Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label TERNAK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TERNAK. Tampilkan semua postingan
Selasa, 01 Mei 2012

Peluang Usaha Ternak Sapi Potong

Ternak Sapi Potong


Ternak sapi sudah tidak asing lagi bagi masyarakat jawa khususnya di daerah pedesaan. Sapi merupakan Investasi yang populer di pedesaan. Akan tetapi cara ternak di pedesaan umumnya masih klasik.

Kotoran sapi sangat baik untuk pakan ikan lele, karena ini sangat baik untuk pertumbuhan ikan lele.

Saat ini yang sedang ngetrend adalah Ternak Sapi Potong , sebab pertumbuhannya lebih cepat dan harganya juga lebih mahal dari sapi biasa.

Dalam usaha ternak sapi potong ada tiga factor utama yang harus di perhatikan.Yaitu : Penyediaan pakan yang tidak boleh telat, kualitas pakan dan sumber pakan.  

Untuk pemeliharaan sapi potong dapat di lakukan dengan tiga cara, yaitu  :

  1. Penggemukan dengan memberikan pakan penguat yang terdiri dari : biji-bijian, jagung serta hasil ikutan produk pertanian seperti katul, bungkil kelapa dan bungkil kacang. Pada pola ini ternak dikandangkan terus menerus.

  2. Penggemukan dengan cara melepas ternak di padang penggembalaan.

  3. Penggemukan campuran, merupakan perpaduan antara nomor satu  dan nomor dua. Selain digembalakan juga diberi pakan penguat (konsentrat).


Di Indonesia jenis-jenis sapi potong yag sangat popular adalah : sapi tropis (sapi Madura, Bali, Ongole dan Brahman), sapi subtropis (Simental, Limousin, Shorthorn, Hereford, Charolais, Aberdeen Angus) dan sapi persilangan (Brahman Cross).

Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam Ternak sapi potong, Anda harus memperhatikan factor-faktor berikut ini.

Pemeliharaan Bibit.

Budidaya sapi potong sangat tergantung pada pemilihan bibit yang baik, Khususnya sapi jantan. Bibit harus sehat, tidak cacat, dada dalam dan lebar, tidak kurus, mempunyai perimbangan tubuh yang harmonis, untuk pejantan mempunyai testis yang normal dan berumur setidaknya 2 tahun (sudah siap bereproduksi) dengan bobot badan sekitar 250-300 kg (sapi PO).

Pemeliharaan Kandang.

Kondisi kandang juga harus anda perhatikan betul, kandang harus strategis. Misalnya dekat dengan lokasi pertanian dan perkebunan agar terjalin integrasi tanaman-ternak, cukup jauh (± 50 m) dari pemukiman, memiliki sumber air bersih dan dekat dengan jalan. Konstruksi kandang harus kuat, luasan memenuhi syarat, sirkulasi udara dan sinar matahari cukup, drainase limbah baik, mudah dibersihkan, lantai rata, tidak licin, tidak kasar, mudah kering, tahan injak, terdapat tempat pakan dan minum.

Ada 2 tipe kandang : (1) Kandang koloni; terdiri dari satu ruangan untuk memelihara ternak dalam jumlah banyak. Kandang seukuran 7 x 9 m dapat menampung 20 ekor sapi. (2) Kandang tunggal; terdiri dari satu ruangan, digunakan untuk memelihara satu ekor ternak. Kandang seukuran 2,25 x 1 m atau 3,75 m2/ekor.

Pakan Yang Berkualitas

Usahakan pakan yang diberikan mengandug Zat dan Protein tinggi dan enegi.   Pakan ternak ruminansia meliputi hijauan rumput-rumputan sebagai sumber energi dan hijauan leguminosa sebagai sumber protein serta dapat disertakan pakan tambahan konsentrat. Kebutuhan kebutuhan hijauan segar 10% dari bobot badan, sedangkan pakan konsentrat sebanyak 1–2 % dari bobot badan. Konsentrat merupakan pakan tambahan yang mempunyai kadar serat rendah dan kadar energi tinggi.

Hijauan rumput yang biasa dijadikan pakan ternak seperti rumput alam, rumput gajah (Pennisetum purpureum), rumput setaria (Setaria sphacelata), rumput benggala, rumput raja (Pennisetum purpureophoides). Sedangkan jenis leguminosa seperti lamtoro (Leucaena leucocephala), kaliandra (Calliandra calothyrsus Meissn), gamal (Gliricidia sepium), turi (Sesbania grandiflora), albesia. Sisa hasil pertanian yang dapat dijadikan sumber hijauan pakan ternak seperti jerami padi, daun dan tongkol jagung, jerami kacang tanah. Jerami padi mempunyai kadar serat yang tinggi dan kadar energi rendah sehingga nilai cernanya rendah. Untuk itu diperlukan suatu perlakuan agar mudah dicerna yaitu dengan proses fermentasi.

Pengolahan Limbah

Disamping menghasilkan produk utama berupa daging, usaha peternakan juga menghasilkan produk sampingan berupa limbah kotoran ternak (feses). Setiap harinya, seekor sapi menghasilkan kotoran 10-15 kg. Pada peternakan skala kecil mungkin hal ini tidak begitu berpengaruh karena jumlahnya yang sedikit. Akan tetapi pada usaha peternakan skala besar limbah dapat menimbulkan masalah bagi pelestarian lingkungan bila tidak ditangani dengan benar. Karena itu, perlu dilakukan pengolahan limbah secara tepat dan ramah lingkungan.

Akan lebih bagus jika anda juga ternak ikan lele. Jadi anda tidak di pusingkan dengan kotoran sapi dan pakan lele yang mahal.

