Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label marketing. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Desember 2012

Hukum Psikologis Perbandingan dalam Marketing

Dalam hukum Psikologis Anda harus membandingkan antara dua pilihan yang di antaranya “buruk dan baik”. Jika diambil kesimpulan, kebanyakan orang pasti akan memilih yang baik daripada yang buruk.


Dengan itu kita bisa mencari celah agar orang dapat membeli produk yang kita tawarkan dengan Hukum yang satu ini. Oleh karena itu sebelum meminta orang untuk memilih, tanyakan dulu yang buruk lalu berikan pilihan kedua yang baik.


Contohnya:


“Apakah Anda mau mendonorkan darah Anda?” Jika Anda ditawarkan pertanyaan tersebut, maka kemungkinan besar atau sekira 80 persen Anda akan menolak dan begitu juga yang dilakukan oleh orang lain. Tapi jika Anda menerimanya, berarti Anda benar-benar baik hati.


Kalau pakai hukum perbandingan


Seperti yang dijelaskan di atas, berikan yang buruk terlebih dahulu, baru berikan pilihan yang baik. Misalnya. “Apakah Anda mau mendonorkan darah Anda setiap empat kali dalam seminggu?” Dengan pertanyaan seperti itu, orang akan modar dan langsung menolaknya.


Lalu yang harus kita lakukan adalah memberikan pertanyaan kedua yang baik. “Tapi jika untuk hari ini saja mendonorkan darahnya, apakah Anda mau?” Nah, dari sini kemungkinan orang yang tadinya tidak mau sekira 80 persen maka dengan memakai hukum Perbandingan, kemungkinan tidak berhasilnya berkurang menjadi 50 persen. Namun ingat yang baik dan buruk itu adalah relatif setiap orang. Anda bisa ajukan pertanyaan dulu baru tawarkan yang baik atau hal ringannya.


Hukum bisa dibilang akan menjadi daya tarik tersendiri dalam pemasaran Anda karena ketika ada kata “Karena” Orang cenderung curiga dan ingin mengetahui alasannya. Tapi dengan Anda memberikan alasan yang tepat, maka orang akan percaya dengan Anda


Contoh Pertama:


“Promo diskon hingga 50%, Dalam Rangka HUT RI”. Ini berarti ada promo diskon sebesar 50 persen, karena Indonesia ulang tahun.


Contoh Kedua:


Seringkali Anda tidak tahu berapa bayaran Anda untuk melakukan pekerjaan tertentu. Dalam menentukan hal ini, Anda dapat memakai hukum karena. Misalnya “Karena ini pertama, saya kasih dengan harga pertemanan/perkenalan maka disesuaikan dengan budget Anda”. Hukum karena ini berpengaruh dalam promosi Anda.


 


 


 


 


Sumber : okezone.com


Sumber gambar : sembilanstudio.com

Hal Apa yang Harus Diperhatikan dalam Menentukan Harga?

harga murahTak bisa kita pungkiri bila peran harga cukup mendominasi dalam proses penjualan. Bahkan bagi sebagian besar masyarakat, besarnya harga barang ataupun jasa yang ditawarkan cukup mempengaruhi keputusan pembelian setiap konsumen. Sehingga tidak heran bila dalam menjalankan bisnis, urusan penetapan harga produk menjadi salah satu hal riskan yang harus diperhatikan para pelaku usaha dengan mempertimbangkan banyak faktor.


Lalu, kira-kira faktor apa saja yang perlu diperhatikan para pelaku usaha dalam menentukan harga jual produknya? Berikut ini sengaja kami informasikan kepada para pembaca mengenai beberapa faktor utama yang perlu diperhatikan para pelaku usaha sebelum menentukan harga jual produk maupun jasa.


1. Tentukan Terlebih Dahulu Besarnya Laba yang Anda Inginkan


Dalam menentukan harga jual sebuah produk, kesalahan yang sering dilakukan para pemula yaitu terlalu fokus memikirkan besarnya biaya produksi tanpa memperhatikan seberapa besar laba usaha yang ingin mereka dapatkan. Hal inilah yang terkadang membuat para pemula harus mengalami kerugian cukup besar dalam mengawali sebuah usaha. Karena itu, sebelum menentukan harga jual sebuah produk, pastikan bahwa Anda telah menentukan besarnya laba yang diinginkan, agar kedepannya Anda juga bisa menikmati keuntungan dari bisnis yang Anda jalankan.


