Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label EKSTERIOR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label EKSTERIOR. Tampilkan semua postingan
Minggu, 22 April 2012

Jaga Keindahan Teras!

 







Teras, yang juga kerap disebut serambi atau selasar ini sebaiknya harus selalu dijaga kebersihan dan keindanhannya. Tipsnya, sangat mudah dan tak perlu mahal, kok!

1. CUKUP SINAR. Agar tanaman hias tak cepat mati, letakkan di teras yang terkena sinar matahari.
2. FLEKSIBEL. Pilih tanaman hias yang mudah dirawat. Lebih baik tanaman hias ditanam di dalam pot agar lebih fleksibel dalam peletakannya.
3. LIDAH MERTUA. Sansivieria (Lidah Mertua) sangat cocok diletakkan di teras. Selain daunnya indah memanjang, juga berfungsi sebagai antioksidan dan bisa mentralisasi radiasi. Diletakkan di pojok teras dan tak terkena sinar matahari, Sansivieria akan tahan.
4. TANAMAN GANTUNG. Tanaman lipstick, yang karakter daunnya menjuntai ke bawah, mampu mempercantik suasana teras. Atau, jatuhkan pilihan pada tanaman sirih gading.
Rumput Liar EKSTERIOR, Keindahan, Teras

Tips Agar Teras Sejuk, Pilih Kolam Hingga Anggrek



Fungsi teras depan ternyata tak sepele. Bagaimana mengubahnya agar sejuk?

Rumah tanpa teras? Rasanya kurang lengkap. Jadi, berapapun sisa tanah yang ada, usahakan membuat teras, minimal teras depan. Syukur masih memungkinkan dibuatkan
teras belakang atau teras samping.

Teras merupakan "ruang transisi" antara ruang luar dan ruang dalam. Nah, ruang transisi inilah yang akan membuat siapapun yang ingin masuk ke ruang dalam diantar atau dimediai teras, sehingga membuat hatinya lebih bisa diterima. Ada rasa welcome. Pun ramah dan bersahabat.

Sekurang-kurangnya ada 2 hal yang patut dipertimbangkan untuk membuat teras. Yang pertama menyangkut kegiatan yang sering dilakukan di teras. Itu sebabnya, teras depan berbeda fungsi dengan teras belakang atau teras samping. Teras depan merupakan ruang untuk menyambut tamu. Sang tamu dipersilakan masuk ke ruang tamu. Namun, ada kalanya tamu justru lebih memilih dan suka berada di teras depan. Tamu demikian biasanya sahabat karib, yang kepingin bincang-bincang santai di teras depan.

Sementara itu, teras samping atau teras belakang sifatnya lebih pribadi, tertutup dari keramaian. Biasanya dipakai duduk-duduk menikmati suasana rileks. Melepas lelah dari kepenatan kerja seharian sembari minum kopi plus nyamikan ringan.

Yang kedua, perhatikan kondisi fisik, terutama berkaitan dengan cahaya matahari. Rumah yang menghadap ke Timur, membuat penghuni leluasa menyambut terbitnya sang surya. Duduk sebentar di teras depan menyongsong matahari bisa menjadi pilihan kegiatan yang mengasyikkan.

Namun, bila rumah menghadap ke Barat, sering membuat penghuni mengeluh panas. Duduk di teras depan masih terasa panas. Boleh dibilang kurang nyaman. Tapi, inilah tantangan bagi Anda yang memiliki rumah menghadap ke Barat. Nah, bagaimana "merekayasa" agar teras depan bisa asri dan menyulapnya menjadi sejuk?

1. RELIEF DAN KOLAM
Salah satu cara untuk membuat teras sejuk, sekalipun rumah menghadap ke Barat, adalah relief. Bisa di sebelah kiri atau kanan tembok. Buat relief sealami mungkin, sehingga terkesan berada di kawasan pegunungan. Misalnya relief bercorak stalagnit vertikal, kesan yang ditimbulkan teras depan menjadi tinggi dan terasa asri bila ditambah air terjun/air mancur.

Ada juga relief bergaris vertikal dikombinasikan dengan pot batu-batuan bercorak abstrak. Pada relief, diberi beberapa tanaman hias, misalnya soka, sirih gading, kadaka, krisdoren, krokot, pakis, andang laut, ataupun suplir. Silakan pilih sendiri sesuai selera. Dengan begitu, teras pun akan tampak anggun, karena penataan aneka tanaman tersebut yang sangat serasi.

Relief dengan air mancur menampilkan suasana sejuk. Guyuran air turun mengalir sampai ke kolam. Bentuk kolam sengaja didesain sealami mungkin, sehingga sepadan dengan relief di dekatnya. Pada kolam ikan, tanami tanaman air. Beberapa jenis tanaman air bisa menjadi pilihan, antara lain lotus, teratai, kana air, apu-apu, melati air. Atau yang lagi ngetren adalah Cipyrus papyrus yang berasal dari sungai Nil yang berdaun unik dekoratif. Bentuknya jurai kuda yang tumbuh dari satu tangkai yang panjangnya sampai 2 meter lebih.

TANAMAN HIAS DAUN
Bila Anda berniat membuat tamu di teras depan jadi betah, tambahkan beberapa tanaman hias daun. Pilih tanaman hias daun yang daunnya berwarha hijau. Begitu masuk teras depan, tamu akan diantar oleh hijaunya daun-daun tanaman, sehingga merasa diterima oleh tuan rumah.

Tidak harus beli tanaman hias daun yang harganya selangit. Pilih saja tanaman hias daun yang gampang diperoleh dan mudah dirawat, tapi tampilannya tetap oke. Contohnya, tanaman dari keluarga Araceae, seperti sri rejeki (Aglaonema sp), kuping gajah (Anthurium sp), sirih belanda (Scindapsus sp), dieffenbacia, monstera, atau philodendrum.

Boleh juga Anda pilih tanaman dari keluarga Polypodiaceae, seperti suplir (Adiantum sp), kadaka (Asplenium sp), nephrolepis, atau pteris. Hanya saja, perawatan tanaman keluarga ini sedikit membutuhkan perhatian. Tekun dan rajin menyiram, menjemur sebentar, dan memupuk setiap 3 bulan sekali.

TANAMAN HIAS BUNGA
Bagi Anda yang menyukai kehangatan, barangkali butuh kombinasi dengan kehadiran bunga berwarna-warni. Anda bisa memilih beberapa tanaman hias bunga yang kini sedang digandrungi banyak orang:

1. Euphorbia
Bunganya sungguh unik. Ia punya empat kelopak yang membentuk segi empat. Tumbuh beberapa kuntum dalam satu tangkai yang panjang. Yang lebih menarik, warnanya bermacam-macam mulai dari merah, merah jambu, pink tua, kuning sampai kuning keputihan, atau kuning pucat. Akan lebih cantik jika didesain satu pot terdiri dari beberapa warna bunga. Daunnya berujung oval dengan panjang sekitar 3-4 cm. Lazimnya batang euphorbia punya banyak duri. Tanaman ini cukup tahan terhadap sinar matahari.

2. Kamboja Jepang (Adenium obesum).
Termasuk tanaman semak, tingginya kurang dari 1 meter. Punya batang unik, berbengkok-bengkok "menggeliat", dan banyak cabangnya. Daunnya berkelompok rapat pada ujung ranting, dan bertangkai daun agak panjang. Helaian daun memanjang berbentuk lanset. Kalau dulu hanya dikenal kamboja Jepang berbunga merah atau putih, namun sekarang sudah banyak motifnya.

Contohnya, ada warna bunga merah darah polos, ada pula perpaduan merah dengan merah muda, atau perpaduan merah darah dengan putih. Sebagai tanaman hias, biasanya kamboja Jepang ditanam dalam pot. Lalu diposisikan di teras depan, kadang sengaja ditaruh di ruang tamu, atau di meja makan.

3. Anggrek
Anda pecinta anggrek? Tak ada salahnya menanam anggrek bulan di teras depan. Bunga ini tersusun dalam rangkaian berbentuk tandan bercabang. Tangkai bunganya variatif sekitar 15-100 cm. Jumlah bunga setiap tangkai berbeda-beda berkisar antara 3-25 kuntum. Yang khas dari anggrek bulan adalah ia mempunyai 3 calyx (sepal daun bunga), 3 corolla (petal daun mahkota bunga), dan 1 gonystenium (putik dan benang ari bersatu). Selain memiliki calyx, corolla, dan gonystenium, bunga ini kaya warna, dari putih, putih kekuning-kuningan, ungu, merah, sampai kombinasi warna-warna lain bergantung jenisnya. Adapun mekarnya bunga secara bertahap, mulai bagian pangkal hingga ujung tandan. Periode mekar berlangsung lama antara 1 - 4 minggu.

Aksen Kusen Alumunium



Rumah dengan kusen dari kayu sudah jamak, alias tidak asing lagi. Terlebih di Indonesia yang memang surga segala macam jenis kayu indah dan bermutu tinggi. Tinggal pilih, mau pakai jenis kayu apa, semua tersedia.

Sayangnya, meskipun dari segi fungsi dan estetika kusen dari kayu tidak usah diragukan lagi, ada dua "musuh" utama kusen-kusen kayu tersebut. Pertama: rayap. Kedua: warna yang semakin kusam. Belum lagi musuh lain berupa penyusutan akibat terkena perubahan cuaca dari panas-hujan-panas, berkali-kali.

