Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label EKSTERIOR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EKSTERIOR. Tampilkan semua postingan
Minggu, 22 April 2012

Jaga Keindahan Teras!

 







Teras, yang juga kerap disebut serambi atau selasar ini sebaiknya harus selalu dijaga kebersihan dan keindanhannya. Tipsnya, sangat mudah dan tak perlu mahal, kok!

1. CUKUP SINAR. Agar tanaman hias tak cepat mati, letakkan di teras yang terkena sinar matahari.
2. FLEKSIBEL. Pilih tanaman hias yang mudah dirawat. Lebih baik tanaman hias ditanam di dalam pot agar lebih fleksibel dalam peletakannya.
3. LIDAH MERTUA. Sansivieria (Lidah Mertua) sangat cocok diletakkan di teras. Selain daunnya indah memanjang, juga berfungsi sebagai antioksidan dan bisa mentralisasi radiasi. Diletakkan di pojok teras dan tak terkena sinar matahari, Sansivieria akan tahan.
4. TANAMAN GANTUNG. Tanaman lipstick, yang karakter daunnya menjuntai ke bawah, mampu mempercantik suasana teras. Atau, jatuhkan pilihan pada tanaman sirih gading.
Rumput Liar EKSTERIOR, Keindahan, Teras

Tips Agar Teras Sejuk, Pilih Kolam Hingga Anggrek



Fungsi teras depan ternyata tak sepele. Bagaimana mengubahnya agar sejuk?

Rumah tanpa teras? Rasanya kurang lengkap. Jadi, berapapun sisa tanah yang ada, usahakan membuat teras, minimal teras depan. Syukur masih memungkinkan dibuatkan
teras belakang atau teras samping.

Teras merupakan "ruang transisi" antara ruang luar dan ruang dalam. Nah, ruang transisi inilah yang akan membuat siapapun yang ingin masuk ke ruang dalam diantar atau dimediai teras, sehingga membuat hatinya lebih bisa diterima. Ada rasa welcome. Pun ramah dan bersahabat.

Sekurang-kurangnya ada 2 hal yang patut dipertimbangkan untuk membuat teras. Yang pertama menyangkut kegiatan yang sering dilakukan di teras. Itu sebabnya, teras depan berbeda fungsi dengan teras belakang atau teras samping. Teras depan merupakan ruang untuk menyambut tamu. Sang tamu dipersilakan masuk ke ruang tamu. Namun, ada kalanya tamu justru lebih memilih dan suka berada di teras depan. Tamu demikian biasanya sahabat karib, yang kepingin bincang-bincang santai di teras depan.

Sementara itu, teras samping atau teras belakang sifatnya lebih pribadi, tertutup dari keramaian. Biasanya dipakai duduk-duduk menikmati suasana rileks. Melepas lelah dari kepenatan kerja seharian sembari minum kopi plus nyamikan ringan.

Yang kedua, perhatikan kondisi fisik, terutama berkaitan dengan cahaya matahari. Rumah yang menghadap ke Timur, membuat penghuni leluasa menyambut terbitnya sang surya. Duduk sebentar di teras depan menyongsong matahari bisa menjadi pilihan kegiatan yang mengasyikkan.

Namun, bila rumah menghadap ke Barat, sering membuat penghuni mengeluh panas. Duduk di teras depan masih terasa panas. Boleh dibilang kurang nyaman. Tapi, inilah tantangan bagi Anda yang memiliki rumah menghadap ke Barat. Nah, bagaimana "merekayasa" agar teras depan bisa asri dan menyulapnya menjadi sejuk?

1. RELIEF DAN KOLAM
Salah satu cara untuk membuat teras sejuk, sekalipun rumah menghadap ke Barat, adalah relief. Bisa di sebelah kiri atau kanan tembok. Buat relief sealami mungkin, sehingga terkesan berada di kawasan pegunungan. Misalnya relief bercorak stalagnit vertikal, kesan yang ditimbulkan teras depan menjadi tinggi dan terasa asri bila ditambah air terjun/air mancur.

