Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kerja. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Desember 2012

Kriteria agar Jasa Penyediaan Tenaga Kerja Tidak Terutang PPN








ppn tenaga kerjaSebagian perusahaan sangat menyadari bahwa kebutuhan akan tenaga kerja atau Sumber Daya Manusia merupakan kebutuhan yang sangat vital. Karena sifatnya yang sangat vital ini, beberapaperusahaan pun lantas melakukan berbagai cara untuk memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan kriteria perusahaanMemasang iklan lowongan kerja di koran ataupun pada papan-papan pengumuman sudah tidak
dipandang lagi sebagai pilihan yang popular oleh sebagian perusahaan. Sebagian perusahaan kini lebih memilih untuk memanfaatkan jasa perusahaan penyedia tenaga kerja dalam rangka memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.Beberapa alasan menjadi dasar pertimbangan perusahaan-perusahaan untuk memilih memanfaatkan jasa penyediaan tenaga kerja, salah satu di antaranya adalah cukup efisien dan efektifnya kegiatan penyaringan tenaga kerja yang dilakukan oleh suatu penyedia tenaga kerja. Dengan terbitnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 83/PMK.03/2012 pada 6 Juni 2012 lalu, perusahaan akan semakin memiliki alasan untuk memilih memanfaatkan jasa penyediaan tenaga kerja. Bagaimana ceritanya?Jasa Penyediaan Tenaga Kerja: Tidak terutang PPN Vs. Terutang PPNJasa penyediaan tenaga kerja dapat meliputi kegiatan perekrutan, pendidikan, pelatihan, pemagangan, dan/atau penempatan tenaga kerja, yang kegiatannya dilakukan dalam satu kesatuan dengan penyerahan jasa penyediaan tenaga kerja. Menurut Peraturan Menteri Keuangan Nomor:
83/PMK.03/2012, jasa penyediaan tenaga kerja ternyata dapat tergolong ke dalam kelompok jasa yang tidak dikenai PPN.1. Jasa penyediaan tenaga kerja yang tidak terutang PPN


Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor: 83/PMK.03/2012, jasa penyediaan tenaga kerja dapat tergolong ke dalam kelompok jasa yang tidak dikenai PPN jika memenuhi kriteria berikut:
a. Penyedia jasa tenaga kerja hanya menyerahkan jasa penyediaan tenaga kerja yang tidak terkait  dengan pemberian Jasa Kena Pajak lainnya, seperti jasa teknik, jasa manajemen, jasa konsultasi, jasa pengurusan perusahaan, jasa bongkar muat, dan/atau jasa lainnya;
b. Penyedia tenaga kerja tidak melakukan pembayaran gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan/atau sejenisnya kepada tenaga kerja yang telah disediakan;
c. Penyedia tenaga kerja tidak bertanggung jawab atas hasil kerja tenaga kerja yang disediakan setelah diserahkan kepada pengguna jasa tenaga kerja; dan
d. Tenaga kerja yang disediakan masuk dalam struktur kepegawaian pengguna jasa tenaga kerja.


Jika seluruh kriteria di atas dapat dipenuhi, benar-benar tidak ada PPN sebesar 10% yang perludipungut oleh penyedia tenaga kerja, meskipun penyedia tenaga kerja telah dikukuhkan sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP). Dan sejalan dengan hal tersebut, tidak ada pula PPN yang perlu dibayar oleh pengguna jasa penyediaan tenaga kerja kepada penyedia tenaga kerja.


2. Jasa Penyediaan Tenaga Kerja yang Terutang PPN


Kontradiksi dari penjelasan sebelumnya, penyerahan atau pemanfaatan jasa penyediaan tenaga kerja akan terutang PPN jika tidak dapat memenuhi kriteria yang telah disebutkan di atas. Atau dengan kata lain, penyerahan atau pemanfaatan jasa penyediaan tenaga kerja akan terutang PPN jika yang dapat dipenuhi hanyalah salah satu dari seluruh kriteria di atas.


Seandainya penyedia tenaga kerja membayarkan gaji kepada tenaga kerja, misalnya, maka terdapat PPN yang perlu dibayar oleh pengguna jasa penyediaan tenaga kerja. Pembayaran PPN tersebut terutama perlu dilakukan jika penyedia tenaga kerja telah berstatus sebagai PKP.


