Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Menanam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menanam. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 28 April 2012

Cara Menanam Kangkung Dalam Polibag

Kangkung tergolong sayur yang sangat populer, karena banyak peminatnya. Kangkung disebut juga Swamp cabbage, Water convovulus, Water spinach. Berasal dari India yang kemudian menyebar ke Malaysia, Burma, Indonesia, China Selatan Australia dan bagian negara Afrika.

Kangkung banyak ditanam di Pulau Jawa khususnya di Jawa Barat, juga di Irian Jaya di Kecamatan Muting Kabupaten Merauke kangkung merupakan lumbung hidup sehari-hari. Di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar tanaman kangkung darat banyak ditanam penduduk untuk konsumsi keluarga maupun untuk dijual ke pasar.

Kangkung merupakan tanaman yang tumbuh cepat yang memberikan hasil dalam waktu 4-6 minggu sejak dari benih. Kangkung yang dikenal dengan nama Latin Ipomoea reptans terdiri dari 2 (dua) varietas, yaitu Kangkung Darat yang disebut Kangkung Cina dan Kangkung Air yang tumbuh secara alami di sawah, rawa atau parit-parit.

Bagian tanaman kangkung yang paling penting adalah batang muda dan pucuk-pucuknya sebagai bahan sayur-mayur. Kangkung selain rasanya enak juga memiliki kandungan gizi cukup tinggi, mengandung vitamin A, B dan vitamin C serta bahan-bahan mineral terutama zat besi yang berguna bagi pertumbuhan badan dan kesehatan.

Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik sepanjang tahun. Kangkung darat dapat tumbuh pada daerah yang beriklim panas dan beriklim dingin

Jumlah curah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini berkisar antara 500-5000 mm/tahun. Jadi untuk budidaya dalam polibag perlu penyiraman secara rutin.

Tanaman kangkung membutuhkan lahan yang terbuka atau mendapat sinar matahari yang cukup. Kangkung sangat kuat menghadapi panas terik dan kemarau yang panjang. Apabila ditanam di tempat yang agak terlindung, maka kualitas daun bagus dan lemas sehingga disukai konsumen.

Suhu udara dipengaruhi oleh ketinggian tempat, setiap naik 100 m tinggi tempat, maka temperatur udara turun 1 derajat C. Apabila kangkung ditanam di tempat yang terlalu panas, maka batang dan daunnya menjadi agak keras, sehingga tidak disukai konsumen.

Berikut adalah cara budidaya kangkung dalam polibag :

1.  Siapkan polibag lebih baik dengan ukuran diameter 30 cm (agar muat lebih banyak)

2.  Masukkan media tanam berupa tanah yang subur atau top soil akan lebih baik jika anda menggunakan kompos sebagai media tanam.

3.  Buatkan lobang dengan jari dengan ukuran kedalam 20-30 cm, dengan jarak tanam ( antar lobang) 1,5 x 15 cm.

isi  tiap lobang dengan 2-3 butir biji. Kemudian tutup lobang tanam dengan tanah dan siram.

4.  Agar diperoleh hasil panen yang baik, dalam pemeliharaan pembenihan kangkung diperlukan penyiraman teratur dan kerap pada cuaca kering. Lakukan penyiraman pada pagi dan sore hari

5. Pupuk tanaman kangkung  dengan pupuk urea, seminggu setelah tanam, kemudian 2 minggu setelah tanam. Pemberian pupuk urea dicampur dengan air kemudian disiram pada pangkal tanaman dengan ember penyiram.

Pada waktu melakukan pemupukan, lahan dikeringkan terlebih dahulu selama 4 sampai 5 hari. Kemudian diairi kembali.

6. Lakukan penyiangan bila terdapat rumput liar (tanaman pengganggu). Penyiangan dilakukan setiap 2 minggu.

7.  Panen pertama sudah bisa dilakukan pada hari ke 12. Saat ini kangkung sudah tumbuh dengan panjang batang kira-kira 20-25 cm. Ada pula yang mulai memangkas sesudah berumur 1,5 bulan dari saat penanaman.

