Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label TIPS KERJA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS KERJA. Tampilkan semua postingan
Senin, 25 Juni 2012

Cara Sukses Menjadi Freelancer

Freelancer merupakan pekerjaan dengan jam kerja fleksibel tapi menghasilkan. Mungkin Anda sangat tergiur mempunyai pekerjaan yang fleksibel, apalagi jika masih melanjutkan pendidikan. Namun, tidak semudah yang dibayangkan, Anda harus bisa mengatur strategi supaya pekerjaan tersebut berjalan dengan lancar. Untuk itu, diperlukan langkah yang tepat untuk seorang freelancer. Dikutip dari iDiva, simaklah lima cara berikut agar Anda bisa menjadi seorang freelancer yang sukses.

1. Tentukan Bidang Pekerjaan yang Sesuai
Sebelum masuk ke dunia freelance, sebaiknya Anda menentukan terlebih dahulu bidang apa yang ingin dijalani sesuai dengan minat serta hobi Anda. Jika Anda senang menulis, mungkin penulis atau jurnalis lepas dapat menjadi pilihan. Kalau Anda pecinta fashion, pilih fashion editor, desain interior, atau desainer fashion agar bakat semakin berkembang. Jika mencintai bidang fotografi, fotografer freelance juga merupakan pilihan baik karena fotografer freelance dapat berdiri sendiri atau bergabung bersama suatu perusahaan atau organisasi.

2. Memperluas Komunikasi kepada Banyak Orang
Setelah menentukan bidang yang akan ditempuh, perluaslah jaringan komunikasi dengan semua orang, terutama teman yang sudah mempunyai pengalaman dalam bidang Anda. Untuk menjadi freelancer, sangat penting mempromosikan diri di hadapan banyak orang.

Hal itu bisa dilakukan dengan menghubungi perusahaan yang pernah menerima Anda magang, mencari orang yang ahli dalam bidang tersebut, serta menjalin komunikasi seluas-luasnya hingga menemukan orang yang tepat diajak kerja sama. "Butuh ekstra sabar saat menjalaninya, tapi jika Anda sudah membuka satu pintu, pintu selanjutnya akan terbuka dengan sendirinya," tutur Yoshita Shah, seorang freelance journalist.

3. Manfaatkan Media Sosial
Manfaatkan media sosial sebagai 'jembatan' menjaring informasi, mempromosikan diri, serta berteman dengan banyak orang yang bisa membantu Anda nantinya. Anda dapat gunakan Facebook, Twitter, Linkedln, atau blog untuk mencari dan menyebarluaskan segala informasi.

4. E-Mail Marketing
Anda bisa gunakan e-mail sebagai strategi pemasaran. Kirimkan sebuah pesan yang berisi 'pengenalan' Anda kepada perusahaan, suatu kelompok, atau organisasi tertentu. Hal ini sangat mudah dilakukan dan cukup membantu demi pekerjaan Anda kedepannya.

5. Mencari Peluang di Internet
Temukan peluang Anda di internet. Gunakan search engine untuk mencari perusahaan yang menerima freelancer sesuai dengan bidang Anda. Kemudian, pertimbangkan kembali keinginan serta keputusan Anda sebagai seorang freelancer. Jika sudah yakin, Anda bisa segera hubungi perusahaan tersebut.

6. Pertimbangkan Tarif
Setelah memberikan yang terbaik sehingga menjadi freelancer yang cukup sukses, Anda bisa mempertimbangkan harga. Kemampuan atau skill yang Anda miliki harus mempunyai nilai tersendiri. Bagi pemula, jangan terlalu tinggi menentukan 'tarif' melihat pengalaman yang belum memadai. Anda bisa bertahap meningkatkan angka sesuai dengan kualitas yang Anda berikan. Setiap freelancer tidak akan memiliki 'tarif' yang tetap. "Bagi saya, 'tarif' tergantung jenis pekerjaannya, waktu yang telah diberikan, serta rincian lainnya," ujar Poonam Gaikwad, seorang freelance make-up artist.

Tips Menetapkan Tujuan Jangka Pendek & Panjang dalam Karir

Setiap orang tentunya ingin mempunyai karir yang sukses. Untuk mencapainya, ada beberapa cara yang perlu diperhatikan. Salah satunya menetapkan tujuan dalam perencanaan karir, karena tujuan karir itu sendiri adalah sesuatu yang ingin dicapai seseorang di masa depan sebagai tolok ukur keberhasilan karirnya. Seperti dikutip oleh About, terdapat beberapa cara menetapkan tujuan dalam perencanaan karir. Simak caranya berikut ini.

Tetapkan Tujuan Jangka Panjang
Jika Anda merupakan tipe orang yang 'go with the flow' atau menjalani sesuatu apa yang ada saat ini, harus segera diubah. Anda perlu memiliki strategi atau perencanaan dalam mengembangkan karir. Salah satunya dengan menetapkan tujuan jangka panjang. Hal tersebut untuk membantu Anda mempunyai gambaran akan jadi apa nantinya atau berkarir di mana dan sebagai apa dalam waktu tiga sampai lima tahun ke depan.

Tetapkan Tujuan Jangka Pendek
Anda juga perlu tetapkan tujuan untuk jangka pendek. Tujuan ini yang harus dapat dicapai dalam kurun waktu satu hingga tiga tahun kedepan. Tujuan jangka pendek merupakan dasar-dasar contoh tujuan karir yang Anda ikuti untuk membantu Anda dalam cara yang kecil.

Agar kedua tujuan tersebut dapat tercapai, ada enam kriteria yang perlu diterapkan dalam tujuan Anda:

- Dibayangkan
Anda harus bisa membuat tujuan karir tersebut ke dalam kata-kata.

- Tercapai
Anda perlu memiliki energi dan waktu untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

- Percaya
Percayalah bahwa Anda dapat mencapai tujuan yang sudah ditentukan tersebut.

- Meraihnya dalam Waktu Tertentu
Anda harus mampu menyatakan berapa lama bisa meraih tujuan yang ingin dicapai.

- Ditetapkan Secara Jelas
Ketahui persis apa tujuan Anda sebenarnya.

- Fleksibel
Harus bersedia mengubah tujuan Anda sesuai kebutuhan.

Setelah mendefinisikan dengan baik tujuan jangka panjang dan jangka pendek, Anda dapat terus mengembangkan rencana karir. Rencana karir akan menampilkan semua tujuan Anda dan langkah-langkah yang harus diambil untuk menjangkaunya. Jika tujuan sudah memenuhi kriteria yang tercantum, maka akan lebih mudah untuk berhasil mencapainya.

Tips Mengatasi Konflik dengan Atasan di Kantor

 Konflik merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan profesional. Selain di rumah, konflik juga bisa terjadi di lingkungan kerja. Senyaman apa pun pekerjaan Anda saat ini, konflik tentunya akan selalu muncul, baik itu dengan rekan kerja bahkan atasan sekalipun.

Konflik itu sendiri biasanya terjadi karena adanya perbedaan pendapat, kesalahpahaman atau bisa juga karena kecemburuan sosial. Lalu, bagaimana cara mengatasi hal tersebut? Simaklah tujuh tips untuk mengatasi konflik dengan atasan di kantor berikut ini, seperti dilansir oleh eHow.

1. Tenang dan biarkan emosi Anda terkontrol dengan baik. Jika Anda harus melangkah pergi dari situasi tersebut selama satu atau dua hari, maka lakukanlah. Jangan sampai Anda mengatakan apa yang Anda rasakan terhadap sesuatu atau seseorang saat Anda dalam situasi sedang marah dan emosi. Karena dengan mengatakannya dapat membuat Anda menyesal nantinya.

