Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label laba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label laba. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Desember 2012

Berkat Parket Laba Semakin Lengket

Membuka usaha jasa rata-rata kebutuhan modalnya tidak besar. Seperti bisnis jasa pemasangan dan penjualan parket kayu. Meski untung tipis, namun karena modal mini dan tarif cukup tinggi, maka balik modal tidak butuh waktu lama.

Untuk menciptakan suasana nyaman dan adem pada suatu ruangan, selain bermain dengan warna cat dinding, pemilik apartemen atau rumah biasanya juga memainkan motif dan bahan lantai.


Selain memakai bahan pualam, lantai berbahan kayu juga cukup diminati untuk menambah suasana adem suatu ruangan.

Untuk memiliki lantai berbahan kayu ini, biasanya para pemilik hunian memanfaatkan jasa pemasangan dan penjualan parket (parquet). Parket merupakan istilah untuk menyebut proses menyusun potongan-potongan kayu untuk dijadikan pelapis lantai ruangan.


Ada beragam tipe parket: solid wood, engineering parquet, dan laminate parquet. Solid wood merupakan parket yang dibuat dari potongan kayu yang hanya terdiri dari satu jenis kayu. Kayu yang dimanfaatkan antara lain kayu jati, sonokeling, merbau, dan oak. Engineering parquet merupakan parket yang terbuat dari kayu lapisan.


Biasanya pada bagian atas terdapat lapisan tipis dan pada bagian bawah berupa jenis multiplek atau kayu lapis. 

Adapun laminate parquet merupakan parket yang berbahan dari serbuk kayu atau potongan-potongan kayu berkualitas yang kemudian digiling menjadi serbuk. Setelah menjadi serbuk, proses berikutnya adalah di-press menjadi lembaran papan yang selanjutnya disebut High Density Fiber (HDF). Kayu HDF ini kemudian ditempelkan dengan plastik yang bermotif kayu kemudian dilaminating kembali dengan mesin press. 

Menurut penjual dan pemasang parket, baik kayu solid maupun laminate parquet sama-sama disukai konsumen.


“Klien yang berkantong tebal pasti milih memakai solid wood. Tapi, kalau kantongnya tipis biasanya memilih laminate parquet,” kata Rudy Gunawan, pemilik Timur Jaya Flooring di Sidoarjo, Jawa Timur. 

Rudy bilang, sejak tiga tahun hingga lima tahun terakhir, penggunaan bahan kayu sebagai lantai memang semakin ngetren.


Ini juga membuat banyak pemain di bisnis ini menjamur. “Persaingan semakin ketat sekarang, banyak pemain yang membanting harga,” jelas Rudy yang sudah memulai bisnis ini sejak tahun 2006 silam. 


Keuntungan 20%

 Manisnya bisnis ini juga membuat Dadang Sebastian tertarik menjajal bisnis ini sejak dua tahun silam.


Pemilik Kios Parquet di Bandung ini mengakui potensi bisnis ini semakin besar. Ini didukung dengan tren konsep hunian yang back to nature. “Pasarnya juga semakin luas,” katanya.

Segmen pasar bisnis ini antara lain hotel, perkantoran, restoran, perumahan, dan apartemen. Klien Dadang antara lain Apartemen Central Park Jakarta, Apartemen Essence Darmawangsa, Hotel Sabang Bandung, Padma Hotel Bandung, Bank Indonesia Solo, dan Universitas Padjajaran. 

Sementara itu, klien-klien yang pernah ditangani Timur Jaya Flooring antara lain PT Jawa Pos (Gedung DBL), PT Semen Gresik, PT Angkasapura I (Bandara Juanda Surabaya), Hotel JW Mariott Surabaya, Hotel Sommerset Surabaya, Hotel Bali Madiun, Apartement Metropolis Surabaya, Apartement Aston, dan Twin Tower Surabaya.

Meski terbilang baru dalam bisnis ini, namun omzet yang diperoleh Dadang cukup besar.


