Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label KEUANGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEUANGAN. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Desember 2012

Manajemen Praktis Mengontrol Keuangan Usaha

Sukses dalam merintis sebuah usaha ternyata belum memberikan jaminan bagi para pelakunya untuk bisa mengantongi untung besar setiap bulannya. Mengapa bisa begitu? Sebab, sebagian besar pelaku usaha belum mengelola keuangan bisnisnya dengan baik. Sehingga tidak heran bila sampai hari ini masih banyak pemula maupun pengusaha yang telah menekuni bisnisnya selama bertahun-tahun, namun belum bisa mendapatkan laba usaha yang maksimal.


Oleh karena itu, agar kondisi keuangan para pelaku usaha bisa tetap terkontrol dengan baik, tak ada salahnya bila mulai hari ini Anda menjalankan beberapa tips bisnis berikut untuk mengontrol alur keungan usaha Anda.


Menyusun analisa ekonomi sebelum merintis sebuah usaha. Untuk melihat seberapa besar prospek usaha yang akan Anda jalankan, ada baiknya bila Anda menyusun analisa ekonomi terlebih dahulu agar dalam menjalankan usaha tersebut Anda bisa memiliki sedikit gambaran mengenai modal usaha yang harus disiapkan, besarnya laba usaha yang bakal diterima, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa balik modal.


Memisahkan buku laporan pengeluaran dan buku pemasukan. Langkah kedua yang perlu dilakukan para pelaku usaha adalah memisahkan buku laporan pengeluaran dengan buku daftar pemasukan usaha. Ini merupakan salah satu cara praktis yang bisa digunakan para pengusaha untuk mengamati sejauh mana kondisi keuangan perusahaannya.


Mencatat semua transaksi dengan teliti. Banyak pengusaha yang mengesampingkan pencatatan transaksi, sehingga keluar masuknya dana usaha tidak terkontrol dengan rapi. Padahal, dari laporan tersebut para pengusaha bisa mengamati secara jelas aktivitas bisnis mereka setiap bulannya. Karena itu, lakukan pencatatan setiap kali Anda melakukan pembelian maupun menerima pemasukan usaha. Bila perlu, lengkapi pula dengan bukti transaksi seperti nota, kwitansi, invoice (surat tagihan), dan lain sebagainya.


Memisahkan uang laba dengan dana operasional usaha. Dalam mengelola keuangan usaha, Anda juga harus jeli untuk memisahkan uang laba dengan dana khusus untuk operasional usaha. Dengan begitu, para pengusaha bisa mengalokasikan laba yang diterima untuk pengembangan usaha maupun untuk keperluan pribadi mereka. Sedangkan untuk keperluan operasional usaha bisa menggunakan dana anggaran yang memang sudah dipersiapkan setiap bulannya.


Rekap laporan keuangan setiap bulan. Untuk memudahkan para pelaku usaha dalam membuat laporan laba rugi tahunan. Ada baiknya bila Anda melakukan rekap penjualan, pengeluaran, hutang, dan laporan persediaan setiap bulan. Dengan cara tersebut, para pelaku usaha bisa memantau perkembangan bisnis mereka dengan lebih mudah.


 


 


 


 


 


 


Sumber artikel: bisnisukm.com dan redaksi


Sumber gambar: accountantsalary.co.uk

Selasa, 17 Juli 2012

Cara Mudah Memahami Apa Itu Laporan Neraca dan Apa Fungsi Utamanya

Sebagai seorang pengusaha, anda diharuskan untuk mengetahui apa itu laporan neraca, satu dari sekian laporan keuangan.Begitu pentingnya laporan ini sampai-sampai laporan keuangan perusahaan yang satu ini, ada yang mengistilahkan balance sheet, adalah laporan yang bisa digunakan untuk menunjukkan kekayaan dan kemiskinan perusahaan.

Saya tidak begitu ahli dalam masalah akuntansi. Tapi “guru bisnis” saya secara tidak langsung pernah berkata bahwa “jika kamu buta dengan semua laporan keuangan, bersiaplah dengan kehancuran bisnismu”.Karena arus kas (baca : keuangan) merupakan pondasi bagi kelangsungan jalannya sebuah bisnis.”

Maka dari itu, saya akan coba terangkan dengan sesederhana mungkin apa itu laporan neraca, satu dari sekian laporan keuangan yang mesti anda pelajari.

Seperti yang saya sebutkan diatas, laporan neraca adalah laporan yang bisa menunjukkan kekayaan dan kemiskinan usaha anda.

Laporan ini menunjukkan posisi keuangan usaha anda pada waktu tertentu. Misalkan anda punya laporan neraca untuk jam 11.00 siang tanggal 31 Desember 2008. Itulah posisi keuangan anda pada jam dan tanggal tersebut, yang segera berubah bila ada input atau masukan lain.

Saya contohkan seperti itu agar anda paham, karena biasanya anda mendapat laporan keuangan setiap akhir tahun atau minimal 3 bulan sekali.

Masih dari laporan neraca, anda bisa melihat berapa banyak yang pernah ditanamkan pemilik modal, berapa imbalan yang didapat dari investasi tersebut, berapa banyak bagi hasil yang mesti ditanggung atau berapa banyak jatah pajak maupun jatah karyawan yang belum dibayarkan.

Anda juga bisa tahu berapa hutang dagang yang belum mampu anda bayar, seberapa besar uang kas alias uang tunai di kantong perusahaan anda atau berapa banyak order ditangan anda lewat deposit para konsumen.Pendeknya adalah, dari laporan neraca, anda akan tahu uang yang masuk ke kantong perusahaan anda tersebut dari pemberian siapa saja, bersemayam di bagian mana saja dan keluar lewat lubang pintu yang mana saja.