2. Lakukanlah pertemuan secara personal dengan bos pada suatu waktu. Kemudian katakanlah dengan jujur apa yang dirasakan atau hal yang apa yang mengganggu Anda. Dengan begitu tidak akan ada terjadi kesalahpahaman lagi.

3. Biarkan atasan mengatakan sudut pandangnya tanpa memotong pembicaraannya. Ingatlah bahwa masing-masing orang memiliki cerita dan pendapat yang berbeda-beda. Meskipun Anda mengetahui bahwa Andalah yang benar, Anda juga perlu tetap menghormati pendapat si bos.

4. Anda juga bisa mengusulkan cara yang efektif untuk menyelesaikan perbedaan yang bertentangan antara Anda dengan si bos.

5. Menyepakati masa percobaan untuk memvalidasi bahwa hubungan kerja antara Anda dengan atasan sudah diperbaiki dengan baik.

6. Jika semua cara gagal dan konflik antara Anda dan atasan masih terus berlanjut, maka usahakanlah cari pihak ketiga yang bisa membantu menyelesaikan permasalahan tersebut, misalnya staf HRD. Karena biasanya pihak ketiga mempunyai solusi dengan cara yang netral tanpa memihak di antara keduanya.

7. Jika bantuan dari pihak ketiga juga tidak dapat berjalan dengan baik, mungkin ini waktunya Anda untuk mempertimbangkan pindah ke tempat lain.

Tipe Atasan & Cara Menghadapinya

Apa Anda sering bermasalah dengan atasan? Terkadang, kemauan atasan tidak sama dengan keinginanan Anda. Hal itu cenderung menimbulkan permasalahan yang bisa menjadi masalah nantinya. Untuk itu, Anda harus berhati-hati ketika mengahadapi si bos. Pelajari terlebih dahulu kepribadiannya agar bisa mengerti bagaimana cara menanganinya. Dikutip dari Times of India, berikut enam tipe atasan dan cara menanganinya.

1. The Dangler
Atasan dengan tipe ini biasanya lebih mementingkan kepentingan pribadi. Terkadang, ucapan mereka pun hanya berupa janji. Bahkan, mereka tidak segan-segan mengganggu Anda saat hari libur atau ketika cuti. Atasan yang bertipe the dangler cenderung malas dan tidak mau repot.

Cara Menanganinya: Berlatihlah menulis tentang pencapaian yang telah Anda lakukan kepada perusahaan, kemudian kirimkan kepada atasan melalui e-mail. Ingatkan atasan mengenai janji yang pernah dia katakan. Yakinlah pada diri sendiri kalau Anda adalah karyawan yang berkualitas. Hal ini bisa membuat si bos berpikir dan takut kehilangan Anda sehingga tidak memperlakukan Anda seenaknya.

2. The Best Friend
Tipe bos seperti ini bisa diajak kerja sama. Anda dapat mengakrabkan diri untuk rencana membangun perusahaan. Namun, jangan sampai kedekatan itu membuat atasan mengenal kepribadian Anda lebih mendalam. Apalagi jika si bos tidak lagi menganggap Anda karyawan atau memiliki perasaan yang lain terhadap Anda. Hal tersebut bisa menjadi bencana yang mengancam karier suatu hari nanti kalau terjadi sesuatu di antara kalian.

Cara Menanganinya: Berikan batasan dalam menghadapi atasan yang bertipe the best friend. Pisahkan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan. Dengan begitu, semua akan berjalan dengan seimbang.

3. The Viper
Atasan yang bertipe the viper biasanya suka memberikan kritik pedas terhadap karyawannya. Ucapannya bagaikan ular yang berbisa. Setiap ada kesalahan, atasan pasti menyinggung Anda yang bisa membuat malu di hadapan orang banyak dengan kata-kata yang menusuk.

Cara Menanganinya: Jangan bersikap keras kepada atasan tipe ini atau Anda terlibat dalam masalah. Cobalah lebih bersabar saat menghadapinya. Latih diri Anda untuk berkomunikasi dengan atasan melalui pikiran yang terbuka. Ingat, di sisi lain, mereka masih mempunyai hati yang lembut.

4. The Number Cruncher
Bos dengan tipe ini hanya peduli terhadap data perusahaan, apakah telah meningkat atau masih tetap pada posisi yang sama. Mereka tidak melihat seberapa keras usaha Anda walaupun Anda sudah sukses menyelesaikan suatu proyek. Tidak ada bonus atau apapun yang bisa membangkitkan semangat karyawannya bekerja kembali sebelum perusahaan berkembang pesat.

Cara menghadapinya: Buatlah laporan berbentuk data yang komparatif mengenai kualitas yang telah dilakukan ketika menghadapi pesaing perusahaan. Menyimpan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan waktu penyelesaian proyek yang pernah diselesaikan. Hal tersebut sebagai bukti kepada atasan kalau diri Anda memang berkompeten dalam memajukan perusahaan.

5. The Invisible Man
Atasan bertipe the invisible man biasanya jarang sekali ada di tempat. Mereka cenderung memberikan kendali perusahaan kepada karyawan, mungkin salah satunya Anda. Bahkan, ketika timbul suatu masalah yang perlu didiskusikan bersama atasan, mereka sangat susah ditemui karena alasan pribadi. Hal itu bisa berdampak buruk terhadap perusahaan.

Cara menghadapinya: Temukan cara supaya Anda bisa mengatur jadwal pertemuan dengan atasan setiap minggu. Bagaimanapun sibuknya mereka, evaluasi dan komunikasi secara langsung antara Anda serta atasan sangat penting. Bisa saja mereka memang tidak menyadari bahwa Anda juga membutuhkan bantuannya.

6. The Flaming Fury
Kapan terakhir Anda melihat bos tersenyum? Jika jawabannya hampir tidak pernah atau senyumnya sangat mahal berarti atasan mempunyai tipe ini. Umumnya, mereka dikenal sebagai pribadi yang galak. Jika pekerjaan Anda kurang memuaskan, sedikit cacian serta teriakan akan menggema di telinga Anda.

Cara menghadapinya: Mencoba tersenyum dan tetap menghormati atasan. Tunjukkan sikap lembut dan bersahabat walaupun mereka tidak merespon. Atasan yang seperti ini kerap kali berpikir kalau dia bisa mendapatkan apa yang diinginkan dengan marah-marah. Untuk itu, jika Anda terus menunjukkan sikap berteman dengan atasan, tidak menutup kemungkinan kalau si bos akan mengubah pandangannya terhadap Anda.

Hari Pertama Kerja? Perhatikan 4 Langkah Ini

 Setelah melalui proses rekrutmen yang penuh dengan persaingan, sekarang saatnya bagi Anda untuk memulai tahap berikutnya.

Menjadi anak baru di kantor memang bukan perkara yang mudah. Bertemu dengan banyaknya rekan kerja di kantor baru, mengetahui seperti apa lingkungan kerjanya dan apakah mereka akan menyukai Anda, tentunya hal tersebut membuat Anda merasa gugup.

Namun jangan khawatir, ada beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk membantu Anda menyesuaikan diri dengan dunia kerja, seperti dilansir oleh About.

1. Simak dan Amati
Dengan mendengarkan dan mengamati, Anda akan mendapatkan banyak informasi dan pembelajaran. Anda juga bisa belajar untuk memahami lingkungan kerja sekitar.

