Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Nyaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nyaman. Tampilkan semua postingan
Minggu, 22 April 2012

Nyaman di Rumah Fungsional

 






Rumah, selain sebagai tempat tinggal juga memiliki fungsi beragam. Salah satunya, dapat dijadikan sebagai tempat usaha.





Banyak faktor yang bisa dijadikan pertimbangan mengapa saat ini banyak sekali orang yang menggunakan rumah sebagai bagian dari aktifitas tempat usahanya ataupun kantor.

Salah satu faktornya adalah kemacetan, yang membuat perjalanan menuju kantor yang memakan waktu lama. Selain itu juga faktor keamanan, kenyamanan, dan mulai banyak orang ingin mempunyai usaha sendiri. Bagi seorang ibu rumah tangga, mempunyai usaha sendiri di rumah tentu akan menambah nilai plus, karena sekaligus bisa mengurus anak dan rumah tangga.

Untuk menjadikan rumah plus sebagai tempat usaha ini, tampaknya semua faktor akan mempengaruhi ketika membuat konsep hunian fungsional dan multifungsi. Selain sebagai tempat tinggal, rumah ini juga mempunyai area yang khusus digunakan sebagai kantor bagi sang kepala rumah tangga dan tempat usaha yang digeluti sang istri. Namun, semuanya tidak mengesampingkan kenyamanan rumah sebagai hunian bagi sebuah keluarga.



Pada rumah yang memiliki lahan seluas 750 m2 ini, tentunya akan lebih mudah menzoning lahan menjadi rumah fungsional yang bisa mencangkup kantor dan tempat usaha. Akan tetapi, rumah ini sebenarnya mempunyai bentuk lahan yang cukup sulit yaitu berbentuk seperti huruf T. Tentu saja, perlu pemikiran matang dalam me-layout lahan yang ada.




Rumah ini juga dilengkapi dua pintu utama, di mana keduanya mempunyai fungsi yang berbeda. Pintu yang pertama dibuat menyerupai gate atau gerbang, yang bagian atasnya dapat berfungsi sebagai ruangan, yang kemudian dialih fungsikan menjadi kantor.

Setelah memasuki gate berupa kantor ini, terdapat taman yang cukup besar, sebagai bentuk peralihan dari kantor menuju rumah. Selain itu, di sisi kiri terdapat selasar terbuka dan terdapat kolam ikan koi.



Setelah memasuki rumah, akan terlihat kesan klasik yang cukup dominan dalam keseluruhan desain rumah ini. Pemakaian wallpaper dan furniture bergaya klasik dipadukan dengan elemen-elemen etnik. Pada bagian belakang rumah terdapat meja makan keluarga yang ditempatkan di teras terbuka, sehingga pandangan menjadi lebih bebas ke arah halaman dan gazebo.




Di bagian belakang juga terdapat ruang peralihan menuju ke area lobby ruang usaha salon kecantikan dan kebugaran. Ruangan ini dimanfaatkan dengan amat baik, sehingga dapat dipakai sebagai ruang tunggu para tamu selanjutnya yang akan melakukan treatment di tempat ini.

Sedangkan pintu utama yang kedua, berada di bagian belakang rumah dan berfungsi sebagai pintu masuk ke tempat usaha tadi (salon kecantikan dan kebugaran). Ruang ini tepatnya berada di belakang rumah dan berada pada akses jalan yang berbeda dengan pintu atau gerbang utama menuju rumah. Menyatu dalam rumah, namun tak sampai menganggu kenyamanan seisi rumah dengan para tamu yang datang.
Rumput Liar EKSTERIOR, Fungsional, Nyaman, Rumah

Teras Indah dan Nyaman

 






 





Bersantai di teras rumah memang sangat menyenangkan. Agar suasana makin nyaman, atasi pemandangan yang menganggu dengan tanaman hijau pilihan!

Saat memasuki sebuah rumah, tempat pertama yang Anda lihat pastilah bagian terasnya. Kendati demikian, meskipun teras hanyalah merupakan penghubung antara ruang luar dan ruang dalam, tak jarang pemilik rumah membuatnya dalam beragam suasana. Mulai dari teras yang bernuansa serius, dilengkapi kolam ikan, taman, atau sekadar dilengkapi dua kursi dan meja saja.

Namun, menurut Sigit Antoro, arsitek dari PT Jingga Saffron Artistika, sebenarnya posisi teras tak harus hanya berada di depan rumah saja. Teras bisa dibuat di bagian lain dari rumah, seperti di samping atau belakang rumah. Lalu, Seberapa penting sih keberadaan teras dalam sebuah rumah?

"Teras berfungsi sebagai alat sanitasi, sirkulasi udara, dan pemberi cahaya masuk ke dalam rumah," tutur Sigit. Selain itu, ketika beraktivitas di luar rumah, sang pemilik membutuhkan suasana santai seperti duduk-duduk atau minum kopi bersama pasangan dan teman, dalam suasana informal yang hangat dan penuh keakraban.

