Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label posisi bercinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label posisi bercinta. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 Juni 2012

Posisi Bercinta yang Tepat untuk Malam Pertama

 Ada banyak posisi bercinta yang bisa dicoba pasangan. Untuk pengantin baru, posisi manakah yang aman dicoba saat malam pertama?

Dr. Prima Progestian seorang dokter kandungan yang juga seksolog mengatakan sebenarnya semua posisi bercinta dapat dilakukan oleh pengantin baru. Namun biasanya posisi yang paling standar dan bisa dicoba untuk dilakukan adalah misionaris.

"Kalau berbicara budaya timur, lebih cenderung wanitanya ke arah yang pasif, menunggu saja. Jadi posisi misionaris lebih umum," ujar dokter yang berpraktek di Brawijaya Women and Children Hospital dan RS Muhammadiyah, Jakarta Selatan itu saat berbincang dengan wolipop Kamis (31/5/2012).

Ketika bercinta dengan posisi misionaris berarti suami yang akan memegang kendali. Dia yang akan membimbing Anda hingga penetrasi terjadi. Meski suami mengontrol, bukan berarti Anda harus pasrah. Berikan reaksi jika memang apa yang dilakukannya menyakitkannya, misalnya dengan memintanya lebih perlahan.

Selain misionaris, posisi woman on top, menurut dr. Prima juga bisa menjadi pilihan untuk malam pertama. Posisi ini cocok untuk Anda yang memang sudah tahu apa yang harus dilakukan.

"Wanita bisa mengontrol rasa sakit. Misalkan kalau sakit, berarti dia pelan-pelan, lama-lama melebar sendiri," jelas dokter yang cukup aktif ngetweet itu.

Kalau ingin bercinta di malam pertama dengan posisi woman on top, Anda perlu memberitahu suami terlebih dahulu agar lebih sabar. "Kalau nggak sabar, laki-lakinya bisa buru-buru," kata dr. Prima.

Bagaimana dengan posisi lainnya? "Kalau dari posisi samping agak sulit ya. Posisi berdiri juga variasi dari wanita di atas, agak-agak sulit," jawab dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.

Kelebihan & Kekurangan 5 Posisi Bercinta Klasik

 Ada lima posisi bercinta paling klasik dan umum dilakukan pasangan. Masing-masing punya kelebihan sendiri untuk meningkatkan kualitas seks, tapi setiap posisi juga ada kekurangannya. Manakah yang paling sesuai dengan Anda dan pasangan? Simak uraiannya, seperti yang dikutip dari So Feminine.

1. Doggy Style
Gaya ini sesuai untuk quicky sex di pagi hari, ketika Anda tidak sempat gosok gigi dan napas berbau tak sedap. Doggy style juga cocok bagi pasangan yang kurang menyukai terlalu banyak kontak fisik, tidak perlu memandang pasangannya saat bercinta dan wanita hamil.

Kelebihan : Tangan pasangan bisa bebas menyentuh tubuh Anda. Selain itu, posisi ini bagus untuk melatih otot sehingga manfaatnya bisa seperti olahraga.

Kekurangan: Jika Anda tipe yang romantis, doggy style mungkin bukan pilihan karena gaya ini sedikit menyerupai aktivitas seks binatang. Juga karena tidak saling menatap, orang yang mengharapkan keintiman emosional jadi merasa agak kesepian. Masalah yang paling sering dikeluhkan, kadang wanita merasakan sakit karena penetrasi seks yang terlalu dalam.

2. Woman On Top
Bagi wanita yang ingin mengganti ritme seks, maka woman on top adalah posisi yang tepat. Gaya ini cocok bagi wanita yang ingin memiliki kontrol dan dominasi saat bercinta tapi tetap ingin mendapat perhatian dari pasangannya.

Kelebihan : Pria suka jika sesekali wanita yang memegang kontrol dalam bercinta dan menerima 'servis' dari pasangannya tanpa harus berusaha keras. Posisi ini juga baik untuk pria yang ejakulasi terlalu cepat. Posisi wanita yang berada di atas bisa memperlambat orgasme pada pria tanpa mengurangi kenikmatannya.