Ada juga relief bergaris vertikal dikombinasikan dengan pot batu-batuan bercorak abstrak. Pada relief, diberi beberapa tanaman hias, misalnya soka, sirih gading, kadaka, krisdoren, krokot, pakis, andang laut, ataupun suplir. Silakan pilih sendiri sesuai selera. Dengan begitu, teras pun akan tampak anggun, karena penataan aneka tanaman tersebut yang sangat serasi.

Relief dengan air mancur menampilkan suasana sejuk. Guyuran air turun mengalir sampai ke kolam. Bentuk kolam sengaja didesain sealami mungkin, sehingga sepadan dengan relief di dekatnya. Pada kolam ikan, tanami tanaman air. Beberapa jenis tanaman air bisa menjadi pilihan, antara lain lotus, teratai, kana air, apu-apu, melati air. Atau yang lagi ngetren adalah Cipyrus papyrus yang berasal dari sungai Nil yang berdaun unik dekoratif. Bentuknya jurai kuda yang tumbuh dari satu tangkai yang panjangnya sampai 2 meter lebih.

TANAMAN HIAS DAUN
Bila Anda berniat membuat tamu di teras depan jadi betah, tambahkan beberapa tanaman hias daun. Pilih tanaman hias daun yang daunnya berwarha hijau. Begitu masuk teras depan, tamu akan diantar oleh hijaunya daun-daun tanaman, sehingga merasa diterima oleh tuan rumah.

Tidak harus beli tanaman hias daun yang harganya selangit. Pilih saja tanaman hias daun yang gampang diperoleh dan mudah dirawat, tapi tampilannya tetap oke. Contohnya, tanaman dari keluarga Araceae, seperti sri rejeki (Aglaonema sp), kuping gajah (Anthurium sp), sirih belanda (Scindapsus sp), dieffenbacia, monstera, atau philodendrum.

Boleh juga Anda pilih tanaman dari keluarga Polypodiaceae, seperti suplir (Adiantum sp), kadaka (Asplenium sp), nephrolepis, atau pteris. Hanya saja, perawatan tanaman keluarga ini sedikit membutuhkan perhatian. Tekun dan rajin menyiram, menjemur sebentar, dan memupuk setiap 3 bulan sekali.

TANAMAN HIAS BUNGA
Bagi Anda yang menyukai kehangatan, barangkali butuh kombinasi dengan kehadiran bunga berwarna-warni. Anda bisa memilih beberapa tanaman hias bunga yang kini sedang digandrungi banyak orang:

1. Euphorbia
Bunganya sungguh unik. Ia punya empat kelopak yang membentuk segi empat. Tumbuh beberapa kuntum dalam satu tangkai yang panjang. Yang lebih menarik, warnanya bermacam-macam mulai dari merah, merah jambu, pink tua, kuning sampai kuning keputihan, atau kuning pucat. Akan lebih cantik jika didesain satu pot terdiri dari beberapa warna bunga. Daunnya berujung oval dengan panjang sekitar 3-4 cm. Lazimnya batang euphorbia punya banyak duri. Tanaman ini cukup tahan terhadap sinar matahari.

2. Kamboja Jepang (Adenium obesum).
Termasuk tanaman semak, tingginya kurang dari 1 meter. Punya batang unik, berbengkok-bengkok "menggeliat", dan banyak cabangnya. Daunnya berkelompok rapat pada ujung ranting, dan bertangkai daun agak panjang. Helaian daun memanjang berbentuk lanset. Kalau dulu hanya dikenal kamboja Jepang berbunga merah atau putih, namun sekarang sudah banyak motifnya.

Contohnya, ada warna bunga merah darah polos, ada pula perpaduan merah dengan merah muda, atau perpaduan merah darah dengan putih. Sebagai tanaman hias, biasanya kamboja Jepang ditanam dalam pot. Lalu diposisikan di teras depan, kadang sengaja ditaruh di ruang tamu, atau di meja makan.