2. Menyesuaikan dengan Kemampuan Konsumen


Sebelum menetapkan harga jual produk, ada baiknya bila Anda menyesuaikan harga tersebut dengan kemampuan konsumen (target pasar) yang Anda bidik. Bila Anda membidik konsumen kelas bawah, maka pemilihan harga murah menjadi prioritas utama yang perlu Anda perhatikan. Namun bila Anda membidik konsumen kelas atas, mereka cenderung kurang peka terhadap harga produk yang ditawarkan, karena yang menjadi prioritas utama mereka adalah kualitas produk yang Anda tawarkan. Untuk itu, lakukan survey pasar untuk mengamati kemampuan setiap konsumen.


3. Mempertimbangkan Biaya Produksi


Selain memikirkan besarnya laba yang diinginkan, Anda juga perlu mempertimbangkan biaya produksi yang dibutuhkan. Dalam hal ini tentunya tidak hanya biaya yang terlihat saja yang perlu Anda hitung, beberapa biaya lain yang tak terlihat seperti biaya sewa tempat, biaya transportasi (bensin), biaya promosi produk (brosur, kartu nama, internet, dan lain-lain), perlu Anda perhatikan agar hasil kerja keras Anda tidak mendapatkan kerugian semata.


4. Memperhatikan Harga Jual Kompetitor


Terkadang kompetitor menjadi alat ukur yang cukup efektif untuk menentukan harga jual produk. Anda bisa membandingkan harga jual produk Anda dengan produk pesaing yang sebanding. Apabila produk yang Anda tawarkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi, maka tidak ada salahnya bila Anda memasarkan produk tersebut dengan harga jual yang lebih mahal.


5. Awasi Pergerakan Harga di Pasaran


Setelah melakukan launching produk ke pasaran, langkah berikutnya yang perlu Anda perhatikan yaitu memonitoring pergerakan harga secara berkelanjutan. Strategi ini penting karena setiap harinya harga bahan baku di pasaran juga mengalami pasang surut perubahan harga. Jadi, sebagai seorang pelaku usaha Anda juga harus jeli melihat perkembangan pasar dan pintar-pintar menyiasati keadaan. Apabila kondisinya memang sudah tidak bisa diakali lagi, maka keputusan untuk menaikan harga jual menjadi salah satu alternatif yang perlu Anda ambil. Semoga informasi tips marketing bisnis yang mengangkat faktor utama yang diperhatikan dalam menentukan harga  ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan membantu para pemula yang sedang bingung menentukan harga jual produk-produknya.


 


 


 


Sumber artikel: ciputraentrepreneurship.com dan redaksi


Sumber gambar: homedepot.com

Cobalah Kenali Kemauan Pasar

Competition is beautiful. Persaingan itu indah. Begitulah impresi yang diperoleh saat menyaksikan kompetisi bisnis yang amat ketat di antara para pemain bisnis ritel Indonesia saat ini. Mereka saling memperagakan strategi mutakhir dan formula pemasaran yang mengasyikkan  disimak.


Konsumen di kota-kota besar pada awal  tahun 1980-an, pernah melihat betapa perkasa pusat belanja bernama Gelael Supermarket. Ia lebih bertaring lagi ketika disandingkan dalam satu gedung dengan Kentucky Fried Chicken (KFC). Konsumen yang hendak makan di KFC bisa meluangkan waktu  berbelanja di Gelael Supermarket. Begitu sebaliknya. Kondisi ini bertahan hampir lima belas tahun.


Ketika Hero datang masuk pasar ritel, terutama di Ibu Kota, Gelael masih tenang-tenang saja. Saat Hero makin berkibar, baru terasa bahwa sengatannya berpengaruh mengurangi kilap Gelael. Akhir tahun 1990-an, Gelael makin tersudut sehingga hanya mempertahankan tidak lebih dari 15 supermarket. Kini hanya beberapa Gelael yang masih bertahan.