Dasar Pengenaan PPN atas Jasa Penyediaan Tenaga Kerja yang Terutang PPN
Seperti penyerahan Jasa Kena Pajak lainnya yang dilakukan di dalam Daerah Pabean, Dasar Pengenaan  (DPP) PPN atas penyerahan jasa penyediaan tenaga kerja juga berupa penggantian yang meliputi seluruh tagihan yang diminta atau seharusnya diminta oleh penyedia tenaga kerja, termasuk imbalan
yang diterima tenaga kerja berupa gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan sejenisnya. Namun dalam hal penyedia tenaga kerja dapat memisahkan tagihan imbalan atas penyerahan jasa penyediaan tenaga kerja dengan tagihan imbalan tenaga kerja, maka yang menjadi DPP PPN adalah Nilai Lain, yaitu
jumlah yang tidak meliputi imbalan yang diterima tenaga kerja.


Penutup
Agar tidak ada PPN yang perlu dibayar atas pemanfaatan atau penggunaan jasa penyediaan tenaga kerja di dalam negeri (baca: di dalam Daerah Pabean, red), pengguna jasa penyediaan tenaga kerja perlu memastikan agar:
1. Tenaga kerja masuk dalam struktur kepegawaian pengguna jasa; dan
2. Terdapat pos pembayaran gaji atau imbalan lainnya untuk tenaga kerja pada laporan keuangan pengguna jasa. Selain itu bersamaan dengan hal di atas, perusahaan penyedia tenaga kerja juga harus meyakinkan
bahwa:
1. Tidak ada pos pembayaran gaji atau imbalan lainnya untuk tenaga kerja pada laporan keuangan penyedia tenaga kerja;
2. Tidak ada nama tenaga kerja yang bersangkutan dalam struktur kepegawaian penyedia tenaga kerja;
3. Tidak ada pertanggungjawaban hasil kerja dari tenaga oleh penyedia tenaga kerja; dan
4. Pemberian jasa penyediaan tenaga kerja tidak dilakukan bersamaan dengan pemberian jasa lainnya.
Seandainya pengusaha penyedia tenaga kerja juga memberikan jasa lain kepada pihak yang sama,misalnya saja juga memberikan jasa teknik, invoice untuk jasa penyediaan tenaga kerja sebaiknya dipisahkan dari invoce untuk jasa teknik.
Tatkala kriteria agar jasa penyediaan tenaga kerja tidak terutang PPN dapat dipenuhi seluruhnya, maka semakin bertambah saja bukan alasan untuk memilih memanfaatkan jasa penyediaan tenaga kerja?


 


Sumber gambar : adilkurnia.wordpress.com

Narasumber:Ika fithriyadi, Ak. adalah seorang praktisi pajak. Beberapa karier profesional pernah dijalaninya, diantaranya sebagai auditor pada Kantor Pemeriksaan dan Penyidikan Pajak dan juga auditor pada Dirjen Pajak. Kemudian beliau pernah diamanahkan sebagai Financial Controllerpada Financial Club dan konsultan pajak untuk BUT GIBB dan LM MEIJI.Pria ini pun pernah berkiprah di Masyarakat Transparansi Indonesia guna menangani bidang pengembangan sumber daya manusia. Selepas menjadi Tax Supervisor pada PT Siemens Indonesia, pria yang memiliki hobi membaca ini, kini menjabat sebagai Direktur PT Multi Utama Consultindo.
Senin, 16 Juli 2012

“Allah My Boss”, Kerja Butuh Semangat Hidup

Kopi hitam di gelas putih hari ini mengepulkan aroma yang super hebat. Badan yang lesu karena kelelahan, dengan secangkir Kopi bisa membuat saya tambah semangat. Lelah dalam hidup ialah sesuatu yang biasa. Sesuatu yang normal pada diri manusia. Tetapi akan abnormal kalau setiap hari kelelahan itu membuat Anda malas melakukan apa-apa.