Selama ini, limbah ternak dapat diolah untuk dijadikan kompos dan sebagai bahan baku penghasil biogas. Dengan adanya pengolahan limbah ternak ini selain dapat mengatasi masalah lingkungan juga dapat memberikan nilai tambah bagi peternak karena mempunyai nilai ekonomis. Pembuatan kompos dapat mendukung kegiatan pertanian untuk mengembalikan kesuburan lahan. Adapun pembuatan biogas dapat dijadikan alternatif pengganti sumber energi yang tidak dapat diperbaharui seperti bahan bakar fosil. Selain menghasilkan gas metan, biogas juga menghasilkan pupuk organik padat dan pupuk organik cair.

Penanganan Penyakit

Beberapa jenis penyakit yang dapat menyerang pada sapi, yaitu :
a. Foot Root (kuku busuk). Disebabkan oleh infeksi bakteri / kuman Fusobacterium necrophorus dan Fusiformis nodosus pada daerah kuku. Pengobatan dilakukan dengan cara membersihkan jaringan mati/busuk di kuku, kuku dipotong sampai bagian sehat terlihat, kemudian direndam dalam cairan desinfektan seperti formalin 10%, dan diperban
b. Septichaemia Epizooticae (SE / ngorok). Penyakit ini menular akibat bakteri Pasteurella multocida. Pencegahan dilakukan dengan vaksinasi dan pengobatan dapat digunakan antibiotik streptomisin, teramisin atau aeromisin.
c. Malighnant Catarrhal Fever (MCF/ingus jahat). Disebabkan oleh virus herpes dan merupakan suatu penyakit infeksi. Pengobatan belum ada, untuk mencegah infeksi sekunder dapat diberikan antibiotik berspektrum luas, tidak menempatkan kandang ternak sapi dekat dengan kandang domba.
d. Anthrax (radang limpa / cenang hideung). Bersifat menular dan merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Pencegahan dilakukan di daerah yang pernah terjadi penyakit dengan vaksinasi. Sedangkan pengobatan yang efektif yaitu dengan memberikan antiserum homolog dan dapat juga dikombinasikan dengan antibiotik penisilin atau streptomisin.
e. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Merupakan penyakit sangat menular pada hewan berkuku genap yang disebabkan oleh virus. Pengendalian dapat dilakukan dengan vaksinasi hewan-hewan rentan dan pengobatan dengan antibiotik dapat diberikan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder.

Semoga Bermanfaat.
Rumput Liar PELUANG, PETERNAKAN, Sapi, TERNAK, Usaha

Peluang Usaha Ternak Sapi Potong

Ternak Sapi Potong


Ternak sapi sudah tidak asing lagi bagi masyarakat jawa khususnya di daerah pedesaan. Sapi merupakan Investasi yang populer di pedesaan. Akan tetapi cara ternak di pedesaan umumnya masih klasik.

Kotoran sapi sangat baik untuk pakan ikan lele, karena ini sangat baik untuk pertumbuhan ikan lele.

Saat ini yang sedang ngetrend adalah Ternak Sapi Potong , sebab pertumbuhannya lebih cepat dan harganya juga lebih mahal dari sapi biasa.

Dalam usaha ternak sapi potong ada tiga factor utama yang harus di perhatikan.Yaitu : Penyediaan pakan yang tidak boleh telat, kualitas pakan dan sumber pakan.  

Untuk pemeliharaan sapi potong dapat di lakukan dengan tiga cara, yaitu  :

  1. Penggemukan dengan memberikan pakan penguat yang terdiri dari : biji-bijian, jagung serta hasil ikutan produk pertanian seperti katul, bungkil kelapa dan bungkil kacang. Pada pola ini ternak dikandangkan terus menerus.

  2. Penggemukan dengan cara melepas ternak di padang penggembalaan.

  3. Penggemukan campuran, merupakan perpaduan antara nomor satu  dan nomor dua. Selain digembalakan juga diberi pakan penguat (konsentrat).


Di Indonesia jenis-jenis sapi potong yag sangat popular adalah : sapi tropis (sapi Madura, Bali, Ongole dan Brahman), sapi subtropis (Simental, Limousin, Shorthorn, Hereford, Charolais, Aberdeen Angus) dan sapi persilangan (Brahman Cross).

Untuk mencapai hasil yang maksimal dalam Ternak sapi potong, Anda harus memperhatikan factor-faktor berikut ini.

Pemeliharaan Bibit.

Budidaya sapi potong sangat tergantung pada pemilihan bibit yang baik, Khususnya sapi jantan. Bibit harus sehat, tidak cacat, dada dalam dan lebar, tidak kurus, mempunyai perimbangan tubuh yang harmonis, untuk pejantan mempunyai testis yang normal dan berumur setidaknya 2 tahun (sudah siap bereproduksi) dengan bobot badan sekitar 250-300 kg (sapi PO).

Pemeliharaan Kandang.

Kondisi kandang juga harus anda perhatikan betul, kandang harus strategis. Misalnya dekat dengan lokasi pertanian dan perkebunan agar terjalin integrasi tanaman-ternak, cukup jauh (± 50 m) dari pemukiman, memiliki sumber air bersih dan dekat dengan jalan. Konstruksi kandang harus kuat, luasan memenuhi syarat, sirkulasi udara dan sinar matahari cukup, drainase limbah baik, mudah dibersihkan, lantai rata, tidak licin, tidak kasar, mudah kering, tahan injak, terdapat tempat pakan dan minum.

Ada 2 tipe kandang : (1) Kandang koloni; terdiri dari satu ruangan untuk memelihara ternak dalam jumlah banyak. Kandang seukuran 7 x 9 m dapat menampung 20 ekor sapi. (2) Kandang tunggal; terdiri dari satu ruangan, digunakan untuk memelihara satu ekor ternak. Kandang seukuran 2,25 x 1 m atau 3,75 m2/ekor.

Pakan Yang Berkualitas

Usahakan pakan yang diberikan mengandug Zat dan Protein tinggi dan enegi.   Pakan ternak ruminansia meliputi hijauan rumput-rumputan sebagai sumber energi dan hijauan leguminosa sebagai sumber protein serta dapat disertakan pakan tambahan konsentrat. Kebutuhan kebutuhan hijauan segar 10% dari bobot badan, sedangkan pakan konsentrat sebanyak 1–2 % dari bobot badan. Konsentrat merupakan pakan tambahan yang mempunyai kadar serat rendah dan kadar energi tinggi.

