Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label KELINCI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KELINCI. Tampilkan semua postingan
Senin, 30 April 2012

Tips Memelihara Kelinci Untuk Pemula


  1. Jangan membeli kelinci anakan di bawah umur 2 bulan. Itu akan mengakibatkan kelinci mudah mati karena kekebalan tubuhnya rentan.

  2. Kelinci di petshop atau pinggir jalan sering dikatakan umur 1 bulan, bahkan ada yang bilang 2 bulan. Kita tidak tahu betul akan hal itu sebab kita tidak menerima kalender kelahiran. Para pedagang sering berbohong dengan mengatakan kelinci umur 1 bulan, padahal kecil-kecil, biasanya baru umur 20-25 hari. Kalau 2 bulan saja tidak diperbolehkan dibeli, maka 1 bulan jelas lebih gawat.

  3. Kelinci di bawah umur 3 bulan sangat rawan dibawa pergi jauh melewati 100 km perjalanan.

  4. Jangan percaya kelinci tidak boleh dikasih air minum. Semua makhluk hidup butuh air minum, terlebih kelinci anakan yang baru saja dipisahkan dari induknya.

  5. Jangan percaya bahwa kelinci kebutuhan air minumnya cukup dari rumput. Itu kacau, sebab rumput layu kadar airnya sangat minim sementara kebutuhan untuk melancarkan pencernaan dengan air dan kebutuhan kencing sangat banyak. Air putih matang atau mentah sangat dibutuhkan kelinci.

  6. Kangkung bukan pakan terbaik. Setiap pohon berjenis berbambu berpotensi menyimpan gas. Jangan terkecoh pada kesukaan kelinci. Kelinci suka kangkung karena lapar dan tidak ada pakan lain. Kalau sudah lapar apapun jadi.

  7. Kangkung dan kubis menyimpan potensi gas yang tinggi dan mengakibatkan air kencing bau (amoniak).

  8. Jangan percaya bahwa musim hujan banyak mengakibatkan kematian. Bukan soal musim hujannya, tetapi kelembabab dan kebersihan yang jadi masalah. Kalau bisa ditangani secara baik dijamin tidak akan banyak kematian.

  9. Pakan kelinci adalah rumput. Anak kelinci di bawah 3 bulan lebih cocok rumput ketimbang pelet. Pemberian pelet (atau pakan padat lain) seperti ampas tahu atau bekatul boleh tetapi hanya sedikit. Baru setelah umur 2,5 bulan boleh lebih banyak (sekitar 50 gram) sedang kelinci di atas 3 bulan bisa 100gram per hari. Kelinci anak lebih cocok rumput karena sistem pencernaannya masih labil. Kalau banyak pelet jadi berat, terlebih jika tidak diberi air minum.

  10. Penyebab kudis/budugen hanya satu sebab, yakni karena kandang jorok. Kuku kelinci yang sering menginjak kotoran biasanya menularkan penyakit kudis itu ke telinga. Solusi kebersihan sebagai syarat mutlak. Kaki/kuku kelinci perlu dibersihkan dengan air hangat supaya kuman/kutu pada mati. Kalau perlu dipotong kukunya biar lebih aman.

  11. Wortel (bersih) sangat baik bagi Kelinci Anakan maupun kelinci dewasa. Gizi wortel tinggi sehingga anakan kelinci pun sangat perlu memakan wortel. Hindari wortel kotor dan busuk sebab bisa jadi penyakit pencernaan.

  12. Jangan percaya bahwa kelinci anakan bisa dibawa pergi jauh. Itu akan membuat celaka sebab kelinci anakan di bawah 2 bulan masih sangat rawan stres. Stres mengakibatkan pencernaan terganggu, terlebih jika kurang air minum dan kurang serat (rumput).

  13. Jangan percaya air membuat kelinci mati. Itu teori bodoh. Bukan airnya yang membuat mati, melainkan karena penyakit. Penyakit kelinci yang ditimbulkan oleh bateri, protozoa atau kuman bisa muncul dari mana saja. Termasuk air. Pastikan air itu bersih. Kalau kena kotoran segera ganti yang bersih.

  14. Jangan percaya setiap jenis kelinci yang dijual umum itu keturunan ras murni. Kita tidak tahu soal kawin silang. Pada umur 1 bulan kelinci bisa jadi nampak murni, tetapi pada dewasa kelak jenisnya jadi aneh-aneh. Biasanya sudah terjadi perkawinan silang. Kalau mau dapat bibit yang baik sesuai keinginan mesti melihat induknya langsung.

  15. Jangan membawa kelinci di perjalanan dengan kardus sebab kardus menimbulkan panas dan sumpek. Banyak kejadian kelinci pada mati. Kalaupun hidup hanya beberapa hari selanjutnya mati karena pengaruh banyak hal, seperti stress dipisah dari induk, perjalanan jauh, dehidrasi (kekurangan air) atau stres karena kepadatan kelinci.


Berikut ini kaidah dasar kandang yang baik untuk kelinci di Indonesia.

  1. Kandang boleh dengan sistem bersusun. Tetapi pada prakteknya sistem susun untuk tujuan efektivitas ruangan ini sering menjadi boomerang. Dengan modal kandang kayu dan mentalitas kebersihan yang minim akhir-akhir ini kita lihat kotoran menumpuk di kandang. Banyak peternak yang menginginkan kebersihan, tetapi karena sulit membersihkan lalu kotoran pun menumpuk. Tak heran kalau banyak kelinci yang terkena kudis dan gampang terkena bakteri jahat saat udara lembab. Karena itu sebaiknya jangan membuat kandang bersusun. Sistem kandang bersusun sering kali menurunkan kotoran (feses dan urine) kelinci yang berada di atasnya ke kandang kelinci bawah, bahkan tak jarang masuk ke tempat pakan. Ini sangat berbahaya.

  2. Kandang lebar lebih baik untuk menghindari kelembaban dan kenyamanan kelinci. Jangan sering meniru kandang orang-orang kota atau penghobi yang miskin lahan sehingga menciptakan penjara buat kelinci dengan luas kandang yang sangat minim. Semakin luas semakin baik. Minimal 4x ukuran besar kelinci. Jangan paksa dengan logika curang manusia dengan alasan tidak punya lahan luas tetapi ingin memelihara banyak lantas memaksa kandang bersusun dan berdesak-desakan. Cepat atau lambat hal iini akan mencelakakan kelinci.

  3. Buat alas yang kuat dan tidak bergoyang karena injakan. Itu akan membuat tidak nyaman kelinci. Lebih fatal lagi jika sampai kejepit, bisa mengakibatkan patah kaki.

  4. Alas kandang sebaiknya bisa dicopot sehingga setiap pagi kita bisa mengganti dengan alas kandang lain. Dengan begitu kita bisa mencuci di luar kandang; lebih efektif mencuci dengan sabun dan bisa langsung dijemur. Ini adalah pola sehat yang harus dilakukan.

