Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label dalam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dalam. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Desember 2012

Strategi dalam Investasi Properti

Properti, salah satu instrumen investasi yang menarik. Namun, untuk menjalankan investasi jenis ini, Anda harus merogoh kocek dalam-dalam. Pasalnya, harga properti saat ini semakin melambung seiring dengan keterbatasan jumlah lahan dan laju inflasi yang tinggi. Meski harganya terus melambung, investasi ini juga memiliki risiko. Tentu saja, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memulai melirik investasi satu ini.


Pilih Pengembang yang Ternama


Pilihlah perumahan yang dibangun oleh pengembang yang sudah ternama. Bisnis properti saat ini membuat banyak pengembang-pengembang baru untuk terjun ke dalam bisnis ini.  Akan tetapi, untuk membangun sebuah kawasan yang baru dan terpadu diperlukan sebuah perusahaan yang kuat dan berpengalaman. Meski begitu, beberapa pengembang baru ada juga yang berafiliasi dengan pengembang berpengalaman sehingga layak Anda diperhitungkan


Perhatikan Lokasi 


Belilah properti di lokasi yang pembelinya kebanyakan akan tinggal di rumahtersebut.  Jangan membeli properti yang banyak dibeli oleh spekulan untuk investasi sehingga kebanyakan akan dibiarkan kosong yang menyebabkan banyak orang tidak tinggal di daerah tersebut.


Harga
Daya beli masyarakat yang terbatas dan kalah cepat dengan kenaikan harga menyebabkan hanya rumah-rumah tertentu saja yang laku untuk diperjual belikan. Untuk kalangan menengah rumah dengan harga dibawah Rp 1 miliar masih menarik dengan harga rata-rata antara Rp 500 juta-Rp 800 juta.  Sedangkan untuk anggota masyarakat yang lebih luas, rumah seharga Rp 100 juta-Rp 300 juta bisa laku seperti kacang goreng. Akan tetapi biasanya rumahdengan harga ini akan berada di daerah pinggiran Ibu Kota.


Perhatikan Fasilitas 


Lihat fasilitas yang dibangun atau akan dibangun oleh pengembang. Adakah sekolah yang baik akan dibangun di daerah tersebut? Apakah akan ada fasilitas olahraga, pusat perbelanjaan akan dibangun? Apabila daerah perumahan di pinggiran kota, lihat ada berapa akses untuk keluar masuk antara perumahan tersebut ke pusat kota seperti jalan tol dan lain sebagainya.


 


 


 


Sumber artikel: ciputraentrepreneurship.com dan redaksi


Sumber gambar: carirumah.net

Hukum Psikologis Perbandingan dalam Marketing

Dalam hukum Psikologis Anda harus membandingkan antara dua pilihan yang di antaranya “buruk dan baik”. Jika diambil kesimpulan, kebanyakan orang pasti akan memilih yang baik daripada yang buruk.


Dengan itu kita bisa mencari celah agar orang dapat membeli produk yang kita tawarkan dengan Hukum yang satu ini. Oleh karena itu sebelum meminta orang untuk memilih, tanyakan dulu yang buruk lalu berikan pilihan kedua yang baik.


Contohnya:


“Apakah Anda mau mendonorkan darah Anda?” Jika Anda ditawarkan pertanyaan tersebut, maka kemungkinan besar atau sekira 80 persen Anda akan menolak dan begitu juga yang dilakukan oleh orang lain. Tapi jika Anda menerimanya, berarti Anda benar-benar baik hati.


Kalau pakai hukum perbandingan


Seperti yang dijelaskan di atas, berikan yang buruk terlebih dahulu, baru berikan pilihan yang baik. Misalnya. “Apakah Anda mau mendonorkan darah Anda setiap empat kali dalam seminggu?” Dengan pertanyaan seperti itu, orang akan modar dan langsung menolaknya.


