Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Teras. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teras. Tampilkan semua postingan
Minggu, 22 April 2012

Jaga Keindahan Teras!

 







Teras, yang juga kerap disebut serambi atau selasar ini sebaiknya harus selalu dijaga kebersihan dan keindanhannya. Tipsnya, sangat mudah dan tak perlu mahal, kok!

1. CUKUP SINAR. Agar tanaman hias tak cepat mati, letakkan di teras yang terkena sinar matahari.
2. FLEKSIBEL. Pilih tanaman hias yang mudah dirawat. Lebih baik tanaman hias ditanam di dalam pot agar lebih fleksibel dalam peletakannya.
3. LIDAH MERTUA. Sansivieria (Lidah Mertua) sangat cocok diletakkan di teras. Selain daunnya indah memanjang, juga berfungsi sebagai antioksidan dan bisa mentralisasi radiasi. Diletakkan di pojok teras dan tak terkena sinar matahari, Sansivieria akan tahan.
4. TANAMAN GANTUNG. Tanaman lipstick, yang karakter daunnya menjuntai ke bawah, mampu mempercantik suasana teras. Atau, jatuhkan pilihan pada tanaman sirih gading.
Rumput Liar EKSTERIOR, Keindahan, Teras

Tips Agar Teras Sejuk, Pilih Kolam Hingga Anggrek



Fungsi teras depan ternyata tak sepele. Bagaimana mengubahnya agar sejuk?

Rumah tanpa teras? Rasanya kurang lengkap. Jadi, berapapun sisa tanah yang ada, usahakan membuat teras, minimal teras depan. Syukur masih memungkinkan dibuatkan
teras belakang atau teras samping.

Teras merupakan "ruang transisi" antara ruang luar dan ruang dalam. Nah, ruang transisi inilah yang akan membuat siapapun yang ingin masuk ke ruang dalam diantar atau dimediai teras, sehingga membuat hatinya lebih bisa diterima. Ada rasa welcome. Pun ramah dan bersahabat.

Sekurang-kurangnya ada 2 hal yang patut dipertimbangkan untuk membuat teras. Yang pertama menyangkut kegiatan yang sering dilakukan di teras. Itu sebabnya, teras depan berbeda fungsi dengan teras belakang atau teras samping. Teras depan merupakan ruang untuk menyambut tamu. Sang tamu dipersilakan masuk ke ruang tamu. Namun, ada kalanya tamu justru lebih memilih dan suka berada di teras depan. Tamu demikian biasanya sahabat karib, yang kepingin bincang-bincang santai di teras depan.

Sementara itu, teras samping atau teras belakang sifatnya lebih pribadi, tertutup dari keramaian. Biasanya dipakai duduk-duduk menikmati suasana rileks. Melepas lelah dari kepenatan kerja seharian sembari minum kopi plus nyamikan ringan.

Yang kedua, perhatikan kondisi fisik, terutama berkaitan dengan cahaya matahari. Rumah yang menghadap ke Timur, membuat penghuni leluasa menyambut terbitnya sang surya. Duduk sebentar di teras depan menyongsong matahari bisa menjadi pilihan kegiatan yang mengasyikkan.

Namun, bila rumah menghadap ke Barat, sering membuat penghuni mengeluh panas. Duduk di teras depan masih terasa panas. Boleh dibilang kurang nyaman. Tapi, inilah tantangan bagi Anda yang memiliki rumah menghadap ke Barat. Nah, bagaimana "merekayasa" agar teras depan bisa asri dan menyulapnya menjadi sejuk?

1. RELIEF DAN KOLAM
Salah satu cara untuk membuat teras sejuk, sekalipun rumah menghadap ke Barat, adalah relief. Bisa di sebelah kiri atau kanan tembok. Buat relief sealami mungkin, sehingga terkesan berada di kawasan pegunungan. Misalnya relief bercorak stalagnit vertikal, kesan yang ditimbulkan teras depan menjadi tinggi dan terasa asri bila ditambah air terjun/air mancur.

Ada juga relief bergaris vertikal dikombinasikan dengan pot batu-batuan bercorak abstrak. Pada relief, diberi beberapa tanaman hias, misalnya soka, sirih gading, kadaka, krisdoren, krokot, pakis, andang laut, ataupun suplir. Silakan pilih sendiri sesuai selera. Dengan begitu, teras pun akan tampak anggun, karena penataan aneka tanaman tersebut yang sangat serasi.

