Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Kayu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kayu. Tampilkan semua postingan
Minggu, 22 April 2012

Tinggal Pilih, Mau Bambu atau Kayu

 






Material bangunan dari bambu dan kayu memang bukan hal baru. Tapi, kalau berbentuk rumah yang utuh dan bisa dibongkar pasang, menarik, kan? Selain awet, juga tahan gempa.





Kalau membayangkan rumah kayu, mungkin yang terlintas di benak adalah rumah-rumah country khas Amerika pada zaman koboi dulu. Bukan tidak mungkin, lho, Anda juga memiliki rumah kayu seperti itu di Indonesia. Tak perlu khawatir kayu akan keropos karena digerogoti rayap, berjamur, atau lapuk diterpa hujan dan terik matahari.

"Kayu besi sangat bagus untuk dijadikan bahan rumah kayu. Kayu jenis ini, makin sering terkena air, justru makin kuat, selain anti rayap dan jamur. Kayu-kayu yang dipakai untuk membuat dermaga juga kebanyakan kayu besi," ujar Rizky Masyani (50), pemilik usaha Rumah Kayu (RK).

Bisa Desain Sendiri
Rizky susah mengenal rumah kayu sejak tahun 1995 lewat tayangan teve. Sejak melihat kelebihan rumah kayu, yang antara lain bisa dipindah-pindah lantaran pembuatannya menggunakan sistem bongkar pasang (knock down), Rizky tertarik. Tahun 2004, ia minta diantar temannya untuk melihat langsung rumah kayu ke tempat pembuatannya di Tomohon, Sulawesi.

Untuk mewujudkan keinginannya berbisnis rumah kayu, Rizky bekerjasama dengan salah satu produsen di sana. Namun, karena terhadang kendala, kerjasama itu berakhir. Tahun 2006, Rizky membuat usaha sendiri, sampai sekarang.

Dengan terjun langsung ke lapangan, ia jadi tahu proses produksi. Setelah ditebang, kayu dibuat balok berukuran besar, lalu digesek sesuai ukuran yang diinginkan. Untuk ukuran papan, diproses lagi untuk dijadikan lantai, rangka, dinding, dan sebagainya. Sebagian kayu ini ada yang dibuat di Tomohon, ada pula yang dibuat di lokasi calon rumah klien.

Ukuran rumah bisa dibuat sesuai pesanan klien, kendati RK menyediakan contoh-contoh rumah yang mereka buat dalam berbagai tipe. Model Saturnus misalnya, bertipe 80, sedangkan Merkurius bertipe 36. Kebanyakan, saat pertama datang, klien tidak membawa desain. Namun, ujar ayah 12 anak ini, "Tak masalah bila klien sudah punya desain sendiri."

Sesuai namanya, seluruh bagian rumah yang dibuat RK terbuat dari kayu. Kecuali atap yang terbuat dari genting. Lagi-lagi, kata Rizky, itu bukan keharusan. "Ada klien yang minta dibuatkan rumah dua tingkat, yang satu beton, yang satu kayu, ya, tak masalah buat kami."

Mirip Investasi
Setelah desain disetujui, barulah dilakukan persiapan pembangunannya. Kalau bangunannya terbuat full dari kayu, seluruh kayu dibuat di Tomohon. "Kalau campuran, dibuat di lokasi calon rumah. Pembuatan rumahnya sendiri memakan waktu 2 - 3 bulan," jelas Rizky yang juga menerima pengerjaan halaman dan taman sekaligus.

Soal harga, untuk saat ini Rp 2,75 juta/m2 untuk rumah full kayu yang berpapan single dan Rp 3,5 juta/m2 untuk papan dobel. Papan single artinya dinding papan hanya menggunakan satu lapis kayu, sedangkan dobel menggunakan dua lapis untuk dinding papan untuk seluruh rumah sehingga rumah jadi lebih kedap suara.

Sedangkan untuk rumah campuran, harganya bisa lebih mahal, bisa juga sebaliknya. "Tergantung dari material yang digunakan untuk betonnya. Harga juga akan lebih mahal bila klien minta dibuatkan desain khusus."
Kebanyakan, tutur pria yang memiliki 50 pegawai ini, kliennya memesan rumah kayu untuk vila, kantor pemasaran perusahaan properti, kafe, hotel (tipe cottage), rumah tinggal, gazebo, bahkan mushola yang dibangun di terpisah dari rumah.

Rizky bersyukur, kesulitannya membangun kepercayaan konsumen saat pertama membuka usaha ini, kini terlewati. Padahal, sejak dulu ia tak pernah punya rumah contoh. "Saya hanya memperlihatkan foto-foto rumah yang sudah kami bangun dan contoh kayunya," ujarnya sambil menambahkan, dalam sebulan ia bisa mendapat 2-3 klien baru.

Klien RK berasal dari Jakarta, Bandung, Jawa Barat, Padang, bahkan ada pula dari Malaysia dan Australia, yang mengetahui RK lewat website-nya, www.rumah-kayu.com. Memiliki rumah kayu, menurut Rizky, sama saja dengan berinvestasi. Kayu besi bernilai investasi tinggi, karena makin lama harganya makin mahal, seperti kayu jati
Rumput Liar Bambu, EKSTERIOR, Kayu

Menyatu dengan Alam Lewat Rumah Kayu

 






Kini, setiap manusia harus menjadi bagian dari program "go green". Mulai dari isu yang global hingga ke hal yang paling dekat dengan kehidupan kita, sebut saja rumah.