Meredupnya kilap Gelael Supermarket membuat Hero tampak lebih perkasa di lapangan. Akan tetapi, keasyikan berada di wilayah unggul membuat Hero terkesan kurang waspada. Ketika pusat perkulakan Makro datang, Hero masih tetap kokoh. Tatkala Hypermart, Carrefour, dan Lotte datang, Hero juga masih kuat. Akan tetapi, ketika Carrefour terus berekspansi dan bahkan menjadi penghela pengunjung di mal-mal besar, perlahan kilau Hero melemah.


Pusat perbelanjaan ini berusaha bangkit dan melakukan inovasi, tetapi pangsanya hampir tuntas digerogoti pusat perbelanjaan yang jauh lebih lengkap, lebih luas, dan harga bersaing. Nasib Hero hampir mirip nasib Gelael Supermarket. Jika saja dilakukan terobosan-terobosan baru yang sangat menggetarkan pasar, tentu peluangnya untuk menjadi raksasa kembali, tetap terbuka. Kedua nama itu sudah berlabuh lama di hati konsumen. Bangkit kembali dengan formula dan (mungkin) genre baru bukan hal mustahil.


Hal yang menarik perhatian banyak pengamat bisnis ritel adalah berubahnya sejumlah perusahaan besar. Lihat misalnya Coca Cola. Banyak merek baru datang, banyak pula minuman ringan yang menawarkan kesejukan, kenyamanan, tetapi Coca Cola mampu bertahan, dengan sentuhan rasa khas. Ketika ia dikritik menjadi salah satu (dari sangat banyak penyebab) diabetes, Coca Cola muncul dengan Coca Cola diet. Ketika ia masih dikritik karena mengandung kafein tinggi, ia muncul dengan varian baru, very low caffeine.


Tentu banyak perusahaan melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik. Misalnya Garuda Indonesia. Maskapai ini di antaranya menyegarkan kru pesawat, menggusur pesawat tua, meningkatkan skala amat tinggi untuk kualitas layanan penumpang, dan menyediakan makanan lebih lezat. Pada akhirnya,  Garuda, mampu merebut pasar dalam negeri dengan spektrum luas, kendati harga tiketnya lebih mahal dibandingkan semua maskapai dalam negeri lain.


Ke luar negeri, maskapai ini juga sukses. Tak ayal, Garuda Indonesia menjadi maskapai terbaik di dunia. Prestasi ini sangat mengesankan sebab terjadi ketika begitu banyak maskapai kenamaan dunia  rugi besar, bahkan terancam tutup. Masih banyak perusahaan lain yang berubah untuk meraih prestasi. Toko ritel Alfamart sekadar menyebut contoh, terus menyesuaikan diri dengan perkembangan dan permintaan pasar. Alfamart misalnya, mengantisipasi pasar dengan Alfa Midi (empat kali lebih besar dari Alfamart). Perusahaan ini juga membuka Alfa Express dengan ”pembawaan” baru. Kuat dugaan, Alfamart mengantisipasi tuntutan baru konsumen dan membendung pengaruh serbuan pusat perbelanjaan raksasa.


Para usahawan properti juga terus mengikuti tuntutan pasar. Ketika membangun Mal Central Park, usahawan Trihatma Kusuma Haliman berpikir keras karena mal baru ini terletak di tengah-tengah dua mal, yakni Mal Taman Anggrek dan Mal Ciputra. Kedua mal itu sudah mempunyai pasar yang luas. Maka mal yang ia bangun harus membawa genre baru. Maka,  Central Park dibangun dengan taman raksasa, dengan konsep berbelanja yang atraktif. Jadilah Central Park  salah satu tujuan utama warga berbelanja. Ini menyangkut keberanian menawarkan aliran baru dalam dunia mal nasional. Keberanian melakukan perubahan, kecerdasan membaca tren konsumen, dan kemampuan menawarkan kemasan baru yang bagus, menentukan masa depan sebuah kerajaan bisnis.


 


 


Sumber artikel: kompas.com dan redaksi


Sumber gambar: teputake.info

Trik Melakukan Promosi Bisnis di Media Sosial

Kemajuan teknologi membuat setiap orang bisa dengan mudah membangun usahanya secara online. Bisnis berbasis internet bisa digunakan untuk mempromosikan usaha ke masyarakat luas dengan biaya yang lebih murah dan cepat. Modalnya kecil, namun penyebarannya sangat luas, itulah yang membuat bisnis online banyak diminati baik sebagai usaha utama maupun usaha sampingan. 

