Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Juta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Juta. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Desember 2012

Lianna Gunawan Sukses Raup Ratusan Juta per Bulan

Siapa yang menyangka kesuksesan Lianna Gunawan menggeluti bisnis produksi sepatu berawal dari keisengan. Kebetulan, sejak masih muda, Lianna memang memiliki kegemaran mengoleksi serta membuat sepatu untuk digunakan sendiri. Awal terjun ke bisnis sepatu terjadi ketika wanita muda ini memutuskan untuk berhenti kerja dan merawat anaknya. Di waktu senggang, Lianna sering belanja sepatu secara online.


“Setelah dibeli, saya iseng memajang foto sepatu. Ternyata banyak yang suka dan menanyakan dimana saya membeli koleksi sepatu itu. Saya pikir, ini peluang usaha yang bagus,” tutur Lianna.


Nah, dari sinilah ide bisnis Lianna muncul. Pada tahun 2009, ia mulai menjadi ‘makelar’ sepatu. Ia bekerja sama dengan sebuah bengkel produksi sepatu yang membuat aneka sepatu khusus pesanan atau biasa disebut customized.


Kala itu, Lianna hanya bertindak sebagai perantara lantaran para pembelinya membawa model sepatu sendiri. Tapi, mulai tahun 2010, bengkel tersebut tidak mau menerima pesanan lagi. Karena yakin bisnis sepatu customized ini punya prospek bagus, Lianna memulai usahanya sendiri dengan merekrut seorang perajin sepatu. Namun, cara ini juga belum membuatnya puas. Pasalnya, ia merasa tidak ada ‘jiwa’ dalam setiap sepatu buatannya.


Setiap produk yang dibuat, modelnya sesuai keinginan konsumen yang kebanyakan menduplikasi model yang ada di pasar. “Tidak ada kebanggaan tersendiri terhadap keaslian dan ciri khas sepatu buatan saya,” ujarnya. Kemudian muncul keinginannya untuk membuat merek sepatu dengan ciri khas sendiri. Kebetulan, saat itu, Indonesia tengah diramaikan dengan hangatnya klaim budaya asli Indonesia oleh Malaysia. Ia pun terpikir untuk mengampanyekan budaya Indonesia melalui produk sepatu.


Indonesia memang sangat kaya dengan keragaman kain khas nusantara. Hampir setiap daerah memiliki kain tradisional yang cantik dan menarik, seperti kain batik songket, dan lurik. Dengan sentuhan tangan kreatif Lianna Gunawan, beragam kain tradisional ini bisa disulap menjadi aneka produk sepatu nan unik. Hasilnya, sepatu bikinan Lianna laris manis di pasaran.


Di bawah bendera usaha La Spina, ia memproduksi sebanyak 500 pasang sepatu wanita setiap bulan. Sepatu tersebut dibanderol mulai Rp 300.000 hingga jutaan rupiah per pasang. Di dalam negeri, produk sepatu Lianna sudah dipasarkan ke sejumlah wilayah, seperti Jakarta, Timika, Samarinda, Medan, dan Bali. Sementara di luar negeri, sudah ekspor ke Jepang, Australia, Belanda, dan Afrika. Dari usaha ini, ia bisa meraup omzet ratusan juta rupiah per bulan.


Liana baru memulai usaha ini di tahun 2009. Awalnya,  ia membuat sepatu pesanan (customized). Sementara produksi sepatu kain khas nusantara baru ditekuninya tahun 2011 di Jakarta. Tepatnya pada April 2011 yang ditandai dengan peluncuran brand La Spina. Kendati baru, produk sepatunya ini cepat dikenal luas karena mengaplikasikan aneka kain nusantara, seperti batik, lurik, dan songket.


Motifnya juga melambangkan pelbagai kepulauan di Indonesia, seperti Jawa, Sumatera, hingga Sulawesi. “Saya ingin memajukan unsur warisan budaya Indonesia dengan memasukkan unsur tradisional namun dipadu dengan desain modern,” tutur Lianna. Berkat kreativitasnya ini, ia pun telah diganjar sejumlah penghargaan. Awal November ini, misalnya, ia keluar sebagai pemenang dari Asia dalam Cartier Women’s Innitiative Awards 2012.


Selain itu, Lianna juga pernah memenangkan penghargaan Asian Development Citra Award tahun 2012. Produknya juga pernah mendapat penghargaan dari Kementerian Perindustrian untuk desain sepatu wanita terbaik tahun 2011 dan 2012.