Satu lagi, laporan neraca juga bisa berfungsi untuk meramalkan atau memperkirakan bagaimana masa depan perusahaan anda.Seperti biasa, anda tidak perlu tahu hingga detail laporan neraca atau balance sheet ini. Anda yang perlu mengetahui bagaimana cara membacanya dan apa maksud dari angka yang tertera di laporan tersebut bagi bisnis anda.

Masalah bagaimana cara membuatnya, entah itu laporan neraca perusahaan dagang, laporan neraca perusahaan manufaktur, atau laporan neraca perusahaan jasa, serahkan ke ahlinya. Kecuali kalau memang anda ahlinya…

Bagaimana sekarang, sudah mulai ada gambaran? Saya harap sudah tentunya.

Cara Mudah Memahami Apa Itu Laporan Neraca dan Apa Fungsi Utamanya

Sebagai seorang pengusaha, anda diharuskan untuk mengetahui apa itu laporan neraca, satu dari sekian laporan keuangan.Begitu pentingnya laporan ini sampai-sampai laporan keuangan perusahaan yang satu ini, ada yang mengistilahkan balance sheet, adalah laporan yang bisa digunakan untuk menunjukkan kekayaan dan kemiskinan perusahaan.

Saya tidak begitu ahli dalam masalah akuntansi. Tapi “guru bisnis” saya secara tidak langsung pernah berkata bahwa “jika kamu buta dengan semua laporan keuangan, bersiaplah dengan kehancuran bisnismu”.Karena arus kas (baca : keuangan) merupakan pondasi bagi kelangsungan jalannya sebuah bisnis.”

Maka dari itu, saya akan coba terangkan dengan sesederhana mungkin apa itu laporan neraca, satu dari sekian laporan keuangan yang mesti anda pelajari.

Seperti yang saya sebutkan diatas, laporan neraca adalah laporan yang bisa menunjukkan kekayaan dan kemiskinan usaha anda.

Laporan ini menunjukkan posisi keuangan usaha anda pada waktu tertentu. Misalkan anda punya laporan neraca untuk jam 11.00 siang tanggal 31 Desember 2008. Itulah posisi keuangan anda pada jam dan tanggal tersebut, yang segera berubah bila ada input atau masukan lain.

Saya contohkan seperti itu agar anda paham, karena biasanya anda mendapat laporan keuangan setiap akhir tahun atau minimal 3 bulan sekali.

Masih dari laporan neraca, anda bisa melihat berapa banyak yang pernah ditanamkan pemilik modal, berapa imbalan yang didapat dari investasi tersebut, berapa banyak bagi hasil yang mesti ditanggung atau berapa banyak jatah pajak maupun jatah karyawan yang belum dibayarkan.

Anda juga bisa tahu berapa hutang dagang yang belum mampu anda bayar, seberapa besar uang kas alias uang tunai di kantong perusahaan anda atau berapa banyak order ditangan anda lewat deposit para konsumen.Pendeknya adalah, dari laporan neraca, anda akan tahu uang yang masuk ke kantong perusahaan anda tersebut dari pemberian siapa saja, bersemayam di bagian mana saja dan keluar lewat lubang pintu yang mana saja.

Satu lagi, laporan neraca juga bisa berfungsi untuk meramalkan atau memperkirakan bagaimana masa depan perusahaan anda.Seperti biasa, anda tidak perlu tahu hingga detail laporan neraca atau balance sheet ini. Anda yang perlu mengetahui bagaimana cara membacanya dan apa maksud dari angka yang tertera di laporan tersebut bagi bisnis anda.

Masalah bagaimana cara membuatnya, entah itu laporan neraca perusahaan dagang, laporan neraca perusahaan manufaktur, atau laporan neraca perusahaan jasa, serahkan ke ahlinya. Kecuali kalau memang anda ahlinya…

Bagaimana sekarang, sudah mulai ada gambaran? Saya harap sudah tentunya.

Kunci Utama Jika Anda Mencari Investor

Kalau anda bertanya bagaimana cara mencari investor, anda harus tahu bahwa salah satu faktor terpenting yang dipertimbangkan oleh investor adalah ROI atau Return on Investment.

Apa itu ROI? Pengertian Return on Investment adalah sejumlah uang yang diperoleh investor sebagai keuntungan dalam investasi. ROI biasanya ditunjukkan sebagai presentase investasi total tahunan.Angka dalam ROI ini bisa membantu membuat perbandingan keuntungan yang bisa diperoleh bagi investor secara cepat. Misalkan ada dua peluang usaha, yang satu berinvestasi pada perusahaan “X” dan yang satunya berinvestasi pada saham.

Dengan ROI, si investor ini bisa memilih mana yang menghasilkan keuntungan terbesar dari uang mereka. Apakah berinvestasi di perusahaan “X” tersebut, atau mereka memilih berinvestasi pada saham. Semakin tinggi ROI-nya, semakin baik. Jadi apabila anda membutuhkan seorang investor, angka ROI inilah yang mereka lihat.

Ada beberapa faktor dasar yang menentukan ROI dari sebuah investasi. Faktor dasar tersebut adalah :

  1. Semua biaya finansial, termasuk investasi awal dan investasi berikutnya.

  2. Semua perolehan finansial, termasuk peningkatan dana (jika ada) dari investasi dan kembalinya uang investor.

  3. Periode waktu, yaitu seberapa lama waktu yang diperlukan untuk memperoleh keuntungan.

  4. Keuntungan non finansial dalam investasi, seperti kepuasan yang diperoleh dengan berpartisipasi dalam perkembangan perusahaan baru.


