Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Cacing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cacing. Tampilkan semua postingan
Selasa, 01 Mei 2012

Usaha Ternak Cacing Tanah



Cacing Tanah


Usaha ternak cacing tanah belum banyak yang tahu. Padahal usaha ini sebenarnya prospeknya bagus seperti halnya budidaya ikan lele, ikan nila, ikan gurame, ikan hias dan sebagainya. Bagi anda yang baru mendengar mungkin terasa jijik atau bertanya….cacing tanah kok dibudidayakan…untuk apa..?. Tahukah anda bahwa cacing tanah ternyata mempunyai potensi yang sangat menakjubkan bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia.

Berikut ini adalah beberapa manfaat cacing tanah :

1.     Bahan Pakan Ternak
Berkat kandungan protein, lemak dan mineralnya yang tinggi, cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti unggas, ikan, udang dan kodok.

2.     Bahan Baku Obat dan bahan ramuan untuk penyembuhan penyakit.
Secara tradisional cacing tanah dipercaya dapat meredakan demam, menurunkan tekanan darah, menyembuhkan bronchitis, reumatik sendi, sakit gigi dan tipus.

3.     Bahan Baku Kosmetik
Cacing dapat diolah untuk digunakan sebagai pelembab kulit dan bahan baku pembuatan lipstik.

4.     Makanan Manusia
Cacing merupakan sumber protein yang berpotensi untuk dimasukkan sebagai bahan makanan manusia seperti halnya daging sapi atau Ayam.

5.     Menyuburkan Tanaman.

Dalam bidang pertanian, cacing menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki aerasi dan struktur tanah. Akibatnya lahan menjadi subur dan penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi baik. Keberadaan cacing tanah akan meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan tanaman.

Sementara untuk kesehatan cacing tanah mempunyai beberapa khasiat, diantaranya adalah :

Sembuhkan Typus

Menurunkan kadar kolesterol

Meningkatkan daya tahan tubuh

Menurunkan tekanan darah tinggi

Meningkatkan nafsu makan

Mengobati infeksi saluran pencernaan seperti typus, disentri, diare, serta gangguan perut lainnya seperti maag

Mengobati penyakit infeksi saluran pernapasan seperti: batuk, asma, influenza, bronchitis dan TBC

Mengurangi pegal-pegal akibat keletihan maupun akibat reumatik

Menurunkan kadar gula darah penderita diabetes

Mengobati wasir, exim, alergi, luka dan sakit gigi.

 
Usaha Ternak Cacing Tanah


Cacing tanah banyak sekali macamnya. Namun yang sering dibudidayakan adalah jenis Pheretima, Periony dan Lumbricus. Cacing tanah sebenarnya mudah di ternakkan, utamanya di tanah yang gembur dari kotoran hewan ternak.

Berikut ini adalah lokasi yang diperlukan dalam budidaya ternak cacing tanah :

1.      Tanah sebagai media hidup cacing harus mengandung bahan organik dalam jumlah yang besar.

2.      Bahan-bahan organik tanah dapat berasal dari serasah (daun yang gugur), kotoran ternak atau tanaman dan hewan yang mati. Cacing tanah menyukai bahan-bahan yang mudah membusuk karena lebih mudah dicerna oleh tubuhnya.

3.      Untuk pertumbuhan yang baik, cacing tanah memerlukan tanah yang sedikit asam sampai netral atau ph sekitar 6-7,2. Dengan kondisi ini, bakteri dalam tubuh cacing tanah dapat bekerja optimal untuk mengadakan pembusukan atau fermentasi.

4.      Kelembaban yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan cacing tanah adalah antara 15-30 %.

5.      Suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan cacing tanah dan penetasan kokon adalah sekitar 15–25 derajat C atau suam-suam kuku. Suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat C masih baik asal ada naungan yang cukup dan kelembaban optimal.

6.      Lokasi pemeliharaan cacing tanah diusahakan agar mudah penanganan dan pengawasannya serta tidak terkena sinar matahari secara langsung, misalnya di bawah pohon rindang, di tepi rumah atau di ruangan khusus (permanen) yang atapnya terbuat dari bahan-bahan yang tidak meneruskan sinar dan tidak menyimpan panas.