2. Bantu dan Inisiatif
Salah satu cara agar mudah disukai di tempat kerja adalah menjadi rekan kerja yang berinisiatif dan senang membantu. Jika pekerjaan yang dikerjakan sudah selesai, jangan hanya berdiam diri dan menunggu penugasan selanjutnya. Sebaiknya tanyakan kepada atasan apa lagi yang bisa Anda lakukan selanjutnya.

3. Bersikap Sopan
Penting untuk Anda selalu berperilaku sopan dan menjaga sikap untuk tetap positif di kantor. Tak ada salahnya Anda menjalin komunikasi yang baik terlebih dahulu dengan semua personil di tempat kerja, terutama rekan kerja dalam tim.

4. Hindari Bergosip
Godaan untuk ikut bergosip dengan rekan kerja di kantor memang sulit ditolak. Di awal-awal Anda bekerja, sebaiknya hindari kegiatan tersebut. Alangkah baiknya Anda memperbanyak teman di kantor ketimbang merusak citra diri sendiri hanya karena ikut-ikutan berkomentar dan terlibat dalam gosip.

Wanita yang Bekerja Lembur Rawan Terkena Kanker Payudara

 Penelitian menunjukkan wanita yang mendapat giliran shift kerja malam atau lembur, berisiko mengalami cidera. Rupanya bukan hanya risiko keamanan saja yang bisa dialami wanita, kesehatan juga dapat berpengaruh.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Occupational and Environmental Medicine menunjukan bahwa wanita yang bekerja di malam hari cenderung berisiko terkena kanker payudara. Penelitian terbaru yang didukung Danish Cancer Society itu melibatkan 18.500 wanita yang bekerja di Angkatan Darat Denmark antara tahun 1964 dan 1999. Para peneliti berhasil menghubungi 210 dari total 218 wanita yang terkena kanker payudara peridoe 1990-2003 yang masih hidup.

Dilansir oleh Daily Mail, penelitian tersebut memberikan peringatan bahwa risiko wanita terkena kanker karena bekerja di malam hari dapat mencapai 40 persen. Risiko akan semakin meningkat ketika seorang wanita harus bekerja di malam hari, dua kali dalam sepekan. Dibandingan dengan yang mendapat giliran jaga malam hanya sekali sepekan, wanita tersebut dua kali lebih berisiko terkena kanker payudara.

Apa yang menyebabkan bekerja di malam hari membuat wanita berisiko kena kanker? Para ahli percaya bahwa hormon dalam tubuh yang memiliki potensi untuk melawan sel tumor fungsinya menjadi terganggu karena paparan cahaya sepanjang malam ketika bekerja. Meningkatnya risiko kanker payudara itu juga terjadi karena terganggunya waktu istirahat atau jam tidur tubuh dan produksi hormon.

Sedangkan peneliti Johnni Hansen mengatakan bahwa bekerja dua malam selama sepekan tidak cukup untuk mengganggu jam tidur. Namun, jika hal ini terus menerus dilakukan selama bertahun-tahun, risikonya dapat mengganggu ritme tubuh dan pola tidur.

Para peneliti juga menemukan adanya kadar rendah melatonin pada orang-orang yang bekerja dan terpapar cahaya saat malam dapat meningkatkan pertumbuhan tumor. "Mungkin jam kerja malam bukan merupakan satu-satunya penyebab. Tapi, kerja di malam hari dapat meningkatkan kemungkinan gaya hidup yang berisiko, seperti kurangnya berolahraga," ujar Dr Rachel Greig, dari charity Breakthrough Breast Cancer.

Ia pun menyarankan agar para wanita mulai saat ini mengurangi konsumsi minuman beralkohol, rutin berolahraga, dan menjaga pola makan mereka untuk dapat mengurangi risiko kanker payudara.

Cara Agar Cepat Dapat Promosi Jabatan

Bagaimana caranya agar bisa cepat dapat promosi jabatan? Seberapa besar pun bos menyukai Anda, bukan berarti promosi tersebut akan didapat dengan mudah. Ada hal-hal tertentu yang diharapkan atasan Anda mengetahuinya tanpa harus diberitahu, sehingga promosi jabatan pun bisa diberikannya..

1. Perhatikan Keseharian Anda di Luar Kantor
Saat di kantor, mungkin bos tidak selalu memperhatikan gerak-gerik bawahannya secara detail. Meskipun demikian, bukan berarti karyawannya bisa semena-mena untuk tidak bersikap profesional. Tanyakanlah pada diri sendiri, apakah ingin bos selalu membaca keluh kesah serta curhatan setiap kali Anda memposting di situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

Seorang President of Factor in Talent di sebuah perusahaan konsultan yang berbasis di Massachusetts, Edith Onderick Harvey mengatakan, “Hati-hatilah untuk berbagi cerita soal akhir pekan. Jika tidak, mungkin saja atasan akan melihat Anda kurang profesional dan hal tersebut akan memengaruhi dia menghargai Anda sebagai karyawannya.”

2. Sikap Anda Sama Pentingnya dengan Pekerjaan
Suka atau tidak, politik kantor memang menjadi bagian dari keseharian kerja, bahkan dalam jangka waktu yang panjang. Onderick Harvey mengatakan bahwa, "seorang manajer di kantor mungkin tidak akan memberitahukan kepada Anda bahwa pekerjaan yang diperintahkan merupakan tanggung jawab Anda yang harus diselesaikan secepatnya." Jadi maksudnya yaitu tanpa harus disuruh, tanpa harus dikatakan, Anda harus sadar dan inisiatif sendiri.

Perilaku, sikap dan sifat Anda ibarat sama pentingnya dengan pekerjan. Oleh karena itu, bersikaplah sopan dan santun, karena jika bersikap kasar atau tidak menyenangkan, dapat menyulitkan Anda untuk mendapatkan promosi dari atasan.

3. Jangan Takut Berbicara
Jangan takut untuk membuat diri Anda didengar oleh orang lain, baik itu dengan atasan atau rekan kerja lainnya. “Para karyawan yang berharga selalu tidak pernah takut untuk mengambil inisiatif,” kata Patty Briguglio, seorang President of MMI Public Relations di California Utara.

“Saya suka memiliki karyawan yang tidak takut menunjukkan kepribadiannya. Saya tidak ingin seseorang yang hanya diam dan berada di belakang meja kerja saja,” tambahnya. Jadi jika Anda menginginkan promosi, berusahalah untuk selalu memberikan opini dan memiliki inisiatif. Biarkan atasan Anda tahu apa yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan.

4. Perhatikan Kemauan Pimpinan
Jika tidak yakin apakah si bos lebih suka berkomunikasi dalam rapat atau justru menyukai komunikasi lewat telepon, sms, maupun e-mail, jangan ragu untuk bertanya langsung padanya. Cara ini akan menunjukkan bahwa Anda adalah karyawan yang memiliki inisiatif. Setelah mengetahuinya, Anda akan bisa menyesuaikannya lebih lanjut. Misalnya, jika atasan lebih suka berkomunikasi dengan karyawannya melalui e-mail, maka sebaiknya tidak mendorongnya untuk selalu berkomunikasi dengan Anda secara langsung.