Cara pemanenan kangkung air hampir sama dengan kangkung darat. Cara memanen, pangkas batangnya dengan menyisakan sekitar 2-5 cm di atas permukaan tanah atau meninggalkan 2-3 buku tua. Panen dilakukan pada sore hari. Panenan dilakukan dengan cara memotong kangkung yang siap panen dengan ciri batang besar dan berdaun lebar.

Inilah informasi tentang budidaya tanaman kangkung di dalam plibag sedangkan ini adalah budidaya tanaman kangkung di darat secara lengkap.

Selamat mencoba untuk menanam tanaman kangkung dalam polibag.

Cara Menanam Kangkung Dalam Polibag

Kangkung tergolong sayur yang sangat populer, karena banyak peminatnya. Kangkung disebut juga Swamp cabbage, Water convovulus, Water spinach. Berasal dari India yang kemudian menyebar ke Malaysia, Burma, Indonesia, China Selatan Australia dan bagian negara Afrika.

Kangkung banyak ditanam di Pulau Jawa khususnya di Jawa Barat, juga di Irian Jaya di Kecamatan Muting Kabupaten Merauke kangkung merupakan lumbung hidup sehari-hari. Di Kecamatan Darussalam Kabupaten Aceh Besar tanaman kangkung darat banyak ditanam penduduk untuk konsumsi keluarga maupun untuk dijual ke pasar.

Kangkung merupakan tanaman yang tumbuh cepat yang memberikan hasil dalam waktu 4-6 minggu sejak dari benih. Kangkung yang dikenal dengan nama Latin Ipomoea reptans terdiri dari 2 (dua) varietas, yaitu Kangkung Darat yang disebut Kangkung Cina dan Kangkung Air yang tumbuh secara alami di sawah, rawa atau parit-parit.

Bagian tanaman kangkung yang paling penting adalah batang muda dan pucuk-pucuknya sebagai bahan sayur-mayur. Kangkung selain rasanya enak juga memiliki kandungan gizi cukup tinggi, mengandung vitamin A, B dan vitamin C serta bahan-bahan mineral terutama zat besi yang berguna bagi pertumbuhan badan dan kesehatan.

Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik sepanjang tahun. Kangkung darat dapat tumbuh pada daerah yang beriklim panas dan beriklim dingin

Jumlah curah hujan yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini berkisar antara 500-5000 mm/tahun. Jadi untuk budidaya dalam polibag perlu penyiraman secara rutin.

Tanaman kangkung membutuhkan lahan yang terbuka atau mendapat sinar matahari yang cukup. Kangkung sangat kuat menghadapi panas terik dan kemarau yang panjang. Apabila ditanam di tempat yang agak terlindung, maka kualitas daun bagus dan lemas sehingga disukai konsumen.

Suhu udara dipengaruhi oleh ketinggian tempat, setiap naik 100 m tinggi tempat, maka temperatur udara turun 1 derajat C. Apabila kangkung ditanam di tempat yang terlalu panas, maka batang dan daunnya menjadi agak keras, sehingga tidak disukai konsumen.

Berikut adalah cara budidaya kangkung dalam polibag :

1.  Siapkan polibag lebih baik dengan ukuran diameter 30 cm (agar muat lebih banyak)

2.  Masukkan media tanam berupa tanah yang subur atau top soil akan lebih baik jika anda menggunakan kompos sebagai media tanam.

3.  Buatkan lobang dengan jari dengan ukuran kedalam 20-30 cm, dengan jarak tanam ( antar lobang) 1,5 x 15 cm.

isi  tiap lobang dengan 2-3 butir biji. Kemudian tutup lobang tanam dengan tanah dan siram.

4.  Agar diperoleh hasil panen yang baik, dalam pemeliharaan pembenihan kangkung diperlukan penyiraman teratur dan kerap pada cuaca kering. Lakukan penyiraman pada pagi dan sore hari

5. Pupuk tanaman kangkung  dengan pupuk urea, seminggu setelah tanam, kemudian 2 minggu setelah tanam. Pemberian pupuk urea dicampur dengan air kemudian disiram pada pangkal tanaman dengan ember penyiram.

