliki jasa seperti ini.


Selain itu, PT Tek juga mengerjakan upgrade hingga mampu meningkatkan tiga kali lipat pompa untuk industri pertambangan dan migas. Juga melakukan pengelasan yang bukan sekadar menempelkan material namun bisa menyatukan material karena pengelasan dilakukan pada temperatur 200 hingg 15 ribu derajat celcius. “Semua layanan jasa teknologi kami berikan dengan memberikan dan mengutamakan kepuasan pelanggan,” papar ibu dari Paul Renon ini.


Wanita yang hobi travelling dan diving ini mengaku tantangan berat dalam mengembangkan bisnis jasa teknologi seperti PT Tek selain menjaga kepercayaan klien adalah mengelola SDM. Sebab teknologi apapun tetap manusia yang mengendalikan. Bagi Martha sangat merasa kehilangan jika SDM yang sudah dengan susah payah dia siapkan tiba-tiba dibajak. “Tapi kita tidak bisa menghalangi. Untuk itu kita harus bisa segara menyiapkan regenerasi atau penggantinya,” ujar dia.
Itu pula yang kini sedang disiapkan Martha. Setelah merasa cukup memimpin PT Tek, kini dia sudah menyiapkan si sulung Paul Renon mengambil alih kepemimpinan di PT Tek. Namun bukan berarti dia akan istirahat. Perempuan yang gesit ini kini sedang merambah bisnis properti dengan membangun villa di Bali. Oleh sebab itu kini dia juga sering menetap di pulau Dewata untuk mengawasi proyek barunya itu. “Hidup senantiasa penuh tantangan. Namun kita hadapi saja dengan senang dan senantiasa berpikiran positif,” ujar perempuan yang tampak awet muda ini.


Tak hanya itu baginya juga menekankan perlunya menghindari permusuhan. Sebab, permusuhan hanya menghabiskan energi yang kurang bermanfaat. Karier dan kesibukan Martha menjalankan bisnis telah memberikan arti kehidupan yang sangat berharga.


 


 


 


 


Sumber artikel: ciputraentrepreneurship.com dan redaksi


Sumber gambar: bandung.olx.co.id

Albert Kanan, Kembangkan Laundry Hingga Minimarket setelah Bangkrut

Jatuh bangun dalam usaha tak luput dari kisah sukses seorang pengusaha. Hal itu juga dialami Albert Kanan, pengusaha sukses yang kini memiliki usaha laundry, minimarket hingga kuliner. Seperti apa kisah pengusaha yang juga kerap sebagai provokator wirausaha ini?


Salam Kanan, itulah salam yang sering meluncur dari mulut pengusaha yang bernama lengkap Albert Kanan ini. Salam itu bukan karena ia bernama “Kanan” tetapi, ia menyampaikan pesan bahwa kedasyatan otak kanan, membuatnya bisa mewujudkan segala impiannya menjadi nyata. Lantas, apakah Albert – begitu ia disapa, tiba-tiba bisa menjadi sesukses seperti saat ini?


“Sebelumnya saya membuka usaha komputer, transportasi hingga photography tetapi semuanya telah tutup,”demikian Albert menyebutkan semua usaha yang telah ia suntik mati itu sebab tak kunjung menguntungkan. Minimnya inovasi, kata Albert adalah penyebab utama usahanya gulung tikar.


Rangkaian kegagalan beruntun, itulah potret perjuangan Albert disaat awal kecebur menjadi pengusaha. Saking semangatnya saat itu, imbuh Albert, dirinya sampai-sampai menjual rumah tempat tinggalnya hanya untuk mendapatkan uang muka pembelian empat buah armada bus untuk usaha transportasinya.


“Tetapi akhirnya saya menutup usaha transportasi saya, sebab pemasukan dan pengeluaran di lapangan sangatlah tidak seimbang,” tukas Albert. Rumahnya telah tiada, uangnya kian lama terus menipis. Kondisi ini membuat Albert terpukul, tetapi ia tak putus  asa. Dia kembali berpikir untuk menjajal usaha lainnya.


