Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Memadu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Memadu. Tampilkan semua postingan
Minggu, 22 April 2012

Memadu Bambu Agar Lebih Sejuk (1)

 






Bentuk fasad pada rumah ini hanya berupa kamprot yang diekspos tanpa cat tembok dan susunan bambu, menjadikannya berkarakter kuat dan unik





Ini dia alternatif baru untuk membangun rumah impian. Menggunakan bambu sebagai elemen eksterior dan interior.

Bambu merupakan salah satu tanaman yang banyak dijumpai di daerah tropis. Meski berasal dari Cina, tapi bambu sudah banyak ditemui di Indonesia. Malah, bambu sudah menjadi salah satu ciri khas negeri ini, misalnya sebagai salah satu bahan membuat rumah. Karena itu, rumah-rumah bambu masih banyak dijumpai di rumah-rumah kampung.

Bambu mempunyai tekstur unik, warna khas dan karakter yang sama dengan kayu. Tidak salah, kan , jika bambu masih tetap digemari sebagai elemen yang bisa membuat rumah lebih berkarakter. Selain itu, bambu mudah dalam perawatannya jika digunakan sebagai tanaman di kebun. Yang terpenting, harganya terjangkau!






Sebagian plafon kamar mandi yang diberi deretan bambu, sehingga mempunyai efek dramatis ketika sinar matahari memasuki kamar mandi ini





Fungsinya Lebih Luas

Bambu akan berbeda fungsinya jika sudah diaplikasikan pada sebuah rumah tinggal yang terdapat di daerah perkotaan sebagai elemen estetis, bukan dipakai secara struktur untuk membangun rumah seperti rumah bambu yang terdapat di desa-desa.

Karena karakternya ini, bambu sangat mungkin menjadi alternatif sebagai elemen interior dan eksterior. Tak masalah jika pemakaiannya sudah dimodifikasi dengan gaya yang lebih modern. Malah, ini menguntungkan bagi pengguna, sebab masih bisa bersanding dengan ruangan bergaya apapun.






Salah satu sudut di sepanjang bagian rumah ini diberi polycarbonate agar cahaya bisa masuk dan ditambah elemen estetis berupa kisi-kisi bambu





Terapkan Di Depan

Penasaran dengan aplikasi bambu pada rumah? Banyak yang bisa Anda lakukan, lho !
Pada bagian depan (fasad) rumah ini, bambu sudah cukup mendominasi. Konsep yang ingin ditawarkan pada rumah ini adalah dengan mengekspos beberapa elemen.

Contohnya, dinding kamprot (dinding yang dibuat bertekstur) dan bata merah yang dibiarkan terekspos tanpa finishing  aci ataupun cat tembok, sehingga kesan natural cukup tercipta lewat deretam bambu. Kesan masif yang kokoh jelas terlihat pada bagian depan rumah ini. Hal ini diciptakan agar pemilik rumah mempunyai zona privasi antara luar dan dalam.
Rumput Liar Bambu, EKSTERIOR, Memadu

Memadu Bambu Agar Lebih Sejuk (2)





Bagian teras ini cukup menarik, karena aplikasi bambu ditempatkan pada dua titik, yaitu di atas dan pada kisi-kisi yang membatasi antara ruang luar dan teras



Buat Selaras

Memasuki halaman rumah akan dituntun menuju jalan setapak berupa stepping  beton dengan taburan batu koral. Yang kemudian akan mengarah pada pintu beserta bambu yang membentuk kisi-kisi, dari sela kisi-kisi tersebut kita bisa melihat bagian dalamnya yang berupa taman pada bagian dalam.

Setelah pintu utama, kita akan disambut dengan teras yang cukup luas yang disertai taman luas yang berada di sebelahnya. Teras ini sengaja dibuat selebar mungkin, karena fungsinya sebagai ruang penerima tamu dan ruang duduk, yang nantinya bisa menjadi satu dengan ruang keluarga yang ada di sebelahnya. Hanya dengan membuka pintu lipat sebagai pembatas antara teras dengan ruang keluarga, maka akan tercipta ruangan yang luas dan menyatu dengan taman yang ada disampingnya.

Ada satu hal lagi yang menarik di sekitar teras. Selain kisi-kisi bambu sebagai pembatas antara ruang luar dengan ruang dalam, pada bagian atasnya, tersusun bambu sepanjang kurang lebih 2,5 meter pada plafon. Menjadikannya elemen estetis yang unik. Berpadu keramik pola diagonal dengan warna terakota, semua terasa kontras tanpa kesan berlebihan.






Memasuki pintu utama, aplikasi bambu kembali ditemukan berupa kisi-kisi. Pada beberapa bagian akan ditemukan bata merah yang juga diekspos.





Bermain Cahaya

Memasuki ruang dalam, akan terlihat ruangan luas yang sebagian atasnya hanya memakai polycarbonite  sebagai penutupnya. Fungsinya adalah sebagai masukan cahaya bagi ruangan ini, dan dengan "bantuan" bambu yang mengiringinya, cahaya akan terlihat dramatis lewat bayangan garis-garis yang nampak di siang hari. Cantik, kan?

Tips:

Agar sukses menggunakan bambu sebagai elemen estetis yang tepat pada rumah, ikuti tips berikut:

1. Sebelum digunakan, pilih bambu yang benar-benar kering. Salah satu ciri bambu yang benar-benar kering adalah bambu berwarna kekuningan. Sedangkan bambu yang belum kering, masih berwarna hijau.

2. Karakter bambu hampir sama dengan kayu, agar bambu bisa tahan lebih lama sebaiknya menggunakan vernish yaitu cairan bening pelapis bambu untuk melindungi kulit luarnya dan berefek kilau. Vernish ini tidak mengubah karakter warna bambu.

3. Penggunaan bambu pada rumah tinggal harus disesuaikan pada konsep rumah yang ada, jangan sampai nantinya tidak pas atau terkesan memaksakan, sehingga menjadi tidak kontras.

4. Batang bambu yang panjang memang terlihat lurus, tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Jangan samakan bambu dengan bahan kayu ataupun besi yang bisa dibuat presisi atau rapi. Justru, dengan tidak presisinya atau tidak lurusnya bambu itulah yang membuatnya unik dan berkesan etnik.
Rumput Liar Bambu, EKSTERIOR, Memadu