Memanfaatkan kusen yang terbuat dari alumunium adalah salah satu cara kita terbebas dari ketiga masalah tersebut. "Selain tahan lama, alumunium juga tak menyusut dan tak dimakan rayap," papar Marisa dari Aluplus+. Tak hanya kusen pintu dan jendela, bahan alumunium juga bisa dipakai untuk daun pintu dan folding door (pintu lipat). "Ada yang sudah jadi, ada pula yang dibuat sesuai pesanan. Desain pintu bisa satu daun atau double swing, dengan bentuk daun panel utuh atau dilengkapi daun kaca."

Sebagai masyarakat yang terbiasa memakai kayu sebagai kusen, unsur warna alumunium yang silver kerap membuat orang enggan mengganti kusen kayunya dengan alumunium. Padahal, dengan alumunium pun kusen bisa tetap tampil gaya. Tergantung finishing-nya. "Finishing bisa dengan berbagai warna dasar seperti cokelat, hitam, putih, atau wood finishing seperti kayu. Jadi, dari luar tampak seperti kayu, bukan alumunium," tutur Marisa sambil memberi contoh salah satu kusen alumunium yang sekilas memang amat mirip dengan kayu.

Satu hal yang membuat warna kusen alumunium tak mudah luntur meskipun terkena perubahan cuaca adalah karena powder coating. "Untuk warna kayu biasanya dilakukan proses pelapisan hingga dua kali karena lebih rumit," ujar Marisa.

Bebas Perawatan
Kelebihan lain dari alumunium adalah free maintenance (bebas perawatan) . "Kalau kotor cukup dibersihkan atau dilap dengan air. Bahannya, kan, logam dan anti karat."

Untuk pemasangan memakan waktu sebulan. "Mengukurnya harus benar-benar pas dan akurat dengan jendela. Jika kebesaran bisa bocor, dong. Dan alumunium juga enggak bisa digergaji seperti kayu," tutur Marisa sambil memberi garansi pemakaian alumunium selama 10 tahun.

Bagaimana soal harga? Marisa membanderol harga sekitar Rp 350 ribu per meter lari untuk alumunium. Sebagai contoh, jendela dengan ukuran 1x1,5 meter persegi plus kaca memakan biaya kurang lebih Rp 1,4 juta. "Memang, untuk jangka waktu pendek harga ini lebih mahal dibandingkan jika memakai kayu. Tapi, kan, lama-lama kayu kalau kena panas bisa menyusut atau mengembang. Belum lagi jika sudah pudar kayu perlu dikikis atau difurnish lagi. Berarti, kan, tambah biaya. Sedangkan alumunium tidak."

Lebih Bergengsi?
1. Bahan alumunium tidak merusak hutan dan kayu.
2. Kusen alumunium dengan wood finishing akan tampil artistik karena pelapisnya terlihat mirip kayu.
3. Alumunium bisa bertahan lama tanpa perawatan yang rumit. Kalau ada noda tinggal dibersihkan dan tidak perlu pengecatan karena bahan dasarnya sudah anti karat.
4. Sesuai dengan kemajuan zaman, konon kusen alumunium lebih prestise daripada kusen kayu.

Alumunium vs Kayu
Yudi Hermawan, seorang kontraktor di Jakarta, memberi gambaran perbandingan kusen alumunium dengan kayu. Untuk ukuran 1x1,5 meter persegi, kusen alumunium memakan biaya berkisar Rp 1,4 juta.

Kayu Harga
Jati Super Rp 2,5 juta
Jati Jabar Rp 1,8 juta
Kamper Rp 1,125 juta
Bengkirai Rp 1 juta
Nangka Rp 850 ribu
Rumput Liar Aksen, Alumunium, EKSTERIOR, Kusen

Gaya Dengan Rangka Baja

 







Kuda-kuda dari baja ringan layak jadi pilihan pengganti kuda-kuda dari kayu. Meskipun memiliki kekurangan, baja ringan dianggap lebih murah, mudah dipasang, serta tahan rayap.

Jamaknya, rumah di Indonesia menggunakan kayu sebagai kuda-kuda rumah. Namun, tahun 2000 kedudukan kayu mulai digeser oleh baja ringan. Tak hanya rumah, tapi juga kantor dan sekolah memilih mengganti kuda-kuda kayunya dengan baja.

Kepopuleran rangka dari baja ini mulai terasa empat tahun kemudian. "Karena selain pemasangannya mudah, harganya pun terjangkau," kata Ardhian Yoga Oetoro, Marketing Communication BlueScope Lysaght didampingi Fransisca Rina Trianasari, Regional Sales Manager Residential Solution Central BlueScope Lysaght dan Rachimi dari SmartHome yang memperkenalkan solusi teknologi mutakhir konstruksi baja kuda-kuda pintar SMARTRUSS.

Banyak kelebihan yang dimiliki baja ringan. "Beratnya sekitar 9-10 kg/m2. Sementara kuda-kuda kayu beratnya kurang lebih 15-18 kg/m2. Harganya berkisar antara Rp 150-200 ribu/m2, tergantung model, ukuran, jenis atap, bentangan. Minimal sama dengan kualitas kayu kamper medan dan bengkirai," kata Fransisca.

Baja ringan, lanjut Fransisca bersifat structural system, alias dijual dengan sistem terpasang. "Supaya aman, karena berhubungan dengan nyawa di atas kepala kita. Jadi, yang memasang pun harus tukang yang telah dilatih."

Pemasangan oleh orang yang ahli ini bisa dimengerti, karena dibutuhkan kehati-hatian serta ketelitian tinggi untuk memasangnya. "Berbeda dengan kuda-kuda kayu, yang hampir semua tukang bisa memasang sendiri. Ya mungkin saja, beberapa tahun ke depan banyak orang bisa memasang baja ringan sendiri."

Sistem kerja baja ringan adalah kuda-kudanya menumpu di atas ring balok bagian atas. "Begitu masuk bagian tersebut akan membuka dan mengikat hingga hasilnya akan kuat. Proses penyambungan dilakukan dengan self driving screw, hingga proses fabrikasi menjadi cepat dan mudah tanpa perlu dilas atau dibor terlebih dahulu."

Tahan Lama
Kekuatan baja ringan bisa sampai 10 tahun. "Baja yang dipakai adalah baja bermutu tinggi, Hi-Ten G550 lapis zinc dan alumunium. Baja di-treatment hingga tipis, lalu ditarik hingga mutu bajanya tinggi. Kekuatannya sama dengan baja-baja biasa. Kuat, bisa diinjak-injak, untuk menahan beban genteng, plafon, memasang lisplang dan listrik," papar Fransisca lagi.

Selain itu, dari segi pemasangan sangat efisien. "Sehari bisa memasang 25 m2. Jika mencapai 100 m2 bisa sampai empat hari. Hari kelima sudah bisa pasang genteng. Sementara jika memakai kayu bisa dua kali dari itu. Apalagi baja konvensional tiga kalinya." Bahkan saat pemasangan, tempatnya relatif bersih, tak banyak sisa-sisa potongan.

Kenyamanan memakai baja ringan diakui pemilik rumah Ir. Donnie di daerah Cipete. Sang aristek memilih rangka atap dengan memakai baja ringan, bukan kayu. "Memang, sih, untuk harga dibanding dengan kayu jenis tertentu jadi terasa sedikit agak lebih mahal. Tapi kalau dibandingkan dengan kayu kamper atau jati tentu jadi lebih murah. Bayangkan, sudah mahal tapi dimakan rayap pula, jadi jatuhnya tambah mahal, bukan?" papar Ir. Nehemia, konsultan rumah tersebut.

Selain dari harga, segi pengerjaan pun lebih mudah dan cepat. "Karena kita tinggal merancang modelnya seperti apa, bagian pabrik yang membuat rangka. Setelah itu, kita tinggal menyambung dengan menggunakan baut. Memasangnya pun tak lama hanya 3-4 hari saja. Sementara kayu, selain lebih berat, tenaga yang dipakai pun lebih banyak meski bahannya lebih murah."

Menurut Nehemia, kekuatan kayu pun diprediksi berusia 10-20 tahun saja. "Sementara kalau memakai baja ringan bisa mencapai 50-100 tahun." Kelebihan lain, baja anti rayap dan ringan. Jadi, jangan bayangkan baja-baja yang berat, karena baja yang dipakai untuk kuda-kuda rumah berbeda jenisnya. "Ringannya seperti seng, kalau dibentangkan dan ditekuk-tekuk gampang sekali. Kena angin pun lebih fleksibel menahan beban."

Tren memakai rangka baja ringan ini, lanjut Nehemia, diramalkan akan bertahan lama. "Bayangkan jika orang masih memakai kayu, berapa banyak lagi pohon yang ditebang. Apalagi dengan kemajuan zaman, teknologi tinggi, orang maunya serba cepat dan praktis."

Sayangnya, berbeda dengan kayu, kuda-kuda dari baja ringan kurang bagus dari segi estetika. Itu sebabnya harus ditutup dengan eternit. Tetapi jangan khawatir, karena perawatan lebih gampang karena tak perlu dipoles dengan anti rayap. Bahkan di saat gempa atau angin besar baja akan tetap bertahan.

RAMAH LINGKUNGAN
1. Kelebihan baja ringan saat terjadi kebakaran tidak memperbesar api.
2. Ramah lingkungan dan 100 persen dapat didaur ulang.
3. Tidak ada muai susut akibat perubahan cuaca.
4. Tidak perlu dicat.
5. Kesalahan saat pemasangan bisa diminimalisasi.
Rumput Liar Baja, EKSTERIOR, Gaya, Rangka

Rumah Sekaligus Tempat Usaha

 







Perlu usaha khusus agar bisa sukses merombak rumah tinggal menjadi rumah sekaligus tempat usaha. Karena menyatu dengan tempat tinggal, maka pembagian ruang menjadi penting.

