Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Jamur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jamur. Tampilkan semua postingan
Selasa, 01 Mei 2012

Cara Budidaya Jamur Merang Dengan Mudah

Sejarah mengatakan bahwa JAMUR telah di konsumsi sejak ribuan tahun yang silam baik itu jamur tiram maupun jamur yang lain. Pada awalnya JAMUR adalah makanan yang biasa di konsumsi oleh raja-raja mesir kemudian menyebar luas menjadi makanan masyarakat umum.

Penduduk di daratan Cina sejak ribuan tahun silam telah menggunakan jamur sebagai bahan obat-obatan. Jamur pertama yang di budidayakan di daratan cina adalah jamur Merang (Volvariella volvaceae) pada pertengahan abad 17.  Di indonesia jamur merang mulai di budidayakan kira-kira sejak tahun 1950 an.

Jamur tiram dapat di olah menjadi berbagai macam masakan, misalnya cah jamur saus tiram, mie ayam jamur dll. Kebutuhan jamur tiram di pasaran terus meningkat sehingga pembudidayaan jamur tiram terus di kembangkan di sana sini. Membudidayakan jamur tiram untuk dijadikan usaha keluarga adalah pilihan yang bagus Sebab usaha jamur tidak ada matinya, kebutuhan pasar akan jamur sangat besar selain untuk di olah menjadi masakan, jamur juga bisa di jadikan bahan obat-obatan.

Jika anda kesulitan mencari bibit jamur merang, anda dapat mencarinya di internet dengan pembelian secara online. Caranya ketikkan saja “Jual bibit jamur merang “ di google, maka anda akan mendapatkan banyak sekali penawaran bibit jamur merang. Nah jika anda berminat membudidayakan jamur  merang, maka anda perlu belajar bagaimana Cara budidaya jamur merang dengan baik. Perhatikan beberapa hal penting di bawah ini :

I. Pembuatan Kumbung

A. Penentuan Lokasi :

1. Sumber jerami
2. Sumber air
3. Jalan

B. Persyaratan Kumbung :

* Dinding dalam dan atas menggunakan plastik polyetilen.
* Dinding luar menggunakan sterofoam.
* Kumbung lebih baik ditempat

C. Perbedaan kumbung :

* Kumbung atas lancip : bila panas maka uap akan mengalir ke samping. Digunakan untuk kumbung yang memiliki satu rak ditengah.
* Kumbung atas datar : uap air akan jatuh ketengah-tengah kumbung. Digunakan untuk kumbung yang memiliki dua rak

II. Media

1. Jerami
2. Kapur CaCO3
3. Dedak
4. Limbah kapas

a) Jerami mengandung :

* Lignin
* Selulosa
* Silicca

 

b) Alternatif jerami :

* Alang-alang
* Eceng gondok
* Batang jagung
* Kelaras pisang

c) Alternatif limbah kapas :

* Hampas sagu
* Hampas tahu
* Hampas tempe
* Hampas kapuk

III. Pembuatan Kompos

1. Lapisan atas : kompos kapas
2. Lapisan bawah : kompos jerami

IV. Memasukkan Kompos

1. ±10 hari kompos jerami masuk kumbung, simpan setinggi ±40 cm/rak.
2. Lapisi ± 0,5 cm kompos kapas yang telah dikompos selama 1 bulan.
3. Pasteurisasi sampai suhu 70°C, pertahankan 4-5 jam.
4. Penanaman dilakukan bila suhu < 40°C.

V. Pasteurisasi / Steam

1. Lantai kumbung dibersihkan.
2. Peralatan untuk wadah penanaman bibit harus disertakan dalam pasteurisasi.
3. Semua ruang tertutup.
4. Drum pasteurisasi diisi penuh, salurkan pipa ke dalam kumbung.
5. Setelah mencapai 70°C (biasanya setelah 7-8 jam). Suhu dipertahankan selama 4-5 jam
6. Penanaman bibit dilakukan setelah istirahat 1 hari.

Catatan : – bila penyeteaman tidak matang, maka jendela harus dibuka agar amoniak keluar.
- bila penyeteman matang, maka jendela ditutup saja.