 
Semangat hidup. Ya, inilah yang harus Anda tanamkan dalam aktivitas sehari-hari. Tanpa semangat hidup, saya pikir, dunia ini akan ada tanpa ajegnya sebuah peradaban. Semangat hidup sangat terkait erat dengan rasa cinta menggebu. Rasa yang dapat mengalirkan Anda untuk memproduksi sesuatu dalam kerangka kreativitas dan inovasi.


Coba lihatlah gadget super cerdas seperti Apple Ipad. Produk ini lahir ke tengah-tengah hidup kita karena sang penemunya mencintai kehidupan. Mencintai dunia teknologi. Dan, mencintai ilmu pengetahuan. Sang pencipta, Steve Jobs, memang kini telah tiada meninggalkan dunia — yang kata sebagian Sufi bersifat fana — namun produk yang didasari cintanya tersebut hingga kini masih bermanfaat bagi umat manusia.


Malahan ketika setahun lebih pasca kematiannya, Apple “New Ipad” habis terjual empat juta lebih dalam jangka tiga hari saat dilaunching.

Itulah bukti cinta dan semangat hidup yang telah dilaksanakan seorang manusia. Ketika Anda menjadikan kehidupan ini sebagai wahana berkarya, di saat itulah hidup Anda akan dipenuhi cinta dan semangat. Biar pun kondisi hidup berada di bawah standar, tetapi Anda akan menjadikannya sebagai ladang amal dan pahala dengan terus-menerus melahirkan karya.


Kerja, usaha, karya, dan semangat hidup ialah sesuatu yang harus dibangkitkan mulai saat ini. Kalau Anda menghendaki kesuksesan menghampiri Anda. Maka segeralah menyemangati diri ketika kelelahan mendera hidup Anda. Dengan begitu, insya Allah, Tuhan akan memberikan suntikan yang amat berharga bagi Anda agar dapat mengarungi kehidupan ini dengan optimis. Suntikan yang diramu dari rasa cinta dan optimisme, yakni SEMANGAT HIDUP!


Energi itu Cinta

Hidup memerlukan energi yang super banyak agar kita dapat terus eksis. Bagi saya, energi tersebut dapat diperoleh dengan mengoptimalkan perasaan yang ada di setiap jiwa manusia: Cinta. Dengan cinta inilah, apa pun yang sulit dalam hidup bisa dilewati. Apa yang tak mungkin menjadi mungkin. Cinta mampu mengubah sesuatu yang dianggap biasa menjadi luar biasa.


Saya hari ini mencoba merenungi kumpulan semut yang berjalan dengan rapi. Tubuhnya kecil tetapi sangat menakjubkan karena kecilnya tubuh semut itu tidak membuat mereka putus asa. Dengan sigap seekor semut mampu membawa sesuatu yang lebih besar dari tubuhnya. Malahan besarnya hingga sepuluh kali lipat. Apa rahasianya?

Tiada lain tiada bukan: kekuatan cinta para semut kepada sesama semut di koloninya. Mereka bergotong royong tanpa kenal lelah mengumpulkan makanan untuk mempertahankan hidup. Inilah cinta. Cinta pada kehidupan. Semut, yang kita anggap hewan dan tak berperadaban ternyata juga memiliki cinta.

Bagaimana dengan kita? Sebagai seorang manusia, yang diciptakan Tuhan dengan potensi komplit dan sempurna – bila dibandingkan dengan makhluk ciptaan lain – sejatinya kita lebih dahsyat lagi semangatnya. Jangan pernah menyerah pada terpaan masalah yang hadir di kehidupan. Jadilah manusia yang bermental kuat dan besar. Sebab, hanya dengan badannya yang kecil, seekor semut mampu membawa beban yang lebih besar bila dibandingkan dengan tubuhnya.

Rahasianya ialah kekuatan cinta. Maka optimalkanlah cinta Anda untuk menggapai apa yang Anda harapkan.


Dengan begitu semangat hidup akan mengokohkan kinerja Anda. Jangan lupa, Allah beserta kita dalam setiap kesempatan. Tuhan beserta kita. Innallaha ma’ana!

Selamat hidup menjadi lebih hidup, kawan! Ingat, sekali lagi. Tuhan akan selalu bersama kita, lhoInnallaha Ma’ana.


