Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Tingkatkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tingkatkan. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 Juli 2012

Tingkatkan Penjualan Tanpa Iklan

Banyak entrepreneur atau pemilik bisnis kebingungan memikirkan cara meningkatkan penjualan. Cara yang paling umum yaitu beriklan. Namun beriklan membutuhkan media yang proses pembuatannya pun mahal dan mengeluarkan biaya. Tapi sebenarnya ada banyak cara meningkatkan penjualan tanpa harus iklan. Berikut ini adalah contohnya.

Yang pertama adalah dengan menawarkan kembali ke konsumen lama. Teknik ini dapat digunakan dengan cara terlebih dahulu mengumpulkan data setiap konsumen yang sudah pernah membeli produk Anda.

Menjual kepada konsumen lama jauh lebih mudah ketimbang menjual kepada konsumen baru, karena Anda tidak perlu membangun kepercayaan dari awal lagi. Apalagi jika konsumen Anda merasa puas pada transaksi sebelumnya. Data konsumen adalah tambang emas.

Seringkali pebisnis tidak memiliki database konsumennya, dan mereka malah berusaha terus mencari konsumen baru. Padahal cara ini memakan biaya lebih besar daripada menawarkan pada konsumen lama. Selain itu kemungkinan berhasilnya juga lebih kecil karena produk Anda belum dipercaya. Teknik ini disebut dengan reselling.

Nah, sekarang bagaimana jika produk kita tidak memungkinkan untuk di-reselling? Misalnya karena konsumen mengkomsumsi produk kita sekali saja dan tidak berminat lagi. Anda dapat bekerja sama dengan bisnis lain yang memiliki target pasar yang sama namun tidak bersaing.

Cara ini dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan bisnis lain yang memiliki kesamaan geografis maupun demografis. Untuk kesamaan geografis, contohnya misalnya dalam satu daerah ada usaha rumah makan, salon, bengkel, dan lain-lain. Bisnis-bisnis tersebut bisa saling mengiklankan satu sama lain. Misalnya dengan memberikan pelayanan, untuk pelanggan rumah makan yang belanja di atas Rp 300.000, berhak mendapat diskon 15% untuk menggunakan jasa salon di salon sebelah. Dengan cara ini, semua pihak akan diuntungkan.

Konsumen pun puas dan loyalitasnya meningkat. Sedangkan untuk contoh demografis, misalnya untuk menjual rumah mewah, agen properti dapat bekerja sama dengan dealer mobil mewah. Keduanya bisa saling bertukar data  pelanggan karena mereka memiliki target pasar yang sama dan produk yang tidak bersaing.

 

Tingkatkan Penjualan Tanpa Iklan

Banyak entrepreneur atau pemilik bisnis kebingungan memikirkan cara meningkatkan penjualan. Cara yang paling umum yaitu beriklan. Namun beriklan membutuhkan media yang proses pembuatannya pun mahal dan mengeluarkan biaya. Tapi sebenarnya ada banyak cara meningkatkan penjualan tanpa harus iklan. Berikut ini adalah contohnya.

Yang pertama adalah dengan menawarkan kembali ke konsumen lama. Teknik ini dapat digunakan dengan cara terlebih dahulu mengumpulkan data setiap konsumen yang sudah pernah membeli produk Anda.

Menjual kepada konsumen lama jauh lebih mudah ketimbang menjual kepada konsumen baru, karena Anda tidak perlu membangun kepercayaan dari awal lagi. Apalagi jika konsumen Anda merasa puas pada transaksi sebelumnya. Data konsumen adalah tambang emas.

Seringkali pebisnis tidak memiliki database konsumennya, dan mereka malah berusaha terus mencari konsumen baru. Padahal cara ini memakan biaya lebih besar daripada menawarkan pada konsumen lama. Selain itu kemungkinan berhasilnya juga lebih kecil karena produk Anda belum dipercaya. Teknik ini disebut dengan reselling.

Nah, sekarang bagaimana jika produk kita tidak memungkinkan untuk di-reselling? Misalnya karena konsumen mengkomsumsi produk kita sekali saja dan tidak berminat lagi. Anda dapat bekerja sama dengan bisnis lain yang memiliki target pasar yang sama namun tidak bersaing.

Cara ini dilakukan dengan menjalin kerja sama dengan bisnis lain yang memiliki kesamaan geografis maupun demografis. Untuk kesamaan geografis, contohnya misalnya dalam satu daerah ada usaha rumah makan, salon, bengkel, dan lain-lain. Bisnis-bisnis tersebut bisa saling mengiklankan satu sama lain. Misalnya dengan memberikan pelayanan, untuk pelanggan rumah makan yang belanja di atas Rp 300.000, berhak mendapat diskon 15% untuk menggunakan jasa salon di salon sebelah. Dengan cara ini, semua pihak akan diuntungkan.

Konsumen pun puas dan loyalitasnya meningkat. Sedangkan untuk contoh demografis, misalnya untuk menjual rumah mewah, agen properti dapat bekerja sama dengan dealer mobil mewah. Keduanya bisa saling bertukar data  pelanggan karena mereka memiliki target pasar yang sama dan produk yang tidak bersaing.