Dalam usaha ternak cacing tanah ada dua hasil terpenting (utama) yang dapat diharapkan, yaitu biomas (cacing tanah itu sendiri) dan kascing (bekas cacing). Melihat manfaat yang besar dari cacing tanah, pastilah sangat besar pula kebutuhan terhadap hewan ini. Oleh karena itu cacing tanah sangat prospektif untuk dibudidayakan.
Rumput Liar Cacing, ernak, PETERNAKAN, Tanah, Usaha T

Usaha Ternak Cacing Tanah



Cacing Tanah


Usaha ternak cacing tanah belum banyak yang tahu. Padahal usaha ini sebenarnya prospeknya bagus seperti halnya budidaya ikan lele, ikan nila, ikan gurame, ikan hias dan sebagainya. Bagi anda yang baru mendengar mungkin terasa jijik atau bertanya….cacing tanah kok dibudidayakan…untuk apa..?. Tahukah anda bahwa cacing tanah ternyata mempunyai potensi yang sangat menakjubkan bagi kehidupan dan kesejahteraan manusia.

Berikut ini adalah beberapa manfaat cacing tanah :

1.     Bahan Pakan Ternak
Berkat kandungan protein, lemak dan mineralnya yang tinggi, cacing tanah dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti unggas, ikan, udang dan kodok.

2.     Bahan Baku Obat dan bahan ramuan untuk penyembuhan penyakit.
Secara tradisional cacing tanah dipercaya dapat meredakan demam, menurunkan tekanan darah, menyembuhkan bronchitis, reumatik sendi, sakit gigi dan tipus.

3.     Bahan Baku Kosmetik
Cacing dapat diolah untuk digunakan sebagai pelembab kulit dan bahan baku pembuatan lipstik.

4.     Makanan Manusia
Cacing merupakan sumber protein yang berpotensi untuk dimasukkan sebagai bahan makanan manusia seperti halnya daging sapi atau Ayam.

5.     Menyuburkan Tanaman.

Dalam bidang pertanian, cacing menghancurkan bahan organik sehingga memperbaiki aerasi dan struktur tanah. Akibatnya lahan menjadi subur dan penyerapan nutrisi oleh tanaman menjadi baik. Keberadaan cacing tanah akan meningkatkan populasi mikroba yang menguntungkan tanaman.

Sementara untuk kesehatan cacing tanah mempunyai beberapa khasiat, diantaranya adalah :

Sembuhkan Typus

Menurunkan kadar kolesterol

Meningkatkan daya tahan tubuh

Menurunkan tekanan darah tinggi

Meningkatkan nafsu makan

Mengobati infeksi saluran pencernaan seperti typus, disentri, diare, serta gangguan perut lainnya seperti maag

Mengobati penyakit infeksi saluran pernapasan seperti: batuk, asma, influenza, bronchitis dan TBC

Mengurangi pegal-pegal akibat keletihan maupun akibat reumatik

Menurunkan kadar gula darah penderita diabetes

Mengobati wasir, exim, alergi, luka dan sakit gigi.

 
Usaha Ternak Cacing Tanah


Cacing tanah banyak sekali macamnya. Namun yang sering dibudidayakan adalah jenis Pheretima, Periony dan Lumbricus. Cacing tanah sebenarnya mudah di ternakkan, utamanya di tanah yang gembur dari kotoran hewan ternak.

Berikut ini adalah lokasi yang diperlukan dalam budidaya ternak cacing tanah :

1.      Tanah sebagai media hidup cacing harus mengandung bahan organik dalam jumlah yang besar.

2.      Bahan-bahan organik tanah dapat berasal dari serasah (daun yang gugur), kotoran ternak atau tanaman dan hewan yang mati. Cacing tanah menyukai bahan-bahan yang mudah membusuk karena lebih mudah dicerna oleh tubuhnya.

3.      Untuk pertumbuhan yang baik, cacing tanah memerlukan tanah yang sedikit asam sampai netral atau ph sekitar 6-7,2. Dengan kondisi ini, bakteri dalam tubuh cacing tanah dapat bekerja optimal untuk mengadakan pembusukan atau fermentasi.

4.      Kelembaban yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan cacing tanah adalah antara 15-30 %.

5.      Suhu yang diperlukan untuk pertumbuhan cacing tanah dan penetasan kokon adalah sekitar 15–25 derajat C atau suam-suam kuku. Suhu yang lebih tinggi dari 25 derajat C masih baik asal ada naungan yang cukup dan kelembaban optimal.