Setiap bulan, dia bisa mengantongi omzet antara Rp 100 juta hingga Rp 150 juta. 

Sementara itu, Rudy yang lebih banyak melayani pemasangan laminate parquet setiap bulan juga bisa mengantongi omzet di kisaran Rp 80 juta hingga Rp 100 juta. Keuntungan bersih yang didapat sekitar 20%. “Sebulan bisa ada orderan lima hingga tujuh klien,” katanya. 



• Pilih bahan baku

Anda tertarik untuk menjajal usaha ini? Ada hal yang harus dipertimbangkan masak-masak yaitu seputar bahan baku parket. Menurut Dadang, sekarang untuk mendapatkan bahan baku parket berupa kayu solid semakin sulit.


Sebab, ketersediaan bahan baku kayu sangat terbatas. “Biasanya saya mengambil kayu dari daerah Jawa Tengah. Di sana, kayu akan diolah membentuk potongan-potongan yang diproses sehingga layak untuk lantai,” jelasnya. 

Dadang bilang, untuk mengantisipasi sulitnya mendapatkan parket kayu solid lokal, bisa saja Anda membeli dari importir. Sebab, parket jenis ini ada juga yang diimpor dari China.


“Bila memang kesulitan, bisa saja menghubungi saya atau distributor lain,” jelasnya. 

Nah, bila ingin mendapatkan order dengan cepat, sebaiknya  Anda menawarkan laminate parquet. Parket jenis ini cenderung lebih mudah ditemukan, sebab pemasoknya cukup banyak ditemui. Merek lantai jenis yang banyak ditemui di pasar antara lain Kendall, JU Top, Power Deko, Miko Dekor, Konig, Classen, Hornitek, Kendo, Anderson, dan Kris Floor. 

Rudy bilang, produk-produk laminate parquet umumnya merupakan impor dari China. “Sebaiknya kalau belanja parket impor itu jauh hari sebelum lebaran atau liburan tahun baru,” katanya. Sebab, biasanya jika membeli menjelang momen tersebut, harga akan lebih mahal.


Maklum, barang yang datang semasa lebaran dan tahun baru harus menginap di gudang karena hari libur. Artinya, ada biaya sewa. Jadi untuk mengantisipasi hal tersebut, sebaiknya sediakan stok barang yang diminati pasar. 

Menurut Rudy, laminate parquet sangat disukai klien untuk pemasangan hunian pribadi. Selain harganya lebih murah, pemasangan pun bisa lebih cepat ketimbang lantai kayu solid. Untuk harga produk plus jasa pemasangannya, Rudy menawarkan harga Rp 165.000 per meter persegi (m²) hingga 
Rp 255.000 per m². 

Sedangkan Dadang menawarkan harga mulai Rp 135.000 hingga Rp 500.000 per m². Tarif yang dia kenakan sangat tergantung pada jenis kayu yang dipesan oleh klien.


Paling mahal memang kayu jati solid.

Pemasangan laminate parquet biasanya tidak dikenakan batasan minimal order. Namun untuk pembelian dan pemasangan kayu solid biasanya 
dibatasi minimal order sekitar 20 m². Untuk jangka waktu pemasangan, biasanya lantai kayu solid lebih memakan waktu yakni bisa sampai satu minggu. Sedangkan pemasangan laminate parquet paling hanya dua hari atau tiga hari selesai.



• Keahlian dan kebutuhan karyawan

Rudy bilang, untuk memulai bisnis ini kuncinya adalah keahlian, baik di bidang parket maupun pemasaran.


“Karena tidak mudah untuk mendapatkan klien kalau kita tidak berpengalaman,” katanya. Bagi pemula, untuk memperkenalkan jasa yang ditawarkan bisa melalui pintu ke pintu. Selain itu 
juga harus didukung oleh 
promosi di internet. 

