Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manajemen. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Desember 2012

Arti Penting Dari Manajemen Bisnis

Manajemen bisnis merupakan upaya pengaturan secara menyeluruh untuk menjalankan sebuah usaha bisnis yang profesional dan menghasilkan tujuan bisnis yang dituju dan diinginkan. Manajemen bisnis dibutuhkan dalam rangka tercapainya tujuan sebuah usaha bisnis baik dari aspek profit maupun tujuan lain sesuai yang diinginkan oleh pihak dari pengelola bisnis.


Sebuah proses pengaturan diperlukan agar sebuah usaha tidak sembarangan, mampu melakukan perencanaan, target-target yang diinginkan serta dapat mengantisipasi berbagai kemungkinan sebuah resiko usaha bisnis.  Sebuah langkah profesional yang dilakukan sebelum merancang sebuah manajemen bisnis biasanya dilakukan dengan membuat sebuah rancangan global sebuah bisnis atau yang dikenal dengan business plan.


Business plan menyangkut bagaimana manajemen bisnis serta perencanaannya dari berbagai aspek, diantaranya adalah manajemen pemasaran, manajemen produksi, manajemen finansial dan sebagainya. Melalui sebuah business yang mantap, biasanya sebuah usaha akan meyakinkan untuk dikelola secara maksimal. Untuk bentuk usaha bisnis dengan skala kecil pun diperlukan sebuah upaya manajemen bisnis yang baik, hanya berbeda pada ukuran skala saja serta pengerjaannya yang lebih sederhana dan bisa dikerjakan rangkap oleh satu atau dua orang dari pengelola bisnis tersebut. Beberapa hal yang menjadi patokan utama manajemen bisnis diantaranya adalah beberapa hal berikut ini:


1. Manajemen Produksi


Manajemen produksi merupakan pengaturan dan perencanaan terkait ketersediaan bahan baku maupun bahan jadi yang siap dipasarkan pada sebuah perusahaan bisnis. Manajemen bisnis di bidang produksi menyangkut bagaimana proses produksi itu bisa berlangsung dengan baik sehingga mampu menghasilkan produk atau layanan yang diminati oleh konsumen.


2. Manajemen Pemasaran


Manajemen bisnis di bidang pemasaran menyangkut segala bentuk perencanaan, bentuk, target serta tujuan dan hasil dari sebuah proses marketing atau pemasaran. Penjualan yang meningkat dan upaya untuk memperkenalkan produk kepada konsumen merupakan target utama dari sebuah manajemen pemasaran.


Tanpa adanya sebuah manajemen pemasaran yang baik, maka sebuah perusahaan akan mengalami kondisi sulit dalam hal pemasukan atau income yang diperoleh. Pemasaran memegang peran vital terhadap eksistensi sebuah perusahaan. Produk atau jasa yang kurang bermutu pun akan bisa terjual laris apabila perusahaan Anda memiliki seorang manajer pemasaran yang handal. Kreatifitas dan inovasi perlu dijalankan dalam merancang sebuah manajemen bisnis di bidang pemasaran


3. Manajemen Distribusi


Manajemen bisnis di bidang distribusi memegang peran mendukung manajemen pemasaran. Meskipun pemasaran telah berjalan dengan baik, namun apabila manajemen distribusi mengalami hambatan, maka marketing juga akan terganggu. Proses penyaluran barang produksi atau layanan jasa kepada konsumen sangat ditentukan oleh bagaimana pola manajemen distribusi tersebut dirancang oleh sebuah perusahaan.


4. Manajemen Financial


Manajemen finansial di dalam sebuah usaha bisnis menyangkut transparansi dan pengelolaan sirkulasi keuangan sebuah perusahaan. Manajemen keuangan menyangkut bagaimana keuangan perusahaan mampu dibagikan sesuai dengan anggaran yang dimiliki. Tanpa adanya sebuah manajemen bisnis yang baik di bidang keuangan, maka biasanya perusahaan tidak mendapatkan data keuangan yang jelas. Hal ini biasa dialami oleh para pengelola bisnis kecil yang masih amatiran, dimana manajemen keuangan jarang diperhatikan sehingga untung atau ruginya saja sebuah usaha bisnis sulit ditentukan. Beberapa bentuk manajemen bisnis di atas sangat penting diperhatikan oleh para pengelola usaha bisnis yang ingin sukses dalam menjalankan sebuah bisnis usaha. Tanpa adanya sebuah manajemen yang baik, maka mustahil sebuah perusahaan akan mampu berjalan dengan baik seperti yang menjadi harapan pemiliknya.