3. Anggrek
Anda pecinta anggrek? Tak ada salahnya menanam anggrek bulan di teras depan. Bunga ini tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan bercabang. Tangkai bunganya variatif sekitar 15-100 cm. Jumlah bunga setiap tangkai berbeda-beda berkisar antara 3-25 kuntum. Yang khas dari anggrek bulan adalah ia mempunyai 3 calyx (sepal daun bunga), 3 corolla (petal daun mahkota bunga), dan 1 gonystenium (putik dan benang ari bersatu). Selain memiliki calyx, corolla, dan gonystenium, bunga ini kaya warna, dari putih, putih kekuning-kuningan, ungu, merah, sampai kombinasi warna-warna lain bergantung jenisnya. Adapun mekarnya bunga secara bertahap, mulai bagian pangkal hingga ujung tandan. Periode mekar berlangsung lama antara 1 - 4 minggu.

Aksen Kusen Alumunium



Rumah dengan kusen dari kayu sudah jamak, alias tidak asing lagi. Terlebih di Indonesia yang memang surga segala macam jenis kayu indah dan bermutu tinggi. Tinggal pilih, mau pakai jenis kayu apa, semua tersedia.

Sayangnya, meskipun dari segi fungsi dan estetika kusen dari kayu tidak usah diragukan lagi, ada dua "musuh" utama kusen-kusen kayu tersebut. Pertama: rayap. Kedua: warna yang semakin kusam. Belum lagi musuh lain berupa penyusutan akibat terkena perubahan cuaca dari panas-hujan-panas, berkali-kali.

Memanfaatkan kusen yang terbuat dari alumunium adalah salah satu cara kita terbebas dari ketiga masalah tersebut. "Selain tahan lama, alumunium juga tak menyusut dan tak dimakan rayap," papar Marisa dari Aluplus+. Tak hanya kusen pintu dan jendela, bahan alumunium juga bisa dipakai untuk daun pintu dan folding door (pintu lipat). "Ada yang sudah jadi, ada pula yang dibuat sesuai pesanan. Desain pintu bisa satu daun atau double swing, dengan bentuk daun panel utuh atau dilengkapi daun kaca."

Sebagai masyarakat yang terbiasa memakai kayu sebagai kusen, unsur warna alumunium yang silver kerap membuat orang enggan mengganti kusen kayunya dengan alumunium. Padahal, dengan alumunium pun kusen bisa tetap tampil gaya. Tergantung finishing-nya. "Finishing bisa dengan berbagai warna dasar seperti cokelat, hitam, putih, atau wood finishing seperti kayu. Jadi, dari luar tampak seperti kayu, bukan alumunium," tutur Marisa sambil memberi contoh salah satu kusen alumunium yang sekilas memang amat mirip dengan kayu.

Satu hal yang membuat warna kusen alumunium tak mudah luntur meskipun terkena perubahan cuaca adalah karena powder coating. "Untuk warna kayu biasanya dilakukan proses pelapisan hingga dua kali karena lebih rumit," ujar Marisa.

Bebas Perawatan
Kelebihan lain dari alumunium adalah free maintenance (bebas perawatan) . "Kalau kotor cukup dibersihkan atau dilap dengan air. Bahannya, kan, logam dan anti karat."

Untuk pemasangan memakan waktu sebulan. "Mengukurnya harus benar-benar pas dan akurat dengan jendela. Jika kebesaran bisa bocor, dong. Dan alumunium juga enggak bisa digergaji seperti kayu," tutur Marisa sambil memberi garansi pemakaian alumunium selama 10 tahun.