Material dan konsep yang kini mulai banyak dilirik dalam pembuatan rumah cenderung disesuaikan dengan tema go green atau semangat back to nature. Konsep rumah ini lalu dikenal dengan sebutan rumah ramah lingkungan.

untuk rumah kayu, desainnya dapat dikelompokan menjadi dau bagian: Rumah Kayu Klasik dan Rumah Kayu Modern (Mixed). Jenis klasik biasanya hanya terdiri dari 1 lantai, dengan desain sederhana layaknya gazebo atau saung.

Dengan bentuk atap square, empat pilar utama, dan desain rumah berbentuk segi empat. Jenis modern biasanya lebih diilhami oleh desain rumah beton modern, hanya materialnya diganti kayu. Biasanya terdiri dari dua lantai atau lebih, dan ukurannya pun lebih terasa luas.

Rumah Kayu Modern atau modern wooden house saat ini memang mulai banyak diminati. Keinginan untuk back to nature alias lebih dekat dengan alam menjadi alasannya. Menghadirkan suasana alam nan asri di rumah merupakan cara orang yang tinggal kota besar untuk tetap merasakan kenyamanan alam pedesaan, merasakan hawa yang lebih sejuk, serta kealamian yang saat ini makin sulit ditemukan, apalagi di Jakarta.

Ditambah dengan keadaan cuaca yang tak menentu akibat pemanasan global, rumah kayu adalah solusi yang sangat tepat. Warna kayu yang alami dengan urat dan tektrunya yang khas, akan memantulkan cahaya yang mampu menciptakan efek visual yang unik, menarik, dan tentu saja alami.

Desain rumah kayu pada prinsipnya sama saja dengan rumah standar. Bedanya, unsur estetika pada rumah kayu lebih ditonjolkan. Material kayu amat mendukung nilai estetis, meski terkadang agak rumit jika dibandingkan nilai fungsinya, karena bentuknya jadi tak sesederhana jika hanya terbuat dari beton atau semen.

Misalnya saja tangga di dalam rumah, jika terbuat dari kayu, desainnya akan terlihat lebih eksotik, rumit, dan tentu saja lebih estetis. Akhirnya, tangga tak hanya berfungsi sebagai pijakan untuk menuju ke lantai atas rumah, tapi juga menjadi ornamen interior yang bernilai seni tinggi.

Selanjutnya, konsep rumah kayu dibedakan berdasarkan panel dindingnya. Ada yang memakai panel tunggal (single panel), dan ada yang ganda (double panel). Jika rumah kayu ingin ditempatkan di dalam kota seperti Jakarta, lebih baik menggunakan double panel agar lebih nyaman.

Dikarenakan sifat kayu lebih cepat mengalami pemuaian dan penyusutan bila terkena panas, sehingga kemungkinan terjadi kerenggangan pada susunan panel lapis pertama. Namun, dapat ditutupi dengan panel lapis kedua.

Rumah kayu pun pada dasarnya memiliki luas layaknya rumah standar pada uumnya, karena fungsinya sama saja. Sedangkan untuk gazebo atau saung, ukuran standarnya mulai dari 2m x 2m, atau disesuaikan dengan luas halaman yang dimiliki.

Kualitas Baik






Terlepas dari jenis rumah yang menjadi pilihan, tentu Anda sudah tahu, kan, sifat dasar dari kayu. Bisa dibilang kayu tak sekuat material beton atau besi. Kayu bahkan punya banyak kelemahan. Maka, Anda harus pandai-pandai menyiasatinya.





Oleh karena hasil akhirnya yang bernilai estetis tinggi, terkadang banyak orang mau tak mau bersedia menanggung risikonya. Misalnya, kayu dimakan rayap, perubahan warna dan struktur kayu bila terkena panas dan hujan, lembap, dan lainnya.

Nah, salah satu langkah preventif untuk mencegah akibat buruknya, dapat dipilih material kayu berkualitas baik. Sebagai contoh, spesifikasi untuk rangka utama rumah dapat menggunakan kayu besi (knock down, tahan air, anti rayap), plafond dari kayu nyatoh, reng dari kayu borneo, kusen pintu dan jendela dari kayu besi, daun pintu dan jendela dari kayu nyatoh, rangka atap/ kuda-kuda dari kayu besi.

Selebihnya dapat menggunakan material standar yang sama digunakan pada rumah beton. Dan untuk menghindari lembap, dapat disiasati dengan menggunakan GRC (panel berbahan semen dengan serat fiberglass) sebagai interiornya, sehingga di bagian dalam rumah tetap menyerupai dinding batu yang dapat dicat. Panel kayu hanya digunakan pada bagian luarnya saja.

Saat ini harga rumah kayu yang ditawarkan oleh jasa arsitektur dapat mencapai Rp 2,5 - 2,75 juta/ m2, sudah termasuk desain dan pelaksanaan. Sedangkan untuk pembuatan gazebo, dimana material kayu merupakan ornamen taman, dipatok seharga Rp 2 - 2,5 juta/ m2, inipun disesuaikan dengan desain.

Jika masih bingung dengan desainnya, Anda dapat meminta bantuan jasa arsitek ataupun landscaper untuk membuatkan konsep rumah pohon, rumah kayu, ataupun gazebo yang estetis, fungsional, dan sesuai tren. Selamat back to nature!
Rumput Liar Alam, EKSTERIOR, Kayu, Rumah