 


 


 


Sumber artikel: rajapresentasi.com dan redaksi


Sumber gambar: gaebler.com

Rumput Liar Arti, Bisnis, Dari, Manajemen, Penting

Membesarkan Brand dalam Industri Kecil

Industri kecil atau yang lebih dikenal dengan istilah usaha kecil menengah (UKM), dewasa ini mempunyai peranan yang sangat penting bagi kemajuan ekonomi Indonesia.


Dalam hal ini UKM tidak hanya berperan dalam menyumbang surplus produksi dalam negeri, tapi juga dapat menciptakan sebuah lapangan pekerjaan dalam skala yang cukup besar. Tetapi, sebagian besar UKM masih dihadapkan dengan banyak masalah, salah satunya dari segi pemasaran.


Sejauh ini mereka hanya terfokus pada produk, penetapan harga dan hal-hal lain yang berorientasi pada penjualan. Bagi sebagian kalangan membangun sebuah brand belumlah menjadi prioritas.


Mereka berpandangan bahwa branding sejauh ini biasanya identik dengan industri berskala besar saja. Mereka juga belum menyadari bahwa brand adalah salah satu aset penting dalam sebuah perusahaan. Banyak persepsi yang timbul bahwa branding membutuhkan biaya yang besar, oleh sebab itu pemilik UKM lebih memilih untuk mengalokasikan modalnya untuk sektor riil, seperti meningkatkan kapasitas produksi, penambahan bahan baku dan lain sebagainya.


Padahal apabila mereka melihat branding sebagai sebuah investasi, dan proses branding yang diterapkan efektif dan efisien, pada akhirnya hal tersebut akan memberikan keuntungan jangka panjang. Brand bisa dianalogikan sebagai sebuah identitas. Tanpa identitas yang kuat dan jelas, sebuah usaha tidak akan dikenal oleh target market-nya.


Di lain sisi, baik buruknya identitas sebuah brand terbentuk dari apa yang diterapkan oleh stakeholder-nya sendiri. Sebuah brand dikatakan baik apabila merek tersebut dapat membentuk ikatan emosional yang kuat dengan pelanggannya.


Selain itu, apabila persepsi akan sebuah brand tinggi, maka value yang dihasilkan pun akan berbanding lurus. Hal ini akan membantu perusahaan dalam membangun citra positif dan terkesan profesional. Di sisi lain hal tersebut juga akan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan jasa yang ditawarkan. Sebagai contoh, sebuah keluarga memilih untuk menggunakan hanya satu merek pasta gigi yang terus direkomendasikan dari generasi ke generasi.


Ikatan emosional yang sudah terbentuk seperti itu seringkali akan membuat pelanggan mengabaikan produk atau jasa lain yang ditawarkan di pasaran karena didasarkan oleh persepsi brand yang sudah terbentuk di benak mereka, serta brand recognition yang tinggi.


Keripik Maicih adalah salah satu contoh branding UKM yang cukup berhasil. Berbekal dengan strategi branding dan pemasaran yang kuat dan jelas, Keripik Maicih kini cukup dikenal di kalangan penggemar keripik di Indonesia pada umumnya, dan Bandung pada khususnya.


Sebuah ikatan emosional yang kuat sudah terbentuk oleh brand keripik ini dengan pelanggannya. Didukung dengan strategi branding dan pemasaran yang unik, hal ini membedakan mereka dengan para pesaingnya. Strategi pemasaran gerilya, yaitu lokasi penjualan yang selalu berpindah-pindah, membuat para pelanggannya penasaran dan selalu mencari info mengenai lokasi penjualan yang bisa ditemukan melalui akun mereka di situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.


Para pelanggannya pun rela untuk mengantre demi mendapatkan makanan ringan yang terbuat dari singkong ini. Saat ini Keripik Maicih tidak hanya menjual keripik singkong, tetapi juga menjual camilan khas Indonesia lainnya seperti sablak, basreng, dan gurilem. Sebagai kesimpulan, brand adalah sebuah aset penting walaupun untuk industri berskala kecil, di mana brand bisa menjadi diferensiasi bagi sebuah UKM dengan UKM lainnya.