Hijauan rumput yang biasa dijadikan pakan ternak seperti rumput alam, rumput gajah (Pennisetum purpureum), rumput setaria (Setaria sphacelata), rumput benggala, rumput raja (Pennisetum purpureophoides). Sedangkan jenis leguminosa seperti lamtoro (Leucaena leucocephala), kaliandra (Calliandra calothyrsus Meissn), gamal (Gliricidia sepium), turi (Sesbania grandiflora), albesia. Sisa hasil pertanian yang dapat dijadikan sumber hijauan pakan ternak seperti jerami padi, daun dan tongkol jagung, jerami kacang tanah. Jerami padi mempunyai kadar serat yang tinggi dan kadar energi rendah sehingga nilai cernanya rendah. Untuk itu diperlukan suatu perlakuan agar mudah dicerna yaitu dengan proses fermentasi.

Pengolahan Limbah

Disamping menghasilkan produk utama berupa daging, usaha peternakan juga menghasilkan produk sampingan berupa limbah kotoran ternak (feses). Setiap harinya, seekor sapi menghasilkan kotoran 10-15 kg. Pada peternakan skala kecil mungkin hal ini tidak begitu berpengaruh karena jumlahnya yang sedikit. Akan tetapi pada usaha peternakan skala besar limbah dapat menimbulkan masalah bagi pelestarian lingkungan bila tidak ditangani dengan benar. Karena itu, perlu dilakukan pengolahan limbah secara tepat dan ramah lingkungan.

Akan lebih bagus jika anda juga ternak ikan lele. Jadi anda tidak di pusingkan dengan kotoran sapi dan pakan lele yang mahal.

Selama ini, limbah ternak dapat diolah untuk dijadikan kompos dan sebagai bahan baku penghasil biogas. Dengan adanya pengolahan limbah ternak ini selain dapat mengatasi masalah lingkungan juga dapat memberikan nilai tambah bagi peternak karena mempunyai nilai ekonomis. Pembuatan kompos dapat mendukung kegiatan pertanian untuk mengembalikan kesuburan lahan. Adapun pembuatan biogas dapat dijadikan alternatif pengganti sumber energi yang tidak dapat diperbaharui seperti bahan bakar fosil. Selain menghasilkan gas metan, biogas juga menghasilkan pupuk organik padat dan pupuk organik cair.

Penanganan Penyakit

Beberapa jenis penyakit yang dapat menyerang pada sapi, yaitu :
a. Foot Root (kuku busuk). Disebabkan oleh infeksi bakteri / kuman Fusobacterium necrophorus dan Fusiformis nodosus pada daerah kuku. Pengobatan dilakukan dengan cara membersihkan jaringan mati/busuk di kuku, kuku dipotong sampai bagian sehat terlihat, kemudian direndam dalam cairan desinfektan seperti formalin 10%, dan diperban
b. Septichaemia Epizooticae (SE / ngorok). Penyakit ini menular akibat bakteri Pasteurella multocida. Pencegahan dilakukan dengan vaksinasi dan pengobatan dapat digunakan antibiotik streptomisin, teramisin atau aeromisin.
c. Malighnant Catarrhal Fever (MCF/ingus jahat). Disebabkan oleh virus herpes dan merupakan suatu penyakit infeksi. Pengobatan belum ada, untuk mencegah infeksi sekunder dapat diberikan antibiotik berspektrum luas, tidak menempatkan kandang ternak sapi dekat dengan kandang domba.
d. Anthrax (radang limpa / cenang hideung). Bersifat menular dan merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Pencegahan dilakukan di daerah yang pernah terjadi penyakit dengan vaksinasi. Sedangkan pengobatan yang efektif yaitu dengan memberikan antiserum homolog dan dapat juga dikombinasikan dengan antibiotik penisilin atau streptomisin.
e. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Merupakan penyakit sangat menular pada hewan berkuku genap yang disebabkan oleh virus. Pengendalian dapat dilakukan dengan vaksinasi hewan-hewan rentan dan pengobatan dengan antibiotik dapat diberikan untuk mencegah terjadinya infeksi sekunder.

Semoga Bermanfaat.
Rumput Liar PELUANG, PETERNAKAN, Sapi, TERNAK, Usaha

Peluang Usaha Ternak Puyuh

Ternak Puyuh


Burung puyuh adalah burung yang bertubuh kecil,berkaki pendek, tidak dapat di adu, bahkan tidak dapat terbang. Namun di balik semua itu burung puyuh bisa membuka peluang usaha yang sangat menjanjikan. Dalam bhs jawa burung puyuh biasa di sebut dengan burung gemak atau gemek.

Burung puyuh awalnya berasal dari daratan amerika serikat. Di Indonesia burung puyuh mulai di kembangkan sekitar tahun 1979. Sekarang banyak sekali kandang-kandang baru untuk ternak burung puyuh bermunculan dimana-mana.

Peluang usaha ternak puyuh sangat terbuka, sebab banyak sekali manfaat yang dapat di ambil dari burung puyuh diantaranya adalah Telur dan dagingnya. Disamping mempunyai gizi yang sangat bagus telur dan daging burung puyuh rasanya juga lezat sekali sehingga banyak yang menyukainya.

 
Usaha Ternak Puyuh


Selain telur dan daging, kotoran burung puyuh juga sangat baik untuk memupuk tanaman. Sehingga banyak petani yang memesan kotoran burung puyuh untuk pupuk tanaman mereka. Inilah yang membuat peternak burung puyuh bermunculan di mana-mana.

Untuk memulai ternak burung puyuh yang harus diperhatikan pertama kali adalah memilih lokasi kandang yang baik.