Sungguh tak mudah merenovasi rumah. Terlebih jika tujuannya mengubah rumah sekaligus menjadi tempat usaha. Riri mengalami kepusingan yang sama saat ingin membuka salon di rumahnya. Ia lalu meminta bantuan Aggie Dewi dan Nadia Erithiany, keduanya arsitek dari Banco. Menurut Nadia, karena ada penyatuan dua fungsi di satu bangunan, yang paling penting adalah pembagian ruang yang efisien. "Harus dibicarakan dengan jelas, ruang mana saja yang tetap pada posisinya dan mana yang perlu ditambah," jelas Nadia.

Selain itu konsep rumah pun harus direncanakan matang. "Kita sengaja memilih konsep minimalis, karena selain sedang tren, kebetulan penghuninya pun hanya dua orang, yaitu Riri dan putranya," kata Nadia. Karena konsepnya sudah jelas, proses selanjutnya menjadi lebih mudah, termasuk ketika memilih furnitur yang sesuai. "Karena konsep rumahnya minimalis, Riri bisa memilih furnitur yang simpel dan praktis," tutur Nadia yang menyarankan si pemilik rumah untuk mengontrak rumah lain sementara rumahnya direnovasi.

Lalu, yang tak kalah pentingnya adalah konsep rumah tumbuh atau perluasan ruangan. "Misalnya, rumah salon ini. Pemiliknya ada rencana pengembangan ke atas. Jadi, ruang pribadi di lantai bawah, bisa pindah ke lantai atas. Tanpa perlu membongkar lagi karena sudah dipersiapkan sejak awal."

Sepintas, dari luar rumah seluas 120 meter persegi yang terletak di perumahan Pondok Kelapa Indah, Kalimalang, Bekasi, ini terlihat seperti rumah minimalis yang memang sedang tren saat ini. Sama sekali tak tampak seperti tempat bisnis. Begitu kita masuk ke ruang tamu, aura usaha sangatlah terasa. Terlihat beberapa kursi salon berwarna hitam yang tersusun rapi, alat pengering, dan gunting. Penempatan perabot yang pas, membuat salon ini terasa homey. "Ini cocok dengan yang saya inginkan, yaitu salon dengan kesan rumah," tutur Riri.

Manis & Simpel
Di sebelah salon, dipisahkan dinding, terletak kamar tidur dan kamar anak, serta kamar mandi. "Jadi, kalau saya ingin ke rumah tinggal buka pintu masuk salon dan jalan ke sebelah," jelas Riri. Untuk membedakan antara rumah dan salon ada pintu besi berwarna hitam yang posisinya terletak di depan rumah. Tak lain maksudnya agar pemilik rumah bebas hilir mudik sehingga tak akan terlihat tamu salon.

Sementara itu, ruang servis seperti dapur, ruang makan, kamar dan kamar mandi pembantu serta ruang cuci dan gudang ada di lantai atas. Untuk menuju ke lantai atas menggunakan tangga besi yang mungil. Di bawah tangga diletakkan dua kursi dan meja. Ini dipakai untuk duduk-duduk santai.

Kesan homey juga lahir dari taman di depan dan belakang rumah. Beberapa tanaman air dan lidah buaya diletakkan di belakang rumah bersebelahan dengan ruang pijat. Begitu juga dengan ruang resepsionis berdekatan dengan ruang tunggu. Warna cokelat mendominasi ditambah tiga buah lampu gantung. Manis dan simpel!
Rumput Liar EKSTERIOR, Rumah

Rumah Asri Yang Terbuka Hijau

 







"Dulunya orang yang tinggal di sini tampaknya sangat khawatir akan keamanan. Jadi, ruangan dalam rumah tertutup dan terlihat sangat sumpek," jelas Ary yang lantas menghilangkan tembok pembatas di bagian tengah rumah. "Biar lebih lega saja."
Mulai tahun 1994 itu, baik Agung dan Ary merencanakan serta merenovasi rumah mereka tahap demi tahap. "Pokoknya suami saya ingin rumah itu serba terbuka dan terang," kata Ary yang membuat banyak jendela dan pintu sebagai akses udara dan cahaya. "Selain itu, kami juga ingin bisa menatap taman atau tanaman yang berada di luar rumah dari sudut mana pun."
Itulah sebabnya, dinding luar kamar diberi jendela dengan bukaan putar sama dengan dinding ruang tamu. Kamar mandi yang ada di kamar tidur utama hanya diberi pembatas tirai. Bahkan dindingnya diganti dengan jendela kaca besar sehingga langsung terlihat halaman belakang. Termasuk dinding pembatas antara ruang dalam dan luar, serta ruang atas.
Sudut-sudut terbuka di rumah dengan luas bangunan 100 meter persegi ini juga diperasri dengan peletakan tanaman dalam rumah serta penataan taman di halaman depan dan belakang. "Rumah tanpa halaman rasanya kurang sejuk di mata," kata Ary yang memilih tanaman yang mudah dirawat serta didominasi warna hijau.
Rumput Liar Asri, EKSTERIOR, Rumah

Berbenah Rumah Tanpa Masalah

 







Rencana merenovasi rumah sering membuat kepala pusing tujuh keliling. Perencanaan dan penentuan anggaran yang matang adalah kunci berhasil-tidaknya sebuah renovasi. Yuk, ikuti langkah praktis yang bisa dijadikan panduan melakukan renovasi.

Benar, membeli rumah dari pengembang tentu berbeda dengan membangun sendiri. Selain faktor kepuasan batin, membangun rumah sendiri membuat kita lebih leluasa menentukan ruangan yang kita inginkan. Kebutuhan akan renovasi lebih besar jika membeli rumah dari pengembang. Lalu, bagaimana jika melakukan renovasi? Seberapa perlu dilakukan, serta kapan waktu yang tepat untuk melakukannya?

Alasan Renovasi :
1.Expand
Artinya, penghuni rumah bertambah sehingga perlu ruang tambahan. Bisa ke samping karena ada sisa lahan/halaman atau ke atas karena keterbatasan lahan. Yang lebih sulit adalah ke atas, karena lantai di bawah mau tidak mau akan terganggu dan ada bagian bangunan yang rusak. Beda dengan renovasi ke samping yang relatif tidak mengganggu penghuni rumah.

2. Perbaikan
Biayanya mahal tapi tidak memberikan suasana baru. Misalnya, rumah yang kena rayap. Posisi rumah tetap, hanya mengganti bagian yang dimakan rayap.

3. Mengubah suasana
Misalnya, dari Mediteranian berganti ke minimalis.

Khusus renovasi yang dilakukan ke atas, ada beberapa cara yang bisa dilakukan selain mengecor lantai baru. Antara lain:
1.Keramik beton (keraton). Bentuk beton seperti bata, tinggal dirakit sesuai dengan panjang bentangan. Praktis tidak memakai rangka bangunan.

2.Balok kayu. Cukup populer, cepat pengerjaannya, suasana rumah lebih homy dan hangat. Harga lebih mahal dan tetap ada risiko terserang rayap.

3.GRC. Berbahan dasar semen, mirip gypsum. Memasanganya hampir sama dengan plafon.

4. Cor plat beton konvensional. Ini yang paling populer. Dilakukan serentak, jadi semua lantai rata kena cor. Jika renovasinya banyak, memang lebih bagus dilakukan pengecoran. Selain aman, tahan gempa dan longsor. Tapi sulitnya jika turun hujan, praktis furnitur di lantai bawah basah. Bila renovasi hanya satu kamar, sebaiknya memilih 3 cara tadi.

CARI IDE
Hal lain yang perlu diperhitungkan adalah siapa yang melakukan renovasi? Pilihannya, bisa oleh desainer interior, desainer struktur, ME (ahli listrik, saluran air), dan ahli fasad. Renovasi sederhana cukup memakai arsitek karena arsitek sudah belajar struktur dan ME. Nah, pelaksanaannya baru dilakukan oleh kontraktor, arsitek yang sekaligus membangun, dan mandor.

Jika dana jadi kendala, jasa arsitek bisa dihapus. Sebagai gantinya, cari ide sebanyak-banyaknya dari majalah interior, internet, atau tabloid. Lalu, pilih kontraktor bagus yang sekaligus bisa menghitung struktur. Urusan listrik bisa, kok, dilakukan sendiri.

Menyerahkan sepenuhnya urusan renovasi kepada mandor sangat tidak dianjurkan. Biasanya, pengetahuan mandor adalah bisa karena biasa. Akan jadi repot jika mandor yang menangani renovasi belum pernah membangun. Dengan kata lain, dia tidak bisa memberi solusi. Belum lagi kurangnya kemampuan mandor dalam menghitung biaya. Akibatnya, saat ditanya, tak bisa menjelaskan untuk keperluan apa. Jika terpaksa memakai mandor, sebaiknya untuk renovasi kecil-kecilan saja.
Rumput Liar EKSTERIOR

Batu Koral Hias, Ditebar atau Ditempel Sama Cantiknya







Beberapa namanya diambil dari nama daerah seperti Koral Lampung, Mik Bali, Batu Alor Surabaya, Ambon, Bengkulu, Pelabuhan Ratu, hingga Batu Flores. Harganya pun bervariasi sesuai dengan ukuran dan halus tidaknya permukaan batu. Di pasaran, Batu Lampung Super yang paling mahal harganya.