Selain itu, brand juga dapat membantu sebuah UKM dapat dikenal luas dan diingat oleh konsumen, terutama apabila merek tersebut dapat berhasil membentuk sebuah ikatan emosional yang kuat dengan pelanggannya, dan memiliki persepsi positif dari segi pencitraannya.


 


 


DANIEL SURYA


Chairman & President South East Asia DM IDHOLLAND


&


FREDDY SIMANJUNTAK


Sr. Brand Designer DM IDHOLLAND


 


 


 


Sumber : okezone.com

Manajemen Efisien Berbisnis

Tiga tahun silam, usahawan sepatu, Junus Maharya, termangu di tokonya. Dari catatan istrinya, Mei Lien, omzet dan profit tokonya terus tergerus. Dua puluh tahun silam, ia masih meraih untung rata-rata Rp 15 juta per bulan. Omzet itu kini hanya Rp 3 juta per bulan pada akhir tahun 2011. Kalau harus menggaji dua karyawan toko, dia sudah tidak memperoleh satu sen pun keuntungan.


Bisnisnya yang lain, bengkel motor, bernasib sama. Keuntungan merosot menjadi Rp 2,7 juta per bulan. Bayar gaji tiga karyawan tidak cukup sehingga ia harus nombok. Ia mempunyai satu toko lagi, yakni toko fotokopi dan aneka kebutuhan sekolah. Keuntungan di toko ini masih lumayan, sekitar Rp 9 juta per bulan. Bayar dua karyawan dan listrik, ia masih merasakan keuntungannya.

Akan tetapi, ia tidak puas.


Dari diskusi dengan kawan-kawannya, pengalamannya selama ini maupun dari banyak membaca, ia mengambil keputusan radikal. Toko sepatu dan bengkel ia jual. Ia memboyong keluarganya pindah ke toko fotokopi. Uang jual dua unit rumah sebesar Rp 8,2 miliar ia gunakan untuk bisnis baru. Toko fotokopi dan kebutuhan sekolah tetap dibuka karena menguntungkan.

Bisnis barunya adalah memperantarai produsen dan konsumen sejumlah komoditas penting, seperti beras, gula pasir, tepung terigu, garmen, semen, besi dan pilar beton, pasir, dan paving block.


Untuk beras, misalnya, sebutlah ia membeli sepuluh ton beras dari sentra beras dan menjualnya kepada pedagang di pasar-pasar. Keuntungan yang dia peroleh Rp 30 per kilogram.

Kelihatannya Rp 30 memang ”uang kecil”, tetapi karena sekali transaksi ia bisa jual 20.000 kg, maka keuntungan yang ia peroleh adalah Rp 600.000. Pada komoditas lain seperti terigu, gula pasir, margin keuntungan yang dia peroleh lebih tipis lagi, yakni rata-rata Rp 10 per kg. Akan tetapi, dengan tingginya transaksi per hari, ia panen setiap hari.

”Banting setir” bisnis tadi membuat Junus tersenyum. Ia tak pusing lagi untuk makan dan menggaji karyawan. Ia meraih laba usaha yang jauh lebih besar.


Dari keuntungan itu, ia melebarkan usaha. Kini ia membeli emas murni dalam jumlah beberapa kilogram. Emas itu dilepas ketika harga naik beberapa persen. Keuntungan dari emas lebih atraktif. Kini Junus seakan sudah menemukan bintangnya. Ia bekerja jauh lebih rileks.

Banyak usahawan yang masuk ke wilayah ini dan umumnya sukses. Misalnya Teguh Samiadji, yang masuk ke bisnis jual beli emas dan properti. Teguh langsung membeli lima unit ruko dan tiga unit rumah yang dibangun perusahaan properti raksasa di kawasan strategis. Setelah dua tahun, baru ia lepas. Keuntungan yang dia peroleh bisa mencapai dua kali lipat harga rumah dan ruko.

Begitu pula emas, Teguh biasa membeli beberapa kilogram emas, lalu melepasnya beberapa bulan kemudian. Bisnis ini dioperasikan Teguh dari rumahnya. Pegawainya hanya empat orang. Keuntungan per tahun Teguh, tidak kurang dari Rp 2,8 miliar atau Rp 233,3 juta per bulan atau Rp 11,6 juta per hari.


