Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label PELUANG USAHA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PELUANG USAHA. Tampilkan semua postingan
Senin, 11 Juni 2012

Memburu kembali gelembung-gelembung laba minuman bubble

Bubble drink atau minuman bergelembung, menjadi menu baru yang banyak digemari kaum muda dan anak-anak. Naiknya pamor minuman tersebut membuat tawaran bisnis minuman dingin asal Taiwan ini semakin banyak. Walau persaingan semakin ketat, tawaran bisnis minuman bubble masih menggembirakan. Perkembangan usaha yang cukup bagus dirasakan oleh Frezz Bubble, Toper The Bubble, dan Super Bubble dengan jumlah mitra yang terus bertambah.


• Frezz Bubble

Frezz Bubble mulai menawarkan kemitraannya pada 2008 atau setahun setelah berdiri. Usaha minuman ini cukup berkembang dengan jumlah gerai dan mitra yang bertambah. Saat diulas KONTAN pada Desember 2009 lalu, Frezz Bubble yang berasal dari Banten ini hanya memiliki dua cabang plus belasan gerai milik mitra.

Namun saat ini, jumlah gerai Frezz Bubble sudah berbiak 30 mitra tersebar di Padang, Nias, dan beberapa kota di Kalimantan. "Dulu kita hanya fokus di wilayah Jabodetabek, sekarang sudah seluruh Indonesia," kata Lisusanto, pemilik Frezz Bubble.

Keberhasilan Frezz Bubble ini tidak lepas dari keunggulan rasa yang disajikan. Agar lebih nikmat, ujar Lisusanto, dalam minuman bubble ditambahkan jeli konyaku atau agar-agar. Penambahan ini membuat bubble drink terasa empuk dan manis.

Karena itulah Lisusanto meminta mitra untuk membeli bahan baku minuman dari pusat. "Agar kualitas rasa terjaga," katanya. Tak hanya membuat sendiri, Lisusanto juga harus mendatangkan bahan baku dari luar negeri.

Beberapa bahan yang harus diimpor antara lain, tepung aneka rasa, mulai rasa cokelat, teh hijau, teh susu, leci, vanila, cappuccino, dan karamel. Untuk mendapatkan bahan-bahan itu, mitra harus membeli seharga Rp 60.000 - Rp 65.000 per kg. Juga sirup tersedia dalam bentuk cair dan bubuk dengan 15 rasa. Baik sirup maupun bubuk dijual dengan harga sama, antara Rp 40.000-Rp 45.000 per kg.

Walau sudah berjalan sekitar dua tahun, paket kemitraan yang ditawarkan Frezz Bubble tidak berubah.Paket pertama, tipe bazar dengan nilai investasi Rp 12,5 juta. Paket kedua, berkonsep gerai dengan investasi Rp 25 juta. Selain itu, mitra harus membayar Rp 5 juta untuk hak penggunaan nama selama lima tahun.

Dengan nilai investasi sebesar itu, mitra akan mendapatkan perlengkapan usaha, antara lain, meja konter,neon box, blender, mesin cup sealer, selang plastik, hingga seragam karyawan. Termasuk juga bahan baku, seperti powder dan 10 jenis sirop dengan berat masing-masing 1 kg. "Untuk paket Rp 25 juta, mitra akan mendapatkan bahan baku lebih banyak dan tidak perlu membayar lisensi," kata Lisusanto.

Dengan harga Rp 7.500 sampai Rp 12.000 per cup tergantung lokasi usaha, Lisusanto memperkirakan balik modal akan dicapai mitra dalam waktu enam bulan dengan asumsi bisa menjual hingga 50 cup sampai 70cup per hari.


• Toper The Bubble

Toper The Bubble menawarkan kemitraan sejak Maret 2009. Dengan konsep kemitraan maka calon mitra tak diharuskan membayar royalti fee ataupun management fee.

Dengan tiga tawaran investasi, yaitu tipe booth seharga Rp 6 juta, tipe mahasiswa Rp 3,9 juta, dan paket 2 in 1 senilai Rp 11,5 juta atau Rp 13,5 juta, saat ini Toper sudah memiliki 120 mitra. Bahkan pemilik usaha ini mengaku setidaknya ada satu permintaan menjadi mitra tiap minggu. Namun demikian, Toper belum berhasil menembus pasar internasional.

Dibandingkan dengan saat KONTAN mengulas Februari 2011 lalu, jumlah mitra Toper jelas melonjak tinggi. Saat itu Toper hanya memiliki 80 mitra dengan menawarkan dua paket kemitraan. Mitra-mitra tersebut tersebar di Biak, Sumbawa, Bangka, Medan, serta beberapa kota di Kalimantan.

Menurut Yoyok Widiartono, pemilik Toper, keputusannya menambah paket investasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. "Kami namakan 2 in 1, karena mitra bisa menjalankan dua bisnis berbeda yakni bisnis minuman bubble dan crepes dalam satu outlet," katanya.

Berbeda dengan paket yang lain, untuk paket 2 in 1, mitra mendapatkan mesin pemanggang dan mesin penutup gelas. Adapun tipe booth dan tipe mahasiswa hanya mendapatkan peralatan, seperti gelas plus tutup, sendok, stoples, dan termos es. Selain itu, mitra juga memperoleh bahan baku sirup serta bubuk mutiara bubble untuk 250 cup.

Selain penambahan mitra, Toper juga menambah varian rasa dari 18 menjadi 85 rasa. Rasa yang ditawarkan antara lain, bubble drink cokelat, taro, cappuccino, taro coco, coffee coco, dan beraneka macam rasa buah. "Agar kualitas terjaga, mitra harus membeli bahan baku dari pusat," terang Yoyok.

Yoyok menambahkan, harga per cup atau gelas bubble drink antara Rp 4.000 sampai Rp 7.000, tergantung lokasi. Dengan menjual sekitar 100 gelas per hari, mitra Toper akan mampu meraup omzet hingga Rp 700.000 per hari. Untuk paket 2 in 1, Yoyok menjanjikan omzet per hari mencapai Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.

Jika asumsi itu tercapai maka diperkirakan modal akan kembali dalam kurun waktu enam bulan. Menurut Yoyok, untuk meningkatkan omzet mitra diperbolehkan menjual menu lain selain bubble dan crepes.


• Super Bubble

Tak hanya Toper atau Frezz Bubble saja yang menikmati penambahan mitra. Demikian juga dengan Super Bubble yang mulai usaha tahun 2008. Tak hanya dari Ibukota, mitra Super Bubble saat ini sudah tersebar hingga ke Papua, Kalimantan, dan Sulawesi. Total, Super Bubble memiliki sebanyak 100 mitra.

Menurut pemilik Super Bubble, Edri Adam, nilai investasi yang terjangkau membuat jumlah mitra terus melonjak tinggi. "Dari awal tahun sampai Juli ini, ada tambahan 30 mitra baru," ungkap Edri dengan nada gembira.

Edri menawarkan investasi Super Bubble dengan nilai investasi terendah Rp 2,95 juta dan tertinggi sebesar Rp 7,95 juta. Selain mendapatkan berbagai perlengkapan dagang nan lengkap, calon mitra juga mendapatkan bahan baku awal. "Untuk investasi Rp 7,95 juta akan mendapat sepeda untuk berjualan, perlengkapan usaha, dan bahan baku awal," terang Edri.

Karena permintaan mitra yang semakin banyak, sampai saat ini Edri belum ingin mengubah nilai investasinya. Nilai investasi yang murah itu berbanding lurus dengan asumsi omzet yang ditawarkan oleh Adam.

Adam memerinci, mitra diperkirakan mampu menjual sekitar 30 - 50 cup tiap hari. Dengan harga Rp 5.000 per cup, omzet per hari diperkirakan mencapai Rp 150.000 sampai Rp 250.000.

Dengan rendahnya nilai investasi dan tingginya omzet tersebut, menurut Edri, calon mitra lebih baik mengambil paket lebih dari satu. "Satu orang bisa memiliki dua sampai tiga paket kemitraan sekaligus," katanya.

Dengan mengambil paket kemitraan lebih dari satu, menurut Edri, akan lebih efektif memperoleh laba. Apalagi jika mitra beruntung mendapatkan tempat strategis untuk memulai usaha.

Selain memiliki rasa menyegarkan, Edri mengklaim bahwa minuman buatannya memiliki kandungan bahan alami sehingga tidak membahayakan bagi kesehatan. "Tidak ada bahan kimia yang terkandung, sehingga selain mampu mengusir dahaga juga menyehatkan," klaim Edri.

Bisnis crepes masih tetap kress

Martabak super tipis atau biasa disebut crepes makin populer di Indonesia. Hadir dengan berbagai macam variasi isi dan toping, crepeskian banyak penggemarnya. Karena peluang usaha makanan ini masih cukup terbuka, banyak pemain yang menawarkan kemitraan atau waralaba crepes di Indonesia.

Tawaran terbaru datang dari Syaifuddin, pemilik PT Bangun Indonesia yang membawahi usaha DeParis Crepes. Berdiri sejak 2004, usaha yang berbasis di Jakarta ini mulai menawarkan waralaba pada tahun 2009.

Sejak mewaralabakan usahanya, Syaifuddin mengklaim telah memiliki sebanyak 100 mitra. Sekitar tujuh di antaranya berbentuk kafe. Para mitra tersebar di Jabodetabek, Bandung, Bogor, Yogyakarta, Semarang, Surabaya, Kalimantan, dan Sumatra.

Untuk paket kafe, ia menyediakan berbagai macam pilihan menu di luar crepes. Di antaranya ada makanan Jepang seperti teriyaki dan lain-lain. Sementara pilihan minumannya ada es teh aneka rasa buah dan aneka kopi. "Saya menjual aneka minuman dan makanan yang membuat konsumen memiliki banyak pilihan," ujarnya.

DeParis Crepes menawarkan tiga paket waralaba. Pertama, paket counter dengan investasi Rp 5,7 juta. Di sini mitra akan menjual crepes, teh, dan kopi saja. Dengan investasi sebesar itu, mitra akan mendapatkan bahan baku untuk penjualan selama seminggu. Estimasi omzet per hari sekitar Rp 250.000. Dalam waktu tiga bulan, mitra sudah balik modal.

Kedua, paket roda dengan investasi Rp 7,2 juta. Mitra akan mendapatkan roda dorong dan bahan baku yang sama dengan paket counter. Estimasi omzet sebesar Rp 250.000 sampai Rp 400.000 per hari, dan balik modal dalam waktu tiga bulan.

Terakhir paket kafe dengan investasi Rp 85 juta. Dengan modal sebesar itu, mitra akan mendapatkan pasokan bahan baku, peralatan masak, dan pelatihan. Estimasi omzet mitra diperkirakan mencapai Rp 2 juta per hari. Diperkirakan masa balik modalnya terjadi dalam waktu enam bulan sampai 12 bulan.

Untuk semua paket investasi ini, mitra akan mendapatkan laba bersih sekitar 25% - 30%. Demi memudahkan mitra, DeParis Crepes juga tidak memungut royalti fee. Namun, jangka waktu franchise feehanya berlaku lima tahun. Setelah itu, mitra harus memperpanjang lagi.

Untuk paket kafe, harga minuman dibanderol Rp 7.000 - Rp 12.000 per gelas. Sementara itu, harga crepes mulai Rp 5.000 - Rp 9.000 per porsi. Harga jual untuk paket counter dan roda lebih murah, untuk minuman, harganya mulai Rp 3.000 - Rp 4.000 per gelas

Alif Juhardi, salah seorang mitra DeParis Crepes, menilai bahwa usaha crepes masih cukup potensial lantaran banyak penggemarnya. Ia menjadi mitra DeParis Crepes selama 1,5 tahun terakhir dengan tiga paket booth. Ia mengaku, rata-rata omzetnya saat ini mencapai Rp 200.000-Rp 250.000 per hari. "Yang paling banyak membeli produk DeParis Crepes adalah anak-anak," ujarnya.

Tapi, dari kalangan remaja dan dewasa juga tidak kalah banyak. Dalam sebulan, Alif dapat mengantongi omzet Rp 6 juta dengan laba bersih sekitar 30%. Kini, ketiga gerainya yang berlokasi di sekitar Pondok Kopi dan Buaran, Jakarta Timur, telah balik modal.

Agar sukses mengelola usaha ini, menurut Alif, pada awal membuka usaha jangan segera mementingkan keuntungan. "Tetapi bagaimana menjaring pelanggan," ujarnya.

Karena saingan di bidang crepes sudah cukup ketat, ia mengutamakan pelayanan yang baik dan mempertahankan rasa crepes-nya tetap enak. "Banyak yang saya temui pengusaha bermasalah bukan di produk tetapi justru di SDM-nya," ujar Alif.

Untuk itu, pelatihan dan pengembangan karyawan sangat diperlukan bagi pengembangan usaha ini. Karyawan harus diajak memberi pelayanan terbaik dan menjaga citarasa serta kualitas crepes tetap enak.

Peluang usaha Modifikator mobil

Pengetahuan tentang otomotif dan desain mobil terkini menjadi salah satu syarat untuk menjadi modifikator mobil. Bisnis jasa yang membutuhkan kreativitas tinggi ini masih akan dibutuhkan seiring dengan perkembangan dunia otomotif di Tanah Air yang kian subur.