Nah, kalau ingin mudah mendapatkan klien sebaiknya Anda  memang memiliki pengalaman bekerja di perusahaan sejenis didukung dengan semangat belajar otodidak. Tujuannya, untuk mengasah kemampuan dan menggali informasi. “Kalau sudah ada pengalaman di perusahaan lain, tidak akan sulit mencari klien,” kata Rudy yang sebelumnya bekerja selama setahun di perusahaan serupa. 

Selain memudahkan mencari klien, jika Anda yang tidak tahu mengenai seluk beluk parket, bekerja di perusahaan lain terlebih dulu akan ada banyak peluang untuk mempelajarinya.


Informasi yang perlu Anda gali antara lain mengenai teknik pemasangan, jenis kayu, jaringan pemasok bahan baku, jaringan pemasaran, dan jaringan tenaga kerja.

Menurut Rudy, bila sudah mempunyai modal tersebut, khususnya soal teknik pemasangan, Anda bisa mulai terjun ke usaha ini. Yang terpenting Anda harus merekrut minimal dua tukang yang sudah berpengalaman di bidang ini. “Kalau ada proyek banyak, kita bisa merekrut tenaga lepas,” kata Rudy. Para tenaga lepas ini tidak perlu berpengalaman khusus di bidang pemasangan parket. Yang penting, memiliki pengalaman sebagai tukang.


Tenaga lepas ini paling tidak membutuhkan lima orang yang dibayar secara harian sekitar Rp 70.000 hingga Rp 75.000.



• Modal usaha

Bila keahlian di berbagai bidang parket sudah di genggaman, Anda bisa mulai usaha ini. Soal modal finansial, menurut Rudy, sebenarnya tidak besar. Barang inventaris yang harus dimiliki antara lain aneka alat pertukangan, mesin pemotong kayu, dan mesin press lantai.


Baik mesin pemotong maupun mesin press bisa dibeli seharga masing-masing Rp 1 juta – Rp 2 juta per unit. Nah, untuk mengawali bisnis ini, Anda cukup memiliki masing-masing dua unit mesin. 

Terkait dengan alat transportasi, Anda cukup memiliki mobil jenis bak terbuka untuk mengangkut bahan baku, baik kayu maupun lem. “Kalau tidak ada dana untuk membeli mobil, bisa sewa saja,” kata Rudy.


Nah untuk mendukung promosi, Anda sebaiknya memiliki komputer yang terkoneksi internet. Soal lokasi usaha, Anda bisa memanfaatkan rumah pribadi untuk menekan biaya pengeluaran bulanan. Yang termasuk dalam biaya pengeluaran antara lain belanja bahan baku termasuk lem, bayar tukang, bayar tenaga lepas, cicilan kendaraan, biaya listrik dan air. “Biaya bahan baku yang paling besar menyedot biaya, bisa 70% sendiri. Kalau gaji tukang itu tidak besar,” katanya. 

Bila dalam waktu sebulan Anda sudah mendapatkan lima klien dengan luas pasang masing-masing 500 m² dengan parket seharga Rp 165.000 per m², dalam waktu satu bulan, Anda bisa balik modal.

Yuk, meraup rezeki dari potongan kayu di lantai?


 


 


 


 