5. Miliki Motivasi
Saat Anda berhasil menyelesaikan sebuah pekerjaan atau proyek besar bersama tim atau rekan kerja, jangan lupa untuk mengucapkan ucapan selamat pada tim Anda melalui e-mail. Anda juga perlu CC hal tersebut kepada bos. Cara tersebut membantu Anda untuk mengirimkan review atau laporan dari proyek yang sudah terselesaikan dengan baik.
Minggu, 24 Juni 2012

Tips Jitu Agar Performa Kerja Disukai Atasan

Bisa menjadi kesayangan atasan di kantor merupakan keinginan setiap karyawan. Bagaimana tidak? Selain dapat mempermudah kenaikan jabatan, Anda juga bisa mendapatkan banyak pengalaman serta ilmu dari si bos.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu agar Anda tidak dicap sebagai 'si penjilat' oleh rekan kerja lainnya. Jika Anda memakai cara yang positif dan benar, serta tidak melupakan sikap yang profesional sebagai karyawan, maka tidak masalah Anda melakukan cara-cara berikut ini, seperti dikutip dari All Women Stalk.

1. Minta Saran
Anda tidak akan pernah tahu akan sesuatu jika tidak pernah bertanya. Jadi saat Anda menyelesaikan sebuah pekerjaan atau proyek yang besar, lebih baik periksalah terlebih dahulu dengan atasan. Apabila bos mengatakan bahwa pekerjaan yang sudah dilakukan tersebut terbilang sempurna, maka jadikanlah acuan untuk lebih maju lagi. Tapi jika bos memiliki beberapa saran, dengarkanlah dengan seksama dan menerapkannya pada pekerjaan selanjutnya.

2. Mengakui Kesalahan
Setiap orang tentunya selalu belajar dari segala kesalahan maupun kegagalan. Jadi jika Anda ingin disukai oleh atasan di kantor, maka akuilah kesalahan yang sudah diperbuat. Jangan sampai Anda malah menyalahkan orang lain atau rekan kerja satu tim. Mengatakan hal yang sebenarnya dapat membuat si bos menghargai kejujuran Anda.

3. Tepat Waktu
Sebaiknya datanglah ke kantor tepat pada waktunya. Datang terlambat hanya akan membuat Anda dicap oleh si bos sebagai karyawan yang pemalas dan tidak pernah on time. Jika hal itu tidak ingin terjadi pada diri Anda, mulai saat ini cobalah untuk lebih disiplin baik dengan diri sendiri, maupun pekerjaan.

4. Selalu Menikmati Pekerjaan
Tidak ada yang lebih menyenangkan bagi atasan selain melihat karyawannya menikmati pekerjaan yang telah diperintahkan. Ini merupakan salah satu kunci agar bos menjuluki Anda sebagai karyawan yang rajin dan pantang menyerah.

5. Ruangan Kerja Rapi
Jagalah meja kerja Anda dengan bersih, segala macam file pekerjaan terorganisir dan membuat folder sehingga Anda dapat mengakses pekerjaan dengan cepat. Itu akan menunjukkan atasan bahwa Anda adalah tipe karyawan yang teratur dan rapi.

6. Mengenakan Pakaian yang Sopan
Sangatlah tidak nyaman apabila Anda memakai kemeja yang terlalu ketat. Percayalah, bahwa Anda akan menjadi bahan gunjingan akibat memakai pakaian yang terlalu seksi. Jadi berbusanalah yang pantas saat ke kantor.

7. Jangan Takut Ambil Risiko
Risiko selalu ada dalam setiap pekerjaan dan rencana apapun, baik itu gagal maupun berhasil. Jadi jika Anda harus mengambil risiko dalam menyelesaikan pekerjaan yang diperintahkan oleh atasan, maka jadikanlah ini sebagai pemicu bahwa Anda akan berhasil. Dengan begitu, bos akan menganggap Anda adalah karyawan yang bisa diandalkan meskipun dalam keadaan sulit.

Ingin Kerja di BUMN? Ini Tipsnya dari Petinggi Pertamina

Pertamina merupakan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang cukup diminati calon pencari kerja. Namun banyak pula orang yang gagal untuk masuk perusahaan tersebut. Bagaimana caranya agar bisa diterima kerja di BUMN?

VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Harun menjelaskan bagaimana proses perekrutan karyawan di perusahaannya. "Penerimaan karyawan biasanya setahun dua kali, awal dan akhir tahun. Kami menerima sekitar 150-200 orang," jelasnya saat berbincang dengan wolipop, Selasa (19/6/2012).

Bagi Anda yang tertarik bekerja di Pertamina, tidak perlu mengirimkan lamaran. Cukup dengan mengisi aplikasi di situs resmi Pertamina.

Selain melamar melalui situs resmi Pertamina, perusahaan yang dipimpin oleh Karen Agustiawan itu juga membuka kesempatan melalui job fair yang diadakan di kampus-kampus. Prosesnya sama seperti ketika mengisi lamaran melalui website Pertamina.com.

"Setelah semua datanya masuk, disubmit ke kita, kemudian akan diberikan kesempatan tes secara online," jelas Harun seraya menambahkan kalau sistem rekrutmen secara online ini sudah dilakukan Pertamina sejak empat tahun lalu.

Kesempatan tes secara online ini akan diberikan pada pelamar yang lolos seleksi administratif. Agar lolos seleksi administratif, calon karyawan sebaiknya memasukkan data diri selengkap mungkin. Persyaratan yang ditetapkan sebaiknya juga dipenuhi, mulai dari IPK minimal 3, jurusan yang sesuai dan pengalaman kerja.

Seleksi administratif ini akan dilakukan oleh sistem. Bagi Anda yang lolos, baru dikirimi surat atau email untuk menjalani tes via online. Apa saja biasanya yang menjadi materi tes melalui internet itu?

"Pengetahuan akademik dan bahasa Inggris," jelas pria yang bekerja di Pertamina sejak 1992 itu. Meski dilakukan secara online, bukan berarti Anda bisa dengan mudah menjawab pertanyaan. Ada batas waktu yang ditentukan sehingga pertanyaan harus dijawab dengan cepat dan tepat.

Setelah lolos tes administrasi, pengetahuan dan bahasa Inggris, pelamar kembali menjalani seleksi. Mereka akan dipanggil untuk menjalani tes wawancara. Pada tahapan wawancara ini cukup banyak pelamar yang gagal. Lantas bagaimana caranya agar bisa terpilih?

"Ini cluenya yang mau tes, kita ingin melihat apa yang membedakan seorang peserta dengan peserta lainnya. Kemampuan pribadi dia untuk sebuah perusahaan. Apa yang membedakan Anda dengan seorang peserta lain. Kita cari orang yang unggul," urai Harun.

Lolos dari tahap wawancara, pelamar masih harus menjalani satu tes lagi yaitu kesehatan. Baru setelah berhasil melewati semua tes tersebut, pelamar diterima bekerja. Untuk pelamar yang baru lulus kuliah, Pertamina biasanya harus ikut diklat selama setahun, sesuai bidangnya masing-masing.

Ini Dia Perkembangan Karir Anda Bila Bekerja di TV

Pesatnya pertumbuhan industri televisi di Indonesia, terutama dengan lahirnya banyak stasiun televisi lokal, dapat menjanjikan banyak harapan bagi masyarakat dengan terbukanya lapangan kerja yang luas. Bagi Anda yang tertarik bekerja di televisi, keuntungan yang didapat bukan hanya dari gaji saja. Meniti karir di dunia pertelevisian, dapat memiliki berbagai macam pengalaman, serta tantangan.