Lalu yang harus kita lakukan adalah memberikan pertanyaan kedua yang baik. “Tapi jika untuk hari ini saja mendonorkan darahnya, apakah Anda mau?” Nah, dari sini kemungkinan orang yang tadinya tidak mau sekira 80 persen maka dengan memakai hukum Perbandingan, kemungkinan tidak berhasilnya berkurang menjadi 50 persen. Namun ingat yang baik dan buruk itu adalah relatif setiap orang. Anda bisa ajukan pertanyaan dulu baru tawarkan yang baik atau hal ringannya.


Hukum bisa dibilang akan menjadi daya tarik tersendiri dalam pemasaran Anda karena ketika ada kata “Karena” Orang cenderung curiga dan ingin mengetahui alasannya. Tapi dengan Anda memberikan alasan yang tepat, maka orang akan percaya dengan Anda


Contoh Pertama:


“Promo diskon hingga 50%, Dalam Rangka HUT RI”. Ini berarti ada promo diskon sebesar 50 persen, karena Indonesia ulang tahun.


Contoh Kedua:


Seringkali Anda tidak tahu berapa bayaran Anda untuk melakukan pekerjaan tertentu. Dalam menentukan hal ini, Anda dapat memakai hukum karena. Misalnya “Karena ini pertama, saya kasih dengan harga pertemanan/perkenalan maka disesuaikan dengan budget Anda”. Hukum karena ini berpengaruh dalam promosi Anda.


 


 


 


 


Sumber : okezone.com


Sumber gambar : sembilanstudio.com

Hal Apa yang Harus Diperhatikan dalam Menentukan Harga?

harga murahTak bisa kita pungkiri bila peran harga cukup mendominasi dalam proses penjualan. Bahkan bagi sebagian besar masyarakat, besarnya harga barang ataupun jasa yang ditawarkan cukup mempengaruhi keputusan pembelian setiap konsumen. Sehingga tidak heran bila dalam menjalankan bisnis, urusan penetapan harga produk menjadi salah satu hal riskan yang harus diperhatikan para pelaku usaha dengan mempertimbangkan banyak faktor.


Lalu, kira-kira faktor apa saja yang perlu diperhatikan para pelaku usaha dalam menentukan harga jual produknya? Berikut ini sengaja kami informasikan kepada para pembaca mengenai beberapa faktor utama yang perlu diperhatikan para pelaku usaha sebelum menentukan harga jual produk maupun jasa.


1. Tentukan Terlebih Dahulu Besarnya Laba yang Anda Inginkan


Dalam menentukan harga jual sebuah produk, kesalahan yang sering dilakukan para pemula yaitu terlalu fokus memikirkan besarnya biaya produksi tanpa memperhatikan seberapa besar laba usaha yang ingin mereka dapatkan. Hal inilah yang terkadang membuat para pemula harus mengalami kerugian cukup besar dalam mengawali sebuah usaha. Karena itu, sebelum menentukan harga jual sebuah produk, pastikan bahwa Anda telah menentukan besarnya laba yang diinginkan, agar kedepannya Anda juga bisa menikmati keuntungan dari bisnis yang Anda jalankan.


2. Menyesuaikan dengan Kemampuan Konsumen


Sebelum menetapkan harga jual produk, ada baiknya bila Anda menyesuaikan harga tersebut dengan kemampuan konsumen (target pasar) yang Anda bidik. Bila Anda membidik konsumen kelas bawah, maka pemilihan harga murah menjadi prioritas utama yang perlu Anda perhatikan. Namun bila Anda membidik konsumen kelas atas, mereka cenderung kurang peka terhadap harga produk yang ditawarkan, karena yang menjadi prioritas utama mereka adalah kualitas produk yang Anda tawarkan. Untuk itu, lakukan survey pasar untuk mengamati kemampuan setiap konsumen.