Pesatnya pertumbuhan industri otomotif Tanah Air menjadi pendorong yang kuat bagi berkembangnya usaha jasa modifikasi mobil. Lihat saja, kini kian mudah menemukan bengkel modifikasi mobil. Tinggal pesan saja, mobil Anda akan dijadikan mobil seperti apa.

Salah satu orang yang menekuni bisnis jasa modifikasi ini adalah Siswojumarno, pemilik bengkel Auto Art di Bekasi, Jawa Barat. Siswo mulai menekuni jasa modifikasi ini sejak 2005 silam.

Selama berkarier di usaha jasa ini, Siswo paham benar bahwa usaha ini sangat menguntungkan. Ia melihat kecenderungan pemilik mobil selalu ingin mengubah penampilan mobilnya. "Semewah apa pun mobil, pasti ada bagian yang tidak kita suka," kata alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Auto Art sendiri fokus pada modifikasi bodi mobil. Nah, bagi Anda yang ingin memodifikasi mobil, Siswo menawarkan dua paket, yakni modifikasi ringan dan berat.

Modifikasi ringan hanya mengubah lampu, bumper, interior maupun eksterior mobil. Ongkosnya, mulai Rp 6 juta hingga Rp 60 juta, tergantung tingkat kebutuhan modifikasi. Soal waktu pengerjaan, "Untuk modifikasi ringan bisa sampai enam minggu," terang Siswo. Untuk modifikasi berat ini Siswo harus mengubah total penampilan mobil. "Saya bisa bikin mobil klien menjadi mirip Ferrari," katanya.

Karena merombak total, waktu pengerjaannya bisa sampai sepuluh bulan. Biaya untuk modifikasi berat juga cukup mahal mencapai Rp 200 juta hingga Rp 300 juta.

Klien Siswo pun mulai dari pemilik mobil hingga pabrik mobil. Pabrikan biasanya butuh sentuhan tangannya untuk tampil di ajang pameran. Dalam setahun, Siswo bisa mengerjakan modifikasi hingga 35 mobil. Untuk itu, dia mempekerjakan sebanyak 20 karyawan.

Siswo menjelaskan, untuk terjun menjadi modifikator mobil, yang perlu dimiliki sebagai dasar adalah pengetahuan tentang otomotif. "Akan lebih baik lagi kalau mengerti dasar ilmu teknik," ujarnya.

Selain itu, modifikator harus rajin mengikuti tren perkembangan desain mobil. Beberapa desain mobil mewah seperti Ferrari hingga Lamborghini menjadi perhatian utama. "Modifikator harus siap dengan berbagai macam permintaan konsumen," katanya.

Selain Siswo, ada Andre Mulyadi yang juga berprofesi sebagai modifikator. Pemilik bengkel modifikasi Signal Kustom Built di Bandung ini mengaku belajar modifikasi secara autodidak. Ia sudah senang mengotak-atik bodi mobil sejak SMA.

Andre juga fokus mengerjakan pesanan bodi mobil mulai desain hingga pengecatan. Menurut Andre, selain paham mobil, untuk menjadi modifikator perlu punya citarasa seni yang baik.

Dua hal itu harus dimiliki modifikator karena memodifikasi mobil itu butuh kreativitas tinggi. Sebab, pelanggan biasanya ingin mobilnya tampil beda.

Nah, untuk memadukan kemampuan teknis dan kreativitas seni ini, modifikator perlu konsep yang kuat, orisinal, dan menyeluruh sebelum mulai memodifikasi. Proses finishing juga tak bisa disepelekan karena membutuhkan ketelitian secara detail. Sebab, hal kecil seperti pola atau kerutan dalam pengecatan bisa mengurangi kepuasan pelanggan.

Andre mengaku dalam sebulan bisa mengerjakan lima pesanan. Namun untuk modifikasi total hanya sekitar dua sampai tiga pelanggan per tahun.

Peluang usaha animasi pernikahan dari negeri tetangga

Para animator mulai melirik pernikahan sebagai pasar yang menarik. Mereka membuat film animasi yang bisa diputar pada saat menggelar pesta pernikahan. Film yang memuat cerita kedua mempelai, mulai dari saat perkenalan, berpacaran, persiapan menjelang nikah hingga pernikahan itu bisa menjadi hiburan serta kenangan tak terlupakan.

Hari pernikahan adalah momen yang indah dan berharga bagi setiap pasangan pengantin. Dan, dibalik pernikahan itu, pasti ada sebuah kisah menarik masing-masing mempelai sebelum mereka memutuskan untuk meresmikan hubungan dalam satu ikatan.

Beranjak dari latar belakang inilah, para animator mulai melirik sebuah prosesi pernikahan sebagai pasar yang menarik. Mereka membuat film animasi yang menceritakan kisah dua sejoli.

Stevie Klause adalah salah satu animator yang kerap mengerjakan film animasi untuk pasangan pengantin atau wedding animation. Pemilik Yeiy! Animation ini mulai menggeluti bisnis wedding animation setahun lalu. Ia pun mengklaim Yeiy! Animation sebagai perusahaan 3D wedding animation pertama di Indonesia.

Ide Stevie untuk membuat usaha wedding animation berasal dari pengalaman dan pengamatannya di Singapura serta Malaysia. Di kedua negara itu, film animasi untuk pernikahan sudah sangat banyak. "Di Indonesia film animasi tiga dimensi untuk wedding belum ada," ujar pemuda berusia 25 tahun ini.

Lantas, Stevie membangun usaha serupa di Indonesia. Latar belakang Stevie memang memang klop dengan usaha ini. Ia memiliki hobi menggambar, serta menyelesaikan pendidikannya di bidang animasi di Holmesglen Institute, Australia.

Selepas kuliah, Stevie menerapkan ilmunya dengan menjadi seorang dosen. Ia mengajar di sebuah perguruan tinggi di Jakarta dari tahun 2006 hingga 2007. Hanya setahun, Stevie lantas bekerja di Castle Production. Di sana, ia membuat film animasi "Kabayan" yang sudah tayang di salah satu stasiun televisi hingga 90 episode.

Tahun 2010, Stevie membentuk Yeiy! Animation dengan modal Rp 100 juta. Dengan mengambil nama Yiey! yang berarti bahagia, ia berharap dapat memberi kebahagiaan kepada orang lain yang menikmati hasil karyanya.

Pada saat awal ini, Stevie hanya dibantu seorang karyawan. Namun, lantaran klien makin banyak datang, ia menambah jumlah karyawan hingga delapan orang sampai sekarang.

Lewat film animasi ini, mereka berusaha menggambarkan kisah cinta kedua mempelai dengan gambar-gambar lucu dan berkonsep. Selain sebagai kenangan si pengantin, penayangan animasi itu juga untuk menghibur tamu yang hadir di resepsi.

Yeiy! Animation menawarkan durasi film yang beragam. Biasanya, durasi tiap film adalah lima menit agar tak membosankan.

Ada dua jenis film animasi yang dibuat Yeiy! Animation. Yakni, format film tanpa percakapan seperti klip video, dan film dengan percakapan. "Tarif film yang disertai percakapan lebih mahal," ujarnya.

Maklum, membuat film jenis ini butuh tiga kali rendering. Yakni, rendering setelah pembuatan karakter yang memerlukan waktu empat hari. Lalu, rendering setelah melakukan compose selama sehari. Selanjutnya, rendering final setelah editing yang butuh waktu sehari pula.

Selain itu, tarif pembuatan film animasi ini juga bergantung pada jumlah tokoh yang ada di cerita, jumlah lokasi atau seting dan kualitas warna. "Kami pernah mengerjakan film animasi paling banyak dengan lima tokoh," ujarnya.

Tarif film animasi dengan lima tokoh itu bisa lebih dari Rp 15 juta. Tarif film sederhana dengan dua tokoh saja sekitar Rp 8 juta. Dalam sebulan, Yeiy! Animation bisa meraih omzet Rp 50 juta dari pembuatan animasi pasangan pernikahan.

Stevie mengakui bahwa peluang bisnis wedding animation ini masih terbuka lebar bagi pemain baru. Apalagi, tren film animasi pernikahan ini masih berkutat di Jakarta dan belum menjadi tren di daerah lain di Indonesia.

Mendulang duit dari jasa foto dan video iklan

Jasa foto dan pembuatan video iklan semakin banyak peminatnya. Banyak pengguna jasa ini dari kalangan pengusaha untuk mempromosikan produk mereka. Selain itu, order juga datang dari instansi pemerintah daerah (pemda). Omzet usaha ini bisa mencapai ratusan juta dengan laba bersih 20% - 70%.

Supaya bisa menarik perhatian konsumen, tentu pesan dari iklan harus dapat disampaikan secara kreatif. Nah, agar bisa tampil unik dan menarik, banyak pelaku industri menggunakan jasa fotografer profesional untuk pembuatan iklan, baik iklan produk maupun profil perusahaan.

Tak heran bila jasa studio foto iklan kini tumbuh dan berkembang di mana-mana. Di Makasar, misalnya, ada Mattuju IndonesiaTM yang menyediakan jasa tersebut.

Selain menggarap foto iklan, Mattuju IndonesiaTM juga menggarap foto dokumenter serta pembuatan video dokumenter untuk company profile sebuah perusahaan.

Selain itu, mereka juga pernah menggarap foto menu makanan untuk sejumlah restoran di Makassar. “Kami juga pernah menggarap pembuatan iklan Nature-E di Makassar,” kata Andi Syahwal Mattuju, Managing Director Mattuju IndonesiaTM.

Berdiri sejak 2007, kini Mattuju terus berkembang. Selain di Makassar, klien Mattuju menyebar sampai ke Palu, Kendari, hingga Lombok. Bahkan, ada juga yang dari luar negeri, terutama untuk dokumentasi pernikahan.

Andi mengaku, omzet yang didapatnya dalam sebulan mencapai Rp 100 juta. Adapun laba bersihnya sekitar 20%-30% dari omzet. Paket foto dokumenter yang ditawarkan Mattuju berkisar antara Rp 1,6 juta - Rp 2,7 juta. Bila ingin lengkap dengan video harganya berkisar antara Rp 3,9 juta hingga Rp 9 juta.

Pemain lain yang turut menggeluti bisnis ini adalah Margiono, pemilik Roy Video di Cawas Klaten, Jawa Tengah. Menjadi penyedia jasa foto dan pembuatan video iklan sejak 1990, omzet Margiono mencapai Rp 60 juta per bulan dengan laba bersih 70%. Awalnya, Margiono hanya fokus melayani foto penikahan. Tapi setelah kompetitor makin banyak, ia banting stir ke layanan ke foto dan pembuatan video iklan. Keputusan itu tidak keliru. Terbukti, belakangan jasa foto dan pembuatan video iklan semakin banyak peminatnya. "Banyak pengguna jasa dari kalangan pengusaha dan dari instansi pemda," jelasnya.

Margiono biasa mendapat order pembuatan foto dan video iklan 20 kali dalam sebulan. Setiap proyek ia mematok tarif mulai Rp 2 juta - Rp 50 juta. "Semuanya tergantung kesulitan proyek yang kami garap," jelasnya.

Pemain lain di bisnis ini adalah Ovik Hamdan, pemilik Light Box Studio di Bandung, Jawa barat. Terjun ke bisnis ini sejak tahun 2010, Ovik hanya melayani foto produk dan iklan. “Sebelumnya saya ikut foto pernikahan juga, tapi terus memilih fokus ke foto produk sekitar dua tahun silam,” tandasnya.

Ovik mengaku mendapatkan tantangan tersendiri dalam foto produk. Menurutnya, diperlukan kreativitas yang tinggi dalam mengambil dan menampilkan gambar sesuai selera pemesan dan khalayak.

Foto produk untuk dipajang di website atau toko online, misalnya, perlu teknik pencahayaan yang baik. Sementara untuk kebutuhan iklan di media cetak harus disertai pemahaman yang jelas soal pesan yang ingin disampaikan si pengiklan. "Jadi editing dan konsepnya harus matang," ujar Ovik.

Dalam sebulan Ovik bisa melakukan sekitar 40 pemotretan, dengan klien yang berasal dari Bandung, Jakarta, Bekasi, dan Surabaya. Omzetnya paling sedikit Rp 11 juta per bulan, dengan laba 60%-70%.

Parlindungan Ompusunggu juga sukses menggeluti bisnis ini. Sama halnya Ovik, pemilik +P Photography di Bekasi ini fokus melayani jasa pembuatan foto profuk dan video untuk iklan. Omzet dalam sebulan Rp 10 juta dengan laba bersih 90%. "Selain pemilik toko online, klien saya banyak perusahaan skala UKM di Jabodetabek dan Bandung," ucapnya.

Usaha perancang perhiasan bikin kantong makin tebal

Merancang perhiasan bisa menjadi profesi yang menguntungkan. Asalkan kreatif memilih bahan baku dan peka memadukan warna perhiasan, seseorang bisa menjadi perancang perhiasan tanpa perlu sekolah khusus. Dari profesi ini bisa menghasilkan duit puluhan juta rupiah.