Pada waktu melakukan pemupukan, lahan dikeringkan terlebih dahulu selama 4 sampai 5 hari. Kemudian diairi kembali.

6. Lakukan penyiangan bila terdapat rumput liar (tanaman pengganggu). Penyiangan dilakukan setiap 2 minggu.

7.  Panen pertama sudah bisa dilakukan pada hari ke 12. Saat ini kangkung sudah tumbuh dengan panjang batang kira-kira 20-25 cm. Ada pula yang mulai memangkas sesudah berumur 1,5 bulan dari saat penanaman.

Cara pemanenan kangkung air hampir sama dengan kangkung darat. Cara memanen, pangkas batangnya dengan menyisakan sekitar 2-5 cm di atas permukaan tanah atau meninggalkan 2-3 buku tua. Panen dilakukan pada sore hari. Panenan dilakukan dengan cara memotong kangkung yang siap panen dengan ciri batang besar dan berdaun lebar.

Inilah informasi tentang budidaya tanaman kangkung di dalam plibag sedangkan ini adalah budidaya tanaman kangkung di darat secara lengkap.

Selamat mencoba untuk menanam tanaman kangkung dalam polibag.

Tips Jitu Menanam Rumput Gajah Mini

Ingin menanam rumput gajah mini di halaman? Tak perlu tukang atau keahlian khusus, kok. Berikut cara praktisnya.


Rumput gajah mini (Pennisetum purpureum schamach ) semakin naik pamor sebagai dekorasi taman. Perannya tak hanya sebagai penutup tanah, tapi juga untuk pemanis nat lantai carport dan pembatas teras dengan taman.

Daunnya berwarna hijau pekat menyejukkan mata. Ciri khas lainnya, berdaun tebal dengan tepian yang agak keriting. Panjang daun hanya 5cm --rumput gajah biasa ada yang 10cm—dengan akar sepanjang 5cm-8cm. Meski tampilannya rada buntet tapi terlihat rapi.

Daya tarik rumput yang harganya berkisar Rp25.000-Rp35.000 per meter persegi ini ada pada tampilan yang lebih rapi dibanding saudaranya, rumput gajah “maksi”. Daunnya pendek dan tak cepat gondrong. Anda pun tak perlu repot-repot mencukurnya tiap bulan. Untuk menjaga kesuburan, Anda cukup menaburi urea dan NPK tiap dua minggu sekali.

Langkah Praktis Menanam:

  1. Gemburkan tanah menggunakan cangkul. Cangkul dan balikkan tanah hingga kedalaman sekitar 20cm. Setelah itu, ratakan permukaan tanah.

  2. Siapkan rumput dalam bentuk dan ukuran kecil. Pecah rumput besar menjadi ukuran lebih kecil, antara 3cm-5cm. Setelah itu, benamkan rumput ke dalam tanah hingga seluruh akarnya tertimbun. Benamkan rumput secara zigzag sehingga nantinya pertumbuhan rumput subur, rapat, dan rapi.

  3. Perkuat “ikatan” rumput dengan tanah. Pukul perlahan permukaan rumput hingga akarnya melekat ke dalam tanah. Ratakan juga posisi rumput dan permukaan tanah dengan menggunakan permukaan lebar batu bata atau balok kayu. Diamkan rumput selama satu minggu hingga akarnya tumbuh.

  4. Taburkan pupuk urea dan NPK secara merata. Lakukan proses ini dua minggu kemudian.

  5. Siram dengan air menggunakan gembor (ceret) yang berlubang kecil. Tekanan rendah akan menghindari penggenangan air pada tanah dan rumput yang dapat mengakibatkan pembusukan rumput.

Tips Jitu Menanam Rumput Gajah Mini

Ingin menanam rumput gajah mini di halaman? Tak perlu tukang atau keahlian khusus, kok. Berikut cara praktisnya.