3. Mempertimbangkan Biaya Produksi


Selain memikirkan besarnya laba yang diinginkan, Anda juga perlu mempertimbangkan biaya produksi yang dibutuhkan. Dalam hal ini tentunya tidak hanya biaya yang terlihat saja yang perlu Anda hitung, beberapa biaya lain yang tak terlihat seperti biaya sewa tempat, biaya transportasi (bensin), biaya promosi produk (brosur, kartu nama, internet, dan lain-lain), perlu Anda perhatikan agar hasil kerja keras Anda tidak mendapatkan kerugian semata.


4. Memperhatikan Harga Jual Kompetitor


Terkadang kompetitor menjadi alat ukur yang cukup efektif untuk menentukan harga jual produk. Anda bisa membandingkan harga jual produk Anda dengan produk pesaing yang sebanding. Apabila produk yang Anda tawarkan memiliki nilai jual yang lebih tinggi, maka tidak ada salahnya bila Anda memasarkan produk tersebut dengan harga jual yang lebih mahal.


5. Awasi Pergerakan Harga di Pasaran


Setelah melakukan launching produk ke pasaran, langkah berikutnya yang perlu Anda perhatikan yaitu memonitoring pergerakan harga secara berkelanjutan. Strategi ini penting karena setiap harinya harga bahan baku di pasaran juga mengalami pasang surut perubahan harga. Jadi, sebagai seorang pelaku usaha Anda juga harus jeli melihat perkembangan pasar dan pintar-pintar menyiasati keadaan. Apabila kondisinya memang sudah tidak bisa diakali lagi, maka keputusan untuk menaikan harga jual menjadi salah satu alternatif yang perlu Anda ambil. Semoga informasi tips marketing bisnis yang mengangkat faktor utama yang diperhatikan dalam menentukan harga  ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan membantu para pemula yang sedang bingung menentukan harga jual produk-produknya.


 


 


 


Sumber artikel: ciputraentrepreneurship.com dan redaksi


Sumber gambar: homedepot.com

Inilah Kesalahan Dalam Menjalankan Telemarketing

Memanfaatkan telepon sebagai media interaktif untuk mempromosikan produk maupun pelayanan jasa, memang banyak dipilih para pelaku usaha. Melalui strategi telemarketing, para pengusaha maupun pelaku pasar bisa menjangkau calon konsumen di berbagai penjuru nusantara dan mendatangkan pundi-pundi rupiah dari transaksi penjualan yang dihasilkan. Tidaklah heran bila sampai hari ini strategi telemarketing masih terus ditekuni para pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan penjualan.


Bila dijalankan dengan efektif, strategi pemasaran ini cukup membantu para pelaku usaha untuk mengenalkan produk atau jasa mereka kepada prospek (calon konsumen) yang hendak mereka bidik. Namun, bila strategi ini dijalankan dengan perencanaan yang kurang matang, bisa jadi telemarketing yang Anda lakukan menjadi bumerang yang siap menghancurkan eksistensi perusahaan Anda di kalangan masyarakat luas.


Karenanya, sebelum terjun menjalankan strategi telemarketing untuk meningkatkan angka penjualan produk. Berikut kami informasikan 5 tips telemarketing yang perlu dihindari para pengusaha maupun pelaku pasar ketika hendak mempromosikan produk-produknya.


Pertama, tak mengenal waktu. Kesalahan pertama yang sering dilakukan para telemarketer adalah menghubungi calon konsumen pada waktu yang kurang pas. Setiap konsumen tentunya memiliki kesibukan dan kepentingan yang berbeda-beda, ada yg berprofesi sebagai karyawan, pengusaha, ibu rumah tangga, pengangguran, mahasiswa, pelajar, dan lain sebagainya. Karena itu, pahami latar belakang mereka agar Anda bisa menentukan waktu yang paling tepat untuk menghubungi calon konsumen Anda.


