Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rumah. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Desember 2012

Ibu Rumah Tangga Ini “Menyulap” Daun Jadi Uang Rp 70 Juta per Bulan

Bila mendengar kata daun, biasanya yang ada di pikiran seseorang pastilah sesuatu yang kotor atau seharusnya dibuang. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Nanik Hery. Wanita satu ini bahkan berhasil meraup omzet hingga Rp 70 juta per bulan. Siapa sangka, bisnis yang bermula dari kebiasaan almarhum sang suami yang hobi mengeringkan daun dan menyelipkannya di buku, menjadi awal mula pundi-pundi uang mengalir deras ke kantongnya. Dari situ muncul beberapa ide tentang membuat suatu usaha dari olahan daun.


Modal yang ala kadarnya sebesar Rp 100 ribu ternyata menjadi jalan awal usaha tersebut untuk menembus penjualan pasar internasional. “Waktu itu modalnya cuma Rp 100 ribu, tapi melihat respons dari orang-orang yang begitu menyukai hasil karya kami, saya sangat bersyukur,” ungkap Nanik.


Nanik mengaku akan terus menjaga usaha yang merupakan warisan dari Alm suaminya. Kala itu, dirinya mencoba kreasi daun dengan membuat tempat tisu. “Kami membeli kotak tisu dan lem, lalu kami melekatkan daun sebagai hiasannya, tidak disangka hasilnya di luar dugaan, hasil kreasi kami disukai banyak orang. Selain itu usaha ini juga membuka lapangan kerja,” kenangnya.


Usaha yang diberi nama “Ud Bengkel Keriya Daun 9996″ ini sudah ada sejak 9 September 1996. Kini, usahanya telah merambah ke pasar internasional. Berbagai jenis barang tersedia seperti kotak tisu, buku, bingkai foto, dompet dan masih banyak lagi. Adapun untuk harga yang ditawarkan memiliki keragaman mulai Rp 5 ribu hingga Rp 5 juta.


Nanik menceritakan, tidak susah untuk menemukan dedaunan yang akan digunakan sebagai kreasinya. Jenis daun yang digunakan Nanik adalah daun yang mudah ditemukan, seperti daun kupu-kupu yang pohonnya banyak terdapat di pinggir jalan raya. Dia pun bekerjasama dengan dinas kebersihan Surabaya untuk mendapatkan jenis daun tersebut sehingga setiap harinya Nanik dapat memasok bahan bakunya tersebut.


Hingga saat ini Nanik telah berhasil memiliki toko sendiri yang lokasinya di Ngagel Mulyo XV Surabaya dengan karyawan sebanyak 14 orang yang ditempatkan dikelompok-kelompoknya. “Ada bagian khusus barang untuk ekspor dan ada yang barang untuk dipasarkan di dalam negeri,” tutupnya.


 


 


 


 


 


 


 


Sumber artikel: suarapengusaha.com dan redaksi


Sumber gambar: jambi.tribunnews.com

Bisnis Ibu Rumah Tangga Yang Kreatif dan Sukses

Rini Nurdiani DarwinBerawal dari kecintaannya terhadap batik, Rini Nurdiani Darwin mencoba memanfaatkan hobinya itu ke dalam bisnis yang menghasilkan pundi-pundi rupiah. Pada awal 2000, Rini harus rela keluar dari tempat kerjanya  di salah satu perusahaan besar di Bandung. Mantan seorang karyawati PT Inti itu harus mengikuti suaminya yang ditugaskan kerja di Semarang.


Namun, wanita kelahiran 56 tahun itu tetap ingin memiliki kesibukan. Dalam kamus hidupnya, meskipun seorang ibu rumah tangga, jiwanya wajib terus berkreasi. Awal menginjakan kaki di Semarang, Rini langsung survey ke setiap pelosok kota guna mencari sesuatu yang bisa dijadikan peluang usaha.


Di situlah wanita yang ramah senyum itu merasa klop ketika di salah satu kawasan tersebut terdapat kerajinan pernak-pernik binatang. Otak Rini seketika berputar. Bayangan batik terus berseliweran di dalam benaknya. Hatinya berbicara bagaimana jika ia mengembangkan usaha pernak-pernik binatang itu dengan corak batik.