Rumput gajah mini (Pennisetum purpureum schamach ) semakin naik pamor sebagai dekorasi taman. Perannya tak hanya sebagai penutup tanah, tapi juga untuk pemanis nat lantai carport dan pembatas teras dengan taman.

Daunnya berwarna hijau pekat menyejukkan mata. Ciri khas lainnya, berdaun tebal dengan tepian yang agak keriting. Panjang daun hanya 5cm --rumput gajah biasa ada yang 10cm—dengan akar sepanjang 5cm-8cm. Meski tampilannya rada buntet tapi terlihat rapi.

Daya tarik rumput yang harganya berkisar Rp25.000-Rp35.000 per meter persegi ini ada pada tampilan yang lebih rapi dibanding saudaranya, rumput gajah “maksi”. Daunnya pendek dan tak cepat gondrong. Anda pun tak perlu repot-repot mencukurnya tiap bulan. Untuk menjaga kesuburan, Anda cukup menaburi urea dan NPK tiap dua minggu sekali.

Langkah Praktis Menanam:

  1. Gemburkan tanah menggunakan cangkul. Cangkul dan balikkan tanah hingga kedalaman sekitar 20cm. Setelah itu, ratakan permukaan tanah.

  2. Siapkan rumput dalam bentuk dan ukuran kecil. Pecah rumput besar menjadi ukuran lebih kecil, antara 3cm-5cm. Setelah itu, benamkan rumput ke dalam tanah hingga seluruh akarnya tertimbun. Benamkan rumput secara zigzag sehingga nantinya pertumbuhan rumput subur, rapat, dan rapi.

  3. Perkuat “ikatan” rumput dengan tanah. Pukul perlahan permukaan rumput hingga akarnya melekat ke dalam tanah. Ratakan juga posisi rumput dan permukaan tanah dengan menggunakan permukaan lebar batu bata atau balok kayu. Diamkan rumput selama satu minggu hingga akarnya tumbuh.

  4. Taburkan pupuk urea dan NPK secara merata. Lakukan proses ini dua minggu kemudian.

  5. Siram dengan air menggunakan gembor (ceret) yang berlubang kecil. Tekanan rendah akan menghindari penggenangan air pada tanah dan rumput yang dapat mengakibatkan pembusukan rumput.

Jumat, 27 April 2012

Tips Cara Menanam Moss, Riccardia atau Fissiden

Mengikat atau menanam moss adalah hal yang relatif mudah, karena moss tidak harus ditancap atau membutuhkan substrate / pasir untuk media tumbuh. Cukup diikat pada kawat, batu atau kayu maka moss dapat tumbuh dengan sempurna.

Berikut adalah step by step untuk menanam atau mengikat moss, beberapa peralatan yang dibutuhkan :

  • Batu / kayu / kawat sebagai media tumbuh dari moss

  • Benang jahit / benang pancing atau hair net (yang biasa dipakai buat sanggul) atau jaring yang lain, asal bukan stocking hehe.

  • Semprotan air (opsional)  biar moss tetep basah


Untuk berbagai macam jenis moss atau fissidens.

Jangan lupa untuk menyemprot moss saat mengikat biar gak jadi kering. Untuk riccia caranya hampir sama dengan mengikat ricardia.

Tips Cara Menanam Moss, Riccardia atau Fissiden

Mengikat atau menanam moss adalah hal yang relatif mudah, karena moss tidak harus ditancap atau membutuhkan substrate / pasir untuk media tumbuh. Cukup diikat pada kawat, batu atau kayu maka moss dapat tumbuh dengan sempurna.

Berikut adalah step by step untuk menanam atau mengikat moss, beberapa peralatan yang dibutuhkan :

  • Batu / kayu / kawat sebagai media tumbuh dari moss

  • Benang jahit / benang pancing atau hair net (yang biasa dipakai buat sanggul) atau jaring yang lain, asal bukan stocking hehe.

  • Semprotan air (opsional)  biar moss tetep basah


Untuk berbagai macam jenis moss atau fissidens.

Jangan lupa untuk menyemprot moss saat mengikat biar gak jadi kering. Untuk riccia caranya hampir sama dengan mengikat ricardia.