  5. Buat celah lubang pada dua alas di sudut belakang untuk tempat pipis dan berak. Dengan begitu kita bisa menghindari tumpukan kotoran. Ingat, jika kotoran menumpuk lewat sehari saja, belakang atau bakteri akan hidup berkembang di situ. Jika kuku kelinci terkena itu biasanya nanti penyakit kudis, bahkan jika tertelan akan mengakibatkan penyakit pencernaan yang gawat. Anak-anak kelinci sering menjadi korban dalam hal ini.

  6. Kandang tidak boleh berlubang besar sebab bisa dimasuki tikus. Jika tikus bisa masuk, celakalah anak-anak kelinci yang baru lahir itu. Kandang celah lebar hanya diperbolehkan manakala kita yakin tidak ada ancaman tikus. Jika anak kelinci Anda sampai dimakan tikus yakinlah bahwa diri pikiran Anda kalah cerdik dengan pikiran tikus.

  7. Tinggi kandang tidak boleh pendek sebab salahsatu kesehatan kelinci juga ditentukan oleh seringnya berdiri. Buatlah ruang yang tinggi untuk kelinci. Jika ukuran panjang kelinci mencapai 50 Cm, maka kita harus membuat tinggi kandang 60 cm.

  8. Jarak tinggi antara alas kandang dengan tanah usahakan minimal 40 Cm. Dengan begitu kelinci jauh dari kotoran.

  9. Buatlah ruangan kandang kelinci senyaman mungkin dengan sikulasi udara yang lancar. Kandang boleh berjajar, tetapi tidak boleh terlalu dekat dalam hal model hadap-hadapan. Pokoknya harus dibuat longgar selonggar-longgarnya. Ingat, penularan penyakit bisa disebabkan oleh sentuhan, udara dan debu.

  10. sinar matahari pagi antara jam 6-8 sangat penting bagi kesehatan kelinci. Buat sinar sehat matahari itu masuk untuk kelinci Anda.

  11. Saat membuat kandang jangan hanya berpikir kokoh dan bagus, tetapi juga harus melihat aspek tepat. Kita lihat banyak kandang bagus bahkan mewah, tetapi pada akhirnya tidak sehat.


do

Kelinci memiliki habibat hewan liar yang gemar bergerak di alam lepas. Sekalipun kelinci domestik sejak lahir tidak memiliki ikatan dengan padang luas, tetapi dari sisi habitat tetap memiliki naluri untuk bebas. Oleh karena itu kandang yang lebar akan lebih baik dibanding kandang sempit.

Ukuran kandang mula-mula ditetapkan dengan  melihat besar-kecilnya kelinci. Kelinci kerdil sedikit berbeda dengan kelinci mini (dwarf), kelinci mini agak berbeda dengan kelinci sedang, dan kelinci sedang pasti jauh berbeda dengan kelinci besar. Ukuran kandang baterai minimal 4 x lipat dari badan kelinci, dan akan lebih baik jika lebih luas.

Kandang untuk betina tentu harus lebih besar dengan kandang kelinci jantan karena pada masa kehamilan kelinci betina butuh olahraga, Pada masa menyusui tempatnya dikurangi untuk kotak sarang, dan pada masa pembesaran kelinci sampai 2 bulan anak-anak butuh tempat yang lebih besar. Ukuran 1 x 1,5 meter untuk kelinci sedang dengan anak 6-8 ekor cukup baik. Ukuran 1,5 x 1,5 akan lebih baik.

Jarak lantai kandang (tempat kotoran) dengan alas kandang minimal 0,5 meter (setengah meter) sebab kotoran(feses dan kencing) kelinci sangat menyenggat dan hidung kelinci sangat tajam. Kelinci tidak suka dengan bau kotoran. Ini bisa kita lihat dari alam lepas di mana ia akan selalu meninggalkan kotoran,-kecuali kotoran lunak (caesotroph). Selain itu kandang yang sumpek dengan kotoran menumpuk akan mudah mengembangkan penyakit. Pada peralihan musim kelembabapan yang bergerak ekstrem sering menimbulkan masalah; seperti pasteurella multocida (dengan gejala sesak nafas, radang paru, rinitis, dll).

Alas kandang untuk kaki kelinci mesti kokoh dan kerenggangan ideal.  Jangan sampai membuat kaki kelinci terjepit dan juga sampai sampai banyak mengakibatkan kotoran lunak (caesotroph) jatuh. Kalau caesotroph jatuh, sangat rugi karena gizi kelinci banyak didapat darinya. Akan lebih baik jika memakai alas rapat, dengan menambah alas jerami atau rumput lapangan yang kering. Kelinci akan lebih nyaman beralaskan tanaman kering, tetapi setiap hari atau beberapa hari sekali mesti dibersihkan dan diganti.

Sebaiknya tidak membuat kandang bersusun karena menyulitkan kebersihan. Kalaupun harus tetap bersusun cukup dua susun dengan jarak renggang lantai 0,5 meter. Pada kandang bersusun tingkat kebersihan mesti lebih serius dibanding dengan kandang yang tidak bertingkat.

Pastikan sirkulasi udara, termasuk sinar matahari pagi masuk dan kebersihan terjaga. Menyampu alas kandang atau lantai kandang adalah kewajiban setiap hari, bahkan setiapkali melihat kotoran mesti cepat-cepat dibersihkan, terutama pada alas kandang tempat berak kelinci. Antiseptik cukup dari sabun cuci. Itu sudah efektif membasmi kuman/bakteri.

Tips Memelihara Kelinci Untuk Pemula


  1. Jangan membeli kelinci anakan di bawah umur 2 bulan. Itu akan mengakibatkan kelinci mudah mati karena kekebalan tubuhnya rentan.

  2. Kelinci di petshop atau pinggir jalan sering dikatakan umur 1 bulan, bahkan ada yang bilang 2 bulan. Kita tidak tahu betul akan hal itu sebab kita tidak menerima kalender kelahiran. Para pedagang sering berbohong dengan mengatakan kelinci umur 1 bulan, padahal kecil-kecil, biasanya baru umur 20-25 hari. Kalau 2 bulan saja tidak diperbolehkan dibeli, maka 1 bulan jelas lebih gawat.

  3. Kelinci di bawah umur 3 bulan sangat rawan dibawa pergi jauh melewati 100 km perjalanan.

  4. Jangan percaya kelinci tidak boleh dikasih air minum. Semua makhluk hidup butuh air minum, terlebih kelinci anakan yang baru saja dipisahkan dari induknya.

  5. Jangan percaya bahwa kelinci kebutuhan air minumnya cukup dari rumput. Itu kacau, sebab rumput layu kadar airnya sangat minim sementara kebutuhan untuk melancarkan pencernaan dengan air dan kebutuhan kencing sangat banyak. Air putih matang atau mentah sangat dibutuhkan kelinci.