Dengan hanya modal awal Rp 1 juta, wanita yang menyelesaikan pendidikan di Universitas Indonesia jurusan Ekonomi itu langsung mengajak pengrajin sekitar dan adik bungsunya untuk bekerja sama membuka usaha kerajinan binatang batik.


“Untuk membuka usaha ini, saya sengaja kursus batik dulu ke Jogja pulang pergi,” katanya kepada Bisnis, Rabu di tempat workshopnya di Jl. Karawitan 85 Bandung belum lama ini. Usaha Rini pun berjalan mulus dan sudah menghasilkan produk kerajinan binatang dan pernak-pernik batik berukuran kecil. Tak lama kemudian, seorang teman mengajaknya untuk mengikuti pameran di Jepang dan Berlin. Rini pun tak bisa menolak. “Ini peluang besar,” katanya.


Hasil pameran dari dua negara tersebut ternyata membawa berkah tersendiri bagi produk-produknya di bawah bendera Hanacaraka. Pesanan pun semakin tumpah ruah dan tak bisa tertampung. Namun sayang pada 2007, di tengah kesuksesan usahanya, istri dari Darwin Daniel itu harus segera pindah rumah kembali mengikuti jejak sang suami yang ditugaskan di Kalimantan. Ia harus rela melepaskan usahanya di Semarang.


Namun, meski pindah ke Kalimantan, jiwa bisnis Rini masih tertanam kuat-kuat. Ia kembali pergi ke setiap pelosok dan mencari ikon kerajinan di setiap kota. Beruntung, ia tinggal di Balik Papan yang terkenal dengan ikon beruang madu. Di situlah, seorang ibu yang memiliki empat anak itu bergaul dengan ibu-ibu PKK sekitar. Bahkan dirinya langsung direkrut oleh walikota untuk membina warga dengan kerajinan.


Dalam catatan Rini, ada dua ciri khas dari Kota Balik Papan antara lain beruang madu dan batik Kaltim yang segera ia padukan menjadi sebuah kerajinan yang bisa menghasilkan kocek untuk warga setempat.


Dia pun mengajak seorang pematung setempat untuk memproduksi patung beruang madu yang nantinya diberi corak batik Kaltim yang dikerjakan oleh ibu-ibu sekitar. Hasilnya? “Sambutan positif pun bermunculan ketika produk beruang madu batik dipamerankan di Jepang dan Thailand,” katanya seraya melemparkan senyum bangga.


Warga Balik Papan menjadi kreatif sejak kedatangan wanita yang melanjutkan kuliah S2 di Universitas Diponegoro jurusan Marketing itu. Dua tahun sudah Rini memberikan pembinaan, pekerjaan sekaligus membuat ikon kerajinan beruang madu bercorak batik Balik Papan. Pada 2009, Lagi-lagi ia harus pindah ke Makasar demi sang suami.


“Suami saya kerja di Telkom. Dia sering ditugaskan di luar kota. Mau tak mau saya harus ikut dengannya,” katanya. Tapi, di Makasar, Rini tidak terlalu produktif mengembangkan usahanya karena hanya tinggal selama setahun.


Menginjak 2010, wanita yang kini menjabat sebagai Ketua Paguyuban Alas Kaki Unggulan (PAKU) itu kembali menempati kota kelahirannya bersama keluarga di Bandung. Di tahun itulah bisnisnya mulai dikembangkan lebih matang. Usaha yang dikembangkan Rini sejak di Bandung kini  di sektor alas kaki antara lain sandal dan sepatu. Awalnya Rini masih mencoba bergelut diusaha yang masih berhubungan dengan batik, yakni memproduksi kelom batik.


Namun, seiring berkembangnya zaman, beragam sepatu yang diproduksi di bawah bendera TORI Shoes itu semakin unik,  langka dan terbatas di pasaran. Dia menyebutkan sedikitnya ada empat jenis sepatu hasil buatanya seperti yang terbuat dari bahan baku lurik, rajut, batik fraktal dan kulit.


Harga produk dari beragam jenis dipasarkan berkisar Rp 160.000 hingga Rp 900.000 per satuan. Dia mengaku dari usahanya itu bisa meraup omzet yang bervariasi. Namun, yang memiliki ciri khas dari produksinya yaitu unlimited. “Untuk sepatu batik fraktal saja saya hanya menerima pesanan,” katanya.


