Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label stasiun tv. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label stasiun tv. Tampilkan semua postingan
Minggu, 24 Juni 2012

Ini Dia Perkembangan Karir Anda Bila Bekerja di TV

Pesatnya pertumbuhan industri televisi di Indonesia, terutama dengan lahirnya banyak stasiun televisi lokal, dapat menjanjikan banyak harapan bagi masyarakat dengan terbukanya lapangan kerja yang luas. Bagi Anda yang tertarik bekerja di televisi, keuntungan yang didapat bukan hanya dari gaji saja. Meniti karir di dunia pertelevisian, dapat memiliki berbagai macam pengalaman, serta tantangan.

Dengan bekerja di industri televisi, Anda bisa berperan dengan memberikan kontribusi kepada perusahaan untuk menuangkan beragam ide dan kreativitas yang dimiliki. Terlebih lagi jika passion Anda adalah suka bergaul dan berinteraksi atau bertemu dengan orang banyak, di industri tersebutlah merupakan tempat yang tepat.

Lantas, bagaimanakah perkembangan karir yang didapat jika bekerja di industri TV tersebut? Berkarir di dunia broadcasting atau jurnalistik ini dapat meliputi berbagai macam jabatan, antara lain penulis (writer), asisten produser, produser, produser eksekutif, reporter, cameraman, koordinator peliputan, dan lain sebagainya.

Vice President Corporate Services Division Trans TV, Latif Harnoko yang kerap disapa Noko mengatakan bahwa untuk bekerja di TV, seseorang bisa memiliki dua jalur karir atau track record. Yang pertama karir secara individual atau diri pribadi dan kedua yaitu karirnya dalam sebuah organisasi.

"Kita ada dua track record. Yang pertama secara invidual dan kedua organisasi. Kalau untuk individual, kita punya jabatan misalnya dari mulai staff, lalu senior staff, supervisor, asisten manajer, asisten manajer senior, manajer, asisten vice president, vice president, dan seterusnya. Nah itu kalau karyawan punya track record secara individual seperti itu. Kalau di organisasi beda lagi. Ada yang jadi supervisor, staff, koordinator, section head, produser, dan sebagainya," urai pria yang mulai meniti karirnya di lingkungan perbankan itu.

Menjadi reporter atau jurnalis bisa dikatakan merupakan posisi awal dalam karir jurnalistik di industri TV. Skill sebagai seorang reporter menjadi bekal dasar untuk menapak ke jenjang karir berikutnya. Dengan mempunyai skill sebagai reporter, bukan berarti tidak bisa membuat Anda menduduki posisi sebagai supervisor dan lain sebagainya. Namun, hal tersebut juga berdasarkan performance atau kinerja kerja.

Tentunya tak hanya itu saja, apabila Anda performanya baik, maka kenaikan gaji pun bisa didapatkan. "Manajemen akan memberikan kenaikan gajinya berdasarkan performance karyawan," jelas Noko saat ditemui Wolipop di Gedung Trans TV, Jl. Kapt. P. Tendean Kav.12-14A, Jakarta Selatan, Selasa (19/6/2012).

Lalu, apakah range gaji yang didapat di industri ini terbilang kecil? Jangan salah, justru Anda bisa mendapatkan bonus yang banyak. Apalagi jika program TV yang dijalankan sukses. Hasil yang Anda dapat pun bisa berlimpah.

"Jika setiap program mencapai lebih dari target, dibagi dua. Misalnya target Rp 100 miliar, ternyata yang dicapai Rp 150 miliar, jadi lebih Rp 50 miliar. Nah lebihnya itu dibagi dua. Rp 25 miliar untuk manajemen, dan Rp 25 miliar lagi untuk karyawan. Nah karyawan itu dibagikan ke semuanya. Jadi additional incomenya banyak," tutup Noko yang telah bergabung di Trans Corp sejak 2002.