Lokasi yang baik untuk ternak burung puyuh

  • Jauh dari pemukiman dan keramaian.

  • Lokasi sangat mendukung untuk transportasi terutama untuk jalur pemasaran.

  • Lokasi yang bersih bebas dari wabah penyakit.

  • Bukan daerah yang langganan banjir.

  • Sirkulasi udara yang bagus.


Kandang




 
Usaha Ternak Burung puyuh


Buat kandang yang temperaturnya normal dan ideal yaitu berkisar antara 20-25 derajat celcius. penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang.

Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m 2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m 2 sampai masa bertelur.

Penyiapan Bibit

Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan. Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:

 
Peluang Usaha Ternak Puyuh


1. a. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.

2. b. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.

3. c. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.

PANEN

1. Hasil Utama

Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.

2. Hasil Tambahan

Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja dan bulu puyuh.
Rumput Liar PELUANG, PETERNAKAN, Puyuh, TERNAK, Usaha

Peluang Usaha Ternak Puyuh

Ternak Puyuh


Burung puyuh adalah burung yang bertubuh kecil,berkaki pendek, tidak dapat di adu, bahkan tidak dapat terbang. Namun di balik semua itu burung puyuh bisa membuka peluang usaha yang sangat menjanjikan. Dalam bhs jawa burung puyuh biasa di sebut dengan burung gemak atau gemek.

Burung puyuh awalnya berasal dari daratan amerika serikat. Di Indonesia burung puyuh mulai di kembangkan sekitar tahun 1979. Sekarang banyak sekali kandang-kandang baru untuk ternak burung puyuh bermunculan dimana-mana.

Peluang usaha ternak puyuh sangat terbuka, sebab banyak sekali manfaat yang dapat di ambil dari burung puyuh diantaranya adalah Telur dan dagingnya. Disamping mempunyai gizi yang sangat bagus telur dan daging burung puyuh rasanya juga lezat sekali sehingga banyak yang menyukainya.

 
Usaha Ternak Puyuh


Selain telur dan daging, kotoran burung puyuh juga sangat baik untuk memupuk tanaman. Sehingga banyak petani yang memesan kotoran burung puyuh untuk pupuk tanaman mereka. Inilah yang membuat peternak burung puyuh bermunculan di mana-mana.

Untuk memulai ternak burung puyuh yang harus diperhatikan pertama kali adalah memilih lokasi kandang yang baik.

Lokasi yang baik untuk ternak burung puyuh

  • Jauh dari pemukiman dan keramaian.

  • Lokasi sangat mendukung untuk transportasi terutama untuk jalur pemasaran.

  • Lokasi yang bersih bebas dari wabah penyakit.

  • Bukan daerah yang langganan banjir.

  • Sirkulasi udara yang bagus.


Kandang




 
Usaha Ternak Burung puyuh


Buat kandang yang temperaturnya normal dan ideal yaitu berkisar antara 20-25 derajat celcius. penerangan kandang pada siang hari cukup 25-40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang.

Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m 2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m 2 sampai masa bertelur.

Penyiapan Bibit

Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan. Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:

 
Peluang Usaha Ternak Puyuh


1. a. Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.

2. b. Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.

3. c. Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik.

PANEN

1. Hasil Utama

Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.

2. Hasil Tambahan

Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging afkiran, tinja dan bulu puyuh.
Rumput Liar PELUANG, PETERNAKAN, Puyuh, TERNAK, Usaha

Ternak Ikan Gurame DiKolam Terpal

 
Ikan Gurame


Peluang usaha yang tidak pernah mati adalah usaha ikan. Sebab setiap hari masyarakat membutuhkan ikan untuk di konsumsi Semakin meningkat. Sedangkan pasokan barang yan ada tidak akan pernah mencukupi. Apalagi ahir-ahir ini sering terjadi cuaca buruk. Tentu pasokanikan ikan semakin berkurang.

Budidaya ikan gurame atau ikan guramih adalah salah satu budidaya ikan yang masih menjanjikan.  Sebab masyarakat Indonesia sangat menggemari ikan yang satu ini. Apalagi sekarang banyak bermunculan warung-warung besar yang menjual sajian  gurame bakar dan berbagai sajian ikan gurame lainnya. Begitu juga di pasar-pasar tradisional dan pasar-pasar modern banyak tersedia ikan gurame mentah siap di masak. Hal inilah yang mneyebabkan ikan gurame masih membuka peluang usaha dan peluang bisnis yang bagus.

 
Ikan gurame bakar


Harga ikan gurame yang relative lebih mahal dari ikan lainnya membuat banyak yang memilih ikan gurame untuk di budidayakan.  Usaha budidaya ikan gurame dapat di lakukan sesuai dengan kondisi modal. Dari modal kecil sampai yang modal besarpun bisa untuk mengembangkan usaha budidaya ikan gurame ini. Oleh karena itulah usaha budidaya ikan gurame ini terbuka untuk siapa saja.

Budidaya Ikan Gurame Dengan Kolam Terpal

 
budidaya ikan gurame


Bagi anda yang tak memiliki lahan yang cukup anda bisa membudidayakan ikan gurame dengan menggunakan kolam dari terpal. Ikan gurame pada dasarnya membutuhkan air yang cukup. Dengan membuat kolam dari terpal anda bisa membuatnya walaupun di lahan yang sempit. Asalkan anda sabar merawatnmya maka ikan gurame tetap tumbuh dengan baik.

Anda bisa membuat kolam ikan gurame dengan terpal secara fleksibel sesuai dengan lahan yang ada dan di mana saja. Misalnya di pekarangan rumah, di sawah, dan lain-lain. Jika kolam terpal buatan anda ukurannya tidak terlalu besar tentu saja tidak bisa menampung ikan gurame dalam jumlah yang besar. Jika dipaksakan tentu akan banyak mengalami kematian. Jadi jumlah ikan harus di sesuaikan dengan ukuran kolam. Untuk ukuran kolam 1m2 dengan kedalaman 90 cm kira-kira bisa diisi dengan 10 ekor guramih dengan berat 2.5 ons.