Usaha yang dijalankan Rini sebetulnya tidak terlalu difokuskan untuk mencari keuntungan. Tetapi dia mengakui menjalankan bisnisnya sekedar menyalurkan hobi. Sehingga produksinya pun tidak terlalu banyak. Dia menyebutkan rata-rata minimal dari masing-masing jenis produksinya itu sekitar 50 pasang per bulan.


Meski begitu, ia pun tetap sering mengikuti sejumlah pameran yang digelar di setiap kota di Indonesia, bahkan di luar negeri. Menurut Rini, desain hasil produksinya sempat menjuarai lomba di China dengan menyabet juara satu untuk desain sepatu fraktal.


Selain itu TORI Shoes juga berturut-turut menjuarai desain sepatu kulit di pameran Inacraft di Jakarta Convention Center pada 2010-2011 serta sebuah penghargaan produk terbaik  dari Femina. Namun, bukan namanya bisnis jika seorang pengusaha belum mengalami jatuh bangun. Wanita yang gemar renang itu mengaku sempat terpukul ketika seorang buyer dengan seenaknya menunda pembayaran. Padahal, produksinya sudah siap dikirim.


“Saya pernah berhenti beberapa waktu akibat kesal dengan buyer yang tidak juga membayar produksi saya. Sehingga tidak sedikit karyawan yang saya berhentikan,” katanya. Namun, pelan-pelan akhirnya buyer tersebut mau membayar pesanan yang sudah lama terbengkalai itu. Dia pun kembali bangkit dan terus melebarkan sayap mencari inovasi yang menantang.


Gerak-gerik dan langkah Rini membuatnya kembali berpikir cerdas. Saat ini dia mengaku tengah memutar otak untuk lebih mengembangkan sepatu rajut. Dia mengatakan dirinya juga bakal banyak merekrut ibu-ibu rumah tangga di kawasan sentra rajut Binong Jati Bandung untuk berkreasi.


“Saya orangnya tidak bisa diam. Saat saya jalan-jalan ke sentra rajut Binong Jati, mendadak pikiran saya mengarah ke sepatu rajut. Dan setelah dicoba ternyata banyak orang yang tertarik,” katanya. Tidak hanya sepatu, Rini juga ke depannya bakal membuat produk terbaru yakni tas wanita dari bahan tenun Bali. Dia mengaku tengah mencari mitra yang bisa diajak kerjasama.


 


 


 


 


 


 


Sumber artikel: suarapengusaha.com dan redaksi


Sumber gambar: bisnis-jabar.com

Jumat, 27 Juli 2012

Kesalahan dalam Mendekorasi Rumah

dekorasiMendekorasi rumah sendiri tidak hanya akan menghemat biaya tapi juga menambah sentuhan pribadi Anda ke dalam rumah.

Namun mendekorasi rumah bukanlah pekerjaan yang mudah, karena jika salah penempatan dan tata letak justru akan membuat tempat tinggal berkurang keindahannya.Ada beberapa tindakan dalam mendekorasi rumah sendiri yang sebaiknya jangan Anda lakukan, seperti yang dikutip dari Helium.

1. Menempatkan Semua Furnitur ke Dekat Dinding
Banyak orang mengira ruangan akan terkesan lebih luas jika semua furnitur ditempatkan menempel pada dinding; mulai dari sofa, kursi dan meja. Tapi yang terlihat justru sebaliknya, ruangan terlihat tidak rapi dan terkoordinasi dengan baik. Furnitur akan tampak lebih bagus dan ruangan terkesan lebih 'mengundang' jika ditempatkan di angle yang dikelilingi ruang kosong. Tempatkan set furnitur di tengah-tengah ruangan. Furnitur sebaiknya tidak diletakkan terlalu berjauhan agar orang bisa berkomunikasi lebih mudah ketika mengadakan diskusi kecil di ruang tamu.

