Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Usaha. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Desember 2012

Manajemen Tolok Ukur Kinerja Usaha Kecil

Saat membahas mengenai usaha kecil menengah, kita perlu membicarakan pula cara mengevaluasi kinerjanya. Saat indikator Anda “menyala”, Anda perlu waspada dengan keadaan dan segera menemukan sumber permasalahan agar tidak makin parah dan membelit perusahaan yang tengah dibangun. Berikut adalah tiga jenis tolok ukur yang perlu digunakan oleh entrepreneur saat ingin memastikan dengan akurat kinerja usaha kecil yang ia bangun, yaitu:


1. Arus Kas


Kegagalan untuk menyusun anggaran yang baik dan mematuhinya serta mengelola aset keuangan yang dimiliki merupakan beberapa faktor yang perlu diperhatikan karena kerap menjadi alasan runtuhnya sebuah usaha. Evaluasi kegiatan keuangan Anda melalui pengeluaran bisnis dan pendapatan yang masuk. Haruskah Anda membeli mesin cetak baru sekarang atau bisa ditunda hingga bulan depan? Dengan membandingkan hasil-hasil tersebut dengan kinerja sebelumnya, Anda akan mampu mengetahui dan mengukur dengan baik pengeluaran anggaran bisnis di masa datang.


2. Trafik Situs


Bahkan jika Anda adlaah satu-satunya motor penggerak perusahaan, Anda masih harus membuat sebuah situs bisnis dan e-commerce. Dengan menggunakan alat analisis dari Google, Anda bisa mengukur trafik pengunjung di situs Anda dan mendapatkan analisis mendalam mengenai perilaku konsumen saat mereka mengunjungi situs Anda. Di samping mengetahui jumlah trafik, Anda juga bisa mengukur tingkat konversi e-commerce dan menyesuaikannya dengan kebutuhan untuk mendorong kinerja secara umum.


3. Kepuasan Konsumen


Ketahui konsumen Anda. Apakah mereka merasa puas dengan produk dan jasa yang Anda berikan? Salah satu cara terbaik utnu mengukur kepuasan konsumen ialah dengan mendengarkan percakapan mereka. Amatilah secara rutin situs-situs jejaring sosial seperti Twitter, Facebook, LinkedIn, dan sebagainya. Di sanalah, Anda berpeluang menemukan keluhan, ulasan dan rekomendasi bisnis Anda. Seperti sebuah mobil yang membutuhkan perawatan, bisnis baru Anda juga memerlukan hal serupa. cermatlah dalam mengamati indikator mana yang paling krusial bagi keberhasilan bisnis Anda secara umum dan ambil tindakan nyata dalam mengukur keberhasilan tersebut.


 


 


 


 


Sumber artikel: ciputraentrepreneurship.com dan redaksi


Sumber gambar: businessfinancestore.com

Rumput Liar Kecil, Kinerja, Manajemen, Tolok, Ukur, Usaha

Manajemen Praktis Mengontrol Keuangan Usaha

Sukses dalam merintis sebuah usaha ternyata belum memberikan jaminan bagi para pelakunya untuk bisa mengantongi untung besar setiap bulannya. Mengapa bisa begitu? Sebab, sebagian besar pelaku usaha belum mengelola keuangan bisnisnya dengan baik. Sehingga tidak heran bila sampai hari ini masih banyak pemula maupun pengusaha yang telah menekuni bisnisnya selama bertahun-tahun, namun belum bisa mendapatkan laba usaha yang maksimal.


Oleh karena itu, agar kondisi keuangan para pelaku usaha bisa tetap terkontrol dengan baik, tak ada salahnya bila mulai hari ini Anda menjalankan beberapa tips bisnis berikut untuk mengontrol alur keungan usaha Anda.


Menyusun analisa ekonomi sebelum merintis sebuah usaha. Untuk melihat seberapa besar prospek usaha yang akan Anda jalankan, ada baiknya bila Anda menyusun analisa ekonomi terlebih dahulu agar dalam menjalankan usaha tersebut Anda bisa memiliki sedikit gambaran mengenai modal usaha yang harus disiapkan, besarnya laba usaha yang bakal diterima, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa balik modal.


Memisahkan buku laporan pengeluaran dan buku pemasukan. Langkah kedua yang perlu dilakukan para pelaku usaha adalah memisahkan buku laporan pengeluaran dengan buku daftar pemasukan usaha. Ini merupakan salah satu cara praktis yang bisa digunakan para pengusaha untuk mengamati sejauh mana kondisi keuangan perusahaannya.