Sumber : bisnis.com


Sumber gambar : indonetwork.co.id

Meraup Laba dari Bisnis Tiket Pesawat Online

Berbisnis adalah salah satu cara untuk menambah pemasukan keluarga. Sayangnya, banyak orang mengalami kesulitan membangun usaha akibat terhadang urusan modal. Modal besar memang bisa menunjang kelancaran usaha, tetapi tidak jadi jaminan. Banyak yang telah membuktikan bahwa dengan modal yang relatif sedikit bisa memperoleh keuntungan berlipat ganda.
Menurut perencana keuangan Mike Rini Sutikno, CFP, dari lembaga Mike Rini & Associates Financial Planning & Education, dibutuhkan kejelian dalam menemukan peluang usaha. Salah satunya adalah dengan memerhatikan apa yang sedang digemari dan dibutuhkan masyarakat. Nah, bisnis dalam bidang transportasi adalah satu di antara sekian bisnis unggulan. Selama masih ada kehidupan, masih akan ada kebutuhan untuk bepergian.
“Salah satu alat transportasi utama yang diandalkan adalah pesawat. Kini ada banyak maskapai penerbangan yang bisa dijadikan pilihan. Selain cepat, harganya pun beragam dan semakin ekonomis. Tak heran bila semakin banyak juga orang yang memilih menggunakan pesawat,” jelas Mike seperti dilansir Kompas Female.
Anda bisa memulai usaha pemesanan tiket pesawat secara online. Saat ini ada penyedia jasa yang juga menawarkan kemitraan (waralaba). Dengan membayar sejumlah uang, Anda akan bisa mengakses jaringan berbagai maskapai untuk melakukan pemesanan sendiri. Salah satunya adalah City Terminal Online System (Citos, www.citosconnection.com). Menurut pendirinya, Budikari Yunianto, Citos diciptakan pada Maret 2008 untuk memberi kemudahan bagi siapa saja yang ingin berbisnis tiket secara online. Saat ini Citos menyediakan tiket pesawat semua maskapai dalam negeri yang beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Menarik bukan?
Cara bergabungnya mudah. Anda hanya perlu mengisi formulir pendaftaran yang tersedia di situs Citos. Jika semua sudah lengkap, Anda bisa online saat itu juga. Setelahnya Anda akan mendapatkan user ID yang bisa terhubung dengan semua maskapai. Setelahnya, Anda bebas menelusuri dunia maya untuk mencari penawaran terbaik bagi para calon pelanggan.


Keuntungan berbisnis pemesanan tiket online


1. Cepat dan praktis. Anda tidak perlu menyewa tempat karena bisa melakukannya di mana saja selama ada listrik dan internet. Peralatannya pun sederhana, yaitu seperangkat komputer dengan printer. Pembayaran dilakukan lewat transfer bank.
2. Sudah punya jasa travel sendiri. Menurut Budikari, keuntungan yang Anda peroleh sama besarnya dengan perusahaan travel lain. Besar komisi rata-rata tujuh persen.
3. Prospeknya sangat menjanjikan. Dalam waktu dekat, Citos akan menambah layanan dengan menyediakan pemesanan tiket kereta api. Setelah itu, di masa depan akan diperluas dengan tiket kapal laut, paket wisata, dan paket umrah.
4. Punya jaringan luas dengan mudah. Karena sistemnya sudah tersedia dan berjalan, Anda hanya perlu mengikuti. Anda tidak harus repot membangun hubungan dengan pihak-pihak maskapai.


5. Balik modal dalam waktu singkat. Transportasi dibutuhkan semua orang, apalagi pada masa-masa libur. Keuntungan Anda pada masa itu akan meningkat tajam dan modal awal pun sudah bisa kembali.


 


Sumber artikel: pengusahamuslim.com dan redaksi


Sumber gambar: thedotcomblog.com


Kategori: Ide bisnis


Tag: bisnis online, wirausaha, jasa


By: Redaktur I


 


http://www.ciputraentrepreneurship.com/kembangkan-uang-anda/20219-gurihnya-laba-bisnis-tiket-pesawat-online.html

Besar Laba Unik dari Usaha Kue Tiga Dimensi

Kemunculan sculpted cake atau yang lebih dikenal dengan istilah seni pahat kue tiga dimensi, ternyata tidak hanya berhasil menarik minat banyak konsumen namun juga bisa mendatangkan untung besar bagi para pelakunya. Melihat potensi pasarnya semakin hari kian menggiurkan, tidak heran bila sekarang ini banyak kaum hawa mulai dari para mahasiswi, karyawati, sampai ibu rumah tangga yang tertarik menekuni bisnis kue tiga dimensi sebagai salah satu alternatif peluang bisnis sampingan yang menjanjikan keuntungan cukup besar setiap bulannya.