Banyak orang menggunakan koral hias untuk diletakkan baik dalam maupun luar ruangan. Bagian luar biasanya digunakan sebagai penghias taman kering. Di dalam pun dapat digunakan sebagai aksen atau menjadi pembagi ruang yang diletakkan di lubang tanpa keramik.

Selain ditebar, koral bisa menjadi elemen yang ditempel. Koral tempel ini disebut koral sikat. Elemen rumah ini bisa Anda beli di toko bangunan atau penjual tanaman taman di pinggir jalan.

Untuk membuatnya tak sulit. Aduk semen dan pasir, lalu masukkan ke dalam cetakan kayu. Setelah rata, tempel satu per satu batu di atas permukaannya. Setelah ditutup adukan lagi. Barulah disikat dengan sikat kawat hingga batunya muncul. Bersihkan dengan lap basah dan biarkan mengeras.

Koral sikat yang menjadi beton ini dapat digunakan sebagai lantai carport, teras, bahkan dinding rumah. Nah, agar permukaan batu bisa awet dan tahan terhadap lumut serta debu, sapukan dengan cairan coating dengan perbandingan 1 liter untuk 6 meter beton.

Membersihkan Koral Hias:






Merawat koral hias terutama jika diletakkan di luar ruangan tidaklah sulit. Di musim panas, lumut dapat hilang dengan sendirinya sementara hujan akan membersihkan debu dan kotoran. Nah, untuk koral dalam ruangan terutama di kamar mandi, Anda bisa membersihkan sendiri.





Masukkan koral hias ke dalam ember yang telah diisi air 1/4 ember. Masukkan 4-5 tutup botol, cairan pembersih porselen. Diamkan selama 1-2 jam. Gunakan sarung tangan karet lalu aduk-aduk batu dalam ember. Buang airnya lalu bilas dengan air bersih. Setelah itu, batu siap ditebar kembali.

Hiasan Pot
Jika Anda memiliki tanaman/ bunga plastik sebagai pajangan. Letakkan saja di dalam pot terakota. Caranya dengan memposisikan batang bunga sesuai kehendak, tahan dengan tangan kiri. Masukkan batu dengan tangan kanan satu per satu hingga batang bunga berdiri tegak.
Rumput Liar Batu, EKSTERIOR, HIAS, Koral

Tinggal Pilih, Mau Bambu atau Kayu

 






Material bangunan dari bambu dan kayu memang bukan hal baru. Tapi, kalau berbentuk rumah yang utuh dan bisa dibongkar pasang, menarik, kan? Selain awet, juga tahan gempa.





Kalau membayangkan rumah kayu, mungkin yang terlintas di benak adalah rumah-rumah country khas Amerika pada zaman koboi dulu. Bukan tidak mungkin, lho, Anda juga memiliki rumah kayu seperti itu di Indonesia. Tak perlu khawatir kayu akan keropos karena digerogoti rayap, berjamur, atau lapuk diterpa hujan dan terik matahari.

"Kayu besi sangat bagus untuk dijadikan bahan rumah kayu. Kayu jenis ini, makin sering terkena air, justru makin kuat, selain anti rayap dan jamur. Kayu-kayu yang dipakai untuk membuat dermaga juga kebanyakan kayu besi," ujar Rizky Masyani (50), pemilik usaha Rumah Kayu (RK).

Bisa Desain Sendiri
Rizky susah mengenal rumah kayu sejak tahun 1995 lewat tayangan teve. Sejak melihat kelebihan rumah kayu, yang antara lain bisa dipindah-pindah lantaran pembuatannya menggunakan sistem bongkar pasang (knock down), Rizky tertarik. Tahun 2004, ia minta diantar temannya untuk melihat langsung rumah kayu ke tempat pembuatannya di Tomohon, Sulawesi.

Untuk mewujudkan keinginannya berbisnis rumah kayu, Rizky bekerjasama dengan salah satu produsen di sana. Namun, karena terhadang kendala, kerjasama itu berakhir. Tahun 2006, Rizky membuat usaha sendiri, sampai sekarang.

Dengan terjun langsung ke lapangan, ia jadi tahu proses produksi. Setelah ditebang, kayu dibuat balok berukuran besar, lalu digesek sesuai ukuran yang diinginkan. Untuk ukuran papan, diproses lagi untuk dijadikan lantai, rangka, dinding, dan sebagainya. Sebagian kayu ini ada yang dibuat di Tomohon, ada pula yang dibuat di lokasi calon rumah klien.

Ukuran rumah bisa dibuat sesuai pesanan klien, kendati RK menyediakan contoh-contoh rumah yang mereka buat dalam berbagai tipe. Model Saturnus misalnya, bertipe 80, sedangkan Merkurius bertipe 36. Kebanyakan, saat pertama datang, klien tidak membawa desain. Namun, ujar ayah 12 anak ini, "Tak masalah bila klien sudah punya desain sendiri."

Sesuai namanya, seluruh bagian rumah yang dibuat RK terbuat dari kayu. Kecuali atap yang terbuat dari genting. Lagi-lagi, kata Rizky, itu bukan keharusan. "Ada klien yang minta dibuatkan rumah dua tingkat, yang satu beton, yang satu kayu, ya, tak masalah buat kami."

Mirip Investasi
Setelah desain disetujui, barulah dilakukan persiapan pembangunannya. Kalau bangunannya terbuat full dari kayu, seluruh kayu dibuat di Tomohon. "Kalau campuran, dibuat di lokasi calon rumah. Pembuatan rumahnya sendiri memakan waktu 2 - 3 bulan," jelas Rizky yang juga menerima pengerjaan halaman dan taman sekaligus.

Soal harga, untuk saat ini Rp 2,75 juta/m2 untuk rumah full kayu yang berpapan single dan Rp 3,5 juta/m2 untuk papan dobel. Papan single artinya dinding papan hanya menggunakan satu lapis kayu, sedangkan dobel menggunakan dua lapis untuk dinding papan untuk seluruh rumah sehingga rumah jadi lebih kedap suara.

Sedangkan untuk rumah campuran, harganya bisa lebih mahal, bisa juga sebaliknya. "Tergantung dari material yang digunakan untuk betonnya. Harga juga akan lebih mahal bila klien minta dibuatkan desain khusus."
Kebanyakan, tutur pria yang memiliki 50 pegawai ini, kliennya memesan rumah kayu untuk vila, kantor pemasaran perusahaan properti, kafe, hotel (tipe cottage), rumah tinggal, gazebo, bahkan mushola yang dibangun di terpisah dari rumah.

Rizky bersyukur, kesulitannya membangun kepercayaan konsumen saat pertama membuka usaha ini, kini terlewati. Padahal, sejak dulu ia tak pernah punya rumah contoh. "Saya hanya memperlihatkan foto-foto rumah yang sudah kami bangun dan contoh kayunya," ujarnya sambil menambahkan, dalam sebulan ia bisa mendapat 2-3 klien baru.

Klien RK berasal dari Jakarta, Bandung, Jawa Barat, Padang, bahkan ada pula dari Malaysia dan Australia, yang mengetahui RK lewat website-nya, www.rumah-kayu.com. Memiliki rumah kayu, menurut Rizky, sama saja dengan berinvestasi. Kayu besi bernilai investasi tinggi, karena makin lama harganya makin mahal, seperti kayu jati
Rumput Liar Bambu, EKSTERIOR, Kayu

Menyatu dengan Alam Lewat Rumah Kayu

 






Kini, setiap manusia harus menjadi bagian dari program "go green". Mulai dari isu yang global hingga ke hal yang paling dekat dengan kehidupan kita, sebut saja rumah.





Material dan konsep yang kini mulai banyak dilirik dalam pembuatan rumah cenderung disesuaikan dengan tema go green atau semangat back to nature. Konsep rumah ini lalu dikenal dengan sebutan rumah ramah lingkungan.

untuk rumah kayu, desainnya dapat dikelompokan menjadi dau bagian: Rumah Kayu Klasik dan Rumah Kayu Modern (Mixed). Jenis klasik biasanya hanya terdiri dari 1 lantai, dengan desain sederhana layaknya gazebo atau saung.

Dengan bentuk atap square, empat pilar utama, dan desain rumah berbentuk segi empat. Jenis modern biasanya lebih diilhami oleh desain rumah beton modern, hanya materialnya diganti kayu. Biasanya terdiri dari dua lantai atau lebih, dan ukurannya pun lebih terasa luas.

Rumah Kayu Modern atau modern wooden house saat ini memang mulai banyak diminati. Keinginan untuk back to nature alias lebih dekat dengan alam menjadi alasannya. Menghadirkan suasana alam nan asri di rumah merupakan cara orang yang tinggal kota besar untuk tetap merasakan kenyamanan alam pedesaan, merasakan hawa yang lebih sejuk, serta kealamian yang saat ini makin sulit ditemukan, apalagi di Jakarta.

Ditambah dengan keadaan cuaca yang tak menentu akibat pemanasan global, rumah kayu adalah solusi yang sangat tepat. Warna kayu yang alami dengan urat dan tektrunya yang khas, akan memantulkan cahaya yang mampu menciptakan efek visual yang unik, menarik, dan tentu saja alami.

Desain rumah kayu pada prinsipnya sama saja dengan rumah standar. Bedanya, unsur estetika pada rumah kayu lebih ditonjolkan. Material kayu amat mendukung nilai estetis, meski terkadang agak rumit jika dibandingkan nilai fungsinya, karena bentuknya jadi tak sesederhana jika hanya terbuat dari beton atau semen.