Mencatat semua transaksi dengan teliti. Banyak pengusaha yang mengesampingkan pencatatan transaksi, sehingga keluar masuknya dana usaha tidak terkontrol dengan rapi. Padahal, dari laporan tersebut para pengusaha bisa mengamati secara jelas aktivitas bisnis mereka setiap bulannya. Karena itu, lakukan pencatatan setiap kali Anda melakukan pembelian maupun menerima pemasukan usaha. Bila perlu, lengkapi pula dengan bukti transaksi seperti nota, kwitansi, invoice (surat tagihan), dan lain sebagainya.


Memisahkan uang laba dengan dana operasional usaha. Dalam mengelola keuangan usaha, Anda juga harus jeli untuk memisahkan uang laba dengan dana khusus untuk operasional usaha. Dengan begitu, para pengusaha bisa mengalokasikan laba yang diterima untuk pengembangan usaha maupun untuk keperluan pribadi mereka. Sedangkan untuk keperluan operasional usaha bisa menggunakan dana anggaran yang memang sudah dipersiapkan setiap bulannya.


Rekap laporan keuangan setiap bulan. Untuk memudahkan para pelaku usaha dalam membuat laporan laba rugi tahunan. Ada baiknya bila Anda melakukan rekap penjualan, pengeluaran, hutang, dan laporan persediaan setiap bulan. Dengan cara tersebut, para pelaku usaha bisa memantau perkembangan bisnis mereka dengan lebih mudah.


 


 


 


 


 


 


Sumber artikel: bisnisukm.com dan redaksi


Sumber gambar: accountantsalary.co.uk

Peluang Usaha Cucian Motor dan Mobil

Banyak sekali jenis usaha yang bisa Anda geluti, mulai dari yang modal pas-pasan hingga dengan dukungan modal skala besar. Bagi Anda yang menyukai dunia otomotif tidak ada salahnya untuk mencoba membuka usaha tempat pencucian (steam) motor atau mobil. Jenis usaha ini cukup menggiurkan mengingat perkembangan mobil atau motor sangat meningingkat signifikan seiring menggeliatnya daya beli masyarakat. Dengan relatif modal yang tidak begitu besar, Anda sudah bisa membuka usaha cucian motor dan mobil. Berikut hal yang harus diperhatikan dalam membuka usaha steam(cucian) motor atau mobil, yaitu:


1. Lokasi


Menentukan lokasi tempat cucian motor atau mobil adalah salah satu point penting yang sangat menentukan kelangsungan usaha Anda akan berhasil atau tidak. Biasanya, lokasi strategis yang kerap dicari konsumen adalah bersebelahan dengan pom bensin (SPBU), bengkel, atau berdekatan dengan pusat perbelanjaan. Meski demikian, tak jarang lokasi steam juga laku di kawasan permukiman. Konsumen akan mencari lokasi yang cenderung besar.


2. Kombinasikan dengan Resto


Agar konsumen tidak bosan selama menunggu mobil atau motornya dicuci, Anda bisa membuka usaha sampingan di tempat pencucian, sepeti berjualan minuman atau makanan ringan seperti mi rebus atau roti bakar. Dengan demikian, konsumen merasa betah saat menunggu mobilnya.


3. Air


Air menjadi media utama dalam dalam proses cuci motor atau mobil. Perhatikan kondisi air yang digunakan, apakah terlihat keruh atau kotor dan berpasir? Jika salah satu kriteria tadi ada pada air tersebut, maka tidak disarankan digunakan untuk mencuci motor atau cuci mobil. Tanpa disadari bahwa air yang keruh juga mengandung kotoran walaupun sangat halus. Lama kelamaan kotoran akan mengendap dan akan “menimbun” di motor atau mobil kita. Hal ini bisa kita lihat indikasinya pada body yang cenderung semakin lama semakin kusam dan buram.


4. Peralatan Mencuci


Umumnya peralatan yang banyak digunakan adalah compressor atau steam wash. Namun jika kita mencuci dirumah atau ditempat tinggal sendiri biasanya cukup dengan alat-alat lap kain halus (misalnya bekas kaos dalam atau kanebo, ember, selang air, sikat dan sabun. Namun ada juga yang memiliki alatmesin pencucian motor dan mobil sendiri. Biasanya ukuran daya paling kecil sampai 600 watt, dan tentunya daya semprotnya juga nggak terlalu tinggi. Namun salah satu kelemahan alat ini adalah  harus disambungkan dengan kran dimana airnya berasal dari bak penampungan. Di sisi lain, tempat airnya harus lebih tinggi dari lokasi pencucian mobil atau motor, supaya tekanan air lebih besar.