2. Asal Menempatkan Hiasan Dinding
Memajang hiasan seperti foto atau artwork di dinding merupakan cara mendekor rumah yang simpel namun efeknya cukup besar dalam tampilan keseluruhan ruangan. Namun Anda tidak bisa asal menempatkan hiasan di dinding. Banyak orang yang tidak mengetahui aturan memajang hiasan dinding. Umumnya, hiasan digantung terlalu tinggi sehingga membuatnya sulit dinikmati tamu. Atau hiasan terlalu kecil sementara ruangan atau space dinding terlalu besar hingga ruangan terkesan kosong. Cara tepat untuk menggantung hiasan dinding adalah menempatkannya di tengah-tengah dan lebih rendah yang bisa dijangkau mata.

3. Pencahayaan Terlalu Gelap atau Terang
Pencahayaan yang kurang tepat tidak hanya membuat ruangan terlihat kurang bagus, tapi juga mengganggu kenyamanan orang yang berada di dalam rumah. Para ahli tata ruang menyarankan, lampu sebaiknya diletakkan di bawah atau sejajar dengan pandangan mata. Jika Anda memasang lampu di langit-langit, gunakan lampu yang lebih redup sehingga cahaya dari atas tak terlalu terang. Pilih lampu yang bisa dipasang di meja atau lantai jika memungkinkan, dan pastikan dikoordinasikan dengan elemen dekorasi lainnya.

4. Terlalu Banyak Aksesori
Memakai aksesori seperti guci, bingkai foto atau pajangan lainnya bisa jadi cara untuk menghias ruangan. Tapi jika Anda mengeluarkan semua pajangan yang Anda punya sekaligus akan membuat ruangan terlihat sempit dan berantakan. Cukup pilih beberapa item untuk satu ruangan dan perhatikan model serta ukurannya. Pajangan berukuran besar sebaiknya diletakkan tak lebih dari dua item di satu ruangan. Sementara pajangan yang berukuran kecil, bisa diletakkan di ruang tengah atau kamar. Memajang sedikit aksesori di ruangan akan membuat tamu lebih fokus memerhatikan keindahannya, dibandingkan ruangan dengan banyak barang.

5. Menggabungkan Warna Terang Sekaligus
Pemilihan warna tertentu bisa mengubah suasana ruangan Anda secara total dengan instan. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati dalam pemilihan warna khususnya untuk ruang tamu. Menggabungkan warna-warna terang dengan motif terlalu ramai akan membuat 'sakit mata'. Jika berencana memakai warna terang, sebaiknya tidak mengecatnya ke seluruh ruangan. Kombinasikan dengan warna-warna lembut atau netral. Jika tetap ingin menggunakan warna terang sebagai cat utama, lembutkan dengan karpet atau sofa warna muda atau dusty.

Faktor yang Harus Diutamakan Saat Membeli Rumah

rumahMembeli rumah merupakan keputusan yang cukup penting dan besar dalam hidup. Di dalamnya, kita akan tinggal bersama orang-orang tercinta dan menghabiskan sebagian besar waktu dalam hidup.

Untuk itu, memilih rumah tidak bisa sembarangan, harus dilakukan pemikiran yang matang dan investigasi yang mendalam.Dari sekian banyak pertimbangan yang harus dipikirkan, ini empat faktor terpenting yang wajib Anda utamakan saat membeli rumah, seperti dilansir Helium dan About.

1. Lokasi, Lokasi, Lokasi
Tiga hal pertama yang harus diperhatikan saat akan membeli rumah adalah lokasi, lokasi dan lokasi. Anda bisa tinggal di rumah yang bukan merupakan rumah idaman sekalipun jika Anda dan keluarga menyukai lingkungannya dan cocok dengan para tetangga. Untuk urusan rumah yang kurang sempurna, Anda bisa merenovasinya tapi jika sudah menyangkut lingkungan, Anda tentu tak bisa mengubahnya. Saat mencari rumah, pertimbangkan kemudahan akses ke tempat kerja dan sekolah anak-anak, keramah tamahan tetangga, bagaimana posisi rumah, kegiatan di lingkungan, lalu lintas, akses ke taman, tempat belanja juga transportasi publik.
2. Harga
Tidak hanya harga rumah, tapi juga biaya yang dikeluarkan selama proses jual beli rumah dan setelah Anda menempatinya. Mulai dari biaya pengurusan akta jual beli, sertifikat hak milik, biaya notaris, biaya balik nama (misalnya membeli rumah dari orang lain), pajak bumi dan bangunan, hipotek (jika ada) dan lain sebagainya. Pastikan bujet Anda cukup untuk semua biaya tersebut. Jadi saat membeli rumah, jangan hanya memperhatikan harga fisik yang terpampang tapi juga biaya-biaya yang berkaitan dengan pengurusan hukum.