Keindahan perhiasan ternyata tidak datang dengan sendiri. Sebuah perhiasan yang anggun dan indah merupakan hasil sentuhan dan keterampilan jemari seorang perancang perhiasan profesional.

Salah satu yang menekuni profesi perancang perhiasan ini adalah Dessy Maria Azis. Ia terjun ke dunia perhiasan sejak 2008 lalu. Kini ia menjadi perancang perhiasan di toko perhiasan etnik Rez-Q di Jakarta.

Wanita berusia 45 tahun itu menjadi perancang perhiasan karena menyukai perhiasan etnik. Bahkan, Dessy pernah merancang perhiasan etnik sendiri lantaran kesulitan mencari perhiasan etnik di pasaran.

Untuk mewujudkan rancangan sebuah perhiasan yang indah, Dessy meminta bantuan perajin perak di kota Yogyakarta atau Solo.

Dan, bak gayung bersambut, perhiasan buah tangan perdana Dessy itu ternyata banyak disukai teman dan kerabatnya.

Kesempatan itu tidak disia-siakan Dessy untuk menawarkan jasa membuat rancangan perhiasan etnik. Tanpa disangka, rancangan itu banyak yang memesan, termasuk dari Singapura dan Malaysia.

Hingga kini, saban bulan Dessy melayani 200 permintaan rancangan perhiasan. Perhiasan yang dirancang antara lain: kalung, gelang, cincin, bros, dan aksesori.

Untuk merancang perhiasan itu Dessy memanfaatkan bahan baku emas, perak dan tembaga. Selain ia memanfaatkan batu akik, druzy, kecubung, garnet, tirus, dan mutiara mabe. Seluruh bahan baku tersedia di dalam negeri. "Semakin etnik dan unik maka semakin banyak yang suka," katanya.

Tarif jasa rancangan perhiasan dari Dessy itu beragam. Mulai dari Rp 100.000 sampai Rp 700.000 per unit perhiasan. Dessy mematok tarif mengacu pada kerumitan desain serta harga bahan baku. Dari usaha ini, dalam sebulan Dessy setidaknya bisa mengantongi omzet hingga Ro 50 juta dengan laba sebesar 50%.

Yang jelas, kebanyakan pelanggan Dessy menginginkan desain perhiasan yang eksklusif. Itulah sebabnya, Dessy hanya membuat 10 item dari setiap desain. "Konsumen tidak ingin model pasaran," jelas Dessy.

Selain Dessy, ada Louisa Dominique. Louisa ini sudah sembilan tahun menjadi perancang perhiasan. Kini ia sudah memiliki toko perhiasan sendiri bernama Olie Collection di Batam.

Dalam menawarkan jasa, Louisa sering mendapat pesanan rancangan paket perhiasan. Setiap paket perhiasan itu terdiri dari anting, cincin, kalung, gelang, hingga liontin.

Ia mengaku profesi sebagai perancang perhiasan saat ini cukup menjanjikan. "Apalagi penggemar perhiasan juga makin banyak," kata Louisa.

Bahan baku perhiasan besutan Louisa terdiri dari emas perak, mutiara, batu kristal, dan safir. "Tugas perancang perhiasan bukan mendesain saja, tapi juga memaksimalkan bahan yang ada," kata Louisa.

Untuk menekuni profesi ini butuh kepekaan dalam memberikan warna dan memberi tampilan. Yang tak kalah penting adalah imajinasi, profesi ini sangat membutuhkan imajinasi yang tinggi agar bisa menghasilkan perhiasan yang menarik.

Soal tarif perhiasan ini, Louisa mengaku tidak ada standar bakunya. Wanita lulusan ilmu desain grafis itu bilang, tarif tergantung dari eksklusivitas karya. Sejauh ini Louisa rata-rata mematok tarif jasa pembuatan perhiasan mulai Rp 85.000 sampai Rp 1 juta dengan omzet Rp 30 juta per bulan.

Rezeki datang dari siswa yang tertarik eksakta

Usaha bimbingan belajar (bimbel) spesialisasi pada bidang pelajaran tertentu ternyata masih ramai peminat. Buktinya, beberapa bimbel masih bisa eksis dan mengeruk keuntungan 20% hingga 30% per bulan. Kalau sukses, dua tahun impas.

Pelajaran eksakta seperti matematika, kimia, dan fisika masih jadi momok bagi sebagian siswa. Orang tua pun banyak yang tidak menguasai pelajaran ini. Padahal, di sisi lain, banyak orang masih menganggap siswa yang mendapat nilai bagus dalam bidang pelajaran ini lebih gampang berburu sekolah di jenjang yang lebih tinggi maupun mencari pekerjaan di masa depan.

Tak mengherankan, demi membantu buah hati menguasai pelajaran-pelajaran ini, para orang tua rela memanggil guru privat atau mendaftarkan anaknya ke lembaga bimbingan belajar (bimbel). “Paling tidak ada 30 anak per bulan yang men-daftar ke bimbel kami,” ujar Jenny Oktowarti, Franchise Development Manager Sinotif. Malah, di masa-masa memasuki tahun ajaran baru, bisa 60 siswa mendaftar di setiap gerai.

Jenny bilang, sejak berdiri pada tahun 1997 Sinotif mengkhususkan diri pada bimbel pelajaran eksakta. “Pelajaran lain bisa hafalan, sedangkan eksakta butuh pemahaman,” katanya. Melihat peluang ini, sejak 2009 lalu Sinotif menawarkan kerja sama waralaba. Hasilnya, saat ini jaringan Sinotif sudah berkembang menjadi 21 cabang dari semula hanya tujuh cabang (1997). Cabang terbaru Sinotif baru buka pada Maret lalu di Tanjung Duren, Jakarta.

Prospek bisnis bimbel spesialis bidang pelajaran ilmu eksakta yang cerah juga dilihat oleh oleh Bimbingan Belajar Peter yang berpusat di Malang, Jawa Timur. Oleh sebab itu, Purnamasari Dewi, pengelola bimbel ini, berani berekspansi ke ibu kota, membuka dua cabang.

Masih soal prospek usaha, pemilik Bimbingan Belajar Katalis Corporation Indra Sugiarto mengungkapkan, selama menjalankan usaha bimbel, dia belum pernah mengalami penurunan omzet. Dalam sebulan, Katalis Corporation yang juga membidangi bimbel pelajaran eksakta bisa meraup omzet sekitar Rp 24 juta.

Potensi pasar boleh saja memang oke, bagaimana dengan potensi laba yang bisa dijaring bisnis ini? Jenny bilang, keuntungan yang dia dapat dari usaha ini sekitar 20% hingga 30% dari omzet. Karena itu, berdasarkan pengalaman dia, rata-rata modal setiap cabang bisa balik dalam tempo dua tahun.


Kalangan atas

Pasar yang disasar oleh bimbel spesialis seperti Sinotif ataupun Peter adalah kalangan menengah atas. Maklum, tarif yang dipasang cukup tinggi. Sinotif membanderol tarif per siswa per tahun Rp 6 juta untuk siswa SD, Rp 8 juta untuk siswa SMP, dan Rp 10 juta bagi siswa SMA per tahun. Sementara Peter membanderol harga per semester mulai Rp 3 juta.

Jenny menambahkan, untuk meminimalkan risiko, biaya bimbel selama setahun harus dibayarkan sekaligus di depan. Ini strategi untuk menghindari kerugian, bila dalam sebulan tidak ada siswa baru yang mendaftar. “Dengan begini, mitra tetap bisa menutupi kekurangan perusahaan,” katanya.

Menurut para pengelola, tarif yang dikenakan pada siswa terbilang mahal karena penyelenggaraan pelajaran menggunakan sistem semi-privat. Setiap kelas hanya diisi sedikit siswa dengan satu guru yang sama. Tujuan metode ini supaya guru bisa mengikuti perkembangan siswa dan bisa memberikan laporan kepada orang tua mengenai perkembangan anak. Oleh sebab itu, siswa juga diberi garansi, apabila selama mengikuti bimbel dan hasil ujian kurang dari 80%, uang bimbel akan dikembalikan.

Anda tertarik? Ayo, kita bedah seluk-beluk mengawali dan menjalankan bisnis ini.


Waralaba Sinotif

Untuk menjadi terwaralaba Sinotif, modal yang harus Anda siapkan cukup besar, yakni sekitar Rp 1,2 miliar. Investasi tersebut antara lain digunakan untuk belanja peralatan bimbel Rp 235 juta, belanja perlengkapan dan kebutuhan renovasi gerai Rp 600 juta, franchise fee untuk 5 tahun Rp 350 juta, dan untuk biaya izin usaha Rp 15 juta. “Modal investasi ini tidak mutlak karena menyesuaikan luas lokasi usaha,” kata Jenny.

Selain memiliki modal, Anda juga harus sudah menyiapkan lokasi usaha yang dekat dengan sekolah dan perumahan. Luas minimal 400 meter persegi.

Untuk bergabung dengan Sinotif tidak harus memiliki pengalaman mengajar. “Yang terpenting Anda harus memiliki latar belakang bisnis,” kata Jenny. Sebab sebagai terwaralaba, tugas Anda hanya fokus pada pengembangan bisnis. Urusan mengajar diserahkan kepada guru. Anda juga tak perlu repot mencari guru, sebab Sinotif yang akan merekrut dan menguji para pengajar tersebut.

Dalam sebulan, pengeluaran usaha ini antara lain meliputi management fee Rp 4,5 juta, biaya manajemen variabel 10% dari omzet, listrik, air, dan telepon sekitar 4 juta, gaji 10 pegawai Rp 30 juta, biaya perawatan bimbel Rp 5 juta, pajak reklame sekitar Rp 1,5 juta, sewa lokasi usaha Rp 21 juta per bulan, dan biaya promosi Rp 10 juta. Selain melalui brosur, Sinotif juga rutin mengadakan pameran di pusat perbelanjaan. Karena menjangkau kalangan atas, lokasi pusat perbelanjaan sangat tepat untuk berpromosi.

Dengan jumlah 30 siswa dengan biaya Rp 6 juta maka omzet per bulan bisa mencapai Rp 180 juta. Dengan total pengeluaran Rp 94 juta per bulan, maka keuntungan yang Anda dapat Rp 86 juta per bulan.



Bimbel mandiri

Bila Anda ingin membuka usaha bimbel secara mandiri, modal yang disiapkan jauh lebih kecil. Indra bilang modal yang disiapkan cukup Rp 20 juta. Dana itu digunakan untuk membeli perlengkapan dan peralatan bimbel serta promosi awal untuk merekrut siswa.

Untuk menjalankan usaha ini Anda harus memiliki latar belakang mengajar. Dengan cara itu, Anda bisa mengetahui pelajaran mana yang dibutuhkan oleh siswa. Untuk itu, sebelum menjalankan usaha ini sebaiknya Anda mencari pengalaman di bimbel lain. Dengan pengalaman tersebut, selain memperdalam ilmu mengajar juga belajar manajemen usaha ini.

Anda bisa merekrut para mahasiswa semester akhir jurusan eksakta sebagai tenaga pengajar. Selain sudah menguasai ilmu eksakta, tarifnya lebih murah, mulai Rp 25.000 hingga Rp 50.000 per pertemuan. Anda tinggal mendampingi mereka. Dengan pengalaman Anda bekerja di bimbel lain, maka tidak akan sulit untuk mencari tenaga pengajar.

Karena skala usaha masih kecil, tenaga pengajar yang dibutuhkan hanya tiga orang. Sebagai langkah awal, lokasi usaha cukup berukuran 50 m². “Bila usaha berjalan, baru memperluas lokasi,” kata Indra.

Bimbel mandiri biasanya mematok harga yang lebih murah. Sebagai gambaran, Indra mematok biaya Rp 800.000 per bulan untuk delapan kali pertemuan. Dengan jumlah 30 siswa, omzet yang didapat bisa mencapai Rp 24 juta. Supaya tidak membebani peserta bimbel, biaya dibayarkan setiap pertemuan. “Untuk pengeluaran per bulan biasanya cuma Rp 10 juta,” kata Indra. Pengeluaran bulanan meliputi biaya listrik, penggandaan modul, spidol, pulsa karyawan, biaya keamanan, gaji karyawan, sewa lokasi usaha, dan promosi.

Promosi cukup melalui brosur dan jejaring sosial. “Sebab, pengajar sangat dekat dengan dunia internet,” ujar Indra.

Dalam menjalankan usaha ini, Anda harus pasang target. Dalam setahun paling tidak harus bisa menambah luas lokasi usaha. Bila dalam setahun tidak ada perkembangan usaha, sebaiknya lakukan evaluasi untuk melanjutkan usaha atau berhenti.

Meraup laba dan melatih alim via kaus muslim

Sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, kaus dengan gambar dan tulisan tentang Islam memang banyak digemari. Peluang itu yang mendorong RAFFClothing menawarkan kemitraan. Paket investasinya mulai Rp 22 juta-Rp 105 juta. Estimasi omzet 15 juta-Rp 60 juta per bulan.

Kaus atau t-shirt sudah menjadi pakaian sehari-hari orang Indonesia. Hadir dengan aneka model dan warna, kaus digemari hampir semua kalangan. Tak heran, banyak pebisnis yang menangkap peluang besar ini.