5. Cara Mencuci


Pencucian motor atau mobil yang baik dimulai dari bagian bawah ke atas, mulai dengan membasahi seluruh permukaan motor dan dilanjutkan dengan menggosok bagian kaki dan bagian mesin. Baru setelah itu cuci bagian tangki dan lampu. Untuk proses mengeringkan, mulailah dari bagian atas turun ke bagian bawah, dengan tujuan bagian yang sudah kering tidak kena air lagi sewaktu mengelap bagian atas.


 


 


 


 


Sumber artikel: ciputraentrepreneurship.com dan redaksi


Sumber gambar: anneahira.com

Peluang Usaha Produk Kerajinan Kulit Asli

Kawasan Manding Bantul Yogyakarta, telah banyak dikenal orang sebagai sentra kerajinan kulit di Yogyakarta. Namun, produksi kerajinan yang biasa terbuat dari kulit kambing dan domba tersebut sebenarnya tersebar diberbagai lokasi kota Yogyakarta. Salah satu pengusaha yang masih eksis menjalankan produksi kerajinan kulit disalah satu sudut kampung Jagan Banyudono Canden Jetis Bantul adalah Bapak Sarno (43). Mengusung merek Paris Leather sebagai nama usahanya, Pak Sarno mengawali bisnis kerajinan kulit tersebut pada tahun 1992.


Pria asli Wonosari itu berujar jika awal mula menjalankan usaha kerajinan kulit dirinya lebih fokus dalam pembuatan tas pinggang. “Saat itu, produk tas pinggang cukup populer, sehingga saya ikut terjun menekuni pembuatan tas pinggang dengan menggunakan Paris Leather sebagai mereknya,” jelas Pak Sarno kepada tim liputan bisnisUKM. Ketika pertama kali menjalankan usaha, beliau berhasil mengajak masyarakat sekitar yang mayoritas berprofesi sebagai buruh bangunan untuk dilatih menjadi pengrajin kulit. Usaha Pak Sarno tidak sia-sia, karena beberapa tenaga produksi yang pertama kali ikut dengannya saat ini sukses membangun bisnis kerajinan kulit sendiri.


Setelah berjalan beberapa waktu, Pak Sarno mengalihkan fokus produksinya ke proses penyamakan kulit sekitar tahun 1996. “Penyamakan kulit secara sederhana artinya mengolah kulit mentah menjadi kulit jadi yang siap untuk diproduksi,” terangnya. Lembaran kulit hasil produksinya kemudian dipasarkan ke Bali dan beberapa produsen kerajinan kulit lokal Jogja. Namun tragedi bom Bali 2002 memberikan efek pemasaran ke Pulau Dewata menjadi sepi. Kondisi tersebut menuntut Pak Sarno berfikir keras untuk mencari pasar potensial lain demi mempertahankan usahanya.


Berbekal ketekunan dan optimisme tinggi, Pak Sarno kemudian mengembangkan inovasi produk buatannya dengan membuat tas kulit, dompet kulit, dan jaket kulit. Hasil inovasinya itu ternyata banyak diminati pasar yang mayoritas kalangan menengah ke atas. “Respon pasar yang sangat baik membuat saya semakin tertantang untuk meningkatkan kualitas dan memperbanyak inovasi produk,” imbuh suami Ibu Suratmi tersebut. Alhasil, dengan ide dan desain yang didapatkan dari berbagai sumber (internet dan survey pasar), Pak Sarno mampu mengembangkan beragam model dan jenis jaket kulit, dompet kulit, dan tas kulit.


Pak Sarno mengakui jika produk hasil ciptaannya konsisten menggunakan bahan dasar kulit asli. “Saya menggunakan kulit Kambing Jawa dan domba, serta beberapa kulit sisa ekspor yang kami peroleh dari Semarang, Garut, dan Jogja sendiri,” imbuhnya. Bahan kulit yang berwujud lembaran (1 feet) berukuran (30 x 30) cm dibeli dengan harga Rp 10.000,00-Rp 24.000,00/ feet. Dalam sekali produksi, Pak Sarno bisa menghabiskan puluhan feet bahan baku kulit tersebut. “Untuk membuat jaket kulit seperti ini (jaket ukuran XL), bisa menghabiskan 34 feet bahan baku kulit,” jelas Pak Sarno. Dengan didukung 4 buah mesin jahit, 1 buah mesin seset, dan compressor, Pak Sarno mengaku mampu menghasilkan 8 buah jaket per minggu, sementara untuk produk yang lain (dompet dan tas) dibuat sesuai kebutuhan dan pesanan.