Relief dengan air mancur menampilkan suasana sejuk. Guyuran air turun mengalir sampai ke kolam. Bentuk kolam sengaja didesain sealami mungkin, sehingga sepadan dengan relief di dekatnya. Pada kolam ikan, tanami tanaman air. Beberapa jenis tanaman air bisa menjadi pilihan, antara lain lotus, teratai, kana air, apu-apu, melati air. Atau yang lagi ngetren adalah Cipyrus papyrus yang berasal dari sungai Nil yang berdaun unik dekoratif. Bentuknya jurai kuda yang tumbuh dari satu tangkai yang panjangnya sampai 2 meter lebih.

TANAMAN HIAS DAUN
Bila Anda berniat membuat tamu di teras depan jadi betah, tambahkan beberapa tanaman hias daun. Pilih tanaman hias daun yang daunnya berwarha hijau. Begitu masuk teras depan, tamu akan diantar oleh hijaunya daun-daun tanaman, sehingga merasa diterima oleh tuan rumah.

Tidak harus beli tanaman hias daun yang harganya selangit. Pilih saja tanaman hias daun yang gampang diperoleh dan mudah dirawat, tapi tampilannya tetap oke. Contohnya, tanaman dari keluarga Araceae, seperti sri rejeki (Aglaonema sp), kuping gajah (Anthurium sp), sirih belanda (Scindapsus sp), dieffenbacia, monstera, atau philodendrum.

Boleh juga Anda pilih tanaman dari keluarga Polypodiaceae, seperti suplir (Adiantum sp), kadaka (Asplenium sp), nephrolepis, atau pteris. Hanya saja, perawatan tanaman keluarga ini sedikit membutuhkan perhatian. Tekun dan rajin menyiram, menjemur sebentar, dan memupuk setiap 3 bulan sekali.

TANAMAN HIAS BUNGA
Bagi Anda yang menyukai kehangatan, barangkali butuh kombinasi dengan kehadiran bunga berwarna-warni. Anda bisa memilih beberapa tanaman hias bunga yang kini sedang digandrungi banyak orang:

1. Euphorbia
Bunganya sungguh unik. Ia punya empat kelopak yang membentuk segi empat. Tumbuh beberapa kuntum dalam satu tangkai yang panjang. Yang lebih menarik, warnanya bermacam-macam mulai dari merah, merah jambu, pink tua, kuning sampai kuning keputihan, atau kuning pucat. Akan lebih cantik jika didesain satu pot terdiri dari beberapa warna bunga. Daunnya berujung oval dengan panjang sekitar 3-4 cm. Lazimnya batang euphorbia punya banyak duri. Tanaman ini cukup tahan terhadap sinar matahari.

2. Kamboja Jepang (Adenium obesum).
Termasuk tanaman semak, tingginya kurang dari 1 meter. Punya batang unik, berbengkok-bengkok "menggeliat", dan banyak cabangnya. Daunnya berkelompok rapat pada ujung ranting, dan bertangkai daun agak panjang. Helaian daun memanjang berbentuk lanset. Kalau dulu hanya dikenal kamboja Jepang berbunga merah atau putih, namun sekarang sudah banyak motifnya.

Contohnya, ada warna bunga merah darah polos, ada pula perpaduan merah dengan merah muda, atau perpaduan merah darah dengan putih. Sebagai tanaman hias, biasanya kamboja Jepang ditanam dalam pot. Lalu diposisikan di teras depan, kadang sengaja ditaruh di ruang tamu, atau di meja makan.

3. Anggrek
Anda pecinta anggrek? Tak ada salahnya menanam anggrek bulan di teras depan. Bunga ini tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan bercabang. Tangkai bunganya variatif sekitar 15-100 cm. Jumlah bunga setiap tangkai berbeda-beda berkisar antara 3-25 kuntum. Yang khas dari anggrek bulan adalah ia mempunyai 3 calyx (sepal daun bunga), 3 corolla (petal daun mahkota bunga), dan 1 gonystenium (putik dan benang ari bersatu). Selain memiliki calyx, corolla, dan gonystenium, bunga ini kaya warna, dari putih, putih kekuning-kuningan, ungu, merah, sampai kombinasi warna-warna lain bergantung jenisnya. Adapun mekarnya bunga secara bertahap, mulai bagian pangkal hingga ujung tandan. Periode mekar berlangsung lama antara 1 - 4 minggu.

Teras Indah dan Nyaman

 






 





Bersantai di teras rumah memang sangat menyenangkan. Agar suasana makin nyaman, atasi pemandangan yang menganggu dengan tanaman hijau pilihan!