Alat Pasteurisasi Jamur.jpg Peralalatan Pasteurisasi

VI. Penanaman Bibit

1. pH diusahakan mencapai 7 / netral.
2. Peralatan untuk penanaman yang telah di pasteurisasi disiapkan untuk diisi bibit.
3. Bibit log dihancurkan agar lembut. ( 1 log untuk 1m2)
4. Bibit ditabur pada 2/3 media dari tinggi media / tengahnya tidak di tabur.
5. Bibit sempilan di tanam di bawah media gulungan sebanyak 2 tempat tanam.
6. Bisa juga dibuat bantalan di tiang danditanami bibit.
7. Hari I : penanaman dilakukan sore hari.
8. Hari II : pertumbuhan miselium diperhatikan.
9. Hari III : – Bila bibit telah keluar miselium, maka langsung disiram.
- Bila bibit belum tumbuh, maka penyiraman dilakukan hari ke 4.
- Penyiraman bibit dilakukan pada tengah hari ± pkl 13.00
10. Hari IV : mulai hari ke 4, pintu & jendela dibuka antara pkl 06.00-06.15.
11. Hari V : jendela dibuka 15°. Pintu di buka pkl 00.00 selama ½ jam.
12. Hari VI : jendela di buka 30 °.
13. Hari VII : jendela di buka 45°.
14. Hari VIII : jendela di buka 60-90° / bila jamur tumbuh besar.
15. Panen selanjutnya jendela dibuka terus sampai selesai.

VII. Pemeliharaan Media

1. Penyiraman dilakukan 3 atau 4 hari setelah tanam.

* untuk mengubah masa vegetatif menjadi masa generatif. Karena penyiraman dilakukan pada siang hari sehingga jamur menjadi stress dan mengubah fase tanam.

2. Temperatur ruangan 34-36°C.
3. Temperatur media 34- 38°C.
4. Bila temperatur media mencapai 38°C atau lebih maka akan tumbuh cendawan Monilia,
tumbuh antara hari ke V – VIII.

VIII. Panen

1. Ciri jamur siap tanam :

* Bila masih ada tonjolan , panen dilakukan keesokan harinya.
* Bila bulat sudah merata , jamur siap panen.

2. Cara panen jamur :

* Lebih baik tidak menggunakan kuku tangan, tetapi menggunakan pisau yang telah disterilkan.
* Tinggalkan / sisakan sedikit pangkal buah jamur yang di panen.
* Media tidak boleh terangkat.

3. Penyebab menurunnya kualitas jamur merang (bercak-bercak):

* Pasteurisasi tidak matang
* Dedak tidak matang

4. Penyebab jamur pecah :

* Suhu terlalu tinggi
* Terlambat waktu panen.

Itulah beberapa hal penting yang perlu anda perhatikan jika hendak membudidayakan jamur merang. Tentunya tidak cukup itu saja, anda mesti mencari informasi secara lengkap tentang budidaya jamur merang ini sebelum memulainya. Selamat Mencoba.

Cara Membuat Kumbung Jamur

Jika pada postingan terdahulu saya sudah kupas tentang cara budidaya jamur tiram dan cara budidaya jamur merang sebab jamur memang memiliki peluang bisnis yang bagus untuk di geluti, sekarang saya akan share tentang cara membuat KUMBUNG.

KUMBUNG  adalah istilah yang biasa di sebut untuk rumah jamur yang fungsinya untuk menyimpan media tanam jamur agar hasilnya berkualitas baik dari segi bentuk maupun bobotnya. Membuat kumbung jamur sebenarnya mudah sebab hampir sama dengan membuat gubug, bahannya pun bisa di dapatkan di sekitar rumah misalnya bambu yang penting kuat dan kokoh.

Dindingnya bisa berbentuk gedhek ( anyaman bambu ) tiangnya bisa dari bongkotan (bambu bagian bawah ) dan atapnya bisa di buat dari genting biasa atau bisa dari alang-alang yang penting tidak bocor saat hujan.

Usahakan atapnya tidak memakai ASBES sebab hawa di dalam ruangan menjadi panas. Lantai sebaiknya di biarkan berbentuk tanah bahkan lebih baik lagi jika di lapisi dengan pasir. Bahkan harus di usahakan hawa didalam ruangan menjadi dingin dan lembab karena memang pada dasarnya habitat jamur berada di tempat yang lembab dan agak dingin.