Dibantu 5 orang tenaga produksinya, saat ini Paris Leather secara rutin memproduksi kerajinan kulit untuk kemudian dipasarkan ke Sentra Kerajinan Kulit Manding. “Saya memasok produk kerajinan kulit ke Manding yang menjadi lokasi pemasaran tetap Paris Leather,” tambah bapak dua orang putra tersebut.


Harga produk kerajinan kulit Paris Leather yang didominasi jaket sangat bervariasi. “Jaket kulit harganya Rp 500.000,00-Rp 1.500.000,00/pcs untuk tas kulit sekitar Rp 350.000,00/pcs dan dompet kulit harganya Rp 40.000,00-Rp 100.000,00/pcs, semuanya tergantung kualitas dan masaknya bahan,” imbuhnya. Dengan harga yang seperti itu, Pak Sarno mengaku dalam sebulan bisa menghasilkan omzet 100 juta Rupiah dengan keuntungan 25%.


Selain pasang surut usaha yang dijalaninya, Pak Sarno juga pernah mengalami vakum produksi pada saat terjadinya gempa Jogja 2006 silam. “Saat itu hampir 8 bulan saya tidak berproduksi karena rumah rusak parah dan masih fokus memulihkan trauma yang luar biasa, “ terang Pak Sarno. Namun berkat dorongan dari keluarga, Pak Sarno kembali bangkit menekuni produksi kerajinan tersebut sampai saat ini.


Tips dan Trik Membedakan Kulit Asli


Pak Sarno juga tidak segan membagi ilmu cara membedakan kulit asli dan imitasi, yaitu:



  1. Jika permukaan kulit terasa lengket dan kesat, berarti kulit tersebut imitasi. Sementara   untuk kulit asli permukaannya licin dan halus.

  2. Pada kulit imitasi, biasanya tercium bau karet atau vinyil.

  3. Kulit asli memiliki satu lapisan saja, sementara untuk kulit imitasi biasanya terdiri dari tiga lapisan.

  4. Jika digunakan, produk jaket kulit asli tidak akan menyebabkan kepanasan, dan dapat menghangkatkan kita ketika cuaca sedang dingin.


Sambil bergurau beliau juga berujar,” kalau ingin mudahnya, bisa menggunakan korek api, kulit dibakar, kalau kulit asli hanya akan mengerut, sementara untuk kulit imitasi biasanya akan meleleh”. Di akhir wawancaranya, Pak Sarno memiliki harapan dalam waktu dekat bisa memiliki workshop sendiri di pinggir jalan raya. Menurutnya, dengan memiliki workshop yang ada di pinggir jalan, maka proses pemasarannya akan lebih mudah dan bisa dijangkau semua pihak.


 


 


 


Sumber artikel: usaha.co dan redaksi


Sumber gambar: bandung.olx.co.id

Usaha Perawatan Anak, Ketelatenan yang Membawa Untung

Perawatan anak di rumah bisa menjadi usaha yang menjanjikan. Anda bisa mendapatakan pengaruh yang positif pada kehidupan anak-anak, dan orang tua dalam komunitas Anda yang merasa aman anak-anak mereka berada di tangan yang tepat, peduli, saat orang tua tidak bersama mereka. Jika Anda memiliki ketulusan dan rasa sayang yang mendalam pada anak-anak dan memiliki kesabaran, baik hati, dan pengertian. Bisnis perawatan anak cocok untuk Anda. Berikut beberapa keuntungan bisnis ini:


1. Permintaan yang meningkat


Permintaan atas perawatan anak menigkat karena ibu dan ayah yang bekerja di luar rumah.


2. Pengaruh emosional


Tahun-tahun awal adalah saat yang penting dalam kehidupan seorang anak. Sebagai penyedia perawatan anak, Anda memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan anak yang Anda asuh. Tinggal di rumah bersama anak Anda. Jenis pekerjaan seperti ini, lebih dari yang lain, menawarkan kemungkinan bagi Anda untuk menikmati waktu di rumah bersama anak-anak Anda saat Anda mengasuh yang lainnya.


Memulai bisnis perawatan anak


Tidak seperti keuntungan yang ditawarkan, bisnis perawatan anak tidak memberikan pendapatan finansial yang besar. Jadi, penting bagi Anda untuk memahami mengapa Anda memulai bisnis ini. Dan tentu saja, harus mencintai anak-anak. Orang tua atau pengasuh yang dikelilingi anak-anak sepanjang waktu memiliki tuntutan yang tinggi. Anda harus memastikan bahwa Anda memiliki rencana bisnis yang solid sebelum terjun di dalamnya, dan memulainya dengan riset yang mendalam. Berikut adalah beberapa pertanyaan sebagai pertimbangan Anda:


1. Apakah lingkungan Anda mendukung adanya tempat penitipan anak? Dengan kata lain, apakah lingkungan Anda membutuhkannya?