Tahun lalu, ia juga pernah menyabet Inacraft Award 2011 dan terpilih mewakili Indonesia dalam berbagai pameran di Jepang, Korea Selatan, dan Bangkok. Berkat pelbagai penghargaan itu, produk sepatunya semakin dikenal. Maskapai penerbangan Garuda Indonesia kini termasuk salah satu konsumennya. “Kami telah dikontrak untuk membuat sepatu bagi awak kabin Garuda,” ujar Lianna.


Produk sepatu La Spina mencakup banuyak model, seperti sepatu datar (flat shoes), wedges hingga sepatu hak tinggi (high heels). Selain itu, ada juga produk sandal. Di setiap produk sepatu terdapat aplikasi kain khas nusantara. Ada yang ditempatkan di bagian ujung, bagian atas, maupun bagian belakang sepatu.


 


 


 


 


 


 


Sumber artikel: suarapengusaha.com dan redaksi


Sumber gambar: cartierwomensinitiative.com

Ibu Rumah Tangga Ini “Menyulap” Daun Jadi Uang Rp 70 Juta per Bulan

Bila mendengar kata daun, biasanya yang ada di pikiran seseorang pastilah sesuatu yang kotor atau seharusnya dibuang. Namun hal tersebut tidak berlaku bagi Nanik Hery. Wanita satu ini bahkan berhasil meraup omzet hingga Rp 70 juta per bulan. Siapa sangka, bisnis yang bermula dari kebiasaan almarhum sang suami yang hobi mengeringkan daun dan menyelipkannya di buku, menjadi awal mula pundi-pundi uang mengalir deras ke kantongnya. Dari situ muncul beberapa ide tentang membuat suatu usaha dari olahan daun.


Modal yang ala kadarnya sebesar Rp 100 ribu ternyata menjadi jalan awal usaha tersebut untuk menembus penjualan pasar internasional. “Waktu itu modalnya cuma Rp 100 ribu, tapi melihat respons dari orang-orang yang begitu menyukai hasil karya kami, saya sangat bersyukur,” ungkap Nanik.


Nanik mengaku akan terus menjaga usaha yang merupakan warisan dari Alm suaminya. Kala itu, dirinya mencoba kreasi daun dengan membuat tempat tisu. “Kami membeli kotak tisu dan lem, lalu kami melekatkan daun sebagai hiasannya, tidak disangka hasilnya di luar dugaan, hasil kreasi kami disukai banyak orang. Selain itu usaha ini juga membuka lapangan kerja,” kenangnya.


Usaha yang diberi nama “Ud Bengkel Keriya Daun 9996″ ini sudah ada sejak 9 September 1996. Kini, usahanya telah merambah ke pasar internasional. Berbagai jenis barang tersedia seperti kotak tisu, buku, bingkai foto, dompet dan masih banyak lagi. Adapun untuk harga yang ditawarkan memiliki keragaman mulai Rp 5 ribu hingga Rp 5 juta.


Nanik menceritakan, tidak susah untuk menemukan dedaunan yang akan digunakan sebagai kreasinya. Jenis daun yang digunakan Nanik adalah daun yang mudah ditemukan, seperti daun kupu-kupu yang pohonnya banyak terdapat di pinggir jalan raya. Dia pun bekerjasama dengan dinas kebersihan Surabaya untuk mendapatkan jenis daun tersebut sehingga setiap harinya Nanik dapat memasok bahan bakunya tersebut.


Hingga saat ini Nanik telah berhasil memiliki toko sendiri yang lokasinya di Ngagel Mulyo XV Surabaya dengan karyawan sebanyak 14 orang yang ditempatkan dikelompok-kelompoknya. “Ada bagian khusus barang untuk ekspor dan ada yang barang untuk dipasarkan di dalam negeri,” tutupnya.


 


 


 


 


 


 


 


Sumber artikel: suarapengusaha.com dan redaksi


Sumber gambar: jambi.tribunnews.com

Aneka Bisnis dengan Modal Rp 5 Juta

Bisnis apa yang bisa dibuka dengan modal Rp 5 juta? Mungkin itu pertanyaan yang sering Anda lontarkan. Padahal, jawabannya banyak sekali!  Anda bisa mencoba peluang usaha yang berhubungan dengan latar belakang pendidikan Anda saat ini. Pilihannya adalah usaha memproduksi barang, jasa atau perdagangan. Usaha memproduksi barang (makanan, minuman, kerajinan, pakaian, dan lain-lain) dan perdagangan (voucher isi ulang, jual beli handphone second, pakaian, sepatu, dan lain-lain) biasanya membutuhkan modal yang lebih besar dibandingkan usaha jasa (broker properti, jasa rental komputer, event organizer, guru privat, dan lain-lain). Namun kalau Anda ingin membuka usaha yang cocok untuk Anda, maka jawabannya sangat relatif, karena tergantung pada kondisi Anda dan lingkungan Anda.