  6. Kangkung bukan pakan terbaik. Setiap pohon berjenis berbambu berpotensi menyimpan gas. Jangan terkecoh pada kesukaan kelinci. Kelinci suka kangkung karena lapar dan tidak ada pakan lain. Kalau sudah lapar apapun jadi.

  7. Kangkung dan kubis menyimpan potensi gas yang tinggi dan mengakibatkan air kencing bau (amoniak).

  8. Jangan percaya bahwa musim hujan banyak mengakibatkan kematian. Bukan soal musim hujannya, tetapi kelembabab dan kebersihan yang jadi masalah. Kalau bisa ditangani secara baik dijamin tidak akan banyak kematian.

  9. Pakan kelinci adalah rumput. Anak kelinci di bawah 3 bulan lebih cocok rumput ketimbang pelet. Pemberian pelet (atau pakan padat lain) seperti ampas tahu atau bekatul boleh tetapi hanya sedikit. Baru setelah umur 2,5 bulan boleh lebih banyak (sekitar 50 gram) sedang kelinci di atas 3 bulan bisa 100gram per hari. Kelinci anak lebih cocok rumput karena sistem pencernaannya masih labil. Kalau banyak pelet jadi berat, terlebih jika tidak diberi air minum.

  10. Penyebab kudis/budugen hanya satu sebab, yakni karena kandang jorok. Kuku kelinci yang sering menginjak kotoran biasanya menularkan penyakit kudis itu ke telinga. Solusi kebersihan sebagai syarat mutlak. Kaki/kuku kelinci perlu dibersihkan dengan air hangat supaya kuman/kutu pada mati. Kalau perlu dipotong kukunya biar lebih aman.

  11. Wortel (bersih) sangat baik bagi Kelinci Anakan maupun kelinci dewasa. Gizi wortel tinggi sehingga anakan kelinci pun sangat perlu memakan wortel. Hindari wortel kotor dan busuk sebab bisa jadi penyakit pencernaan.

  12. Jangan percaya bahwa kelinci anakan bisa dibawa pergi jauh. Itu akan membuat celaka sebab kelinci anakan di bawah 2 bulan masih sangat rawan stres. Stres mengakibatkan pencernaan terganggu, terlebih jika kurang air minum dan kurang serat (rumput).

  13. Jangan percaya air membuat kelinci mati. Itu teori bodoh. Bukan airnya yang membuat mati, melainkan karena penyakit. Penyakit kelinci yang ditimbulkan oleh bateri, protozoa atau kuman bisa muncul dari mana saja. Termasuk air. Pastikan air itu bersih. Kalau kena kotoran segera ganti yang bersih.

  14. Jangan percaya setiap jenis kelinci yang dijual umum itu keturunan ras murni. Kita tidak tahu soal kawin silang. Pada umur 1 bulan kelinci bisa jadi nampak murni, tetapi pada dewasa kelak jenisnya jadi aneh-aneh. Biasanya sudah terjadi perkawinan silang. Kalau mau dapat bibit yang baik sesuai keinginan mesti melihat induknya langsung.

  15. Jangan membawa kelinci di perjalanan dengan kardus sebab kardus menimbulkan panas dan sumpek. Banyak kejadian kelinci pada mati. Kalaupun hidup hanya beberapa hari selanjutnya mati karena pengaruh banyak hal, seperti stress dipisah dari induk, perjalanan jauh, dehidrasi (kekurangan air) atau stres karena kepadatan kelinci.


Berikut ini kaidah dasar kandang yang baik untuk kelinci di Indonesia.

  1. Kandang boleh dengan sistem bersusun. Tetapi pada prakteknya sistem susun untuk tujuan efektivitas ruangan ini sering menjadi boomerang. Dengan modal kandang kayu dan mentalitas kebersihan yang minim akhir-akhir ini kita lihat kotoran menumpuk di kandang. Banyak peternak yang menginginkan kebersihan, tetapi karena sulit membersihkan lalu kotoran pun menumpuk. Tak heran kalau banyak kelinci yang terkena kudis dan gampang terkena bakteri jahat saat udara lembab. Karena itu sebaiknya jangan membuat kandang bersusun. Sistem kandang bersusun sering kali menurunkan kotoran (feses dan urine) kelinci yang berada di atasnya ke kandang kelinci bawah, bahkan tak jarang masuk ke tempat pakan. Ini sangat berbahaya.

  2. Kandang lebar lebih baik untuk menghindari kelembaban dan kenyamanan kelinci. Jangan sering meniru kandang orang-orang kota atau penghobi yang miskin lahan sehingga menciptakan penjara buat kelinci dengan luas kandang yang sangat minim. Semakin luas semakin baik. Minimal 4x ukuran besar kelinci. Jangan paksa dengan logika curang manusia dengan alasan tidak punya lahan luas tetapi ingin memelihara banyak lantas memaksa kandang bersusun dan berdesak-desakan. Cepat atau lambat hal iini akan mencelakakan kelinci.

  3. Buat alas yang kuat dan tidak bergoyang karena injakan. Itu akan membuat tidak nyaman kelinci. Lebih fatal lagi jika sampai kejepit, bisa mengakibatkan patah kaki.

  4. Alas kandang sebaiknya bisa dicopot sehingga setiap pagi kita bisa mengganti dengan alas kandang lain. Dengan begitu kita bisa mencuci di luar kandang; lebih efektif mencuci dengan sabun dan bisa langsung dijemur. Ini adalah pola sehat yang harus dilakukan.

  5. Buat celah lubang pada dua alas di sudut belakang untuk tempat pipis dan berak. Dengan begitu kita bisa menghindari tumpukan kotoran. Ingat, jika kotoran menumpuk lewat sehari saja, belakang atau bakteri akan hidup berkembang di situ. Jika kuku kelinci terkena itu biasanya nanti penyakit kudis, bahkan jika tertelan akan mengakibatkan penyakit pencernaan yang gawat. Anak-anak kelinci sering menjadi korban dalam hal ini.

  6. Kandang tidak boleh berlubang besar sebab bisa dimasuki tikus. Jika tikus bisa masuk, celakalah anak-anak kelinci yang baru lahir itu. Kandang celah lebar hanya diperbolehkan manakala kita yakin tidak ada ancaman tikus. Jika anak kelinci Anda sampai dimakan tikus yakinlah bahwa diri pikiran Anda kalah cerdik dengan pikiran tikus.

  7. Tinggi kandang tidak boleh pendek sebab salahsatu kesehatan kelinci juga ditentukan oleh seringnya berdiri. Buatlah ruang yang tinggi untuk kelinci. Jika ukuran panjang kelinci mencapai 50 Cm, maka kita harus membuat tinggi kandang 60 cm.