2. Apakah Anda bisa mengenakan biaya yang layak agar bisnis ini menguntungkan (atau setidaknya stabil secara finansial). Berapa ‘biaya’ yang akan dikenakan per anak?


3. Apakah orang tua di lingkungan Anda mencari tempat penitipan anak? Wawancara orang tua di lingkungan Anda dan cari tahu apa yang mereka butuhkan. Keunikan apa yang mereka inginkan dari Anda sebagai pengasuh?


4. Perubahan apa yang Anda buat untuk merubah rumah dan halaman Anda untuk bisnis ini? Dampak apa yang akan ditimbulkan bisnis ini terhadap kehidupan keluarga Anda?


5. Peraturan apa saja yang ditetapkan oleh pemerintah setempat? Anda akan membutuhkan berbagai persyaratan untuk pengasuhan/rasio anak, tata ruang interior dan eksterior untuk tiap anak, gizi, dan perizinan.


6. Pengeluaran apa saja yang dibutuhkan? Seperti kebanyakan bisnis lainnya, Anda membutuhkan perencanaan bisnis yang memperhitungkan pendapatan dan pengeluaran secara spesifik.


7. Apa filosofi penitipan Anda? Bagaimana Anda menerapkan disiplin? Anda akan membutuhkan kebijakan dan prosedur manual yang solid dan tertulis sebelum Anda membuka usaha.


8. Jam berapa Anda akan mulai membukanya? Apa yang akan Anda lakukan pada anak-anak jika orang tua terlambat menjemputnya?


9. Menu makanan yang bagaimana yang akan disajikan? Jenis kudapan apa yang akan Anda berikan dan kapan?


10. Bagaimana rutinitas harian Anda? Kurikulum pra-sekolah yang bagaimana yang Anda tawarkan? Pikirkan mulai sekarang kegiatan belajar yang memungkinkan, kunjungan lapangan, dan tamu khusus.


11. Apakah Anda memiliki sertifikat ketrampilan khusus? Terlepas dari apakah ini peraturan pemerintah, Anda akan membutuhkan sertifikat ketrampilan khusus dan pengetahuan pertolongan pertama sehingga Anda memiliki bekal untuk mengatasi apapun yang mungkin terjadi saat mengasuh anak-anak.


12. Asuransi apa yang Anda butuhkan? Menanyakan pertanggung-jawaban asuransi, serta perubahan asuransi kepemilikan rumah (untuk kejadian yang mungkin terjadi pada properti Anda)


13. Bagaimana Anda akan memasarkan bisnis ini? Biasanya, bisnis ini tidak membutuhkan banyak kegiatan pemasaran. Hal ini dikarenakan besarnya permintaan atas tempat perawatan yang berkwalitas. Dan bagi beberapa tetangga dan kenalannya adalah prospek terpenting Anda karena biasanya berita dari mulut ke mulut sudah memadai. Namun, membuat brosur profesional yang memberikan informasi filosofi, kurikulum, jadwal, dan biaya perawatan juga merupakan ide yang bagus.


14. Dengan cara bagaimana Anda bisa menstruktur bisnis Anda? Sebelum Anda memulai bisnis perawatan anak, pikirkan semua kemungkinan yang terkait dalam industri anak-anak. Misalnya, di kota saya ada jasa pengasuhan yang terkenal dimana pengasuh bisa datang ke rumah atau hotel dimana turis menginap. Terakhir saya cek, biaya yang dikenakan per jam dengan minimum 3 jam. Atau menyediakan penitipan anak saat tempat yang lain sulit ditemukan (misalnya, sore hari dan akhir pekan). Jika Anda menemukan ceruk yang spesifik dan mengisinya, Anda bisa mengenakan biaya yang lebih per jamnya.


Jika ini sulit Anda lakukan, Anda bisa membuat persiapan yang terpenting dahulu: formulir, kebijakan dan prosedur, contoh business plan, serta formulir lain yang Anda butuhkan tapi belum terpikirkan sebelumnya. Tidak ada kenikmatan lain selain memiliki bisnis sendiri. Nikmati proses persiapan dan membuat bisnis Anda sendiri!