 


 


 


 


Sumber : bisnis.com


Sumber gambar : blogspot.com

Rumput Liar Berbisnis, Efisien, Manajemen

Langkah Training Manajemen Berbuah Kesuksesan

Businessman Conducting MeetingLangkah Training manajemen adalah hal vital di semua bisnis, terlepas dari ukuran perusahaan atau produk atau jasa yang diberikan. Pada manajemen inti adalah kemampuan untuk mengelola orang dan membuat mereka terus termotivasi serta senang ditempat kerjanya. Namun, yang mengejutkan masih banyak manajemen yang mengingkari aspek fundamental ini dalam bisnis.


Bagian dari masalah adalah orang-orang dalam posisi manajemen biasanya tidak mengenali kekurangan mereka dan hasilnya adalah penolakan untuk menghadapi masalah dengan gaya manajemen mereka. Namun apa yang akan dikatakan karyawan pada bosnyaa dalah mereka sudah bisa mengatasi situasi tertentu. Ini merupakan contoh dimana seorang manajer memiliki tingkat refleksi diri tertentu dimana dia bisa mengenali kesalahannya. Ini adalah bakat yang langka yang dimiliki sedikit orang.


Hal terpenting bagi bisnis apapun adalah manajemen dinilai secara teratur dan dilatih untuk menyelesaikan tugas secara efektif. Ini adalah hal yang umum, tapi seberapa banyak bisnis yang melakukannya? Menurut pengalaman saya : tidak banyak. Reward untuk bisnis yang dilakukan adalah hal yang jamak. Jika Anda bisa mengelola karyawan dengan baik dan termotivasi, maka Anda bisa melanjutkan kesuksesan. Jadi apa yang terlibat dalam training manajemen?


Ada sejumlah training inti manajemen dimana Anda dan staf bisa mendapatkan keuntungan. Kebanyakan penyedia training akan menawarkan jasa dimana mereka akan melihat kebutuhan khusus manajemen tapi ada juga program training inti bagi mereka yang tahu apa yang mereka butuhkan untuk peningkatan. Beberapa training yang tersedia biasanya mengenai keberadaan manajemen, perubahan manajemen, manajemen bagi profesional HR, disiplin, keterampilan feedback, pengembangan manejemen, teknik wawancara, mengelola kinerja, motivasi ditempat kerja, pengembangan manajemen senior, pengembangan tim leader dan team building.
Menurut saya aspek inti dalam membangun perusahaan yang baik dan meraih kesuksesan adalah membuat staff Anda tetap termotivasi. Keuntungan yang diraih dari semua ini tidakterhitung besarnya. Jika staf memberikan usahanya secara penuh didalam pekerjaannya, maka tidak ada yang menghentikan Anda agar sukses.


Cara pertama untuk meningkatkan motivasi karyawan Anda adalah dengan memiliki  pengetahuan teori motivasi. Membandingkan dan menelaah teori dari Maslow, Herzberg,Handy, Taylor dan Mcgregor akan memberikan Anda pandangan yang obyektif apa yang memotivasi orang. Kemudian training manajemen akan mengajarkan pada Anda bagaimanamenggabungkan teori-teori ini dalam kegiatan harian. Anda akan diajarkan apa yang bisa dilakukan oleh organisasi milik klien dan memahami hubungan antara nilai-nilai dan motivasi. Pelatihan juga akan menunjukkan pada Anda bagaimana menggunakan insetif sebagai alatmotivasi.


Aspek penting lainnya dalam menerapkan teori motivasi di tempat kerja adalah menciptakan rencana motivasi. Rencana ini menetapkan tujuan dan sasaran manajemen secara keseluruhan. Training juga akan membantu Anda untuk mengacu pada tujuan operasional dan budaya organisasi. Ini juga akan membantu Anda menetapkan proses kendali dan evaluasi untuk staff Anda sekaligus mengembangkan pendekatan kreatif untuk menginspirasi orang. Training manajeman akan mengajarkan Anda bagaimana berkomunikasi dan menerapkan rencana yang telah Anda kembangkan.