Bagaimana soal harga? Marisa membanderol harga sekitar Rp 350 ribu per meter lari untuk alumunium. Sebagai contoh, jendela dengan ukuran 1x1,5 meter persegi plus kaca memakan biaya kurang lebih Rp 1,4 juta. "Memang, untuk jangka waktu pendek harga ini lebih mahal dibandingkan jika memakai kayu. Tapi, kan, lama-lama kayu kalau kena panas bisa menyusut atau mengembang. Belum lagi jika sudah pudar kayu perlu dikikis atau difurnish lagi. Berarti, kan, tambah biaya. Sedangkan alumunium tidak."

Lebih Bergengsi?
1. Bahan alumunium tidak merusak hutan dan kayu.
2. Kusen alumunium dengan wood finishing akan tampil artistik karena pelapisnya terlihat mirip kayu.
3. Alumunium bisa bertahan lama tanpa perawatan yang rumit. Kalau ada noda tinggal dibersihkan dan tidak perlu pengecatan karena bahan dasarnya sudah anti karat.
4. Sesuai dengan kemajuan zaman, konon kusen alumunium lebih prestise daripada kusen kayu.

Alumunium vs Kayu
Yudi Hermawan, seorang kontraktor di Jakarta, memberi gambaran perbandingan kusen alumunium dengan kayu. Untuk ukuran 1x1,5 meter persegi, kusen alumunium memakan biaya berkisar Rp 1,4 juta.

Kayu Harga
Jati Super Rp 2,5 juta
Jati Jabar Rp 1,8 juta
Kamper Rp 1,125 juta
Bengkirai Rp 1 juta
Nangka Rp 850 ribu
Rumput Liar Aksen, Alumunium, EKSTERIOR, Kusen

Gaya Dengan Rangka Baja

 







Kuda-kuda dari baja ringan layak jadi pilihan pengganti kuda-kuda dari kayu. Meskipun memiliki kekurangan, baja ringan dianggap lebih murah, mudah dipasang, serta tahan rayap.

Jamaknya, rumah di Indonesia menggunakan kayu sebagai kuda-kuda rumah. Namun, tahun 2000 kedudukan kayu mulai digeser oleh baja ringan. Tak hanya rumah, tapi juga kantor dan sekolah memilih mengganti kuda-kuda kayunya dengan baja.

Kepopuleran rangka dari baja ini mulai terasa empat tahun kemudian. "Karena selain pemasangannya mudah, harganya pun terjangkau," kata Ardhian Yoga Oetoro, Marketing Communication BlueScope Lysaght didampingi Fransisca Rina Trianasari, Regional Sales Manager Residential Solution Central BlueScope Lysaght dan Rachimi dari SmartHome yang memperkenalkan solusi teknologi mutakhir konstruksi baja kuda-kuda pintar SMARTRUSS.

Banyak kelebihan yang dimiliki baja ringan. "Beratnya sekitar 9-10 kg/m2. Sementara kuda-kuda kayu beratnya kurang lebih 15-18 kg/m2. Harganya berkisar antara Rp 150-200 ribu/m2, tergantung model, ukuran, jenis atap, bentangan. Minimal sama dengan kualitas kayu kamper medan dan bengkirai," kata Fransisca.

Baja ringan, lanjut Fransisca bersifat structural system, alias dijual dengan sistem terpasang. "Supaya aman, karena berhubungan dengan nyawa di atas kepala kita. Jadi, yang memasang pun harus tukang yang telah dilatih."

Pemasangan oleh orang yang ahli ini bisa dimengerti, karena dibutuhkan kehati-hatian serta ketelitian tinggi untuk memasangnya. "Berbeda dengan kuda-kuda kayu, yang hampir semua tukang bisa memasang sendiri. Ya mungkin saja, beberapa tahun ke depan banyak orang bisa memasang baja ringan sendiri."

Sistem kerja baja ringan adalah kuda-kudanya menumpu di atas ring balok bagian atas. "Begitu masuk bagian tersebut akan membuka dan mengikat hingga hasilnya akan kuat. Proses penyambungan dilakukan dengan self driving screw, hingga proses fabrikasi menjadi cepat dan mudah tanpa perlu dilas atau dibor terlebih dahulu."

