Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Kesalahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesalahan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Desember 2012

Inilah Kesalahan Dalam Menjalankan Telemarketing

Memanfaatkan telepon sebagai media interaktif untuk mempromosikan produk maupun pelayanan jasa, memang banyak dipilih para pelaku usaha. Melalui strategi telemarketing, para pengusaha maupun pelaku pasar bisa menjangkau calon konsumen di berbagai penjuru nusantara dan mendatangkan pundi-pundi rupiah dari transaksi penjualan yang dihasilkan. Tidaklah heran bila sampai hari ini strategi telemarketing masih terus ditekuni para pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pemasaran dan meningkatkan penjualan.


Bila dijalankan dengan efektif, strategi pemasaran ini cukup membantu para pelaku usaha untuk mengenalkan produk atau jasa mereka kepada prospek (calon konsumen) yang hendak mereka bidik. Namun, bila strategi ini dijalankan dengan perencanaan yang kurang matang, bisa jadi telemarketing yang Anda lakukan menjadi bumerang yang siap menghancurkan eksistensi perusahaan Anda di kalangan masyarakat luas.


Karenanya, sebelum terjun menjalankan strategi telemarketing untuk meningkatkan angka penjualan produk. Berikut kami informasikan 5 tips telemarketing yang perlu dihindari para pengusaha maupun pelaku pasar ketika hendak mempromosikan produk-produknya.


Pertama, tak mengenal waktu. Kesalahan pertama yang sering dilakukan para telemarketer adalah menghubungi calon konsumen pada waktu yang kurang pas. Setiap konsumen tentunya memiliki kesibukan dan kepentingan yang berbeda-beda, ada yg berprofesi sebagai karyawan, pengusaha, ibu rumah tangga, pengangguran, mahasiswa, pelajar, dan lain sebagainya. Karena itu, pahami latar belakang mereka agar Anda bisa menentukan waktu yang paling tepat untuk menghubungi calon konsumen Anda.


Kedua, database kurang valid. Hal lainnya yang kurang diperhatikan para pelaku bisnis adalah mengenai peremajaan database yang mereka miliki. Biasanya, setiap perusahaan memiliki database (kumpulan prospek) yang bisa mereka bidik sebagai calon konsumen potensial. Namun sayangnya, database tersebut tidak di-update secara rutin oleh pelaku pasar, sehingga tidak jarang para telemarketer salah sasaran dan melakukan pemborosan waktu serta biaya telepon tanpa hasil yang memuaskan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, lakukan peremajaan database secara berkala agar kevalidan data Anda bisa terjaga.


Ketiga, komunikasi pemasaran satu arah. Sebagian besar konsumen tidak menyukai penawaran via telemarketing karena para pelakunya lebih dominan menguasai percakapan dan menyampaikan presentasi panjang lebar tanpa memberikan kesempatan bertanya bagi para konsumennya. Padahal, konsumen bukanlah pendengar bagi presentasi Anda. Berikan kesempatan bagi mereka untuk merespon penawaran Anda, dan ciptakan komunikasi dua arah untuk membangun kedekatan konsumen dengan pelaku pasar.


Keempat, kurang menghargai privacy konsumen. Ketika menyampaikan penawaran, tak jarang para telemarketer terkesan sedikit memaksa dalam melakukan negosiasi. Bahkan ketika calon konsumen yang hendak mereka bidik sedang keluar rumah ataupun keluar kantor, banyak telemarketer yang meminta nomor ponsel pribadinya untuk menghubungi calon konsumennya secara langsung. Hal inilah yang sering mengganggu kenyamanan konsumen. Bila calon prospek Anda sedang keluar kantor maupun rumah, sebaiknya sampaikan pesan kepada penerima telepon, bahwa Anda akan menghubungi kembali bila sang prospek sudah kembali.


Kelima, membidik konsumen yang tidak sesuai. Kesalahan terakhir yang sering dilakukan para pelaku pasar adalah membidik konsumen yang kurang sesuai. Sebelum Anda terjun di lapangan, tentunya Anda sudah memiliki gambaran mengenai siapa-siapa saja yang hendak Anda bidik. Carilah data konsumen selengkap-lengkapnya, agar Anda tidak salah sasaran. Contohnya saja bila Anda menawarkan bisnis investasi yang bernilai tinggi, maka bidiklah para pengusaha sukses, ataupun para pensiunan, yang memiliki modal usaha cukup besar.