Salah satunya adalah Didiek Agus Harijanto, produsen kaos dengan label RAFFClothing di Surabaya, Jawa Timur. Di bawah bendera usaha bernama Islamic Kids T-shirt, ia fokus memproduksi kaus muslim untuk anak-anak maupun orang dewasa.

Disebut kaus muslim, karena desain kaus dilengkapi gambar dan kata-kata tentang Islam. Contohnya "Asmaul Husna" atau "The Holy Mecca & Madina". Semua model kaus dibuat lengan panjang, kecuali untuk anak lelaki.

Harga kaus tersebut bervariasi. Untuk kaus anak cowok dibanderol Rp 60.000 per potong, kaus anak perempuan Rp 70.000 per potong, dan baju koko anak Rp 75.000 per potong. Kaus orang dewasa dibanderol mulai Rp 80.000-Rp 190.000 per potong.

Usaha yang berdiri sejak 2009 ini mulai menawarkan kemitraan awal tahun ini. Karena baru, RAFFClothing belum memiliki mitra.

Ada dua paket kemitraan yang ditawarkan. Pertama, paket Raffputh dengan investasi Rp 22 juta. Mitra akan mendapat kaus dan gamis sebanyak 25 lusin. "Mitra tidak harus memiliki toko, cukup jualan di mal," kata Didiek. Omzet ditargetkan Rp 15 juta per bulan. Dengan laba 20%-25%, mitra bisa balik modal dalam 12 bulan.

Kedua, paket RAFFStore yang terbagi menjadi dua. Yakni, paket Raffstore dengan investasi Rp 80 juta dan paket Raffstore senilai Rp 105 juta. Untuk paket investasi Rp 80 juta, mitra harus menyediakan gerai 3x4 meter (m).

Fasilitas yang didapat mitra 50 lusin pakaian, training karyawan, katalog, seragam, dan brosur. Omzet mitra ditargetkan Rp 50 juta per bulan.

Untuk paket investasi Rp 105 juta, mitra harus memiliki gerai 5x5 meter persegi. Fasilitas yang didapat sama dengan paket Rp 80 juta. Tapi jumlahnya lebih banyak, seperti pasokan produk 75 lusin. Untuk paket ini, omzet ditargetkan Rp 60 juta per bulan dengan laba 20%-25%. Perkiraan balik modalnya 12 bulan.

Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Levita Supit bilang, prospek kaus muslim di Indonesia masih menjanjikan. Selain mayoritas penduduk Indonesia muslim, kebutuhan pakaian juga terus meningkat. Namun, agar bisa menarik konsumen, desain kaus harus beda dari yang lainnya.

Kualitas pakaian dan harga yang ditawarkan pun juga harus kompetitif. "Selain itu juga harus gencar melakukan promosi," katanya.

Peluang Bisnis kentang goreng masih renyah

Kentang goreng merupakan salah satu makanan asing yang kini menjadi kudapan favorit di Indonesia. Makanan ringan yang terbuat dari potongan-potongan kentang yang digoreng dalam minyak panas yang di negeri asalnya disebut french fries ini telah menjadi salah satu menu di banyak rumah makan. Selain itu, kudapan ini juga sering dijadikan snack atau camilan saat-saat santai.

Karena diterima oleh lidah sebagian besar orang Indonesia, bisnis kentang goreng pun mengembang. Beberapa pebisnis makanan ringan ini merasakan bisnisnya terus mekar. Simak saja perkembangan bisnis kemitraan kentang goreng yang pernah diulas KONTAN sebelumnya, berikut ini:


Pota Potatoes

Pota Potatoes yang didirikan oleh Pioni Adya Group (PAG) adalah salah satu usaha penjualan kentang goreng yang berdiri tahun 2009. Pada bulan September 2011 lalu, KONTAN sudah mengulas tawaran kemitraan usaha kentang goreng ini.

Pada saat itu, Pota Potatoes telah memiliki sebanyak 89 gerai yang tersebar mulai di dari Medan hingga Jayapura. Saat ini, usaha asal Parongpong, Bandung ini terus berkembang dan telah memiliki 120 mitra, dan gerai milik sendiri sebanyak 11 cabang. Jadi total gerai yang mengusung nama Pota Potatoes sebanyak 131 cabang di Indonesia.

Muhammad Dana Pirhadi, pemilik Pota Potatoes menuturkan, perkembangan usaha kentang goreng miliknya tak terlepas dari hasil strategi menetapkan harga murah untuk menarik mitra. "Biar untung sedikit, asal perputaran produk tinggi imbal hasil bisa maksimal," ujarnya.

Ia menawarkan 12 menu rasa kentang goreng. Seperti Pota Stick, Pota Cass, Pota Mayors dan Pota Lintang. Harga awalnya sebesar Rp 10.000 - Rp 13.500 sebungkus.

Mulai 2012 ini, Pota Potatoes memutuskan menurunkan harga menjadi Rp 6.000 - Rp 12.000 per porsi. "Kami menurunkan harga setelah mendengar masukan dari mitra yang sehari-hari berhadapan dengan konsumen," katanya.

Selain itu, Pota Potatoes juga memutuskan tidak menaikkan biaya kemitraan. Pota Potatoes menawarkan tiga paket investasi. Mulai dari paket lengkap dengan investasi senilai Rp 30 juta, dan dua paket booth masing-masing Rp 7 juta dan Rp 5 juta.

Perbedaan kedua paket booth ini terletak pada jangka waktu kerja sama. Untuk paket Rp 5 juta, kerja sama berlangsung tiga tahun. Adapun paket Rp 7 juta, Pota Potatoes selama lima tahun.

Mitra yang mengambil paket Rp 5 juta hanya mendapatkan kompor gas. Sedangkan, mitra dengan paket Rp 7 juta mendapat perlengkapan, seperti kompor gas, deep fryer atau mesin penggoreng. Selain itu, Pota Potatoes mewajibkan mitra membayar royalty fee sebesar 2,5% dari omzet per bulan.

Dana memperkirakan, mitra bisa menjual minimal 35 bungkus kentang goreng per hari. Sehingga perkiraan omzet sebesar Rp 450.000 per hari. Alhasil, balik modal bisa dicapai dalam 8-14 bulan.

Pota Potatoes juga mempertahankan kualitas produk. Agar bisa menarik perhatian konsumen, Pota Potatoes terus melakukan strategi pemasaran seperti membagikan brosur dan memberikan bonus kepada konsumennya.


Twister Chips

Usaha kentang Twister Chips berdiri sejak 2006. Label kentang tornado ini diusung karena penganan berbahan kentang lokal ini menawarkan bentuk unik seperti pusaran tornado. Pada Maret 2009, saat KONTAN mengulas tawaran kemitraan ini, Twister Chips telah memiliki 37 gerai di seluruh Indonesia yang satu di antaranya milik sendiri dan sisanya mitra.

Saat itu, kemitraan yang dikelola oleh PT Tata Cipta Megapelangi di Jakarta ini menawarkan dua paket investasi yakni paket konter seharga Rp 28,8 juta dan paket booth senilai Rp 48,8 juta.

Dengan asumsi penjualan sekitar 85 porsi per hari seharga Rp 6.000 -Rp 10.000 per porsi, mitra bisa mencetak omzet Rp 500.000 - Rp 1 juta per hari, sehingga bisa balik modal dalam enam bulan.

Yenni Tantono, Manajer Pemasaran Twister Chips, menjabarkan bahwa kini mitranya telah berkembang menjadi 94 mitra di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Tapi sayangnya, satu gerai milik sendiri malah ditutup dengan alasan ingin lebih fokus pada pengelolaan kemitraan, baik dari segi distribusi maupun pengembangan rasa.

Yenni juga menawarkan paket baru yakni paket konter upgrade yang nilainya Rp 33,8 juta. "Gerobak ini sama dengan paket konter Rp 28,8 juta, hanya gerobaknya lebih besar sedikit," ucapnya.

Dengan kian eksisnya brand Twister Chips, Yenni mengklaim, omzet mitra saat ini bisa menyentuh Rp 1 juta - Rp 2 juta per hari. "Bahkan mitra bisa meraup omzet Rp 3 juta - Rp 4 juta di akhir pekan," tuturnya.

Dengan begitu, mitra tak harus menunggu enam bulan untuk balik modal. "Pada bulan kedua pun bisa balik modal jika penjualannya bagus," tambahnya.

Soal harga jual, Yenni mengakui, kentang goreng bikinan Twister Chips kini sudah naik menjadi Rp 8.000 - Rp 15.000 per porsi. Tapi, ia berdalih kenaikan harga ini sudah dengan pengembangan rasa agar konsumen tak jenuh.

Ia menargetkan pada tahun 2012 ini, jumlah mitranya bisa melampaui 100 mitra. Jika melihat permintaan saat ini, bukan mustahil dalam beberapa bulan ke depan target itu bisa tercapai. "Kami masih melihat bahwa prospek bisnis ini masih bagus, meski persaingannya juga cukup ketat," ucap perempuan 30 tahun ini.


Kentang Kentung

Kemitraan kentang goreng yang satu ini tak semekar dua usaha sebelumnya. Kentang Kentung yang beroperasi di Jawa Timur, terbilang tak terlalu besar. KONTAN pernah mengulas kemitraan ini pada Agustus 2010 silam. Saat itu Kentang Kentung memiliki 15 gerai. Namun setelah hampir dua tahun berselang, kini gerai Kentang Kentung hanya bertambah lima, menjadi 20 gerai. Terdiri dari gerai milik mitra sebanyak 18 mitra dan dua gerai milik sendiri.

Decky Suryata, pemilik Kentang Kentung mengaku tak memperbanyak mitra, tapi fokus menjaga agar usaha para mitranya bisa bertumbuh. Ia khawatir jika gerai terlalu banyak malah terbengkalai. Apalagi, sampai saat ini belum seluruh mitranya bisa kembali modal. Masih ada lima mitra hingga kini belum balik modal. "Pemilihan tempat yang kurang bagus dan komitmen mitra yang masih kurang biasanya menjadi penyebab lama kembali modal," ujar Decky.

Karena itu, Decky memutuskan untuk tidak membuka cabang dulu pada tahun ini, dan baru mengembangkan tahun depan. Hingga kini paket investasi yang ditawarkan Kentang Kentung masih sama, yakni Rp 15 juta. Dengan investasi itu, mitra memperoleh booth dan berbagai perlengkapan, stok produk, seragam dan promotion kit, hingga biaya franchise fee selama lima tahun.

Standar harga jual produk pun masih sama, yakni antara Rp 6.000 - Rp 10.000 per bungkus. Hingga kini, Kentang Kentung memiliki 10 varian rasa. Seperti kentang panggang, isi daging sapi, tuna, keju, dan lainnya. Untuk menu minuman pun masih menyajikan 26 varian rasa dengan harga yang masih di kisaran Rp 5.000 per gelas.

Tahun depan, Decky ingin mengembangkan kemitraan Kentang Kentung ini dengan model mini kafe, bukan lagi gerobak. Dengan begitu, pembeli bisa menikmati makanan kentang di tempat sehingga membuat pembeli kian tertarik berdatangan.
Jumat, 18 Mei 2012

Elsa sukses memupuk bisnis penyubur di dunia maya

Ketidaksengajaan bisa menjadi awal sukses seseorang. Inilah yang dialami oleh Elsa Rosyidah, pemilik toko online bertajuk tokopupuk.net. Niat baiknya untuk menolong teman, ternyata, justru membuatnya menjadi seorang wirausahawan.

Bisnis online memang bukan hal baru. Praktik berjualan produk hingga jasa lewat dunia maya itu sudah jamak dilakukan banyak orang. Begitu pula berjualan pupuk secara online. Meski banyak yang telah melakukannya, tapi sedikit yang fokus dan serius menggarap lahan ini.

Salah satu orang yang sukses berbisnis pupuk secara online adalah Elsa Rosyidah. Lewat tokopupuk.net, ia sukses memasarkan pupuk secara luas dan menjangkau beberapa kota di Indonesia. Elsa sendiri melihat, saat ini ada cukup banyak penjual pupuk di dunia maya. “Tapi, tidak semua dilakukan secara serius. Maksudnya, toko pupuk online tersebut tidak dikelola sedemikian rupa sehingga mendatangkan pembeli,” kata perempuan kelahiran Jawa Tengah, 25 Juni 1985 ini.

Meski berawal dari keisengan, permintaan pasar yang semakin membesar mendorong Elsa lebih serius menggeluti pupuk online-nya. Apalagi, ia menyaksikan sendiri, banyak petani yang kesulitan memperoleh pupuk karena produk ini hilang atau tidak tersedia di pasar.

Pangkal persoalannya adalah pemasaran yang tersendat dan rantai distribusi yang terlalu panjang. “Jalur distribusi dari pabrik pupuk hingga petani terlalu panjang. Tapi, dengan toko online ini, jalur distribusi itu bisa diperpendek,” ujar Elsa. Melalui toko online, petani bisa langsung membeli dari pabrik dan distribusi pupuk ini bisa diakses di pelosok negeri.