Dengan bekerja di industri televisi, Anda bisa berperan dengan memberikan kontribusi kepada perusahaan untuk menuangkan beragam ide dan kreativitas yang dimiliki. Terlebih lagi jika passion Anda adalah suka bergaul dan berinteraksi atau bertemu dengan orang banyak, di industri tersebutlah merupakan tempat yang tepat.

Lantas, bagaimanakah perkembangan karir yang didapat jika bekerja di industri TV tersebut? Berkarir di dunia broadcasting atau jurnalistik ini dapat meliputi berbagai macam jabatan, antara lain penulis (writer), asisten produser, produser, produser eksekutif, reporter, cameraman, koordinator peliputan, dan lain sebagainya.

Vice President Corporate Services Division Trans TV, Latif Harnoko yang kerap disapa Noko mengatakan bahwa untuk bekerja di TV, seseorang bisa memiliki dua jalur karir atau track record. Yang pertama karir secara individual atau diri pribadi dan kedua yaitu karirnya dalam sebuah organisasi.

"Kita ada dua track record. Yang pertama secara invidual dan kedua organisasi. Kalau untuk individual, kita punya jabatan misalnya dari mulai staff, lalu senior staff, supervisor, asisten manajer, asisten manajer senior, manajer, asisten vice president, vice president, dan seterusnya. Nah itu kalau karyawan punya track record secara individual seperti itu. Kalau di organisasi beda lagi. Ada yang jadi supervisor, staff, koordinator, section head, produser, dan sebagainya," urai pria yang mulai meniti karirnya di lingkungan perbankan itu.

Menjadi reporter atau jurnalis bisa dikatakan merupakan posisi awal dalam karir jurnalistik di industri TV. Skill sebagai seorang reporter menjadi bekal dasar untuk menapak ke jenjang karir berikutnya. Dengan mempunyai skill sebagai reporter, bukan berarti tidak bisa membuat Anda menduduki posisi sebagai supervisor dan lain sebagainya. Namun, hal tersebut juga berdasarkan performance atau kinerja kerja.

Tentunya tak hanya itu saja, apabila Anda performanya baik, maka kenaikan gaji pun bisa didapatkan. "Manajemen akan memberikan kenaikan gajinya berdasarkan performance karyawan," jelas Noko saat ditemui Wolipop di Gedung Trans TV, Jl. Kapt. P. Tendean Kav.12-14A, Jakarta Selatan, Selasa (19/6/2012).

Lalu, apakah range gaji yang didapat di industri ini terbilang kecil? Jangan salah, justru Anda bisa mendapatkan bonus yang banyak. Apalagi jika program TV yang dijalankan sukses. Hasil yang Anda dapat pun bisa berlimpah.

"Jika setiap program mencapai lebih dari target, dibagi dua. Misalnya target Rp 100 miliar, ternyata yang dicapai Rp 150 miliar, jadi lebih Rp 50 miliar. Nah lebihnya itu dibagi dua. Rp 25 miliar untuk manajemen, dan Rp 25 miliar lagi untuk karyawan. Nah karyawan itu dibagikan ke semuanya. Jadi additional incomenya banyak," tutup Noko yang telah bergabung di Trans Corp sejak 2002.

Do's & Don'ts Membuat Surat Lamaran Kerja

Mengirim CV merupakan langkah pertama dan paling utama dalam tahapan mendapat pekerjaan. Oleh karena itu, para pelamar kerja harus membuatnya sebagus dan seefisien mungkin.

Sayangnya banyak orang menganggap remeh surat lamaran kerja yang dikirim. Misalnya tidak teliti dalam penulisan sehingga salah ketik atau asal menyebar CV ke semua perusahaan. Bagi Anda yang sedang mencari pekerjaan baru atau fresh graduate, perhatikan do's & don'ts dalam mengirim CV agar peluang untuk diterima kerja lebih besar.

Don'ts:
1. Banyak pelamar yang asal-asalan dalam melamar kerja, padahal mereka mengetahui jika posisi yang diminta tidak sesuai. Maka dari itu, pastikan dalam menulis CV dan surat lamaran kerja (resume) harus disesuaikan dengan posisi yang dilamar. Perekrut ingin mengetahui latar belakang Anda dengan cepat dan efisien. Jadi pastikan Anda menuliskan kelebihan yang terkait dengan bidang kerja yang dilamar. Jika tidak ada, Anda dapat menyebutkan aspek yang relevan, seperti kemampuan kepemimpinan atau delegasi.

2. Banyak yang menganggap remeh salah ketik dalam CV dan resume. Pelamar berpikir, toh para HRD atau perekrut memahami maksudnya. Dari sini, perekrut akan melihat Anda sebagai orang yang ceroboh dan mengganggap remeh akan hal-hal kecil. Jika persoalan kecil seperti mengetik dengan benar saja tidak bisa, bagaimana Anda akan mengerjakan tugas dengan tanggung jawab lebih besar?

3. Jangan menyombongkan diri dalam surat lamaran kerja dan memberikan informasi palsu di CV atau resume. Tulislah kemampuan dan keahlian yang memang benar Anda miliki. Sehingga ketika masuk ke ruang wawancara, Anda lebih percaya diri memaparkan kelebihan Anda. Karena staf HRD akan segera tahu jika Anda sedang berbohong.

4. Kesalahan yang kerap dilakukan pelamar adalah, hanya mengirimkan lampiran CV lewat email tanpa surat permohonan melamar kerja. Hal itu akan membuat Anda terkesan malas dan tidak bersungguh-sungguh dalam mendapatkan pekerjaan. Cara mendeskripsikan diri, menjabarkan visi, misi serta harapan dalam surat permohonan bisa menjadi acuan para perekrut untuk memilih kandidat yang tepat.

5. Jangan menyertakan foto dari Facebook atau yang diambil dengan kamera telepon sendiri, itu terkesan sangat tidak profesional. Jika benar-benar dalam mencari pekerjaan, berusahalah lebih keras. Berpakaian rapi minimal menggunakan kemeja, dan buat pas photo di studio foto profesional.

6. Kecuali Anda melamar pekerjaan di perusahaan bidang kreatif, tidak perlu repot-repot menghias CV dengan bingkai, gambar-gambar atau tulisan warna-warni agar lebih 'dilihat' staf HRD. Menjaganya agar tetap rapi, simpel dan elegan adalah cara paling 'aman' dalam membuat CV.

Do's:
1. Pastikan surat lamaran kerja Anda terorganisir dan mudah dibaca. Font Arial, Calibri atau Times New Roman merupakan font yang paling umum digunakan, font ini juga mudah dibaca. Pastikan tulisannya cukup besar agar pembaca nyaman membacanya. Setiap paragraf jangan terlalu panjang dan bertele-tele. Pastikan Anda menulis kalimat yang baik dan tidak diulang-ulang.

2. Hanya sertakan pengalaman kerja atau kemampuan yang sesuai dengan bidang pekerjaan. Misalnya Anda pernah mengikuti training jurnalistik jika ingin melamar di perusahaan media, atau seminar manajemen jika tertarik bergabung dengan perusahaan konsultan.

3. Sebelum mengirimkan CV dan surat lamaran, periksa terlebih dulu resume Anda dan jangan sampai ada yang salah tulis. Jika melamar pekerjaan melalui email atau situs lowongan kerja, Anda juga perlu periksa ulang data-data di dalamnya. Jangan lupa terus mencari sumber baru untuk lowongan pekerjaan.