3. Nilai Properti di Masa Sekarang dan Mendatang
Perhatikan apakah ada prospek harga rumah akan melambung tinggi di masa mendatang? Atau stagnan dan bahkan menurun? Apakah lokasi rumah tersebut berpotensi terkena penggusuran dari proyek pemerintah? Jika ya, berapa kira-kira besar ganti rugi yang akan diberikan (jika rumah harus digusur karena pembangunan jalan tol, dan sebagainya). Cari tahu informasi sebanyak-banyaknya tentang hal tersebut agar Anda tidak merugi. Bila kira-kira ke depannya akan lebih banyak dampak negatif daripada positif, sebaiknya pertimbangkan lagi untuk membeli rumah tersebut dan cari yang lebih prospektif dijadikan investasi jangka panjang.

4. Kondisi Tanah Tempat Rumah Dibangun
Perhatikan struktur bangunan, apakah dikerjakan oleh perusahaan konstruksi yang bereputasi tinggi? Fokuskan juga perhatian pada medan bangunan, apakah tanahnya cukup stabil dan tidak mengandung lumpur atau faktor-faktor lingkungan lain yang bisa berdampak buruk pada ketahanan bangunan rumah di masa-masa mendatang? Tanah seperti apa yang berada di bawah bangunan? Anda mungkin juga perlu mengecek kondisi tanah jika berencana membuat kebun di dalam pekarangan rumah. Periksa apakah ada racun atau zat kimia berbahaya yang mungkin terkandung di dalam tanah. Hal ini cukup penting, terutama jika ada anggota keluarga yang mudah alergi atau punya masalah kesehatan.

5. Fasilitas Umum di Sekitar Rumah
Bila Anda pasangan yang baru menikah dan berencana punya anak, pertimbangkan lokasi taman bermain dan sekolah. Apakah rumah Anda cukup dekat dan terjangkau dengan lembaga pendidikan? Hal ini penting dipikirkan untuk kemudahan dan keamanan balita atau anak usia TK dan SD agar tidak terlalu jauh saat bersekolah. Pertimbangkan juga kemudahan transportasi, sebaiknya rumah berada di lokasi yang dilewati atau dekat dengan transportasi publik, atau minimal aksesnya mudah dicapai.
Minggu, 22 April 2012

Rumah Sekaligus Tempat Usaha

 







Perlu usaha khusus agar bisa sukses merombak rumah tinggal menjadi rumah sekaligus tempat usaha. Karena menyatu dengan tempat tinggal, maka pembagian ruang menjadi penting.

Sungguh tak mudah merenovasi rumah. Terlebih jika tujuannya mengubah rumah sekaligus menjadi tempat usaha. Riri mengalami kepusingan yang sama saat ingin membuka salon di rumahnya. Ia lalu meminta bantuan Aggie Dewi dan Nadia Erithiany, keduanya arsitek dari Banco. Menurut Nadia, karena ada penyatuan dua fungsi di satu bangunan, yang paling penting adalah pembagian ruang yang efisien. "Harus dibicarakan dengan jelas, ruang mana saja yang tetap pada posisinya dan mana yang perlu ditambah," jelas Nadia.

Selain itu konsep rumah pun harus direncanakan matang. "Kita sengaja memilih konsep minimalis, karena selain sedang tren, kebetulan penghuninya pun hanya dua orang, yaitu Riri dan putranya," kata Nadia. Karena konsepnya sudah jelas, proses selanjutnya menjadi lebih mudah, termasuk ketika memilih furnitur yang sesuai. "Karena konsep rumahnya minimalis, Riri bisa memilih furnitur yang simpel dan praktis," tutur Nadia yang menyarankan si pemilik rumah untuk mengontrak rumah lain sementara rumahnya direnovasi.