6.      Lokasi pemeliharaan cacing tanah diusahakan agar mudah penanganan dan pengawasannya serta tidak terkena sinar matahari secara langsung, misalnya di bawah pohon rindang, di tepi rumah atau di ruangan khusus (permanen) yang atapnya terbuat dari bahan-bahan yang tidak meneruskan sinar dan tidak menyimpan panas.

Dalam usaha ternak cacing tanah ada dua hasil terpenting (utama) yang dapat diharapkan, yaitu biomas (cacing tanah itu sendiri) dan kascing (bekas cacing). Melihat manfaat yang besar dari cacing tanah, pastilah sangat besar pula kebutuhan terhadap hewan ini. Oleh karena itu cacing tanah sangat prospektif untuk dibudidayakan.
Rumput Liar Cacing, ernak, PETERNAKAN, Tanah, Usaha T

Peluang Usaha Budidaya Cacing Sutra

Cacing sutra dikenal memiliki kandungan gizi dan protein yang tinggi , sehingga mampu mempercepat pertumbuhan pada ikan. sayangnya saat ini pasokan cacing sutra sangat minim karena mengandalkan tangkapan dari alam dan sangat tergantung musim . para peternak ikan banyak yang melakukan Budidaya cacing sutra   ,namun hanya untuk konsumsi sendiri, sehingga peluang usaha budidaya cacing sutra lumayan bagus. Ada satu cara unik dan menarik dalam budidaya cacing sutra yaitu dengan memanfaatkan limbah organik dari kolam lele konsumsi.

HABITAT

Cacing sutra hidup pada subtrat lumpur dengan kedalaman 0 – 4 cm.
air memegang peranan penting untuk kelangsungan hidup cacing ini. Nah parameter optimalnya  ialah:
• pH : 5,5 -8,0
• DO (oksigen terlarut) : 2,5 – 7,0 ppm
• Suhu : 25 – 28 C
• Amoniak : <3,6
Cacing sutra termasuk hewan hermaprodit yang berkembang biak lewat telur secara eksternal. Telur yang dibuahi oleh jantan akan membelah menjadi 2 sebelum menetas.

campuran  bahan organik untuk cacing sutra yang baik adalah antara lumpur , dedak (bekatul) dan kotoran ayam .

Teknik budidaya cacing sutra:

* Persiapan Bibit
Bibit bisa diambil dari alam atau beli di toko ikan hias.
Sebaiknya bibit cacing di karantina dulu karena ditakutkan membawa bakteri patogen.

* Persiapan Media
kubangan lumpur dibuat dengan ukuran 1 x 2 meter sebagai media perkembangan yang dilengkapi saluran pemasukan dan pengeluaran air. Tiap kubangan dibuat petakan – petakan kecil ukuran 20 x 20 cm, tinggi bedengan atau tanggul 10 cm, antar bedengan diberi lubang dengan diameter 1 cm.

* Pemupukan
Lahan di pupuk dengan pupuk kandang sebanyak 300 gr/ M2, atau dengan dedak halus atau ampas tahu sebanyak 200 – 250 gr/M2  .
Cara bikin pupuknya :
• Siapkan kotoran ayam, jemur 6 jam.
• Siapkan bakteri EM4 untuk fermentasi kotoran ayam tersebut. Cari di toko pertanian atau toko peternakan atau balai peternakan.
• Aktifin dulu bakterinya. caranya ¼ sendok makan gula pasir + 4ml EM4 + dalam 300ml air trus diemin kurang lebih 2 jam.
• Campurkan cairan tadi ke dalam 10kg tokai yang udah di jemur tadi, aduk hingga rata.
• Trus masukin ke dalam wadah yang ditutup rapat selama 5 hari

* Fermentasi
Lahan direndam selama 3-4 hari dengan air setinggi 5 cm .

* Penebaran Bibit
Selama Proses Budidaya lahan dialiri air dengan debit 2-5 Liter / detik

* Tahapan Kerja Budidaya Cacing Sutra
Cacing sutra atau cacing rambut memang telah lama dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pakan ikan. karena harga jualnya yang relatif tinggi, membuat bisnis cacing sutra cukup banyak dilirik orang. namun sayangnya, sedikit orang yang memahami teknis pembudidayaan cacing sutra ini. Berikut ini langkah2 yang harus dilakukan dalam pembudidayaan cacing sutra.