4. Fokus pada kualitas, bukan kuantitas dalam daftar pencapaian Anda. Tidak perlu mencantumkan lomba-lomba yang pernah Anda menangkan di tingkat SD, SMP atau kompetisi 17 Agustus-an di kompleks rumah. Tunjukkan pencapaian yang benar-benar menunjukkan kemampuan komunikasi dan kesuksesan yang pernah Anda raih sesuai bidang pekerjaan yang dilamar, juga kegiatan yang berkaitan dengan keorganisasian.

"Kalau CV yang dilihat pasti experience-nya. Kita juga lihat kegiatan organisasinya di kampus atau ekstrakulikulernya dia aktif atau tidak," tukas Fania Yunintya, Recruitment Human Capital Trans TV saat ditemui wolipop di Gedung Trans TV, Jl. Kapt. P. Tendean, Jakarta, Selasa (19/06/2012).

5. Buat CV maksimum hanya dua halaman dan itu sudah mencakup semua informasi inti tentang Anda. Hanya profesional atau orang yang sudah pernah memegang jabatan tinggi, memiliki segudang pengalaman yang harus dicantumkan sehingga butuh kertas lebih dari tiga lembar.

6. Jika mengirim surat lamaran lewat email, pastikan subjek yang Anda cantumkan jelas (misalnya: 'CV marketing' atau 'calon reporter'). File attachment juga harus jelas, seperti 'lampiran portfolio' atau 'contoh tulisan'.

Tips Agar Wawancara Kerja Mengantar Anda ke Pekerjaan Idaman

Wawancara kerja adalah tahapan paling penting untuk mendapatkan pekerjaan. Bila Anda dapat membuat perekrut terpukau, kemungkinan besar posisi yang diinginkan sudah di tangan Anda. Sayangnya, satu kesalahan kecil saat wawancara juga bisa menghancurkan kesempatan mendapatkan pekerjaan. Untuk itu perlu adanya persiapan matang sebelum wawancara. Berikut ini beberapa strategi dalam mempersiapkan diri dalam wawancara pekerjaan

1. Cari Tahu Profil Perusahaan
Yang harus dilakukan pertama kali adalah mencari segala informasi mengenai perusahaan tempat Anda melamar. Cari tahu seluk-beluk nya mulai dari sistem kerja hingga kelebihan perusahaan. Tulis juga catatan tentang pandangan pribadi Anda mengenai perusahaan itu. Hal ini akan membuat Anda terlihat serius untuk masuk sebagai bagian dari perusahaan. Selain itu, Anda juga tak akan terlihat bingung saat diberi pertanyaan seputar perusahaan.

2. Pakai Busana Sesuai Budaya Kantor
Jika Anda tidak mengetahui busana apa yang biasanya dipakai oleh para karyawan di tempat Anda melamar, jangan takut untuk menelpon resepsionis calon kantor Anda tersebut. Hal ini membantu mengurangi risiko salah kostum. Di perusahaan konsultan dan bank, biasanya menuntut karyawannya berpenampilan rapi dengan blazer, kemeja dan celana bahan. Sementara di perusahaan kreatif seperti desain grafis, periklanan atau media bisa lebih fleksibel dalam berpakaian.

"Soal pakaian kita tidak melarang orang menggunakan jeans dan sebagainya, yang penting rapi. Kita juga tidak pernah melarang orang yang punya body piercing, bertato dan gondrong. Namun nanti dengan sendirinya mereka akan berubah karena mereka telah melihat lingkungannya seperti apa," ujar Fania Yunintya, Recruitment Human Capital Trans TV saat berbincang dengan wolipop di Gedung Trans TV, Jl. Kapt. P. Tendean, Jakarta, Selasa (19/06/2012).

3. Deskripsikan Diri dengan Jujur
Ghea Dahliana Oktarin, Recruitment Human Capital Trans TV menjelaskan, pelamar harus menceritakan diri sendiri apa adanya, tanpa dilebih-lebihkan atau dikurangi. Ingat, staf HRD sudah mewawancara ratusan bahkan puluhan ribu pelamar jadi mereka bisa tahu apakah yang Anda katakan benar atau tidak.

"Don't be fake, just be yourself. Beritahukanlah sesuai dengan personality kamu. Interview adalah sesuatu hal yang kita lakukan untuk menentukan bahwa orang ini memang personalitynya sesuai dengan hasil test (tertulis, psikotest). Sehingga nanti kita bisa menempatkan dia untuk posisi yang tepat. Jadi perusahaan nyaman, individunya juga," tambah Ghea.

4. Jawaban Jangan Hanya Terpaku pada Pertanyaan
Jangan hanya menjawab pertanyaan yang dilontarkan pewawancara. Berbincanglah secara profesional, namun jika ada kesempatan, Anda bisa menyampaikan ide-ide yang kiranya akan diberikan bila Anda diterima nanti. Jangan terlalu detail, secukupnya saja sehingga membuat pewawancara penasaran akan ide-ide Anda selanjutnya (jika diterima).

5. Spesifik dan Lugas
Jawab setiap pertanyaan dengan jelas, spesifik dan lugas. Jika perlu gunakan waktu jeda setelah pertanyaan untuk berpikir atau sekadar menarik napas panjang agar lebih tenang. Dengarkan juga pertanyaan dengan baik, lalu fokus pada pertanyaan itu. Jangan beri jawaban yang terlalu melebar karena hanya akan membuat Anda terdengar bertele-tele dan membuat perekrut bosan.

6. Selipkan Humor Cerdas
Tak ada salahnya menyelipkan sedikit humor pada jawaban Anda. Selain mencairkan ketegangan, humor yang cerdas juga akan membuat Anda terlihat sebagai orang yang ramah dan menyenangkan. Namun jangan sampai Anda berlebihan sehingga seperti badut yang tengah melucu.

Kriteria yang Dibutuhkan untuk Bekerja di TV (Bag. 2)

 Kemajuan industri penyiaran ditandai dengan semakin banyaknya siaran televisi yang beroperasi, baik lokal, nasional, komunitas dan berlangganan. Dengan makin majunya industri televisi ini, kesempatan bagi pencari kerja untuk bisa ikut berkecimpung dalam dunia pertelevisian atau kerap disebut dengan broadcasting pun semakin besar.

Namun, tak sedikit dari pencari kerja beranggapan bahwa untuk memasuki dunia penyiaran khususnya TV, wanita dituntut memiliki paras wajah yang cantik dan pria harus tampan. Padahal, asumsi tersebut tidaklah benar. Lalu, apa sajakah kriteria yang dibutuhkan untuk bisa bekerja di industri TV tersebut? Setelah bagianpertamanya, ini bagian kedua dari kriteria yang dibutuhkan untuk bekerja di televisi:

1. Rapi
Tak harus berparas cantik dan tampan ketika ingin bekerja di industri TV, tetapi para kandidat diwajibkan berpenampilan yang rapi. Misalnya rambut tidak berantakan, berpakaian sopan, serta menggunakan sedikit wewangian.

Vice President, Corporate Services Division Trans TV, Latif Harnoko yang kerap disapa Noko mengatakan, "Kita menyarankan pada teman-teman di TV khususnya di dunia pertelevisian atau broadcast ini pada saat yang bersangkutan bertemu dengan user atau customer dalam hal ini seperti artis, kita harus punya penampilan yang rapi. Karena apa? Karena supaya kita tidak dianggap gembel. Contohnya gini, dulu ada yang bilang orang kreatif itu rambutnya gondrong, nggak mandi, bau. Nah, ketika ketemu artis, artis juga akan menjadi sungkan. Mereka akan menganggap orang kelas dua dan hanya orang biasa."