Sejak tahun 2009 hingga 2011, toko pupuk online Elsa sudah menjual 1,2 juta kilogram (kg) pupuk atau setara 1.200 ton. Jangkauan wilayahnya sampai Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Pupuk yang ia jual antara lain NPK Niphoska, pupuk SP 36 Ladang Subur, pupuk NPK Mitrophoska, dan pupuk NPK Daun Dunia.

Sejatinya, Elsa tak mempunyai cita-cita menjadi pengusaha pupuk. Sebab, awalnya, dia tidak memahami seluk-beluk pupuk, termasuk aspek bisnisnya. “Saya kenal pupuk, ya, sejak mulai menjualnya. Sebelumnya, saya tidak tahu seluk-beluk pupuk,” kata istri Agung Purnomo ini.

Elsa bercerita, bisnis ini bermula dari ketidaksengajaan. Semua berawal pada 2009, saat ia masih kuliah semester lima di jurusan teknik pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya, Malang. “Awalnya, saya cuma membantu teman yang memiliki perusahaan pupuk di Pasuruan, Jawa Timur,” katanya.

Beberapa kali, teman Elsa yang menjadi pemilik CV Dewi Sri Rama, produsen pupuk nonsubsidi, ditipu oleh agen pemasaran. Pupuk laris terserap pasar, tetapi pembayaran macet. Modusnya, agen pemasar tidak memenuhi komitmen pembayaran penuh dan hanya mau membayar 25%.

Elsa menyatakan niatnya untuk membantu temannya. “Saya tidak punya modal kalau harus buka tokooffline dan tidak punya waktu untuk muter-muter mencari pembeli,” kenangnya. Akhirnya, dengan uang Rp 3.000, Elsa pergi ke warung internet dan membuat blog yang dijadikannya toko online untuk menawarkan pupuk produksi CV Dewi Sri Rama itu.

Tak disangka, hanya dalam waktu 10 hari, respons pembeli pupuk melalui blog Elsa cukup banyak. Dalam kurun waktu itu saja, ia sudah melakukan transaksi pupuk sebanyak delapan ton. “Sejak saat itu, saya memilih fokus menggarap bisnis ini. Saya membangun website dengan memakai domain berbayar,” katanya.

Elsa juga mulai belajar tentang seluk-beluk pupuk kepada temannya yang memiliki pabrik pupuk itu. Selain itu, dia juga belajar mengenai manajemen bisnis pupuk. Hubungannya dengan pabrik pupuk tersebut bukan sekadar sebagai pemasar lagi, ia sudah banyak terlibat dalam proses bisnis perusahaan pupuk itu.


Lengah dan tertipu

Karena masih minim pengalaman dalam berbisnis dan terlalu antusias melayani pembeli, Elsa sempat merugi. Anak pertama dari dua bersaudara ini pernah kena tipu pembelinya. “Sebab, ada miskomunikasi antara saya dengan pabrik pupuk. Pupuk sudah dikirim ke pemesan di Medan meski belum ada pembayaran,” kenang Elsa yang sekarang tengah melanjutkan studi di Program Studi Magister Ilmu Lingkungan di Universitas Padjadjaran, Bandung ini. Kala itu, Elsa kena tipu sebanyak tiga kontainer pupuk seharga Rp 160 juta.

Kasus itu tidak menciutkan Elsa untuk terus menggeluti usaha penjualan pupuk secara online. “Kehilangan Rp 160 juta, kami anggap sebagai ongkos belajar bisnis,” ujar perempuan berkerudung ini. Elsa justru semakin tekun berbisnis. Hasilnya, ia bukan hanya membukukan penjualan yang kian meningkat, inovasi bisnis pupuk dengan berbasis online ini juga merebut banyak penghargaan. Salah satunya, dia masuk daftar 10.000 women entrepreneur Global Cohort dari Pemerintah Amerika Serikat Maret lalu.

Kini, Elsa mengaku sedang menyiapkan proyek bisnis online lain. “Tak boleh puas hanya pada satu bidang, harus ada pengembangan,” tuturnya.
Selasa, 15 Mei 2012

Kemilau bisnis desain aneka perhiasan

Perhiasan sangat dibutuhkan para wanita sebagai aksesori penyempurna penampilan. Asal bisa memenuhi selera pasar, bisnis ini menjanjikan. Kuncinya, desain perhiasan harus benar-benar menarik. Jika sukses merebut hati wanita, omzet puluhan juta siap mampir ke kantong.

Selama ini, perhiasan lekat dengan keseharian wanita sebagai penyempurna penampilan. Tak heran, bila bagi sebagian besar wanita, kebutuhan akan perhiasan ini cukup tinggi. Namun, sebagai penyempurna penampilan, tentu desain perhiasan tidak bisa asal buat.

Perlu tenaga-tenaga terampil yang dapat menghasilkan perhiasan dengan desain semenarik mungkin. Tak peduli perhiasan tersebut berupa gelang, kalung, anting, cincin, atau bros. Begitu pun dengan bahannya, seperti manik-manik, kulit kerang, hingga perak. Semua tentu butuh desain yang menarik.

Salah satu pemain desain perhiasan ini adalah Bagus Alit Susena, asal Tabanan, Bali. Sejak 2010, ia merintis bisnis perhiasan dengan bendera usaha bernama Indira Silver. Sesuai nama bendera usahanya, ia lebih fokus memproduksi perhiasan berbahan perak.

Menurut Bagus, tidak semua orang bisa menekuni usaha ini. Soalnya, dibutuhkan kreativitas tinggi dalam pembuatan desain perhiasan. Agar bisa menghasilkan desain menarik, tentu dibutuhkan pengalaman.

Mendesain perhiasan memang tergolong rumit karena ukurannya kecil-kecil. "Semakin rumit desain suatu perhiasan, semakin mahal juga harganya," jelas Bagus.

Apalagi, jika desain tersebut merupakan pesanan konsumen. Ia sendiri masih membuat desain secara manual dengan menggunakan media lilin. Lantaran masih manual, dibutuhkan waktu sehari penuh agar bisa menghasilkan desain yang menarik.

Salah satu motif yang sering dibuat Bagus adalah desain cincin dengan motif bunga. Selain cincin, ia memproduksi gelang, anting, pin, liontin, dan kalung.

Untuk menarik minat pelanggan, Bagus berusaha membuat desain perhiasan tetap memiliki ciri khas tersendiri, dan kualitasnya tetap dipertahankan.

Ia mengaku, hasil desain perhiasannya kerap diikutsertakan dalam beberapa pameran di luar negeri. Itu sebabnya, kata Bagus, sebagian besar konsumennya berasal dari luar negeri, seperti Eropa dan Jepang. Sementara konsumen dalam negeri, hanya segelintir saja yang berminat lantaran harganya cukup tinggi.

Ia membanderol harga perhiasan mulai dari Rp 123.456-Rp 1,3 juta per unit. Sebulan, ia meraup omzet Rp 20 juta dengan laba bersih 20% dari omzet.

Pemain lain yang sukses menekuni usaha ini adalah Eka Mardiansyah, pemilik Double M Silver di Denpasar, Bali. Menurutnya, bisnis desain perhiasan masih cukup menarik karena masih sering dicari banyak orang.

Kendati demikian, persaingan usaha ini sudah semakin ketat. Makanya, setiap pemain perlu menonjolkan kreativitas masing-masing di setiap produk yang dihasilkan. "Kreativitas desainer menentukan kunci sukses dalam memenangi persaingan," ujarnya.

Kreativitas ini juga menyangkut kemampuan memenuhi keinginan pelanggan atau custom. Menurutnya, desain custom menjadi tantangan tersendiri bagi usaha ini. Dari sekian banyak model desain, yang paling banyak dicari adalah desain simetris dan natural. "Tapi, semua desain dan pola harus bisa dikuasai," ujarnya.

Namun, ia menilai, kreativitas yang beragam itu pula yang membuat tidak ada standardisasi mengenai harga dari penyedia jasa desain perhiasan ini. Sebagai contoh, Eka membanderol harga produk perhiasan mulai dari Rp 800.000-Rp 1 juta per unit. "Harga tersebut ada yang mencakup biaya jasa produksi dan ada pula yang murni hanya ongkos desainnya, jadi tergantung kerumitannya," ujarnya.

Dalam sebulan, ia bisa menerima belasan hingga dua puluhan pesanan. Omzetnya sekitar Rp 15 juta saban bulan dengan margin sekitar 40% dari omzet.

Selain mendesain perhiasan, Eka juga menyediakan jasa pembersihan dan reparasi perhiasan. Menurutnya, belum banyak pemain yang menyediakan layanan ini. "Dengan penambahan layanan ini kami berharap bisa bersaing dengan pemain lainnya," jelasnya.

Sukses menekuni bisnis desain perhiasan juga dirasakan Matahari Terbit yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Syahbudin Ramli desainer Matahari Terbit mengaku, bisa membuat 15-30 desain perhiasan.

Desain buatannya itu diaplikasikan pada bahan perak dan emas. Perhiasan hasil desainnya itu dijual mulai Rp 6 juta-Rp 8 juta per buah. "Selama ini saya lebih banyak membuat desain dengan model yang elegan dan simple, sehingga tidak terlihat berlebihan saat dikenakan," ujarnya.

Selain di dalam negeri, produk perhiasan hasil rancangannya juga banyak dipasarkan di luar negeri. Di Indonesia, pelanggan Matahari Terbit berasal dari Riau, Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan, dan Sumatera. Sementara di luar negeri sampai ke Dubai, Turki, Amerika, dan Italia.

Menurut Syahbudin, lama pengerjaan desain perhiasan bervariasi tergantung tingkat kesulitannya. "Desain yang sederhana bisa satu hari, namun yang sulit bisa sampai dua minggu," ujarnya.

Usaha pesanan kebaya

Kebaya tetap diminati di kalangan perempuan Indonesia. Tak hanya ibu-ibu, kalangan remaja juga banyak mengenakan kebaya. Lantaran banyak diminati, Rumah Kebaya menawarkan kemitraan senilai Rp 80 juta. Omzet mitra diperkirakan Rp 50 juta-Rp 60 juta per bulan.

Sejak abad ke-15, kebaya sudah menjadi busana khas perempuan Indonesia, terutama perempuan Jawa. Busana ini terdiri atas baju atasan yang dipadu dengan kain. Hingga saat ini, kebaya tetap disukai para wanita. Ragam kebaya sekarang pun semakin modis dan trendi.

Berbeda jauh dengan desain kebaya sebelumnya, kebaya masa kini desainnya beragam, lebih modis dan modern, sehingga bisa dikenakan pada acara apa pun. Penggemarnya pun tak lagi hanya ibu-ibu, kalangan remaja juga menyukai pakaian kebaya.

Tren seperti itu tentu memicu permintaan kebaya. Peluang itu juga yang ditangkap oleh Robertus Nico, pemilik butik Rumah Kebaya di Sidorajo, Jawa Timur. Merintis usaha sejak tahun 2005, ia mulai menawarkan kemitraan di bulan Maret 2012 ini.

Ia mengaku membuka kemitraan karena banyak pelanggannya yang mencari cabang Rumah Kebaya di daerah mereka, seperti Semarang atau Jakarta. "Banyak pelanggan tanya kenapa belum ada butik Rumah Kebaya di daerahnya," ujar Nico.

Pelanggan Rumah Kebaya bukan hanya dari Surabaya atau Jawa Timur. Banyak juga dari daerah lain, seperti Semarang, Jakarta, Medan, dan Balikpapan. Pelanggannya juga lintas profesi, mulai dari artis lokal hingga pejabat di daerah dan pusat.

Ia mengklaim, kebayanya diminati karena mengedepankan konsep eksklusif. Selain menyediakan desain sendiri, pelanggan bisa ikut menentukan model kebaya yang diinginkan. "Bahkan, desain kebayanya boleh jadi hanya pelanggan itu yang memilikinya," ujar Nico.

Kebaya buatan Nico dibanderol mulai Rp 3,5 juta hingga Rp 8 juta ke atas. Nah, dalam kemitraan ini, Rumah Kebaya menawarkan paket investasi Rp 80 juta. Paket ini sudah termasuk biaya kemitraan Rp 35 juta, paket produk senilai Rp 30 juta, desain interior, training sumber daya manusia, serta kebutuhan promosi untuk pembukaan butik. Namun mitra perlu menyiapkan tempat usaha sendiri. “Ya minimal sewa di ruko-ruko itu ya,” tandasnya.

Dengan target penjualan 12 gaun kebaya per bulan, rata-rata omzet yang bisa diraup mitra berkisar Rp 50 juta-Rp 60 juta per bulan. Menurut Nico, mitra bisa mendapatkan laba bersih sekitar 15% dari omzet. Dengan laba bersih sebesar itu, mitra bisa balik modal di bulan ke delapan.

Amir Karamoy, Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia menilai, prospek kemitraan Rumah Kebaya cukup menjanjikan. Cuma, ia menyarankan agar Rumah Kebaya berani membuka cabang di Jakarta atau kota besar lainnya. Jika Rumah Kebaya berani membuka cabang di kota besar, niscaya mereka akan bisa meraup omzet lebih besar ketimbang di daerah. Soalnya, pasar di kota besar cukup menjanjikan untuk bisnis ini. “Harga kebaya itu Lebih cocok dengan kantong orang kota,” jelas Amir.

