Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label TIPS KERJA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS KERJA. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 Juni 2012

Cara Sukses Menjadi Freelancer

Freelancer merupakan pekerjaan dengan jam kerja fleksibel tapi menghasilkan. Mungkin Anda sangat tergiur mempunyai pekerjaan yang fleksibel, apalagi jika masih melanjutkan pendidikan. Namun, tidak semudah yang dibayangkan, Anda harus bisa mengatur strategi supaya pekerjaan tersebut berjalan dengan lancar. Untuk itu, diperlukan langkah yang tepat untuk seorang freelancer. Dikutip dari iDiva, simaklah lima cara berikut agar Anda bisa menjadi seorang freelancer yang sukses.

1. Tentukan Bidang Pekerjaan yang Sesuai
Sebelum masuk ke dunia freelance, sebaiknya Anda menentukan terlebih dahulu bidang apa yang ingin dijalani sesuai dengan minat serta hobi Anda. Jika Anda senang menulis, mungkin penulis atau jurnalis lepas dapat menjadi pilihan. Kalau Anda pecinta fashion, pilih fashion editor, desain interior, atau desainer fashion agar bakat semakin berkembang. Jika mencintai bidang fotografi, fotografer freelance juga merupakan pilihan baik karena fotografer freelance dapat berdiri sendiri atau bergabung bersama suatu perusahaan atau organisasi.

2. Memperluas Komunikasi kepada Banyak Orang
Setelah menentukan bidang yang akan ditempuh, perluaslah jaringan komunikasi dengan semua orang, terutama teman yang sudah mempunyai pengalaman dalam bidang Anda. Untuk menjadi freelancer, sangat penting mempromosikan diri di hadapan banyak orang.

Hal itu bisa dilakukan dengan menghubungi perusahaan yang pernah menerima Anda magang, mencari orang yang ahli dalam bidang tersebut, serta menjalin komunikasi seluas-luasnya hingga menemukan orang yang tepat diajak kerja sama. "Butuh ekstra sabar saat menjalaninya, tapi jika Anda sudah membuka satu pintu, pintu selanjutnya akan terbuka dengan sendirinya," tutur Yoshita Shah, seorang freelance journalist.

3. Manfaatkan Media Sosial
Manfaatkan media sosial sebagai 'jembatan' menjaring informasi, mempromosikan diri, serta berteman dengan banyak orang yang bisa membantu Anda nantinya. Anda dapat gunakan Facebook, Twitter, Linkedln, atau blog untuk mencari dan menyebarluaskan segala informasi.

4. E-Mail Marketing
Anda bisa gunakan e-mail sebagai strategi pemasaran. Kirimkan sebuah pesan yang berisi 'pengenalan' Anda kepada perusahaan, suatu kelompok, atau organisasi tertentu. Hal ini sangat mudah dilakukan dan cukup membantu demi pekerjaan Anda kedepannya.

5. Mencari Peluang di Internet
Temukan peluang Anda di internet. Gunakan search engine untuk mencari perusahaan yang menerima freelancer sesuai dengan bidang Anda. Kemudian, pertimbangkan kembali keinginan serta keputusan Anda sebagai seorang freelancer. Jika sudah yakin, Anda bisa segera hubungi perusahaan tersebut.

6. Pertimbangkan Tarif
Setelah memberikan yang terbaik sehingga menjadi freelancer yang cukup sukses, Anda bisa mempertimbangkan harga. Kemampuan atau skill yang Anda miliki harus mempunyai nilai tersendiri. Bagi pemula, jangan terlalu tinggi menentukan 'tarif' melihat pengalaman yang belum memadai. Anda bisa bertahap meningkatkan angka sesuai dengan kualitas yang Anda berikan. Setiap freelancer tidak akan memiliki 'tarif' yang tetap. "Bagi saya, 'tarif' tergantung jenis pekerjaannya, waktu yang telah diberikan, serta rincian lainnya," ujar Poonam Gaikwad, seorang freelance make-up artist.

Tips Menetapkan Tujuan Jangka Pendek & Panjang dalam Karir

Setiap orang tentunya ingin mempunyai karir yang sukses. Untuk mencapainya, ada beberapa cara yang perlu diperhatikan. Salah satunya menetapkan tujuan dalam perencanaan karir, karena tujuan karir itu sendiri adalah sesuatu yang ingin dicapai seseorang di masa depan sebagai tolok ukur keberhasilan karirnya. Seperti dikutip oleh About, terdapat beberapa cara menetapkan tujuan dalam perencanaan karir. Simak caranya berikut ini.