“Allah My Boss”, Kerja Butuh Semangat Hidup

Kopi hitam di gelas putih hari ini mengepulkan aroma yang super hebat. Badan yang lesu karena kelelahan, dengan secangkir Kopi bisa membuat saya tambah semangat. Lelah dalam hidup ialah sesuatu yang biasa. Sesuatu yang normal pada diri manusia. Tetapi akan abnormal kalau setiap hari kelelahan itu membuat Anda malas melakukan apa-apa.

 
Semangat hidup. Ya, inilah yang harus Anda tanamkan dalam aktivitas sehari-hari. Tanpa semangat hidup, saya pikir, dunia ini akan ada tanpa ajegnya sebuah peradaban. Semangat hidup sangat terkait erat dengan rasa cinta menggebu. Rasa yang dapat mengalirkan Anda untuk memproduksi sesuatu dalam kerangka kreativitas dan inovasi.


Coba lihatlah gadget super cerdas seperti Apple Ipad. Produk ini lahir ke tengah-tengah hidup kita karena sang penemunya mencintai kehidupan. Mencintai dunia teknologi. Dan, mencintai ilmu pengetahuan. Sang pencipta, Steve Jobs, memang kini telah tiada meninggalkan dunia — yang kata sebagian Sufi bersifat fana — namun produk yang didasari cintanya tersebut hingga kini masih bermanfaat bagi umat manusia.


Malahan ketika setahun lebih pasca kematiannya, Apple “New Ipad” habis terjual empat juta lebih dalam jangka tiga hari saat dilaunching.

Itulah bukti cinta dan semangat hidup yang telah dilaksanakan seorang manusia. Ketika Anda menjadikan kehidupan ini sebagai wahana berkarya, di saat itulah hidup Anda akan dipenuhi cinta dan semangat. Biar pun kondisi hidup berada di bawah standar, tetapi Anda akan menjadikannya sebagai ladang amal dan pahala dengan terus-menerus melahirkan karya.


Kerja, usaha, karya, dan semangat hidup ialah sesuatu yang harus dibangkitkan mulai saat ini. Kalau Anda menghendaki kesuksesan menghampiri Anda. Maka segeralah menyemangati diri ketika kelelahan mendera hidup Anda. Dengan begitu, insya Allah, Tuhan akan memberikan suntikan yang amat berharga bagi Anda agar dapat mengarungi kehidupan ini dengan optimis. Suntikan yang diramu dari rasa cinta dan optimisme, yakni SEMANGAT HIDUP!


Energi itu Cinta

Hidup memerlukan energi yang super banyak agar kita dapat terus eksis. Bagi saya, energi tersebut dapat diperoleh dengan mengoptimalkan perasaan yang ada di setiap jiwa manusia: Cinta. Dengan cinta inilah, apa pun yang sulit dalam hidup bisa dilewati. Apa yang tak mungkin menjadi mungkin. Cinta mampu mengubah sesuatu yang dianggap biasa menjadi luar biasa.


Saya hari ini mencoba merenungi kumpulan semut yang berjalan dengan rapi. Tubuhnya kecil tetapi sangat menakjubkan karena kecilnya tubuh semut itu tidak membuat mereka putus asa. Dengan sigap seekor semut mampu membawa sesuatu yang lebih besar dari tubuhnya. Malahan besarnya hingga sepuluh kali lipat. Apa rahasianya?

Tiada lain tiada bukan: kekuatan cinta para semut kepada sesama semut di koloninya. Mereka bergotong royong tanpa kenal lelah mengumpulkan makanan untuk mempertahankan hidup. Inilah cinta. Cinta pada kehidupan. Semut, yang kita anggap hewan dan tak berperadaban ternyata juga memiliki cinta.

Bagaimana dengan kita? Sebagai seorang manusia, yang diciptakan Tuhan dengan potensi komplit dan sempurna – bila dibandingkan dengan makhluk ciptaan lain – sejatinya kita lebih dahsyat lagi semangatnya. Jangan pernah menyerah pada terpaan masalah yang hadir di kehidupan. Jadilah manusia yang bermental kuat dan besar. Sebab, hanya dengan badannya yang kecil, seekor semut mampu membawa beban yang lebih besar bila dibandingkan dengan tubuhnya.