Tahan Lama
Kekuatan baja ringan bisa sampai 10 tahun. "Baja yang dipakai adalah baja bermutu tinggi, Hi-Ten G550 lapis zinc dan alumunium. Baja di-treatment hingga tipis, lalu ditarik hingga mutu bajanya tinggi. Kekuatannya sama dengan baja-baja biasa. Kuat, bisa diinjak-injak, untuk menahan beban genteng, plafon, memasang lisplang dan listrik," papar Fransisca lagi.

Selain itu, dari segi pemasangan sangat efisien. "Sehari bisa memasang 25 m2. Jika mencapai 100 m2 bisa sampai empat hari. Hari kelima sudah bisa pasang genteng. Sementara jika memakai kayu bisa dua kali dari itu. Apalagi baja konvensional tiga kalinya." Bahkan saat pemasangan, tempatnya relatif bersih, tak banyak sisa-sisa potongan.

Kenyamanan memakai baja ringan diakui pemilik rumah Ir. Donnie di daerah Cipete. Sang aristek memilih rangka atap dengan memakai baja ringan, bukan kayu. "Memang, sih, untuk harga dibanding dengan kayu jenis tertentu jadi terasa sedikit agak lebih mahal. Tapi kalau dibandingkan dengan kayu kamper atau jati tentu jadi lebih murah. Bayangkan, sudah mahal tapi dimakan rayap pula, jadi jatuhnya tambah mahal, bukan?" papar Ir. Nehemia, konsultan rumah tersebut.

Selain dari harga, segi pengerjaan pun lebih mudah dan cepat. "Karena kita tinggal merancang modelnya seperti apa, bagian pabrik yang membuat rangka. Setelah itu, kita tinggal menyambung dengan menggunakan baut. Memasangnya pun tak lama hanya 3-4 hari saja. Sementara kayu, selain lebih berat, tenaga yang dipakai pun lebih banyak meski bahannya lebih murah."

Menurut Nehemia, kekuatan kayu pun diprediksi berusia 10-20 tahun saja. "Sementara kalau memakai baja ringan bisa mencapai 50-100 tahun." Kelebihan lain, baja anti rayap dan ringan. Jadi, jangan bayangkan baja-baja yang berat, karena baja yang dipakai untuk kuda-kuda rumah berbeda jenisnya. "Ringannya seperti seng, kalau dibentangkan dan ditekuk-tekuk gampang sekali. Kena angin pun lebih fleksibel menahan beban."

Tren memakai rangka baja ringan ini, lanjut Nehemia, diramalkan akan bertahan lama. "Bayangkan jika orang masih memakai kayu, berapa banyak lagi pohon yang ditebang. Apalagi dengan kemajuan zaman, teknologi tinggi, orang maunya serba cepat dan praktis."

Sayangnya, berbeda dengan kayu, kuda-kuda dari baja ringan kurang bagus dari segi estetika. Itu sebabnya harus ditutup dengan eternit. Tetapi jangan khawatir, karena perawatan lebih gampang karena tak perlu dipoles dengan anti rayap. Bahkan di saat gempa atau angin besar baja akan tetap bertahan.

RAMAH LINGKUNGAN
1. Kelebihan baja ringan saat terjadi kebakaran tidak memperbesar api.
2. Ramah lingkungan dan 100 persen dapat didaur ulang.
3. Tidak ada muai susut akibat perubahan cuaca.
4. Tidak perlu dicat.
5. Kesalahan saat pemasangan bisa diminimalisasi.
Rumput Liar Baja, EKSTERIOR, Gaya, Rangka

Rumah Sekaligus Tempat Usaha

 







Perlu usaha khusus agar bisa sukses merombak rumah tinggal menjadi rumah sekaligus tempat usaha. Karena menyatu dengan tempat tinggal, maka pembagian ruang menjadi penting.