Usaha laundry, itulah peluang yang dilihatnya sangat prospektif saat itu. Menurut Albert, di kota Yogyakarta di era tahun 2010 silam, usaha laundry sudah menjamur. Tetapi di Kota Solo masih sangat jarang. Ia pun membuka usaha laundry, tetapi persoalan baru muncul. Ia sudah tak memiliki modal, sebab semua uangnya telah habis terpakai pada usaha-usahanya yang telah bangkrut.


Jurus the power of kepepet akhirnya muncul secara alami dari dirinya. “Usaha laundry saya mulai dengan modal awal pinjam mesin cuci milik ibu saya,” cerita Albert. Tak berhenti sampai di situ. Pekerjaan yang masih asing dilakukannya mulai dijalankan. Ia mulai keliling sekitar tempat tinggal ibunya mencari pelanggan. Ia melakukan semua jasa cucinya di rumahnya.


Uang hasil jasa cuciannya itu, akhirnya terkumpul untuk menyewa tempat. Alhasil, modalnya pun sudah cukup untuk membeli berbagai mesin laundry. Mulailah ia membuka outlet laundry sesungguhnya dengan nama CECE KARINA Laundry & Chemical. Selain jasa laundry, ia juga menjual chemical laundry.


Memanfaatkan situasi kesibukan banyak orang, itulah peluang awal yang dibidik Albert sebelum memulai usaha laundry. “Bisnis laundry adalah bisnis yang dikenal tak pernah mengalami yang namanya kadaluarsa dan saya ingin membuka peluang usaha yang dapat menyerap banyak tenaga kerja,” lanjut Albert. Kendati, belum banyak pesaing, ia memiliki keunggulan dibandingkan usaha laundry lainnya


CECE KARINA Laundry & Chemical merupakan waralaba laundry paling prospektif


“Keunggulan usaha laundry saya adalah parfum aroma terapi yang tidak ada di laundry manapun,” ujarnya. Selain itu, kata dia, ia memberi garansi cuci gratis bila hasil cucian kurang bagus. Alhasil, usahanya pun berkembang pesat. Kini ia telah memiliki 2 outlet laundry milik sendiri dan 11 outlet milik mitra yang terseber di berbagai kota, seperti di Makassar, Kalimantan, Batam, Jakarta, Yogyakarta dan Solo.


Untuk menjadi mitra laundry, investasinya bisa dibilang terjangkau dibanding usaha laundry lainnya, yakni sebesar Rp13 juta. “Mitra akan mendapatkan mesin cuci, mesin pengering, chemical, dan lain-lain,” katanya. Sementara, jangka waktu menjadi mitranya selama 5 tahun, dengan perkiraan balik modal hanya dalam waktu 1 tahun saja.


Sementara itu, Albert tak mensyaratkan royalty fee bagi mitranya. “Tetapi kami akan selalu melakukan kontrol untuk usaha tersebut setiap bulannya untuk melihat maju dan mundurnya mitra, agar kami juga bisa memberikan strategi pemasaran agar usaha tersebut bisa maju,” lanjut Albert mengimbuhkan, persyaratan lain adalah yang paling penting mitra memiliki tekad untuk maju, menyediakan tempat dan bersedia mengikuti training yang diberikannya.


Albert ternyata merupakan  seorang pengusaha sejati. Di semua lini, nyaris ia kuasai. “Kalo minimarket sebagai konsultan saja membantu mengemas dan melakukan mendampingi para klien untuk mendirikan dan menjalankan usaha minimarket dari persiapan barang, dagangan, operasional hingga sistem operasi,” tuturnya.