Saya akan beri contoh agar anda bisa mudah memahaminya. Misalkan anda adalah seorang investor yang sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi di satu dari dua perusahaan, sebut saja perusahaan A dan perusahaan B.

  1. Perusahaan A : Investasi 50 juta, diperkirakan kembali sejumlah 100 juta dalam waktu 2 tahun.

  2. Perusahaan B : Investasi 150 juta, diperkirakan kembali sejumlah 300 juta dalam waktu 4 tahun.


Pada contoh di atas, manakah investasi yang lebih baik?

Kita bahas pelan-pelan. Pertama, perusahaan A akan menghasilkan keuntungan 50 juta. Ingat, modal anda 50 juta. Sedangkan perusahaan B akan menghasilkan keuntungan 150 juta, karena anda telah menanam modal 150 juta.Dilihat sekilas, investasi di perusahaan B akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar bagi anda, yaitu 150 juta rupiah. Tetapi dikarenakan panjang waktu yang diperlukan sebelum investasi di perusahaan B terbayar, ROI sederhana di perusahaan A sebenarnya lebih tinggi :

  1. Perusahaan A : kembali 200% dalam 2 tahun atau 100% ROI per tahun.

  2. Perusahaan B : kembali 200% dalam 4 tahun atau 50% ROI per tahun.


Ingat, tadi di atas kita sudah bahas bahwa semakin tinggi prosentase ROI semakin baik. Jadi, ROI perusahaan A lebih baik karena lebih tinggi dari ROI perusahaan B, walaupun keuntungannya lebih sedikit.

Maka dari itu, ROI anda harus tinggi. Siapapun investor anda, ROI inilah yang harus anda kedepankan. Meskipun si investor itu teman atau saudara anda. Jangan mentang-mentang karena saudara atau teman anda, anda meremehkan ROI anda.Hanya saja, anda harus berhati-hati jika memilih teman, keluarga atau kerabat sebagai investor anda. Silahkan anda membaca artikel saya tentang jika teman atau saudara menjadi investor. Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan.

Satu lagi, selain ROI yang harus anda perhatikan, anda juga harus sabar dalam mencari investor. Kesabaran juga merupakan kunci sukses dalam mencari investor.

Yang penting, dalam diri anda selalu tertanam sikap positif apabila ternyata investor yang anda harapkan belum bersedia mendanai bisnis anda. Sikap positif inilah yang membuat anda bisa termasuk dalam karakteristik pengusaha sukses.

Kunci Utama Jika Anda Mencari Investor

Kalau anda bertanya bagaimana cara mencari investor, anda harus tahu bahwa salah satu faktor terpenting yang dipertimbangkan oleh investor adalah ROI atau Return on Investment.

Apa itu ROI? Pengertian Return on Investment adalah sejumlah uang yang diperoleh investor sebagai keuntungan dalam investasi. ROI biasanya ditunjukkan sebagai presentase investasi total tahunan.Angka dalam ROI ini bisa membantu membuat perbandingan keuntungan yang bisa diperoleh bagi investor secara cepat. Misalkan ada dua peluang usaha, yang satu berinvestasi pada perusahaan “X” dan yang satunya berinvestasi pada saham.

Dengan ROI, si investor ini bisa memilih mana yang menghasilkan keuntungan terbesar dari uang mereka. Apakah berinvestasi di perusahaan “X” tersebut, atau mereka memilih berinvestasi pada saham. Semakin tinggi ROI-nya, semakin baik. Jadi apabila anda membutuhkan seorang investor, angka ROI inilah yang mereka lihat.

Ada beberapa faktor dasar yang menentukan ROI dari sebuah investasi. Faktor dasar tersebut adalah :

  1. Semua biaya finansial, termasuk investasi awal dan investasi berikutnya.

  2. Semua perolehan finansial, termasuk peningkatan dana (jika ada) dari investasi dan kembalinya uang investor.

  3. Periode waktu, yaitu seberapa lama waktu yang diperlukan untuk memperoleh keuntungan.

  4. Keuntungan non finansial dalam investasi, seperti kepuasan yang diperoleh dengan berpartisipasi dalam perkembangan perusahaan baru.


Saya akan beri contoh agar anda bisa mudah memahaminya. Misalkan anda adalah seorang investor yang sedang mempertimbangkan untuk berinvestasi di satu dari dua perusahaan, sebut saja perusahaan A dan perusahaan B.

  1. Perusahaan A : Investasi 50 juta, diperkirakan kembali sejumlah 100 juta dalam waktu 2 tahun.

  2. Perusahaan B : Investasi 150 juta, diperkirakan kembali sejumlah 300 juta dalam waktu 4 tahun.


Pada contoh di atas, manakah investasi yang lebih baik?

Kita bahas pelan-pelan. Pertama, perusahaan A akan menghasilkan keuntungan 50 juta. Ingat, modal anda 50 juta. Sedangkan perusahaan B akan menghasilkan keuntungan 150 juta, karena anda telah menanam modal 150 juta.Dilihat sekilas, investasi di perusahaan B akan menghasilkan keuntungan yang lebih besar bagi anda, yaitu 150 juta rupiah. Tetapi dikarenakan panjang waktu yang diperlukan sebelum investasi di perusahaan B terbayar, ROI sederhana di perusahaan A sebenarnya lebih tinggi :

  1. Perusahaan A : kembali 200% dalam 2 tahun atau 100% ROI per tahun.

  2. Perusahaan B : kembali 200% dalam 4 tahun atau 50% ROI per tahun.


Ingat, tadi di atas kita sudah bahas bahwa semakin tinggi prosentase ROI semakin baik. Jadi, ROI perusahaan A lebih baik karena lebih tinggi dari ROI perusahaan B, walaupun keuntungannya lebih sedikit.