Kriteria yang Dibutuhkan untuk Bekerja di TV (Bag. 2)

 Kemajuan industri penyiaran ditandai dengan semakin banyaknya siaran televisi yang beroperasi, baik lokal, nasional, komunitas dan berlangganan. Dengan makin majunya industri televisi ini, kesempatan bagi pencari kerja untuk bisa ikut berkecimpung dalam dunia pertelevisian atau kerap disebut dengan broadcasting pun semakin besar.

Namun, tak sedikit dari pencari kerja beranggapan bahwa untuk memasuki dunia penyiaran khususnya TV, wanita dituntut memiliki paras wajah yang cantik dan pria harus tampan. Padahal, asumsi tersebut tidaklah benar. Lalu, apa sajakah kriteria yang dibutuhkan untuk bisa bekerja di industri TV tersebut? Setelah bagianpertamanya, ini bagian kedua dari kriteria yang dibutuhkan untuk bekerja di televisi:

1. Rapi
Tak harus berparas cantik dan tampan ketika ingin bekerja di industri TV, tetapi para kandidat diwajibkan berpenampilan yang rapi. Misalnya rambut tidak berantakan, berpakaian sopan, serta menggunakan sedikit wewangian.

Vice President, Corporate Services Division Trans TV, Latif Harnoko yang kerap disapa Noko mengatakan, "Kita menyarankan pada teman-teman di TV khususnya di dunia pertelevisian atau broadcast ini pada saat yang bersangkutan bertemu dengan user atau customer dalam hal ini seperti artis, kita harus punya penampilan yang rapi. Karena apa? Karena supaya kita tidak dianggap gembel. Contohnya gini, dulu ada yang bilang orang kreatif itu rambutnya gondrong, nggak mandi, bau. Nah, ketika ketemu artis, artis juga akan menjadi sungkan. Mereka akan menganggap orang kelas dua dan hanya orang biasa."

Tetapi bila para kru TV tersebut memiliki penampilan yang rapi, maka orang luar atau para artis juga akan senang untuk saling berkomunikasi dan bekerjasama.

"Kalau kita sebagai krunya yang bertugas punya performance atau secara appearance atau penampilan yang rapi, bersih, bukan cantik saja, pasti artisnya akan mikir dua kali. Artis akan berpikir, kalau krunya cakep, gimana dengan artisnya?," tambah Noko saat ditemui Wolipop di Gedung Trans TV, Jl. Kapt. P. Tendean Kav.12-14A, Jakarta, Selasa (19/6/2012).

2. Memiliki Skill yang Sesuai
Untuk menjadi seorang cameraman misalnya, memang setiap industri TV mengutamakan orang yang bisa menggunakan kamera. Recruitment - Human Capital Trans TV, Fania Yunintya yang kerap disapa Unin mengatakan, "Jadi memang kita utamakan mereka yang bisa menggunakan atau mengoperate kamera ya. Tapi memang kita juga memberikan training buat karyawan-karyawan baru. Trainingnya biasanya sekitar satu bulan."

3. Mampu Bekerjasama dalam Tim
Bekerja di dunia TV tentunya banyak dilakukan secara berkelompok atau tim. Terlebih lagi jika Anda di posisikan di bagian program. Kualitas program acara TV tersebut akan bergantung dengan cara bekerjasama Anda bersama tim. Jadi, Anda harus bisa solid dengan tim kerja dan menganggap mereka layaknya seperti keluarga.

4. Dapat Mengatur Waktu
Bekerja di industri TV menghabiskan waktu yang tidak menentu. Meskipun perusahaan memiliki peraturan bekerja selama delapan hingga sembilan jam per harinya, namun tidak menutup kemungkinan mereka bisa bekerja hingga lebih dari 12 jam. Akan tetapi, bukan berarti Anda tidak memiliki waktu yang fleksibel. Jadi untuk dapat bekerja di dunia pertelevisian harus bisa membagi waktu dengan baik.