  8. Jarak tinggi antara alas kandang dengan tanah usahakan minimal 40 Cm. Dengan begitu kelinci jauh dari kotoran.

  9. Buatlah ruangan kandang kelinci senyaman mungkin dengan sikulasi udara yang lancar. Kandang boleh berjajar, tetapi tidak boleh terlalu dekat dalam hal model hadap-hadapan. Pokoknya harus dibuat longgar selonggar-longgarnya. Ingat, penularan penyakit bisa disebabkan oleh sentuhan, udara dan debu.

  10. sinar matahari pagi antara jam 6-8 sangat penting bagi kesehatan kelinci. Buat sinar sehat matahari itu masuk untuk kelinci Anda.

  11. Saat membuat kandang jangan hanya berpikir kokoh dan bagus, tetapi juga harus melihat aspek tepat. Kita lihat banyak kandang bagus bahkan mewah, tetapi pada akhirnya tidak sehat.


do

Kelinci memiliki habibat hewan liar yang gemar bergerak di alam lepas. Sekalipun kelinci domestik sejak lahir tidak memiliki ikatan dengan padang luas, tetapi dari sisi habitat tetap memiliki naluri untuk bebas. Oleh karena itu kandang yang lebar akan lebih baik dibanding kandang sempit.

Ukuran kandang mula-mula ditetapkan dengan  melihat besar-kecilnya kelinci. Kelinci kerdil sedikit berbeda dengan kelinci mini (dwarf), kelinci mini agak berbeda dengan kelinci sedang, dan kelinci sedang pasti jauh berbeda dengan kelinci besar. Ukuran kandang baterai minimal 4 x lipat dari badan kelinci, dan akan lebih baik jika lebih luas.

Kandang untuk betina tentu harus lebih besar dengan kandang kelinci jantan karena pada masa kehamilan kelinci betina butuh olahraga, Pada masa menyusui tempatnya dikurangi untuk kotak sarang, dan pada masa pembesaran kelinci sampai 2 bulan anak-anak butuh tempat yang lebih besar. Ukuran 1 x 1,5 meter untuk kelinci sedang dengan anak 6-8 ekor cukup baik. Ukuran 1,5 x 1,5 akan lebih baik.

Jarak lantai kandang (tempat kotoran) dengan alas kandang minimal 0,5 meter (setengah meter) sebab kotoran(feses dan kencing) kelinci sangat menyenggat dan hidung kelinci sangat tajam. Kelinci tidak suka dengan bau kotoran. Ini bisa kita lihat dari alam lepas di mana ia akan selalu meninggalkan kotoran,-kecuali kotoran lunak (caesotroph). Selain itu kandang yang sumpek dengan kotoran menumpuk akan mudah mengembangkan penyakit. Pada peralihan musim kelembabapan yang bergerak ekstrem sering menimbulkan masalah; seperti pasteurella multocida (dengan gejala sesak nafas, radang paru, rinitis, dll).

Alas kandang untuk kaki kelinci mesti kokoh dan kerenggangan ideal.  Jangan sampai membuat kaki kelinci terjepit dan juga sampai sampai banyak mengakibatkan kotoran lunak (caesotroph) jatuh. Kalau caesotroph jatuh, sangat rugi karena gizi kelinci banyak didapat darinya. Akan lebih baik jika memakai alas rapat, dengan menambah alas jerami atau rumput lapangan yang kering. Kelinci akan lebih nyaman beralaskan tanaman kering, tetapi setiap hari atau beberapa hari sekali mesti dibersihkan dan diganti.

Sebaiknya tidak membuat kandang bersusun karena menyulitkan kebersihan. Kalaupun harus tetap bersusun cukup dua susun dengan jarak renggang lantai 0,5 meter. Pada kandang bersusun tingkat kebersihan mesti lebih serius dibanding dengan kandang yang tidak bertingkat.

Pastikan sirkulasi udara, termasuk sinar matahari pagi masuk dan kebersihan terjaga. Menyampu alas kandang atau lantai kandang adalah kewajiban setiap hari, bahkan setiapkali melihat kotoran mesti cepat-cepat dibersihkan, terutama pada alas kandang tempat berak kelinci. Antiseptik cukup dari sabun cuci. Itu sudah efektif membasmi kuman/bakteri.
Minggu, 22 April 2012

Usaha Budidaya Kelinci Pedaging

Kelinci, hewan yang lucu serta banyak menjadi kesayangan terutama anak-anak karena sifatnya yang jinak dan lucu ini ternyata adalah hewan liar pada awalnya. Kelinci sudah mulai dikenal manusia sejak ribuan tahun lalu. Banyak catatan sejarah yang menjelaskan tentang hewan yang satu ini. Diantaranya adalah catatan bangsa Phoenician (3000 SM), dijelaskan ketika melintasi sebuah pantai mereka melihat binatang yang mirip Rock Hyrax (Hyrax Syiriacus) atau yang dalam bahasa Ibrani dikenal dengan nama Shaphan yang berarti nakal, licin. Shaphan inilah yang sekarang kita kenal sebagai kelinci. Kelinci dikenal karena dagingnya yang lebih sehat, lebih lembut teksturnya, lebih rendah lemak dan kolesterolnya dibandingkan daging sapi atau kambing. Bulunya-pun bermanfaat untuk bahan pembuatan pakaian dan atau asesoris lainnya. Menurut seorang peternak kelinci yang sudah merasakan lezatnya bisnis budidaya kelinci pedaging, Mu’tasim Fakkih, S.E, M.M, kebutuhan akan daging kelinci saat ini berada diatas angin yang artinya jauh lebih besar dari pasokan yang ada dan akan terus bertambah. Jadi, menurutnya usaha budidaya kelinci pedaging memiliki prospek yang bagus dan potensi bisnis yang besar.

Mengenal kelinci pedaging

Umumnya ada dua jenis kelinci yang kita kenal, yakni kelinci hias dan kelinci pedaging. Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda dalam penanganan peternakan dan bisnisnya. Kali ini kita akan coba mengupas potensi bisnis kelinci pedaging. Mengapa ? Menurut Mu’tassim Fakkih kebutuhan akan daging kelinci masih jauh diatas pasokan yang sehingga peluang bisnisnya-pun masih sangat besar. Kelinci pedaging umunya berasal dari jenis yang bertubuh besar, pertambahan berat badannya cepat dan memiliki kualitas daging bagus. Diantara kelinci yang umumnya diternakkan sebagai kelinci pedaging ialah jenis Flemish Giant dan New Zealand (atau yang biasa kita kenal dengan Trewelu Australi).