 


 


 


 


 


 


 


Sumber artikel: bisnisukm.com dan redaksi


Sumber gambar: holldon.com

Jumat, 27 Juli 2012

Kesalahan dalam Mendekorasi Rumah

dekorasiMendekorasi rumah sendiri tidak hanya akan menghemat biaya tapi juga menambah sentuhan pribadi Anda ke dalam rumah.

Namun mendekorasi rumah bukanlah pekerjaan yang mudah, karena jika salah penempatan dan tata letak justru akan membuat tempat tinggal berkurang keindahannya.Ada beberapa tindakan dalam mendekorasi rumah sendiri yang sebaiknya jangan Anda lakukan, seperti yang dikutip dari Helium.

1. Menempatkan Semua Furnitur ke Dekat Dinding
Banyak orang mengira ruangan akan terkesan lebih luas jika semua furnitur ditempatkan menempel pada dinding; mulai dari sofa, kursi dan meja. Tapi yang terlihat justru sebaliknya, ruangan terlihat tidak rapi dan terkoordinasi dengan baik. Furnitur akan tampak lebih bagus dan ruangan terkesan lebih 'mengundang' jika ditempatkan di angle yang dikelilingi ruang kosong. Tempatkan set furnitur di tengah-tengah ruangan. Furnitur sebaiknya tidak diletakkan terlalu berjauhan agar orang bisa berkomunikasi lebih mudah ketika mengadakan diskusi kecil di ruang tamu.

2. Asal Menempatkan Hiasan Dinding
Memajang hiasan seperti foto atau artwork di dinding merupakan cara mendekor rumah yang simpel namun efeknya cukup besar dalam tampilan keseluruhan ruangan. Namun Anda tidak bisa asal menempatkan hiasan di dinding. Banyak orang yang tidak mengetahui aturan memajang hiasan dinding. Umumnya, hiasan digantung terlalu tinggi sehingga membuatnya sulit dinikmati tamu. Atau hiasan terlalu kecil sementara ruangan atau space dinding terlalu besar hingga ruangan terkesan kosong. Cara tepat untuk menggantung hiasan dinding adalah menempatkannya di tengah-tengah dan lebih rendah yang bisa dijangkau mata.

3. Pencahayaan Terlalu Gelap atau Terang
Pencahayaan yang kurang tepat tidak hanya membuat ruangan terlihat kurang bagus, tapi juga mengganggu kenyamanan orang yang berada di dalam rumah. Para ahli tata ruang menyarankan, lampu sebaiknya diletakkan di bawah atau sejajar dengan pandangan mata. Jika Anda memasang lampu di langit-langit, gunakan lampu yang lebih redup sehingga cahaya dari atas tak terlalu terang. Pilih lampu yang bisa dipasang di meja atau lantai jika memungkinkan, dan pastikan dikoordinasikan dengan elemen dekorasi lainnya.

4. Terlalu Banyak Aksesori
Memakai aksesori seperti guci, bingkai foto atau pajangan lainnya bisa jadi cara untuk menghias ruangan. Tapi jika Anda mengeluarkan semua pajangan yang Anda punya sekaligus akan membuat ruangan terlihat sempit dan berantakan. Cukup pilih beberapa item untuk satu ruangan dan perhatikan model serta ukurannya. Pajangan berukuran besar sebaiknya diletakkan tak lebih dari dua item di satu ruangan. Sementara pajangan yang berukuran kecil, bisa diletakkan di ruang tengah atau kamar. Memajang sedikit aksesori di ruangan akan membuat tamu lebih fokus memerhatikan keindahannya, dibandingkan ruangan dengan banyak barang.

5. Menggabungkan Warna Terang Sekaligus
Pemilihan warna tertentu bisa mengubah suasana ruangan Anda secara total dengan instan. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati dalam pemilihan warna khususnya untuk ruang tamu. Menggabungkan warna-warna terang dengan motif terlalu ramai akan membuat 'sakit mata'. Jika berencana memakai warna terang, sebaiknya tidak mengecatnya ke seluruh ruangan. Kombinasikan dengan warna-warna lembut atau netral. Jika tetap ingin menggunakan warna terang sebagai cat utama, lembutkan dengan karpet atau sofa warna muda atau dusty.