Akan tetapi, meskipun teras bisa berada di bagian mana saja pada sebuah rumah, menurut Sigit, sebaiknya menjadi penyambung






 





antara "dunia luar" atau ruang lain dengan rumah utama. Bahkan, lanjutnya, teras idealnya dijadikan semacam oase atau penyejuk sebuah rumah.

"Bayangkan, jika ada rumah yang tak punya teras. Pasti akan terkesan lebih pengap. Dengan adanya teras, secara psikologis rumah akan terkesan lapang, nyaman, dan adem," tutur Sigit lagi.

Salah satu contohnya, teras rumah yang berada di kawasan Ciledug ini (lihat gambar). Kendati hanya dilengkapi dua kursi dan satu meja saja, sudah bisa menjadi teras yang cukup nyaman. Artinya, sebelum memasuki ruang utama, tamu bisa duduk-duduk santai dulu di teras mungil ini.

Tentu saja, sang tamu akan memiliki kesan berbeda jika teras dibuat lebih serius, misalnya dilengkapi kolam ikan atau taman kecil yang asri, dengan beragam tanaman hias yang cantik. Setiap tamu yang datang pasti bisa menikmati suasana lain di teras seperti ini.

Mengolah Pemandangan
Namun, Sigit menambahkan, "Untuk mendapatkan suasana nyaman, teras sederhana jangan hanya dilengkapi dua kursi dan satu meja saja. Jika senang berkumpul dengan tetangga, teman, atau tetangga, jumlah kursi bisa ditambah. Pilih bahan kursi yang nyaman diduduki," saran Sigit.






 





Sebetulnya, imbuhnya lagi, tak ada syarat khusus untuk membuat teras menjadi lebih nyaman dan indah dipandang. "Teras dengan atau tanpa atap, boleh-boleh saja. Yang penting, penghuninya tak kepanasan di siang hari. Jadi, orientasikan dulu posisi matahari. Dan saat hujan, airnya tidak langsung masuk ke dalam rumah," papar Sigit.

Selain itu, view di sekeliling teras harus diolah agar lebih enak dilihat. Teras akan menjadi buruk rupa jika dijadikan tempat penyimpanan berbagai barang bekas sang pemilik rumah. Ada sepeda, ember, baskom, dan berbagai alat rumah tangga bekas lainnya. Akhirnya, tak ada satu pun yang mau duduk-duduk santai di teras yang lebih mirip gudang ini.

Satu hal yang juga perlu diingat, jika teras berada di depan rumah, jangan pernah meletakkan tempat sampah persis di hadapan teras! Dan, untuk menyiasati agar seluruh anggota keluarga atau para tamu yang datang menjadi betah berlama-lama berada di teras, buatlah suasana yang menyenangkan.

Jangan jadikan teras sekadar tempat peralihan sebelum melangkah ke ruang dalam. "Agar lebih indah lagi, tempatkan beberapa tanaman hias dalam pot. Entah di atas meja, di sebelah kursi, atau di salah satu pojok teras. Ingat, jauhkan benda-benda tidak penting, yang seharusnya tak ada di teras."

Dan yang tak kalah pentingnya, pertimbangkan juga soal privacy sang pemilik rumah. Teras yang menghadap jalan utama, jangan sampai menjadi tontonan orang-orang yang lalu lalang. Antisipasinya, lakukan dengan cara yang mudah, simpel, dan murah, Sigit menyarankan, buat pagar dari tanaman.

Posisi ideal teras tentu saja yang berada di belakang rumah. Sudah pasti privasi pemilik rumah akan lebih terjamin. "Tapi kekurangannya, pemandangannya akan jadi terbatas. Apalagi, jika teras belakang berbatasan langsung dengan dapur kotor atau tempat menjemur pakaian."

Lain halnya jika teras belakang memiliki obyek penglihatan lain. Misalnya, berbatasan langsung dengan sejumlah ruangan yang ditata apik. Misalnya, kamar tidur, dapur bersih, atau ruang makan. "Kehadiran teras akan menjadi point of interest tersendiri dari ruang-ruang yang mengelilinginya."

Sedangkan teras yang dibuat di bagian tengah atau samping rumah, lebih berfungsi sebagai "alat" sanitasi, sumber pencahayaan, atau sumber udara mengalir. Uniknya lagi, Sigit memberi contoh, pada sebuah rumah, pemiliknya ada yang membuat teras di dalam kamar mandinya, lho!

"Suasana kamar mandi jadi lebih segar, bersih, dan sehat. Saat pintunya dibuka, udara segar bisa bebas masuk, begitu juga sinar matahari. Acara mandi jadi lebih menyenangkan karena adanya teras ini. Tentu saja, pemiliknya harus memperhatikan privasinya, agar tetangga tidak bisa mengintip," tukas Sigit.
Rumput Liar EKSTERIOR, Indah, Nyaman, Teras