Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Mediterania. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mediterania. Tampilkan semua postingan
Minggu, 22 April 2012

Rumah Mediterania nan Dinamis (1)

 






Lahan berada di sudut jalan, yang berarti tampak bangunan mempunyai tiga sisi, sehingga satu sama lain harus saling berkesinambungan





Membeli lahan kavling pada suatu kawasan perumahan terkadang tidak selalu mendapatkan bentuk lahan yang simetris, bahkan posisinya pun kadang tidak menguntungkan. Permasalahan tidak hanya sampai pada kondisi lahan, tampilan rumah kita pun harus “serupa” dengan tema maupun style kawasan tersebut.

Bagaimana menyiasatinya? Mari kita ulas salah satu kasus serupa memiliki lahan dan mendirikan bangunan yang tidak menguntungkan pada sebuah kawasan pemukiman.
Dibagi Tiga Zona
Rumah ini berlokasi pada sebuah kawasan perumahan dengan tema mediterania. Posisi lahan berada di sudut pertemuan antar kavling rumah sehingga posisi lahan juga merupakan area berputar “U-Turn” kendaraan. Lebih detail lagi, luas lahan kurang lebih 400 m2 dan tidak simetris, bahkan hampir menyerupai segitiga.
Meskipun luas lahan cukup besar namun menjadi tidak menguntungkan karena terpotong GSB (Garis Sempadan Bangunan) selebar 4 meter pada ketiga sisi lahan. Pendekatan desain yang dilakukan adalah dengan membagi 3 zona fungsi ruang sesuai dengan posisi lahan yang berorientasi menghadap langsung ke jalan.

Zona fungsi ruang dibagi menjadi zona service, zona publik dan zona private. Ruang dalam diolah dengan konsep “open plan” terbuka antara ruang yang satu dengan yang lainnya untuk menciptakan kesan ruang yang luas dan lapang.

Bukaan untuk pencahayaan dibuat besar untuk memaksimalkan pencahayaan alami ke dalam bangunan di siang hari. Void di area ruang publik dihadirkan untuk memaksimalkan sirkulasi udara di dalam bangunan, sehingga pengudaraan alami dapat mengalir antar tiap lantai rumah.

Taman kering berupa innercourt diletakan pada area ruang makan, sebagai background ruangan sehingga ada peralihan visual antara ruang dalam dan ruang luar.

Lantai atas merupakan area private yang terdiri dari kamar tidur dan area semi publik berupa area duduk yang juga berfungsi sebagai area transisi antara lantai bawah dengan lantai atas. Dari area duduk lantai atas terdapat akses menuju “roof garden”. Penghijauan di lantai atas ini merupakan salah satu media untuk meminimalisir suhu udara di dalam bangunan pada saat suhu udara di siang hari dalam kondisi panas

Rumah Mediterania nan Dinamis (2)

 






Kesan mediteranian harus tetap ditampilkan, sehingga akhirnya diberi sedikit sentuhan minimalis sesuai dengan keinginan pemiliknya





Mengadaptasi Mediterania
Tampilan luar bangunan mengadaptasi lingkungan sekitarnya yaitu mediterania. Namun agar tampilan rumah tetap memiliki identitas (baca: pembeda) dengan rumah lainnya, fasad bangunan diolah dengan konsep transparan dan bermain dengan komposisi massa bangunan. Di mana penggunaan bukaan-bukaan kaca yang fungsional memberikan kesan “ringan” dengan komposisi massa bangunan yang lebih ekpresif. Hasilnya? Kehadiran tampilan yang berbeda namun tetap dinamis secara visual dengan lingkungan sekitar juga dinamis dalam pengolahan layout pada kondisi tapak yang ada.

Walaupun tampilan luar sedikit berbeda dengan lingkungan sekitarnya, tetapi konsep mediteran sendiri harus tetap ada. Salah satu contoh dari detail mediterania yang berada pada tampilan rumah ini adalah menggunakan profil sebagai bingkai pintu dan jendelanya. Selain itu juga bisa dilihat dari penggunaan tiang berbentuk bulat dengan desain profil. Plus penggunaan warna sebagai bagian dari keseragaman kawasan ini juga wajib dipatuhi. Sehingga warna nya pun menggunakan warna yang sama dengan bangunan yang sudah ada.

Terbuka di Ruang Dalam






Pantry dan ruang makan sengaja mempunyai akses ke taman bagian belakang sehingga mendapatkan udara dan cahaya yang maksimal





Pada awalnya owner sedikit bernegoisasi dengan manajemen perumahan tersebut agar diberikan keringanan sedikit dalam membangun rumah tersebut. Salah satunya adalah dengan tampilan yang sedikit lebih modern atau minimalis. Tetapi, peraturan tetap harus ditaati, agar tidak terjadi konflik antar warga yang sudah bermukim terlebih dahulu di sekitar perumahan. Akhirnya, pilihan pun dipakai dengan meringankan sedikit tampilan dengan pemakaian kaca-kaca lebar.

Karena bagian depan rumah tidak bisa direalisasikan ke dalam tampilan yang modern atau minimalis, bukan berarti interior rumah tidak bisa tampil berbeda dengan tampilan luarnya. Akhirnya interior pada rumah ini bisa menampilkan sesuai dengan keinginan pemiliknya, yaitu dengan menampilkan kesan simple dan modern. Hal ini bisa dilihat dari penggunaan warna coffee brown yang dipadu dengan warna duco putih pada sebuah pembatas ruang antara ruang tamu dengan dapur dan pada pantry maupun meja makan yang mempunyai skema warna yang selaras.






Salah satu teras di rumah yang menjadi tempat berinteraksi dalam keluarga maupun dengan tetangga sekitar





Tak heran begitu memasuki rumah ini akan mendapatkan suasana yang berbeda jika kita berada di luar. Suasana bersih dan lapang sangat terasa di dalam rumah ini, sesuai keinginan pemiliknya akan suasana terbuka sehingga kegiatan dan komunikasi di dalam rumah masih bisa terjalin. Satu hal lagi yang unik dari rumah ini adalah mempunyai dua teras di bagian samping rumah ini. Hal ini bisa mencerminkan kepribadian dari pemilik karena selain sebagai tempat untuk duduk duduk, fungsi teras di sini juga bisa sebagai area penerima tamu karena tidak adanya pagar pembatas antara jalan dengan halaman rumah.
Rumput Liar EKSTERIOR, Mediterania, Rumah