Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label kekasih baru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kekasih baru. Tampilkan semua postingan
Minggu, 24 Juni 2012

6 Hal yang Dapat Membuat Pria Jatuh Cinta Kepada Anda

Buatlah pasangan merasa nyaman untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan Anda. Tambahkanlah pengetahuan Anda tentang mempertahankan hubungan dengan enam tips ini yang dapat membuat pria selalu merasa jatuh cinta kepada Anda, seperti dikutip dari Become Gorgeous.

1. Tingkatkan Kepercayaan Dirinya
Kebanyakan orang bahagia ketika mendapatkan pujian, begitu juga para pria. Jika Anda berhasil meningkatkan kepercayaan dirinya, secara tidak langsung Anda telah menemukan jalan rahasia langsung ke hatinya. Yang perlu Anda lakukan adalah membantunya untuk menanggalkan masalah kepercayaan dirinya dan bantulah pasangan untuk selalu merasa dihargai. Biarkan dia bersinar di segala kegiatan yang menjadi hobinya dan jadilah pendengar yang baik dengan selalu mendengarkan apa yang dia ungkapkan.

2. Tunjukan Sisi Rentan Anda
Percaya atau tidak, ini adalah salah satu faktor terpenting yang membuat pria jatuh cinta dengan seorang wanita. Buatlah pasangan Anda merasa kuat sebagai seorang lelaki dengan menunjukkan sisi rentan sebagai seorang wanita. Anda bisa memberinya kesempatan untuk merencanakan sesuatu untuk berdua, atau membiarkannya membantu Anda ketika sedang mengerjakan pekerjaan yang harusnya dilakukan oleh kaum pria. Dengan begini, pasangan akan merasa dihargai dan dibutuhkan. Hilangkan sejenak tampilan superwoman dan keluarkanlah sisi feminin.

3. Berikan Kebebasan
Kebanyakan pria takut akan komitmen, atau mengubah dirinya. Oleh karena itu, Wanita yang dapat memberikan mereka kebebasan dan ruang pribadi untuk melakukan segala aktivitas favoritnya akan membuat hati pria menjadi luluh. Berikan mereka waktu pribadi untuk bergaul dengan teman-temannya dan membuat banyak kompromi pada awal hubungan.

4. Buat Dia Merasa Nyaman
Biarkan si dia menikmati kehidupannya saat ini tanpa harus merusaknya dengan membuat rencana jangka panjang. Sebisa mungkin hindari hal-hal yang dapat membuat pasangan Anda menjadi pusing dengan berbagai pertanyaan tentang masa depan. Misalnya, berapa banyak anak yang dia inginkan dan apakah Anda harustinggal bersama nantinya. Sebaiknya buatlah dia merasa nyaman setiap kali sedang bersama dengan Anda.

5. Tampil Menarik
Lihat kembali lemari pakaian dan bermainlah dengan alat make up favorit Anda. Berikan tampilan terbaik Anda setiap akan berkencan dengannya, namun bukan berarti harus berpenampilan terlalu terbuka atau berlebihan. Berikan kesan misterius untuk membuatnya menarik dan menciptakan kesan bahwa akan menyenangkan untuk menjadi bagian dari diri Anda.

6. Tingkatkan Rasa Humor
Kebanyakan pria lebih senang dekat dengan wanita yang dapat membuatnya rileks dengan rasa humornya. Daripada membuatnya semakin stres dengan segala keluhan atau emosi Anda, lebih baik tingkatkan keahlian komunikasi Anda dengannya. Tak ada salahnya memberikan beberapa gurauan kepada si dia dan berusaha membuatnya tertawa ketika pasangan sedang dalam masalah.

3 Alasan Utama Hubungan Asmara Cepat Kandas

Hubungan asmara yang cepat kandas mungkin membuat Anda lelah. Bukan untuk pertama kalinya hubungan hanya berlangsung seumur jagung, namun dalam beberapa kali menjalin kasih belum pernah ada hubungan yang bisa awet sampai tahunan.

Anda mungkin menyalahkan sang mantan kekasih yang brengsek atau tidak setia. Namun jangan terlalu lama emosi Anda hanya terfokus pada kesalahan si pria, sebaiknya introspeksi diri dan renungi apa yang membuat hubungan asmara tidak pernah berlangsung lama. Menurut Cosmopolitan USA, inilah tiga alasan utama mengapa hubungan asmara cepat kandas.

1. Memilih Pria yang Salah
Memiliki standar kriteria pria sangat penting untuk mendapatkan kekasih yang tepat. Bukan berarti Anda orang yang pemilih, namun mengetahui sosok pria yang seperti apa yang akan menjadi pendamping Anda akan meminimalisir Anda terjebak dalam pria yang salah. Intinya, jangan 'asal' dalam memacari pria.