Tetapkan Tujuan Jangka Panjang
Jika Anda merupakan tipe orang yang 'go with the flow' atau menjalani sesuatu apa yang ada saat ini, harus segera diubah. Anda perlu memiliki strategi atau perencanaan dalam mengembangkan karir. Salah satunya dengan menetapkan tujuan jangka panjang. Hal tersebut untuk membantu Anda mempunyai gambaran akan jadi apa nantinya atau berkarir di mana dan sebagai apa dalam waktu tiga sampai lima tahun ke depan.

Tetapkan Tujuan Jangka Pendek
Anda juga perlu tetapkan tujuan untuk jangka pendek. Tujuan ini yang harus dapat dicapai dalam kurun waktu satu hingga tiga tahun kedepan. Tujuan jangka pendek merupakan dasar-dasar contoh tujuan karir yang Anda ikuti untuk membantu Anda dalam cara yang kecil.

Agar kedua tujuan tersebut dapat tercapai, ada enam kriteria yang perlu diterapkan dalam tujuan Anda:

- Dibayangkan
Anda harus bisa membuat tujuan karir tersebut ke dalam kata-kata.

- Tercapai
Anda perlu memiliki energi dan waktu untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

- Percaya
Percayalah bahwa Anda dapat mencapai tujuan yang sudah ditentukan tersebut.

- Meraihnya dalam Waktu Tertentu
Anda harus mampu menyatakan berapa lama bisa meraih tujuan yang ingin dicapai.

- Ditetapkan Secara Jelas
Ketahui persis apa tujuan Anda sebenarnya.

- Fleksibel
Harus bersedia mengubah tujuan Anda sesuai kebutuhan.

Setelah mendefinisikan dengan baik tujuan jangka panjang dan jangka pendek, Anda dapat terus mengembangkan rencana karir. Rencana karir akan menampilkan semua tujuan Anda dan langkah-langkah yang harus diambil untuk menjangkaunya. Jika tujuan sudah memenuhi kriteria yang tercantum, maka akan lebih mudah untuk berhasil mencapainya.

Tips Mengatasi Konflik dengan Atasan di Kantor

 Konflik merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan profesional. Selain di rumah, konflik juga bisa terjadi di lingkungan kerja. Senyaman apa pun pekerjaan Anda saat ini, konflik tentunya akan selalu muncul, baik itu dengan rekan kerja bahkan atasan sekalipun.

Konflik itu sendiri biasanya terjadi karena adanya perbedaan pendapat, kesalahpahaman atau bisa juga karena kecemburuan sosial. Lalu, bagaimana cara mengatasi hal tersebut? Simaklah tujuh tips untuk mengatasi konflik dengan atasan di kantor berikut ini, seperti dilansir oleh eHow.

1. Tenang dan biarkan emosi Anda terkontrol dengan baik. Jika Anda harus melangkah pergi dari situasi tersebut selama satu atau dua hari, maka lakukanlah. Jangan sampai Anda mengatakan apa yang Anda rasakan terhadap sesuatu atau seseorang saat Anda dalam situasi sedang marah dan emosi. Karena dengan mengatakannya dapat membuat Anda menyesal nantinya.

2. Lakukanlah pertemuan secara personal dengan bos pada suatu waktu. Kemudian katakanlah dengan jujur apa yang dirasakan atau hal yang apa yang mengganggu Anda. Dengan begitu tidak akan ada terjadi kesalahpahaman lagi.

3. Biarkan atasan mengatakan sudut pandangnya tanpa memotong pembicaraannya. Ingatlah bahwa masing-masing orang memiliki cerita dan pendapat yang berbeda-beda. Meskipun Anda mengetahui bahwa Andalah yang benar, Anda juga perlu tetap menghormati pendapat si bos.

4. Anda juga bisa mengusulkan cara yang efektif untuk menyelesaikan perbedaan yang bertentangan antara Anda dengan si bos.

5. Menyepakati masa percobaan untuk memvalidasi bahwa hubungan kerja antara Anda dengan atasan sudah diperbaiki dengan baik.

6. Jika semua cara gagal dan konflik antara Anda dan atasan masih terus berlanjut, maka usahakanlah cari pihak ketiga yang bisa membantu menyelesaikan permasalahan tersebut, misalnya staf HRD. Karena biasanya pihak ketiga mempunyai solusi dengan cara yang netral tanpa memihak di antara keduanya.