Untuk membuat Kumbung sebaiknya anda perlu memperhatikan poin-poin penting di bawah ini :

-          Ukuran panjang bangunan dibuat per 2,00 meter dari tiang utama ke tiang utama.

-          Buat sistem rak dengan tinggi rak sekitar 60 cm dengan lebar sekitar 90 cm dan jumlah tingkat 5 buah.

-          Sekitar 80 cm gntuk gang / orang berjalan lebar.

-          Bagian bawah tiang – tiang utama (bambu) konstruksi di letakan diatas pondasi setempat dan samping bangunan ditutup pakai pasangan bata agar tdk ada binatang masuk ke dalam ruangan.

-          Rak paling bawah,  jarak dari tanah sekitar 20 cm – 30 cm.

-          Usahakan setiap membuat rumah jamur berkapasitas untuk 5.000 media tanam dengan ukuran kumbung sekitar 7,00 m x 2,60 m (ukuran memanjang) bisa juga ukuran bujur sangkar, semua tergantung bentuk tanahnya.

Perhatikan gambar di bawah ini, klik pada gambar untuk mendapatkan gambar yang lebih besar :

 



 

Tata cara pakai :

Bila bangunan kumbung sdh selesai dibuat jangan langsung dimasukan media tanam tetapi bersihkan area kumbung baik luar maupun dalam dari segala sampah dan kotoran bekas kerja.

Bersihkan pakai (disemprot) khusus bagian dalam (dari atas sampai bawah).

Kemudian semprotlah ruangan pakai obat kimia untuk mematikan bakteri-bakteri (agar area dalam menjadi steril) misalnya pakai formalin.

Diamkan sekitar 2 x 24 jam agar bau obat hilang dan pintu harus slalu tertutup.

Setelah itu masukan media tanam yang sdh terbungkus milesium 100 % (siap tumbuh jamur) dari ruang inkubasi.

Cara Membuat Rak Jamur

Pada postingan kemarin saya sudah kupas tentang cara membuat kumbung jamur, sekarang saya akan share tentang cara membuat rak jamur. Penataan rak pada jamur tiram ada 2 macam yaitu : penataan baglog berdiri dan penataan baglog tidur.

Baglog berdiri :

Penataan baglog berdiri sangat cocok dilakukan jika di daerah yang dingin. Namun kurang cocok jika daerahnya panas karena penataan baglog berdiri mengakibatkan penguapan yang tinggi. Untuk baglog berdiri rak yang digunakan seperti gambar di bawah ini :



Ukuran rak menyesuaikan ukuran kumbung, ukuran di atas saya asumsikan ukuran kumbung 3 m x 7 m sehingga dalam satu kumbung ada 3 rak.

Contoh Baglog Tidur :



Penataan baglog tidur bisa dilakukan di daerah panas maupun dingin. Penataan seperti tidak memakan tempat juga tidak banyak memakan biaya dalam pembuatan rak.

Penataan baglog ditata rebah(tidur) di atas rak dengan posisi satu baris tutupnya menghadap ke jalan, dan baris berikutnya tutup menghadap ke sebaliknya, dan seterusnya.

Trik Budidaya Jamur Tiram Putih

Budidaya Jamur Tiram Putih menjadi bisnis produksi jamur yang semakin bagus prospeknya dan sangat menjanjikan. Jamur tiram putih besar sekali manfaatnya untuk kesehatan dan juga dapat di masak dengan berbagai menu masakan yang nikmat. Budidaya jamur tiram putih sangat menjanjikan sebab cara budidayanya tidak sulit dan permintaan pasar terhadap jamur tiram putih sangat besar.