Hanya karena ia tampan atau memiliki kedudukan yang bagus di suatu perusahaan Anda langsung mau menjadi kekasihnya. Selain itu, lihat ke belakang di mana Anda bertemu dengan si dia, jika Anda berkenalan di klub malam, kemungkinan besar dia bukan pria yang tepat untuk Anda. Bukan tidak mungkin di lain hari dia berkenalan dengan wanita lain.

2. Belum Siap Memiliki Kekasih
Baru saja patah hati karena diselingkuhi oleh pacar sebelumnya, dan Anda langsung mencari orang baru. Biasanya dalam kondisi galau Anda belum siap untuk memiliki kekasih. Mencari pacar baru hanyalah pelarian. Padahal Anda belum siap untuk berpacaran lagi, karena sebetulnya masih tertekan dengan kandasnya hubungan asmara yang terdahulu.

Masalah sosial juga membuat orang jadi buru-buru ingin punya pacar hanya karena tidak ingin dicap 'jomblo'. Padahal jika memang belum siap untuk memiliki kekasih, Anda tidak perlu terburu-buru. Pada akhirnya, hubungan asmara akan kandas juga karena ketidaksiapan tersebut.

3. Tidak Mau Berbagi Perasaan
Anda tidak mau mengatakan perasaan karena si pria tidak menanyakan kondisi Anda. Anda ingin si dia bisa membaca pikiran Anda. Jika Anda mengharapkan terlalu banyak dari pria tanpa disampaikan, si dia bukan peramal yang bisa tahu situsi perasaan Anda. Pria biasanya tidak pernah betah berpacaran dengan tipe wanita yang seperti itu. Kemungkinan alasan itulah yang membuat hubungan Anda cepat kandas.

Punya Kekasih Baru? Perhatikan 3 Hal Ini

Bukan berarti di awal hubungan Anda dan si dia bebas dari pertengkaran. Masalah bisa timbul yang dapat memicu keretakkan. Untuk itu, Anda perlu memperhatikan tiga hal berikut yang bisa membuat sang kekasih merasa tidak nyaman, seperti dilansir Cosmopolitan Internasional.

1. Perbedaan
Salah satu hal yang dapat menghancurkan hubungan ialah perbedaan antara Anda dan pasangan. “Saya berpacaran dengan seorang gadis yang sama sekali tidak suka bertualang, sedangkan saya sangat menyukai petualangan. Saya mulai bertanya-tanya apa mungkin hubungan akan berlanjut,” tutur Glenn (33), yang berprofesi sebagai progammer, dikutip dari Cosmopolitan Amerika.

Maka dari itu, jangan sepelekan perbedaan yang ada. Jika sudah menjalin cinta, Anda berdua harus saling menghargai perbedaan tersebut. Sebagai contoh, Anda tidak suka menonton pertandingan, tapi sang kekasih sangat senang menontonnya. Untuk menghormati si dia, coba temani pasangan nonton pertandingan dan berusaha menikmatinya. Yakinkan dia kalau Anda berdua bisa mengatasi perbedaan itu.

2. Bicara Soal Penghasilan
Mungkin Anda sudah terbiasa pergi ke cafe atau restoran saat dinner berdua kekasih terdahulu. Namun sekarang, kekasih Anda mengajak makan di pinggir jalan atau rumah makan sederhana. Untuk menjaga perasaannya jangan menyindirnya mengenai penghasilan ataupun uang yang dia punya. Hal itu akan membuat dia tidak nyaman sehingga bisa meretakkan hubungan yang baru saja dibina. Untuk itu, di awal pacaran jangan terlalu sering membicarakan soal uang.

Menurut Danny (28), seorang pria yang bekerja di bidang marketing, dia putus karena kekasihnya selalu membahas soal uang, “Dia tidak ingin bekerja sama sekali, hanya mau santai mengurus anak, dan dia selalu membicarakan perjalanan mewah bersama mantannya waktu itu sehingga bikin saya tidak merasa nyaman.”

3. Berubah Menjadi Posesif
Saat pedekate, Anda begitu menjaga sikap yang membuat pria merasa senang dan nyaman. Akan tetapi, setelah menjalin hubungan, Anda berubah menjadi posesif. Setiap hari Anda mengintrogasi pasangan mengenai aktivitasnya hingga memata-matai semua akun pribadinya. Hal tersebut akan membuat pasangan risih dan memikirkan kembali kelanjutan hubungan yang baru saja dibina. Alangkah lebih baik kalau Anda tetap menghormati kehidupan pribadinya. Jika Anda ingin pasangan terbuka, tanyakan baik-baik dan bicarakan dalam keadaan santai.

Ada juga cerita dari Sam (24), seorang pria yang berprofesi sebagai karyawan bank. “Saya kencan dengan seorang wanita yang tampak anggun pada awalnya, tapi setelah pacaran dia berubah. Dia selalu membuka akun email saya sampai menuduh macam-macam. Aku jadi berpikir, ‘Apa yang terjadi dengan dia?'"