Misalnya saja tangga di dalam rumah, jika terbuat dari kayu, desainnya akan terlihat lebih eksotik, rumit, dan tentu saja lebih estetis. Akhirnya, tangga tak hanya berfungsi sebagai pijakan untuk menuju ke lantai atas rumah, tapi juga menjadi ornamen interior yang bernilai seni tinggi.

Selanjutnya, konsep rumah kayu dibedakan berdasarkan panel dindingnya. Ada yang memakai panel tunggal (single panel), dan ada yang ganda (double panel). Jika rumah kayu ingin ditempatkan di dalam kota seperti Jakarta, lebih baik menggunakan double panel agar lebih nyaman.

Dikarenakan sifat kayu lebih cepat mengalami pemuaian dan penyusutan bila terkena panas, sehingga kemungkinan terjadi kerenggangan pada susunan panel lapis pertama. Namun, dapat ditutupi dengan panel lapis kedua.

Rumah kayu pun pada dasarnya memiliki luas layaknya rumah standar pada uumnya, karena fungsinya sama saja. Sedangkan untuk gazebo atau saung, ukuran standarnya mulai dari 2m x 2m, atau disesuaikan dengan luas halaman yang dimiliki.

Kualitas Baik






Terlepas dari jenis rumah yang menjadi pilihan, tentu Anda sudah tahu, kan, sifat dasar dari kayu. Bisa dibilang kayu tak sekuat material beton atau besi. Kayu bahkan punya banyak kelemahan. Maka, Anda harus pandai-pandai menyiasatinya.





Oleh karena hasil akhirnya yang bernilai estetis tinggi, terkadang banyak orang mau tak mau bersedia menanggung risikonya. Misalnya, kayu dimakan rayap, perubahan warna dan struktur kayu bila terkena panas dan hujan, lembap, dan lainnya.

Nah, salah satu langkah preventif untuk mencegah akibat buruknya, dapat dipilih material kayu berkualitas baik. Sebagai contoh, spesifikasi untuk rangka utama rumah dapat menggunakan kayu besi (knock down, tahan air, anti rayap), plafond dari kayu nyatoh, reng dari kayu borneo, kusen pintu dan jendela dari kayu besi, daun pintu dan jendela dari kayu nyatoh, rangka atap/ kuda-kuda dari kayu besi.

Selebihnya dapat menggunakan material standar yang sama digunakan pada rumah beton. Dan untuk menghindari lembap, dapat disiasati dengan menggunakan GRC (panel berbahan semen dengan serat fiberglass) sebagai interiornya, sehingga di bagian dalam rumah tetap menyerupai dinding batu yang dapat dicat. Panel kayu hanya digunakan pada bagian luarnya saja.

Saat ini harga rumah kayu yang ditawarkan oleh jasa arsitektur dapat mencapai Rp 2,5 - 2,75 juta/ m2, sudah termasuk desain dan pelaksanaan. Sedangkan untuk pembuatan gazebo, dimana material kayu merupakan ornamen taman, dipatok seharga Rp 2 - 2,5 juta/ m2, inipun disesuaikan dengan desain.

Jika masih bingung dengan desainnya, Anda dapat meminta bantuan jasa arsitek ataupun landscaper untuk membuatkan konsep rumah pohon, rumah kayu, ataupun gazebo yang estetis, fungsional, dan sesuai tren. Selamat back to nature!
Rumput Liar Alam, EKSTERIOR, Kayu, Rumah

Nyaman di Rumah Fungsional

 






Rumah, selain sebagai tempat tinggal juga memiliki fungsi beragam. Salah satunya, dapat dijadikan sebagai tempat usaha.





Banyak faktor yang bisa dijadikan pertimbangan mengapa saat ini banyak sekali orang yang menggunakan rumah sebagai bagian dari aktifitas tempat usahanya ataupun kantor.

Salah satu faktornya adalah kemacetan, yang membuat perjalanan menuju kantor yang memakan waktu lama. Selain itu juga faktor keamanan, kenyamanan, dan mulai banyak orang ingin mempunyai usaha sendiri. Bagi seorang ibu rumah tangga, mempunyai usaha sendiri di rumah tentu akan menambah nilai plus, karena sekaligus bisa mengurus anak dan rumah tangga.

Untuk menjadikan rumah plus sebagai tempat usaha ini, tampaknya semua faktor akan mempengaruhi ketika membuat konsep hunian fungsional dan multifungsi. Selain sebagai tempat tinggal, rumah ini juga mempunyai area yang khusus digunakan sebagai kantor bagi sang kepala rumah tangga dan tempat usaha yang digeluti sang istri. Namun, semuanya tidak mengesampingkan kenyamanan rumah sebagai hunian bagi sebuah keluarga.



Pada rumah yang memiliki lahan seluas 750 m2 ini, tentunya akan lebih mudah menzoning lahan menjadi rumah fungsional yang bisa mencangkup kantor dan tempat usaha. Akan tetapi, rumah ini sebenarnya mempunyai bentuk lahan yang cukup sulit yaitu berbentuk seperti huruf T. Tentu saja, perlu pemikiran matang dalam me-layout lahan yang ada.




Rumah ini juga dilengkapi dua pintu utama, di mana keduanya mempunyai fungsi yang berbeda. Pintu yang pertama dibuat menyerupai gate atau gerbang, yang bagian atasnya dapat berfungsi sebagai ruangan, yang kemudian dialih fungsikan menjadi kantor.

Setelah memasuki gate berupa kantor ini, terdapat taman yang cukup besar, sebagai bentuk peralihan dari kantor menuju rumah. Selain itu, di sisi kiri terdapat selasar terbuka dan terdapat kolam ikan koi.



Setelah memasuki rumah, akan terlihat kesan klasik yang cukup dominan dalam keseluruhan desain rumah ini. Pemakaian wallpaper dan furniture bergaya klasik dipadukan dengan elemen-elemen etnik. Pada bagian belakang rumah terdapat meja makan keluarga yang ditempatkan di teras terbuka, sehingga pandangan menjadi lebih bebas ke arah halaman dan gazebo.




Di bagian belakang juga terdapat ruang peralihan menuju ke area lobby ruang usaha salon kecantikan dan kebugaran. Ruangan ini dimanfaatkan dengan amat baik, sehingga dapat dipakai sebagai ruang tunggu para tamu selanjutnya yang akan melakukan treatment di tempat ini.

Sedangkan pintu utama yang kedua, berada di bagian belakang rumah dan berfungsi sebagai pintu masuk ke tempat usaha tadi (salon kecantikan dan kebugaran). Ruang ini tepatnya berada di belakang rumah dan berada pada akses jalan yang berbeda dengan pintu atau gerbang utama menuju rumah. Menyatu dalam rumah, namun tak sampai menganggu kenyamanan seisi rumah dengan para tamu yang datang.
Rumput Liar EKSTERIOR, Fungsional, Nyaman, Rumah

Teras Indah dan Nyaman

 






 





Bersantai di teras rumah memang sangat menyenangkan. Agar suasana makin nyaman, atasi pemandangan yang menganggu dengan tanaman hijau pilihan!

Saat memasuki sebuah rumah, tempat pertama yang Anda lihat pastilah bagian terasnya. Kendati demikian, meskipun teras hanyalah merupakan penghubung antara ruang luar dan ruang dalam, tak jarang pemilik rumah membuatnya dalam beragam suasana. Mulai dari teras yang bernuansa serius, dilengkapi kolam ikan, taman, atau sekadar dilengkapi dua kursi dan meja saja.

Namun, menurut Sigit Antoro, arsitek dari PT Jingga Saffron Artistika, sebenarnya posisi teras tak harus hanya berada di depan rumah saja. Teras bisa dibuat di bagian lain dari rumah, seperti di samping atau belakang rumah. Lalu, Seberapa penting sih keberadaan teras dalam sebuah rumah?

"Teras berfungsi sebagai alat sanitasi, sirkulasi udara, dan pemberi cahaya masuk ke dalam rumah," tutur Sigit. Selain itu, ketika beraktivitas di luar rumah, sang pemilik membutuhkan suasana santai seperti duduk-duduk atau minum kopi bersama pasangan dan teman, dalam suasana informal yang hangat dan penuh keakraban.

Akan tetapi, meskipun teras bisa berada di bagian mana saja pada sebuah rumah, menurut Sigit, sebaiknya menjadi penyambung






 





antara "dunia luar" atau ruang lain dengan rumah utama. Bahkan, lanjutnya, teras idealnya dijadikan semacam oase atau penyejuk sebuah rumah.

"Bayangkan, jika ada rumah yang tak punya teras. Pasti akan terkesan lebih pengap. Dengan adanya teras, secara psikologis rumah akan terkesan lapang, nyaman, dan adem," tutur Sigit lagi.

Salah satu contohnya, teras rumah yang berada di kawasan Ciledug ini (lihat gambar). Kendati hanya dilengkapi dua kursi dan satu meja saja, sudah bisa menjadi teras yang cukup nyaman. Artinya, sebelum memasuki ruang utama, tamu bisa duduk-duduk santai dulu di teras mungil ini.

Tentu saja, sang tamu akan memiliki kesan berbeda jika teras dibuat lebih serius, misalnya dilengkapi kolam ikan atau taman kecil yang asri, dengan beragam tanaman hias yang cantik. Setiap tamu yang datang pasti bisa menikmati suasana lain di teras seperti ini.