Jika ikan gurame sudah semaikn besar maka jumlahnya harus di kurangi.  Jika tidak maka perlu penambahan filter air yang memadai, caranya adalah dengan mengalirkan air kolam terpal dengan pompa ke suatu sistem filter, setelah melalui filter air masuk kembali ke kolam.

Pembuatan kolam terpal untuk ikan gurame dapat dibuat dengan dua model jenis :

 

1.       Menggali tanah dengan kedalaman tertentu biasanya sekitar 90 cm, kemudian Terpal dipasang pada tanah galian tersebut.

2.       Memasang terpal pada permukaan tanah ( tidak menggali tanah), dengan bantuan rangka dari besi atau kayu ,terpal dirangkai menyerupai bak. Cara pertama beban terpal tidak terlalu berat sewaktu diberi air, cara kedua memudahkan kita melakukan penggantian dan pembersihan kolam. Dengan selang kita bisa menyedot kotoran-kotoran kolam terpal dengan mudah. Pada budi daya ikan gurame kolam terpal ini kotoran ikan gurame perlu dikeluarkan (shiftpond), agar kesehatan dan kebersihan air tetap terjaga.




Kolam terpal gurame


Setelah kolam terpal selesi dibuat langkah selanjutnya adalah mengisi kolam dengan ikan guramih, akan tetapi sebelum ikan guramih dimasukkan perlu dipastikan terlebih dahulu kolam dalam kondisi bersih dari penyakit dan zat-zat berbahaya.  Terpal mengandung unsur kimia untuk pewarnaannya, maka sebelum dipasang perlu dicuci dan dibersihkan. Untuk membunuh patogen kolam yang telah terisi air ditaburi garam 2 ons/m3. Pastikan juga ikan guramih yang akan dibudidayakan tidak mengandung bibit penyakit. Jika ada guramih yang terkena penyakit perlu dikarantina terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam kolam.

Proses selanjutnya adalah memberi makan. Ikan guramih diberi makan 2 kali dalam sehari dengan pellet dengan kandungan protein 25% sampai dengan 30 %. Frekuensi pemberian makan lebih baik dalam frekuensi yang banyak tetapi dalam jumlah sedikit-sedikit daripada dalam frekuensi sedikit tetapi jumlahnya banyak. Selain Pelet makanan untuk ikan guramih bisa ditambahkan daun-daunan dan sayuran. Daun-daunan dan sayuran sangat bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan ikan guramih.

Pada budi daya ikan guramih dengan terpal ini perlu dihindari pemberian makanan yang berlebihan, jika ada makanan yang tersisa harus segera dibuang. Makanan ikan dan kotoran ikan yang ada di kolam mengandung zat amoniak yang dalam jumlah tertentu bersifat racun bagi guramih. Selain memberi makan dengan jumlah dan frekuensi teratur hal lain yang perlu diperhatikan adalah kualitas air.

Meski guramih cukup tahan dengan air yang tidak baik tetapi air perlu dibersihkan dan diganti sebagian(30%) secara periodik. Biasanya penggantian dilakukan satu minggu sekali dengan melakukan shift pond. Air disedot keluar dengan selang atau pompa, kotoran keluar melalui selang tersebut, kemudian diisi kembali dengan air baru. Lebih bagus lagi jika kolam diberi aerator atau filter untuk menambah kadar oksigen dan membersihkan kotoran secara otomatis.

Peluang Usaha Ternak Lebah Madu

Usaha ternak lebah madu jika dilakukan dengan intensif maka akan memberikan penghasilan yang cukup lumayan.  Untuk satu kotak lebah madu biasanya berisi sekitar 4-5 ribu lebah dengan 6 sisi dengan masa panen lebih kurang sekitar 1 bulan sekali, Keuntungan yang didapat rata-rata sekitar Rp 2,5 juta hingga 3 juta per bulan.

Ada beberapa macam lebah madu yang biasa di budidayakan oleh peternak madu.

1. Lebah hutan (Apis dorsata)
2. Lebah unggul (Apis mellifera)
3. Lebah lokal (Apis cerana )

Dari ketiga jenis lebah madu di atas, yang paling mendapat sambutan baik dari pasaran adalah lebah unggul (Apis mellifera). Lebah unggul di samping lebih produktif dan lebih jinak juga sengatannya bermanfaat untuk pengobatan berbagai penyakit.

Peluang Usaha Ternak Lebah Madu masih sangat terbuka khususnya bagi anda yang ingin mempunyai usaha sampingan di rumah. Adapun investasi modal tetap yang diperlukan dalam kegiatan budidaya lebah madu selama beberapa periode pemanenan adalah alat-alat produksi dan koloni lebah madu minimal 40 kotak–idealnya adalah 100 kotak koloni lebah madu.

Cara ternak lebah madu

1. Pemilihan bibit lebah unggul (Apis mellifera).

Ciri-ciri bibit lebah madu unggul yang berkualitas adala sebagaiberikut :

1. Punya ratu lebah yang sudah berumur 3 sampai satu tahun dan fisiknya bagus.
2. Ratu lebah bisa menghasilkan kualitas telur yang bagus dan jumlahnya banyak.
3. Hasil panen lebih banyak, baik hasil madu, bee pollen, royal jelly, dan propolis.
4. Menghasilkan larva yang lebih segar.
5. Biasanya lebahnya agresif.

2. Memperbanyak koloni lebah madu

Jika mengnginkan hasil madu yang banyak mka peternak madu stidaknya harus memilki 100 kotak koloni lebah. Cara untuk menghasilkan koloni labah yang lebih banyak adalah :

1. Pakan lebah harus tercukupi caranya adalah dengan menggembalakannya pada lokasi yang terdapat banyak maknaan lebah.
2. Mempersiapkan calon ratu lebah yang baru untuk di tempatkan di kolonial lebah yang baru.
3. Jika dalam satu kolonial lebah madu tempatnya sudah penuh, maka harus di buatkan tempat kolonial lebah madu yang baru.