Bagi calon mitra, ia menyarankan untuk fokus mengikuti pelatihan dari kantor pusat, agar bisnisnya lancar.

Usaha Mebel anak: Anak senang, keuntungan datang

Bisnis seputar produk kebutuhan anak seolah tiada matinya. Selain menjadi tren, produk mebel khusus anak juga menjadi peluang usaha yang menarik. Margin keuntungan yang didapat dari usaha ini sekitar 30% dan bisa balik modal dengan cepat.

Semakin beranjak besar, orang tua biasanya membiasakan anak mandiri. Salah satunya dengan menyediakan kamar dengan desain dan motif yang disesuaikan dengan selera anak, lengkap dengan perabotnya. Inilah yang membuat bisnis yang menyasar anak tetap menjanjikan.

Sejak tiga tahun–empat tahun terakhir, misalnya, permintaan mebel khusus anak semakin meningkat. Ranjang, aneka rak, meja belajar, sofa, ataupun lemari dengan nuansa anak-anak makin diburu. “Awalnya saya bermain di mebel umum, tapi sejak dua tahun terakhir saya fokus menggarap mebel khusus anak,” kata Achmad Zainudin, pemilik Mebel Anak di Jepara, Jawa Tengah.

Langkah ini juga yang diambil oleh Sisca Sada yang membuka usaha mebel khusus anak bernama Petite Elle sejak dua setengah tahun silam. “Ibu-ibu muda sekarang cukup antusias untuk mempercantik kamar buah hati mereka. Mereka juga cenderung latah karena lingkungan mereka banyak menggunakan mebel anak,” jelasnya.

Sisca mengaku, penjualan mebel khusus anak di Petite Elle mencapai 15 unit per bulan. Harganya mulai Rp 1,2 juta hingga Rp 8,9 juta per unit.

Achmad bilang, menjalankan usaha mebel anak ternyata menguntungkan. “Awalnya pelanggan hanya memesan ranjang anak. Tapi, setelah melihat produk yang lain, mereka memesan perabot lain,” katanya. Saat ini penjualan mebel khusus anak di Mebel Anak mampu menghasilkan omzet sekitar Rp 30 juta per bulan.

Stepanus Sriwijaya, pemilik usaha Furnitur Anak di Yogyakarta, menambahkan, keuntungan yang didapat dari usaha menggarap mebel anak cukup lumayan dan bisa balik modal dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama. “Per bulan, rata-rata usaha kami bisa menghasilkan omzet antara Rp 30 juta–Rp 40 juta. Margin keuntungannya bisa mencapai 30%,” ungkapnya.

Baik Achmad, Sisca, dan Stepanus punya cara sama untuk memperluas pasar. Mereka mengandalkan internet guna memasarkan produk. Achmad, misalnya, menggunakan layanan iklan online. Stepanus memanfaatkan jejaring Facebook dan website. Adapun Sisca menggunakan blog dan jejaring sosial untuk memperkenalkan produknya. “Saya juga sedang menyiapkan website khusus,” katanya.


Pemasaran online

Achmad bilang, jurus pemasaran online merupakan senjata ampuh untuk menjangkau sasaran. “Segmen usaha ini, kan, rata-rata menengah atas dan ibu-ibu muda. Mereka biasa mengandalkan internet untuk mencari informasi,” katanya. Apalagi, kebanyakan konsumen yang membutuhkan mebel anak berada di kota besar. Mereka biasa mengakses internet.

Stepanus menguatkan hal ini. Menurut dia, selama ini, pembeli dari Yogyakarta hanya sekitar 2% sampai 3% sedangkan dari Jakarta mencapai 80%. “Sisanya dari luar Jawa,” tuturnya.

Bahkan, belakangan ini, permintaan dari luar Jawa cukup banyak. Ia sudah melayani pesanan hingga ke Indonesia Timur seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Biasanya, pembeli dari luar Pulau Jawa cukup royal. Mereka tidak peduli ongkos kirim yang mahal. Alasannya, pembeli di luar Jawa tidak menemukan usaha mebel yang bisa secara khusus mengerjakan mebel anak. Lihat saja, ongkos kirim ke luar Jawa bisa mencapai Rp 2 juta sementara harga mebel anak mencapai Rp 8 juta sampai Rp 9 juta per set.

Karena mengandalkan media online sebagai sarana pemasaran, Anda harus menampilkan contoh karya mebel untuk memberikan gambaran pada calon pembeli. Selain itu, Anda perlu mencantumkan nomor kontak dan alamat jelas untuk membangun kepercayaan pada calon pembeli.


Butuh pengalaman

Untuk terjun ke bisnis mebel anak, Anda juga harus memiliki pengalaman di bidang mebel sebelumnya. “Tak cukup mengandalkan tukang yang ahli, tapi kita juga harus bisa mendesain dan mengaplikasikan desain tersebut,” kata Achmad.

Rata-rata, pengusaha mebel anak melayani desain sesuai permintaan. Bila Anda tidak memiliki pengalaman, sulit menangkap kemauan pembeli. Selain itu, Anda perlu mengikuti dunia desain yang berkaitan dengan anak yang sedang tren. “Modal utama usaha ini pengalaman,” kata Stepanus.

Sisca bilang, selain mengikuti atau melayani permintaan desain dari pembeli, pengusaha mebel anak juga harus mampu menciptakan inovasi desain. “Supaya produk tidak monoton dan tidak pasaran, lebih bagus bila mebel itu mempunyai spesialisasi karakter desain mebel anak yang beda dari yang lain,” jelasnya. Misalnya, karakter tokoh kartun atau film anak, atau sekadar tampilan desain dengan permainan warna yang khas.


Modal relatif

Modal yang Anda siapkan untuk membuka usaha ini selain pengalaman juga jaringan tukang. Anda bisa mencari kenalan di daerah seperti di Jepara untuk mendapatkan tukang berpengalaman, baik dalam mengolah kayu maupun mengecat mebel. Untuk ini, Anda perlu waktu mendapatkan tukang yang cocok dengan selera dan desain Anda. Sebaiknya Anda punya satu tukang utama yang bertugas mengecek kualitas dan proses pengerjaan.

Modal untuk membuka usaha ini rata-rata sekitar Rp 30 juta hingga Rp 40 juta. Sebagian besar untuk memberi peralatan pertukangan. Lantaran mengandalkan media online untuk pemasaran, Anda juga harus memiliki komputer yang memiliki koneksi internet unggulan. Kantor bisa sederhana, tapi sedapat mungkin punya bengkel untuk memproduksi perabot. “Bisa menggunakan rumah sendiri,” kata Achmad.

Achmad bilang untuk belanja kayu, cat, pernis, ampelas paling tidak membutuhkan dana Rp 15 juta per bulan. “Saya pekerjakan beberapa karyawan dengan pengeluaran Rp 6 juta per bulan,” katanya. Selebihnya adalah biaya operasional seperti listrik, air, dan telepon. Oh, iya, biaya promosi hanya dikeluarkan kalau sedang perlu.

Usaha bimbel masih menggiurkan

Berdasarkan wawancara KONTAN dengan beberapa pengelola bisnis bimbel, prospek bisnis di dunia pendidikan sepertinya masih cerah. Namun, bisnis ini harus disertai dengan kreativitas dan kualitas pengelolaannya.

KONTAN mengulas tiga bimbel yang bergerak di bisnis ini. Dari tiga pemain tersebut, dua bimbel mengalami pertumbuhan mitra dan kemajuan usaha. Namun satu stagnan, alias tidak mengalami kemajuan. Berikut beberapa ulasannya.

Bimbel GalanUI

Waralaba Bimbel GalanUI sudah berdiri sejak Agustus 2008. Kemudian baru pada Juni 2010, GalanUI mulai membuka tawaran kemitraan Bimbel GalanUI.

Berdasarkan catatan KONTAN, sampai Januari 2011, GalanUI telah memiliki empat mitra. Setelah setahun lebih berselang, GalanUI mengalami perkembangan.

Menurut pendiri GalanUI, Ikhsan Muttaqin, saat ini bimbel yang dikelolanya ini sudah memiliki sembilan mitra yang tersebar di daerah Pasar Rebo, Pekayon, Cibubur, Matraman, dan Depok. Sementara pada bulan Juni mendatang,

GalanUI akan memiliki sebanyak 12 mitra. "Kami targetkan tahun ini mitra bisa bertambah sebanyak tiga hingga empat mitra," jelasnya.

Karena mengalami kemajuan dan minat dari masyarakat, saat ini GalanUI juga meningkatkan biaya bimbel. Jika sebelumnya, GalanUI mematok biaya kursus sebesar Rp 135.000 per siswa dalam sebulan, maka saat ini meningkat menjadi Rp 150.000 per bulan untuk siswa SD, dan Rp 160.000 per bulan untuk siswa SMP. Untuk menarik perhatian siswa, GalanUI membatasi jumlah siswa maksimal 10 orang per kelas.

GalanUI juga menaikkan biaya investasi awal. Jika sebelumnya sebesar Rp 25 juta, saat ini menjadi Rp 40 juta. Adapun untuk royalty fee, GalanUI memberikan kelonggaran selama enam bulan pertama mitra tidak usah membayar royalti. Namun pada bulan ketujuh harus membayar biaya royalti sebesar 10% dari omzet per bulan.

Ikhsan optimistis bisnis bimbel miliknya terus mengalami kemajuan. Soalnya, GalanUI ketat dalam mencari calon pengajar, tujuannya supaya kualitas pelajaran tetap terjaga.

Guna meningkatkan jumlah mitra dan lebih dikenal masyarakat, GalanUI rajin mengikuti pameran. Ikhsan bilang, tiap tahun pihaknya selalu mengikuti pameran dari Wirausaha Muda Mandiri. "Selain itu, kami juga aktif di komunitas-komunitas," ujarnya.

Bimbel Salemba

Bimbel Salemba berdiri sejak tahun 2003. Bimbel yang berbasis di Bintaro, Tangerang Selatan itu, telah memiliki 40 mitra. Mitra Bimbel Salemba tersebar di daerah Jabodetabek, Padang, Medan, Lampung hingga Semarang.

Jumlah mitra Bimbel Salemba ini lumayan meningkat pesat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, saat diulas KONTAN pada 2010, Bimbel Salemba baru memiliki sekitar 10 mitra. Salah satu daya tarik bimbel ini ialah karena membidik segmen khusus yakni pelajar SMA atau yang ingin sukses mengikuti seleksi masuk Universitas Indonesia. "Tapi, kami tetap menyediakan paket bimbel tingkat SD dan SMP. Hanya saja, kami mengutamakan untuk yang SMA atau baru lulus SMA untuk mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi," ujar Kaeran, Manager Pengembangan dan Bisnis Bimbel Salemba.

Secara umum jumlah siswa di tiap cabang Bimbel Salemba berkisar antara 50 orang hingga 150 orang, dengan tarif paket bimbel antara Rp 4 juta hingga Rp 7 juta per siswa. Alhasil omzet setiap tahun ajarannya bisa mencapai Rp 200 juta - Rp 600 juta.

Adapun laba bersih bisa mencapai 35% dari total omzet. Dengan demikian setiap mitra diperkirakan bisa balik modal antara 1 - 2 tahun.

Adapun paket investasi yang ditawarkan Bimbel Salemba semakin mahal. Bila dulu investasi untuk biaya lisensi yang dikutip sekitar Rp 25 juta, kini ada dua paket investasi yang tawarkan. Pertama, individual lisensi senilai Rp 33 juta. Kedua, master lisensi seharga Rp 60 juta. Keduanya untuk kerja sama selama lima tahun.

Kedua paket ini mendapatkan layanan yang sama, mulai dari pelatihan sumber daya manusia dan promosi. Namun, untuk individual lisensi hanya membolehkan investor membuka satu gerai saja. Sedangkan master lisensi memungkinkan investor membuka sejumlah gerai termasuk bekerja sama dengan pihak ketiga untuk membuka gerai lain di satu kota.

Kaeran menambahkan, prospek bisnisnya ini masih terbilang bagus dan tetap diminati sejumlah investor. Namun, investor memang perlu menyiapkan lokasi yang sangat strategis, terutama yang dekat dengan sekolah sekaligus perumahan. "Sekitar minggu kemarin ya baru pembukaan mitra yang di Aceh dan Bali," tandasnya.

Tiara Bimbel

Kalau Bimbel Salemba dan GalanUI yang berbasis di Jakarta bisa tumbuh pesat, Tiara Bimbel, asal Palangkaraya, Kalimantan Tengah, tidak demikian. Tiara Bimbel justru tidak bisa berkembang.

KONTAN pernah mengulas bisnis ini pada April 2011 silam. Pada saat itu, bimbel yang didirikan pada tahun 2004 ini memiliki tujuh cabang, dua di antaranya milik mitra dan lima yang lain merupakan milik sendiri.

Setelah setahun berselang, bisnis Tiara Bimbel tidak mengalami kemajuan. Bimbel yang mulai menawarkan kemitraan pada tahun 2010 ini tidak kunjung bertambah mitranya. Pemilik Tiara Bimbel, Rusydi mengatakan, bimbel miliknya tersebut memang tidak mengalami perkembangan signifikan sejak 2011. "Jadi kami sekarang sedang konsolidasi internal," jelasnya.

