Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label konsumen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label konsumen. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Desember 2012

Tips Memperbesar Pembelian per Konsumen

belanjaSetelah calon konsumen menjadi konsumen, langkah selanjutnya adalah mencari cara untuk memperbesar pembelian per konsumen, antara lain dapat dilakukan dengan cara :


1. Menaikkan Harga


Menaikkan harga sesuai dengan kondisi pasar akan sangat efektif sebagai langkah memperbesar pembelian per konsumen. Jika produk Anda telah benar-benar dapat diterima para konsumen dan mereka sangat menyukainya, apalagi untuk produk-produk yang eksklusif atau produk yang punya nilai tambah yang menarik, Anda dapat secara bertahap menaikkan harganya.


2. Up Sell


Yang dimaksud dengan up sell di sini adalah tawarkan versi yang lebih.


 


3. Cross Sell


Tawarkan lebih dari yang konsumen cari. Kita bisa menawarkan produk lain setelah konsumen melakukan pembelian produk tertentu. Teknik menawarkan seperti itu tanpa biaya alias gratis , tapi hasilnya bisa miliaran dolar per tahun di seluruh dunia.


4. Tawarkan Paket


Kita dapat memberikan paket pembelian. Misalnya, untuk satu paket seminar (dari tingkat dasar hingga ahli) kita akan member sejumlah potongan harga tertentu, dengan salah satu syarat mereka membayar di muka.


5. Beri Checklist


Misalnya, ketika seorang konsumen membeli produk perlengkapan bayi, berikan kepadanya checklist yang berisi semua barang keperluan bayi. Dengan adanya checklist, konsumen yang pada awalnya hanya mau membeli minyak telon menjadi ingat bahwa mereka juga butuh keperluan bayi lainnya sehingga kemungkinan konsumen bisa membeli jauh lebih banyak.


6. Terima Segala Macam Pembayaran


Terkadang orang tidak cukup membawa tunai pembayarannya maka pembayaran boleh dilakukan dengan transfer, kartu debit, kartu kredit atau cek.


7. Beri Insentif untuk Sales Team


Semakin besar omzet, semakin besar komisi. Akan mendorong para sales team untuk melakukan berbagi usaha yang mampu meningkatkan penjualan atau target omzet mereka.


8. Beri Insentif kepada Pembeli


Semakin besar beli = semakin besar insentif. Banyak pengusaha melupakan satu hal ini bahwa sebenarnya dengan senantiasa memberi insentif kepada para pembeli (jika mereka membeli dalam jumlah besar tertentu) akan semakin menarik mereka untuk melakukan pembelian ulang produk-produk.


 


 


 


 


 


Sumber : okezone.com


Sumber gambar : mitrafm.com

Jumat, 29 Juni 2012

Trik menentukan Target konsumen

Menentukan target konsumen merupakan salah satu factor penting dalam menjalankan bisnis kuliner. Menentukan target konsumen akan membuat bisnis Anda lebih focus dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Hal ini sekaligus akan mempermudah Anda dalam menetapkan harga agar tepat sasaran.

Sebelum menentukan target, Anda juga harus mengerti beberapa jenis konsumen, yaitu:

  1. Konsumen anak muda/ mahasiswa. Karena dalam kesehariannya, anak muda merupakan konsumen paling royal. Dalam kesehariannya anak muda merupakan konsumen paling royal. Mereka biasanya tidak terlalu perhitungan dalam membelanjakan uang. Anak muda juga merupakan konsumen yang paling suka berkumpul dengan teman-temannya, hal ini dapat Anda jadikan strategi bagaimana membuat agar tempat usaha Anda bisa menjadi tempat bagi mereka berkumpul. Dan kesempatan ini pun akan mendatangkan keuntungan bagi Anda.

  2. Konsumen anak-anak. Anak-anak biasanya menyukai jenis makanan yang digoreng, makanan manis atau es krim dan makanan yang tidak mengandung sayuran. Pangsa pasar anak-anak dapat di bidik apabila tempat usaha Anda berada di pusat keramaian yang dikunjungi anak-anak, seperti: taman bermain, dokter anak, atau pusat perbelanjaan.

  3. Konsumen keluarga. Tempat makan yang memiliki pangsa pasar keluarga biasanya akan memberikan suasana yang sejuk, nyaman dan tenang dengan menghadirkan unsur rekreasi dan keindahan. Memilih pangsa pasar keluarga berarti siap dengan variasi menu yang juga harus mampu mewakili selera semua usia mulai dari anak-anak sampai kakek-nenek.


Menentukan target konsumen juga harus memperhitungkan konsumen di mall. Pengunjung mall yang kebanyakan bersifat royal dan berani membelanjakan uangnya dalam jumlah besar dapat menjadi salah satu kelebihan jika Anda menjalankan bisnis kuliner Anda di mall. Apalagi jika mall tersebut ramai dikunjungi konsumen. Di balik kelebihan menjalankan bisnis Anda di mall, ada beberapa kendala yang harus diketahui. Pertama yaitu biaya sewa tempat yang sudah pasti tidak murah, membuat Anda harus memiliki modal yang ekstra juga. Kedua, gerai yang disiapkan oleh pihak mall biasanya berukuran kecil, sehingga tidak banyak ruang kosong yang dapat digunakan untuk meletakkan peralatan masak. Jadi Anda harus membawa masakan dalam keadaan setengah jadi, sehingga di mall tinggal memanaskannya saja.

Setelah mengetahui beberapa gambaran tersebut, yang harus Anda lakukan adalah segmentasi pasar. Pada dasarnya, segmentasi pasar adalah proses membagi pasar keseluruhan suatu produk atau jasa yang bersifat heterogen ke dalam beberapa segmen, di mana masing-masing segmennya cenderung bersifat homogen dalam segala aspek.

Menentukan target konsumen juga harus mampu membagi segmen pasar, yaitu sebagai berikut:

  1. Segmentasi pasar konsumen. Yaitu membentuk segmen pasar dengan menggunakan ciri-ciri konsumen (consumer characteristic), kemudian perusahaan akan menelaah apakah segmen-segmen konsumen ini menunjukkan kebutuhan atau tanggapan produk yang berbeda.

  2. Segmentasi pasar bisnis. Yaitu membentuk segmen pasar dengan memperhatikan tanggapan konsumen (consumer responses) terhadap manfaat yang dicari, waktu penggunaan, daan merek.

  3. Segmentasi pasar yang efektif.


Evaluasi terhadap segmen pasar adalah adanya pertumbuhan segmen, daya tarik struktur segmen secara keseluruhan dan SDM, serta tujuan dan sumber daya perusahaan apakah perusahaan berinvestasi dalam segmen tersebut atau tidak. Selain itu, harus mengadakan positioning yang tepat. Positioning berhubungan dengan upaya identifikasi, pengembangan, dan komunikasi keunggulan yang bersifat khas serta unik. Dengan demikian, produk dan jasa perusahaan dipersepsikan lebih superior dan khusus (distinctive) dibandingkan dengan produk dan jasa pesaing dalam persepsi konsumen. Fokus utama positioning adalah persepsi pelanggan terhadap produk yang dihasilkan dan bukan hanya sekedar produk fisik. Keberhasilan positioning sangat ditentukan oleh kemampuan sebuah perusahaan untuk mendeferensiasikan atau memberikan nilai superior kepada pelanggan. Nilai superior sendiri dibentuk dari beberapa komponen.