• Lahan uji coba berupa kolam tanah berukuran 8 x 1,5 m dengan kedalaman 30 cm. Dasar kolam uji coba ini hanya diisi dengan sedikit lumpur.
• Apabila matahari cukup terik, jemur kolam minim sehari. kolam harus dibersihkan dari rumput atau hewan lain yang berpotensi menjadi hama bagi cacing sutra, seperti kijing atau keong mas .
• Pipa pengeluaran air dicek kekuatannya dan pastikan berfungsi dengan baik. Pipa pengeluaran ini sebaiknya berbahan paralon berdiameter 2 inci dengan panjang sekitar 15 cm.
• Usai penjemuran dan pengeringan, usahakan kondisi dasar kolam bebas dari bebatuan dan benda-benda keras lainnya. hendaknya konstruksi tanah dasar kolam tidak bergelombang atau relatif datar .
• Dasar kolam diisi dengan lumpur halus yang berasal dari saluran atau kolam yang dianggap banyak mengandung bahan organik hingga ketebalan dasar lumpur mencapai 10 cm dan rata.
• Untuk memastikannya, gunakan aliran air sebagai pengukur kedataran permukaan lumpur tersebut. Jika kondisinya sudah rata, berarti kedalaman air akan terlihat sama di semua sisihnya.
• Masukkan 3 karung kotoran ayam kering ukuran kemasan pakan ikan, kemudian ratakan dan selanjutnya bisa diaduk-aduk dengan kaki.
• Setelah itu genangi kolam tersebut hingga kedalaman air maksimum 5 cm, sesuai panjang pipa pembuangan.
• Pasang atap peneduh untuk mencegah tumbuhnya lumut di kolam.
• Kolam yang sudah tergenang air tersebut dibiarkan selama 1 minggu, agar gas yang dihasilkan dari kotoran ayam hilang. Cirinya, media sudah tidak beraroma busuk lagi.
• Tebarkan 0,5 liter gumpalan cacing sutra dengan cara menyiramnya terlebih dahulu di dalam baskom agar gumpalannya buyar.
• Cacing sutra yang sudah terurai ini kemudian ditebarkan di kolam budi daya ke seluruh permukaan kolam secara merata.
• Seterusnya atur aliran air dengan pipa paralon berukuran 2/3 inci.

7. Panen
Cacing Bisa dipanen setelah 8-10 hari.

Peluang Usaha Budidaya Cacing Sutra

Cacing sutra dikenal memiliki kandungan gizi dan protein yang tinggi , sehingga mampu mempercepat pertumbuhan pada ikan. sayangnya saat ini pasokan cacing sutra sangat minim karena mengandalkan tangkapan dari alam dan sangat tergantung musim . para peternak ikan banyak yang melakukan Budidaya cacing sutra   ,namun hanya untuk konsumsi sendiri, sehingga peluang usaha budidaya cacing sutra lumayan bagus. Ada satu cara unik dan menarik dalam budidaya cacing sutra yaitu dengan memanfaatkan limbah organik dari kolam lele konsumsi.

HABITAT

Cacing sutra hidup pada subtrat lumpur dengan kedalaman 0 – 4 cm.
air memegang peranan penting untuk kelangsungan hidup cacing ini. Nah parameter optimalnya  ialah:
• pH : 5,5 -8,0
• DO (oksigen terlarut) : 2,5 – 7,0 ppm
• Suhu : 25 – 28 C
• Amoniak : <3,6
Cacing sutra termasuk hewan hermaprodit yang berkembang biak lewat telur secara eksternal. Telur yang dibuahi oleh jantan akan membelah menjadi 2 sebelum menetas.

campuran  bahan organik untuk cacing sutra yang baik adalah antara lumpur , dedak (bekatul) dan kotoran ayam .

Teknik budidaya cacing sutra:

* Persiapan Bibit
Bibit bisa diambil dari alam atau beli di toko ikan hias.
Sebaiknya bibit cacing di karantina dulu karena ditakutkan membawa bakteri patogen.