Kekurangan: Pada beberapa pria, posisi ini membuat mereka gugup karena tidak terbiasa melihat pasangannya yang mengendalikan aktivitas seks. Selain itu, beberapa wanita kadang kurang punya inisiatif; apa yang haru mereka lakukan saat diberi kesempatan untuk 'memimpin'? Sebagian wanita juga khawatir jika tidak melakukannya dengan benar, mereka akan terlihat bodoh. Wanita lainnya tidak suka posisi ini karena membutuhkan usaha dan tenaga ekstra. Jika ingin mencoba woman on top, rajinlah olahraga dan latihan bersama pasangan.

3. Misionaris
Posisi ini diciptakan bagi pasangan yang ingin seluruh tubuhnya berdekatan satu sama lain; pengantin baru yang tidak ingin merusak malam pertama; ingin merasakan sensualitas cinta tanpa harus menghabiskan banyak tenaga. Misionaris ideal untuk mengatur ritme bercinta; dengan penetrasi seks yang cepat maupun lambat.

Kelebihan : Misionaris adalah posisi seks yang paling umum dan menggambarkan hubungan fisik yang paling klasik di antara pasangan. Pria lebih banyak berinisiatif sementara 'lawan mainnya' cukup mengikuti saja. Posisi ini membuat pria merasa jantan, pasangan bisa saling bertatapan dan mendaratkan ciuman mesra saat bercinta.

Kekurangan: Sebenarnya tidak ada masalah dengan posisi misionaris, tapi jika selalu dilakukan setiap bercinta, bisa menimbulkan kebosanan. Akhirnya, seks hanya menjadi sebuah rutinitas. Selain itu bagi pria yang mengalami ejakulasi dini, gaya bercinta ini bisa memperparah keadaan. Posisi ini membuat wanita cenderung pasif saat bercinta, jika dilakukan terlalu sering dan tidak bereksperimen, bisa kehilangan kenikmatan dan kesenangan.

4. Spooning
Pasangan yang tidak terlalu suka gerakan 'akrobatik' atau terlalu lelah tapi tetap ingin berhubungan seks, bisa memilih spooning untuk posisi bercinta. Tak perlu menggunakan banyak tenaga, tapi menghasilkan penetrasi yang lebih dalam.

Kelebihan : Dengan posisi ini, Anda bisa bercinta dengan santai; otot tidak tegang dan sakit. Hal itu karena keduanya bisa bebas saling membelai lembut tubuh pasangan. Posisi spooning juga membuat wanita merasa istimewa karena saat pasangan memeluk dari belakang, dia merasa terlindungi dan dicintai. Tak hanya itu, dengan posisi ini, pria pun bisa jadi lebih bebas menyentuh seluruh tubuh pasangan.

Kekurangan: Ritme seks pada gaya spooning cenderung pelan dan santai, jadi kurang cocok bagi pasangan yang sibuk dan memerlukan waktu cepat untuk bercinta. Selain itu karena posisi wanita yang membelakangi pria, tidak terjadi kontak mata dan bisa menimbulkan kecurigaan apa yang sebenarnya dipikirkan pasangannya saat bercinta.

5. Berdiri
Cocok dilakukan pasangan dengan tinggi badan yang sama dan suka bercinta di tempat-tempat tidak biasa. Misalnya dapur, belakang pintu, koridor atau bawah tangga.

Kelebihan : Posisi berdiri bisa dilakukan di manapun. Lebih dari itu, gaya ini bisa melatih kerja sama dan membangun kepercayaan karena pasangan harus saling menopang agar keduanya tidak jatuh saat bercinta. Memberi pesan agar bisa terus berdiri bersampingan, Anda butuh keseimbangan dalam hidup sehari-hari maupun percintaan.

Kekurangan: Tak banyak bagian tubuh yang bisa distimulasi dengan posisi bercinta ini dan penetrasi pun jarang bisa dilakukan dengan sempurna. Butuh konsentrasi dan ketahanan kaki sehingga performa seks pun bisa menurun jika Anda tidak mahir atau terbiasa melakukannya.