7. Jika bantuan dari pihak ketiga juga tidak dapat berjalan dengan baik, mungkin ini waktunya Anda untuk mempertimbangkan pindah ke tempat lain.

Tipe Atasan & Cara Menghadapinya

Apa Anda sering bermasalah dengan atasan? Terkadang, kemauan atasan tidak sama dengan keinginanan Anda. Hal itu cenderung menimbulkan permasalahan yang bisa menjadi masalah nantinya. Untuk itu, Anda harus berhati-hati ketika mengahadapi si bos. Pelajari terlebih dahulu kepribadiannya agar bisa mengerti bagaimana cara menanganinya. Dikutip dari Times of India, berikut enam tipe atasan dan cara menanganinya.

1. The Dangler
Atasan dengan tipe ini biasanya lebih mementingkan kepentingan pribadi. Terkadang, ucapan mereka pun hanya berupa janji. Bahkan, mereka tidak segan-segan mengganggu Anda saat hari libur atau ketika cuti. Atasan yang bertipe the dangler cenderung malas dan tidak mau repot.

Cara Menanganinya: Berlatihlah menulis tentang pencapaian yang telah Anda lakukan kepada perusahaan, kemudian kirimkan kepada atasan melalui e-mail. Ingatkan atasan mengenai janji yang pernah dia katakan. Yakinlah pada diri sendiri kalau Anda adalah karyawan yang berkualitas. Hal ini bisa membuat si bos berpikir dan takut kehilangan Anda sehingga tidak memperlakukan Anda seenaknya.

2. The Best Friend
Tipe bos seperti ini bisa diajak kerja sama. Anda dapat mengakrabkan diri untuk rencana membangun perusahaan. Namun, jangan sampai kedekatan itu membuat atasan mengenal kepribadian Anda lebih mendalam. Apalagi jika si bos tidak lagi menganggap Anda karyawan atau memiliki perasaan yang lain terhadap Anda. Hal tersebut bisa menjadi bencana yang mengancam karier suatu hari nanti kalau terjadi sesuatu di antara kalian.

Cara Menanganinya: Berikan batasan dalam menghadapi atasan yang bertipe the best friend. Pisahkan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan. Dengan begitu, semua akan berjalan dengan seimbang.

3. The Viper
Atasan yang bertipe the viper biasanya suka memberikan kritik pedas terhadap karyawannya. Ucapannya bagaikan ular yang berbisa. Setiap ada kesalahan, atasan pasti menyinggung Anda yang bisa membuat malu di hadapan orang banyak dengan kata-kata yang menusuk.

Cara Menanganinya: Jangan bersikap keras kepada atasan tipe ini atau Anda terlibat dalam masalah. Cobalah lebih bersabar saat menghadapinya. Latih diri Anda untuk berkomunikasi dengan atasan melalui pikiran yang terbuka. Ingat, di sisi lain, mereka masih mempunyai hati yang lembut.

4. The Number Cruncher
Bos dengan tipe ini hanya peduli terhadap data perusahaan, apakah telah meningkat atau masih tetap pada posisi yang sama. Mereka tidak melihat seberapa keras usaha Anda walaupun Anda sudah sukses menyelesaikan suatu proyek. Tidak ada bonus atau apapun yang bisa membangkitkan semangat karyawannya bekerja kembali sebelum perusahaan berkembang pesat.

Cara menghadapinya: Buatlah laporan berbentuk data yang komparatif mengenai kualitas yang telah dilakukan ketika menghadapi pesaing perusahaan. Menyimpan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan waktu penyelesaian proyek yang pernah diselesaikan. Hal tersebut sebagai bukti kepada atasan kalau diri Anda memang berkompeten dalam memajukan perusahaan.

5. The Invisible Man
Atasan bertipe the invisible man biasanya jarang sekali ada di tempat. Mereka cenderung memberikan kendali perusahaan kepada karyawan, mungkin salah satunya Anda. Bahkan, ketika timbul suatu masalah yang perlu didiskusikan bersama atasan, mereka sangat susah ditemui karena alasan pribadi. Hal itu bisa berdampak buruk terhadap perusahaan.