Di Indonesia sendiri, peminat bisnis online semakin meningkat setiap tahunnya. Menurut data dari Deloitte Access Economics: The Connected Archipelago: The Role of the Internet in Indonesia’s Economic Development tahun 2011 terhadap 200 UKM di Indonesia, 29 persen penjualan UKM per tahun merupakan hasil usaha online. 

Meski untungnya menggiurkan, namun tak semua bisnis online ini bisa menjamin kesuksesan. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat Anda mengembangkan bisnis online.



1. Mulai dengan website gratis
Sekarang ini banyak website yang menghadirkan fitur gratis untuk berjualan. Anda bisa memulai usaha Anda dengan memanfaatkan website gratis ini. Dengan demikian, Anda bisa menghemat modal pembuatan toko online. Selain itu, website ini merupakan langkah percobaan untuk mengetahui tingkat penjualan Anda.


2. Uji tingkat penjualan
Salah satu keuntungan bisnis online adalah fleksibilitas waktunya. Dengan bisnis ini, Anda punya waktu lebih luang untuk menatanya sesuai keinginan. Website Anda adalah sebuah kanvas di mana Anda bisa menguji dan memperbaiki ide desain dan pesan sampai Anda menemukan kunci rahasia kesuksesan. Mulailah dengan melakukan beberapa perubahan pada toko online Anda, misalnya desain yang jelas, mengubah teks website, dan membuat penawaran khusus. Setelah melakukan semua hal ini, ukurlah respons pelanggan maksimal sebulan sekali. Ini berguna untuk mengetahui minat masyarakat mengenai produk Anda, dan menilai keuntungan Anda.


3. Penjualan delapan detik
Menurut Vered Avrahami dalam artikelnya yang berjudul 6 Tips for Building a Business Online, rata-rata orang akan bertahan melihat website hanya delapan detik saja. Untuk meningkatkan penjualan produk online Anda, sebaiknya tempatkan konten produk jualan Anda di bagian depan. Pastikan bahwa informasi yang paling penting muncul dan terlihat jelas, sehingga pengunjung website mudah melakukan navigasi.


4. Gunakan media sosial dengan hati-hati
Media sosial seperti Facebook, Twitter, dan lain-lain, merupakan sarana yang umum digunakan untuk promosi usaha. Namun sebaiknya, jangan menggunakan media ini sebagai alat promosi, terutama ketika Anda sedang berkomunikasi dengan klien potensial. Bangunlah jaringan komunikasi khusus dengan klien Anda secara personal, dan bukan dengan semua teman di jaringan sosial Anda. Ini akan membantu Anda untuk bersikap seperti seorang penjual yang profesional, dan promosi Anda tidak sekadar dianggap sebagai “sampah”. Selain itu, hal ini akan membuat klien Anda merasa lebih dihargai.


 


 


 


 


Sumber : kompas.com


Sumber gambar :  recommender.strands.com

Inilah Kesalahan Dalam Menjalankan Telemarketing

Memanfaatkan telepon sebagai media interaktif untuk mempromosikan produk maupun pelayanan jasa, memang banyak dipilih para pelaku usaha. Melalui strategi telemarketing, para pengusaha maupun pelaku pasar bisa menjangkau calon konsumen di berbagai penjuru nusantara dan mendatangkan pundi-pundi rupiah dari transaksi penjualan yang dihasilkan. Tidaklah heran bila sampai hari ini strategi telemarketing masih terus ditekuni para pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan penjualan.


Bila dijalankan dengan efektif, strategi pemasaran ini cukup membantu para pelaku usaha untuk mengenalkan produk atau jasa mereka kepada prospek (calon konsumen) yang hendak mereka bidik. Namun, bila strategi ini dijalankan dengan perencanaan yang kurang matang, bisa jadi telemarketing yang Anda lakukan menjadi bumerang yang siap menghancurkan eksistensi perusahaan Anda di kalangan masyarakat luas.


Karenanya, sebelum terjun menjalankan strategi telemarketing untuk meningkatkan angka penjualan produk. Berikut kami informasikan 5 tips telemarketing yang perlu dihindari para pengusaha maupun pelaku pasar ketika hendak mempromosikan produk-produknya.