 


 


 


 


Sumber artikel: ciputraentrepreneurship.com dan redaksi


Sumber gambar: projectsguru.co.uk

Manajemen Tolok Ukur Kinerja Usaha Kecil

Saat membahas mengenai usaha kecil menengah, kita perlu membicarakan pula cara mengevaluasi kinerjanya. Saat indikator Anda “menyala”, Anda perlu waspada dengan keadaan dan segera menemukan sumber permasalahan agar tidak makin parah dan membelit perusahaan yang tengah dibangun. Berikut adalah tiga jenis tolok ukur yang perlu digunakan oleh entrepreneur saat ingin memastikan dengan akurat kinerja usaha kecil yang ia bangun, yaitu:


1. Arus Kas


Kegagalan untuk menyusun anggaran yang baik dan mematuhinya serta mengelola aset keuangan yang dimiliki merupakan beberapa faktor yang perlu diperhatikan karena kerap menjadi alasan runtuhnya sebuah usaha. Evaluasi kegiatan keuangan Anda melalui pengeluaran bisnis dan pendapatan yang masuk. Haruskah Anda membeli mesin cetak baru sekarang atau bisa ditunda hingga bulan depan? Dengan membandingkan hasil-hasil tersebut dengan kinerja sebelumnya, Anda akan mampu mengetahui dan mengukur dengan baik pengeluaran anggaran bisnis di masa datang.


2. Trafik Situs


Bahkan jika Anda adlaah satu-satunya motor penggerak perusahaan, Anda masih harus membuat sebuah situs bisnis dan e-commerce. Dengan menggunakan alat analisis dari Google, Anda bisa mengukur trafik pengunjung di situs Anda dan mendapatkan analisis mendalam mengenai perilaku konsumen saat mereka mengunjungi situs Anda. Di samping mengetahui jumlah trafik, Anda juga bisa mengukur tingkat konversi e-commerce dan menyesuaikannya dengan kebutuhan untuk mendorong kinerja secara umum.


3. Kepuasan Konsumen


Ketahui konsumen Anda. Apakah mereka merasa puas dengan produk dan jasa yang Anda berikan? Salah satu cara terbaik utnu mengukur kepuasan konsumen ialah dengan mendengarkan percakapan mereka. Amatilah secara rutin situs-situs jejaring sosial seperti Twitter, Facebook, LinkedIn, dan sebagainya. Di sanalah, Anda berpeluang menemukan keluhan, ulasan dan rekomendasi bisnis Anda. Seperti sebuah mobil yang membutuhkan perawatan, bisnis baru Anda juga memerlukan hal serupa. cermatlah dalam mengamati indikator mana yang paling krusial bagi keberhasilan bisnis Anda secara umum dan ambil tindakan nyata dalam mengukur keberhasilan tersebut.


 


 


 


 


Sumber artikel: ciputraentrepreneurship.com dan redaksi


Sumber gambar: businessfinancestore.com

Rumput Liar Kecil, Kinerja, Manajemen, Tolok, Ukur, Usaha

Ini Jurus Bagi Pengusaha Agar Dipercaya oleh Bank

Alhamdulillah saya pernah berhasil mendapatkan pinjaman dari sebuah bank yangagunan dua buah ruko yang saya belipada tahun 2006 dan 2007, yang menarik adalah saat ini plafon kredit yang saya terima melebihi dari harga jual properti itu sendiri.


Apalagi salah satu ruko tersebut saya cicil dari hasil keuntungan bisnis saya sebelumnya.Setelah dijalanin, ternyata bisa juga ya, karena dulu saya masih belum sepenuhnya memahami apakah bisa bank memberikan pinjaman lebih besar dari nilai agunannya. Ada beberapa hal yang saya pelajari disini:


1. Pentingnya membayar cicilan on time (membangun kredibilitas). Kalau saya menggunakan sistem autodebet, sehingga memperkecil resiko lupa membayar bayarnya.


2. Pentingnya selalu menabung omset bisnis yang didapat. Walaupun omset tersebut langsung ditarik lagi untuk keperluan operasional atau belanja bahan baku. Karena bank bisa hanya berpatokan pada transaksi yang tercatat, bukan asumsi atau pun pernyataan.


3. Membangun relasi dengan banyak bank. Sehingga kita dengan bebas bisa melelang kepada mereka siapa yang bisa memberikan penawaran pinjaman tertinggi. Pada awalnya saya adalah nasabah dari bank yang lain, akan tetapi karena mereka tidak mau menaikkan plafonnya , langsung saya tawarkan ke bank yang saya gunakan sekarang dan mereka langsung setuju.