Tetapi bila para kru TV tersebut memiliki penampilan yang rapi, maka orang luar atau para artis juga akan senang untuk saling berkomunikasi dan bekerjasama.

"Kalau kita sebagai krunya yang bertugas punya performance atau secara appearance atau penampilan yang rapi, bersih, bukan cantik saja, pasti artisnya akan mikir dua kali. Artis akan berpikir, kalau krunya cakep, gimana dengan artisnya?," tambah Noko saat ditemui Wolipop di Gedung Trans TV, Jl. Kapt. P. Tendean Kav.12-14A, Jakarta, Selasa (19/6/2012).

2. Memiliki Skill yang Sesuai
Untuk menjadi seorang cameraman misalnya, memang setiap industri TV mengutamakan orang yang bisa menggunakan kamera. Recruitment - Human Capital Trans TV, Fania Yunintya yang kerap disapa Unin mengatakan, "Jadi memang kita utamakan mereka yang bisa menggunakan atau mengoperate kamera ya. Tapi memang kita juga memberikan training buat karyawan-karyawan baru. Trainingnya biasanya sekitar satu bulan."

3. Mampu Bekerjasama dalam Tim
Bekerja di dunia TV tentunya banyak dilakukan secara berkelompok atau tim. Terlebih lagi jika Anda di posisikan di bagian program. Kualitas program acara TV tersebut akan bergantung dengan cara bekerjasama Anda bersama tim. Jadi, Anda harus bisa solid dengan tim kerja dan menganggap mereka layaknya seperti keluarga.

4. Dapat Mengatur Waktu
Bekerja di industri TV menghabiskan waktu yang tidak menentu. Meskipun perusahaan memiliki peraturan bekerja selama delapan hingga sembilan jam per harinya, namun tidak menutup kemungkinan mereka bisa bekerja hingga lebih dari 12 jam. Akan tetapi, bukan berarti Anda tidak memiliki waktu yang fleksibel. Jadi untuk dapat bekerja di dunia pertelevisian harus bisa membagi waktu dengan baik.

"Kita bekerja hampir 24 jam. Tapi kita menggunakan flexible hour. Walaupun secara peraturan perusahaan, kita bekerja mulai jam setengah sembilan sampai jam setengah enam sore, tapi kita punya flexible hour. Kalau ada yang baru pulang jam 2 atau jam 3 pagi, mereka boleh datang jam 10 atau jam 12 siang. Yang penting bisa memanage waktunya. Tapi tidak boleh jika dia pulang jam 2 jam 3 pagi, terus baru datang lagi jam 4 sore," ujar Noko yang sudah bergabung di Trans Corp sejak tahun 2002.

8 Kriteria yang Dibutuhkan untuk Bekerja di TV (Bag. 1)

Kemajuan industri penyiaran ditandai dengan semakin banyaknya siaran televisi yang beroperasi, baik lokal, nasional, komunitas dan berlangganan. Dengan makin majunya industri televisi ini, kesempatan bagi pencari kerja untuk bisa ikut berkecimpung dalam dunia pertelevisian atau kerap disebut dengan broadcasting pun semakin besar.

Namun, tak sedikit dari pencari kerja beranggapan bahwa untuk memasuki dunia penyiaran khususnya TV, wanita dituntut memiliki paras wajah yang cantik dan pria harus tampan. Padahal, asumsi tersebut tidaklah benar. Lalu, apa sajakah kriteria yang dibutuhkan untuk bisa bekerja di industri TV tersebut? Simaklah berikut ini.

1. Percaya Diri
Percaya diri merupakan kunci utama untuk bisa bekerja di dunia TV. Kenapa? Karena di industri tersebut Anda akan bertemu dengan orang banyak. Jika merasa minder, pemalu, ragu-ragu dan pendiam, justru hanya akan menggiring Anda menuju kegagalan.

"Banyak orang yang gagal dalam tes masuk kerja atau psikotest itu karena hasilnya menunjukkan bahwa mereka confidence levelnya lemah," papar Vice President Corporate Services Division Trans TV Latif Harnoko yang kerap disapa Noko saat ditemui Wolipop di Gedung Trans TV, Jl. Kapt. P. Tendean Kav.12-14A, Jakarta Selatan, Selasa (19/6/2012).

Jadi, jika Anda memang berniat untuk berkecimpung dalam industri TV, berusahalah untuk mempunyai keyakinan dan tekad yang tinggi agar bisa menjadi orang yang lebih percaya diri. "Karena kalau kita di TV tidak confidence, nanti bisa diketawain. Confidence level bekerja di TV itu harus," tambah pria yang mendapatkan gelar MBA dari AIM-Philipine itu.

2. Wawasan Luas
Anda salah besar apabila beranggapan memiliki fisik yang sempurna seperti cantik, tampan, tubuh proporsional, putih serta tinggi merupakan hal yang sangat diutamakan agar dapat diterima kerja di dunia pertelevisian. Justru mempunyai wawasan luaslah yang berperan penting. Bahkan ketika Anda mengikuti tes penyaringan masuk industri TV, tes yang akan diberikan pertama kali yaitu pengetahuan umum.

"Tes pertama yang diberikan yaitu pengetahuan umum, karena dibroadcast itu harus memiliki wawasan yang luas," jelas Noko yang mulai meniti karirnya di lingkungan perbankan.

3. Talk Active
Dunia pertelevisian membuat Anda dituntut untuk menjadi orang yang aktif berbicara. Hal ini penting karena nantinya Anda akan bertemu dengan banyak orang dan saling memberikan informasi satu sama lain.

Recruitment - Human Capital Trans TV, Ghea Dahliana Oktarin mengatakan, "Yang pasti dia juga harus talk active ya, terus senang untuk bergaul dengan banyak orang karena di dunia pertelevisian kan memang kita bakal ketemu dengan orang banyak. Jadi dia harus saling sharing informasi satu sama lain."

4. Pergaulannya Luas
Perbanyaklah teman dalam hidup Anda, dengan begitu Anda akan memiliki banyak informasi yang bisa didapatkan. Jika ruang lingkup pertemanan hanya itu-itu saja dan tidak berkembang, maka Anda akan memiliki kesulitan untuk maju dan sukses.

Hal yang Membuat Pelamar Tidak Diterima Usai Wawancara Kerja

Wawancara kerja sangat menentukan diterima atau tidaknya seseorang pada sebuah perusahaan. Oleh karena itu sangat penting untuk memberikan performa yang terbaik saat diwawancara.

Kesalahan bisa terjadi dimana saja, tidak terkecuali saat wawancara kerja. Inilah hal-hal yang bisa membuat Anda gagal diterima di sebuah perusahaan:

1. Tidak Percaya Diri
Terlihat terlalu malu dan tidak percaya diri juga bukanlah sikap yang baik saat wawancara kerja. Jawaban Anda yang terbata-bata dengan nada ragu-ragu serta suara yang kecil hanya akan membuat Anda tampak lemah.

2. Kurang Siap
Persiapan untuk wawancara kerja tentunya sangat penting. Dengan persiapan yang cukup, maka Anda dapat menjawab pertanyaan dengan baik. Jangan lupa untuk mempelajari profil perusahaan tempat Anda diwawancara. Terkadang, mereka akan menanyakan sejauh mana Anda mengetahui tentang perusahaan mereka.