 


 


 


 


 


Sumber artikel: pengusahamuslim.com dan redaksi


Sumber gambar: colourbox.com

Besar Laba Unik dari Usaha Kue Tiga Dimensi

Kemunculan sculpted cake atau yang lebih dikenal dengan istilah seni pahat kue tiga dimensi, ternyata tidak hanya berhasil menarik minat banyak konsumen namun juga bisa mendatangkan untung besar bagi para pelakunya. Melihat potensi pasarnya semakin hari kian menggiurkan, tidak heran bila sekarang ini banyak kaum hawa mulai dari para mahasiswi, karyawati, sampai ibu rumah tangga yang tertarik menekuni bisnis kue tiga dimensi sebagai salah satu alternatif peluang bisnis sampingan yang menjanjikan keuntungan cukup besar setiap bulannya.


Meskipun trend unik kue tiga dimensi atau (cake 3D) sudah muncul sejak tahun 2005-2006 silam, namun eksistensinya di Indonesia diperkirakan masih cukup besar untuk jangka waktu tiga tahun kedepan. Biasanya, para konsumen memesan kreasi unik kue tiga dimensi untuk acara-acara spesial, seperti misalnya acara ulang tahun, anniversary pernikahan, ulangtahun perusahaan, dan lain sebagainya. Peluang inilah yang kemudian dimanfaatkan dengan baik oleh Wenny Panenthe owner Wenny’s Cake di daerah Bandung, yang setiap bulannya bisa meraup omzet ratusan juta rupiah dari bisnis kue tiga dimensi yang Ia rintis.


Kecintaannya terhadap bidang seni, mendorong Wenny dan suaminya Pascal Demian untuk menekuni seni pahat kue dengan bahan dasar fondant. Ia sengaja menjaga kualitas produknya dengan menggunakan bahan-bahan yang aman dikonsumsi untuk mempertahankan loyalitas konsumennya. Bila pengusaha sejenis ada yang memanfaatkan styrofoam untuk isi cake decoration, maka Wenny lebih memilih isian kue asli agar nilai seninya lebih tinggi.


Dari sekian banyak bentuk yang Ia ciptakan, Wenny mengaku Hello Kitty merupakan tokoh kartun yang paling banyak dipesan para konsumen. Tokoh kartun dari Jepang tersebut bisa diaplikasikan dalam beragam warna dan desain seperti misalnya variasi Hello Kitty menggunakan baju kimono yang hampir setiap minggu dipesan para konsumen. Untuk harga jualnya, Wenny membandrol dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah (tergantung ukuran dan tingkat kerumitan desain yang dipesan).


Selain Wenny yang sukses mendirikan Wenny’s Cake, ada pula Peni Respati yang sudah mulai belajar membuat cake 3D sejak tahun 2007 yang lalu. Berawal dari pesanan konsumen yang meminta kue pahat berbentuk angka, Peni jadi ketagihan untuk berkreasi dan berinovasi membuat bentuk kue yang beragam, seperti misalnya kue 3D berbentuk kamera, telepon, tas, dan lain sebagainya.


Awalnya memang cukup sulit bagi Peni untuk mendapatkan hasil kue sesuai dengan bentuk aslinya. Menurut wanita berjilbab ini, seni memahat kue memang cukup sulit karena melibatkan seni pemilihan desain, teknik pembuatan bentuk dasar 3D, teknik mewarnai, serta memadukan cita rasa dan bentuk kue sehingga menghasilkan paduan yang sempurna baik dari segi rasa maupun visual (penampilan). Itu sebabnya para pelaku bisnis kue tiga dimensi seperti Peni berani mematok harga yang cukup mahal, yakni berkisar antara Rp 350.000,00 sampai tujuh juta rupiah sesuai dengan bentuk dan ukuran yang dipesan konsumen.


 


 


 


 


 


 


Sumber artikel: pengusahamuslim.com dan redaksi


Sumber gambar: threadcakes.com

Senin, 16 Juli 2012

Strategi Memulai Usaha di Tengah Pemukiman Warga

TOKOKeberadaan lokasi usaha tentu menjadi bagian yang sangat penting dalam menentukan kesuksesan bisnis Anda. Bahkan terkadang para pelaku usaha saling berlomba dan berebut lokasi yang cukup ramai untuk memasarkan produk atau jasanya.

Padahal lokasi usaha yang ramai belum tentu berpotensi bagus untuk bisnis Anda. Karenanya sebelum memilih lokasi usaha, sesuaikan lokasi tersebut dengan target pasar yang ingin Anda bidik.

Salah satu lokasi usaha yang tidak terlalu ramai namun cukup potensial adalah kawasan pemukiman warga. Banyaknya jumlah penduduk yang tinggal disuatu pemukiman warga tentunya membutuhkan produk ataupun pelayanan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Kondisi inilah yang membuat lokasi pemukiman warga dijadikan sebagai salah satu tempat yang cukup potensial untuk menjalankan sebuah usaha.