Cara menghadapinya: Temukan cara supaya Anda bisa mengatur jadwal pertemuan dengan atasan setiap minggu. Bagaimanapun sibuknya mereka, evaluasi dan komunikasi secara langsung antara Anda serta atasan sangat penting. Bisa saja mereka memang tidak menyadari bahwa Anda juga membutuhkan bantuannya.

6. The Flaming Fury
Kapan terakhir Anda melihat bos tersenyum? Jika jawabannya hampir tidak pernah atau senyumnya sangat mahal berarti atasan mempunyai tipe ini. Umumnya, mereka dikenal sebagai pribadi yang galak. Jika pekerjaan Anda kurang memuaskan, sedikit cacian serta teriakan akan menggema di telinga Anda.

Cara menghadapinya: Mencoba tersenyum dan tetap menghormati atasan. Tunjukkan sikap lembut dan bersahabat walaupun mereka tidak merespon. Atasan yang seperti ini kerap kali berpikir kalau dia bisa mendapatkan apa yang diinginkan dengan marah-marah. Untuk itu, jika Anda terus menunjukkan sikap berteman dengan atasan, tidak menutup kemungkinan kalau si bos akan mengubah pandangannya terhadap Anda.

Hari Pertama Kerja? Perhatikan 4 Langkah Ini

 Setelah melalui proses rekrutmen yang penuh dengan persaingan, sekarang saatnya bagi Anda untuk memulai tahap berikutnya.

Menjadi anak baru di kantor memang bukan perkara yang mudah. Bertemu dengan banyaknya rekan kerja di kantor baru, mengetahui seperti apa lingkungan kerjanya dan apakah mereka akan menyukai Anda, tentunya hal tersebut membuat Anda merasa gugup.

Namun jangan khawatir, ada beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk membantu Anda menyesuaikan diri dengan dunia kerja, seperti dilansir oleh About.

1. Simak dan Amati
Dengan mendengarkan dan mengamati, Anda akan mendapatkan banyak informasi dan pembelajaran. Anda juga bisa belajar untuk memahami lingkungan kerja sekitar.

2. Bantu dan Inisiatif
Salah satu cara agar mudah disukai di tempat kerja adalah menjadi rekan kerja yang berinisiatif dan senang membantu. Jika pekerjaan yang dikerjakan sudah selesai, jangan hanya berdiam diri dan menunggu penugasan selanjutnya. Sebaiknya tanyakan kepada atasan apa lagi yang bisa Anda lakukan selanjutnya.

3. Bersikap Sopan
Penting untuk Anda selalu berperilaku sopan dan menjaga sikap untuk tetap positif di kantor. Tak ada salahnya Anda menjalin komunikasi yang baik terlebih dahulu dengan semua personil di tempat kerja, terutama rekan kerja dalam tim.

4. Hindari Bergosip
Godaan untuk ikut bergosip dengan rekan kerja di kantor memang sulit ditolak. Di awal-awal Anda bekerja, sebaiknya hindari kegiatan tersebut. Alangkah baiknya Anda memperbanyak teman di kantor ketimbang merusak citra diri sendiri hanya karena ikut-ikutan berkomentar dan terlibat dalam gosip.

Wanita yang Bekerja Lembur Rawan Terkena Kanker Payudara

 Penelitian menunjukkan wanita yang mendapat giliran shift kerja malam atau lembur, berisiko mengalami cidera. Rupanya bukan hanya risiko keamanan saja yang bisa dialami wanita, kesehatan juga dapat berpengaruh.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Occupational and Environmental Medicine menunjukan bahwa wanita yang bekerja di malam hari cenderung berisiko terkena kanker payudara. Penelitian terbaru yang didukung Danish Cancer Society itu melibatkan 18.500 wanita yang bekerja di Angkatan Darat Denmark antara tahun 1964 dan 1999. Para peneliti berhasil menghubungi 210 dari total 218 wanita yang terkena kanker payudara peridoe 1990-2003 yang masih hidup.

Dilansir oleh Daily Mail, penelitian tersebut memberikan peringatan bahwa risiko wanita terkena kanker karena bekerja di malam hari dapat mencapai 40 persen. Risiko akan semakin meningkat ketika seorang wanita harus bekerja di malam hari, dua kali dalam sepekan. Dibandingan dengan yang mendapat giliran jaga malam hanya sekali sepekan, wanita tersebut dua kali lebih berisiko terkena kanker payudara.