Pertama, tak mengenal waktu. Kesalahan pertama yang sering dilakukan para telemarketer adalah menghubungi calon konsumen pada waktu yang kurang pas. Setiap konsumen tentunya memiliki kesibukan dan kepentingan yang berbeda-beda, ada yg berprofesi sebagai karyawan, pengusaha, ibu rumah tangga, pengangguran, mahasiswa, pelajar, dan lain sebagainya. Karena itu, pahami latar belakang mereka agar Anda bisa menentukan waktu yang paling tepat untuk menghubungi calon konsumen Anda.


Kedua, database kurang valid. Hal lainnya yang kurang diperhatikan para pelaku bisnis adalah mengenai peremajaan database yang mereka miliki. Biasanya, setiap perusahaan memiliki database (kumpulan prospek) yang bisa mereka bidik sebagai calon konsumen potensial. Namun sayangnya, database tersebut tidak di-update secara rutin oleh pelaku pasar, sehingga tidak jarang para telemarketer salah sasaran dan melakukan pemborosan waktu serta biaya telepon tanpa hasil yang memuaskan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, lakukan peremajaan database secara berkala agar kevalidan data Anda bisa terjaga.


Ketiga, komunikasi pemasaran satu arah. Sebagian besar konsumen tidak menyukai penawaran via telemarketing karena para pelakunya lebih dominan menguasai percakapan dan menyampaikan presentasi panjang lebar tanpa memberikan kesempatan bertanya bagi para konsumennya. Padahal, konsumen bukanlah pendengar bagi presentasi Anda. Berikan kesempatan bagi mereka untuk merespon penawaran Anda, dan ciptakan komunikasi dua arah untuk membangun kedekatan konsumen dengan pelaku pasar.


Keempat, kurang menghargai privacy konsumen. Ketika menyampaikan penawaran, tak jarang para telemarketer terkesan sedikit memaksa dalam melakukan negosiasi. Bahkan ketika calon konsumen yang hendak mereka bidik sedang keluar rumah ataupun keluar kantor, banyak telemarketer yang meminta nomor ponsel pribadinya untuk menghubungi calon konsumennya secara langsung. Hal inilah yang sering mengganggu kenyamanan konsumen. Bila calon prospek Anda sedang keluar kantor maupun rumah, sebaiknya sampaikan pesan kepada penerima telepon, bahwa Anda akan menghubungi kembali bila sang prospek sudah kembali.


Kelima, membidik konsumen yang tidak sesuai. Kesalahan terakhir yang sering dilakukan para pelaku pasar adalah membidik konsumen yang kurang sesuai. Sebelum Anda terjun di lapangan, tentunya Anda sudah memiliki gambaran mengenai siapa-siapa saja yang hendak Anda bidik. Carilah data konsumen selengkap-lengkapnya, agar Anda tidak salah sasaran. Contohnya saja bila Anda menawarkan bisnis investasi yang bernilai tinggi, maka bidiklah para pengusaha sukses, ataupun para pensiunan, yang memiliki modal usaha cukup besar.


 


 


 


 


 


 


 


Sumber artikel: bisnisukm.com dan redaksi


Sumber gambar: holldon.com

Strategi Pemasaran Meningkatkan Daya Saing Bisnis Anda

Dalam menekuni dunia bisnis, munculnya persaingan sudah menjadi hal yang lumrah dan tak bisa dielakkan lagi. Bahkan bisa dikatakan, munculnya resiko persaingan dalam berbisnis seperti halnya peribahasa “Ada gula ada semut’. Dimana ada peluang bisnis manis, bisa dipastikan bila semut-semut kompetitor akan datang mengerumuni untuk ikut menikmati peluang manis tersebut.


Untuk mengantisipasi gempuran persaingan pasar dari para kompetitor, tidak ada salahnya bila Anda mempersiapkan strategi pemasaran sedini mungkin untuk memenangkan persaingan yang ada di sekitar Anda. Lalu, kira-kira strategi pemasaran seperti apa yang perlu Anda persiapkan untuk memenangkan persaingan pasar? Berikut kami informasikan 5 hal penting yang perlu dilakukan para pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing bisnisnya.