Mengolah Pemandangan
Namun, Sigit menambahkan, "Untuk mendapatkan suasana nyaman, teras sederhana jangan hanya dilengkapi dua kursi dan satu meja saja. Jika senang berkumpul dengan tetangga, teman, atau tetangga, jumlah kursi bisa ditambah. Pilih bahan kursi yang nyaman diduduki," saran Sigit.






 





Sebetulnya, imbuhnya lagi, tak ada syarat khusus untuk membuat teras menjadi lebih nyaman dan indah dipandang. "Teras dengan atau tanpa atap, boleh-boleh saja. Yang penting, penghuninya tak kepanasan di siang hari. Jadi, orientasikan dulu posisi matahari. Dan saat hujan, airnya tidak langsung masuk ke dalam rumah," papar Sigit.

Selain itu, view di sekeliling teras harus diolah agar lebih enak dilihat. Teras akan menjadi buruk rupa jika dijadikan tempat penyimpanan berbagai barang bekas sang pemilik rumah. Ada sepeda, ember, baskom, dan berbagai alat rumah tangga bekas lainnya. Akhirnya, tak ada satu pun yang mau duduk-duduk santai di teras yang lebih mirip gudang ini.

Satu hal yang juga perlu diingat, jika teras berada di depan rumah, jangan pernah meletakkan tempat sampah persis di hadapan teras! Dan, untuk menyiasati agar seluruh anggota keluarga atau para tamu yang datang menjadi betah berlama-lama berada di teras, buatlah suasana yang menyenangkan.

Jangan jadikan teras sekadar tempat peralihan sebelum melangkah ke ruang dalam. "Agar lebih indah lagi, tempatkan beberapa tanaman hias dalam pot. Entah di atas meja, di sebelah kursi, atau di salah satu pojok teras. Ingat, jauhkan benda-benda tidak penting, yang seharusnya tak ada di teras."

Dan yang tak kalah pentingnya, pertimbangkan juga soal privacy sang pemilik rumah. Teras yang menghadap jalan utama, jangan sampai menjadi tontonan orang-orang yang lalu lalang. Antisipasinya, lakukan dengan cara yang mudah, simpel, dan murah, Sigit menyarankan, buat pagar dari tanaman.

Posisi ideal teras tentu saja yang berada di belakang rumah. Sudah pasti privasi pemilik rumah akan lebih terjamin. "Tapi kekurangannya, pemandangannya akan jadi terbatas. Apalagi, jika teras belakang berbatasan langsung dengan dapur kotor atau tempat menjemur pakaian."

Lain halnya jika teras belakang memiliki obyek penglihatan lain. Misalnya, berbatasan langsung dengan sejumlah ruangan yang ditata apik. Misalnya, kamar tidur, dapur bersih, atau ruang makan. "Kehadiran teras akan menjadi point of interest tersendiri dari ruang-ruang yang mengelilinginya."

Sedangkan teras yang dibuat di bagian tengah atau samping rumah, lebih berfungsi sebagai "alat" sanitasi, sumber pencahayaan, atau sumber udara mengalir. Uniknya lagi, Sigit memberi contoh, pada sebuah rumah, pemiliknya ada yang membuat teras di dalam kamar mandinya, lho!

"Suasana kamar mandi jadi lebih segar, bersih, dan sehat. Saat pintunya dibuka, udara segar bisa bebas masuk, begitu juga sinar matahari. Acara mandi jadi lebih menyenangkan karena adanya teras ini. Tentu saja, pemiliknya harus memperhatikan privasinya, agar tetangga tidak bisa mengintip," tukas Sigit.
Rumput Liar EKSTERIOR, Indah, Nyaman, Teras

Rumah Pohon Untuk Si Buah Hati

Semangat go green tengah dikumandangkan di seluruh penjuru dunia. Tak hanya membangkitkan kesadaran untuk lebih mencintai alam, tapi juga sampai ke gaya hidup. Termasuk pemilihan materi kayu untuk tempat tinggal agar lebih menyatu dengan alam.

Kini, setiap manusia harus menjadi bagian dari program "go green". Mulai dari isu yang global hingga ke hal yang paling dekat dengan kehidupan kita, sebut saja rumah. Material dan konsep yang kini mulai banyak dilirik dalam pembuatan rumah cenderung disesuaikan dengan tema go green atau semangat back to nature. Konsep rumah ini lalu dikenal dengan sebutan rumah ramah lingkungan.

Lantai, tiang-tiang penyangga, atap, pintu dan jendela, kisi-kisi rumah, furnitur, sampai pada hal yang sangat detail, bisa dibuat dengan semangat ini. Antara lain sejumlah ornamen pendukung di taman pada bagian depan atau belakang rumah, yang semuanya mulai banyak menggunakan material yang ramah lingkungan.

Lalu, apa sih sebenarnya efek dari pemilihan sejumlah material back to nature ini terhadap suasana rumah? Sudah barang tentu, kayu dapat memberi kesan hangat, membangun suasana alami, serta ramah lingkungan. Sehingga tak heran bila kini semakin banyak orang beralih dari konsep rumah minimalis ke konsep green house agar dapat sekaligus berpartisipasi dalam program go green.

Selain memanfaatkan material kayu di dalam bangunan rumah utama, sebenarnya ada cara lain untuk membangun semangat go green, terutama bila kondisi rumah sudah permanen dan sulit untuk diubah ke gaya rumah hijau. Salah satu caranya, dengan membuat rumah pohon atau gazebo di halaman rumah.

Imajinasi Si Kecil






 





Bagaimana dengan rumah pohon? Ya, semua anak pasti pernah bermimpi memiliki ‘rumah pohon'. Andai saja punya rumah di atas pohon, betapa menyenangkan, bukan? Si Kecil bisa berpetualang, memanjat pohon dan menikmati pemandangan dari atas sana. Meski ruang di dalamnya cenderung tak terlalu luas, namun pengalaman berada di dalamnya pasti akan memiliki kesan tersendiri buat Si Kecil.

Banyak sekali ragam desain rumah pohon, dan bahan yang digunakan tentu saja kayu. Salah satunya adalah rumah pohon yang terbuat dari bahan kayu dolken yang dikombinasi tripleks dan atap rumbia. Menurut Yanto, desainer rumah pohon dari Soda Design Communication, kayu yang digunakan untuk dinding rumah pohon sebaiknya dipilih yang masih bertekstur alami.

"Tekstur alami kayu akan membuat rumah pohon menyatu dengan pohon utamanya. Rumah pohon memang sebaiknya dibuat di atas pohon berbatang besar yang kuat dan berada di halaman yang cukup luas. Tapi, sekarang banyak orang punya halaman luas, tapi enggak punya pohon. Akhirnya banyak yang bikin rumah kayu disangga kayu, seperti rumah panggung kecil sebagai pengganti pohon," papar Yanto.

Ukuran rumah pohon bervariasi, disesuaikan diameter pohon penyangganya. Pada salah satu rumah pohon yang dibuat Soda Design, ukurannya sekitar 2m X 2,8m, tinggi bangunan sekitar 4 meter, dan tinggi dari atas tanah sekitar 2 meter. Uniknya, rumah pohon ini seolah menyender ke dinding. Ini dikarenakan pohon penyangganya berada dekat dinding halaman belakang rumah.






 





Agar tampak makin natural, pohon ini juga menjadi bagian dari rumah pohon, dengan batang yang masuk sebagian ke dalam rumah. Atapnya dari rumbia yang dipilin amat kuat sehingga tak tembus air. Model rumah pohon ini dibuat menyerupai balkon. Tanpa dinding disetiap sisinya, hanya pagar pembatas saja.

"Rumah pohon ini lebih berfungsi sebagai tempat untuk bersantai saja, bukan ruang yang dapat ditinggali. Agar lebih nyaman, beri karpet dan bantal besar yang empuk," saran Yanto seraya menjelaskan, harga pembuatan rumah pohon sekitar Rp 2 - 2,5 juta/ m2.

Namun, dalam pembuatan rumah pohon - yang lebih banyak „dihuni" anak-anak - sebaiknya memperhatikan beberapa hal. Idealnya, ketinggian rumah pohon dari atas tanah tak lebih dari 2 meter, agar tak membahayakan anak-anak yang kerap naik turun menyambanginya. Pondasi baja dapat dipilih agar kondisi rumah pohon lebih kuat. Tentu saja ini demi keselamatan dan keamanan Si Kecil yang senang berimajinasi di rumah mungilnya.

Desain dan finishing-nya dapat dibuat lebih atraktif tapi tetap aman buat anak. Untuk lebih memenuhi jiwa petualang Si Kecil, tangganya dapat dibuat dari tali tambang, atau ‘fireman's pole' untuk turun naik lebih cepat. Tambahkan pula perosotan dan ayunan dibawahnya, pasti seru! Anak-anak jadi lebih dekat dengan alam, sekaligus berolah raga di alam terbuka.
Rumput Liar EKSTERIOR, Pohon, Rumah

Alternatif Finishing pada Dinding (1)

 






Dinding kamprot yang kemudian di-finishing cat warna kuning menjadi penarik perhatian tersendiri pada fasade rumah ini





Memberi sentuhan berbeda pada rumah, bisa dimulai dari tampilan terluarnya alias dinding luar rumah. Jika ingin Si Dinding mencuri perhatian lebih bagi siapapun yang memandangnya, ada banyak cara yang bisa dicoba.

 

Beri Tekstur
Dinding merupakan batas berupa bidang masif, yang berada di ruang dalam maupun ruang luar. Fungsi utamanya adalah untuk menopang atap dan langit-langit. Untuk mempercantik tampilan dinding, biasanya ia hanya ditutup dengan aci halus dan di-finishing  menggunakan cat. Sehingga yang dihasilkan hanyalah berupa warna pada permukaan rata.