Rahasianya ialah kekuatan cinta. Maka optimalkanlah cinta Anda untuk menggapai apa yang Anda harapkan.


Dengan begitu semangat hidup akan mengokohkan kinerja Anda. Jangan lupa, Allah beserta kita dalam setiap kesempatan. Tuhan beserta kita. Innallaha ma’ana!

Selamat hidup menjadi lebih hidup, kawan! Ingat, sekali lagi. Tuhan akan selalu bersama kita, lhoInnallaha Ma’ana.


Senin, 25 Juni 2012

Cara Sukses Menjadi Freelancer

Freelancer merupakan pekerjaan dengan jam kerja fleksibel tapi menghasilkan. Mungkin Anda sangat tergiur mempunyai pekerjaan yang fleksibel, apalagi jika masih melanjutkan pendidikan. Namun, tidak semudah yang dibayangkan, Anda harus bisa mengatur strategi supaya pekerjaan tersebut berjalan dengan lancar. Untuk itu, diperlukan langkah yang tepat untuk seorang freelancer. Dikutip dari iDiva, simaklah lima cara berikut agar Anda bisa menjadi seorang freelancer yang sukses.

1. Tentukan Bidang Pekerjaan yang Sesuai
Sebelum masuk ke dunia freelance, sebaiknya Anda menentukan terlebih dahulu bidang apa yang ingin dijalani sesuai dengan minat serta hobi Anda. Jika Anda senang menulis, mungkin penulis atau jurnalis lepas dapat menjadi pilihan. Kalau Anda pecinta fashion, pilih fashion editor, desain interior, atau desainer fashion agar bakat semakin berkembang. Jika mencintai bidang fotografi, fotografer freelance juga merupakan pilihan baik karena fotografer freelance dapat berdiri sendiri atau bergabung bersama suatu perusahaan atau organisasi.

2. Memperluas Komunikasi kepada Banyak Orang
Setelah menentukan bidang yang akan ditempuh, perluaslah jaringan komunikasi dengan semua orang, terutama teman yang sudah mempunyai pengalaman dalam bidang Anda. Untuk menjadi freelancer, sangat penting mempromosikan diri di hadapan banyak orang.

Hal itu bisa dilakukan dengan menghubungi perusahaan yang pernah menerima Anda magang, mencari orang yang ahli dalam bidang tersebut, serta menjalin komunikasi seluas-luasnya hingga menemukan orang yang tepat diajak kerja sama. "Butuh ekstra sabar saat menjalaninya, tapi jika Anda sudah membuka satu pintu, pintu selanjutnya akan terbuka dengan sendirinya," tutur Yoshita Shah, seorang freelance journalist.

3. Manfaatkan Media Sosial
Manfaatkan media sosial sebagai 'jembatan' menjaring informasi, mempromosikan diri, serta berteman dengan banyak orang yang bisa membantu Anda nantinya. Anda dapat gunakan Facebook, Twitter, Linkedln, atau blog untuk mencari dan menyebarluaskan segala informasi.

4. E-Mail Marketing
Anda bisa gunakan e-mail sebagai strategi pemasaran. Kirimkan sebuah pesan yang berisi 'pengenalan' Anda kepada perusahaan, suatu kelompok, atau organisasi tertentu. Hal ini sangat mudah dilakukan dan cukup membantu demi pekerjaan Anda kedepannya.

5. Mencari Peluang di Internet
Temukan peluang Anda di internet. Gunakan search engine untuk mencari perusahaan yang menerima freelancer sesuai dengan bidang Anda. Kemudian, pertimbangkan kembali keinginan serta keputusan Anda sebagai seorang freelancer. Jika sudah yakin, Anda bisa segera hubungi perusahaan tersebut.

6. Pertimbangkan Tarif
Setelah memberikan yang terbaik sehingga menjadi freelancer yang cukup sukses, Anda bisa mempertimbangkan harga. Kemampuan atau skill yang Anda miliki harus mempunyai nilai tersendiri. Bagi pemula, jangan terlalu tinggi menentukan 'tarif' melihat pengalaman yang belum memadai. Anda bisa bertahap meningkatkan angka sesuai dengan kualitas yang Anda berikan. Setiap freelancer tidak akan memiliki 'tarif' yang tetap. "Bagi saya, 'tarif' tergantung jenis pekerjaannya, waktu yang telah diberikan, serta rincian lainnya," ujar Poonam Gaikwad, seorang freelance make-up artist.