3. Terlalu Pasif
Menjawab pertanyaan seadanya membuat Anda seolah tidak tertarik pada pekerjaan tersebut. Tunjukkan sedikit rasa antusias pada pekerjaan yang Anda ajukan. Buatlah orang yang mewawancara Anda berpikir bahwa Anda tertarik untuk mengisi lowongan yang ada di dalam perusahaan.

4. Jawaban Klise
Jangan terlalu banyak menyampaikan konsep yang masih di awang-awang. Jawablah setiap pertanyaan dengan lugas, singkat serta padat. Bicaralah seperlunya dan langsung pada intinya. Berbicara berputar-putar dengan segala teori hanya akan membuat Anda terdengar membosankan.

5. Sombong
CV serta daftar panjang pengalaman bukanlah hal yang menghalalkan Anda bersikap arogan. Boleh jadi kualifikasi Anda tinggi, namun harus tetap rendah hati. Bisa dijamin, tak ada seorang pun yang ingin memiliki karyawan dengan watak arogan dan keras kepala.

6. Terlambat
Jika hal ini terjadi, maka Anda telah memberikan kesan pertama yang sangat buruk. Perkirakan waktu yang harus Anda habiskan menuju tempat wawancara dan jika sesuatu terjadi di perjalanan sehingga membuat Anda terlambat, setidaknya Anda memiliki nomor kontak perusahaan yang akan mewawancarai Anda dan segeralah memberitahu halangan yang sedang Anda hadapi.

7. Telepon
Matikan telepon genggam Anda saat wawancara berlangsung. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada telepon, SMS ataupun BBM masuk. Jika Anda terlupa dan berbunyi saat wawancara, maka matikan saat itu juga dan ucapkan permohonan maaf.

8. Berbicara Negatif
Anda mungkin membenci pekerjaan dan bos Anda sebelumnya, namun jangan pernah mengatakan hal ini saat wawancara kerja. Anda tidak pernah tahu jika orang yang mewawancarai Anda adalah kenalan bos Anda.

9. Salah Kostum
Penampilan adalah hal yang pertama yang akan dinilai para pewawancara. Sebisa mungkin cari tahu budaya kantor tempat Anda melamar. Lain perusahaan, lain pula budayanya. Namun jika Anda ingin tampil 'aman', padanan kemeja putih dan rok pensil atau celana pipa hitam. Pakailah sepatu hak tinggi yang tertutup agar penampilan Anda lebih rapi dan tangguh.

10. Membicarakan Gaji Sebelum Ditanya
Semua pewawancara tahu bahwa orang cenderung pindah kerja untuk mencari penghasilan yang lebih baik. Namun jangan pernah menanyakan soal gaji jika mereka tidak memulainya, termasuk juga untuk negosiasi gaji. Karena hal tersebut terbilang sensitif. Jadi sebaiknya diungkapkan pada waktunya nanti.

Agar Tidak Gagal Terus Saat Mencari Kerja

Sudah sammpai tahap wawancara, tapi ternyata Anda tidak terima? Atau Anda sudah gagal sejak tahapan mengirimkan curicculum vitae?

Kegagalan diterima kerja bisa terjadi dalam tahapan apapun. Baik itu sejak awal maupun ketika Anda sudah sampai tahap akhir. Berikut ini kesalahan-kesalahan dalam setiap tahapan rekrutmen yang membuat pelamar gagal diterima kerja:

1. CV
Curriculum Vitae merupakan salah satu hal penting yang menentukan apakah pelamar akan dipanggil ke tahap selanjutnya atau tidak. Cukup banyak orang yang sudah gagal di tahapan pengiriman CV ini. Ada banyak hal yang membuat pelamar tidak terima karena CV nya. Pertama, saat menulis CV dan surat lamaran kerja (resume) tidak sesuai dengan posisi yang dilamar. Tidak menuliskan kelebihan dan pengalaman kerja yang terkait dengan bidang yang dilamar.

2. Seleksi Awal
Sekarang ini makin banyak perusahaan yang melakukan seleksi awal dengan bantuan sistem. Sehingga kalau pelamar tidak menuliskan kriteria yang dicari perusahaan tersebut, dapat dipastikan dia tidak akan lolos. VP Corporate Communucation PT Pertamina (Persero) Muhammad Harun membenarkan mengenai banyaknya kegagalan di seleksi awal ini. "Banyak gagal di screening awal," katanya saat diwawancara wolipop Selasa (19/6/2012). Harun menyarankan agar tidak gagal, saat mengisi lamaran via online, isi keterangan dengan benar. Pastikan Anda memang memenuhi kriteria yang dicari, misalnya IPK minimal tiga, jurusan yang diinginkan dari Teknik Perminyakan, dan lain-lain.

3. Anda Sulit Dihubungi
Setelah lolos seleksi awal, biasanya perusahaan akan menghubungi pelamar untuk mengikuti seleksi selanjutnya, seperti wawancara atau psikotes. Di sinilah kegagalan bisa terjadi. Cukup banyak pelamar yang mencantumkan nomer telepon, namun sulit dihubungi. Atau kalaupun memberikan alamat rumah, ternyata tidak lengkap sehingga surat pemberitahuan gagal terkirim.

4. Psikotes
Psikotes menjadi tahapan yang juga banyak membuat pelamar berguguran. Vice President Corporate Services Division Trans TV Latif Harnoko juga mengakui hal tersebut. "Kalau di Trans TV itu banyak calon karyawan gagal dalam tes itu sebenarnya karena confidence levelnya lemah. Terutama itu banyak teman-teman daerah. Coba kalau teman daerah masuk berkompetisi dengan masyarakat Jakarta, sudah kalah 1-0 dalam hal confidence level. Karena mereka kan ada juga yang budayanya, budaya sungkan," urainya. Hal lainnya yang membuat pelamar gagal adalah karena tidak siap baik dalam hal mental maupun pengetahuan.

Bukan hanya kepercayaan diri saja yang bisa dinilai saat psikotes. Kepribadian dan intelegensi juga bisa diukur dan sering menyebabkan pelamar gagal ke tahap selanjutnya. Hal itupun diakui oleh Recruitment & Assessment Centre Div. PT Astra Int. Tbk, Wie Tjung Sudarma.

"Yang paling dominan menyebabkan calon tidak dilanjutkan dalam tahapan seleksi adalah, kapasitas inteligensi yang terlalu tinggi/rendah (tidak fit dengan tuntutan tugas) dan kepribadian yang tidak sesuai dengan nilai-nilai perusahaan," jelasnya dalam wawancara denga wolipop Jumat (22/6/2012).

5. Wawancara
Ketidakpercayaan diri biasanya jadi penyebab utama seseorang gagal dalam tes wawancara. Memberikan jawaban yang klise juga bisa membuat pelamar tak diterima. VP Corporate Communucation PT Pertamina (Persero) Muhammad Harun mengatakan berdasarkan pengalamannya, cukup banyak pelamar di perusahaan tempatnya bekerja tidak bisa memberikan jawaban spesifik saat ditanya apa kemampuan pribadi mereka. "Kita ingin melihat apa yang membedakan seorang peserta dengan peserta lainnya," jelasnya.

6. Kesehatan
Tes kesehatan biasanya jadi tahapan terakhir seleksi. Ketika sudah mencapainya, jangan buru-buru senang dulu. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan tes ini gagal Anda lalui. Misalnya saja, ternyata saat menjalani tes kolesterol atau kadar gula darah tinggi, Anda buta warna, memiliki gigi berlubang, alergi, dan masih banyak lagi