Belasan bahkan puluhan ide dilengkapi sistem dan cara memulai usaha sendiri, bisa Anda dapatkan melalui buku, internet, majalah, surat kabar, tabloid, radio, televisi, teman-teman dan sumber-sumber informasi lainnya. Masalahnya terlalu banyak informasi terkadang membuat kita jadi bingung. Jika banyak yang bilang kalau bisnis yang kita pilih sebaiknya sesuai dengan hobi, pendapat tersebut ada benarnya, tetapi tidak selalu hobi, tetapi mungkin lebih diperluas artinya kepada kegiatan yang kita sukai. Karena biasanya semakin Anda menyukainya, semakin Anda percaya pada produk atau jasa dan keuntungan yang diperoleh pelanggan Anda dari produk atau jasa tadi, maka peluang untuk berhasil dan sukses semakin terbuka. Jadi bisnis apapun yang Anda pilih, pastikanlah Anda menyukainya. Untuk bisa memilih usaha apa yang cocok untuk Anda, maka ada tiga faktor kunci yang harus diperhatikan sebelum membuka usaha, yaitu:
Pertama, kenali pribadi Anda, dalam kaitannya dengan usaha. Jika Anda dalam berbisnis cenderung ingin mendapatkan hasil besar secara cepat, tentunya kurang cocok jika membuka toko kelontong yang mengandalkan jumlah penjualan yang terus-menerus meskipun margin keuntungannya kecil. Melakukan pekerjaan proyek, walaupun sesekali saja tetapi untung besar mungkin lebih cocok. Anda bisa mencari pemahaman mengenai karakter Anda dalam berusaha mengenai perenungan pribadi maupun meminta pendapat orang yang dekat dengan Anda.


Kemudian temukanlah alasan mengapa Anda ingin membuka usaha, dan jadikan alasan itu sebagai motivasi dalam berusaha. Selanjutnya peliharalah motivasi itu agar Anda terus bersemangat. Selain itu memahami bakat dan kemampuan Anda juga penting karena pemahaman ini akan menjadi poin utama dalam pemilihan usaha. Jangan lupa jika Anda telah mempunyai pengalaman usaha yang lalu, maka telaahlah kembali agar bisa memberikan gambaran mengenai bagaimana Anda akan menjalankan usaha yang baru nanti.
Kedua, penentuan jenis usaha. Kenalilah karakter usaha yang ada, apakah suatu jenis usaha bersifat berkelanjutan (misalnya: rental komputer, warung makan, toko kelontong, jual kartu selular) atau bersifat temporer per proyek (misalnya event organizer, penyewaan tenda, jasa terjemahan). Apakah usaha tersebut membuat Anda harus sering bertemu orang dan melakukan perjalanan bisnis dan presentasi, ataukah Anda lebih memilih bidang usaha yang tidak membuat Anda sering bepergian. Pilihlah karakter jenis usaha mana yang lebih Anda sukai.


Setelah itu barulah perkirakan kemampuan Anda saat ini untuk menjalankan usaha tersebut. Kemampuan ini meliputi modal usaha, keahlian aspek teknis dalam menjalankan usaha, pengelolaan keuangannya, bagaimana mengantisipasi persaingan, dan lain-lain.
Tak kenal maka tak sayang, maka dalam membuka usaha juga berlaku. Bila Anda memutuskan untuk membuka usaha, maka sudah seharusnya Anda mengetahui seluk beluk bidang usaha yang akan Anda buka nantinya. Pemahaman akan bidang usaha ini sangat mempengaruhi tingkat risiko usaha Anda. Semakin Anda mengenal dan memahami bidang usahanya, maka berbagai risiko usahanya bisa segera diantisipasi, sehingga risiko gagalnya juga semakin kecil. Anda kan tidak ingin uang Rp 5 juta yang sudah dikumpulkan dengan susah payah hilang begitu saja bukan?


 


 


 


 


Sumber artikel: ciputraentrepreneurship.com dan redaksi


Sumber gambar: infogunaanda.blogspot.com

Rumput Liar Aneka, Bisnis, dengan, Ide Bisnis, Juta, Modal