Meskipun begitu, memulai usaha di tengah pemukiman warga ternyata tidaklah semudah yang kita kira. Ada berbagai faktor yang perlu kita perhatikan untuk bisa sukses menjalankan usaha di lokasi tersebut. Mulai dari faktor geografis, demografis, minat konsumen, hingga gaya hidup masyarakat sekitar sangat mempengaruhi kesuksesan bisnis yang Anda jalankan. Berikut ini beberapa kiat memulai usaha ditengah pemukiman wargayang perlu Anda perhatikan.

1. Pemukiman Warga Sepi pada Hari Kerja

Sebagian besar warga kita memiliki rutinitas harian sebagai karyawan pabrik atau toko, pegawai kantoran, pedagang, pelajar, sampai mahasiswa. Sehingga pada jam-jam tertentu khususnya pada hari kerja, aktivitas pemukiman warga tidak seramai pada sore hari atau pada waktu libur. Karena itu bagi Anda yang ingin memulai usaha di lokasi ini, pilihlah peluang bisnis yang banyak dicari warga di sela-sela waktu sibuknya.

2. Pilih Komoditas yang Banyak Dibutuhkan Konsumen

Sebelum memulai usaha, perhatikan gaya hidup dan perilaku konsumen yang ada di lokasi pemukiman tersebut. Hal ini penting agar Anda tidak salah pilih produk atau jasa apa yang akan Anda tawarkan kepada calon konsumen. Biasanya komoditas yang cukup berpotensi adalah produk atau jasa yang berhubungan dengan kebutuhan utama warga, seperti usaha toko kelontong, warung makan, isi ulang pulsa, jasa laundry, isi ulang air, agen gas elpiji, klinik kesehatan, bengkel motor atau mobil, salon potong rambut, dan lain-lain.

3. Berikan Layanan Delivery Order (Pesan Antar)

Tingginya kesibukan warga membuat sebagian besar dari mereka enggan untuk pergi keluar rumah setelah lelah seharian bekerja. Namun menghadapi keadaan seperti itu, Anda tidak perlu takut dan mengurungkan niat untuk memulai usaha. Karena permasalahan tersebut dapat Anda jadikan sebagai peluang bisnis yang cukup potensial, yakni dengan memberikan layanan delivery order (pengiriman pemesanan) untuk meningkatkan penjualan bisnis Anda.

4. Atur Jarak Antar Pemain Bisnis

Kawasan pemukiman padat penduduk menjadi salah satu target pasar yang cukup potensial bagi para pelaku usaha. Jadi tidaklah heran bila dalam sebuah lokasi pemukiman warga terdapat beberapa pemain bisnis yang mencoba menawarkan berbagai macam produk atau jasa yang banyak dibutuhkan para konsumen. Untuk mengurangi resiko tersebut sebaiknya atur jarak antar pemain bisnis, misalnya saja mengatur jarak dalam radius 500 meter dari pemain bisnis lainnya. Sehingga peluang pasar yang Anda miliki masih terbuka lebar dan prospek bisnisnya pun masih cukup menjanjikan.

5. Perhatikan Akses Lalu Lintas Warga

Selain di tengah pemukiman penduduk, Anda dapat menjalankan usaha di sekitar jalan yang digunakan warga sebagai akses lalu lintas utama. Namun sebelum memilih lokasi usaha, perhatikan lalu lalang kendaraan yang melintas di jalan tersebut.

Hindari pemilihan lokasi di ruas jalur cepat, karena rata-rata kendaraan melaju dengan kencang dan kurang tertarik untuk singgah membeli produk atau jasa yang ditawarkan di sepanjang jalan tersebut. Lebih baik cari lokasi usaha di sepanjang jalan yang sering dilewati warga sebelum masuk pemukiman.

Semoga informasi tips bisnis ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan membantu para pelaku usaha yang kesulitan mencari pasar. Cobalah pahami perilaku konsumen yang ada di sekitar pemukiman, dan penuhi segala kebutuhan yang banyak dicari warga. Mulai dari yang kecil, mulai dari yang mudah, dan mulailah dari sekarang.

 

Strategi Memulai Usaha di Tengah Pemukiman Warga

TOKOKeberadaan lokasi usaha tentu menjadi bagian yang sangat penting dalam menentukan kesuksesan bisnis Anda. Bahkan terkadang para pelaku usaha saling berlomba dan berebut lokasi yang cukup ramai untuk memasarkan produk atau jasanya.

Padahal lokasi usaha yang ramai belum tentu berpotensi bagus untuk bisnis Anda. Karenanya sebelum memilih lokasi usaha, sesuaikan lokasi tersebut dengan target pasar yang ingin Anda bidik.