Ia bilang, sebagian besar calon mitra tidak begitu berminat dengan tawaran kemitraan dari Tiara Bimbel. Padahal sebelumnya sudah ada calon mitra dari Batam dan Jakarta, namun, karena tidak cocok tempat, akhirnya mereka mengurungkan niat mereka untuk bermitra.

Tiara Bimbel fokus pada bimbingan anak TK dan SD. Tiara Bimbel memberikan materi pelajaran seperti baca tulis, berhitung, sempoa, IPA, IPS, matematika, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Tiara Bimbel memungut biaya pendaftaran dari siswa sebesar Rp 300.000 dan biaya kursus Rp 300.000 sampai Rp 400.000 per siswa, untuk delapan kali pertemuan dalam sebulan.

Tiara Bimbel menawarkan tiga paket waralaba. Paket A dengan investasi Rp 25 juta dan biaya royalti 8,9% dari omzet per bulan. Paket B bernilai investasi Rp 22,5 juta dengan biaya royalti 19,8%. Paket C Rp 20 juta dengan biaya royalti 40% sebulan.

Dengan investasi awal hanya Rp 25 juta, terwaralaba mendapatkan perlengkapan senilai Rp 7 juta, renovasi Rp 5 juta, dan biaya survei untuk wilayah Jakarta Rp 3 juta. Di luar itu, terwaralaba harus membeli modul, lembar kerja anak, baju, dan tas.

Tiara Bimbel meminta para terwaralaba memilih lokasi di pinggir jalan yang mudah dijangkau. Tempat tersebut bisa berbentuk rumah atau ruko dengan ukuran 70 meter persegi. Lokasi Bimbel pun sebaiknya memiliki halaman luas sebagai tempat parkir serta arena bermain.

Nah, apakah Anda masih tertarik menjajal bisnis bimbingan belajar?
Rumput Liar bimbel, PELUANG USAHA, Usaha
Senin, 14 Mei 2012

Usaha Jasa Binatu

Bisnis jas binatu alias laundryterus tumbuh. Maklum, di tengah kesibukan masyarakat perkotaan, jasa laundry semakin dibutuhkan. Itu pula yang mendorong Maestrowash tertarik menawarkan kemitraan. Investasinya Rp 8,5 juta-Rp 75 juta. Sementara omzet mulai Rp 6 juta-RP 50 juta per bulan.

Bisnis laundry tak pernah surut. Tingginya kebutuhan akan jasa mencuci pakaian membuat usaha ini terus berkembang. Bila Anda berminat masuk bisnis ini dan ogah repot-repot memulai dari nol, melirik waralaba atau kemitraan bisnis laundry bisa menjadi pilihan.

Nah, salah satu yang menawarkan kemitraan usaha cuci pakaian ini adalah Maestrowash, sebuah usaha laundry yang bermarkas di Bogor, Jawa Barat. Maestrowash mulai menawarkan kemitraan pada awal tahun 2012. Usaha ini sendiri sudah berdiri sejak tahun 2011.

Saat ini, Maestrowash sudah memiliki 11 gerai. Sebanyak empat gerai milik sendiri, dan sisanya milik mitra. Pemilik Maestrowash, Fitri Febrianti bilang, pada bulan Mei ini akan ada dua mitra lagi yang bergabung. "Sehingga total jumlah gerai kami menjadi 15," kata Fitri.

Mitra usahanya itu tersebar hingga Batam dan Gorontalo. Maestrowash mengusung konsep laundry kiloan dan satuan. Usaha ini menawarkan beberapa paket cuci pakaian. Yakni, paket reguler dengan waktu 48 jam seharga Rp 6.000 per kilogram (kg), paket ekspres 24 jam seharga Rp 9.000 per kg, dan paket kilat 12 jam seharga Rp 12.000 per kg. Terakhir paket super kilat 4 jam yang dibanderol Rp 25.000 per kg.

Dalam kerja sama kemitraan ini, Maestrowash menawarkan empat paket investasi. Pertama, paket start up senilai Rp 8,5 juta. Dalam paket ini, mitra mendapatkan seperangkat peralatan usaha laundry, seperti mesin cuci front loading, detergen 10 kilogram (kg), parfum laundry 3 liter, setrika uap, dan beragam kebutuhan lainnya. Estimasi omzet untuk paket ini diperkirakan sebesar Rp 6 juta per bulan, dengan laba bersih 50% dari omzet.

Kedua, paket hemat dengan investasi Rp 23 juta. Mitra yang mengambil paket ini akan mendapatkan semua fasilitas seperti di paket pertama. Hanya, jumlahnya lebih banyak. Fitri menargetkan, mitra di paket bisa meraup omzet Rp 10 juta-Rp 14 juta per bulan. "Dari dua paket pertama ini, mitra bisa balik modal dalam waktu tiga sampai empat bulan," ujarnya.

Ketiga, paket investor sebesar Rp 50 juta. Dalam paket ini mitra tidak harus membuka dan mengoperasikan sendiri gerai miliknya. Cukup dengan modal Rp 50 juta, kantor pusat akan membuka cabang baru bagi investor tersebut.

Operasional cabang, termasuk karyawan dikendalikan oleh pusat. Untuk mengoperasikan cabang itu, pusat akan menambah modal lagi sebesar Rp 20 juta.

Paket ini menerapkan sistem bagi hasil. Investor akan mendapatkan 60% dari laba bersih setiap bulan. Estimasi omzet untuk paket ini antara Rp 20 juta-Rp 30 juta per bulan, dengan laba bersih 50%. Adapun perhitungan balik modalnya sekitar empat sampai delapan bulan.

Terakhir, paket industri senilai Rp 75 juta. Di paket ini, mitra mendapat mesin cuci lebih banyak dari paket sebelumnya dan kapasitas produksinya juga lebih besar. Estimasi omzetnya mencapai Rp 50 juta per bulan dengan laba bersih 40%. Adapun balik modalnya sekitar delapan bulan.

Maestrowash tidak memungut franchise fee, sehingga kemitraan ini berlangsung tanpa batas waktu. Namun ada royalty fee sebesar 30% dari omzet per bulan. Khusus paket industri, royalty fee-nya hanya 10%.

Supaya bisa menggaet pelanggan, mitra harus gencar melakukan promosi. Kantor pusat sendiri akan ikut membantu mempromosikan. Selain itu, mitra juga harus memilih lokasi yang strategis. "Nanti lokasi yang dipilih akan kami survei terlebih dulu," kata Fitri.

Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali) Levita Supit menilai, bisnis laundry sudah sangat ketat. Perlu ada nilai lebih bila ingin sukses di bisnis ini.

Menurut Levita, kunci sukses bisnis ini terletak pada nilai lebih dari masing-masing pemain. "Masyarakat yang mau membeli bisnis itu pasti mencari apa kelebihannya dibandingkan laundry lain, kenapa harus memilih yang itu jika sama saja dengan yang lain," ujarnya.

Makanya, ia menyarankan setiap pemain harus serius melakukan inovasi. Misalnya, dengan memakai produk-produk yang tidak merusak pakaian. Selain itu, perlu juga dibuat program-program tambahan bagi pelanggan, dan sebagainya.

Ia menilai, tawaran Maestrowash masih biasa, termasuk dalam hal hitung-hitungan omzet. Makanya, kata dia, perlu ada perjanjian bila ternyata hitungannya meleset.
Rumput Liar binatu, Jasa, PELUANG USAHA, Usaha
Selasa, 01 Mei 2012

Peluang Usaha Air Minum Isi Ulang

Air merupakan kebutuhan dasar hidup manusia. Di manapun manusia berada pasti membutuhkan air, jika tak ada air maka manusia akan mati. Air minum mejadi konsumsi wajib setiap manusia sebab sebagian besar tubuh manusia terdiri dari air. Oleh sebab itu peluang usaha air minum isi ulang masih sangat terbuka bagi siapa saja yang mau.

Prospek bisnis air minum isi ulang mempunyai masa dean yang cerah. Lambat laun orang mau simple dan tak mau susah2 cari air bersih, maka air minum isi ulang menjadi pilihan alternatif mereka.

Usaha air minum isi ulang sangat bagus jika di jalankan di area perindustrian, sebab sretiap pekerja di setiap perusahaan pasti membutuhkan air minum. Berikut adalah Analisa peluang usaha air minum isi ulang :

Modal awal :

 Peralatan :

- Alat penyulingan air

Rp.10.000.000,00

- Meja dan kursi plastik

Rp.     300.000,00

Jumlah

Rp.10.300.000,00

Peralatan mengalami penyusutan selama 4 tahun dan memiliki nilai residu sebesar  Rp.1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan  pertahun = (Rp 10.300.000,00 – Rp 1.000,00) / 4 = Rp 2.574.750,00 per tahun atau sama dengan Rp 214.562,00 per bulan .

Perhitungan laba/(Rugi) per bulan

 Pendapatan :

- Penjualan per galonRp 3.500,00 X 25 galon/hari X 30 hari

Rp. 2.625.000,00

Biaya-biaya :

- Air bersih

Rp.    500.000,00

- Listrik

Rp.    150.000,00

- Stok penutup galon

Rp.    150.000,00

- Gaji karyawan

Rp.    500.000,00

- Biaya penyusutan peralatan

Rp.    214.562,00

- Maintenance

Rp.    200.000,00

- Lain-lain

Rp.    100.000,00

- Jumlah biaya

Rp. 1.814.562,00

Laba bersih                                     

Rp.    810.438,00

Nah bagimana, anda tertarik dengan peluang usaha air minum isi ulang ini ?
Rumput Liar Air, Isi, Minum, PELUANG USAHA, Ulang, Usaha

Peluang Usaha Cuci Motor

Jasa cuci motor adalah peluang usaha yang mungkin bias anda tekuni. Ini adalah jenis usaha yang modalnya tak terlalu besar tapi penghasilan lumayan, sebab pelanggan yang datang tidak ada putusnya.

Jika anda punya keinginan yang kuat untuk membuka suatu usaha, anda harus punya keinginan yang kuat dan juga keberanian untuk memulainya, dan juga anda harus peka terhadap peluang usaha yang ada.

Di postingan kemarin saya berbicara tentang peternakan. Ini tentu di peruntukkan bagi anda yang suka berternak, misalnya, Ternak Sapi, Ternak lele, Ternak itik, Ternak kelinci dll. Dan juga tentang usaha yang modalnya kecil seperti Jasa potong Rambut dll.

Untuk  usaha jasa cucui motor Anda bisa memulainya di tempat anda sendiri jika memang rumah anda dinpinggir jalan atau anda punya tempat sendiri di pinggir jalan,  jika anda tak punya, anda bisa menggunakan sistem bagihasil atau ngontrak tempat untuk usaha ini.

Pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan

  1. Standar kebersihan motor dan cara membersihkannya.

  2. Mesin kendaraan bermotor (jangan sampai karena ketidaktahuan,mesin motor malah rusak karena terkena air).

  3. Pembukuan sederhana, menyangkut pencatatan modal awal, operasional bulanan, dan pendapatan.

  4. Akses untuk mendapatkan tenaga yang bisa membantu membersihkan motor.


Modal yang diperlukan

  1. Tempat dengan luas minimal 12 meter persegi untuk 2-3 motor.

  2. Dana sekitar Rp.5.000.000,-.
    Modal diperlukan untuk membeli pompa air, kompresor, dan peralatan cuci, seperti sabun, sampo motor, sikat, kain lap (kanebo), dan pengkilap cat motor. Modal ini termasuk untuk perbaikan tempat sesuai dengan kebutuhan, seperti kran dan saluran air.

  3. Tenaga kerja, 2-3 orang, untuk mencuci motor (salah satu merangkap sebagai tenaga kerja administrasi).
    Jika makin banyak pengguna jasa yang datang, jumlah tenaga kerja bisa ditambah.


Kiat menjalankan usaha

  1. Cari lokasi usaha yang banyak kendaraan bermotor. Pertimbangkan persaingan dan lingkungan yang banyak penduduk.

  2. Mencari dan melatih tenaga kerja tentang cara dan standar kebersihan dalam mencuci sepeda motor sampai menyemir ban. Pilih pekerja yang mau bekerja keras dan tidak malas.
    Gaji mereka berdasarkan jumlah motor yang dicuci. Ini dapat merangsang mereka agar giat bekerja dan mengurangi resiko jika jumlah konsumen sedikit.

  3. Latih tenaga kerja tersebut cara melayani dan berhubungan dengan konsumen.

  4. Tentukan harga cuci sepeda motor. Biasanya harga berkisar Rp. 7.000 keatas. Penentuan harga tergantung dari potensi pengguna jasa dan pelayanan yang ANda tawarkan. Misalnya, menambah dengan menyemir ban.

  5. Administrasi yang rapi, yaitu mencatat setiap pengeluaran (listrik, air, gaji pegawai, iuran warga) dan pemasukan. Berikan kwitansi pada setiap konsumen yang mencuci motornya di tempat Anda.