Persiapan kandang kelinci pedaging

Pemeliharaan kelinci pedaging tidak jauh berbeda dengan kelinci pada umunya. Bisa dengan diliarkan pada area tertentu atau dikandangkan. Namun, jika bertujuan untuk usaha ternak disarankan untuk menggunakan sistem kandang. Kandang yang digunakan ada beberapa macam. Kandang baterai untuk indukan dan kandang koloni untuk anakan yang lepas sapih. Kandang baterai bisa dibuat dengan ukuran 70 x 80 cm dengan tinggi 60 – 70 cm. Sedang kandang koloni bisa dibuat dengan ukuran 1 x 1 m dengan tinggi 30 – 40 cm. Kandang koloni ini hanya digunakan sebagai tempat pembesaran anakan kelinci lepas sapih sampai usia +- 3 bulan. Celah pada alas kandang dibuat dengan lebar 1 – 1,5 cm agar kotoran bisa jatuh ke bawah tapi juga tidak membahayakan kaki kelici pedaging dengan kejadian terjepit atau terperosok. Kandang bisa dibuat bertingkat namun usahakan tidak lebih dari 2 tingkat sebab kelinci adalah binatang yang takut pada ketinggian.

Perkawinan kelinci pedaging

Kelinci yang hendak dikawinkan sebaiknya berusia diatas 6 atau 7 bulan. Cara mengawinkan adalah dengan membawa kelinci betina ke kandang kelinci jantan. Waktu yang baik untuk mengawinkan kelinci adalah pagi hari pukul 6 hingga 8 atau malam hari pukul 7 sampai 9 malam. Setelah kelinci jantan mengawini kelinci betina biarkan istirahat dan beri minum, angkat kelinci betina. Waktu istirahat ini antara 15 – 30 menit. Setelah itu ulangi kembali proses perkawinan 2 – 3 kali. Tanda bahwa kelinci betina bunting (perkawinan sukses dilakukan) adalah selalu menjauh bila didekatkan kepada pejantan. Masa kehamilan kelinci +- 30 hari, dan termasuk hewan yang produktif serta subur. Dalam sekali melahirkan, induk kelinci bisa beranak hingga 12 ekor anakan. Anak kelinci akan menyusu pada induknya hingga umur +- 45 hari, setelah itu anak kelinci bisa dipisah ke kandang koloni hingga usia +- 3 atau 4 bulan. Induk kelinci diistirahatkan +- 15 hari selepas menyusui kemudian bisa dikawinkan kembali. Artinya dengan siklus seperti ini, kelinci bisa melahirkan 3 – 4 kali dalam setahun. Anakan yang sudah berumur 3 atau 4 bulan mulai ditempatkan dalam kandang baterai.

Makanan kelinci pedaging

Sedikit berbeda dengan kelinci hias yang pemberian pakannya bertujuan untuk kualitas pertumbuhan bulu yang bagus, maka pakan untuk kelinci pedaging bertujuan untuk pertumbuhan daging yang bagus. Pakan utama kelinci adalah rumput lapangan (kecil-kecil), bisa ditambah dengan pakan buatan pabrik / pelet kelinci, ampas tahu dan sayur-sayuran. Metode pemberian pakan bisa dilakukan 2 kali sehari, yakni pagi sekitar pukul 9 atau 10 berupa pakan pabrik / pelet atau ampas tahu dengan sedikit rumput atau sayuran dan sore hari menjelang malam berupa rumput dalam jumlah besar, mengingat kelinci adalah hewan nocturnal yang aktif pada malam hari. Air minum diberikan setiap saat, usahakan selalu tersedia. Untuk indukan yang sedang menyusui bisa diberikan tambahan daun pepaya satu lembar setiap harinya. Pemberian kangkung sebaiknya dihindari dan wortel boleh diberikan paling banyak 3 kali seminggu.

Penyakit pada kelinci pedaging

Satu hal yang menjadi momok bagi para peternak kelinci adalah penyakit. Kelinci dikenal sebagai hewan yang tidak tahan terhadap penyakit, artinya begitu terserang penyakit mudah mati. Berbagai penyakit yang biasa menyerang kelinci diantaranya; kudis, luka, jamur kulit, saraf, kanibal, cebol (pertumbuhan tidak normal) dan lain-lainnya. Tapi Mu’tassim Fakkih menyarankan agar para peternak tidak perlu takut, sebab sebenarnya penyakit-penyakit tersebut bisa di cegah dengan cara yang sederhana, yakni ; selalu menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang teratur. Untuk kelinci pedaging yang sudah terserang penyakit sebaiknya dipisahkan dari kelinci lain sampai sembuh untuk mencegah penyebaran kemudian diberi obat. Kandang tempat kelinci yang sakit juga harus dibersihkan.

Perhitungan usaha budidaya kelinci pedaging

Usaha budidaya kelinci bisa dimulai dari skala kecil, menengah hingga besar. Dengan tingkat produktivitas dan kesuburan yang sangat tinggi, dari seekor indukan bisa menjadi 15 – 20 ekor selama setahun dengan asumsi anak hidup hingga dewasa 5 ekor dan melahirkan sebanyak 3 kali dalam setahun. Dengan tingkat harga daging kelinci yang sedikit lebih tinggi dibanding daging ayam kampung sekitar 27 ribu per kilogramnya, atau 17 ribu per kg berat hidup maka usaha budidaya kelinci pedaging sangat layak untuk dipertimbangkan menjadi pilihan ber wirausaha. Kelinci pedaging siap potong biasanya berusia diatas 6 bulan dengan berat badan rata-rata 4 kg. Harga indukan flemish giant saat ini berkisar +- 200 ribu per ekor. Maka dengan modal 5 juta rupiah sudah cukup untuk memulai usaha budidaya kelinci pedaging dengan rincian untuk membeli 8 ekor indukan, 2 ekor pejantan, pembuatan kandang serta biaya operasional selama +- 8 bulan. Dengan asumsi setelah 8 bulan kita sudah bisa mendapatkan income dari penjualan kelinci hasil ternak.

Satu resep dan rahasia dari Mu’tassim Fakkih adalah kemauan untuk belajar dan belajar. Untuk itu Mu’tassim Fakkih aktif dan terbuka memberikan pelatihan dan konsultasi bagi para peternak kelinci. Jika Anda tertarik untuk memulai ber wirausaha di bidang ternak kelinci pedaging tidak ada salahnya untuk membekali diri dengan pengetahuan tentang ternak kelinci terlebih dahulu. Selamat mencoba dan sukses.

Usaha Budidaya Kelinci Pedaging

Kelinci, hewan yang lucu serta banyak menjadi kesayangan terutama anak-anak karena sifatnya yang jinak dan lucu ini ternyata adalah hewan liar pada awalnya. Kelinci sudah mulai dikenal manusia sejak ribuan tahun lalu. Banyak catatan sejarah yang menjelaskan tentang hewan yang satu ini. Diantaranya adalah catatan bangsa Phoenician (3000 SM), dijelaskan ketika melintasi sebuah pantai mereka melihat binatang yang mirip Rock Hyrax (Hyrax Syiriacus) atau yang dalam bahasa Ibrani dikenal dengan nama Shaphan yang berarti nakal, licin. Shaphan inilah yang sekarang kita kenal sebagai kelinci. Kelinci dikenal karena dagingnya yang lebih sehat, lebih lembut teksturnya, lebih rendah lemak dan kolesterolnya dibandingkan daging sapi atau kambing. Bulunya-pun bermanfaat untuk bahan pembuatan pakaian dan atau asesoris lainnya. Menurut seorang peternak kelinci yang sudah merasakan lezatnya bisnis budidaya kelinci pedaging, Mu’tasim Fakkih, S.E, M.M, kebutuhan akan daging kelinci saat ini berada diatas angin yang artinya jauh lebih besar dari pasokan yang ada dan akan terus bertambah. Jadi, menurutnya usaha budidaya kelinci pedaging memiliki prospek yang bagus dan potensi bisnis yang besar.