"Kita bekerja hampir 24 jam. Tapi kita menggunakan flexible hour. Walaupun secara peraturan perusahaan, kita bekerja mulai jam setengah sembilan sampai jam setengah enam sore, tapi kita punya flexible hour. Kalau ada yang baru pulang jam 2 atau jam 3 pagi, mereka boleh datang jam 10 atau jam 12 siang. Yang penting bisa memanage waktunya. Tapi tidak boleh jika dia pulang jam 2 jam 3 pagi, terus baru datang lagi jam 4 sore," ujar Noko yang sudah bergabung di Trans Corp sejak tahun 2002.

8 Kriteria yang Dibutuhkan untuk Bekerja di TV (Bag. 1)

Kemajuan industri penyiaran ditandai dengan semakin banyaknya siaran televisi yang beroperasi, baik lokal, nasional, komunitas dan berlangganan. Dengan makin majunya industri televisi ini, kesempatan bagi pencari kerja untuk bisa ikut berkecimpung dalam dunia pertelevisian atau kerap disebut dengan broadcasting pun semakin besar.

Namun, tak sedikit dari pencari kerja beranggapan bahwa untuk memasuki dunia penyiaran khususnya TV, wanita dituntut memiliki paras wajah yang cantik dan pria harus tampan. Padahal, asumsi tersebut tidaklah benar. Lalu, apa sajakah kriteria yang dibutuhkan untuk bisa bekerja di industri TV tersebut? Simaklah berikut ini.

1. Percaya Diri
Percaya diri merupakan kunci utama untuk bisa bekerja di dunia TV. Kenapa? Karena di industri tersebut Anda akan bertemu dengan orang banyak. Jika merasa minder, pemalu, ragu-ragu dan pendiam, justru hanya akan menggiring Anda menuju kegagalan.

"Banyak orang yang gagal dalam tes masuk kerja atau psikotest itu karena hasilnya menunjukkan bahwa mereka confidence levelnya lemah," papar Vice President Corporate Services Division Trans TV Latif Harnoko yang kerap disapa Noko saat ditemui Wolipop di Gedung Trans TV, Jl. Kapt. P. Tendean Kav.12-14A, Jakarta Selatan, Selasa (19/6/2012).

Jadi, jika Anda memang berniat untuk berkecimpung dalam industri TV, berusahalah untuk mempunyai keyakinan dan tekad yang tinggi agar bisa menjadi orang yang lebih percaya diri. "Karena kalau kita di TV tidak confidence, nanti bisa diketawain. Confidence level bekerja di TV itu harus," tambah pria yang mendapatkan gelar MBA dari AIM-Philipine itu.

2. Wawasan Luas
Anda salah besar apabila beranggapan memiliki fisik yang sempurna seperti cantik, tampan, tubuh proporsional, putih serta tinggi merupakan hal yang sangat diutamakan agar dapat diterima kerja di dunia pertelevisian. Justru mempunyai wawasan luaslah yang berperan penting. Bahkan ketika Anda mengikuti tes penyaringan masuk industri TV, tes yang akan diberikan pertama kali yaitu pengetahuan umum.

"Tes pertama yang diberikan yaitu pengetahuan umum, karena dibroadcast itu harus memiliki wawasan yang luas," jelas Noko yang mulai meniti karirnya di lingkungan perbankan.

3. Talk Active
Dunia pertelevisian membuat Anda dituntut untuk menjadi orang yang aktif berbicara. Hal ini penting karena nantinya Anda akan bertemu dengan banyak orang dan saling memberikan informasi satu sama lain.

Recruitment - Human Capital Trans TV, Ghea Dahliana Oktarin mengatakan, "Yang pasti dia juga harus talk active ya, terus senang untuk bergaul dengan banyak orang karena di dunia pertelevisian kan memang kita bakal ketemu dengan orang banyak. Jadi dia harus saling sharing informasi satu sama lain."

4. Pergaulannya Luas
Perbanyaklah teman dalam hidup Anda, dengan begitu Anda akan memiliki banyak informasi yang bisa didapatkan. Jika ruang lingkup pertemanan hanya itu-itu saja dan tidak berkembang, maka Anda akan memiliki kesulitan untuk maju dan sukses.