Trik Budidaya Jamur Tiram Putih adalah dengan melengkapi segala keperluannya. Bahan-bahan dan alat yang diperlukan adalah :

A. Bahan-bahan :

- Bibit jamur harus yang berkualitas.
- Bekatul.
- Air bersih untuk membasahi bekatul.
- Kapur dolomite untuk mengatur PH.
- Tepung jagung.
- Kapas.
- Serbuk gergaji ( serguk gergaji kayu yang homogen bukan heterogen ) dan hindari   serbuk kayu yang bergetah.
- Bag Log

B. Alat-alat :

 

 
Budidaya Jamur Tiram putih

- Kumbung jamur atau ruangan khusus untuk mengatur suhu panas dan dingin. Baca :   Cara membuat kumbung jamur
- Rak Jamur.
- Alat pengepres untuk pemadatan campuran media.
- Alat pengaduk bibit ( Spatula ).

Cara budidaya jamur tiram putih :

1. Media

- Serbuk gergaji ditambahkan air dengan kelembaban kira-kira 50 – 65%.
- Apabila dicampur dengan tepung jagung maka kompsisinya adalah tepung jagung (   10% ), bekatul ( 10% ), dan serbuk gergaji ( 80% ). Apabila tanpa tepung jagung maka   serbuk gergajinya 15% dan 85%.
- Campur dengan macam-macam media sampai rata.
- Kasih kapur dolomite hingga PH menjadi netral atau 7.

2. Pengemasan Media

 
Trik Budidaya Jamur Tiram Putih

- Masukkan dalam plastik bahan-bahan media yang sudah tercampur dengan rata.
- Media kemudian dipres dengan rapat namun pada mulut pastiknya di beri cincin yang   fungsinya untuk memasukkan bibit jamur nantinya.
- Tutup ujung media dengan kapas agar tak terkena uap.

3. Seterilisasi

Trik budidaya jamur tiram tak lepas dengan yang namanya sterilisasi media. Sebab media yang di gunakan harus bersih dari microbia pathogen seperti bakteri dan jamur.

Berikut ini trik seterilisasi media :

- Masukkan dulu sepatula yang akan di gunakan untuk menyebarkan bibit agar tidak   merepotkan saat seterilisasi alat.
- Sepatula sebaiknya di bungukus dengan plastik dan di tutup agar lebih aman.
- Masukkan dan tata media dalam drum pemanas untuk proses sterilisasi.
- Panaskan media hingga suhunya mencapi 90 derajat dan bisarkan selama 8 sampai   9 jam.
- Biarkan drum tetap tertutup untuk menghindari penguapan air pada tepi plastik.

4. Inokulasi Bibit Jamur

- Cuci tangan dengan sabun anti kuman dan semprot dengan alkohol 70% untuk   meminimalisir kontaminan.
- Angkat dan keluarkan sepatula dari plastik.
- Buka tutup wadah bibit dan aduk dengan sepatula yang sudah seteril.
- Buka kapas di mulut plastik dan masukkan bibit setelah itu tutup kembali dengan   kapas.
- Pasang kembali tutup media.
- Bibit siap di inkubasi.

5. Cara Inkubasi

- Letakkan media yang sudah di beri  bibit pada rak pentimpanan.
- Lama inkubasi kurang lebih 40 hari dengan suhu optimal 22 hingga 28 derajat celsius.

6. Pemeliharaan

- Selama masa pemeliharaan penutup baglog sebaiknya sedikit di buka.
- Usahan ventilias udaranya lancar agar dapat mensuplai oksigen dengan baik.
- Lakukan penyiraman setiap hari terutama pada saat tengah hari untuk   mempertahankan kelembaban udara.

7. Panen

 
Jamur tiram putih siap panen

Jamur tira putih sudah bisa di panen jika badan jamur sudah tumbuh besar dan lebar.

Dalam budidaya jamur tiram putih yang perlu di perhatikan adalah kelembaban. namun semakin lembab lingkungannya semakin meicu terjadinya kontaminan. Oleh sebab itu jika budidaya jamur tiram putih dilakukan di tempat yang lembab sebainya kadar nutrisinya dikurangi untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur penyakit.

Peluang Usaha Budidaya Jamur Kancing

Jamur kancing (Agaricus bisporus) yang biasa disebut juga dengan jamur champignon atau button mushroom  ciri khas bentuknya menyerupai kancing baju yakni bulat dengan warna putih, coklat atau krem. Harga jamur kancing di pasaran terbilang cukup mahal sesuai dengan rasanya yang nikmat luar biasa mirip seperti rasa daging sapi membuat jamur kancing sangat potensial untuk di budidayakan.