Meskipun trend unik kue tiga dimensi atau (cake 3D) sudah muncul sejak tahun 2005-2006 silam, namun eksistensinya di Indonesia diperkirakan masih cukup besar untuk jangka waktu tiga tahun kedepan. Biasanya, para konsumen memesan kreasi unik kue tiga dimensi untuk acara-acara spesial, seperti misalnya acara ulang tahun, anniversary pernikahan, ulangtahun perusahaan, dan lain sebagainya. Peluang inilah yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Wenny Panenthe owner Wenny’s Cake di daerah Bandung, yang setiap bulannya bisa meraup omzet ratusan juta rupiah dari bisnis kue tiga dimensi yang Ia rintis.


Kecintaannya terhadap bidang seni, mendorong Wenny dan suaminya Pascal Demian untuk menekuni seni pahat kue dengan bahan dasar fondant. Ia sengaja menjaga kualitas produknya dengan menggunakan bahan-bahan yang aman dikonsumsi untuk mempertahankan loyalitas konsumennya. Bila pengusaha sejenis ada yang memanfaatkan styrofoam untuk isi cake decoration, maka Wenny lebih memilih isian kue asli agar nilai seninya lebih tinggi.


Dari sekian banyak bentuk yang Ia ciptakan, Wenny mengaku Hello Kitty merupakan tokoh kartun yang paling banyak dipesan para konsumen. Tokoh kartun dari Jepang tersebut bisa diaplikasikan dalam beragam warna dan desain seperti misalnya variasi Hello Kitty menggunakan baju kimono yang hampir setiap minggu dipesan para konsumen. Untuk harga jualnya, Wenny membandrol dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah (tergantung ukuran dan tingkat kerumitan desain yang dipesan).


Selain Wenny yang sukses mendirikan Wenny’s Cake, ada pula Peni Respati yang sudah mulai belajar membuat cake 3D sejak tahun 2007 yang lalu. Berawal dari pesanan konsumen yang meminta kue pahat berbentuk angka, Peni jadi ketagihan untuk berkreasi dan berinovasi membuat bentuk kue yang beragam, seperti misalnya kue 3D berbentuk kamera, telepon, tas, dan lain sebagainya.


Awalnya memang cukup sulit bagi Peni untuk mendapatkan hasil kue sesuai dengan bentuk aslinya. Menurut wanita berjilbab ini, seni memahat kue memang cukup sulit karena melibatkan seni pemilihan desain, teknik pembuatan bentuk dasar 3D, teknik mewarnai, serta memadukan cita rasa dan bentuk kue sehingga menghasilkan paduan yang sempurna baik dari segi rasa maupun visual (penampilan). Itu sebabnya para pelaku bisnis kue tiga dimensi seperti Peni berani mematok harga yang cukup mahal, yakni berkisar antara Rp 350.000,00 sampai tujuh juta rupiah sesuai dengan bentuk dan ukuran yang dipesan konsumen.


 


 


 


 


 


 


Sumber artikel: pengusahamuslim.com dan redaksi


Sumber gambar: threadcakes.com

Senin, 14 Mei 2012

Usaha Terung putih membuahkan laba ratusan juta

Terung merupakan salah satu jenis sayuran yang sudah dikenal luas masyarakat Indonesia. Beberapa jenis terung yang sudah sangat populer adalah terung ungu dan terung hijau. Kedua jenis terung itu sering dikonsumsi, baik dalam keadaan sudah dimasak maupun mentah.

Tapi bagaimana dengan terung putih? Bagi sebagian besar orang, terung jenis ini mungkin masih terdengar asing. Terung putih belum begitu populer karena baru diperkenalkan lima tahun terakhir.

Alhasil, budidaya maupun pemasarannya juga belum sebanyak terung jenis lainnya. Terung putih ini merupakan varietas terung hibrida. Nama lainnya dikenal sebagai terung kania. Bentuk fisik terung ini sebenarnya tidak berbeda jauh dari terung ungu.