Albert  memulai usaha jasa konsultan sejak tahun  2008  silam dan telah menangani tak sedikit pemilik minimarket di berbagai daerah di Indonesia. “Keunggulan yang saya tawarkan adalah keuntungan minimarket 100% adalah hak pemilik, keunggulan dari minimarket yang saya buat adalah dengan survey lapangan dan tiap daerah akan menyesuaikan,” imbuhnya.


Sementara, jangka waktu yang diperlukan untuk mendirikan sebuah usaha minimarket, lanjut Albert adalah selama 2 hingga 3 bulan saja. “Yang pasti dari awal pendirian hingga usaha berjalan kami akan dampingi,” ujarnya. Menurut dia, biaya untuk pendirian minimarket yang perlu disiapkan pengusaha berkisar dari Rp 200 hingga Rp400 juta. .


Menurutnya, bagi pengusaha pemula tak ada salahnya mendirikan usaha minimarket sendiri ketimbang membeli franchise minimarket. Apa pasal? Bila membeli franchise, berarti franchisee akan mengeluarkan biaya untuk franchisor. Sementara bila milik sendiri berarti keuntungan 100% diambil pemiliknya. Bahkan suatu waktu, usaha minimarketnya bisa difranchisekan juga.


Menurut Albert, baik usaha laundry mau pun minimarket semuanya berprospek melahirkan keuntungan besar. “Usaha minimarket adalah sebuah usaha yang tahan krisis dan memiliki nilai yang mengikuti inflasi,” lanjut Albert.


 


 


 


 


 


 


Sumber artikel: forumpengusahaindonesia.com dan redaksi


Sumber gambar: forumpengusahaindonesia.com

Akbar Djohan, Rajanya Urusan Pindahan di Indonesia

Rutinitas yang kian padat, membuat siapa pun tak cukup waktu untuk urusan pindahan. Lantas, M. Akbar Djohan, pengusaha muda pemilik sebuah perusahaan logistik dan distribusi ternama, tak berhenti berpikir. Setahun silam, ia meluncurkan sebuah usaha jasa pindahan profesional berlabel: Raja Pindah. Seperti apa kiprahnya?


Siapa pun pastinya pernah mengalami betapa repotnya urusan pindahan. Proses persiapannya saja sudah memakan waktu, bahkan persiapan dilakukan jauh-jauh hari sebelum pindahan. Mulai dari pengepakkan barang hingga mencari truk sewaan di pinggir jalan yang siap mengantar barang pindahan.


Begitu  saja belum selesai. Tak mampu me-loading sendiri? Urusan selanjutnya adalah bingung mencari bantuan orang lain untuk me-loading atau menurunkan barang-barang dari truk ke tempat tujuan. Barang-barang sudah turun, tentu saja masih ada pekerjaan lain. Sebab masih harus menata barang pada tempatnya hingga rapi.


Kondisi itulah yang membuat orang-orang yang rutinitasnya padat, tak mampu menyelesaikan urusan pindahan sendiri. Pun mampu, ngurus pindahan sendiri banyak resikonya. Sebut saja, barangnya cacat lantaran pengepakan yang kurang baik atau proses loading yang mengandalkan tenaga manusia saja. Alat-alat yang digunakan pun tak mumpuni atau material pengepakan yang ala-kadarnya. Resiko kehilangan barang saat pindahan juga tak bisa dihindari.


Raja pindah didukung oleh tools yang berstandar internasional


Pindahan akhirnya menjadi masalah yang tak terselesaikan. Disaat semua orang butuh solusi pindahan itulah, muncul sebuah usaha jasa pindahan profesional: Raja Pindah. Berdiri di Jakarta setahun silam, Raja Pindah merupakan usaha dibawah perusahaan Holding Max Logistic & Distribution yang sudah bertumbuh pesat sejak 12 tahun silam di Jakarta.