Kedua, database kurang valid. Hal lainnya yang kurang diperhatikan para pelaku bisnis adalah mengenai peremajaan database yang mereka miliki. Biasanya, setiap perusahaan memiliki database (kumpulan prospek) yang bisa mereka bidik sebagai calon konsumen potensial. Namun sayangnya, database tersebut tidak di-update secara rutin oleh pelaku pasar, sehingga tidak jarang para telemarketer salah sasaran dan melakukan pemborosan waktu serta biaya telepon tanpa hasil yang memuaskan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, lakukan peremajaan database secara berkala agar kevalidan data Anda bisa terjaga.


Ketiga, komunikasi pemasaran satu arah. Sebagian besar konsumen tidak menyukai penawaran via telemarketing karena para pelakunya lebih dominan menguasai percakapan dan menyampaikan presentasi panjang lebar tanpa memberikan kesempatan bertanya bagi para konsumennya. Padahal, konsumen bukanlah pendengar bagi presentasi Anda. Berikan kesempatan bagi mereka untuk merespon penawaran Anda, dan ciptakan komunikasi dua arah untuk membangun kedekatan konsumen dengan pelaku pasar.


Keempat, kurang menghargai privacy konsumen. Ketika menyampaikan penawaran, tak jarang para telemarketer terkesan sedikit memaksa dalam melakukan negosiasi. Bahkan ketika calon konsumen yang hendak mereka bidik sedang keluar rumah ataupun keluar kantor, banyak telemarketer yang meminta nomor ponsel pribadinya untuk menghubungi calon konsumennya secara langsung. Hal inilah yang sering mengganggu kenyamanan konsumen. Bila calon prospek Anda sedang keluar kantor maupun rumah, sebaiknya sampaikan pesan kepada penerima telepon, bahwa Anda akan menghubungi kembali bila sang prospek sudah kembali.


Kelima, membidik konsumen yang tidak sesuai. Kesalahan terakhir yang sering dilakukan para pelaku pasar adalah membidik konsumen yang kurang sesuai. Sebelum Anda terjun di lapangan, tentunya Anda sudah memiliki gambaran mengenai siapa-siapa saja yang hendak Anda bidik. Carilah data konsumen selengkap-lengkapnya, agar Anda tidak salah sasaran. Contohnya saja bila Anda menawarkan bisnis investasi yang bernilai tinggi, maka bidiklah para pengusaha sukses, ataupun para pensiunan, yang memiliki modal usaha cukup besar.


 


 


 


 


 


 


 


Sumber artikel: bisnisukm.com dan redaksi


Sumber gambar: holldon.com

Strategi Pemasaran yang Salah dalam UKM

Menyusun strategi pemasaran bisa diibaratkan seperti menggambarkan sebuah peta harta karun. Apabila Anda menggambarkannya dengan tepat, maka semakin cepat pula Anda akan menemukan harta karun tersebut. Dan begitu juga sebaliknya, apabila Anda salah dalam menggambarkan peta harta karun, bisa dipastikan bila Anda bakal tersesat di tengah jalan dan hanya akan menghabiskan banyak tenaga tanpa mendapatkan harta karun yang diharapkan.


Karenanya dalam menjalankan sebuah bisnis, para pelaku usaha dituntut untuk selalu jeli dan teliti dalam menyusun strategi pemasaran. Apabila strategi pemasaran yang mereka susun tidak sesuai dengan kondisi di pasaran, tidak menutup kemungkinan bila target penjualan yang ditentukan perusahaan hanya akan menjadi angan-angan besar yang tak kunjung menjadi kenyataan. Tentu Anda tidak ingin perusahaan yang Anda jalankan mengalami nasib serupa  bukan? Nah, agar Anda tidak menghadapi kegagalan yang sama, berikut kami informasikan beberapa kekeliruan yang sering dilakukan pelaku UKM dalam menyusun strategi pemasaran.


Terlalu percaya diri dan mengesampingkan strategi pemasaran. Banyak pelaku UKM yang terlalu overconfidence dengan kualitas produk yang Ia hasilkan, sehingga tidak sedikit dari mereka yang cenderung menunggu datangnya calon konsumen tanpa mempersiapkan strategi pemasaran. Tentu ini sebuah kesalahan besar, karena pada dasarnya setiap usaha membutuhkan strategi pemasaran untuk menarik minat calon konsumen.