Ukuran jamur kancing adalah dua sampai empat senti meter namun bisa sudah mekar dewasa ukurannya mencapai dua puluh senti meter. Jamur kancing adalah jamur yang tergolong paling banyak di budidayakan di seluruh dunia sebab jamur ini banyak sekali peminatnya dan pemasarannya juga mudah.

Peluang usaha budidaya jamur kancing

Cara budidaya

Persiapan bibit

Jika anda berniat menjalankan bisnis budidaya jamur ukuran skala kecil, maka sebaiknya pilih bibit jamur F3 yang dapat langsung ditebar pada media tanam dan dibudidayakan hingga masa panen tiba.

Teknik Budidaya Jamur

Pada umumnya teknik budidaya jamur kancing memiliki tahapan yang hampir sama dengan cara budidaya jamur merang. Tahapan-tahapan tersebut antara lain sebagai berikut :

Tahapan pertama yang perlu dilakukan adalah menyiapkan media tanam. Untuk pembudidayaan jamur kancing, media tanam yang digunakan terbuat dari campuran jerami padi (100%), kapur pertanian (2,5%), bekatul (3%), dan ditambahkan urea (9%), ZA (1%), dan TSP (1,2%).

Tahapan kedua yaitu proses pengomposan. Caranya dengan memotong jerami padi dengan ukuran 10-15 cm, dicuci hingga bersih dan ditiriskan sampai kelembapannya 65%. Selanjutnya tumpuk jerami dengan ukuran 10-15 cm dan tambahkan media lain berupa bekatul dan kapur diatasnya. Susun lapisan media tersebut berselang-seling antara jerami padi dengan campuran bekatul dan kapur. Pada hari berikutnya lakukan pembalikan, agar campuran media merata dan tambahkan urea sebanyak 0,9% (bila kurang lembab bisa ditambahkan air). Pada hari ke enam media ditambahkan dengan ZA 1%, dan diaduk-aduk agar semuanya merata. Sedangkan pada hari ke sepuluh, tambahkan TSP sebanyak 1,2% lalu aduk-aduk dan diamkan selama 12-17 hari.

Selanjutnya adalah tahapan sterilisasi media tanam. Proses sterilisasi dilakukan dengan cara meletakan media tanam (yang telah dikompos) secara merata di atas rak-rak tanam yang disiapkan di ruang kumbung jamur ( baca selengkapnya : cara membuat kumbung jamur ), dengan ketebalan media tanam sekitar 15-20 cm. Kemudian alirkan uap panas dari perebusan air di pembangkit uap hingga suhu ruang kumbung mencapai 60°-65°C, pertahankan suhu tersebut selama 12 jam. Apabila suhunya telah mencapai 65°-75°C maka bukalah ventilasi ruangan agar suhunya kembali turun menjadi 40°-45°C. Usahakan untuk menjaga kestabilan suhu di ruang kumbung pada kisaran 40°-45°C selama kurang lebih 70 jam.

Tahapan berikutnya yakni penanaman bibit jamur. Setelah suhu ruangan turun menjadi 32°C, maka bibit jamur kancing sudah bisa ditanam. Untuk rak budidaya jamur dengan ukuran 3 m x 1 m, biasanya dibutuhkan sekitar 10-14 botol bibit jamur dengan isi 220 cc. Untuk tahapan ini dibutuhkan suhu ruangan ideal berkisar 28,8°-30° C pada daerah dataran tinggi, dan suhu 24,4°-26,6° C pada dataran rendah. Dengan tingkat kelembapan mencapai 90-100% maka bibit jamur kancing akan menunjukan pertumbuhan miseliumnya pada usia 12-14 hari.

Proses selanjutnya yaitu casing atau pelapisan tanah setebal 3-5 cm di atas media tanam yang telah ditumbuhi miselium. Tanah yang digunakan sebagai casing harus tanah cokelat serta berpori, selain itu pH tanah sekitar 6,2-8, dan yang paling penting terbebas dari hama ataupun penyakit. Sebelum tanah digunakan, sterilisasikan terlebih dahulu dengan uap panas pada suhu 70°C selama 2-4 jam dengan ditambahkan 2 liter formalin sebanyak 40% per m3 tanah.