Lalu, yang tak kalah pentingnya adalah konsep rumah tumbuh atau perluasan ruangan. "Misalnya, rumah salon ini. Pemiliknya ada rencana pengembangan ke atas. Jadi, ruang pribadi di lantai bawah, bisa pindah ke lantai atas. Tanpa perlu membongkar lagi karena sudah dipersiapkan sejak awal."

Sepintas, dari luar rumah seluas 120 meter persegi yang terletak di perumahan Pondok Kelapa Indah, Kalimalang, Bekasi, ini terlihat seperti rumah minimalis yang memang sedang tren saat ini. Sama sekali tak tampak seperti tempat bisnis. Begitu kita masuk ke ruang tamu, aura usaha sangatlah terasa. Terlihat beberapa kursi salon berwarna hitam yang tersusun rapi, alat pengering, dan gunting. Penempatan perabot yang pas, membuat salon ini terasa homey. "Ini cocok dengan yang saya inginkan, yaitu salon dengan kesan rumah," tutur Riri.

Manis & Simpel
Di sebelah salon, dipisahkan dinding, terletak kamar tidur dan kamar anak, serta kamar mandi. "Jadi, kalau saya ingin ke rumah tinggal buka pintu masuk salon dan jalan ke sebelah," jelas Riri. Untuk membedakan antara rumah dan salon ada pintu besi berwarna hitam yang posisinya terletak di depan rumah. Tak lain maksudnya agar pemilik rumah bebas hilir mudik sehingga tak akan terlihat tamu salon.

Sementara itu, ruang servis seperti dapur, ruang makan, kamar dan kamar mandi pembantu serta ruang cuci dan gudang ada di lantai atas. Untuk menuju ke lantai atas menggunakan tangga besi yang mungil. Di bawah tangga diletakkan dua kursi dan meja. Ini dipakai untuk duduk-duduk santai.

Kesan homey juga lahir dari taman di depan dan belakang rumah. Beberapa tanaman air dan lidah buaya diletakkan di belakang rumah bersebelahan dengan ruang pijat. Begitu juga dengan ruang resepsionis berdekatan dengan ruang tunggu. Warna cokelat mendominasi ditambah tiga buah lampu gantung. Manis dan simpel!
Rumput Liar EKSTERIOR, Rumah

Rumah Asri Yang Terbuka Hijau

 







"Dulunya orang yang tinggal di sini tampaknya sangat khawatir akan keamanan. Jadi, ruangan dalam rumah tertutup dan terlihat sangat sumpek," jelas Ary yang lantas menghilangkan tembok pembatas di bagian tengah rumah. "Biar lebih lega saja."
Mulai tahun 1994 itu, baik Agung dan Ary merencanakan serta merenovasi rumah mereka tahap demi tahap. "Pokoknya suami saya ingin rumah itu serba terbuka dan terang," kata Ary yang membuat banyak jendela dan pintu sebagai akses udara dan cahaya. "Selain itu, kami juga ingin bisa menatap taman atau tanaman yang berada di luar rumah dari sudut mana pun."
Itulah sebabnya, dinding luar kamar diberi jendela dengan bukaan putar sama dengan dinding ruang tamu. Kamar mandi yang ada di kamar tidur utama hanya diberi pembatas tirai. Bahkan dindingnya diganti dengan jendela kaca besar sehingga langsung terlihat halaman belakang. Termasuk dinding pembatas antara ruang dalam dan luar, serta ruang atas.
Sudut-sudut terbuka di rumah dengan luas bangunan 100 meter persegi ini juga diperasri dengan peletakan tanaman dalam rumah serta penataan taman di halaman depan dan belakang. "Rumah tanpa halaman rasanya kurang sejuk di mata," kata Ary yang memilih tanaman yang mudah dirawat serta didominasi warna hijau.
Rumput Liar Asri, EKSTERIOR, Rumah

Gaya Rumah Urban, Tumbuh Kembang Bersama Pemiliknya


Terbatasnya lahan yang ada dan tingginya harga tanah di kawasan perkotaan tentu memberi sedikit pilihan bagi masyarakat kota untuk dapat memiliki hunian impiannya. Lahan terbatas membuat cita-cita dan harapan untuk memiliki ruang-ruang penting yang lega dan nyaman di dalam hunian terasa mustahil diraih.