Apa yang menyebabkan bekerja di malam hari membuat wanita berisiko kena kanker? Para ahli percaya bahwa hormon dalam tubuh yang memiliki potensi untuk melawan sel tumor fungsinya menjadi terganggu karena paparan cahaya sepanjang malam ketika bekerja. Meningkatnya risiko kanker payudara itu juga terjadi karena terganggunya waktu istirahat atau jam tidur tubuh dan produksi hormon.

Sedangkan peneliti Johnni Hansen mengatakan bahwa bekerja dua malam selama sepekan tidak cukup untuk mengganggu jam tidur. Namun, jika hal ini terus menerus dilakukan selama bertahun-tahun, risikonya dapat mengganggu ritme tubuh dan pola tidur.

Para peneliti juga menemukan adanya kadar rendah melatonin pada orang-orang yang bekerja dan terpapar cahaya saat malam dapat meningkatkan pertumbuhan tumor. "Mungkin jam kerja malam bukan merupakan satu-satunya penyebab. Tapi, kerja di malam hari dapat meningkatkan kemungkinan gaya hidup yang berisiko, seperti kurangnya berolahraga," ujar Dr Rachel Greig, dari charity Breakthrough Breast Cancer.

Ia pun menyarankan agar para wanita mulai saat ini mengurangi konsumsi minuman beralkohol, rutin berolahraga, dan menjaga pola makan mereka untuk dapat mengurangi risiko kanker payudara.

Cara Agar Cepat Dapat Promosi Jabatan

Bagaimana caranya agar bisa cepat dapat promosi jabatan? Seberapa besar pun bos menyukai Anda, bukan berarti promosi tersebut akan didapat dengan mudah. Ada hal-hal tertentu yang diharapkan atasan Anda mengetahuinya tanpa harus diberitahu, sehingga promosi jabatan pun bisa diberikannya..

1. Perhatikan Keseharian Anda di Luar Kantor
Saat di kantor, mungkin bos tidak selalu memperhatikan gerak-gerik bawahannya secara detail. Meskipun demikian, bukan berarti karyawannya bisa semena-mena untuk tidak bersikap profesional. Tanyakanlah pada diri sendiri, apakah ingin bos selalu membaca keluh kesah serta curhatan setiap kali Anda memposting di situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

Seorang President of Factor in Talent di sebuah perusahaan konsultan yang berbasis di Massachusetts, Edith Onderick Harvey mengatakan, “Hati-hatilah untuk berbagi cerita soal akhir pekan. Jika tidak, mungkin saja atasan akan melihat Anda kurang profesional dan hal tersebut akan memengaruhi dia menghargai Anda sebagai karyawannya.”

2. Sikap Anda Sama Pentingnya dengan Pekerjaan
Suka atau tidak, politik kantor memang menjadi bagian dari keseharian kerja, bahkan dalam jangka waktu yang panjang. Onderick Harvey mengatakan bahwa, "seorang manajer di kantor mungkin tidak akan memberitahukan kepada Anda bahwa pekerjaan yang diperintahkan merupakan tanggung jawab Anda yang harus diselesaikan secepatnya." Jadi maksudnya yaitu tanpa harus disuruh, tanpa harus dikatakan, Anda harus sadar dan inisiatif sendiri.

Perilaku, sikap dan sifat Anda ibarat sama pentingnya dengan pekerjan. Oleh karena itu, bersikaplah sopan dan santun, karena jika bersikap kasar atau tidak menyenangkan, dapat menyulitkan Anda untuk mendapatkan promosi dari atasan.

3. Jangan Takut Berbicara
Jangan takut untuk membuat diri Anda didengar oleh orang lain, baik itu dengan atasan atau rekan kerja lainnya. “Para karyawan yang berharga selalu tidak pernah takut untuk mengambil inisiatif,” kata Patty Briguglio, seorang President of MMI Public Relations di California Utara.

“Saya suka memiliki karyawan yang tidak takut menunjukkan kepribadiannya. Saya tidak ingin seseorang yang hanya diam dan berada di belakang meja kerja saja,” tambahnya. Jadi jika Anda menginginkan promosi, berusahalah untuk selalu memberikan opini dan memiliki inisiatif. Biarkan atasan Anda tahu apa yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan.