Sungguh tak mudah merenovasi rumah. Terlebih jika tujuannya mengubah rumah sekaligus menjadi tempat usaha. Riri mengalami kepusingan yang sama saat ingin membuka salon di rumahnya. Ia lalu meminta bantuan Aggie Dewi dan Nadia Erithiany, keduanya arsitek dari Banco. Menurut Nadia, karena ada penyatuan dua fungsi di satu bangunan, yang paling penting adalah pembagian ruang yang efisien. "Harus dibicarakan dengan jelas, ruang mana saja yang tetap pada posisinya dan mana yang perlu ditambah," jelas Nadia.

Selain itu konsep rumah pun harus direncanakan matang. "Kita sengaja memilih konsep minimalis, karena selain sedang tren, kebetulan penghuninya pun hanya dua orang, yaitu Riri dan putranya," kata Nadia. Karena konsepnya sudah jelas, proses selanjutnya menjadi lebih mudah, termasuk ketika memilih furnitur yang sesuai. "Karena konsep rumahnya minimalis, Riri bisa memilih furnitur yang simpel dan praktis," tutur Nadia yang menyarankan si pemilik rumah untuk mengontrak rumah lain sementara rumahnya direnovasi.

Lalu, yang tak kalah pentingnya adalah konsep rumah tumbuh atau perluasan ruangan. "Misalnya, rumah salon ini. Pemiliknya ada rencana pengembangan ke atas. Jadi, ruang pribadi di lantai bawah, bisa pindah ke lantai atas. Tanpa perlu membongkar lagi karena sudah dipersiapkan sejak awal."

Sepintas, dari luar rumah seluas 120 meter persegi yang terletak di perumahan Pondok Kelapa Indah, Kalimalang, Bekasi, ini terlihat seperti rumah minimalis yang memang sedang tren saat ini. Sama sekali tak tampak seperti tempat bisnis. Begitu kita masuk ke ruang tamu, aura usaha sangatlah terasa. Terlihat beberapa kursi salon berwarna hitam yang tersusun rapi, alat pengering, dan gunting. Penempatan perabot yang pas, membuat salon ini terasa homey. "Ini cocok dengan yang saya inginkan, yaitu salon dengan kesan rumah," tutur Riri.

Manis & Simpel
Di sebelah salon, dipisahkan dinding, terletak kamar tidur dan kamar anak, serta kamar mandi. "Jadi, kalau saya ingin ke rumah tinggal buka pintu masuk salon dan jalan ke sebelah," jelas Riri. Untuk membedakan antara rumah dan salon ada pintu besi berwarna hitam yang posisinya terletak di depan rumah. Tak lain maksudnya agar pemilik rumah bebas hilir mudik sehingga tak akan terlihat tamu salon.

Sementara itu, ruang servis seperti dapur, ruang makan, kamar dan kamar mandi pembantu serta ruang cuci dan gudang ada di lantai atas. Untuk menuju ke lantai atas menggunakan tangga besi yang mungil. Di bawah tangga diletakkan dua kursi dan meja. Ini dipakai untuk duduk-duduk santai.

Kesan homey juga lahir dari taman di depan dan belakang rumah. Beberapa tanaman air dan lidah buaya diletakkan di belakang rumah bersebelahan dengan ruang pijat. Begitu juga dengan ruang resepsionis berdekatan dengan ruang tunggu. Warna cokelat mendominasi ditambah tiga buah lampu gantung. Manis dan simpel!
Rumput Liar EKSTERIOR, Rumah

Rumah Asri Yang Terbuka Hijau

 