Kurang eksplorasi karena sudah terbiasa dengan cara tradisional. Selain kurang memikirkan strategi pemasaran, para pelaku UKM juga cenderung jarang bereksplorasi karena masih terpaku pada cara-cara sederhana yang biasa mereka gunakan di masa lalu. Kondisi seperti inilah yang menjadikan pelaku UKM kalah bersaing dengan perusahaan besar, karena banyak UKM yang masih mempertahankan tradisi pemasaran tradisional untuk mempromosikan produk-produknya.


Masih terpaku pada dominasi pasar. Meskipun belakangan ini kehadiran teknologi informasi cukup memudahkan pelaku UKM untuk memasarkan produk-produknya, namun sayangnya sampai hari ini masih banyak pengusaha yang terpaku pada kompetitornya (pasar yang ada di sekitarnya) dalam menyusun strategi pemasaran. Kesalahan inilah yang membuat persaingan pasar semakin ketat, karena hampir semua UKM menggunakan strategi yang seragam untuk mendatangkan penjualan setiap bulannya.


 


 


 


 


 


 


 


Sumber artikel: bisnisukm.com dan redaksi


Sumber gambar: bookboon.com

Membesarkan Brand dalam Industri Kecil

Industri kecil atau yang lebih dikenal dengan istilah usaha kecil menengah (UKM), dewasa ini mempunyai peranan yang sangat penting bagi kemajuan ekonomi Indonesia.


Dalam hal ini UKM tidak hanya berperan dalam menyumbang surplus produksi dalam negeri, tapi juga dapat menciptakan sebuah lapangan pekerjaan dalam skala yang cukup besar. Tetapi, sebagian besar UKM masih dihadapkan dengan banyak masalah, salah satunya dari segi pemasaran.


Sejauh ini mereka hanya terfokus pada produk, penetapan harga dan hal-hal lain yang berorientasi pada penjualan. Bagi sebagian kalangan membangun sebuah brand belumlah menjadi prioritas.


Mereka berpandangan bahwa branding sejauh ini biasanya identik dengan industri berskala besar saja. Mereka juga belum menyadari bahwa brand adalah salah satu aset penting dalam sebuah perusahaan. Banyak persepsi yang timbul bahwa branding membutuhkan biaya yang besar, oleh sebab itu pemilik UKM lebih memilih untuk mengalokasikan modalnya untuk sektor riil, seperti meningkatkan kapasitas produksi, penambahan bahan baku dan lain sebagainya.


Padahal apabila mereka melihat branding sebagai sebuah investasi, dan proses branding yang diterapkan efektif dan efisien, pada akhirnya hal tersebut akan memberikan keuntungan jangka panjang. Brand bisa dianalogikan sebagai sebuah identitas. Tanpa identitas yang kuat dan jelas, sebuah usaha tidak akan dikenal oleh target market-nya.


Di lain sisi, baik buruknya identitas sebuah brand terbentuk dari apa yang diterapkan oleh stakeholder-nya sendiri. Sebuah brand dikatakan baik apabila merek tersebut dapat membentuk ikatan emosional yang kuat dengan pelanggannya.


Selain itu, apabila persepsi akan sebuah brand tinggi, maka value yang dihasilkan pun akan berbanding lurus. Hal ini akan membantu perusahaan dalam membangun citra positif dan terkesan profesional. Di sisi lain hal tersebut juga akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan jasa yang ditawarkan. Sebagai contoh, sebuah keluarga memilih untuk menggunakan hanya satu merek pasta gigi yang terus direkomendasikan dari generasi ke generasi.