Seiring perkembangan desain, sekarang ini banyak variasi bahan yang bisa digunakan sebagai bahan dasar membuat dinding, seperti bata merah, batako atau selkon (mirip batako tetapi lebih padat dan presisi). Ini artinya, lebih banyak pilihan yang bisa diaplikasikan sebagai sentuhan terakhir pada dinding.

Alternatif lain finishing  dinding adalah tetap mengecatnya namun diberi sentuhan tekstur. Awalnya tekstur memang diberikan sebagai "penutup" dinding yang tidak sempurna (tidak rata, mengelupas). Tapi, saat ini dia naik kelas menjadi idola untuk finishing dinding terutama untuk rumah modern minimalis yang sedang naik daun.

 

Motif Vertikal

Rumah minimalis paling cocok mempunyai dengan motif vertikal (garis-garis) dengan desain yang minimalis juga. Hati-hati, kerjakan dengan teliti, agar hasil akhir treatment  dinding ini maksimal. ­Karena, pada dasarnya desain minimalis memang lebih mengutamakan ­kerapihan ­dalam pengerjaannya.

Banyak jenisnya untuk finishing  dinding ini, hal ini bisa dilihat dari motif garis-garisnya. Ada yang jarang-jarang, rapat. Ada yang motif garisnya kotak, ada juga yang se­dikit bulat. Semua ini tinggal disesuaikan dengan selera dan konsep yang ingin ditampilkan pada rumah.

Alternatif Finishing pada Dinding (2)

Alami Ala Batu

Jika anda menyukai dinding yang bernuansa alam, bisa menutupnya dengan batu alam. Batu alam pun banyak jenisnya, ada batu candi yang, andesit, susun sirih, dll. Jangan lupa untuk memberi pelapis pada finishing  jenis ini, agar tidak berjamur.

Dinding batu candi bisa difariasikan pada dinding fasade  sebagai aksen, karena karakter dan warnanya pas untuk konsep rumah minimalis. Dinding jenis batu candi juga bisa menetralisir suasana agar tercipta kesan natural.

Sementara dinding batu andesit lain lagi. Jenis ini hampir serupa dengan dinding garuk garis-garis. Motifnya memang berupa garis-garis dengan warna hitam, tapi teksturnya sama dengan batu candi. Karena harganya cukup tinggi, orang lebih sering menggunakan treatment  garis-garis dengan membuat sendiri.

TIPS

Usai diberi sentuhan akhir, jangan lupa merawat dinding. Ikuti cara berikut ini, ya!

- Jika Anda menyukai treatment pada dinding, pastikan juga bahwa hasilnya tidak terlalu berlebihan yang akan membuat dinding terlihat ramai.

- Pastikan dahulu bahwa treatment dinding yang diinginkan bisa diaplikasikan pada rumah, jangan jadi korban tren. Pasalnya, banyak juga yang memaksakan treatment garis-garis yang sedang tren untuk diaplikasikan pada rumah yang bergaya mediterania/ klasik.

- Warna juga bisa membuat treatment pada dinding menjadi lebih hidup dan lebih menonjol.

- Sekarang ini banyak jenis semen yang akan memudahkan anda untuk bisa bereksplorasi dengan dinding, contohnya semen putih atau mortar.

Memadu Bambu Agar Lebih Sejuk (1)

 






Bentuk fasad pada rumah ini hanya berupa kamprot yang diekspos tanpa cat tembok dan susunan bambu, menjadikannya berkarakter kuat dan unik





Ini dia alternatif baru untuk membangun rumah impian. Menggunakan bambu sebagai elemen eksterior dan interior.

Bambu merupakan salah satu tanaman yang banyak dijumpai di daerah tropis. Meski berasal dari Cina, tapi bambu sudah banyak ditemui di Indonesia. Malah, bambu sudah menjadi salah satu ciri khas negeri ini, misalnya sebagai salah satu bahan membuat rumah. Karena itu, rumah-rumah bambu masih banyak dijumpai di rumah-rumah kampung.

Bambu mempunyai tekstur unik, warna khas dan karakter yang sama dengan kayu. Tidak salah, kan , jika bambu masih tetap digemari sebagai elemen yang bisa membuat rumah lebih berkarakter. Selain itu, bambu mudah dalam perawatannya jika digunakan sebagai tanaman di kebun. Yang terpenting, harganya terjangkau!






Sebagian plafon kamar mandi yang diberi deretan bambu, sehingga mempunyai efek dramatis ketika sinar matahari memasuki kamar mandi ini





Fungsinya Lebih Luas

Bambu akan berbeda fungsinya jika sudah diaplikasikan pada sebuah rumah tinggal yang terdapat di daerah perkotaan sebagai elemen estetis, bukan dipakai secara struktur untuk membangun rumah seperti rumah bambu yang terdapat di desa-desa.

Karena karakternya ini, bambu sangat mungkin menjadi alternatif sebagai elemen interior dan eksterior. Tak masalah jika pemakaiannya sudah dimodifikasi dengan gaya yang lebih modern. Malah, ini menguntungkan bagi pengguna, sebab masih bisa bersanding dengan ruangan bergaya apapun.






Salah satu sudut di sepanjang bagian rumah ini diberi polycarbonate agar cahaya bisa masuk dan ditambah elemen estetis berupa kisi-kisi bambu





Terapkan Di Depan

Penasaran dengan aplikasi bambu pada rumah? Banyak yang bisa Anda lakukan, lho !
Pada bagian depan (fasad) rumah ini, bambu sudah cukup mendominasi. Konsep yang ingin ditawarkan pada rumah ini adalah dengan mengekspos beberapa elemen.

Contohnya, dinding kamprot (dinding yang dibuat bertekstur) dan bata merah yang dibiarkan terekspos tanpa finishing  aci ataupun cat tembok, sehingga kesan natural cukup tercipta lewat deretam bambu. Kesan masif yang kokoh jelas terlihat pada bagian depan rumah ini. Hal ini diciptakan agar pemilik rumah mempunyai zona privasi antara luar dan dalam.
Rumput Liar Bambu, EKSTERIOR, Memadu

Memadu Bambu Agar Lebih Sejuk (2)





Bagian teras ini cukup menarik, karena aplikasi bambu ditempatkan pada dua titik, yaitu di atas dan pada kisi-kisi yang membatasi antara ruang luar dan teras



Buat Selaras

Memasuki halaman rumah akan dituntun menuju jalan setapak berupa stepping  beton dengan taburan batu koral. Yang kemudian akan mengarah pada pintu beserta bambu yang membentuk kisi-kisi, dari sela kisi-kisi tersebut kita bisa melihat bagian dalamnya yang berupa taman pada bagian dalam.

Setelah pintu utama, kita akan disambut dengan teras yang cukup luas yang disertai taman luas yang berada di sebelahnya. Teras ini sengaja dibuat selebar mungkin, karena fungsinya sebagai ruang penerima tamu dan ruang duduk, yang nantinya bisa menjadi satu dengan ruang keluarga yang ada di sebelahnya. Hanya dengan membuka pintu lipat sebagai pembatas antara teras dengan ruang keluarga, maka akan tercipta ruangan yang luas dan menyatu dengan taman yang ada disampingnya.

Ada satu hal lagi yang menarik di sekitar teras. Selain kisi-kisi bambu sebagai pembatas antara ruang luar dengan ruang dalam, pada bagian atasnya, tersusun bambu sepanjang kurang lebih 2,5 meter pada plafon. Menjadikannya elemen estetis yang unik. Berpadu keramik pola diagonal dengan warna terakota, semua terasa kontras tanpa kesan berlebihan.






Memasuki pintu utama, aplikasi bambu kembali ditemukan berupa kisi-kisi. Pada beberapa bagian akan ditemukan bata merah yang juga diekspos.





Bermain Cahaya

Memasuki ruang dalam, akan terlihat ruangan luas yang sebagian atasnya hanya memakai polycarbonite  sebagai penutupnya. Fungsinya adalah sebagai masukan cahaya bagi ruangan ini, dan dengan "bantuan" bambu yang mengiringinya, cahaya akan terlihat dramatis lewat bayangan garis-garis yang nampak di siang hari. Cantik, kan?

Tips:

Agar sukses menggunakan bambu sebagai elemen estetis yang tepat pada rumah, ikuti tips berikut:

1. Sebelum digunakan, pilih bambu yang benar-benar kering. Salah satu ciri bambu yang benar-benar kering adalah bambu berwarna kekuningan. Sedangkan bambu yang belum kering, masih berwarna hijau.

2. Karakter bambu hampir sama dengan kayu, agar bambu bisa tahan lebih lama sebaiknya menggunakan vernish yaitu cairan bening pelapis bambu untuk melindungi kulit luarnya dan berefek kilau. Vernish ini tidak mengubah karakter warna bambu.

3. Penggunaan bambu pada rumah tinggal harus disesuaikan pada konsep rumah yang ada, jangan sampai nantinya tidak pas atau terkesan memaksakan, sehingga menjadi tidak kontras.

4. Batang bambu yang panjang memang terlihat lurus, tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Jangan samakan bambu dengan bahan kayu ataupun besi yang bisa dibuat presisi atau rapi. Justru, dengan tidak presisinya atau tidak lurusnya bambu itulah yang membuatnya unik dan berkesan etnik.
Rumput Liar Bambu, EKSTERIOR, Memadu

Tips Mengubah Teras Kecil Menjadi Luas

 






 





Tiap kali kita pergi bertamu ke rumah seseorang, umumnya kita menanti di teras sebelum si empunya rumah membukakan pintu. Karena memang teras merupakan ruang yang letaknya paling luar dari sebuah bangunan.