Salah satu lokasi usaha yang tidak terlalu ramai namun cukup potensial adalah kawasan pemukiman warga. Banyaknya jumlah penduduk yang tinggal disuatu pemukiman warga tentunya membutuhkan produk ataupun pelayanan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Kondisi inilah yang membuat lokasi pemukiman warga dijadikan sebagai salah satu tempat yang cukup potensial untuk menjalankan sebuah usaha.

Meskipun begitu, memulai usaha di tengah pemukiman warga ternyata tidaklah semudah yang kita kira. Ada berbagai faktor yang perlu kita perhatikan untuk bisa sukses menjalankan usaha di lokasi tersebut. Mulai dari faktor geografis, demografis, minat konsumen, hingga gaya hidup masyarakat sekitar sangat mempengaruhi kesuksesan bisnis yang Anda jalankan. Berikut ini beberapa kiat memulai usaha ditengah pemukiman wargayang perlu Anda perhatikan.

1. Pemukiman Warga Sepi pada Hari Kerja

Sebagian besar warga kita memiliki rutinitas harian sebagai karyawan pabrik atau toko, pegawai kantoran, pedagang, pelajar, sampai mahasiswa. Sehingga pada jam-jam tertentu khususnya pada hari kerja, aktivitas pemukiman warga tidak seramai pada sore hari atau pada waktu libur. Karena itu bagi Anda yang ingin memulai usaha di lokasi ini, pilihlah peluang bisnis yang banyak dicari warga di sela-sela waktu sibuknya.

2. Pilih Komoditas yang Banyak Dibutuhkan Konsumen

Sebelum memulai usaha, perhatikan gaya hidup dan perilaku konsumen yang ada di lokasi pemukiman tersebut. Hal ini penting agar Anda tidak salah pilih produk atau jasa apa yang akan Anda tawarkan kepada calon konsumen. Biasanya komoditas yang cukup berpotensi adalah produk atau jasa yang berhubungan dengan kebutuhan utama warga, seperti usaha toko kelontong, warung makan, isi ulang pulsa, jasa laundry, isi ulang air, agen gas elpiji, klinik kesehatan, bengkel motor atau mobil, salon potong rambut, dan lain-lain.

3. Berikan Layanan Delivery Order (Pesan Antar)

Tingginya kesibukan warga membuat sebagian besar dari mereka enggan untuk pergi keluar rumah setelah lelah seharian bekerja. Namun menghadapi keadaan seperti itu, Anda tidak perlu takut dan mengurungkan niat untuk memulai usaha. Karena permasalahan tersebut dapat Anda jadikan sebagai peluang bisnis yang cukup potensial, yakni dengan memberikan layanan delivery order (pengiriman pemesanan) untuk meningkatkan penjualan bisnis Anda.

4. Atur Jarak Antar Pemain Bisnis

Kawasan pemukiman padat penduduk menjadi salah satu target pasar yang cukup potensial bagi para pelaku usaha. Jadi tidaklah heran bila dalam sebuah lokasi pemukiman warga terdapat beberapa pemain bisnis yang mencoba menawarkan berbagai macam produk atau jasa yang banyak dibutuhkan para konsumen. Untuk mengurangi resiko tersebut sebaiknya atur jarak antar pemain bisnis, misalnya saja mengatur jarak dalam radius 500 meter dari pemain bisnis lainnya. Sehingga peluang pasar yang Anda miliki masih terbuka lebar dan prospek bisnisnya pun masih cukup menjanjikan.

5. Perhatikan Akses Lalu Lintas Warga

Selain di tengah pemukiman penduduk, Anda dapat menjalankan usaha di sekitar jalan yang digunakan warga sebagai akses lalu lintas utama. Namun sebelum memilih lokasi usaha, perhatikan lalu lalang kendaraan yang melintas di jalan tersebut.

Hindari pemilihan lokasi di ruas jalur cepat, karena rata-rata kendaraan melaju dengan kencang dan kurang tertarik untuk singgah membeli produk atau jasa yang ditawarkan di sepanjang jalan tersebut. Lebih baik cari lokasi usaha di sepanjang jalan yang sering dilewati warga sebelum masuk pemukiman.

Semoga informasi tips bisnis ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan membantu para pelaku usaha yang kesulitan mencari pasar. Cobalah pahami perilaku konsumen yang ada di sekitar pemukiman, dan penuhi segala kebutuhan yang banyak dicari warga. Mulai dari yang kecil, mulai dari yang mudah, dan mulailah dari sekarang.