“Tapi rasanya lebih manis, makanya di sini ada yang menjual produk olahan manisan terung kania,” ujar Abbas, petani terung putih di Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Selama ini, budidaya terung putih memang berkembang pesat di kawasan Kalimantan. Selain di dalam negeri, terung putih produksi petani Pulau Borneo itu juga merambah pasar Malaysia.

Mereka tertarik membudidayakan terung ini karena memiliki sejumlah keunggulan dibanding terung lain. Di antaranya tingkat produktivitas tanaman yang relatif tinggi serta tekstur buah yang renyah dan empuk.

Abbas membudidayakan terung putih di lahan seluas setengah hektare (ha). Di atas lahan itu, ia mengaku dapat menanam terung putih sebanyak 10.000 hingga 12.000 batang. Tanaman terung ini sudah bisa dipanen dalam waktu enam bulan.

Setiap batang dapat menghasilkan 2 kilogram (kg) hingga 2,5 kilogram terung putih. Katakanlah di atas lahan setengah ha itu, ia menanam 10.000 batang, maka sekali panen, ia bisa mendapat sekitar 20 ton terung putih.

Di Kalimantan, harga pasaran terung itu Rp 6.000 per kg. Saat pasokan sedang sulit, harganya bisa tembus Rp 10.000 per kg. Sementara harga terung biasa hanya berkisar Rp 4.000 per kg.

Dengan harga tersebut, ia dapat meraup omzet sekitar Rp 120 juta sekali panen. "Laba bersihnya sekitar 30%," kata Abbas.

Menanam terung putih juga ditekuni Rusmindi, petani asal Pontianak, Kalimantan Barat. Ia telah membudidayakan terung putih sejak satu setengah tahun terakhir di lahan seluas setengah hektare.

"Saya tertarik membudidayakan tanaman ini karena potensi pasarnya saat ini cukup bagus. Terung ini sedang menjadi tren di masyarakat," jelasnya.

Ia menjual terung putih sekitar Rp 5.500-Rp 6.000 per kg. Ia mengaku bisa meraup omzet Rp 135 juta sekali panen. "Laba bersih saya 25% dari omzet," ujarnya.

Budidaya terung putih tidak terlalu sulit. Asal memperhatikan kondisi tanah, cuaca, dan pemupukan, tanaman ini bisa menghasilkan buah yang maksimal. Terung putih sudah bisa dipanen pada usia 65 hari. Lantaran harus mendapatkan sinar matahari yang cukup, hindari budidaya di musim hujan.

Budidaya terung putih tidak jauh berbeda dengan budidaya terung jenis lainnya. Terung putih dapat tumbuh di lahan dengan ketinggian hingga 1.200 meter di atas permukaan laut (dpl). Terung ini cocok dibudidayakan di tanah lempung berpasir, subur, kaya bahan organik, dan memiliki sistem pengairan yang bagus.

Abbas, petani terung putih dari Kubu Raya, Kalimantan Barat bilang, derajat keasaman (pH) tanah harus diperhatikan. Umumnya pH yang dibutuhkan antara 6-7. “Di Kalimantan, pH tanahnya masih di bawah 4, jadi perlu pengapuran dalam persiapan lahannya,” jelasnya.

Sebaiknya, penanaman awal dilakukan saat hendak memasuki musim panas. Alasannya, pengendalian airnya relatif lebih mudah. Pengolahan tanah meliputi pembersihan rumput liar di sekitar kebun, dan pembajakan sedalam 30 centimeter (cm) untuk membuat gundukan tanah atau bedengan sesuai lahan yang ada. Lebar bedengan sekitar 100 cm dengan jarak antar bedengan sekitar 40-60 cm.