Namun, tenang dulu. Kendala seperti ini dapat dipecahkan dengan konsep desain yang tepat. Rumah yang akan dibahas kali ini merupakan cerminan dari kondisi rumah urban (perkotaan).

Bila lahan yang dimiliki memang terbatas dan kebutuhan akan ruang pun tidak berimbang dengan luasan lahan yang ada. Maka, konsep yang diterapkan adalah "vertical development" dimana pengembangan hunian dilakukan secara vertikal dengan menambah jumlah lantai bangunan.

Saat ini pemilik rumah memang masih berstatus "single", namun dengan luasan lahan berukuran 4 m x 15 m, rumah yang diinginkan nantinya juga dapat mengakomodasi layaknya sebuah hunian keluarga kecil. Untuk mengakomodasi hal ini, fungsi setiap ruang yang didesain haruslah bersifat multifungsi, dimana ruang yang ada pada saat ini dapat berubah fungsi sesuai dengan kebutuhan di masa yang akan datang.

Area Private & Service
Lantai dasar difungsikan sebagai area publik, yang terdiri dari pantry dan ruang duduk yang dibatasi oleh kolam sebagai area untuk pengudaraan alami ke dalam ruangan. Konsep ruang pada lantai dasar dibiarkan terbuka tanpa partisi/ dinding agar ruang yang satu dengan yang lainnya menyatu dan terasa lebih luas.

Lantai atas difungsikan sebagai area private dan service. Area private terdiri dari ruang tidur dan ruang kerja. Area ruang kerja bersifat multifungsi, dimana pada saat pemilik rumah kelak menikah dan memiliki keluarga, maka ruang ini akan berfungsi sebagai kamar anak. Dan pada saat ruang kerja berubah fungsi menjadi ruang tidur, ruang kerja dapat dipindah ke area koridor.

Selanjutnya, area service terdiri dari area jemur (pakaian) dan gudang. Ruang gudang ke depannya dapat difungsikan sebagai ruang tidur pembantu. Tampilan luar bangunan di desain sesederhana mungkin dengan finishing material ekspos untuk meminimalisasi dana pembangunan, juga dengan biaya perawatan yang minimal.

Interior bangunan juga didesain dengan memanfaatkan sisa material pembangunan, seperti bambu untuk penyangga (steger) yang dimanfaatkan sebagai finishing dinding, juga sebagai aksen ruangan.

Sedangkan langit-langit ruangan pada lantai dasar didesain tanpa plafond, dengan mengekpos dak beton pada lantai atas. Finishing dinding dan lantai pada beberapa ruangan juga dibiarkan alami, dengan menjadikan warna sebagai media untuk memberikan harmonisasi pada setiap ruang yang ada.
Rumput Liar Gaya, INTERIOR, Rumah, Urban

Menyatu dengan Alam Lewat Rumah Kayu

 






Kini, setiap manusia harus menjadi bagian dari program "go green". Mulai dari isu yang global hingga ke hal yang paling dekat dengan kehidupan kita, sebut saja rumah.





Material dan konsep yang kini mulai banyak dilirik dalam pembuatan rumah cenderung disesuaikan dengan tema go green atau semangat back to nature. Konsep rumah ini lalu dikenal dengan sebutan rumah ramah lingkungan.

untuk rumah kayu, desainnya dapat dikelompokan menjadi dau bagian: Rumah Kayu Klasik dan Rumah Kayu Modern (Mixed). Jenis klasik biasanya hanya terdiri dari 1 lantai, dengan desain sederhana layaknya gazebo atau saung.

Dengan bentuk atap square, empat pilar utama, dan desain rumah berbentuk segi empat. Jenis modern biasanya lebih diilhami oleh desain rumah beton modern, hanya materialnya diganti kayu. Biasanya terdiri dari dua lantai atau lebih, dan ukurannya pun lebih terasa luas.

Rumah Kayu Modern atau modern wooden house saat ini memang mulai banyak diminati. Keinginan untuk back to nature alias lebih dekat dengan alam menjadi alasannya. Menghadirkan suasana alam nan asri di rumah merupakan cara orang yang tinggal kota besar untuk tetap merasakan kenyamanan alam pedesaan, merasakan hawa yang lebih sejuk, serta kealamian yang saat ini makin sulit ditemukan, apalagi di Jakarta.