Ikatan emosional yang sudah terbentuk seperti itu seringkali akan membuat pelanggan mengabaikan produk atau jasa lain yang ditawarkan di pasaran karena didasarkan oleh persepsi brand yang sudah terbentuk di benak mereka, serta brand recognition yang tinggi.


Keripik Maicih adalah salah satu contoh branding UKM yang cukup berhasil. Berbekal dengan strategi branding dan pemasaran yang kuat dan jelas, Keripik Maicih kini cukup dikenal di kalangan penggemar keripik di Indonesia pada umumnya, dan Bandung pada khususnya.


Sebuah ikatan emosional yang kuat sudah terbentuk oleh brand keripik ini dengan pelanggannya. Didukung dengan strategi branding dan pemasaran yang unik, hal ini membedakan mereka dengan para pesaingnya. Strategi pemasaran gerilya, yaitu lokasi penjualan yang selalu berpindah-pindah, membuat para pelanggannya penasaran dan selalu mencari info mengenai lokasi penjualan yang bisa ditemukan melalui akun mereka di situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.


Para pelanggannya pun rela untuk mengantre demi mendapatkan makanan ringan yang terbuat dari singkong ini. Saat ini Keripik Maicih tidak hanya menjual keripik singkong, tetapi juga menjual camilan khas Indonesia lainnya seperti sablak, basreng, dan gurilem. Sebagai kesimpulan, brand adalah sebuah aset penting walaupun untuk industri berskala kecil, di mana brand bisa menjadi diferensiasi bagi sebuah UKM dengan UKM lainnya.


Selain itu, brand juga dapat membantu sebuah UKM dapat dikenal luas dan diingat oleh konsumen, terutama apabila merek tersebut dapat berhasil membentuk sebuah ikatan emosional yang kuat dengan pelanggannya, dan memiliki persepsi positif dari segi pencitraannya.


 


 


DANIEL SURYA


Chairman & President South East Asia DM IDHOLLAND


&


FREDDY SIMANJUNTAK


Sr. Brand Designer DM IDHOLLAND


 


 


 


Sumber : okezone.com

Bebaskan Pengusaha dalam Bayang-bayang Setan

Kesibukan bisnis, tidak seharusnya melalaikan Anda dari mengingat Allah. Jaga sholat, tunaikan zakat dan ibadah lainnya. Itu semuanya hanya dapat terwujud bila Anda sadar akan adanya kehidupan di akhirat, yang mana hanya ada dua pilihan: surga atau neraka.


Sebagai umat yang beriman kepada Allah Ta’ala dan Hari Akhir, kita pasti menyadari bahwa kita akan menjalani dua kehidupan: di dunia dan kelak di akhirat. Seindah dan seenak apa pun kehidupan kita di dunia, semuanya hanya sementara dan segera berlalu. Suratan takdir Ilahi tidak akan pernah membiarkan kita berhenti walau sejenak di dunia. Setiap detik, menit, jam dan hari yang kita lalui terus mendekatkan kita ke kehidupan akhirat yang kekal nan abadi.


“Setiap yang berjiwa akan mati. Dan sesungguhnya pada Hari Kiamat sajalah disempurnakan pahala. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran: 185)


Demikianlah faktanya, kita benar-benar terperdaya oleh permainan hidup dunia, sehingga kita mengira bertambahnya umur berarti “panjang umur”.


Suatu hari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat satu ilustrasi sederhana tentang kehidupan dunia. Beliau bersabda, “Apalah artinya kekayaan dunia bagi diriku. Keberadaanku di dunia ini tak ubahnya bagaikan seorang musafir yang sedang singgah berteduh di bawah pohon yang rindang, tak lama lagi ia pasti segera meninggalkannya.” (HR. At-Tirmizy)


Pohon yang rindang di tengah hamparan padang pasir tentu tampak indah dan menyenangkan. Namun seindah apa pun tempat persinggahan tetap saja kita sebagai musafir tidak akan berlama-lama di bawahnya, guna meneruskan perjalanan hingga tiba di tempat tujuan.