Nah, sambil menanti di teras ini pula mata kita biasanya melayangkan pandangan ke segala sudut. Entah melihat taman yang tertata rapi di halaman atau kolam ikan di salah satu sudut tembok.

Di tempat ini pula untuk pertama kalinya kita bisa merasakan suasana dan “mengenali” pribadi si pemilik rumah. Entah perasaan sejuk, kering, intim atau formal. Seolah-olah teras memiliki jiwa yang bisa berkomunikasi dengan kita.

Misalnya saja teras dengan deretan pilar beton dan lantai marmer berkilauan yang berkesan formal. Kesan ini akan lain bila kita berada di teras dengan konstruksi atap dari kayu, lantai dari keramik atau batu alam yang membangkitkan perasaan sejuk, akrab serta jauh dari formal.

Untuk membentuk suasana tertentu di teras, ada beragam jenis bahan bisa kita pilih. Dan setiap jenis bahan memiliki nilai interior serta karakter masing-masing.

Kalau Anda memiliki balok kayu, contohnya, seperti telah disebut di atas, ia akan memberi kesan akrab dan hangat. Sementara lantai marmer menampilkan suasana bersih, megah tapi agak formal.

Lalu bagaimana mendadani teras rumah yang tak terlalu besar seperti rumah BTN tipe 54? Apalagi kemudian ditambah dengan keterbatasan dana si pemilik rumah.

Tapi bukan berarti teras kecil berukuran 1 x 3 m persegi dengan jarak batas dinding rumah ke pagar halaman sepanjang itu tak bisa diapa-apakan. Bahkan justru sebaliknya (lihat denah,red).

Si pemilik rumah pun merasa, ruang tamu kediamannya terlalu sempit. Karena itulah ia ingin menciptakan suasana tertentu di teras sehingga akhirnya ruang tamu berkesan luas.

Untuk itu teras baru dibuat dengan ukuran 3 x 3 m (dari batas dinding sampai batas pagar). Pagar dibuat dari kayu dolken yang dibentuk.

Batas pagar sepanjang teras ditarik masuk sepanjang 0,6 m dari pagar lama untuk dijadikan pot tanaman sepanjang pagar teras.

Bukan saja teras bagian bawah yang dirubah. Bagian atap, dibuat mengikuti kemiringan atap aslinya dan “memayungi” teras sampai ke ujung pagar tanaman.

Dengan demikian, terciptalah ketinggian atap teras setinggi mata memandang (sekitar 1,7 m). Sementara itu bagian langit-langit dibentuk mengikuti kemiringan atap dengan kaso-kasonya diperlihatkan sebagai hiasan di langit-langit.

Di sudut dan ujung atap teras, diletakkan pot-pot bunga dengan tanaman gantung., sepasang kursi bambu serta lampu gantung, melengkapi suasana hangat dan alami. “Kini kami serasa bersantai di taman jika sedang duduk-duduk di teras,” kata si pemilik rumah dengan wajah berseri.
Rumput Liar EKSTERIOR, Teras, Tips

Rumah Mediterania nan Dinamis (1)

 






Lahan berada di sudut jalan, yang berarti tampak bangunan mempunyai tiga sisi, sehingga satu sama lain harus saling berkesinambungan





Membeli lahan kavling pada suatu kawasan perumahan terkadang tidak selalu mendapatkan bentuk lahan yang simetris, bahkan posisinya pun kadang tidak menguntungkan. Permasalahan tidak hanya sampai pada kondisi lahan, tampilan rumah kita pun harus “serupa” dengan tema maupun style kawasan tersebut.

Bagaimana menyiasatinya? Mari kita ulas salah satu kasus serupa memiliki lahan dan mendirikan bangunan yang tidak menguntungkan pada sebuah kawasan pemukiman.
Dibagi Tiga Zona
Rumah ini berlokasi pada sebuah kawasan perumahan dengan tema mediterania. Posisi lahan berada di sudut pertemuan antar kavling rumah sehingga posisi lahan juga merupakan area berputar “U-Turn” kendaraan. Lebih detail lagi, luas lahan kurang lebih 400 m2 dan tidak simetris, bahkan hampir menyerupai segitiga.
Meskipun luas lahan cukup besar namun menjadi tidak menguntungkan karena terpotong GSB (Garis Sempadan Bangunan) selebar 4 meter pada ketiga sisi lahan. Pendekatan desain yang dilakukan adalah dengan membagi 3 zona fungsi ruang sesuai dengan posisi lahan yang berorientasi menghadap langsung ke jalan.

Zona fungsi ruang dibagi menjadi zona service, zona publik dan zona private. Ruang dalam diolah dengan konsep “open plan” terbuka antara ruang yang satu dengan yang lainnya untuk menciptakan kesan ruang yang luas dan lapang.

Bukaan untuk pencahayaan dibuat besar untuk memaksimalkan pencahayaan alami ke dalam bangunan di siang hari. Void di area ruang publik dihadirkan untuk memaksimalkan sirkulasi udara di dalam bangunan, sehingga pengudaraan alami dapat mengalir antar tiap lantai rumah.

Taman kering berupa innercourt diletakan pada area ruang makan, sebagai background ruangan sehingga ada peralihan visual antara ruang dalam dan ruang luar.

Lantai atas merupakan area private yang terdiri dari kamar tidur dan area semi publik berupa area duduk yang juga berfungsi sebagai area transisi antara lantai bawah dengan lantai atas. Dari area duduk lantai atas terdapat akses menuju “roof garden”. Penghijauan di lantai atas ini merupakan salah satu media untuk meminimalisir suhu udara di dalam bangunan pada saat suhu udara di siang hari dalam kondisi panas

Rumah Mediterania nan Dinamis (2)

 






Kesan mediteranian harus tetap ditampilkan, sehingga akhirnya diberi sedikit sentuhan minimalis sesuai dengan keinginan pemiliknya





Mengadaptasi Mediterania
Tampilan luar bangunan mengadaptasi lingkungan sekitarnya yaitu mediterania. Namun agar tampilan rumah tetap memiliki identitas (baca: pembeda) dengan rumah lainnya, fasad bangunan diolah dengan konsep transparan dan bermain dengan komposisi massa bangunan. Di mana penggunaan bukaan-bukaan kaca yang fungsional memberikan kesan “ringan” dengan komposisi massa bangunan yang lebih ekpresif. Hasilnya? Kehadiran tampilan yang berbeda namun tetap dinamis secara visual dengan lingkungan sekitar juga dinamis dalam pengolahan layout pada kondisi tapak yang ada.

Walaupun tampilan luar sedikit berbeda dengan lingkungan sekitarnya, tetapi konsep mediteran sendiri harus tetap ada. Salah satu contoh dari detail mediterania yang berada pada tampilan rumah ini adalah menggunakan profil sebagai bingkai pintu dan jendelanya. Selain itu juga bisa dilihat dari penggunaan tiang berbentuk bulat dengan desain profil. Plus penggunaan warna sebagai bagian dari keseragaman kawasan ini juga wajib dipatuhi. Sehingga warna nya pun menggunakan warna yang sama dengan bangunan yang sudah ada.

Terbuka di Ruang Dalam






Pantry dan ruang makan sengaja mempunyai akses ke taman bagian belakang sehingga mendapatkan udara dan cahaya yang maksimal





Pada awalnya owner sedikit bernegoisasi dengan manajemen perumahan tersebut agar diberikan keringanan sedikit dalam membangun rumah tersebut. Salah satunya adalah dengan tampilan yang sedikit lebih modern atau minimalis. Tetapi, peraturan tetap harus ditaati, agar tidak terjadi konflik antar warga yang sudah bermukim terlebih dahulu di sekitar perumahan. Akhirnya, pilihan pun dipakai dengan meringankan sedikit tampilan dengan pemakaian kaca-kaca lebar.

Karena bagian depan rumah tidak bisa direalisasikan ke dalam tampilan yang modern atau minimalis, bukan berarti interior rumah tidak bisa tampil berbeda dengan tampilan luarnya. Akhirnya interior pada rumah ini bisa menampilkan sesuai dengan keinginan pemiliknya, yaitu dengan menampilkan kesan simple dan modern. Hal ini bisa dilihat dari penggunaan warna coffee brown yang dipadu dengan warna duco putih pada sebuah pembatas ruang antara ruang tamu dengan dapur dan pada pantry maupun meja makan yang mempunyai skema warna yang selaras.






Salah satu teras di rumah yang menjadi tempat berinteraksi dalam keluarga maupun dengan tetangga sekitar





Tak heran begitu memasuki rumah ini akan mendapatkan suasana yang berbeda jika kita berada di luar. Suasana bersih dan lapang sangat terasa di dalam rumah ini, sesuai keinginan pemiliknya akan suasana terbuka sehingga kegiatan dan komunikasi di dalam rumah masih bisa terjalin. Satu hal lagi yang unik dari rumah ini adalah mempunyai dua teras di bagian samping rumah ini. Hal ini bisa mencerminkan kepribadian dari pemilik karena selain sebagai tempat untuk duduk duduk, fungsi teras di sini juga bisa sebagai area penerima tamu karena tidak adanya pagar pembatas antara jalan dengan halaman rumah.
Rumput Liar EKSTERIOR, Mediterania, Rumah