Saat memasuki sebuah rumah, tempat pertama yang Anda lihat pastilah bagian terasnya. Kendati demikian, meskipun teras hanyalah merupakan penghubung antara ruang luar dan ruang dalam, tak jarang pemilik rumah membuatnya dalam beragam suasana. Mulai dari teras yang bernuansa serius, dilengkapi kolam ikan, taman, atau sekadar dilengkapi dua kursi dan meja saja.

Namun, menurut Sigit Antoro, arsitek dari PT Jingga Saffron Artistika, sebenarnya posisi teras tak harus hanya berada di depan rumah saja. Teras bisa dibuat di bagian lain dari rumah, seperti di samping atau belakang rumah. Lalu, Seberapa penting sih keberadaan teras dalam sebuah rumah?

"Teras berfungsi sebagai alat sanitasi, sirkulasi udara, dan pemberi cahaya masuk ke dalam rumah," tutur Sigit. Selain itu, ketika beraktivitas di luar rumah, sang pemilik membutuhkan suasana santai seperti duduk-duduk atau minum kopi bersama pasangan dan teman, dalam suasana informal yang hangat dan penuh keakraban.

Akan tetapi, meskipun teras bisa berada di bagian mana saja pada sebuah rumah, menurut Sigit, sebaiknya menjadi penyambung






 





antara "dunia luar" atau ruang lain dengan rumah utama. Bahkan, lanjutnya, teras idealnya dijadikan semacam oase atau penyejuk sebuah rumah.

"Bayangkan, jika ada rumah yang tak punya teras. Pasti akan terkesan lebih pengap. Dengan adanya teras, secara psikologis rumah akan terkesan lapang, nyaman, dan adem," tutur Sigit lagi.

Salah satu contohnya, teras rumah yang berada di kawasan Ciledug ini (lihat gambar). Kendati hanya dilengkapi dua kursi dan satu meja saja, sudah bisa menjadi teras yang cukup nyaman. Artinya, sebelum memasuki ruang utama, tamu bisa duduk-duduk santai dulu di teras mungil ini.

Tentu saja, sang tamu akan memiliki kesan berbeda jika teras dibuat lebih serius, misalnya dilengkapi kolam ikan atau taman kecil yang asri, dengan beragam tanaman hias yang cantik. Setiap tamu yang datang pasti bisa menikmati suasana lain di teras seperti ini.

Mengolah Pemandangan
Namun, Sigit menambahkan, "Untuk mendapatkan suasana nyaman, teras sederhana jangan hanya dilengkapi dua kursi dan satu meja saja. Jika senang berkumpul dengan tetangga, teman, atau tetangga, jumlah kursi bisa ditambah. Pilih bahan kursi yang nyaman diduduki," saran Sigit.






 





Sebetulnya, imbuhnya lagi, tak ada syarat khusus untuk membuat teras menjadi lebih nyaman dan indah dipandang. "Teras dengan atau tanpa atap, boleh-boleh saja. Yang penting, penghuninya tak kepanasan di siang hari. Jadi, orientasikan dulu posisi matahari. Dan saat hujan, airnya tidak langsung masuk ke dalam rumah," papar Sigit.

Selain itu, view di sekeliling teras harus diolah agar lebih enak dilihat. Teras akan menjadi buruk rupa jika dijadikan tempat penyimpanan berbagai barang bekas sang pemilik rumah. Ada sepeda, ember, baskom, dan berbagai alat rumah tangga bekas lainnya. Akhirnya, tak ada satu pun yang mau duduk-duduk santai di teras yang lebih mirip gudang ini.

Satu hal yang juga perlu diingat, jika teras berada di depan rumah, jangan pernah meletakkan tempat sampah persis di hadapan teras! Dan, untuk menyiasati agar seluruh anggota keluarga atau para tamu yang datang menjadi betah berlama-lama berada di teras, buatlah suasana yang menyenangkan.

Jangan jadikan teras sekadar tempat peralihan sebelum melangkah ke ruang dalam. "Agar lebih indah lagi, tempatkan beberapa tanaman hias dalam pot. Entah di atas meja, di sebelah kursi, atau di salah satu pojok teras. Ingat, jauhkan benda-benda tidak penting, yang seharusnya tak ada di teras."

Dan yang tak kalah pentingnya, pertimbangkan juga soal privacy sang pemilik rumah. Teras yang menghadap jalan utama, jangan sampai menjadi tontonan orang-orang yang lalu lalang. Antisipasinya, lakukan dengan cara yang mudah, simpel, dan murah, Sigit menyarankan, buat pagar dari tanaman.

Posisi ideal teras tentu saja yang berada di belakang rumah. Sudah pasti privasi pemilik rumah akan lebih terjamin. "Tapi kekurangannya, pemandangannya akan jadi terbatas. Apalagi, jika teras belakang berbatasan langsung dengan dapur kotor atau tempat menjemur pakaian."