Mengenal kelinci pedaging

Umumnya ada dua jenis kelinci yang kita kenal, yakni kelinci hias dan kelinci pedaging. Masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda dalam penanganan peternakan dan bisnisnya. Kali ini kita akan coba mengupas potensi bisnis kelinci pedaging. Mengapa ? Menurut Mu’tassim Fakkih kebutuhan akan daging kelinci masih jauh diatas pasokan yang sehingga peluang bisnisnya-pun masih sangat besar. Kelinci pedaging umunya berasal dari jenis yang bertubuh besar, pertambahan berat badannya cepat dan memiliki kualitas daging bagus. Diantara kelinci yang umumnya diternakkan sebagai kelinci pedaging ialah jenis Flemish Giant dan New Zealand (atau yang biasa kita kenal dengan Trewelu Australi).

Persiapan kandang kelinci pedaging

Pemeliharaan kelinci pedaging tidak jauh berbeda dengan kelinci pada umunya. Bisa dengan diliarkan pada area tertentu atau dikandangkan. Namun, jika bertujuan untuk usaha ternak disarankan untuk menggunakan sistem kandang. Kandang yang digunakan ada beberapa macam. Kandang baterai untuk indukan dan kandang koloni untuk anakan yang lepas sapih. Kandang baterai bisa dibuat dengan ukuran 70 x 80 cm dengan tinggi 60 – 70 cm. Sedang kandang koloni bisa dibuat dengan ukuran 1 x 1 m dengan tinggi 30 – 40 cm. Kandang koloni ini hanya digunakan sebagai tempat pembesaran anakan kelinci lepas sapih sampai usia +- 3 bulan. Celah pada alas kandang dibuat dengan lebar 1 – 1,5 cm agar kotoran bisa jatuh ke bawah tapi juga tidak membahayakan kaki kelici pedaging dengan kejadian terjepit atau terperosok. Kandang bisa dibuat bertingkat namun usahakan tidak lebih dari 2 tingkat sebab kelinci adalah binatang yang takut pada ketinggian.

Perkawinan kelinci pedaging

Kelinci yang hendak dikawinkan sebaiknya berusia diatas 6 atau 7 bulan. Cara mengawinkan adalah dengan membawa kelinci betina ke kandang kelinci jantan. Waktu yang baik untuk mengawinkan kelinci adalah pagi hari pukul 6 hingga 8 atau malam hari pukul 7 sampai 9 malam. Setelah kelinci jantan mengawini kelinci betina biarkan istirahat dan beri minum, angkat kelinci betina. Waktu istirahat ini antara 15 – 30 menit. Setelah itu ulangi kembali proses perkawinan 2 – 3 kali. Tanda bahwa kelinci betina bunting (perkawinan sukses dilakukan) adalah selalu menjauh bila didekatkan kepada pejantan. Masa kehamilan kelinci +- 30 hari, dan termasuk hewan yang produktif serta subur. Dalam sekali melahirkan, induk kelinci bisa beranak hingga 12 ekor anakan. Anak kelinci akan menyusu pada induknya hingga umur +- 45 hari, setelah itu anak kelinci bisa dipisah ke kandang koloni hingga usia +- 3 atau 4 bulan. Induk kelinci diistirahatkan +- 15 hari selepas menyusui kemudian bisa dikawinkan kembali. Artinya dengan siklus seperti ini, kelinci bisa melahirkan 3 – 4 kali dalam setahun. Anakan yang sudah berumur 3 atau 4 bulan mulai ditempatkan dalam kandang baterai.

Makanan kelinci pedaging

Sedikit berbeda dengan kelinci hias yang pemberian pakannya bertujuan untuk kualitas pertumbuhan bulu yang bagus, maka pakan untuk kelinci pedaging bertujuan untuk pertumbuhan daging yang bagus. Pakan utama kelinci adalah rumput lapangan (kecil-kecil), bisa ditambah dengan pakan buatan pabrik / pelet kelinci, ampas tahu dan sayur-sayuran. Metode pemberian pakan bisa dilakukan 2 kali sehari, yakni pagi sekitar pukul 9 atau 10 berupa pakan pabrik / pelet atau ampas tahu dengan sedikit rumput atau sayuran dan sore hari menjelang malam berupa rumput dalam jumlah besar, mengingat kelinci adalah hewan nocturnal yang aktif pada malam hari. Air minum diberikan setiap saat, usahakan selalu tersedia. Untuk indukan yang sedang menyusui bisa diberikan tambahan daun pepaya satu lembar setiap harinya. Pemberian kangkung sebaiknya dihindari dan wortel boleh diberikan paling banyak 3 kali seminggu.

Penyakit pada kelinci pedaging

Satu hal yang menjadi momok bagi para peternak kelinci adalah penyakit. Kelinci dikenal sebagai hewan yang tidak tahan terhadap penyakit, artinya begitu terserang penyakit mudah mati. Berbagai penyakit yang biasa menyerang kelinci diantaranya; kudis, luka, jamur kulit, saraf, kanibal, cebol (pertumbuhan tidak normal) dan lain-lainnya. Tapi Mu’tassim Fakkih menyarankan agar para peternak tidak perlu takut, sebab sebenarnya penyakit-penyakit tersebut bisa di cegah dengan cara yang sederhana, yakni ; selalu menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang teratur. Untuk kelinci pedaging yang sudah terserang penyakit sebaiknya dipisahkan dari kelinci lain sampai sembuh untuk mencegah penyebaran kemudian diberi obat. Kandang tempat kelinci yang sakit juga harus dibersihkan.

Perhitungan usaha budidaya kelinci pedaging

Usaha budidaya kelinci bisa dimulai dari skala kecil, menengah hingga besar. Dengan tingkat produktivitas dan kesuburan yang sangat tinggi, dari seekor indukan bisa menjadi 15 – 20 ekor selama setahun dengan asumsi anak hidup hingga dewasa 5 ekor dan melahirkan sebanyak 3 kali dalam setahun. Dengan tingkat harga daging kelinci yang sedikit lebih tinggi dibanding daging ayam kampung sekitar 27 ribu per kilogramnya, atau 17 ribu per kg berat hidup maka usaha budidaya kelinci pedaging sangat layak untuk dipertimbangkan menjadi pilihan ber wirausaha. Kelinci pedaging siap potong biasanya berusia diatas 6 bulan dengan berat badan rata-rata 4 kg. Harga indukan flemish giant saat ini berkisar +- 200 ribu per ekor. Maka dengan modal 5 juta rupiah sudah cukup untuk memulai usaha budidaya kelinci pedaging dengan rincian untuk membeli 8 ekor indukan, 2 ekor pejantan, pembuatan kandang serta biaya operasional selama +- 8 bulan. Dengan asumsi setelah 8 bulan kita sudah bisa mendapatkan income dari penjualan kelinci hasil ternak.