"Dulunya orang yang tinggal di sini tampaknya sangat khawatir akan keamanan. Jadi, ruangan dalam rumah tertutup dan terlihat sangat sumpek," jelas Ary yang lantas menghilangkan tembok pembatas di bagian tengah rumah. "Biar lebih lega saja."
Mulai tahun 1994 itu, baik Agung dan Ary merencanakan serta merenovasi rumah mereka tahap demi tahap. "Pokoknya suami saya ingin rumah itu serba terbuka dan terang," kata Ary yang membuat banyak jendela dan pintu sebagai akses udara dan cahaya. "Selain itu, kami juga ingin bisa menatap taman atau tanaman yang berada di luar rumah dari sudut mana pun."
Itulah sebabnya, dinding luar kamar diberi jendela dengan bukaan putar sama dengan dinding ruang tamu. Kamar mandi yang ada di kamar tidur utama hanya diberi pembatas tirai. Bahkan dindingnya diganti dengan jendela kaca besar sehingga langsung terlihat halaman belakang. Termasuk dinding pembatas antara ruang dalam dan luar, serta ruang atas.
Sudut-sudut terbuka di rumah dengan luas bangunan 100 meter persegi ini juga diperasri dengan peletakan tanaman dalam rumah serta penataan taman di halaman depan dan belakang. "Rumah tanpa halaman rasanya kurang sejuk di mata," kata Ary yang memilih tanaman yang mudah dirawat serta didominasi warna hijau.
Rumput Liar Asri, EKSTERIOR, Rumah

Berbenah Rumah Tanpa Masalah

 







Rencana merenovasi rumah sering membuat kepala pusing tujuh keliling. Perencanaan dan penentuan anggaran yang matang adalah kunci berhasil-tidaknya sebuah renovasi. Yuk, ikuti langkah praktis yang bisa dijadikan panduan melakukan renovasi.

Benar, membeli rumah dari pengembang tentu berbeda dengan membangun sendiri. Selain faktor kepuasan batin, membangun rumah sendiri membuat kita lebih leluasa menentukan ruangan yang kita inginkan. Kebutuhan akan renovasi lebih besar jika membeli rumah dari pengembang. Lalu, bagaimana jika melakukan renovasi? Seberapa perlu dilakukan, serta kapan waktu yang tepat untuk melakukannya?

Alasan Renovasi :
1.Expand
Artinya, penghuni rumah bertambah sehingga perlu ruang tambahan. Bisa ke samping karena ada sisa lahan/halaman atau ke atas karena keterbatasan lahan. Yang lebih sulit adalah ke atas, karena lantai di bawah mau tidak mau akan terganggu dan ada bagian bangunan yang rusak. Beda dengan renovasi ke samping yang relatif tidak mengganggu penghuni rumah.

2. Perbaikan
Biayanya mahal tapi tidak memberikan suasana baru. Misalnya, rumah yang kena rayap. Posisi rumah tetap, hanya mengganti bagian yang dimakan rayap.

3. Mengubah suasana
Misalnya, dari Mediteranian berganti ke minimalis.

Khusus renovasi yang dilakukan ke atas, ada beberapa cara yang bisa dilakukan selain mengecor lantai baru. Antara lain:
1.Keramik beton (keraton). Bentuk beton seperti bata, tinggal dirakit sesuai dengan panjang bentangan. Praktis tidak memakai rangka bangunan.

2.Balok kayu. Cukup populer, cepat pengerjaannya, suasana rumah lebih homy dan hangat. Harga lebih mahal dan tetap ada risiko terserang rayap.

3.GRC. Berbahan dasar semen, mirip gypsum. Memasanganya hampir sama dengan plafon.

4. Cor plat beton konvensional. Ini yang paling populer. Dilakukan serentak, jadi semua lantai rata kena cor. Jika renovasinya banyak, memang lebih bagus dilakukan pengecoran. Selain aman, tahan gempa dan longsor. Tapi sulitnya jika turun hujan, praktis furnitur di lantai bawah basah. Bila renovasi hanya satu kamar, sebaiknya memilih 3 cara tadi.