Lain halnya jika teras belakang memiliki obyek penglihatan lain. Misalnya, berbatasan langsung dengan sejumlah ruangan yang ditata apik. Misalnya, kamar tidur, dapur bersih, atau ruang makan. "Kehadiran teras akan menjadi point of interest tersendiri dari ruang-ruang yang mengelilinginya."

Sedangkan teras yang dibuat di bagian tengah atau samping rumah, lebih berfungsi sebagai "alat" sanitasi, sumber pencahayaan, atau sumber udara mengalir. Uniknya lagi, Sigit memberi contoh, pada sebuah rumah, pemiliknya ada yang membuat teras di dalam kamar mandinya, lho!

"Suasana kamar mandi jadi lebih segar, bersih, dan sehat. Saat pintunya dibuka, udara segar bisa bebas masuk, begitu juga sinar matahari. Acara mandi jadi lebih menyenangkan karena adanya teras ini. Tentu saja, pemiliknya harus memperhatikan privasinya, agar tetangga tidak bisa mengintip," tukas Sigit.
Rumput Liar EKSTERIOR, Indah, Nyaman, Teras

Tips Mengubah Teras Kecil Menjadi Luas

 






 





Tiap kali kita pergi bertamu ke rumah seseorang, umumnya kita menanti di teras sebelum si empunya rumah membukakan pintu. Karena memang teras merupakan ruang yang letaknya paling luar dari sebuah bangunan.

Nah, sambil menanti di teras ini pula mata kita biasanya melayangkan pandangan ke segala sudut. Entah melihat taman yang tertata rapi di halaman atau kolam ikan di salah satu sudut tembok.

Di tempat ini pula untuk pertama kalinya kita bisa merasakan suasana dan “mengenali” pribadi si pemilik rumah. Entah perasaan sejuk, kering, intim atau formal. Seolah-olah teras memiliki jiwa yang bisa berkomunikasi dengan kita.

Misalnya saja teras dengan deretan pilar beton dan lantai marmer berkilauan yang berkesan formal. Kesan ini akan lain bila kita berada di teras dengan konstruksi atap dari kayu, lantai dari keramik atau batu alam yang membangkitkan perasaan sejuk, akrab serta jauh dari formal.

Untuk membentuk suasana tertentu di teras, ada beragam jenis bahan bisa kita pilih. Dan setiap jenis bahan memiliki nilai interior serta karakter masing-masing.

Kalau Anda memiliki balok kayu, contohnya, seperti telah disebut di atas, ia akan memberi kesan akrab dan hangat. Sementara lantai marmer menampilkan suasana bersih, megah tapi agak formal.

Lalu bagaimana mendadani teras rumah yang tak terlalu besar seperti rumah BTN tipe 54? Apalagi kemudian ditambah dengan keterbatasan dana si pemilik rumah.

Tapi bukan berarti teras kecil berukuran 1 x 3 m persegi dengan jarak batas dinding rumah ke pagar halaman sepanjang itu tak bisa diapa-apakan. Bahkan justru sebaliknya (lihat denah,red).

Si pemilik rumah pun merasa, ruang tamu kediamannya terlalu sempit. Karena itulah ia ingin menciptakan suasana tertentu di teras sehingga akhirnya ruang tamu berkesan luas.

Untuk itu teras baru dibuat dengan ukuran 3 x 3 m (dari batas dinding sampai batas pagar). Pagar dibuat dari kayu dolken yang dibentuk.

Batas pagar sepanjang teras ditarik masuk sepanjang 0,6 m dari pagar lama untuk dijadikan pot tanaman sepanjang pagar teras.

Bukan saja teras bagian bawah yang dirubah. Bagian atap, dibuat mengikuti kemiringan atap aslinya dan “memayungi” teras sampai ke ujung pagar tanaman.

Dengan demikian, terciptalah ketinggian atap teras setinggi mata memandang (sekitar 1,7 m). Sementara itu bagian langit-langit dibentuk mengikuti kemiringan atap dengan kaso-kasonya diperlihatkan sebagai hiasan di langit-langit.

Di sudut dan ujung atap teras, diletakkan pot-pot bunga dengan tanaman gantung., sepasang kursi bambu serta lampu gantung, melengkapi suasana hangat dan alami. “Kini kami serasa bersantai di taman jika sedang duduk-duduk di teras,” kata si pemilik rumah dengan wajah berseri.
Rumput Liar EKSTERIOR, Teras, Tips