4. Bank sebenarnya lebih melihat perfoma bisnis kita, bukan dari nilai agunannya. Makanya banyak kejadian walaupun nilai agunannya miliaran, akan tetapi bankhanya bisa mengeluarkan dana jauh dibawahnya, karena sebenarnya bisnisnya belum perform di mata bank.


5. Bank lebih concern kepada cashflow, bukan hanya penjualan. Jadi jaga baik-baik masa piutang rata-rata sependek mungkin. Kalau bisa sih ngga ada piutang.


6. Untuk yang berbisnis di perdagangan, lebih baik mengambil sistem pinjaman PRK (pinjaman rekening koran) karena sistem perhitungan bunganya yang menggunakan sistem harian dan sesuai dengan plafon yang kita pergunakan pada saat itu


7. Pahami ilmu finansial, sehingga kita dapat me leverage aset-aset kita dengan maksimal sehingga mereka yang bekerja keras untuk kita.


8. Menjaga gaya hidup, karena masih darah muda, dulu sempet terpikir untuk modifikasimobil atau punya mobil mewah sekelas Alphard yang sekarang sekarang trend (saya hobinya otomotif) tapiuntungnya saya segera menikah, jadi ada yang ngerem.


Akhirnya mengalokasikan pendapatan ke hal-hal yang lebih produktif (Bener juga kalau menikah itu membuka pintu rejeki. Kalau sekarang targetnya adalah bagaimanacaranya agar bisa beli properti satu lagi murnidari hasil aset properti saya sebelumnya. Setelah itu, baru beli mobil murni dari hasil paper asset saya (beberapa bulan terakhir sih sempet nembus 10% perbulan, tapi bulan ini baru dapat 2%).


Penulis adalah Andi Sufariyanto yang merupakan finalis Program Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2008 mewakili wilayah Jawa Timur. Bisnis usahaya berupa produk perawat kulit dan tubuh (body and skin care) merek Pourvous.


Alumnus D3 Teknik Mesin Institute Teknologi 10 November Surabaya (ITS) ini juga menjabat sebagai Chief Operational Officer Adila Group.


 


 


 


 


 


Sumber : detik.com


Sumber gambar : blogspot.com

Manajemen Etika Berbisnis Dengan Kerabat

Merintis usaha bersama kerabat dekat memang sering dilakukan para pelaku usaha. Setelah merasa cocok dengan hubungan pertemanan, kekeluargaan, serta keakraban yang terjalin di kehidupan sehari-hari, tak sedikit orang ingin melanjutkan hubungan baik tersebut dengan menjalin kerjasama (joint venture) untuk terjun ke dunia usaha.


Memiliki ide kreatif untuk merintis bisnis bersama, memang boleh-boleh saja. Namun, yang perlu diperhatikan para pelaku usaha adalah dunia pertemanan sangat berbeda dengan dunia bisnis. Jika tidak diperhatikan dengan baik, bisa-bisa kekerabatan yang terjalin bisa rusak hanya karena perselisihan bisnis.


Untuk itu, sebelum terjun menjalankan bisnis bersama kerabat Anda. Ada baiknya bila Anda memperhatikan beberapa etika berbisnis dengan kerabat yang wajib diketahui kedua belah pihak sebelum menjalankan bisnis bersama.


Pertama, menentukan mitra bisnis. Sebelum merintis usaha bersama, sebaiknya tentukan terlebih dahulu siapa saja mitra bisnis Anda dan berapa jumlah person yang minat bergabung dalam bisnis tersebut. Pastikan bila Anda menggandeng orang-orang yang bisa Anda percaya, memiliki minat dan passion yang sama, serta sudah mengenal baik sifat dan karakter masing-masing personal. Sedangkan untuk jumlahnya, sebaiknya untuk para pemula bisa mencoba maksimal tiga orang mitra. Sebab, semakin banyak kepala biasanya akan semakin sulit pula untuk menggabungkan ide dan mengatur pembagian hasilnya.