Maka dari itu, ROI anda harus tinggi. Siapapun investor anda, ROI inilah yang harus anda kedepankan. Meskipun si investor itu teman atau saudara anda. Jangan mentang-mentang karena saudara atau teman anda, anda meremehkan ROI anda.Hanya saja, anda harus berhati-hati jika memilih teman, keluarga atau kerabat sebagai investor anda. Silahkan anda membaca artikel saya tentang jika teman atau saudara menjadi investor. Ada beberapa hal yang harus anda perhatikan.

Satu lagi, selain ROI yang harus anda perhatikan, anda juga harus sabar dalam mencari investor. Kesabaran juga merupakan kunci sukses dalam mencari investor.

Yang penting, dalam diri anda selalu tertanam sikap positif apabila ternyata investor yang anda harapkan belum bersedia mendanai bisnis anda. Sikap positif inilah yang membuat anda bisa termasuk dalam karakteristik pengusaha sukses.

Syarat Pengusaha : Pahami Istilah Laporan Keuangan Laba Rugi

Salah satu keahlian yang harus anda punyai sebagai seorang pengusaha adalah mampu membaca laporan laba rugi perusahaan.Tujuannya adalah supaya anda bisa mengetahui berapa total penjualan produk anda, berapa pengeluaran perusahaan anda, berapa laba kotor anda dan tentunya berapa laba bersih perusahaan anda, kalau perusahaan anda untung.

Tapi untuk postingan saya kali ini, saya hanya akan membahas istilah-istilah penting apa saja yang terdapat pada laporan keuangan laba rugi.Dan bagi anda yang sudah paham tentang istilah-istilah laporan keuangan laba rugi  tersebut, tidak ada salahnya anda tetap membacanya. Siapa tahu dengan mengulangi membaca artikel ini, anda semakin hapal.

Atau jika saya ada yang salah, anda bisa langsung koreksi kesalahan saya. Maklum, saya juga paling benci dengan laporan keuangan, apalagi laporan neraca perusahaan. Pengennya cuman lihat angka yang paling bawah, “Berapa ya laba perusahaan saya bulan ini?”

  1. Harga Pokok Penjualan (HPP)
    HPP ini bisa dibagi menjadi dua pengertian. Kalau pada bisnis eceran atau agen, HPP adalah total harga yang harus anda bayarkan untuk produk yang anda jual selama periode laporan, ditambah dengan biaya pengiriman produk dari tempat dimana anda beli ke toko anda. Sedangkan apabila anda bergerak di bidang manufaktur, HPP adalah nilai sediaan awal ditambah pembelian, biaya pengiriman, bahan, tenaga kerja dan biaya tetap atau overhead. Setelah itu anda kurangi dengan sediaan akhir.

  2. Pengeluaran
    Dalam laporan keuangan laba rugi, yang termasuk biaya menjalankan usaha, meliputi beberapa item seperti upah, telepon, biaya penyusutan, promosi dan lain-lain.

  3. Dividen
    Dividen adalah bagian dari pendapatan perusahaan yang anda bayarkan (jika anda pengelola) atau anda bagikan kepada para pemegang saham dengan nilai tertentu per saham. Nilainya tergantung berapa besarnya saham yang ditanam oleh masing-masing investor beserta kesepakatan prosentase pembagiannya.

  4. Laba Kotor
    Laba kotor adalah laba sebelum dipotong pengeluaran, pajak serta biaya-biaya lainnya.

  5. Pendapatan Bersih
    Jumlah uang anda yang tersisa setelah dikurangi seluruh tagihan anda serta pajak.

  6. Laba Bersih
    Dalam beberapa buku yang membahas tentang laporan keuangan laba rugi, laba bersih dibedakan dengan pendapatan bersih. Laba bersih adalah laba anda sebelum dipotong pajak.

  7. Penjualan Bersih
    Penjualan bersih adalah total semuan uang yang anda hasilkan dari seluruh penjualan anda dikurangi dengan pengembalian (jika ada konsumen anda yang retur barang anda), penyisihan (allowance), diskon serta potongan harga atau rabat.

  8. Laba Ditahan
    Adalah bagian dari pendapatan bersih perusahaan anda yang tidak anda bayarkan atau anda bagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen. Laba ditahan tersebut biasanya diinvestasikan atau ditanamkan kembali ke dalam perusahaan dan nilainya  anda akumulasikan selama umur hidup perusahaan anda.


Satu tips dari saya, kalau anda masih bingung tentang istilah dalam laporan keuangan laba rugi, tanyakan saja ke tetangga anda yang sekolah di SMK. Kalau nggak ada, cari mereka. Karena biasanya mereka sangat paham dengan laporan keuangan laba rugi tersebut.

Dan yang paling penting, biayanya relatif murah dibandingkan jika anda hanya sekedar bertanya-tanya masalah istilah laporan keuangan laba rugi dengan konsultan keuangan. Ok, seperti biasa, ada yang mau menambahkan?

Syarat Pengusaha : Pahami Istilah Laporan Keuangan Laba Rugi

Salah satu keahlian yang harus anda punyai sebagai seorang pengusaha adalah mampu membaca laporan laba rugi perusahaan.Tujuannya adalah supaya anda bisa mengetahui berapa total penjualan produk anda, berapa pengeluaran perusahaan anda, berapa laba kotor anda dan tentunya berapa laba bersih perusahaan anda, kalau perusahaan anda untung.

Tapi untuk postingan saya kali ini, saya hanya akan membahas istilah-istilah penting apa saja yang terdapat pada laporan keuangan laba rugi.Dan bagi anda yang sudah paham tentang istilah-istilah laporan keuangan laba rugi  tersebut, tidak ada salahnya anda tetap membacanya. Siapa tahu dengan mengulangi membaca artikel ini, anda semakin hapal.