Aktif mengamati perkembangan pasar dan mengevaluasi produk atau jasa yang ditawarkan. Perubahan minat dan kebutuhan para konsumen, tentunya menjadi salah satu faktor penting yang perlu Anda perhatikan. Karenanya, untuk bisa memberikan nilai tambah bagi konsumen Anda, lakukan survey pasar secara rutin agar Anda bisa meng-upgrade kualitas produk dan jasa yang Anda tawarkan. Contohnya saja seperti menjalankan bisnis kuliner, sekarang ini banyak konsumen yang menyukai pelayanan cepat, mudah, dan murah. Tidaklah heran bila kondisi tersebut mulai mendorong para pelaku bisnis kuliner untuk menawarkan jasa delivery order untuk memancing minat konsumen dan meningkatkan daya saing bisnisnya di tengah ketatnya persaingan pasar.


Aktif mempromosikan brand bisnis yang Anda miliki. Seperti kita ketahui bersama, kepopuleran brand bisnis yang Anda usung memberikan nilai tambah tersendiri bagi perkembangan bisnis Anda. Ketika brand bisnis Anda sudah dikenal masyarakat luas, tidak menutup kemungkinan bila kepercayaan konsumen akan terbangun. Bahkan, mereka tidak segan-segan untuk loyal terhadap brand Anda dan mempromosikannya kepada orang lain di sekitarnya. Strategi promosi inilah yang membuat Starbuck Coffe berhasil memenangkan persaingan dan dikenal para konsumen hingga berbagai belahan negara.


Mencari tahu mengenai kelemahan dan kelebihan para pesaing. Selain aktif mengevaluasi faktor internal di perusahaan Anda, langkah lain yang perlu Anda jalankan yaitu mencari informasi mengenai kelemahan dan kelebihan para pesaing. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui seberapa besar potensi Anda untuk memenangkan persaingan pasar, serta memanfaatkan kelemahan pesaing untuk mengangkat kelebihan produk Anda.


Mempertahankan kekuatan produk Anda. Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan kompetitor Anda, ada baiknya bila Anda mempertahankan kekuatan produk yang Anda miliki untuk menjaga loyalitas para konsumen. Apabila produk Anda sudah mengena di hati konsumen, maka peluang mereka untuk berpaling ke produk lain sangatlah kecil. Kunci inilah yang mengantarkan produk Pepsodent sampai hari ini berhasil menguasai pasar dan menjadi salah satu merek pasta gigi yang banyak dipilih para konsumen.


Berani mengambil tantangan. Untuk menarik minat konsumen, banyak pelaku usaha yang mengambil tantangan besar untuk meningkatkan daya saing bisnisnya. Strategi ini bisa dijalankan para konsumen dengan menawarkan inovasi-inovasi baru yang belum pernah ditemui para konsumen. Misalnya saja seperti memproduksi barang atau jasa unik yang belum ada di pasaran, atau bisa juga mengadakan event promosi besar-besaran yang melibatkan para konsumen.


 


 


 


 


 


 


Sumber artikel: bisnisukm.com dan redaksi


Sumber gambar: reimaverick.com

Bagaimana Untung Banyak dengan Memberi Hadiah?

Salah satu barang yang paling sulit dijual adalah narkoba. Jelas-jelas dilarang oleh pemerintah. Kalau sampai tertangkap sedang menjual narkoba, bahkan bisa dihukum mati. Namun, tetap saja penyebaran narkoba bisa meluas ke mana-mana.


Di sini saya sama sekali tidak mengajari untuk berjualan narkoba. Absolutely no! Namun, cara berjualan narkoba ternyata menjadi standar terbaru berjualan di dunia modern ini. Bagaimana cara orang menjual narkoba? Mereka sengaja membagikannya terlebih dahulu dalam porsi kecil, gratis. Lalu setelah orangorang ketagihan dan menjadi pencandu, baru orang akan membeli dengan harga yang sangat mahal.


Apakah Anda pernah bercukur? Bila pernah bercukur, Anda akan akrab dengan merek Gillete. Dulu saat berumur empat puluh tahun, King Gillete sedang bercukur dengan pisau cukur yang begitu tumpul sehingga tidak bisa lagi diasah. Lalu dia mendapatkan ide, bagaimana kalau pisau cukur bisa dibuat dari potongan logam yang sangat tipis dan tidak bisa diasah? Sehingga saat sudah tumpul, harus dibuang dan beli lagi.