3. Membuat calon ratu lebah

a. Ambil larva lebah madu yang baru menetas; usia 1 hari.

b. Masukan ke dalam satu potong frame royal jelly.

c. Frame royal jelly yang sudah terisi larva lebah madu ditempatkan pada kotak super (kotak lebah madu yang berisi koloni lebah madu, minimal 2 tingkat).

d. Sekat/pisahkan kotak super lebah madu tersebut, ratu lebah berada di kotak bawah, dan frame royal jelly calon ratu lebah madu ditempatkan pada kotak atasnya. Dengan demikian, ratu lebah madu tidak bisa mendekati calon ratu lebah madu.

e. Diamkan selama 11 hari sampai calon ratu lebah menjadi kepompong.

f. Setelah sebelas hari, calon ratu lebah dipindahkan ke kotak lebah yang besisi koloni lebah tanpa ada ratunya.

g. Setelah 13 hari, calon ratu lebah keluar kepompong dan langsung diangkat menjadi ratu lebah oleh koloni lebah tersebut

h. Biasanya, setelah seminggu, ratu lebah siap untuk kawin dan mengembangkan koloni lebah yang baru di tempat tersebut.

4. Peralatan

1. Kotak lebah, yang merupakan tempat koloni lebah madu, terbuat dari kayu suren atau mahoni;
2. Alat pengasap untuk menjinakan lebah madu yang agresif;
3. Masker pelindung serangan lebah madu;
4. Pengungkit sisiran;
5. Sikat sisiran lebah madu;
6. Sisiran yang terbuat dari rangka kayu dan di tengahnya diberi kawat sebagai penahan landasan sarang lebah madu;
7. Pollen trap untuk panen bee pollen;
8. Frame royal jelly untuk panen royal jelly dan membuat calon ratu lebah;
9. Ekstraktor untuk panen madu.

5. penggembalaan  Lebah Madu

Antara bulan Mei hingga September adalah masa peternak lebah menggembalakan lebah madunya ke perkebunan-perkebunan yang menyediakan pakan lebah madu cukup banyak.

Peternak lebah madu di pulau Jawa, umumnya, menggembalakan lebah madu ke perkebunan karet, kapuk, rambutan, lengkeng, mangga, kopi, dan duwet, sehingga dihasilkan madu berdasarkan spesifikasi jenis bunga.

Antara bulan Mei hinga September inilah saat peternak lebah madu menikmati “manisnya” pendapatan dari hasil lebah madu, seperti: madu dari berbagai jenis bunga, bee pollen, dan royal jelly.

Setelah bulan September, peternak lebah madu mengalami masa paceklik, karena musim madu telah lewat. Untuk menutupi biaya perawatan lebah madu, umumnya, peternak menggembalakan lebahnya ke perkebunan jagung. Di sini, peternak lebah madu dapat menghasilkan bee pollen jagung dan royal jelly.

Kendala yang biasa dihadapi peternak lebah madu

1. Faktor alam (cuaca).

Tahun 2007, banyak peternak lebah madu yang gulung tikar akibat cuaca yang tidak menentu. Sebagai contoh, kondisi yang dialami peternak lebah yang pada tahun sebelumnya biasanya bisa memanen madu kelengkeng sekitar bulan September. Dengan asumsi tersebut, peternak lebah madu akan menggembalakan lebahnya ke daerah Ambarawa. Namun, akibat cuaca yang tidak menentu, ternyata pohon kelengkeng gagal berbunga.

Peternak yang sudah terlanjur membawa koloni lebahnya ke tempat tersebut tentu akan rugi besar. Selain biaya tarnsportasi yang mahal, juga banyak lebah yang mati kelaparan.

2. Lingkungan masyarakat.

Masyarakat Indonesia banyak yang menganggap peternak lebah madu sebagai hama tanamannya, sehingga sebagian masyarakat akan mengusir peternak lebah madu yang masuk ke area perkebunannya. Kalau pun diizinkan, sewa lahan sebagai tempat beternak lebah sangat mahal.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan peternak lebah madu di luar negeri. Peternak lebah justru dicari untuk membantu penyerbukan perkebunan dan diberi upah karena telah membantu meningkatkan hasil produksi pertaniannya.

Syarat untuk berhasil dalam bisnis ini cukup dengan menimba ilmu dan menerapkan pengetahuan yang dimiliki tentang kehidupan koloni lebah. Misalnya:
- Suhu ideal yang cocok bagi lebah adalah sekitar 26 derajat C. Pada suhu ini, lebah dapat beraktivitas normal.
- Pada suhu di atas 10 derajat C, lebah masih beraktivitas.
- Kehidupan koloni di lereng pegunungan/dataran tinggi yang bersuhu normal (25 derajat C).
- Lokasi yang disukai lebah adalah tempat terbuka, jauh dari keramaian, dan banyak terdapat bunga sebagai pakannya.

Demikianlah sekilas tentang cara ternak lebah madu. Semoga bermanfaat.

Peluang Usaha Ternak Lebah Madu

Usaha ternak lebah madu jika dilakukan dengan intensif maka akan memberikan penghasilan yang cukup lumayan.  Untuk satu kotak lebah madu biasanya berisi sekitar 4-5 ribu lebah dengan 6 sisi dengan masa panen lebih kurang sekitar 1 bulan sekali, Keuntungan yang didapat rata-rata sekitar Rp 2,5 juta hingga 3 juta per bulan.

Ada beberapa macam lebah madu yang biasa di budidayakan oleh peternak madu.

1. Lebah hutan (Apis dorsata)
2. Lebah unggul (Apis mellifera)
3. Lebah lokal (Apis cerana )

Dari ketiga jenis lebah madu di atas, yang paling mendapat sambutan baik dari pasaran adalah lebah unggul (Apis mellifera). Lebah unggul di samping lebih produktif dan lebih jinak juga sengatannya bermanfaat untuk pengobatan berbagai penyakit.