Tips Menetapkan Tujuan Jangka Pendek & Panjang dalam Karir

Setiap orang tentunya ingin mempunyai karir yang sukses. Untuk mencapainya, ada beberapa cara yang perlu diperhatikan. Salah satunya menetapkan tujuan dalam perencanaan karir, karena tujuan karir itu sendiri adalah sesuatu yang ingin dicapai seseorang di masa depan sebagai tolok ukur keberhasilan karirnya. Seperti dikutip oleh About, terdapat beberapa cara menetapkan tujuan dalam perencanaan karir. Simak caranya berikut ini.

Tetapkan Tujuan Jangka Panjang
Jika Anda merupakan tipe orang yang 'go with the flow' atau menjalani sesuatu apa yang ada saat ini, harus segera diubah. Anda perlu memiliki strategi atau perencanaan dalam mengembangkan karir. Salah satunya dengan menetapkan tujuan jangka panjang. Hal tersebut untuk membantu Anda mempunyai gambaran akan jadi apa nantinya atau berkarir di mana dan sebagai apa dalam waktu tiga sampai lima tahun ke depan.

Tetapkan Tujuan Jangka Pendek
Anda juga perlu tetapkan tujuan untuk jangka pendek. Tujuan ini yang harus dapat dicapai dalam kurun waktu satu hingga tiga tahun kedepan. Tujuan jangka pendek merupakan dasar-dasar contoh tujuan karir yang Anda ikuti untuk membantu Anda dalam cara yang kecil.

Agar kedua tujuan tersebut dapat tercapai, ada enam kriteria yang perlu diterapkan dalam tujuan Anda:

- Dibayangkan
Anda harus bisa membuat tujuan karir tersebut ke dalam kata-kata.

- Tercapai
Anda perlu memiliki energi dan waktu untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

- Percaya
Percayalah bahwa Anda dapat mencapai tujuan yang sudah ditentukan tersebut.

- Meraihnya dalam Waktu Tertentu
Anda harus mampu menyatakan berapa lama bisa meraih tujuan yang ingin dicapai.

- Ditetapkan Secara Jelas
Ketahui persis apa tujuan Anda sebenarnya.

- Fleksibel
Harus bersedia mengubah tujuan Anda sesuai kebutuhan.

Setelah mendefinisikan dengan baik tujuan jangka panjang dan jangka pendek, Anda dapat terus mengembangkan rencana karir. Rencana karir akan menampilkan semua tujuan Anda dan langkah-langkah yang harus diambil untuk menjangkaunya. Jika tujuan sudah memenuhi kriteria yang tercantum, maka akan lebih mudah untuk berhasil mencapainya.

Tips Mengatasi Konflik dengan Atasan di Kantor

 Konflik merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan profesional. Selain di rumah, konflik juga bisa terjadi di lingkungan kerja. Senyaman apa pun pekerjaan Anda saat ini, konflik tentunya akan selalu muncul, baik itu dengan rekan kerja bahkan atasan sekalipun.

Konflik itu sendiri biasanya terjadi karena adanya perbedaan pendapat, kesalahpahaman atau bisa juga karena kecemburuan sosial. Lalu, bagaimana cara mengatasi hal tersebut? Simaklah tujuh tips untuk mengatasi konflik dengan atasan di kantor berikut ini, seperti dilansir oleh eHow.

1. Tenang dan biarkan emosi Anda terkontrol dengan baik. Jika Anda harus melangkah pergi dari situasi tersebut selama satu atau dua hari, maka lakukanlah. Jangan sampai Anda mengatakan apa yang Anda rasakan terhadap sesuatu atau seseorang saat Anda dalam situasi sedang marah dan emosi. Karena dengan mengatakannya dapat membuat Anda menyesal nantinya.

2. Lakukanlah pertemuan secara personal dengan bos pada suatu waktu. Kemudian katakanlah dengan jujur apa yang dirasakan atau hal yang apa yang mengganggu Anda. Dengan begitu tidak akan ada terjadi kesalahpahaman lagi.