M. Akbar Djohan, itulah pemilik usaha itu. Pengusaha muda ini bisa dibilang demikian kreatif, sebab ia menemukan peluang yang tak pernah disentu orang lain di Indonesia. Semua karyawannya dilatih sebagai profesional dalam hal pengepakan (packer), peralatan pendukung (tools) yang dimiliki berstandart internasional, beragam pilihan material pengepakkannya pun berkualitas. Ia juga membuat sistem operasi yang teruji didukung teknologi informasi yang canggih.


“Bahkan kami juga sudah go green, terutama untuk material pengepakannya,” imbuh pengusaha yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komite Tetap Intermoda dan Logistik, Kadin ini. Dari pada menjadi sampah yang justru tambah merepotkan, kata dia, lebih baik sampah-sampah material digunakan kembali.


Menggunakan jasa Raja Pindah, imbuh Akbar, kliennya dibuat semudah mungkin. Setelah mendapat informasi pindahan dari klien, timnya pun turun untuk melakukan survei. “Kalau pun tak jadi memakai jasa kami, survei ini kami berikan gratis,” tukasnya. Melalui survei itu, ia bisa mengetahui berapa volumi barang kliennya, akses  dan berbagai informasi lainnya.


“Kami memberikan harga per kubik sebesar Rp 175 ribu,” tukasnya melanjutkan, klien akan diberikan informasi setelah survei dilakukan tentang berapa besar perkiraan biaya yang disiapkan. Bila sudah deal dengan harga, maka proses pemindahan dilakukan. Karena yang mengepak adalah profesional terlatih (packer), maka pengepakan dilakukan dengan material yang aman sesuai dengan kebutuhan barangnya.


Resiko rusak atau cacat pun bisa terselesaikan. Tak berhenti sampai di situ. Mengangkut barang yang berat, tentu tak efektif menggunakan tenaga manusia. Raja Pindah memiliki beragam peralatan untuk proses pemidahan barang tersebut. “Misalnya dari apartemen lantai 10, turun ke parkiran kami sudah memiliki alat sendiri,” katanya. Pun, saat masuk ke gang-gang kecil, Raja Pindah sudah memiliki perlatan lengkapnya.


SDM yang ramah, jujur dengan skill tinggi


Proses loading selesai, selanjutnya barang-barang tersebut dibawa ke tempat tujuan. Dalam mobil, sudah dilengkapi oleh teknologi informasi GPS untuk melacak keberadaan kendaraan tersebut. Selanjutnya, proses penurunan barang. “Tim kami bekerja sampai tuntas,” tagasnya. Mulai dari membokar kemasan, mentapa di tempat yang telah ditentukan, membereskan material packing hingga akhirnya serah terima dengan klien.


Bisa dibilang, menggunakan jasa Raja Pindah, pemilik kliennya tinggal menyaksikan saja sambil bermain-main dengan aktivitas yang menyenangkan lainnya. Itulah yang membuatnya bukan hanya menuai animo besar dari para calon klien yang rata-rata 80 persen klien baru, tetapi juga dari para calon franchisee di seluruh Indonesia.


Akbar akhrnya berbagi peluang. Ia akhirnya memfranchisekan Raja Pindah. Untuk franchise, ia membaginya dalam dua macam, yakni master franchisee dan reguler franchisee. “Master itu kita kondisikan di setiap propinsi satu master. Kalau regular dia bisa membackup master,” tukasnya. Di Jakarta sendiri, reguler franchisee sudah mencapai 10 cabang yang terdapat di Depok, Serpong, Bintaro dan Kelapa Gading. Sementara beberapa master franchisenya sudah beroperasi di beberapa provinsi.


Menurutnya, Investasi untuk menjadi master franchisee relatif terjangkau, yakni sebesar Rp 65 juta, sementara untuk reguler franchisee sebesar Rp 35 juta. “Prospek usaha ini sangat besar, karena meliaht demografi Indonesia yang berpulau-pula,” tukasnya. Belum lagi, mobilitas yang kian tinggi sejurus dengan padatnya rutinitas membuat  usaha ini sangat prospektif.