* Persiapan Media
kubangan lumpur dibuat dengan ukuran 1 x 2 meter sebagai media perkembangan yang dilengkapi saluran pemasukan dan pengeluaran air. Tiap kubangan dibuat petakan – petakan kecil ukuran 20 x 20 cm, tinggi bedengan atau tanggul 10 cm, antar bedengan diberi lubang dengan diameter 1 cm.

* Pemupukan
Lahan di pupuk dengan pupuk kandang sebanyak 300 gr/ M2, atau dengan dedak halus atau ampas tahu sebanyak 200 – 250 gr/M2  .
Cara bikin pupuknya :
• Siapkan kotoran ayam, jemur 6 jam.
• Siapkan bakteri EM4 untuk fermentasi kotoran ayam tersebut. Cari di toko pertanian atau toko peternakan atau balai peternakan.
• Aktifin dulu bakterinya. caranya ¼ sendok makan gula pasir + 4ml EM4 + dalam 300ml air trus diemin kurang lebih 2 jam.
• Campurkan cairan tadi ke dalam 10kg tokai yang udah di jemur tadi, aduk hingga rata.
• Trus masukin ke dalam wadah yang ditutup rapat selama 5 hari

* Fermentasi
Lahan direndam selama 3-4 hari dengan air setinggi 5 cm .

* Penebaran Bibit
Selama Proses Budidaya lahan dialiri air dengan debit 2-5 Liter / detik

* Tahapan Kerja Budidaya Cacing Sutra
Cacing sutra atau cacing rambut memang telah lama dimanfaatkan sebagai salah satu alternatif pakan ikan. karena harga jualnya yang relatif tinggi, membuat bisnis cacing sutra cukup banyak dilirik orang. namun sayangnya, sedikit orang yang memahami teknis pembudidayaan cacing sutra ini. Berikut ini langkah2 yang harus dilakukan dalam pembudidayaan cacing sutra.

• Lahan uji coba berupa kolam tanah berukuran 8 x 1,5 m dengan kedalaman 30 cm. Dasar kolam uji coba ini hanya diisi dengan sedikit lumpur.
• Apabila matahari cukup terik, jemur kolam minim sehari. kolam harus dibersihkan dari rumput atau hewan lain yang berpotensi menjadi hama bagi cacing sutra, seperti kijing atau keong mas .
• Pipa pengeluaran air dicek kekuatannya dan pastikan berfungsi dengan baik. Pipa pengeluaran ini sebaiknya berbahan paralon berdiameter 2 inci dengan panjang sekitar 15 cm.
• Usai penjemuran dan pengeringan, usahakan kondisi dasar kolam bebas dari bebatuan dan benda-benda keras lainnya. hendaknya konstruksi tanah dasar kolam tidak bergelombang atau relatif datar .
• Dasar kolam diisi dengan lumpur halus yang berasal dari saluran atau kolam yang dianggap banyak mengandung bahan organik hingga ketebalan dasar lumpur mencapai 10 cm dan rata.
• Untuk memastikannya, gunakan aliran air sebagai pengukur kedataran permukaan lumpur tersebut. Jika kondisinya sudah rata, berarti kedalaman air akan terlihat sama di semua sisihnya.
• Masukkan 3 karung kotoran ayam kering ukuran kemasan pakan ikan, kemudian ratakan dan selanjutnya bisa diaduk-aduk dengan kaki.
• Setelah itu genangi kolam tersebut hingga kedalaman air maksimum 5 cm, sesuai panjang pipa pembuangan.
• Pasang atap peneduh untuk mencegah tumbuhnya lumut di kolam.
• Kolam yang sudah tergenang air tersebut dibiarkan selama 1 minggu, agar gas yang dihasilkan dari kotoran ayam hilang. Cirinya, media sudah tidak beraroma busuk lagi.
• Tebarkan 0,5 liter gumpalan cacing sutra dengan cara menyiramnya terlebih dahulu di dalam baskom agar gumpalannya buyar.
• Cacing sutra yang sudah terurai ini kemudian ditebarkan di kolam budi daya ke seluruh permukaan kolam secara merata.
• Seterusnya atur aliran air dengan pipa paralon berukuran 2/3 inci.

7. Panen
Cacing Bisa dipanen setelah 8-10 hari.