Atau jika saya ada yang salah, anda bisa langsung koreksi kesalahan saya. Maklum, saya juga paling benci dengan laporan keuangan, apalagi laporan neraca perusahaan. Pengennya cuman lihat angka yang paling bawah, “Berapa ya laba perusahaan saya bulan ini?”

  1. Harga Pokok Penjualan (HPP)
    HPP ini bisa dibagi menjadi dua pengertian. Kalau pada bisnis eceran atau agen, HPP adalah total harga yang harus anda bayarkan untuk produk yang anda jual selama periode laporan, ditambah dengan biaya pengiriman produk dari tempat dimana anda beli ke toko anda. Sedangkan apabila anda bergerak di bidang manufaktur, HPP adalah nilai sediaan awal ditambah pembelian, biaya pengiriman, bahan, tenaga kerja dan biaya tetap atau overhead. Setelah itu anda kurangi dengan sediaan akhir.

  2. Pengeluaran
    Dalam laporan keuangan laba rugi, yang termasuk biaya menjalankan usaha, meliputi beberapa item seperti upah, telepon, biaya penyusutan, promosi dan lain-lain.

  3. Dividen
    Dividen adalah bagian dari pendapatan perusahaan yang anda bayarkan (jika anda pengelola) atau anda bagikan kepada para pemegang saham dengan nilai tertentu per saham. Nilainya tergantung berapa besarnya saham yang ditanam oleh masing-masing investor beserta kesepakatan prosentase pembagiannya.

  4. Laba Kotor
    Laba kotor adalah laba sebelum dipotong pengeluaran, pajak serta biaya-biaya lainnya.

  5. Pendapatan Bersih
    Jumlah uang anda yang tersisa setelah dikurangi seluruh tagihan anda serta pajak.

  6. Laba Bersih
    Dalam beberapa buku yang membahas tentang laporan keuangan laba rugi, laba bersih dibedakan dengan pendapatan bersih. Laba bersih adalah laba anda sebelum dipotong pajak.

  7. Penjualan Bersih
    Penjualan bersih adalah total semuan uang yang anda hasilkan dari seluruh penjualan anda dikurangi dengan pengembalian (jika ada konsumen anda yang retur barang anda), penyisihan (allowance), diskon serta potongan harga atau rabat.

  8. Laba Ditahan
    Adalah bagian dari pendapatan bersih perusahaan anda yang tidak anda bayarkan atau anda bagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk dividen. Laba ditahan tersebut biasanya diinvestasikan atau ditanamkan kembali ke dalam perusahaan dan nilainya  anda akumulasikan selama umur hidup perusahaan anda.


Satu tips dari saya, kalau anda masih bingung tentang istilah dalam laporan keuangan laba rugi, tanyakan saja ke tetangga anda yang sekolah di SMK. Kalau nggak ada, cari mereka. Karena biasanya mereka sangat paham dengan laporan keuangan laba rugi tersebut.

Dan yang paling penting, biayanya relatif murah dibandingkan jika anda hanya sekedar bertanya-tanya masalah istilah laporan keuangan laba rugi dengan konsultan keuangan. Ok, seperti biasa, ada yang mau menambahkan?

Jangan Phobia dengan Biaya Tetap dan Biaya Variabel!

GRAFIKSeorang pengusaha harus paham masalah arus kas. Arus kas adalah pondasi paling dasar dari sebuah bangunan bisnis. Begitu arus kas hancur, mekanisme keseluruhan bisnis akan rontok satu persatu.Pengetahuan dan pengendalian terhadap arus kas juga merupakan kunci utama jika anda mencari investor. Padahal bagi sebagian besar pengusaha, arus kas merupakan momok tersendiri.

Siapa yang nggak pusing dengan deretan angka-angka yang njlimet? Maka dari itu, saya akan terangkan dengan pembahasan yang sederhana. Tujuannya adalah agar anda tahu bagaimana cara membaca arus kas. Kalau masalah bikinnya, serahkan pada ahlinya.

Seperti saran saya yang sudah-sudah, anda bisa pekerjakan orang atau meng-hire konsultan keuangan. Yang penting anda tahu intinya. Nggak perlu repot-repot sampai tahu cara membuat laporannya.

Ok, kita mulai. Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui perihal arus kas ini. Pada postingan edisi terdahulu, saya telah membahas masalah fungsi utama neraca. Sekarang saya akan bahas bagian dari pelajaran arus kas lainnya yang tidak kalah penting, yaitu biaya. Apa itu biaya?Kata mbak Peni R. Pramono dalam buku seri UKM-nya, biaya adalah semua yang anda keluarkan untuk sebuah proyek. Contohnya jika anda mempunyai usaha kedai makanan, beli es batu, beli buah segar, beli bahan baku makanan atau membayar upah karyawan anda adalah biaya. Simpel sebenarnya kan?

Nah, jenis biaya ini banyak. Ada biaya tetap, biaya variabel, biaya incremental, biaya langsung, biaya tidak langsung, dan sebagainya. Yang akan saya bahas sekarang hanya 2 saja, yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Ntar ndak tambah mumet kalau kebanyakan…

BIAYA TETAP


Bahasa kerennya fixed cost. Biaya tetap adalah biaya yang umumnya selalu konstan, bahkan di masa sulit. Biaya tetap tidak terpengaruh oleh perubahan-perubahan dalam aktivitas operasi sampai pada kondisi tertentu, kondisi dimana sesuai dengan kapasitas yang tersedia. Bingung ya? Saya juga, ho..ho..ho..Saya kasih contoh saja, oke? Misalkan anda punya usaha toko komputer. Biaya untuk menggaji karyawan yang jaga toko adalah 500 ribu per bulan. Mau yang beli komputer dalam sehari ada 10 orang atau nggak ada yang beli sama sekali, biaya yang harus anda keluarkan tidak berubah, yaitu 500 ribu buat menggaji karyawan anda yang jaga toko tadi. Oleh sebab itu 500 ribu tadi disebut biaya tetap. Sudah paham kan?