Kedua, buatlah aturan resmi (perjanjian hitam di atas putih). Meskipun Anda menjalankan bisnis tersebut bersama kerabat atau orang-orang terdekat Anda, namun pastikan bisnis Anda dibangun dengan dasar profesionalisme. Karenanya, buatlah aturan resmi atau perjanjian hitam di atas putih agar kedepannya tidak terjadi penyimpangan yang bisa merugikan salah satu pihak. Dalam hal ini, Anda bisa membuat beberapa rangkap yang kemudian dibagikan untuk Anda dan kerabat dekat yang bermitra dengan Anda. Lengkapi surat perjanjian tersebut dengan materai, dan tanda tangan kedua belah pihak yang dikuatkan dengan beberapa saksi.


Ketiga, tentukan pembagian yang jelas. Dalam membangun sebuah kemitraan, pastikan bila semua pembagian dilakukan dengan jelas dan diketahui kedua belah pihak. Baik itu pembagian tugas maupun pembagian hasil usaha, sebaiknya lakukan secara transparan dan telah mendapatkan kesepakatan dari mitra bisnis Anda. Poin ini penting, karena sebagian besar kasus perselisihan bisnis muncul karena ketidakjelasan dalam hal pembagian tugas, wewenang, maupun pembagian hasil usaha.


Keempat, bedakan masalah pribadi dengan bisnis yang sedang ditekuni. Ketika terjun di dunia usaha, tentunya Anda dituntut untuk profesional dan bisa memisahkan antara urusan pribadi dengan urusan pekerjaan. Jangan pernah mencampurkan masalah pribadi Anda ke dalam ruang bisnis, sebab hal tersebut hanya akan memperkeruh suasana perusahaan dan membuat mitra bisnis Anda merasa tidak nyaman.


Kelima, bangun komunikasi yang efektif dan hindarkan campur tangan orang lain. Komunikasi memegang peranan penting dalam membangun kerajaan bisnis. Oleh karena itu, biasakan untuk menjalin komunikasi dengan partner bisnis Anda secara rutin, baik sebelum maupun setelah seharian membuka usaha (breefing harian sebelum dan setelah jam operasional usaha). Sampaikan permasalahan-permasalahan yang muncul hari ini, dan usulkan beberapa ide segar untuk kemajuan bisnis bersama. Selain itu, hindarkan bisnis Anda dari campur tangan orang lain. Pihak luar boleh memberikan masukan tetapi keputusan tetap ada ditangan Anda dan mitra kerja yang bersangkutan.


 


 


 


 


 


 


Sumber artikel: bisnisukm.com dan redaksi


Sumber gambar: fambiznet.com

Sukses Berwirausaha Berkat Inovasi dan Kemitraan

Inovasi menjadi kunci keberhasilan berwirausaha. Karena dengan berinovasi, entrepreneur tergerak untuk selalu kreatif mencipta pasar bukan hanya bergantung pada pasar.

Keberhasilan dalam menciptakan terobosan telah dibuktikan oleh penyedia jasa belanja online, Lojai.com. Jeli melihat kebutuhan pasar dan kebiasaan masyarakat Indonesia, Lojai.com berkolaborasi dengan perbankan penerbit kartu kredit, untuk memberikan layanan belanja online dengan cicilan menggunakan kartu kredit.

Pengamatan terhadap kebiasaan masyarakat ini pun membawa hasil.


Sebanyak 70 persen transaksi di Lojai.com disumbangkan dari fasilitas cicilan menggunakan kartu kredit ini. Atas inovasinya ini, Lojai.com pun meraih rekor MURI untuk kategori “Belanja Online Pertama dengan Fasilitas Cicilan menggunakan Kartu Kredit”.

“Wirausahawan sejati harus tidak tergantung pasar, tapi harus menciptakan pasar. Belanja online luar negeri umumnya tak mengenal cicilan.


Peluang ini dimanfaatkan dengan baik oleh Lojai.com, sehingga MURI memberikan sertifikat Belanja Online Pertama dengan Fasilitas Cicilan Menggunakan Kartu Kredit. Ini bukan saja yang pertama di Indonesia, namun juga dunia,” kata Jaya Suprana di sela temu media di Jaya Suprana School of Perfoming Arts (JS SPArts), Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (8/10/2012).

CEO Agnaprosperindo Abadi (Lojai.com), Agus Tjandra, mengatakan perusahaan lokal harus berani berinovasi.Sejumlah inovasi pun dilakukan Agus untuk mengembangkan bisnis e-commerce-nya.