CARI IDE
Hal lain yang perlu diperhitungkan adalah siapa yang melakukan renovasi? Pilihannya, bisa oleh desainer interior, desainer struktur, ME (ahli listrik, saluran air), dan ahli fasad. Renovasi sederhana cukup memakai arsitek karena arsitek sudah belajar struktur dan ME. Nah, pelaksanaannya baru dilakukan oleh kontraktor, arsitek yang sekaligus membangun, dan mandor.

Jika dana jadi kendala, jasa arsitek bisa dihapus. Sebagai gantinya, cari ide sebanyak-banyaknya dari majalah interior, internet, atau tabloid. Lalu, pilih kontraktor bagus yang sekaligus bisa menghitung struktur. Urusan listrik bisa, kok, dilakukan sendiri.

Menyerahkan sepenuhnya urusan renovasi kepada mandor sangat tidak dianjurkan. Biasanya, pengetahuan mandor adalah bisa karena biasa. Akan jadi repot jika mandor yang menangani renovasi belum pernah membangun. Dengan kata lain, dia tidak bisa memberi solusi. Belum lagi kurangnya kemampuan mandor dalam menghitung biaya. Akibatnya, saat ditanya, tak bisa menjelaskan untuk keperluan apa. Jika terpaksa memakai mandor, sebaiknya untuk renovasi kecil-kecilan saja.
Rumput Liar EKSTERIOR

Batu Koral Hias, Ditebar atau Ditempel Sama Cantiknya







Beberapa namanya diambil dari nama daerah seperti Koral Lampung, Mik Bali, Batu Alor Surabaya, Ambon, Bengkulu, Pelabuhan Ratu, hingga Batu Flores. Harganya pun bervariasi sesuai dengan ukuran dan halus tidaknya permukaan batu. Di pasaran, Batu Lampung Super yang paling mahal harganya.





Banyak orang menggunakan koral hias untuk diletakkan baik dalam maupun luar ruangan. Bagian luar biasanya digunakan sebagai penghias taman kering. Di dalam pun dapat digunakan sebagai aksen atau menjadi pembagi ruang yang diletakkan di lubang tanpa keramik.

Selain ditebar, koral bisa menjadi elemen yang ditempel. Koral tempel ini disebut koral sikat. Elemen rumah ini bisa Anda beli di toko bangunan atau penjual tanaman taman di pinggir jalan.

Untuk membuatnya tak sulit. Aduk semen dan pasir, lalu masukkan ke dalam cetakan kayu. Setelah rata, tempel satu per satu batu di atas permukaannya. Setelah ditutup adukan lagi. Barulah disikat dengan sikat kawat hingga batunya muncul. Bersihkan dengan lap basah dan biarkan mengeras.

Koral sikat yang menjadi beton ini dapat digunakan sebagai lantai carport, teras, bahkan dinding rumah. Nah, agar permukaan batu bisa awet dan tahan terhadap lumut serta debu, sapukan dengan cairan coating dengan perbandingan 1 liter untuk 6 meter beton.

Membersihkan Koral Hias:






Merawat koral hias terutama jika diletakkan di luar ruangan tidaklah sulit. Di musim panas, lumut dapat hilang dengan sendirinya sementara hujan akan membersihkan debu dan kotoran. Nah, untuk koral dalam ruangan terutama di kamar mandi, Anda bisa membersihkan sendiri.





Masukkan koral hias ke dalam ember yang telah diisi air 1/4 ember. Masukkan 4-5 tutup botol, cairan pembersih porselen. Diamkan selama 1-2 jam. Gunakan sarung tangan karet lalu aduk-aduk batu dalam ember. Buang airnya lalu bilas dengan air bersih. Setelah itu, batu siap ditebar kembali.

Hiasan Pot
Jika Anda memiliki tanaman/ bunga plastik sebagai pajangan. Letakkan saja di dalam pot terakota. Caranya dengan memposisikan batang bunga sesuai kehendak, tahan dengan tangan kiri. Masukkan batu dengan tangan kanan satu per satu hingga batang bunga berdiri tegak.
Rumput Liar Batu, EKSTERIOR, HIAS, Koral