Ditambah dengan keadaan cuaca yang tak menentu akibat pemanasan global, rumah kayu adalah solusi yang sangat tepat. Warna kayu yang alami dengan urat dan tektrunya yang khas, akan memantulkan cahaya yang mampu menciptakan efek visual yang unik, menarik, dan tentu saja alami.

Desain rumah kayu pada prinsipnya sama saja dengan rumah standar. Bedanya, unsur estetika pada rumah kayu lebih ditonjolkan. Material kayu amat mendukung nilai estetis, meski terkadang agak rumit jika dibandingkan nilai fungsinya, karena bentuknya jadi tak sesederhana jika hanya terbuat dari beton atau semen.

Misalnya saja tangga di dalam rumah, jika terbuat dari kayu, desainnya akan terlihat lebih eksotik, rumit, dan tentu saja lebih estetis. Akhirnya, tangga tak hanya berfungsi sebagai pijakan untuk menuju ke lantai atas rumah, tapi juga menjadi ornamen interior yang bernilai seni tinggi.

Selanjutnya, konsep rumah kayu dibedakan berdasarkan panel dindingnya. Ada yang memakai panel tunggal (single panel), dan ada yang ganda (double panel). Jika rumah kayu ingin ditempatkan di dalam kota seperti Jakarta, lebih baik menggunakan double panel agar lebih nyaman.

Dikarenakan sifat kayu lebih cepat mengalami pemuaian dan penyusutan bila terkena panas, sehingga kemungkinan terjadi kerenggangan pada susunan panel lapis pertama. Namun, dapat ditutupi dengan panel lapis kedua.

Rumah kayu pun pada dasarnya memiliki luas layaknya rumah standar pada uumnya, karena fungsinya sama saja. Sedangkan untuk gazebo atau saung, ukuran standarnya mulai dari 2m x 2m, atau disesuaikan dengan luas halaman yang dimiliki.

Kualitas Baik






Terlepas dari jenis rumah yang menjadi pilihan, tentu Anda sudah tahu, kan, sifat dasar dari kayu. Bisa dibilang kayu tak sekuat material beton atau besi. Kayu bahkan punya banyak kelemahan. Maka, Anda harus pandai-pandai menyiasatinya.





Oleh karena hasil akhirnya yang bernilai estetis tinggi, terkadang banyak orang mau tak mau bersedia menanggung risikonya. Misalnya, kayu dimakan rayap, perubahan warna dan struktur kayu bila terkena panas dan hujan, lembap, dan lainnya.

Nah, salah satu langkah preventif untuk mencegah akibat buruknya, dapat dipilih material kayu berkualitas baik. Sebagai contoh, spesifikasi untuk rangka utama rumah dapat menggunakan kayu besi (knock down, tahan air, anti rayap), plafond dari kayu nyatoh, reng dari kayu borneo, kusen pintu dan jendela dari kayu besi, daun pintu dan jendela dari kayu nyatoh, rangka atap/ kuda-kuda dari kayu besi.

Selebihnya dapat menggunakan material standar yang sama digunakan pada rumah beton. Dan untuk menghindari lembap, dapat disiasati dengan menggunakan GRC (panel berbahan semen dengan serat fiberglass) sebagai interiornya, sehingga di bagian dalam rumah tetap menyerupai dinding batu yang dapat dicat. Panel kayu hanya digunakan pada bagian luarnya saja.

Saat ini harga rumah kayu yang ditawarkan oleh jasa arsitektur dapat mencapai Rp 2,5 - 2,75 juta/ m2, sudah termasuk desain dan pelaksanaan. Sedangkan untuk pembuatan gazebo, dimana material kayu merupakan ornamen taman, dipatok seharga Rp 2 - 2,5 juta/ m2, inipun disesuaikan dengan desain.

Jika masih bingung dengan desainnya, Anda dapat meminta bantuan jasa arsitek ataupun landscaper untuk membuatkan konsep rumah pohon, rumah kayu, ataupun gazebo yang estetis, fungsional, dan sesuai tren. Selamat back to nature!
Rumput Liar Alam, EKSTERIOR, Kayu, Rumah