Bebaskan Diri Anda dari Bayang-bayang Setan


Dengan menyadari bahwa kehidupan dunia yang tampak indah hanya sementara dan akan segera dilanjutkan dengan kehidupan akhirat, pastilah kita terdorong untuk mempersiapkan diri. Betapa tidak. Terperdaya dengan indahnya dunia yang fana berarti penyesalan di akhir masa. Demikianlah semangat yang berkobar dalam jiwa orang-orang yang beriman kepada Allah Azza wa Jalla dan Hari Akhir sejak dahulu.


“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash: 77)


Wajar bila dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa menganjurkan kita untuk banyak mengingat kematian. Dengan mengingat kematian, kita semakin dekat dengan Allah dan setiap kita lupa akan kematian, kita semakin dekat dengan ambisi hidup dunia.


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian. Tidaklah ada seorang pun yang mengingatnya sedangkan ia dalam kesusahan hidup, melainkan menjadikannya merasa lapang. Sebaliknya, tidaklah ada seorang pun yang mengingatnya, sedangkan ia dalam kondisi kelapangan hidup, melainkan menjadikannya merasakan sempitnya kehidupan dunia.” (HR. Ibnu Hibban dan Al-Baihaqy)


Dengan memahami hal itu, kita dapat memahami sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut: “Tempat yang paling Allah cintai ialah masjid, sedangkan yang paling Allah benci ialah pasar.” (HR. Muslim)


Imam An Nawawi menjelaskan, hikmah masjid sebagai tempat paling dicintai Allah karena masjid adalah tempat untuk menjalankan ketaatan kepada Allah, dan dibangun dalam rangka mewujudkan ketakwaan kepada-Nya. Sedangkan pasar, biasanya menjadi tempat praktek-praktek penipuan, riba, sumpah palsu, ingkar janji dan lalai dari mengingat Allah.


Berbagai praktek nakal dan jahat dalam perniagaan menjadi bagian dari rayuan setan kepada para pedagang, agar hanyut dalam hingar bingar kehidupan dunia dan lalai akan akhirat, sebagaimana Allah tegaskan ketika menceritakan pasukan iblis, yang artinya, “Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan ikut sertalah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka.” (QS. Al-Isra’: 64)


Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir menjelaskan, segala bentuk kemaksiatan kepada Allah dalam hal harta benda, baik ketika mencarinya atau membelanjakannya, itu adalah wujud dari andil setan dalam urusan harta benda kita. (Tafsir Ibnu Katsir, 3/64)


Berbagai kesibukan sebagai pedagang tidak seharusnya menjadikan Anda lalai dari mengingat Allah, dengan menegakkan sholat, menunaikan zakat dan lainnya. Itu semuanya dapat terwujud bila Anda sadar akan adanya kehidupan di akhirat yang ketika itu hanya ada dua pilihan: surga atau neraka.


Allah Azza wa Jalla berfirman, yang artinya, “Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual-beli dari mengingat Allah, dan (dari) mendirikan sembahyang, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi guncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas.” (QS. An-Nur: 37-38)


Demikianlah, betapa pada ayat tersebut Allah menjelaskan bahwa kesadaran akan akhirat dapat membentengi para pedagang dari bayang-bayang godaan setan. Dan sebagai indikator nyata akan kesadaran Anda tentang kehidupan akhirat ialah semangat Anda untuk menyedekahkan harta kekayaan Anda di jalan Allah.