BIAYA VARIABEL


Biaya variabel atau juga disebut variable cost adalah biaya yang umumnya berubah-rubah sesuai dengan volume bisnis. Makin besar volume penjualan anda, makin besar pula biaya yang harus anda keluarkan. Kalau contoh yang gampang, biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja dalam pembuatan sebuah produk adalah biaya variabel.

Sekarang saya jelaskan dengan contoh kasus saja ya. Biar enak memahaminya. Anda tahu baglog? Baglog itu bibit media tanam jamur tiram. Jelasnya bisa anda baca artikel saya tentang usaha jamur tiram.

Misalkan pembuatan sebuah baglog membutuhkan biaya 1500 rupiah untuk bahan bakunya dan 500 rupiah untuk tenaga kerja yang membuatnya.Maka biaya variabel dari baglog tersebut adalah 2 ribu rupiah per unitnya. Total biaya variabelnya bisa berubah-ubah, bergantung berapa banyak baglog yang bisa dibuat oleh si buruh.

Bila si buruh ternyata bisa membuat 10 baglog, maka total biayanya adalah Rp. 2.000,00 x 10 unit = Rp. 20.000,00. Kalau cuman bisa buat satu biji ya biaya variabelnya hanya Rp. 2.000,00 x 1 unit = Rp. 2.000,00. Biaya ini yang dikatakan biaya variabel, karena berubah-ubah tergantung pada volume bisnis tersebut.

Kemudian, apa gunanya kita tahu biaya tetap dan biaya variabel? Salah satunya adalah jika anda hendak menghitung berapa titik impas usaha anda, anda perlu memasukkan rumus titik impas dengan biaya tetap dan biaya variabel. Yang paling klasik ya buat mendukung pembuatan laporan laba rugi.

Atau jika anda ingin mengganti sistem operasi yang sudah berjalan dengan yang baru. Sepanjang rentang aktivitasnya tidak berbeda jauh, anda bisa pakai biaya variabel ini buat pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Sudah jelas kan sekarang apa beda biaya variabel dengan biaya tetap. Kalau belum jelas cari aja sumber yang lain ya. Kalau mau nanya ke saya, jangan yang rumit-rumit.

Jangan Phobia dengan Biaya Tetap dan Biaya Variabel!

GRAFIKSeorang pengusaha harus paham masalah arus kas. Arus kas adalah pondasi paling dasar dari sebuah bangunan bisnis. Begitu arus kas hancur, mekanisme keseluruhan bisnis akan rontok satu persatu.Pengetahuan dan pengendalian terhadap arus kas juga merupakan kunci utama jika anda mencari investor. Padahal bagi sebagian besar pengusaha, arus kas merupakan momok tersendiri.

Siapa yang nggak pusing dengan deretan angka-angka yang njlimet? Maka dari itu, saya akan terangkan dengan pembahasan yang sederhana. Tujuannya adalah agar anda tahu bagaimana cara membaca arus kas. Kalau masalah bikinnya, serahkan pada ahlinya.

Seperti saran saya yang sudah-sudah, anda bisa pekerjakan orang atau meng-hire konsultan keuangan. Yang penting anda tahu intinya. Nggak perlu repot-repot sampai tahu cara membuat laporannya.

Ok, kita mulai. Ada beberapa hal yang perlu anda ketahui perihal arus kas ini. Pada postingan edisi terdahulu, saya telah membahas masalah fungsi utama neraca. Sekarang saya akan bahas bagian dari pelajaran arus kas lainnya yang tidak kalah penting, yaitu biaya. Apa itu biaya?Kata mbak Peni R. Pramono dalam buku seri UKM-nya, biaya adalah semua yang anda keluarkan untuk sebuah proyek. Contohnya jika anda mempunyai usaha kedai makanan, beli es batu, beli buah segar, beli bahan baku makanan atau membayar upah karyawan anda adalah biaya. Simpel sebenarnya kan?

Nah, jenis biaya ini banyak. Ada biaya tetap, biaya variabel, biaya incremental, biaya langsung, biaya tidak langsung, dan sebagainya. Yang akan saya bahas sekarang hanya 2 saja, yaitu biaya tetap dan biaya variabel. Ntar ndak tambah mumet kalau kebanyakan…

BIAYA TETAP


Bahasa kerennya fixed cost. Biaya tetap adalah biaya yang umumnya selalu konstan, bahkan di masa sulit. Biaya tetap tidak terpengaruh oleh perubahan-perubahan dalam aktivitas operasi sampai pada kondisi tertentu, kondisi dimana sesuai dengan kapasitas yang tersedia. Bingung ya? Saya juga, ho..ho..ho..Saya kasih contoh saja, oke? Misalkan anda punya usaha toko komputer. Biaya untuk menggaji karyawan yang jaga toko adalah 500 ribu per bulan. Mau yang beli komputer dalam sehari ada 10 orang atau nggak ada yang beli sama sekali, biaya yang harus anda keluarkan tidak berubah, yaitu 500 ribu buat menggaji karyawan anda yang jaga toko tadi. Oleh sebab itu 500 ribu tadi disebut biaya tetap. Sudah paham kan?

BIAYA VARIABEL


Biaya variabel atau juga disebut variable cost adalah biaya yang umumnya berubah-rubah sesuai dengan volume bisnis. Makin besar volume penjualan anda, makin besar pula biaya yang harus anda keluarkan. Kalau contoh yang gampang, biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja dalam pembuatan sebuah produk adalah biaya variabel.