 
Senin, 30 April 2012

Daun Enceng Gondok Bisa Tingkatkan Kualitas Telur Itik

Makassar, Sinar Harapan Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berdasarkan pengkajiannya menyarankan pemberian daun eceng gondok pada makanan itik untuk meningkatkan kualitas telur.
Kepala IPPTP Makassar, Dr.lr. Djafar Baco menjelaskan hari Jumat (21/6), ternak itik berpotensi besar untuk dikembangkan, karena mampu memproduksi telur yang tinggi, tidak mengerami telurnya, harganya relatif stabil dan pemasaran telur relatif murah.

Salah satu faktor yang paling menentukan dalam usaha ternak itik adalah faktor makanan sebagai kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi bagi kelangsungan hidup dan proses biologis di dalam tubuh ternak, tambahnya.
Eceng gondok merupakan gulma air yang sering merusak lingkungan dan tidak dimanfaatkan dapat dipergunakan sebagai salah satu bahan makanan yang bisa menekan harga ransum. Menurut Djafar Baco, pemberian eceng gondok pada makanan itik itu, tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap produksi telur baik dari segi berat maupun jumlah butirnya. Penggunaan eceng gondok itu berpengaruh terhadap warna kuning telur dan tebalkulit telur.
Selama ini kualitas telur untuk perlakuan kontrol (pakan basal) berat telurnya rata-rata 57,7 gram/butir dan untuk perlakuan yang diberi makanan eceng gondok mencapai 59,19 gram/butir.Kontrol adalah 7,29 dan pada perlakuan yang diberi daun eceng gondok adalah 9,10. Kemudian persentase berat kuning telur pada perlakuan kontrol 35,16 persen dan 35,99 persen pada pemberian daun eceng gondok. Rata-rata persentase berat putih telur pada perlakuan kontrol adalah 46,76 persen dan perlakuan dengan pemberian daun eceng gondok adalah 48,69 persen.
Pada perlakuan kontrol (pakan basal), itik diberikan ransum basal dengan kandungan protein kasar 16,06 persen dan energi metabolisme 2544,22- kilo kalori/kg ransum. Melalui pemberian daun eceng gondok pada makanan itik diperoleh konsumsi ransum berdasarkan bahan kering sebanyak 111,79 gram/ekor/hari.Eceng gondok dapat diberikan sampai 10 persen dalam ransum.

telur
Cara pemberiannya ransum basal ditambah daun eceng gondok dalam keadaan segar. Guna menjaga kesegaran dari daun eceng gondok, sebaiknya pengambilan dari lokasi dilakukan setiap pagi.”Sebelum diberikan, daun terlebih dahulu dicincang hingga kecil,” kata Djafar. (ant/san)
Semoga bermanfaat

Daun Enceng Gondok Bisa Tingkatkan Kualitas Telur Itik

Makassar, Sinar Harapan Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berdasarkan pengkajiannya menyarankan pemberian daun eceng gondok pada makanan itik untuk meningkatkan kualitas telur.
Kepala IPPTP Makassar, Dr.lr. Djafar Baco menjelaskan hari Jumat (21/6), ternak itik berpotensi besar untuk dikembangkan, karena mampu memproduksi telur yang tinggi, tidak mengerami telurnya, harganya relatif stabil dan pemasaran telur relatif murah.

Salah satu faktor yang paling menentukan dalam usaha ternak itik adalah faktor makanan sebagai kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi bagi kelangsungan hidup dan proses biologis di dalam tubuh ternak, tambahnya.
Eceng gondok merupakan gulma air yang sering merusak lingkungan dan tidak dimanfaatkan dapat dipergunakan sebagai salah satu bahan makanan yang bisa menekan harga ransum. Menurut Djafar Baco, pemberian eceng gondok pada makanan itik itu, tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap produksi telur baik dari segi berat maupun jumlah butirnya. Penggunaan eceng gondok itu berpengaruh terhadap warna kuning telur dan tebalkulit telur.
Selama ini kualitas telur untuk perlakuan kontrol (pakan basal) berat telurnya rata-rata 57,7 gram/butir dan untuk perlakuan yang diberi makanan eceng gondok mencapai 59,19 gram/butir.Kontrol adalah 7,29 dan pada perlakuan yang diberi daun eceng gondok adalah 9,10. Kemudian persentase berat kuning telur pada perlakuan kontrol 35,16 persen dan 35,99 persen pada pemberian daun eceng gondok. Rata-rata persentase berat putih telur pada perlakuan kontrol adalah 46,76 persen dan perlakuan dengan pemberian daun eceng gondok adalah 48,69 persen.
Pada perlakuan kontrol (pakan basal), itik diberikan ransum basal dengan kandungan protein kasar 16,06 persen dan energi metabolisme 2544,22- kilo kalori/kg ransum. Melalui pemberian daun eceng gondok pada makanan itik diperoleh konsumsi ransum berdasarkan bahan kering sebanyak 111,79 gram/ekor/hari.Eceng gondok dapat diberikan sampai 10 persen dalam ransum.

telur
Cara pemberiannya ransum basal ditambah daun eceng gondok dalam keadaan segar. Guna menjaga kesegaran dari daun eceng gondok, sebaiknya pengambilan dari lokasi dilakukan setiap pagi.”Sebelum diberikan, daun terlebih dahulu dicincang hingga kecil,” kata Djafar. (ant/san)
Semoga bermanfaat