Satu resep dan rahasia dari Mu’tassim Fakkih adalah kemauan untuk belajar dan belajar. Untuk itu Mu’tassim Fakkih aktif dan terbuka memberikan pelatihan dan konsultasi bagi para peternak kelinci. Jika Anda tertarik untuk memulai ber wirausaha di bidang ternak kelinci pedaging tidak ada salahnya untuk membekali diri dengan pengetahuan tentang ternak kelinci terlebih dahulu. Selamat mencoba dan sukses.
Selasa, 17 April 2012

PELUANG USAHA DAN BUDIDAYA TERNAK KELINCI HIAS



Selain hewan piaraan, kelinci hias juga bisa dijadikan usaha ternak. Hobi memelihara binatang lucu ini bisa Anda manfaatkan sebagai ladang penghasil uang.

Apa saja yang perlu dipersiapkan dalam memulai bisnis ternak kelinci? simak langkah berikut :

  • Persiapan Sarana dan PerlengkapanBuatlah suhu ideal pada kandang kelinci untuk berkembangbiak yaitu 12 derajat celcius dan sirkulasi udara lancar. Pencahayaan idealnya selama 12 jam dan buatlah kandang dengan bentuk yang melindungi ternak dari predator.Berdasarkan kegunaan, kandang kelinci dibagi menjadi dua yaitu kandang induk, dan kandang jantan. Kandang induk untuk kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya. Sedangkan khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar ditempatkan pada kandang jantan. Pisahkan juga antara jantan dan betina untuk menghindari perkawinan awal kelompok.Kandang berukuran tinggi 200x70x70 cm dan alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm.Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi:
    Kandang sistem postal: tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda.
    Kandang sistem ranch: dilengkapi dengan halaman pengumbaran.
    Kandang battery: mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid).

    Gunakanlah tempat pakan dan minum yang mudah dibersihkan dan tahan pecah untuk perlengkapan kandang.

  • PembibitanTujuan utama Anda memelihara kelinci menjadi penentu syarat ternak. Kelinci Anggora, Fuzzy Lop, Rex, Hotot, Dutch, Lyon, Himalayan merupakan jenis yang cocok untuk tujuan kelinci hias. Sedang untuk tujuan daging maka jenis New Zealand Albino, Australian Pylon, Bigg Sable, Giant, Australian Unggul dan Flamish Giant merupakan kelinci yang cocok dipelihara.1) Pemilihan bibit dan calon induk Pilihlah jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, bila peternakan bertujuan untuk daging. Sedangkan bila tujuan bulu, pilihlah bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik.
    Walaupun demikian tetaplah Anda perhatikan sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, serta lincah bergerak.2) Perawatan Bibit dan calon induk

    Kualitas induk yang baik juga ditentukan dari cara merawat bibit. Berikanlah pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.

    3) Sistem Pembiakan 

    Sifat spesifik kelinci perlu dipertahankan melalui tiga kategori pembiakan, agar keturunannya lebih baik.
    a. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.
    b. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul.
    c. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit.

    4) Reproduksi dan Perkawinan 

    Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak.

    Waktu kawin pagi atau sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan.

    5) Proses Kelahiran

    30-20 hari adalah masa kehamilan kelinci setelah perkawinan. Anda bisa mendeteksinya dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan. Bila Anda merasakan seperti ada bola-bola kecil berarti kelinci tersebut mengandung anak.

    Pindahkan ke kandang beranak pada lima hari menjelang kelahiran induk. Hal ini guna memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan caranya merontokkan bulu. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.

  • Pemeliharaan1) Sanitasi dan Tindakan Preventif Usahakan tempat pemeliharaan selalu kering agar penyakit tidak bersarang. Kelinci akan mudah pilek dan terkena penyakit kulit jika tempatnya lembab dan basah.

    2) Pengontrolan Penyakit 
    Kenalilah gejala penyakit pada kelinci seperti lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Segera karantinakan dan singkirkan benda pencemar untuk mencegah wabah penyakit menyebar.3) Perawatan Ternak 

    Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor per kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas.

    Lakukanlah pemisahan berdasarkan kelamin untuk mencegah proses menjadi dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.

    4) Pemberian Pakan 

    Makanan kelinci meliputi tumbuhan hijau seperti rumput lapangan dan rumput gajah. Atau sayuran kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang. Untuk pakan penguat atau biji-bijian Anda bisa memilih jagung, kacang hijau, padi, dedak dan kacang tanah. Pakan tambahan pun diperlukan yaitu berupa konsentrat yang bisa Anda beli di toko pakan ternak.

    Berilah pakan dan minum berupa dedak yang dicampur sedikit air setiap pagi hari sekitar pukul 10.00. Rumput diberikan jam 1 siang dengan jumlah yang sedikit. Barulah pada jam 6 sore Anda memberikan makanan rumput dengan porsi lebih banyak. Untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh kelinci, sediakan saja air minum di kandang.|

    5) Pemeliharaan Kandang 

    Untuk menghindari timbulnya penyakit, bersihkanlah dengan rutin setiap hari lantai atau alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci.

    Usahakan sinar matahari pagi bisa masuk ke kandang agar membunuh bibit penyakit. Gunakan kapur atau ter untuk mengecat dinding kandang. Untuk membersihkan kandang bekas kelinci sakit, kreolin atau lysol bisa Anda gunakan.


kebersihan lingkungan kandang adalah penting untuk pencegahan dan pengendalian penyakit. Berilah pakan yang memenuhi gizi dan singkirkan ternak yang sakit sesegera mungkin.

Bagaimana menurut Anda? apakah tips diatas bermanfaat untuk Anda memulai bisnis ternak kelinci?
Selamat Mencoba !

PELUANG USAHA DAN BUDIDAYA TERNAK KELINCI HIAS



Selain hewan piaraan, kelinci hias juga bisa dijadikan usaha ternak. Hobi memelihara binatang lucu ini bisa Anda manfaatkan sebagai ladang penghasil uang.