Sekarang saya jelaskan dengan contoh kasus saja ya. Biar enak memahaminya. Anda tahu baglog? Baglog itu bibit media tanam jamur tiram. Jelasnya bisa anda baca artikel saya tentang usaha jamur tiram.

Misalkan pembuatan sebuah baglog membutuhkan biaya 1500 rupiah untuk bahan bakunya dan 500 rupiah untuk tenaga kerja yang membuatnya.Maka biaya variabel dari baglog tersebut adalah 2 ribu rupiah per unitnya. Total biaya variabelnya bisa berubah-ubah, bergantung berapa banyak baglog yang bisa dibuat oleh si buruh.

Bila si buruh ternyata bisa membuat 10 baglog, maka total biayanya adalah Rp. 2.000,00 x 10 unit = Rp. 20.000,00. Kalau cuman bisa buat satu biji ya biaya variabelnya hanya Rp. 2.000,00 x 1 unit = Rp. 2.000,00. Biaya ini yang dikatakan biaya variabel, karena berubah-ubah tergantung pada volume bisnis tersebut.

Kemudian, apa gunanya kita tahu biaya tetap dan biaya variabel? Salah satunya adalah jika anda hendak menghitung berapa titik impas usaha anda, anda perlu memasukkan rumus titik impas dengan biaya tetap dan biaya variabel. Yang paling klasik ya buat mendukung pembuatan laporan laba rugi.

Atau jika anda ingin mengganti sistem operasi yang sudah berjalan dengan yang baru. Sepanjang rentang aktivitasnya tidak berbeda jauh, anda bisa pakai biaya variabel ini buat pertimbangan dalam mengambil keputusan.

Sudah jelas kan sekarang apa beda biaya variabel dengan biaya tetap. Kalau belum jelas cari aja sumber yang lain ya. Kalau mau nanya ke saya, jangan yang rumit-rumit.

Biasakan Menghitung Titik Impas Agar Usaha Anda Aman

Salah satu hal yang sering dilupakan oleh pengusaha baru adalah meng-analisa titik impas. Bahasa lainnya adalah menghitung break even point atau menghitung BEP. Saya akan cerita sedikit.

Dulu, waktu saya masih bergerak di usaha distribusi deterjen, yang saya pikirkan pertama adalah bagaimana caranya mendapatkan untung. Pokok’e piye carane ben bathi bahasa Jawa-nya.Kemudian hari demi hari, waktu demi waktu dan bulan demi bulan kami terus berusaha untuk tetap untung, nggak rugi.

Sampai pada sebuah titik dimana kami merasa kelelahan karena untung besar yang kami harap-harapkan kok tidak datang jua. Akhirnya kami berpikiran bahwa usaha kami ini rugi.

Padahal, ada satu titik dimana usaha kita ini masih tetap bisa berjalan terus walaupun belum mendapatkan keuntungan. Titik itu dinamakan titik impas, titik dimana usaha kita tidak untung, tapi juga tidak rugi.

Di titik inilah anda bisa sedikit bernafas lega. Anda tetap bisa mempertahankan usaha anda untuk terus berjalan, sembari menunggu keuntungan datang menghampiri anda.

Lalu bagaimana caranya menghitung titik impas? Ada 2 cara menghitung titik impas. Satu dengan cara matematis, satunya lagi dengan cara grafik. Yang akan saya bahas sekarang adalah dengan cara matematis saja.

BEP dengan cara matematis ini dibagi menjadi 2, yaitu BEP dalam rupiah dan BEP dalam jumlah atau unit.

  1. BEP atau titik impas dalam unit.
    Rumusnya : BEP =  Biaya Tetap : (Harga Jual Per Unit : Biaya Variabel Rata-Rata)

  2. BEP atau titik impas dalam rupiah.
    Rumusnya : BEP = Biaya Tetap Total : 1 – (Biaya Variabel Rata-Rata : Harga Jual Per Unit)


Biar gampang memahaminya, anda bisa lihat contoh di bawah ini. Tapi sebelumnya, silahkan anda pahami dulu apa itu biaya tetap dan apa itu biaya variabel.

Penting bagi anda untuk mengetahui dan memahaminya sebelum anda menghitung BEP. Nggak susah kok, beneran. Saran saya, jangan melanjutkan membaca artikel ini kalau anda belum tahu apa itu biaya variabel dan apa itu biaya tetap. Silahkan klik di sini untuk membacanya.Sekarang masuk ke contoh kasus. Enaknya ambil contoh usaha yang mana? Usaha kedai makan, usaha jamur tiram atau usaha jus buah? Kayaknya yang enak usaha jus buah saja ya.

Ok, misalkan anda jualan macam-macam jus buah. Biaya tetap yang anda keluarkan adalah 250 ribu rupiah. Biaya variabelnya sebesar 3 ribu rupiah per unit.

Kemudian anda berencana menjual macam-macam jus buah tersebut dengan harga 5 ribu rupiah per gelas. Maka titik impas atau BEP-nya adalah :

  1. BEP (dalam unit) = 250.000 : (5.000 – 3.000) = 125 unit.

  2. BEP (dalam rupiah) = 250.000 : 1 – (3.000 : 5.000) = 625000 rupiah.


So, anda harus berjualan jus buah sebanyak 125 gelas atau menjual sebesar 625 ribu rupiah agar anda mencapai titik impas. Maksudnya adalah 125 gelas atau 625 ribu rupiah tadi sudah bisa anda gunakan buat bayar semua pengeluaran usaha jus anda tanpa anda harus rugi.