Peluang Usaha Ternak Lebah Madu masih sangat terbuka khususnya bagi anda yang ingin mempunyai usaha sampingan di rumah. Adapun investasi modal tetap yang diperlukan dalam kegiatan budidaya lebah madu selama beberapa periode pemanenan adalah alat-alat produksi dan koloni lebah madu minimal 40 kotak–idealnya adalah 100 kotak koloni lebah madu.

Cara ternak lebah madu

1. Pemilihan bibit lebah unggul (Apis mellifera).

Ciri-ciri bibit lebah madu unggul yang berkualitas adala sebagaiberikut :

1. Punya ratu lebah yang sudah berumur 3 sampai satu tahun dan fisiknya bagus.
2. Ratu lebah bisa menghasilkan kualitas telur yang bagus dan jumlahnya banyak.
3. Hasil panen lebih banyak, baik hasil madu, bee pollen, royal jelly, dan propolis.
4. Menghasilkan larva yang lebih segar.
5. Biasanya lebahnya agresif.

2. Memperbanyak koloni lebah madu

Jika mengnginkan hasil madu yang banyak mka peternak madu stidaknya harus memilki 100 kotak koloni lebah. Cara untuk menghasilkan koloni labah yang lebih banyak adalah :

1. Pakan lebah harus tercukupi caranya adalah dengan menggembalakannya pada lokasi yang terdapat banyak maknaan lebah.
2. Mempersiapkan calon ratu lebah yang baru untuk di tempatkan di kolonial lebah yang baru.
3. Jika dalam satu kolonial lebah madu tempatnya sudah penuh, maka harus di buatkan tempat kolonial lebah madu yang baru.

3. Membuat calon ratu lebah

a. Ambil larva lebah madu yang baru menetas; usia 1 hari.

b. Masukan ke dalam satu potong frame royal jelly.

c. Frame royal jelly yang sudah terisi larva lebah madu ditempatkan pada kotak super (kotak lebah madu yang berisi koloni lebah madu, minimal 2 tingkat).

d. Sekat/pisahkan kotak super lebah madu tersebut, ratu lebah berada di kotak bawah, dan frame royal jelly calon ratu lebah madu ditempatkan pada kotak atasnya. Dengan demikian, ratu lebah madu tidak bisa mendekati calon ratu lebah madu.

e. Diamkan selama 11 hari sampai calon ratu lebah menjadi kepompong.

f. Setelah sebelas hari, calon ratu lebah dipindahkan ke kotak lebah yang besisi koloni lebah tanpa ada ratunya.

g. Setelah 13 hari, calon ratu lebah keluar kepompong dan langsung diangkat menjadi ratu lebah oleh koloni lebah tersebut

h. Biasanya, setelah seminggu, ratu lebah siap untuk kawin dan mengembangkan koloni lebah yang baru di tempat tersebut.

4. Peralatan

1. Kotak lebah, yang merupakan tempat koloni lebah madu, terbuat dari kayu suren atau mahoni;
2. Alat pengasap untuk menjinakan lebah madu yang agresif;
3. Masker pelindung serangan lebah madu;
4. Pengungkit sisiran;
5. Sikat sisiran lebah madu;
6. Sisiran yang terbuat dari rangka kayu dan di tengahnya diberi kawat sebagai penahan landasan sarang lebah madu;
7. Pollen trap untuk panen bee pollen;
8. Frame royal jelly untuk panen royal jelly dan membuat calon ratu lebah;
9. Ekstraktor untuk panen madu.

5. penggembalaan  Lebah Madu

Antara bulan Mei hingga September adalah masa peternak lebah menggembalakan lebah madunya ke perkebunan-perkebunan yang menyediakan pakan lebah madu cukup banyak.

Peternak lebah madu di pulau Jawa, umumnya, menggembalakan lebah madu ke perkebunan karet, kapuk, rambutan, lengkeng, mangga, kopi, dan duwet, sehingga dihasilkan madu berdasarkan spesifikasi jenis bunga.

Antara bulan Mei hinga September inilah saat peternak lebah madu menikmati “manisnya” pendapatan dari hasil lebah madu, seperti: madu dari berbagai jenis bunga, bee pollen, dan royal jelly.

Setelah bulan September, peternak lebah madu mengalami masa paceklik, karena musim madu telah lewat. Untuk menutupi biaya perawatan lebah madu, umumnya, peternak menggembalakan lebahnya ke perkebunan jagung. Di sini, peternak lebah madu dapat menghasilkan bee pollen jagung dan royal jelly.

Kendala yang biasa dihadapi peternak lebah madu

1. Faktor alam (cuaca).

Tahun 2007, banyak peternak lebah madu yang gulung tikar akibat cuaca yang tidak menentu. Sebagai contoh, kondisi yang dialami peternak lebah yang pada tahun sebelumnya biasanya bisa memanen madu kelengkeng sekitar bulan September. Dengan asumsi tersebut, peternak lebah madu akan menggembalakan lebahnya ke daerah Ambarawa. Namun, akibat cuaca yang tidak menentu, ternyata pohon kelengkeng gagal berbunga.

Peternak yang sudah terlanjur membawa koloni lebahnya ke tempat tersebut tentu akan rugi besar. Selain biaya tarnsportasi yang mahal, juga banyak lebah yang mati kelaparan.

2. Lingkungan masyarakat.

Masyarakat Indonesia banyak yang menganggap peternak lebah madu sebagai hama tanamannya, sehingga sebagian masyarakat akan mengusir peternak lebah madu yang masuk ke area perkebunannya. Kalau pun diizinkan, sewa lahan sebagai tempat beternak lebah sangat mahal.

Hal ini tentu sangat berbeda dengan peternak lebah madu di luar negeri. Peternak lebah justru dicari untuk membantu penyerbukan perkebunan dan diberi upah karena telah membantu meningkatkan hasil produksi pertaniannya.