4. Perhatikan Kemauan Pimpinan
Jika tidak yakin apakah si bos lebih suka berkomunikasi dalam rapat atau justru menyukai komunikasi lewat telepon, sms, maupun e-mail, jangan ragu untuk bertanya langsung padanya. Cara ini akan menunjukkan bahwa Anda adalah karyawan yang memiliki inisiatif. Setelah mengetahuinya, Anda akan bisa menyesuaikannya lebih lanjut. Misalnya, jika atasan lebih suka berkomunikasi dengan karyawannya melalui e-mail, maka sebaiknya tidak mendorongnya untuk selalu berkomunikasi dengan Anda secara langsung.

5. Miliki Motivasi
Saat Anda berhasil menyelesaikan sebuah pekerjaan atau proyek besar bersama tim atau rekan kerja, jangan lupa untuk mengucapkan ucapan selamat pada tim Anda melalui e-mail. Anda juga perlu CC hal tersebut kepada bos. Cara tersebut membantu Anda untuk mengirimkan review atau laporan dari proyek yang sudah terselesaikan dengan baik.
Minggu, 24 Juni 2012

Tips Jitu Agar Performa Kerja Disukai Atasan

Bisa menjadi kesayangan atasan di kantor merupakan keinginan setiap karyawan. Bagaimana tidak? Selain dapat mempermudah kenaikan jabatan, Anda juga bisa mendapatkan banyak pengalaman serta ilmu dari si bos.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu agar Anda tidak dicap sebagai 'si penjilat' oleh rekan kerja lainnya. Jika Anda memakai cara yang positif dan benar, serta tidak melupakan sikap yang profesional sebagai karyawan, maka tidak masalah Anda melakukan cara-cara berikut ini, seperti dikutip dari All Women Stalk.

1. Minta Saran
Anda tidak akan pernah tahu akan sesuatu jika tidak pernah bertanya. Jadi saat Anda menyelesaikan sebuah pekerjaan atau proyek yang besar, lebih baik periksalah terlebih dahulu dengan atasan. Apabila bos mengatakan bahwa pekerjaan yang sudah dilakukan tersebut terbilang sempurna, maka jadikanlah acuan untuk lebih maju lagi. Tapi jika bos memiliki beberapa saran, dengarkanlah dengan seksama dan menerapkannya pada pekerjaan selanjutnya.

2. Mengakui Kesalahan
Setiap orang tentunya selalu belajar dari segala kesalahan maupun kegagalan. Jadi jika Anda ingin disukai oleh atasan di kantor, maka akuilah kesalahan yang sudah diperbuat. Jangan sampai Anda malah menyalahkan orang lain atau rekan kerja satu tim. Mengatakan hal yang sebenarnya dapat membuat si bos menghargai kejujuran Anda.

3. Tepat Waktu
Sebaiknya datanglah ke kantor tepat pada waktunya. Datang terlambat hanya akan membuat Anda dicap oleh si bos sebagai karyawan yang pemalas dan tidak pernah on time. Jika hal itu tidak ingin terjadi pada diri Anda, mulai saat ini cobalah untuk lebih disiplin baik dengan diri sendiri, maupun pekerjaan.

4. Selalu Menikmati Pekerjaan
Tidak ada yang lebih menyenangkan bagi atasan selain melihat karyawannya menikmati pekerjaan yang telah diperintahkan. Ini merupakan salah satu kunci agar bos menjuluki Anda sebagai karyawan yang rajin dan pantang menyerah.

5. Ruangan Kerja Rapi
Jagalah meja kerja Anda dengan bersih, segala macam file pekerjaan terorganisir dan membuat folder sehingga Anda dapat mengakses pekerjaan dengan cepat. Itu akan menunjukkan atasan bahwa Anda adalah tipe karyawan yang teratur dan rapi.

6. Mengenakan Pakaian yang Sopan
Sangatlah tidak nyaman apabila Anda memakai kemeja yang terlalu ketat. Percayalah, bahwa Anda akan menjadi bahan gunjingan akibat memakai pakaian yang terlalu seksi. Jadi berbusanalah yang pantas saat ke kantor.

7. Jangan Takut Ambil Risiko
Risiko selalu ada dalam setiap pekerjaan dan rencana apapun, baik itu gagal maupun berhasil. Jadi jika Anda harus mengambil risiko dalam menyelesaikan pekerjaan yang diperintahkan oleh atasan, maka jadikanlah ini sebagai pemicu bahwa Anda akan berhasil. Dengan begitu, bos akan menganggap Anda adalah karyawan yang bisa diandalkan meskipun dalam keadaan sulit.