 


 


 


 


 


 


Sumber artikel: forumpengusahaindonesia.com dan redaksi


Sumber gambar: suarapengusaha.com

Kandas Menjadi Pelaut, Kini Memiliki Studio Photography Termegah di Bekasi

Ingin bekerja di kapal pesiar, A. Syarief Hidayat pun memutuskan kuliah di sebuah akademi maritim. Sayangnya, ia kandas di tengah jalan. lantas dunia photography yang bukan bidangnya justru mengangkatnya menjadi pengusaha sukses. Kini ia memiliki studio photography termegah di wilayah Bekasi. Seperti apa kisahnya?


Gagal menggapai cita-cita yang telah digantung setinggi langit, tak menutup kemungkinan sukses di bidang lainnya. Adalah A. Syarief Hidayat, seorang pemuda yang lebih dari 30 tahun silam duduk di bangku kuliah sebuah akademi maritim. Cita-citanya menjadi pelaut agar bisa bekerja di kapal pesiar kandas di tengah jalan. Tak kunjung menjadi pelaut, akhirnya ia memilih untuk berdagang apa saja yang setidaknya bisa menyambung hidupnya di kota Jakarta.


Secara serabutan, ia menjemput bola menangkap apa pun peluang yang sekiranya mampu ia lakukan. Sejurus berjalannya waktu, di era tahun 1980-an, pria asal Ciamis ini  mulai berkenalan dengan dunia photography. Hasil tabungannya, ia mulai membeli sebuah kamera bagi seorang photographer profesional hingga akhirnya menambah kamera-kamera lainnya sejurus tingginya permintaan akan jasa fotonya.


Loyalitasnya dalam mempertahankan kepercayaan siapa pun yang menggunakan jasanya, membuat usahanya terus berkembang pesat. Alhasil, bukan hanya jasa foto, ia mulai merambah ke jasa rental kamera foto, vidio, plasma, LED dan sebagainya yang berhubungan entertaintment. Ia mengkombinasikan semua jenis layanan jasa tersebut dalam usaha event organizernya.


Kepercayaan akan jasanya, membuat permintaan terus mengalir. Baik secara personal, mau pun klien intansi pemerintah. Bahkan, ia juga pernah menghandel beberapa proyek event organiser di luar Jakarta, seperti Bandung hingga pulau Dewata, Bali. “Saya hanya memiliki satu filosofi, bahwa saat pelanggan membayar harus selalu dengan senyuman, bahwa pekerjaan saya bagus,” ujarnya. Itulah kunci rahasia kelanggengan usahanya.


“Bahkan untuk klien-klien besar saya, hingga saat ini tidak menggunakan MoU, tetapi semuanya berjalan di atas dasar kepercayaan saja,” imbuh Syarief, begitu ia disapa. jujur dalam komitmen, dan usaha adalah kunci selanjutnya. Disamping juga, berapa pun besar proyek yang diambil, semuanya tetap dilakukan dengan serius.


Tak heran proyek yang datang silih berganti merangsang niatnya untuk membeli sebuah lahan di Bekasi Timur seluas 600 meter persegi. Uang sejumlah 1,2 miliar pun ia habiskan untuk itu. Selanjutnya, ia pun memberdayakan lahan  itu untuk membangun sebuah studio fotography megah. Terdiri dari tiga bangunan yang dibangun secara terpisah, tetapi memiliki fungsinya masing-masing.


“Konsep dari bangunan ini bisa sebagai tempat untuk menyelenggarakan berbagai event, seperti launching produk, gathering hingga resepsi pernikahan atau apapun kegiatannya,” ia melanjutkan tentang manfaat dari studio mewah tadi. Untuk acara pesta misalnya, di tempat tersebut bukan seperti umumnya standing party yang serba taman, tetapi ia merancangnya dengan mengutamakan lighting.