Namun, produk itu tidak melejit.Dalam setahun,dia hanya berhasil menjual 51 alat cukur dan 168 mata pisau cukur. Dia mulai menjual murah alat cukurnya kepada berbagai rekanan, misalnya ke pabrik kopi, teh, bumbu dapur, sehingga alat cukur ini bisa diberikan sebagai bonus gratis kepada konsumen. Saat konsumen mendapatkan alat cukurnya, dan merasakan manfaatnya, mereka mulai membeli mata pisau cukurnya.


Pada zaman sekarang, kita bisa menggunakan berbagai macam fasilitas secara gratis. Kita bisa bertukar kabar dan melihat foto lewat Facebook. Kita bisa menonton video di YouTube. Dari YouTube, kita bisa belajar banyak. Proses belajar yang tadinya membosankan dan hanya dengan membaca, sekarang jadi jauh lebih gampang lewat YouTube.


Kita bisa mencari informasi super lengkap di Wikipedia. Kita bisa mencari informasi tentang apa pun di Google, bisa melihat atap rumah lewat satelit. Kita juga bisa melihat keindahan bawah laut, bahkan bisa mengunduh operating system Linux dan menginstalnya di banyak komputer. Semuanya gratis.Tanpa biaya. Selain itu, kita juga bisa terhubung bukan hanya lewat SMS atau telepon. Kita juga bisa berkomunikasi sambil melihat wajah lawan bicara lewat Skype.


Kita bisa menyimpan dokumen di internet dan mengaksesnya kapan saja. Komputer kita bisa otomatis di-back-up secara online. Semuanya gratis! Bagi yang memiliki komunitas, kita juga bisa berjualan di Twitter. Bahkan, salah satu faktor kemenangan Barack Obama saat pemilu adalah karena peran besar sosial media, yang lagi-lagi disediakan secara gratis.


Kalau semuanya gratis, lalu dapat uang dari mana? Apakah mereka tidak untung? Google sebagai penyedia layanan gratis yang sangat berkualitas,merupakan salah satu perusahaan yang sangat menguntungkan. Lebih indah lagi, gratis ini bukan iming-iming atau trik, namun benar-benar gratis. Ekonomi gratis atau yang disebut ‘freeconomics‘ ini semakin lama semakin berkembang dan menjadi salah satu model bisnis yang paling menguntungkan.


Cara berbisnis semakin berubah. Dulu penyedia konten sering kali “berperang” dengan para “pembajak” konten media. Mereka menuntut, mengancam, dan menangkap. Namun ternyata cara ini tidak mempan, dan pembajakan malah semakin merajalela. Maka sebuah grup komedi Inggris, Monty Python, mengambil jalan yang berbeda. Mereka meletakkan video mereka sendiri di YouTube. Semuanya dengan kualitas yang paling bagus.


Semua orang bebas menontonnya, lagi-lagi gratis. Apa yang terjadi? Tiga bulan kemudian DVD Monty Python melonjak menduduki posisi No 2 di Amazon’s Movies dan masuk acara TV paling populer, dengan kenaikan penjualan sebesar 23 ribu persen. Orang-orang senang dengan video Monty Python. Mereka menjadi akrab dan ingin lagi.


Mereka pun memesan DVD-nya. Yang lebih menarik, siapa yang membayar biaya promosinya? Biaya penyimpanannya? Yang memastikan videonya tersedia selama 24 jam sehari? YouTube yang melakukan semuanya, gratis! Apakah semuanya bagus dengan sistem gratis ini? Beberapa toko tidak mampu bertahan. Memang betul, pada era digital, angka penjualan CD sangat menurun. Toko yang berjualan CD mulai tutup.


Namun bisnis ini semakin bergeser. Angka penjualan lagu singel lewat Apple iTunes meningkat. Angka penjualan tiket konser meledak. Bila konser meledak, tentu saja pendapatan dari sponsor ikut meledak. Angka penjualan barang-barang yang berhubungan dengan konser juga meledak. Memang betul, banyak toko buku besar mulai terancam tutup.


Model distribusi lewat toko buku sudah mulai terancam. Namun, sebenarnya bukan terancam. Sama seperti penjualan CD tadi,hanya bergeser saja dari cara lama ke cara baru. Toko buku online semakin bermunculan. Saya sendiri, sebagai penggemar buku impor, juga merasa senang.Amazon menjual buku secara langsung kepada customer-nya dengan harga yang jauh lebih murah daripada di toko buku impor.