Abbas menyarankan, agar menyebarkan pupuk secukupnya di lahan tersebut. Pemupukan selanjutnya bisa dilakukan setiap 10 hari hingga tanaman mencapai usia 45 hari. Sebaiknya, petani menggunakan fungisida sebagai anti jamur. Bila perawatan dilakukan secara telaten, pada usia 65 hari, terung putih sudah mulai berbuah dan bisa dipanen.

“Tapi buahnya itu tidak matang sekaligus. Setidaknya panennya itu setiap empat hari sekali. Jadi ada 32 kali pemetikan,” tandasnya.

Dalam setahun, tanaman ini bisa dua kali panen dengan rata-rata produksi per batang mencapai 2 kilogram (kg) hingga 2,5 kg. Dari pengalaman Abbas, di atas lahan setengah hingga satu hektare bisa ditanam 10.000 hingga 12.000 batang tanaman terung putih. Tapi , setelah panen selesai dan kembali ingin membudidayakan terung putih sebaiknya menggunakan lahan lain. Hal itu untuk menghindari serangan hama yang mungkin sudah lebih adaptif.

Rusmindi, petani asal Pontianak menambahkan, terung putih bisa tumbuh subur di suhu udara antara 22 derajat celcius sampai 30 derajat celcius. Selain itu, tanaman ini harus mendapatkan sinar matahari yang cukup. Makanya, kata dia, budidaya terung putih sulit dilakukan di musim hujan.

Sebab, selain hama jamur sulit kendalikan, sistem pengairan juga harus diperhatikan agar tidak ada genangan air di atas lahan. Jika sudah terkena hama, daun tanaman ini akan mengerut dan kering. Hama bisa diberantas dengan menggunakan Basudin 40 WP dan Bayrusi 125 EC.

Usaha Terung putih membuahkan laba ratusan juta

Terung merupakan salah satu jenis sayuran yang sudah dikenal luas masyarakat Indonesia. Beberapa jenis terung yang sudah sangat populer adalah terung ungu dan terung hijau. Kedua jenis terung itu sering dikonsumsi, baik dalam keadaan sudah dimasak maupun mentah.

Tapi bagaimana dengan terung putih? Bagi sebagian besar orang, terung jenis ini mungkin masih terdengar asing. Terung putih belum begitu populer karena baru diperkenalkan lima tahun terakhir.

Alhasil, budidaya maupun pemasarannya juga belum sebanyak terung jenis lainnya. Terung putih ini merupakan varietas terung hibrida. Nama lainnya dikenal sebagai terung kania. Bentuk fisik terung ini sebenarnya tidak berbeda jauh dari terung ungu.

“Tapi rasanya lebih manis, makanya di sini ada yang menjual produk olahan manisan terung kania,” ujar Abbas, petani terung putih di Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Selama ini, budidaya terung putih memang berkembang pesat di kawasan Kalimantan. Selain di dalam negeri, terung putih produksi petani Pulau Borneo itu juga merambah pasar Malaysia.

Mereka tertarik membudidayakan terung ini karena memiliki sejumlah keunggulan dibanding terung lain. Di antaranya tingkat produktivitas tanaman yang relatif tinggi serta tekstur buah yang renyah dan empuk.

Abbas membudidayakan terung putih di lahan seluas setengah hektare (ha). Di atas lahan itu, ia mengaku dapat menanam terung putih sebanyak 10.000 hingga 12.000 batang. Tanaman terung ini sudah bisa dipanen dalam waktu enam bulan.

Setiap batang dapat menghasilkan 2 kilogram (kg) hingga 2,5 kilogram terung putih. Katakanlah di atas lahan setengah ha itu, ia menanam 10.000 batang, maka sekali panen, ia bisa mendapat sekitar 20 ton terung putih.

Di Kalimantan, harga pasaran terung itu Rp 6.000 per kg. Saat pasokan sedang sulit, harganya bisa tembus Rp 10.000 per kg. Sementara harga terung biasa hanya berkisar Rp 4.000 per kg.

Dengan harga tersebut, ia dapat meraup omzet sekitar Rp 120 juta sekali panen. "Laba bersihnya sekitar 30%," kata Abbas.