Peluang usaha yang bisa anda gabungkan dengan usaha ini

Tentunya Anda ingin usaha ini berkembang besar bukan?? Anda bisa melirik bisnis lain yang bisa Anda jadikan satu di bisnis cuci motor ini, tentunya yang masih sejalan. Diantaranya :

  1. Menjual peralatan mencuci motor, seperti sabun motor.

  2. Menjual aksesori motor, seperti helm, stiker, dan lampu spion.

  3. Menyediakan jasa ganti oli dan perawatan mesin motor lainnya.

  4. Menjual motor second.


Bahkan jika Anda memiliki modal lebih, Anda bisa menambah jasa untuk cuci mobil beserta asesorisnya.

Selamat Bekerja.
Rumput Liar Cuci, Jasa, Motor, PELUANG USAHA

Peluang Usaha Bisnis Aquascape

Aquarium jika ditata dengan rapi di beri tanaman yang indah di dalamnya dan juga di beri berbagai ikan hias baik ikan hias air tawar maupun ikan hias air laut pasti sangat indah di pandang mata dan menjadi daya tarik tersendiri. Aquascaping adalah sebuah istilah yang sudah tidak asing lagi bagi para penggemar ikan hias.

Sebuah survey ada yang memberi pernyataan bahwa aquascaping adalah sebuah hobi yang masuk dalam dalam urutan kedua setelah fotografi. Terbukti di seluruh dunia saat ini perkembangan pasar dan pembuatan aquarium terus meningkat termasuk juga di Indonesia.

Aquascaping di bagi menjadi dua macam kategori yaitu kategori aquascaping air tawar dan aquascaping air laut. Banyak yang mengatakan bahwa aquascaping air laut lebih sulit dibandingkan dengan aquascaping air tawar. Walaupun begitu bukan berarti aquascaping air tawar mudah di lakukan tapi tetap memerlukan keseriusan dan kesabaran dalam mempelajarinya agar menjadi sebuah aquarium dengan miniatur ekosistem yang natural dan bisa menuruti keinginan pasar.

Internet adalah salah satu media yang bisa di gunakan untuk memperkaya informasi seputar aquascaping ini. Misalnya melalui forum online yang di situ banyak membahas tentang aquascaping dan cara budidaya ikan hias. Buku panduan khusus aquascaping juga harus anda punya jika memang anda tertarik untuk mendalami bisnis aquascaping ini.

Ada tiga macam yang berhubungan dengan Peluang Usaha Bisnis Aquascape.

1. Jasa set up aquasscape, yaitu menjual produk jadi mulai dari desain, pemilihan jenis tanaman dan ikannya, sampai pemasangan di aquarium.
2. Budidaya ikan dan tanamannya.
3. Menjual ikan, tanaman, peralatan, dan pakan.

Pangsa pasar bisnis aquascape ini perkantoran, restoran dan rumah pribadi. Harga jual satu set aquarium berfariasi ada yang dipatok dengan harga Rp 500.000 hingga Rp.8.000.000. Sejalan dengan gairah masyarakat yang semakin menghargai estetika dalam seni bangunan, sekarang semakin banyak orang menggunakan jasa arsitek untuk mendapat desain rumah yang indah. Dekorasi mendapat perhatian yang besar dan aquarium dapat menjadi salah satu pilihannya.

Nah bagimana, anda tertarik ? Silahkan di coba.

Cara Budidaya Jamur Merang Dengan Mudah

Sejarah mengatakan bahwa JAMUR telah di konsumsi sejak ribuan tahun yang silam baik itu jamur tiram maupun jamur yang lain. Pada awalnya JAMUR adalah makanan yang biasa di konsumsi oleh raja-raja mesir kemudian menyebar luas menjadi makanan masyarakat umum.

Penduduk di daratan Cina sejak ribuan tahun silam telah menggunakan jamur sebagai bahan obat-obatan. Jamur pertama yang di budidayakan di daratan cina adalah jamur Merang (Volvariella volvaceae) pada pertengahan abad 17.  Di indonesia jamur merang mulai di budidayakan kira-kira sejak tahun 1950 an.

Jamur tiram dapat di olah menjadi berbagai macam masakan, misalnya cah jamur saus tiram, mie ayam jamur dll. Kebutuhan jamur tiram di pasaran terus meningkat sehingga pembudidayaan jamur tiram terus di kembangkan di sana sini. Membudidayakan jamur tiram untuk dijadikan usaha keluarga adalah pilihan yang bagus Sebab usaha jamur tidak ada matinya, kebutuhan pasar akan jamur sangat besar selain untuk di olah menjadi masakan, jamur juga bisa di jadikan bahan obat-obatan.

Jika anda kesulitan mencari bibit jamur merang, anda dapat mencarinya di internet dengan pembelian secara online. Caranya ketikkan saja “Jual bibit jamur merang “ di google, maka anda akan mendapatkan banyak sekali penawaran bibit jamur merang. Nah jika anda berminat membudidayakan jamur  merang, maka anda perlu belajar bagaimana Cara budidaya jamur merang dengan baik. Perhatikan beberapa hal penting di bawah ini :

I. Pembuatan Kumbung

A. Penentuan Lokasi :

1. Sumber jerami
2. Sumber air
3. Jalan

B. Persyaratan Kumbung :

* Dinding dalam dan atas menggunakan plastik polyetilen.
* Dinding luar menggunakan sterofoam.
* Kumbung lebih baik ditempat

C. Perbedaan kumbung :

* Kumbung atas lancip : bila panas maka uap akan mengalir ke samping. Digunakan untuk kumbung yang memiliki satu rak ditengah.
* Kumbung atas datar : uap air akan jatuh ketengah-tengah kumbung. Digunakan untuk kumbung yang memiliki dua rak

II. Media

1. Jerami
2. Kapur CaCO3
3. Dedak
4. Limbah kapas

a) Jerami mengandung :

* Lignin
* Selulosa
* Silicca

 

b) Alternatif jerami :

* Alang-alang
* Eceng gondok
* Batang jagung
* Kelaras pisang

c) Alternatif limbah kapas :

* Hampas sagu
* Hampas tahu
* Hampas tempe
* Hampas kapuk

III. Pembuatan Kompos

1. Lapisan atas : kompos kapas
2. Lapisan bawah : kompos jerami

IV. Memasukkan Kompos

1. ±10 hari kompos jerami masuk kumbung, simpan setinggi ±40 cm/rak.
2. Lapisi ± 0,5 cm kompos kapas yang telah dikompos selama 1 bulan.
3. Pasteurisasi sampai suhu 70°C, pertahankan 4-5 jam.
4. Penanaman dilakukan bila suhu < 40°C.

V. Pasteurisasi / Steam

1. Lantai kumbung dibersihkan.
2. Peralatan untuk wadah penanaman bibit harus disertakan dalam pasteurisasi.
3. Semua ruang tertutup.
4. Drum pasteurisasi diisi penuh, salurkan pipa ke dalam kumbung.
5. Setelah mencapai 70°C (biasanya setelah 7-8 jam). Suhu dipertahankan selama 4-5 jam
6. Penanaman bibit dilakukan setelah istirahat 1 hari.

Catatan : – bila penyeteaman tidak matang, maka jendela harus dibuka agar amoniak keluar.
- bila penyeteman matang, maka jendela ditutup saja.

Alat Pasteurisasi Jamur.jpg Peralalatan Pasteurisasi

VI. Penanaman Bibit

1. pH diusahakan mencapai 7 / netral.
2. Peralatan untuk penanaman yang telah di pasteurisasi disiapkan untuk diisi bibit.
3. Bibit log dihancurkan agar lembut. ( 1 log untuk 1m2)
4. Bibit ditabur pada 2/3 media dari tinggi media / tengahnya tidak di tabur.
5. Bibit sempilan di tanam di bawah media gulungan sebanyak 2 tempat tanam.
6. Bisa juga dibuat bantalan di tiang danditanami bibit.
7. Hari I : penanaman dilakukan sore hari.
8. Hari II : pertumbuhan miselium diperhatikan.
9. Hari III : – Bila bibit telah keluar miselium, maka langsung disiram.
- Bila bibit belum tumbuh, maka penyiraman dilakukan hari ke 4.
- Penyiraman bibit dilakukan pada tengah hari ± pkl 13.00
10. Hari IV : mulai hari ke 4, pintu & jendela dibuka antara pkl 06.00-06.15.
11. Hari V : jendela dibuka 15°. Pintu di buka pkl 00.00 selama ½ jam.
12. Hari VI : jendela di buka 30 °.
13. Hari VII : jendela di buka 45°.
14. Hari VIII : jendela di buka 60-90° / bila jamur tumbuh besar.
15. Panen selanjutnya jendela dibuka terus sampai selesai.

VII. Pemeliharaan Media

1. Penyiraman dilakukan 3 atau 4 hari setelah tanam.

* untuk mengubah masa vegetatif menjadi masa generatif. Karena penyiraman dilakukan pada siang hari sehingga jamur menjadi stress dan mengubah fase tanam.

2. Temperatur ruangan 34-36°C.
3. Temperatur media 34- 38°C.
4. Bila temperatur media mencapai 38°C atau lebih maka akan tumbuh cendawan Monilia,
tumbuh antara hari ke V – VIII.

VIII. Panen

1. Ciri jamur siap tanam :

* Bila masih ada tonjolan , panen dilakukan keesokan harinya.
* Bila bulat sudah merata , jamur siap panen.

2. Cara panen jamur :

* Lebih baik tidak menggunakan kuku tangan, tetapi menggunakan pisau yang telah disterilkan.
* Tinggalkan / sisakan sedikit pangkal buah jamur yang di panen.
* Media tidak boleh terangkat.

3. Penyebab menurunnya kualitas jamur merang (bercak-bercak):

* Pasteurisasi tidak matang
* Dedak tidak matang

4. Penyebab jamur pecah :

* Suhu terlalu tinggi
* Terlambat waktu panen.

Itulah beberapa hal penting yang perlu anda perhatikan jika hendak membudidayakan jamur merang. Tentunya tidak cukup itu saja, anda mesti mencari informasi secara lengkap tentang budidaya jamur merang ini sebelum memulainya. Selamat Mencoba.

Cara Membuat Kumbung Jamur

Jika pada postingan terdahulu saya sudah kupas tentang cara budidaya jamur tiram dan cara budidaya jamur merang sebab jamur memang memiliki peluang bisnis yang bagus untuk di geluti, sekarang saya akan share tentang cara membuat KUMBUNG.

KUMBUNG  adalah istilah yang biasa di sebut untuk rumah jamur yang fungsinya untuk menyimpan media tanam jamur agar hasilnya berkualitas baik dari segi bentuk maupun bobotnya. Membuat kumbung jamur sebenarnya mudah sebab hampir sama dengan membuat gubug, bahannya pun bisa di dapatkan di sekitar rumah misalnya bambu yang penting kuat dan kokoh.

Dindingnya bisa berbentuk gedhek ( anyaman bambu ) tiangnya bisa dari bongkotan (bambu bagian bawah ) dan atapnya bisa di buat dari genting biasa atau bisa dari alang-alang yang penting tidak bocor saat hujan.

Usahakan atapnya tidak memakai ASBES sebab hawa di dalam ruangan menjadi panas. Lantai sebaiknya di biarkan berbentuk tanah bahkan lebih baik lagi jika di lapisi dengan pasir. Bahkan harus di usahakan hawa didalam ruangan menjadi dingin dan lembab karena memang pada dasarnya habitat jamur berada di tempat yang lembab dan agak dingin.

Untuk membuat Kumbung sebaiknya anda perlu memperhatikan poin-poin penting di bawah ini :

-          Ukuran panjang bangunan dibuat per 2,00 meter dari tiang utama ke tiang utama.

-          Buat sistem rak dengan tinggi rak sekitar 60 cm dengan lebar sekitar 90 cm dan jumlah tingkat 5 buah.

-          Sekitar 80 cm gntuk gang / orang berjalan lebar.

-          Bagian bawah tiang – tiang utama (bambu) konstruksi di letakan diatas pondasi setempat dan samping bangunan ditutup pakai pasangan bata agar tdk ada binatang masuk ke dalam ruangan.

-          Rak paling bawah,  jarak dari tanah sekitar 20 cm – 30 cm.

-          Usahakan setiap membuat rumah jamur berkapasitas untuk 5.000 media tanam dengan ukuran kumbung sekitar 7,00 m x 2,60 m (ukuran memanjang) bisa juga ukuran bujur sangkar, semua tergantung bentuk tanahnya.

Perhatikan gambar di bawah ini, klik pada gambar untuk mendapatkan gambar yang lebih besar :

 



 

Tata cara pakai :

Bila bangunan kumbung sdh selesai dibuat jangan langsung dimasukan media tanam tetapi bersihkan area kumbung baik luar maupun dalam dari segala sampah dan kotoran bekas kerja.

Bersihkan pakai (disemprot) khusus bagian dalam (dari atas sampai bawah).

Kemudian semprotlah ruangan pakai obat kimia untuk mematikan bakteri-bakteri (agar area dalam menjadi steril) misalnya pakai formalin.

Diamkan sekitar 2 x 24 jam agar bau obat hilang dan pintu harus slalu tertutup.

Setelah itu masukan media tanam yang sdh terbungkus milesium 100 % (siap tumbuh jamur) dari ruang inkubasi.