3. Biarkan atasan mengatakan sudut pandangnya tanpa memotong pembicaraannya. Ingatlah bahwa masing-masing orang memiliki cerita dan pendapat yang berbeda-beda. Meskipun Anda mengetahui bahwa Andalah yang benar, Anda juga perlu tetap menghormati pendapat si bos.

4. Anda juga bisa mengusulkan cara yang efektif untuk menyelesaikan perbedaan yang bertentangan antara Anda dengan si bos.

5. Menyepakati masa percobaan untuk memvalidasi bahwa hubungan kerja antara Anda dengan atasan sudah diperbaiki dengan baik.

6. Jika semua cara gagal dan konflik antara Anda dan atasan masih terus berlanjut, maka usahakanlah cari pihak ketiga yang bisa membantu menyelesaikan permasalahan tersebut, misalnya staf HRD. Karena biasanya pihak ketiga mempunyai solusi dengan cara yang netral tanpa memihak di antara keduanya.

7. Jika bantuan dari pihak ketiga juga tidak dapat berjalan dengan baik, mungkin ini waktunya Anda untuk mempertimbangkan pindah ke tempat lain.

Tipe Atasan & Cara Menghadapinya

Apa Anda sering bermasalah dengan atasan? Terkadang, kemauan atasan tidak sama dengan keinginanan Anda. Hal itu cenderung menimbulkan permasalahan yang bisa menjadi masalah nantinya. Untuk itu, Anda harus berhati-hati ketika mengahadapi si bos. Pelajari terlebih dahulu kepribadiannya agar bisa mengerti bagaimana cara menanganinya. Dikutip dari Times of India, berikut enam tipe atasan dan cara menanganinya.

1. The Dangler
Atasan dengan tipe ini biasanya lebih mementingkan kepentingan pribadi. Terkadang, ucapan mereka pun hanya berupa janji. Bahkan, mereka tidak segan-segan mengganggu Anda saat hari libur atau ketika cuti. Atasan yang bertipe the dangler cenderung malas dan tidak mau repot.

Cara Menanganinya: Berlatihlah menulis tentang pencapaian yang telah Anda lakukan kepada perusahaan, kemudian kirimkan kepada atasan melalui e-mail. Ingatkan atasan mengenai janji yang pernah dia katakan. Yakinlah pada diri sendiri kalau Anda adalah karyawan yang berkualitas. Hal ini bisa membuat si bos berpikir dan takut kehilangan Anda sehingga tidak memperlakukan Anda seenaknya.

2. The Best Friend
Tipe bos seperti ini bisa diajak kerja sama. Anda dapat mengakrabkan diri untuk rencana membangun perusahaan. Namun, jangan sampai kedekatan itu membuat atasan mengenal kepribadian Anda lebih mendalam. Apalagi jika si bos tidak lagi menganggap Anda karyawan atau memiliki perasaan yang lain terhadap Anda. Hal tersebut bisa menjadi bencana yang mengancam karier suatu hari nanti kalau terjadi sesuatu di antara kalian.

Cara Menanganinya: Berikan batasan dalam menghadapi atasan yang bertipe the best friend. Pisahkan antara kehidupan pribadi dengan pekerjaan. Dengan begitu, semua akan berjalan dengan seimbang.

3. The Viper
Atasan yang bertipe the viper biasanya suka memberikan kritik pedas terhadap karyawannya. Ucapannya bagaikan ular yang berbisa. Setiap ada kesalahan, atasan pasti menyinggung Anda yang bisa membuat malu di hadapan orang banyak dengan kata-kata yang menusuk.

Cara Menanganinya: Jangan bersikap keras kepada atasan tipe ini atau Anda terlibat dalam masalah. Cobalah lebih bersabar saat menghadapinya. Latih diri Anda untuk berkomunikasi dengan atasan melalui pikiran yang terbuka. Ingat, di sisi lain, mereka masih mempunyai hati yang lembut.

4. The Number Cruncher
Bos dengan tipe ini hanya peduli terhadap data perusahaan, apakah telah meningkat atau masih tetap pada posisi yang sama. Mereka tidak melihat seberapa keras usaha Anda walaupun Anda sudah sukses menyelesaikan suatu proyek. Tidak ada bonus atau apapun yang bisa membangkitkan semangat karyawannya bekerja kembali sebelum perusahaan berkembang pesat.