Sahabat Qais bin Abu Gharzah mengisahkan, “Suatu hari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi kami di pasar, lalu beliau bersabda, “Sejatinya pasar ini banyak dinodai oleh perbuatan sia-sia dan dusta, maka campurilah dengan banyak sedekah.” (HR. An-Nasa’i)


Semoga menggugah Anda untuk terus mengobarkan semangat iman Anda kepada Allah Azza wa Jalla dan Hari Akhir, sehingga hidup Anda senantiasa dalam naungan keberkahan ibadah kepada Allah Azza wa Jalla. Wallahu Ta’ala A’alam Bisshawab. (PM)


 


 


 


 


 


Sumber artikel: Majalah Pengusaha Muslim Edisi 32/2012 dan redaksi


Sumber gambar: dit.ie

Dropshipping dalam Islam Part 1

Hadirnya sistem dropshipping bak hembusan angin surga bagi banyak orang untuk dapat mewujudkan impian menjadi penguaha sukses. Betapa tidak. Dengan sistem dropshipping, Anda dapat menjual berbagai produk ke konsumen, tanpa butuh modal atau berbagai piranti keras lainnya. Yang dibutuhkan hanyalah foto-foto produk yang berasalkan dari supplier/toko. Anda dapat menjalankan usaha sistem ini walau tanpa membeli barang terlebih dahulu, dan ajaibnya, dropshipper dapat menjualnya ke konsumen dengan harga yang dia tentukan sendiri


Dalam sistem dropshipping, konsumen terlebih dahulu membayar secara tunai atau transfer ke rekening dropshipper. Selanjutnya dropshipper membayar ke supplier sesuai harga beli dropshipper disertai ongkos kirim barang ke alamat konsumen. Dropshipper berkewajiban menyerahkan data konsumen, yakni berupa nama, alamat, dan nomor telepon kepada supplier. Bila semua prosedur terebut dipenuhi, supplier kemudian mengirimkan barang ke konsumen. Namun perlu dicatatkan, walau supplier yang mengirimkan barang, tetapi nama dropshipper-lah yang dicantumkan sebagai pengirim barang. Pada transaksi ini, dropshipper nyaris tidak megang barang yang dia jual. Dengan demikian, konsumen tidak mengetahui bahwa sejatinya ia membeli barang dari supplier (pihak kedua), dan bukan dari dropshipper (pihak pertama).


Keuntungan Sistem Dropshipping


Beberapa keuntungan sistem dropshipping antara lain:


1. Dropshipper mendapat untung atau fee atas jasanya memasarkan barang milik supplier.


2. Tidak membutuhkan modal besar untuk menjalankan sistem ini.


3. Sebagai dropshipper, Anda tidak perlu menyediakan kantor dan gudang barang.


4. Walau tanpa berbekal pendidikan tinggi, asalkan cakap berselancar di dunia maya, Anda dapat menjalankan sistem ini.


5. Anda terbebas dari beban pengemasan dan distribusi produk.


6. Sistem ini tidak kenal batas waktu atau ruang, alias Anda dapat menjalankan usaha ini kapan pun dan di mana pun Anda berada.


Hukum Sistem Dropshipping


Jangan hanya sebatas memikirkan kemudahan atau besarnya keuntungan. Status halal dan haram setiap jenis usaha yang hendak Anda jalankan harusnya menempati urutan pertama dari semua pertimbangan. Sikap ini selaras dengan doa Anda kepada Allah ‘Azza wa Jalla,


“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki-Mu yang halal sehingga aku tidak membutuhkan kepada hal-hal yang Engkau haramkan. Dan jadikanlah aku merasa puas dengan kemurahan-Mu sehingga aku tidak mengharapkan kemurahan selain kemurahan-Mu.”


Dan untuk mengetahui status hukum halal-haram suatu perniagaan, Anda harus melihat tingkat keselarasan sistemnya dengan prinsip-prinsip dasar perniagaan dalam syariat. Bila perniagaan selaras dengan prinsip syariat, halal untuk Anda jalankan. Namun bila terbukti menyeleweng dari salah satu prinsip atau bahkan lebih, sepantasnya Anda mewaspadainya. Penjelasan-penjelasan berikutnya mengenai dropshipping akan kami jelaskan pada artikel minggu depan.


 


 


 


 


Sumber artikel: konsultasisyariah.com dan redaksi


Sumber gambar: folusho.com