Apa saja yang perlu dipersiapkan dalam memulai bisnis ternak kelinci? simak langkah berikut :

  • Persiapan Sarana dan PerlengkapanBuatlah suhu ideal pada kandang kelinci untuk berkembangbiak yaitu 12 derajat celcius dan sirkulasi udara lancar. Pencahayaan idealnya selama 12 jam dan buatlah kandang dengan bentuk yang melindungi ternak dari predator.Berdasarkan kegunaan, kandang kelinci dibagi menjadi dua yaitu kandang induk, dan kandang jantan. Kandang induk untuk kelinci dewasa atau induk dan anak-anaknya. Sedangkan khusus untuk pejantan dengan ukuran lebih besar ditempatkan pada kandang jantan. Pisahkan juga antara jantan dan betina untuk menghindari perkawinan awal kelompok.Kandang berukuran tinggi 200x70x70 cm dan alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak (kotak beranak) ukuran 50x30x45 cm.Menurut bentuknya kandang kelinci dibagi menjadi:
    Kandang sistem postal: tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan dan cocok untuk kelinci muda.
    Kandang sistem ranch: dilengkapi dengan halaman pengumbaran.
    Kandang battery: mirip sangkar berderet dimana satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi Flatdech Battery (berjajar), Tier Battery (bertingkat), Pyramidal Battery (susun piramid).

    Gunakanlah tempat pakan dan minum yang mudah dibersihkan dan tahan pecah untuk perlengkapan kandang.

  • PembibitanTujuan utama Anda memelihara kelinci menjadi penentu syarat ternak. Kelinci Anggora, Fuzzy Lop, Rex, Hotot, Dutch, Lyon, Himalayan merupakan jenis yang cocok untuk tujuan kelinci hias. Sedang untuk tujuan daging maka jenis New Zealand Albino, Australian Pylon, Bigg Sable, Giant, Australian Unggul dan Flamish Giant merupakan kelinci yang cocok dipelihara.1) Pemilihan bibit dan calon induk Pilihlah jenis kelinci yang berbobot badan dan tinggi dengan perdagingan yang baik, bila peternakan bertujuan untuk daging. Sedangkan bila tujuan bulu, pilihlah bibit-bibit yang punya potensi genetik pertumbuhan bulu yang baik.
    Walaupun demikian tetaplah Anda perhatikan sifat fertilitas tinggi, tidak mudah nervous, tidak cacat, mata bersih dan terawat, bulu tidak kusam, serta lincah bergerak.2) Perawatan Bibit dan calon induk

    Kualitas induk yang baik juga ditentukan dari cara merawat bibit. Berikanlah pakan yang cukup, pengaturan dan sanitasi kandang yang baik serta mencegah kandang dari gangguan luar.

    3) Sistem Pembiakan 

    Sifat spesifik kelinci perlu dipertahankan melalui tiga kategori pembiakan, agar keturunannya lebih baik.
    a. In Breeding (silang dalam), untuk mempertahankan dan menonjolkan sifat spesifik misalnya bulu, proporsi daging.
    b. Cross Breeding (silang luar), untuk mendapatkan keturunan lebih baik/menambah sifat-sifat unggul.
    c. Pure Line Breeding (silang antara bibit murai), untuk mendapat bangsa/jenis baru yang diharapkan memiliki penampilan yang merupakan perpaduan 2 keunggulan bibit.

    4) Reproduksi dan Perkawinan 

    Kelinci betina segera dikawinkan ketika mencapai dewasa pada umur 5 bulan (betina dan jantan). Bila terlalu muda kesehatan terganggu dan dan mortalitas anak tinggi. Bila pejantan pertama kali mengawini, sebaiknya kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak.

    Waktu kawin pagi atau sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan, setelah itu pejantan dipisahkan.

    5) Proses Kelahiran

    30-20 hari adalah masa kehamilan kelinci setelah perkawinan. Anda bisa mendeteksinya dengan meraba perut kelinci betina 12-14 hari setelah perkawinan. Bila Anda merasakan seperti ada bola-bola kecil berarti kelinci tersebut mengandung anak.

    Pindahkan ke kandang beranak pada lima hari menjelang kelahiran induk. Hal ini guna memberi kesempatan menyiapkan penghangat dengan caranya merontokkan bulu. Kelahiran kelinci yang sering terjadi malam hari dengan kondisi anak lemah, mata tertutup dan tidak berbulu. Jumlah anak yang dilahirkan bervariasi sekitar 6-10 ekor.

  • Pemeliharaan1) Sanitasi dan Tindakan Preventif Usahakan tempat pemeliharaan selalu kering agar penyakit tidak bersarang. Kelinci akan mudah pilek dan terkena penyakit kulit jika tempatnya lembab dan basah.

    2) Pengontrolan Penyakit 
    Kenalilah gejala penyakit pada kelinci seperti lesu, nafsu makan turun, suhu badan naik dan mata sayu. Segera karantinakan dan singkirkan benda pencemar untuk mencegah wabah penyakit menyebar.3) Perawatan Ternak 

    Penyapihan anak kelinci dilakukan setelah umur 7-8 minggu. Anak sapihan ditempatkan kandang tersendiri dengan isi 2-3 ekor per kandang dan disediakan pakan yang cukup dan berkualitas.

    Lakukanlah pemisahan berdasarkan kelamin untuk mencegah proses menjadi dewasa yang terlalu dini. Pengebirian dapat dilakukan saat menjelang dewasa. Umumnya dilakukan pada kelinci jantan dengan membuang testisnya.

    4) Pemberian Pakan 

    Makanan kelinci meliputi tumbuhan hijau seperti rumput lapangan dan rumput gajah. Atau sayuran kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang. Untuk pakan penguat atau biji-bijian Anda bisa memilih jagung, kacang hijau, padi, dedak dan kacang tanah. Pakan tambahan pun diperlukan yaitu berupa konsentrat yang bisa Anda beli di toko pakan ternak.

    Berilah pakan dan minum berupa dedak yang dicampur sedikit air setiap pagi hari sekitar pukul 10.00. Rumput diberikan jam 1 siang dengan jumlah yang sedikit. Barulah pada jam 6 sore Anda memberikan makanan rumput dengan porsi lebih banyak. Untuk mencukupi kebutuhan cairan tubuh kelinci, sediakan saja air minum di kandang.|

    5) Pemeliharaan Kandang 

    Untuk menghindari timbulnya penyakit, bersihkanlah dengan rutin setiap hari lantai atau alas kandang, tempat pakan dan minum, sisa pakan dan kotoran kelinci.

    Usahakan sinar matahari pagi bisa masuk ke kandang agar membunuh bibit penyakit. Gunakan kapur atau ter untuk mengecat dinding kandang. Untuk membersihkan kandang bekas kelinci sakit, kreolin atau lysol bisa Anda gunakan.


kebersihan lingkungan kandang adalah penting untuk pencegahan dan pengendalian penyakit. Berilah pakan yang memenuhi gizi dan singkirkan ternak yang sakit sesegera mungkin.

Bagaimana menurut Anda? apakah tips diatas bermanfaat untuk Anda memulai bisnis ternak kelinci?
Selamat Mencoba !