Syarat untuk berhasil dalam bisnis ini cukup dengan menimba ilmu dan menerapkan pengetahuan yang dimiliki tentang kehidupan koloni lebah. Misalnya:
- Suhu ideal yang cocok bagi lebah adalah sekitar 26 derajat C. Pada suhu ini, lebah dapat beraktivitas normal.
- Pada suhu di atas 10 derajat C, lebah masih beraktivitas.
- Kehidupan koloni di lereng pegunungan/dataran tinggi yang bersuhu normal (25 derajat C).
- Lokasi yang disukai lebah adalah tempat terbuka, jauh dari keramaian, dan banyak terdapat bunga sebagai pakannya.

Demikianlah sekilas tentang cara ternak lebah madu. Semoga bermanfaat.

Usaha Sampingan Ternak Hamster

Hamster adalah binatang sejenis hewan pengerat, terdapat berbagai jenis di dunia dan hampir ada di tiap negara. Bentuknya yang mini membuat hamster mudah untuk dibawah kemana-mana dan tidak memerlukan kandang yang terlalu besar untuk merawatnya.

Hamster biasa hidup di bukit pasir yang divegetasi, bukit di kaki gunung dan dataran rendah yang bersemak-semak dan berbatu, sungai di lembah, dan padang rumput yang luas, beberapa juga tinggal di ladang tanam. Hamster adalah makhluk omnivora. Makanan mereka biasanya butir padi, tetapi juga termasuk buah segar, akar, bagian hijau tumbuhan, invertebrata dan beberapa binatang kecil lainnya seperti serangga dan belalang.

Jika kita ingin memelihara hamster, hal paling aman adalah memberikan makanan berupa biji-bijian segar. Di Indonesia terdapat beberapa usaha rumah tangga yang membuat makanan hamster dari biji-bijian. Pilih biji-bijian yang tidak diawetkan namun bebas dari kutu dan bahan pewarna.

Demi keamanan, sebaiknya tidak memberikan makanan berupa daun segar dan makanan instan. Beberapa jenis daun segar mungkin tidak berbahaya bagi hamster, namun sebagian besar daun-daunan sudah tercemar pestisida. Walau sedikit, hamster rentan terhadap pestisida. Makanan instan juga tidak baik diberikan kepada hamster karena biasanya mengandung bahan pengawet. Makanan mengandung garam dapat menyebabkan kerontokan pada bulu hamster.

Peluang Usaha Sampingan Ternak Hamster

Hamster ternyata bisa menjadi usaha sampingan yang mendatangkan keuntungan. Tidak hanya dari berbisnis Hamsternya saja tapi juga dari berbagai macam asesoris Hamster, seperti kandang hamster,tempat makan, arena bermain hamster dan lain-lain. Bisnis Hamster sendiri patut untuk ditekuni karena bisnis ini relatif mudah dilakukan dan bisa menjadi usaha sampingan di rumah, serta tidak memerlukan modal yang besar. Modal utamanya adalah suka dengan Hamster dan telaten mengurus hewan-hewan mungil ini.

Harga Hamster cukup bervariasi dari mulai 15 ribu rupiah sampai ratusan ribu, semua tergantung keindahan bulu dan jenis Hamsternya. Hamster yang memenagi kontes biasanya akan dihargai dengan harga yang cukup mahal. Hamster sendiri banyak dipasarkan di Mall, pasar-pasar satwa, pet shop, toko ikan hias dan tempat-tempat lain. Anda bisa menawarkan hamster-hamster kesayangan di tempat-tempat tersebut.

Tips memelihara hamster :


  • Usahakan kandang selalu bersih dan kering. Gunakan pasir atau butiran batu yang biasa dijual di tempat penjualan hamster sebagai alasnya. Pasir ini berguna untuk mengeringkan kandang dari air kencing dan menghilangkan bau air kencing itu sendiri. Pasir ini juga bisa dipakai hamster untuk mandi sehingga bulunya terlihat rapih, kering, dan tidak bau.

  • Ganti pasir ini setiap minggu atau 2 minggu sekali dengan pasir baru. Setelah seminggu atau dua minggu, pasir ini akan terlihat kotor karena bercampur dengan kotoran dan sisa makanan. Jika mau sedikit repot, pasir yang sudah terpakai bisa dicuci, dikeringkan, dan dipakai ulang.

  • Cara mencucinya, pasir bekas pakai tadi direndam dulu agar kotoran dan sisa makanan mengambang sehingga mudah untuk dibuang dan dipisahkan dari pasirnya.

  • Beri makanan dan minuman yang cukup. Untuk makanan, sanda bisa memberi kuaci atau tumbukan kacang tanah yang sudah dikupas kulitnya. Untuk minuman, sesuai saran penjualnya, jangan beri air langsung, tetapi beri kecambah (tauge) setiap pagi dan sore. Dengan demikian, kandang bisa terus kering sepanjang hari. Banyak orang memberi minum dengan air sehingga kandang menjadi basah dan hamster mudah sakit dan mati.

  • Tambahkan makanan baru hanya jika makanan yang sudah ditaburkan atau disediakan di tempat makanan sudah habis termakan. Ini untuk menjaga kebersihan agar tidak banyak sisa makanan berserakan di dalam kandang.

  • Jika induk betina melahirkan, pisahkan dari hamster pejantan atau hamster lainnya, dan perbanyak makan kecambah. Ciri-ciri hamster betina yang akan melahirkan terlihat dari bentuk perutnya yang membuncit dan si induk seperti gelisah mondar-mandir dalam kandang dengan tingkat keaktifan yang lebih tinggi dari biasanya. Jangan lupa beri potongan kain untuk membuat sarang buat bayi-bayi hamster yang akan dilahirkan.


Nah itulah sekilas info tentang usaha sampingan ternak hamster. Selamat mencoba.