Setelah 9-14 hari setelah masa casing dilakukan, biasanya tubuh buah mulai muncul. Untuk itu, bukalah ventilasi pada rumah kumbung jamur agar proses pertumbuhan jamur kancing bisa lebih cepat (biasanya tiga hari kemudian jamur sudah bisa dipanen).

Nah itulah sekilas tentang budidaya jamur kancing. Anda berminat untuk membudidayakannya ?

Peluang Usaha Budidaya Jamur Ling Zhi

Jamur lingzhi (Ganoderma lucidum) merupakan salah satu jenis jamur kayu yang terkenal dengan sebutan “Raja obat”. Sebutan tersebut diberikan masyarakat karena khasiat jamur lingzhi dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit dan aman dikonsumsi dalam jangka waktu panjang tanpa efek samping apapun. Hal inilah yang membuat jamur lingzhi semakin diminati pasar dan mulai dikembangkan masyarakat sebagai peluang usaha.

Kasiat Ling Zhi untuk Kesehatan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan periset dari USA, Jepang, China, Jerman, Kanada, Malaysia, Singapura dan Indonesia menunjukan bahwa Ling Zhi memiliki kandungan lebih dari 200 elemen zat aktif yang bermanfaat untuk kesehatan. Misal saja Polisakarida yang bersifat ”pembersih” yang dapat mengurangi kadar gula darah serta memperkuat kekebalan tubuh.

Begitu juga dengan Germanium Organik yang dapat menstabilkan tekanan darah dan mempercepat proses pemulihan stroke. Adapaun Adenosin yang dapat menurunkan kolestrol dan menurunkan penggumpalan darah serta Ling Zhi pun mengandung Ganoderik yang berfungsi untuk peremajaan regenerasi sel yang menambah mempercantik kulit muka dan tubuh.

Peluang Usaha Budidaya Jamur Ling Zhi

Pada dasarnya membudidayakan jamur lingzhi tidaklah susah, cara budidayanya sama saja dengan jamur lainnya seperti jamur merang atau jamur tiram, jadi untuk cara budidayanya tidak saya ulas secara detail di sini sebab anda bisa menyimaknya di kedua link yang berwarna merah di atas. Biasanya jamur lingzhi dibudidayakan masyarakat dengan menggunakan media tanam buatan berupa serbuk gergaji kayu yang dibentuk menjadi baglog jamur. Meskipun cukup mudah, untuk bisa menghasilkan panen jamur lingzhi yang baik, diperlukan cara budidaya jamur yang tepat dan berkualitas.

Jika anda berminat mendalami budidaya jamur lingzhi maka anda harus mempunyai tempat khusus untuk budidaya jamur yang biasa di sebut dengan kumbung jamur. Bagimana cara membuat kumbung jamur ? silahkan anda baca di Cara membuat kumbung jamur.

Asumsi Pendapatan Ling Zhi per Bulan :

1. Investasi Rp. 3.500.000,-

• Investasi awal Rp. 300.000,-

• Investasi tambahan rak & autoclave Rp 3.200.000,-

2. Bahan Baku Rp. 7.100.000,-

• Bibit Rp. 5.000.000,-

• Serbuk gergaji, bekatul dan kapur Rp. 1.200.000,-

• Polybag, plastik, karet & kapas Rp. 400.000,-

• Biaya ektraksi Rp. 300.000,-

• Botol Rp. 200.000,-

3. Biaya Operasional Rp. 2.300.000,-

• Gaji Karyawan 2 orang Rp. 1.500.000,-

• Listrik, air dan telpon Rp. 400.000,-

• Transportasi Rp. 400.000,-

4. Omset Rp. 15.000.000,-

5. Keuntungan bersih Rp. 5.600.000,-

Nah itulah sekilas info tentang peluang usaha budidaya jamur ling zhi. Bagi anda yang berminat mendalami budidaya jamur lingzhi, maka anda perlu memperkaya lebih banyak info tentang cara budidaya jamur yang benar dan juga sering-seringlah mendatangi tempat-tempat budidaya jamur untuk memperkaya informasi. Selamat mencoba.