“Itulah salah satu perbedaan kami dengan yang lainnya,” imbuh Syarief. Sementara untuk studio foto, ia melanjutkan, ia merancangnya secara otodidak. Terdapat 15 segmen untuk pengambilan foto atau vidio klip. Bisa untuk foto pre wedding dan sebagainya. alat-alatnya terhitung sangat canggih, yang tak umum dimiliki profesional foto dimana pun.


“Mungkin segmen kami lebih untuk kelas menengah ke atas di sini, tetapi kini kami masih memberikan promo yang menarik,” katanya. harga jasa fotonya misalnya, bisa berkisar dari Rp 1 juta hingga Rp 15 juta. itu tergantung dari penambahan jasa yang diberikannya dalam sesi pemotretan.


 


 


 


 


Sumber artikel: tempo.co dan redaksi


Sumber gambar: forumpengusahaindonesia.com

Hukum Psikologis Perbandingan dalam Marketing

Dalam hukum Psikologis Anda harus membandingkan antara dua pilihan yang di antaranya “buruk dan baik”. Jika diambil kesimpulan, kebanyakan orang pasti akan memilih yang baik daripada yang buruk.


Dengan itu kita bisa mencari celah agar orang dapat membeli produk yang kita tawarkan dengan Hukum yang satu ini. Oleh karena itu sebelum meminta orang untuk memilih, tanyakan dulu yang buruk lalu berikan pilihan kedua yang baik.


Contohnya:


“Apakah Anda mau mendonorkan darah Anda?” Jika Anda ditawarkan pertanyaan tersebut, maka kemungkinan besar atau sekira 80 persen Anda akan menolak dan begitu juga yang dilakukan oleh orang lain. Tapi jika Anda menerimanya, berarti Anda benar-benar baik hati.


Kalau pakai hukum perbandingan


Seperti yang dijelaskan di atas, berikan yang buruk terlebih dahulu, baru berikan pilihan yang baik. Misalnya. “Apakah Anda mau mendonorkan darah Anda setiap empat kali dalam seminggu?” Dengan pertanyaan seperti itu, orang akan modar dan langsung menolaknya.


Lalu yang harus kita lakukan adalah memberikan pertanyaan kedua yang baik. “Tapi jika untuk hari ini saja mendonorkan darahnya, apakah Anda mau?” Nah, dari sini kemungkinan orang yang tadinya tidak mau sekira 80 persen maka dengan memakai hukum Perbandingan, kemungkinan tidak berhasilnya berkurang menjadi 50 persen. Namun ingat yang baik dan buruk itu adalah relatif setiap orang. Anda bisa ajukan pertanyaan dulu baru tawarkan yang baik atau hal ringannya.


Hukum bisa dibilang akan menjadi daya tarik tersendiri dalam pemasaran Anda karena ketika ada kata “Karena” Orang cenderung curiga dan ingin mengetahui alasannya. Tapi dengan Anda memberikan alasan yang tepat, maka orang akan percaya dengan Anda


Contoh Pertama:


“Promo diskon hingga 50%, Dalam Rangka HUT RI”. Ini berarti ada promo diskon sebesar 50 persen, karena Indonesia ulang tahun.


Contoh Kedua:


Seringkali Anda tidak tahu berapa bayaran Anda untuk melakukan pekerjaan tertentu. Dalam menentukan hal ini, Anda dapat memakai hukum karena. Misalnya “Karena ini pertama, saya kasih dengan harga pertemanan/perkenalan maka disesuaikan dengan budget Anda”. Hukum karena ini berpengaruh dalam promosi Anda.


 


 


 


 


Sumber : okezone.com


Sumber gambar : sembilanstudio.com

Hal Apa yang Harus Diperhatikan dalam Menentukan Harga?

harga murahTak bisa kita pungkiri bila peran harga cukup mendominasi dalam proses penjualan. Bahkan bagi sebagian besar masyarakat, besarnya harga barang ataupun jasa yang ditawarkan cukup mempengaruhi keputusan pembelian setiap konsumen. Sehingga tidak heran bila dalam menjalankan bisnis, urusan penetapan harga produk menjadi salah satu hal riskan yang harus diperhatikan para pelaku usaha dengan mempertimbangkan banyak faktor.