Bahkan, sekarang saya mulai menikmati versi buku digital dari Amazon, dengan harga yang lebih murah lagi. Buku digital yang muat di telepon genggam saya. Namun, bagaimana saya memutuskan mau membeli buku yang mana? Amazon menyediakan reviu dari begitu banyak pembaca sebelumnya. Sesuatu yang tidak ada di toko buku biasa.


Sesuatu yang saya hargai. Bahkan saya bisa membaca sampel, yang berupa beberapa bab awal dari buku tersebut. Sesuatu yang tidak gampang dilakukan di toko buku biasa.Saat saya bisa membaca sampelnya, saya menjadi semakin yakin dalam memilih. Sesuatu yang sangat saya hargai. Semuanya disediakan secara gratis.


Bahkan lebih menariknya buku digital ini,beberapa buku menyediakan link langsung ke video-videonya. Saya tidak hanya membaca, tetapi juga bisa menonton langsung cara mempraktekkan apa yang ada di buku tersebut. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah mulai bagi-bagi produk Anda secara gratis? Bila Anda tidak melakukannya, saingan Anda mungkin akan melakukannya lebih dulu. Selamat berbagi, gratis!.


 


 


 


 


 


 


Sumber : okezone.com


Sumber gambar : blogspot.com

Strategi Pemasaran yang Salah dalam UKM

Menyusun strategi pemasaran bisa diibaratkan seperti menggambarkan sebuah peta harta karun. Apabila Anda menggambarkannya dengan tepat, maka semakin cepat pula Anda akan menemukan harta karun tersebut. Dan begitu juga sebaliknya, apabila Anda salah dalam menggambarkan peta harta karun, bisa dipastikan bila Anda bakal tersesat di tengah jalan dan hanya akan menghabiskan banyak tenaga tanpa mendapatkan harta karun yang diharapkan.


Karenanya dalam menjalankan sebuah bisnis, para pelaku usaha dituntut untuk selalu jeli dan teliti dalam menyusun strategi pemasaran. Apabila strategi pemasaran yang mereka susun tidak sesuai dengan kondisi di pasaran, tidak menutup kemungkinan bila target penjualan yang ditentukan perusahaan hanya akan menjadi angan-angan besar yang tak kunjung menjadi kenyataan. Tentu Anda tidak ingin perusahaan yang Anda jalankan mengalami nasib serupa  bukan? Nah, agar Anda tidak menghadapi kegagalan yang sama, berikut kami informasikan beberapa kekeliruan yang sering dilakukan pelaku UKM dalam menyusun strategi pemasaran.


Terlalu percaya diri dan mengesampingkan strategi pemasaran. Banyak pelaku UKM yang terlalu overconfidence dengan kualitas produk yang Ia hasilkan, sehingga tidak sedikit dari mereka yang cenderung menunggu datangnya calon konsumen tanpa mempersiapkan strategi pemasaran. Tentu ini sebuah kesalahan besar, karena pada dasarnya setiap usaha membutuhkan strategi pemasaran untuk menarik minat calon konsumen.


Kurang eksplorasi karena sudah terbiasa dengan cara tradisional. Selain kurang memikirkan strategi pemasaran, para pelaku UKM juga cenderung jarang bereksplorasi karena masih terpaku pada cara-cara sederhana yang biasa mereka gunakan di masa lalu. Kondisi seperti inilah yang menjadikan pelaku UKM kalah bersaing dengan perusahaan besar, karena banyak UKM yang masih mempertahankan tradisi pemasaran tradisional untuk mempromosikan produk-produknya.


Masih terpaku pada dominasi pasar. Meskipun belakangan ini kehadiran teknologi informasi cukup memudahkan pelaku UKM untuk memasarkan produk-produknya, namun sayangnya sampai hari ini masih banyak pengusaha yang terpaku pada kompetitornya (pasar yang ada di sekitarnya) dalam menyusun strategi pemasaran. Kesalahan inilah yang membuat persaingan pasar semakin ketat, karena hampir semua UKM menggunakan strategi yang seragam untuk mendatangkan penjualan setiap bulannya.


 


 


 


 


 


 


 


Sumber artikel: bisnisukm.com dan redaksi


Sumber gambar: bookboon.com