Dan apabila anda mampu menjual 126 gelas, berarti yang satu gelas tadilah keuntungan anda. Paham kan?

Kesimpulannya adalah apapun tipe bisnis anda, di awal anda melangkah, usahakan selalu menghitung berapa titik impas atau BEP produk anda. Jadi anda sudah punya bayangan, oo…harus jual segini tho agar usahaku aman. Atau oo…harus dapat pemasukan segini buat bisa jalan lagi.

Baru setelah itu anda masuk ke target kedua, yaitu memperbesar penjualan anda alias berapa besarnya keuntungan yang akan anda kejar. Mudah kan? Lha terus saya makannya dari mana mas kalau saya hanya bisa jualan sampai titik impas? Kan saya nggak untung walaupun nggak rugi…

Wah, kalau pertanyaannya seperti itu, pintar-pintarnya anda lah. Saya dulu waktu belum untung, pernah sampai bantuin usaha taksi motor mas Yanuar biar bisa buat dapur ngebul…ha..ha..ha..

 

 

Biasakan Menghitung Titik Impas Agar Usaha Anda Aman

Salah satu hal yang sering dilupakan oleh pengusaha baru adalah meng-analisa titik impas. Bahasa lainnya adalah menghitung break even point atau menghitung BEP. Saya akan cerita sedikit.

Dulu, waktu saya masih bergerak di usaha distribusi deterjen, yang saya pikirkan pertama adalah bagaimana caranya mendapatkan untung. Pokok’e piye carane ben bathi bahasa Jawa-nya.Kemudian hari demi hari, waktu demi waktu dan bulan demi bulan kami terus berusaha untuk tetap untung, nggak rugi.

Sampai pada sebuah titik dimana kami merasa kelelahan karena untung besar yang kami harap-harapkan kok tidak datang jua. Akhirnya kami berpikiran bahwa usaha kami ini rugi.

Padahal, ada satu titik dimana usaha kita ini masih tetap bisa berjalan terus walaupun belum mendapatkan keuntungan. Titik itu dinamakan titik impas, titik dimana usaha kita tidak untung, tapi juga tidak rugi.

Di titik inilah anda bisa sedikit bernafas lega. Anda tetap bisa mempertahankan usaha anda untuk terus berjalan, sembari menunggu keuntungan datang menghampiri anda.

Lalu bagaimana caranya menghitung titik impas? Ada 2 cara menghitung titik impas. Satu dengan cara matematis, satunya lagi dengan cara grafik. Yang akan saya bahas sekarang adalah dengan cara matematis saja.

BEP dengan cara matematis ini dibagi menjadi 2, yaitu BEP dalam rupiah dan BEP dalam jumlah atau unit.

  1. BEP atau titik impas dalam unit.
    Rumusnya : BEP =  Biaya Tetap : (Harga Jual Per Unit : Biaya Variabel Rata-Rata)

  2. BEP atau titik impas dalam rupiah.
    Rumusnya : BEP = Biaya Tetap Total : 1 – (Biaya Variabel Rata-Rata : Harga Jual Per Unit)


Biar gampang memahaminya, anda bisa lihat contoh di bawah ini. Tapi sebelumnya, silahkan anda pahami dulu apa itu biaya tetap dan apa itu biaya variabel.

Penting bagi anda untuk mengetahui dan memahaminya sebelum anda menghitung BEP. Nggak susah kok, beneran. Saran saya, jangan melanjutkan membaca artikel ini kalau anda belum tahu apa itu biaya variabel dan apa itu biaya tetap. Silahkan klik di sini untuk membacanya.Sekarang masuk ke contoh kasus. Enaknya ambil contoh usaha yang mana? Usaha kedai makan, usaha jamur tiram atau usaha jus buah? Kayaknya yang enak usaha jus buah saja ya.

Ok, misalkan anda jualan macam-macam jus buah. Biaya tetap yang anda keluarkan adalah 250 ribu rupiah. Biaya variabelnya sebesar 3 ribu rupiah per unit.

Kemudian anda berencana menjual macam-macam jus buah tersebut dengan harga 5 ribu rupiah per gelas. Maka titik impas atau BEP-nya adalah :

  1. BEP (dalam unit) = 250.000 : (5.000 – 3.000) = 125 unit.

  2. BEP (dalam rupiah) = 250.000 : 1 – (3.000 : 5.000) = 625000 rupiah.


So, anda harus berjualan jus buah sebanyak 125 gelas atau menjual sebesar 625 ribu rupiah agar anda mencapai titik impas. Maksudnya adalah 125 gelas atau 625 ribu rupiah tadi sudah bisa anda gunakan buat bayar semua pengeluaran usaha jus anda tanpa anda harus rugi.

Dan apabila anda mampu menjual 126 gelas, berarti yang satu gelas tadilah keuntungan anda. Paham kan?

Kesimpulannya adalah apapun tipe bisnis anda, di awal anda melangkah, usahakan selalu menghitung berapa titik impas atau BEP produk anda. Jadi anda sudah punya bayangan, oo…harus jual segini tho agar usahaku aman. Atau oo…harus dapat pemasukan segini buat bisa jalan lagi.

Baru setelah itu anda masuk ke target kedua, yaitu memperbesar penjualan anda alias berapa besarnya keuntungan yang akan anda kejar. Mudah kan? Lha terus saya makannya dari mana mas kalau saya hanya bisa jualan sampai titik impas? Kan saya nggak untung walaupun nggak rugi…

Wah, kalau pertanyaannya seperti itu, pintar-pintarnya anda lah. Saya dulu waktu belum untung, pernah sampai bantuin usaha taksi motor mas Yanuar biar bisa buat dapur ngebul…ha..ha..ha..