Lalu, kira-kira faktor apa saja yang perlu diperhatikan para pelaku usaha dalam menentukan harga jual produknya? Berikut ini sengaja kami informasikan kepada para pembaca mengenai beberapa faktor utama yang perlu diperhatikan para pelaku usaha sebelum menentukan harga jual produk maupun jasa.


1. Tentukan Terlebih Dahulu Besarnya Laba yang Anda Inginkan


Dalam menentukan harga jual sebuah produk, kesalahan yang sering dilakukan para pemula yaitu terlalu fokus memikirkan besarnya biaya produksi tanpa memperhatikan seberapa besar laba usaha yang ingin mereka dapatkan. Hal inilah yang terkadang membuat para pemula harus mengalami kerugian cukup besar dalam mengawali sebuah usaha. Karena itu, sebelum menentukan harga jual sebuah produk, pastikan bahwa Anda telah menentukan besarnya laba yang diinginkan, agar kedepannya Anda juga bisa menikmati keuntungan dari bisnis yang Anda jalankan.


2. Menyesuaikan dengan Kemampuan Konsumen


Sebelum menetapkan harga jual produk, ada baiknya bila Anda menyesuaikan harga tersebut dengan kemampuan konsumen (target pasar) yang Anda bidik. Bila Anda membidik konsumen kelas bawah, maka pemilihan harga murah menjadi prioritas utama yang perlu Anda perhatikan. Namun bila Anda membidik konsumen kelas atas, mereka cenderung kurang peka terhadap harga produk yang ditawarkan, karena yang menjadi prioritas utama mereka adalah kualitas produk yang Anda tawarkan. Untuk itu, lakukan survey pasar untuk mengamati kemampuan setiap konsumen.


3. Mempertimbangkan Biaya Produksi


Selain memikirkan besarnya laba yang diinginkan, Anda juga perlu mempertimbangkan biaya produksi yang dibutuhkan. Dalam hal ini tentunya tidak hanya biaya yang terlihat saja yang perlu Anda hitung, beberapa biaya lain yang tak terlihat seperti biaya sewa tempat, biaya transportasi (bensin), biaya promosi produk (brosur, kartu nama, internet, dan lain-lain), perlu Anda perhatikan agar hasil kerja keras Anda tidak mendapatkan kerugian semata.


4. Memperhatikan Harga Jual Kompetitor


Terkadang kompetitor menjadi alat ukur yang cukup efektif untuk menentukan harga jual produk. Anda bisa membandingkan harga jual produk Anda dengan produk pesaing yang sebanding. Apabila produk yang Anda tawarkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi, maka tidak ada salahnya bila Anda memasarkan produk tersebut dengan harga jual yang lebih mahal.


5. Awasi Pergerakan Harga di Pasaran


Setelah melakukan launching produk ke pasaran, langkah berikutnya yang perlu Anda perhatikan yaitu memonitoring pergerakan harga secara berkelanjutan. Strategi ini penting karena setiap harinya harga bahan baku di pasaran juga mengalami pasang surut perubahan harga. Jadi, sebagai seorang pelaku usaha Anda juga harus jeli melihat perkembangan pasar dan pintar-pintar menyiasati keadaan. Apabila kondisinya memang sudah tidak bisa diakali lagi, maka keputusan untuk menaikan harga jual menjadi salah satu alternatif yang perlu Anda ambil. Semoga informasi tips marketing bisnis yang mengangkat faktor utama yang diperhatikan dalam menentukan harga  ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan membantu para pemula yang sedang bingung menentukan harga jual produk-produknya.


 


 


 


Sumber artikel: ciputraentrepreneurship.com dan redaksi


Sumber gambar: homedepot.com