Menanam terung putih juga ditekuni Rusmindi, petani asal Pontianak, Kalimantan Barat. Ia telah membudidayakan terung putih sejak satu setengah tahun terakhir di lahan seluas setengah hektare.

"Saya tertarik membudidayakan tanaman ini karena potensi pasarnya saat ini cukup bagus. Terung ini sedang menjadi tren di masyarakat," jelasnya.

Ia menjual terung putih sekitar Rp 5.500-Rp 6.000 per kg. Ia mengaku bisa meraup omzet Rp 135 juta sekali panen. "Laba bersih saya 25% dari omzet," ujarnya.

Budidaya terung putih tidak terlalu sulit. Asal memperhatikan kondisi tanah, cuaca, dan pemupukan, tanaman ini bisa menghasilkan buah yang maksimal. Terung putih sudah bisa dipanen pada usia 65 hari. Lantaran harus mendapatkan sinar matahari yang cukup, hindari budidaya di musim hujan.

Budidaya terung putih tidak jauh berbeda dengan budidaya terung jenis lainnya. Terung putih dapat tumbuh di lahan dengan ketinggian hingga 1.200 meter di atas permukaan laut (dpl). Terung ini cocok dibudidayakan di tanah lempung berpasir, subur, kaya bahan organik, dan memiliki sistem pengairan yang bagus.

Abbas, petani terung putih dari Kubu Raya, Kalimantan Barat bilang, derajat keasaman (pH) tanah harus diperhatikan. Umumnya pH yang dibutuhkan antara 6-7. “Di Kalimantan, pH tanahnya masih di bawah 4, jadi perlu pengapuran dalam persiapan lahannya,” jelasnya.

Sebaiknya, penanaman awal dilakukan saat hendak memasuki musim panas. Alasannya, pengendalian airnya relatif lebih mudah. Pengolahan tanah meliputi pembersihan rumput liar di sekitar kebun, dan pembajakan sedalam 30 centimeter (cm) untuk membuat gundukan tanah atau bedengan sesuai lahan yang ada. Lebar bedengan sekitar 100 cm dengan jarak antar bedengan sekitar 40-60 cm.

Abbas menyarankan, agar menyebarkan pupuk secukupnya di lahan tersebut. Pemupukan selanjutnya bisa dilakukan setiap 10 hari hingga tanaman mencapai usia 45 hari. Sebaiknya, petani menggunakan fungisida sebagai anti jamur. Bila perawatan dilakukan secara telaten, pada usia 65 hari, terung putih sudah mulai berbuah dan bisa dipanen.

“Tapi buahnya itu tidak matang sekaligus. Setidaknya panennya itu setiap empat hari sekali. Jadi ada 32 kali pemetikan,” tandasnya.

Dalam setahun, tanaman ini bisa dua kali panen dengan rata-rata produksi per batang mencapai 2 kilogram (kg) hingga 2,5 kg. Dari pengalaman Abbas, di atas lahan setengah hingga satu hektare bisa ditanam 10.000 hingga 12.000 batang tanaman terung putih. Tapi , setelah panen selesai dan kembali ingin membudidayakan terung putih sebaiknya menggunakan lahan lain. Hal itu untuk menghindari serangan hama yang mungkin sudah lebih adaptif.

Rusmindi, petani asal Pontianak menambahkan, terung putih bisa tumbuh subur di suhu udara antara 22 derajat celcius sampai 30 derajat celcius. Selain itu, tanaman ini harus mendapatkan sinar matahari yang cukup. Makanya, kata dia, budidaya terung putih sulit dilakukan di musim hujan.

Sebab, selain hama jamur sulit kendalikan, sistem pengairan juga harus diperhatikan agar tidak ada genangan air di atas lahan. Jika sudah terkena hama, daun tanaman ini akan mengerut dan kering. Hama bisa diberantas dengan menggunakan Basudin 40 WP dan Bayrusi 125 EC.