“Hampir semua produk di Lojai.com bisa dicicil mulai dari gadget, elektronik, aksesoris, fashion hingga buku. Konsumen tinggal isi formulir pemesanan di website, serta boleh pilih ingin mencicil dengan kartu kredit dari bank mana saja yang telah bekerja sama dengan Lojai.


Lama mencicil bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen,” ujar Agus.

Keberhasilan bisnis e-commerce juga didukung kemampuan menjalin kemitraan dengan banyak bank untuk mendukung sistem pembayaran belanja online. “Mendapatkan kepercayaan bank untuk bersedia bermitra bukan hal mudah. Namun kami berhasil membuktikan mampu berkolaborasi dengan banyak bank, tidak hanya lokal, namun juga internasional. Antara lain, perbankan bersedia memberikan cicilan nol persen selama 12 bulan bagi konsumen yang berbelanja online,” imbuh Agus.


Pada 2011, sebanyak sembilan bank berkolaborasi dengan Lojai.com untuk belanja cicilan dengan bunga nol persen. Jumlah itu meningkat menjadi 11 bank hingga Oktober 2012, dan diperkirakan akan menjadi 12 bank yang bermitra dengan Lojai.com untuk fasilitas cicilan nol persen pada akhir 2012.

Selain cicilan, fasilitas pembayaran yang bisa dilakukan saat belanja di Lojai.com termasuk transfer, cash on delivery (pelanggan membayar saat belanja sampai dengan swipe kartu kredit di tempat), KlikBCA, dan pembayaran penuh dengan kartu kredit Visa/Mastercard.


Konsumen juga bisa belanja sepeda motor dengan cicilan dengan bunga nol persen untuk jangka pendek dan bunga ringan untuk cicilan selama 24 bulan menggunakan kartu kredit. Khusus untuk cicilan kendaraan bermotor, dikatakan Agus, Lojai.com menawarkan sejumlah manfaat bagi konsumen antara lain tidak perlu melakukan pembayaran di muka, BPKB bisa dipegang oleh pembeli selama masa mencicil, juga pemegang kartu mendapatkan point reward atas nilai total belanja kartu kreditnya.

Memberikan lebih banyak pilihan pembayaran menjadi tantangan bagi e-commerce lokal ini untuk terus membuat terobosan baru.


“Saat ini kami tengah melakukan integrasi pembayaran dengan KlikPay BCA, KlikPay Mandiri serta MobilePayment BII. Pilihan konsumen untuk pembayaran belanja online di Lojai.com makin bertambah,” imbuh Agus.

Melihat peluang dari kebiasaan masyarakat menjadi kunci keberhasilan bisnis e-commerce Agus ini.


Salah satu kejeliannya melihat peluang diwujudkan dengan rencana merilis aplikasi untuk pengguna ponsel pintar berbasis android sehingga akan memudahkan mereka untuk berbelanja online.

Agus optimistis Lojai.com akan menjadi e-commerce nomor satu di Indonesia karena memiliki beberapa keunggulan kompetitif. Mulai akses langsung ke para pemegang kartu kredit, merchant dan brand besar di Indonesia, serta pengelola dan SDM yang memahami pasar. 

“Basis bisnis kami berawal dari penjualan lewat katalog melalui kemitraan dengan sejumlah bank terkemuka di Indonesia. Pengembangan usaha ke bisnis online melalui Lojai.com merupakan langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat,” tegasnya.


Mengantisipasi risiko penyalahgunaan kartu yang mungkin terjadi dalam e-commerce, Agus menyatakan pihaknya telah menerapkan sistem proteksi dan keamanan transaksi. Sejauh ini Lojai mencatatkan diri sebagai  salah satu e-commerce retailer pertama di Indonesia yang menggunakan 3D Secure Code.

Saat ini pasar Lojai.com utamanya masih di kota-kota besar di Jawa terutama Jakarta. Namun demikian ke depan akan terus dikembangkan ke luar Jawa, terutama Indonesia bagian timur. Bisnis e-commerce asal Indonesia ini juag bersiap memasuki pasar Asia Tenggara seperti Brunei, Vietnam, Thailand dan Singapura.


Untuk mendukung bisnis e-commerce, ke depan juga akan dilakukan pengembangan unit bisnis pendukung antara lain di bidang logistik, pembiayaan, jasa travel, branding (private label), dan sourcing.


 


 


 


 


 


 


Sumber : kompas.com


Sumber gambar : priceara.com