Cara menghadapinya: Buatlah laporan berbentuk data yang komparatif mengenai kualitas yang telah dilakukan ketika menghadapi pesaing perusahaan. Menyimpan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan waktu penyelesaian proyek yang pernah diselesaikan. Hal tersebut sebagai bukti kepada atasan kalau diri Anda memang berkompeten dalam memajukan perusahaan.

5. The Invisible Man
Atasan bertipe the invisible man biasanya jarang sekali ada di tempat. Mereka cenderung memberikan kendali perusahaan kepada karyawan, mungkin salah satunya Anda. Bahkan, ketika timbul suatu masalah yang perlu didiskusikan bersama atasan, mereka sangat susah ditemui karena alasan pribadi. Hal itu bisa berdampak buruk terhadap perusahaan.

Cara menghadapinya: Temukan cara supaya Anda bisa mengatur jadwal pertemuan dengan atasan setiap minggu. Bagaimanapun sibuknya mereka, evaluasi dan komunikasi secara langsung antara Anda serta atasan sangat penting. Bisa saja mereka memang tidak menyadari bahwa Anda juga membutuhkan bantuannya.

6. The Flaming Fury
Kapan terakhir Anda melihat bos tersenyum? Jika jawabannya hampir tidak pernah atau senyumnya sangat mahal berarti atasan mempunyai tipe ini. Umumnya, mereka dikenal sebagai pribadi yang galak. Jika pekerjaan Anda kurang memuaskan, sedikit cacian serta teriakan akan menggema di telinga Anda.

Cara menghadapinya: Mencoba tersenyum dan tetap menghormati atasan. Tunjukkan sikap lembut dan bersahabat walaupun mereka tidak merespon. Atasan yang seperti ini kerap kali berpikir kalau dia bisa mendapatkan apa yang diinginkan dengan marah-marah. Untuk itu, jika Anda terus menunjukkan sikap berteman dengan atasan, tidak menutup kemungkinan kalau si bos akan mengubah pandangannya terhadap Anda.

Hari Pertama Kerja? Perhatikan 4 Langkah Ini

 Setelah melalui proses rekrutmen yang penuh dengan persaingan, sekarang saatnya bagi Anda untuk memulai tahap berikutnya.

Menjadi anak baru di kantor memang bukan perkara yang mudah. Bertemu dengan banyaknya rekan kerja di kantor baru, mengetahui seperti apa lingkungan kerjanya dan apakah mereka akan menyukai Anda, tentunya hal tersebut membuat Anda merasa gugup.

Namun jangan khawatir, ada beberapa langkah yang bisa diterapkan untuk membantu Anda menyesuaikan diri dengan dunia kerja, seperti dilansir oleh About.

1. Simak dan Amati
Dengan mendengarkan dan mengamati, Anda akan mendapatkan banyak informasi dan pembelajaran. Anda juga bisa belajar untuk memahami lingkungan kerja sekitar.

2. Bantu dan Inisiatif
Salah satu cara agar mudah disukai di tempat kerja adalah menjadi rekan kerja yang berinisiatif dan senang membantu. Jika pekerjaan yang dikerjakan sudah selesai, jangan hanya berdiam diri dan menunggu penugasan selanjutnya. Sebaiknya tanyakan kepada atasan apa lagi yang bisa Anda lakukan selanjutnya.

3. Bersikap Sopan
Penting untuk Anda selalu berperilaku sopan dan menjaga sikap untuk tetap positif di kantor. Tak ada salahnya Anda menjalin komunikasi yang baik terlebih dahulu dengan semua personil di tempat kerja, terutama rekan kerja dalam tim.

4. Hindari Bergosip
Godaan untuk ikut bergosip dengan rekan kerja di kantor memang sulit ditolak. Di awal-awal Anda bekerja, sebaiknya hindari kegiatan tersebut. Alangkah baiknya Anda memperbanyak teman di kantor ketimbang merusak citra diri sendiri hanya karena ikut-ikutan berkomentar dan terlibat dalam gosip.