Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Bisa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisa. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Desember 2012

Budidaya bawal bintang bisa di keramba atau bak

bawal bintangMeski tergolong spesies baru di Indonesia, permintaan ikan bawal bintang di pasar domestik cukup tinggi. Ikan ini banyak dicari buat dikonsumsi karena mengandung omega 3 yang baik buat pertumbuhan tubuh.


Lantaran permintaannnya tinggi, banyak orang kini tertarik membudidayakan jenis ikan asal Taiwan ini. Apalagi, pasokan benih bawal bintang kini sudah bisa didapatkan di dalam negeri.


Beberapa balai budidaya laut (BBL), seperti BBL Lombok dan BBL Batam yang sudah berhasil melakukan pembenihan sendiri. 
Sebelumnya, benih bawal bintang memang harus diimpor dari Taiwan.


Salah satu pebudidaya bawal bintang adalah Machsin (58 tahun), warga Desa Pengawisan, Sekotong Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia mulai membudidayakan bawal bintang sejak April lalu.


Setelah sukses panen bawal bintang pada Oktober lalu, Machsin kembali melakukan budidaya tahap kedua. Kali ini, dia membudidayakan 2.000 ekor benih bawal bintang.


Machsin bilang, benih bawal bintang tidak bisa langsung dipelihara di keramba. Benih harus dipelihara di bak dulu hingga berusia dua bulan. Sebanyak 2.000 ekor benih bisa ditampung di bak berukuran 48 meter persegi.


Saat usianya dua bulan, bawal bintang sudah siap mencari makan di laut lepas dan tahan dari ombak laut. Namun, pemindahan benih ke laut lepas harus memperhatikan gelombang laut.


Apalagi di akhir tahun, biasanya tinggi gelombang laut meningkat. Hal ini tentu menjadi kendala bagi pembudidaya bawal bintang. Sebab, ikan rentan mati kalau diempas ombak. “Untuk itu, harus dipindah ke bak dulu,” ujarnya.


Bila cuaca dan ombak stabil, survival rate atau tingkat bertahan hidup ikan ini cukup tinggi, sekitar 70% – 80%. Terbukti, saat budidaya pertama, dari 4.000 benih yang disebar, Machsin bisa memanen 3.000 ekor bawal bintang. “Kebanyakan mati karena ombak,” katanya.


Selain ombak laut, ikan juga juga harus dijauhkan dari kemungkinan terkena serangan virus atau parasit. Untuk itu, jaring keramba harus diganti setiap bulan agar sirkulasi air tetap lancar.


Ibnu Hajar, pemilik CV Kaputi Lestari yang bergerak di bidang usaha budidaya bawal bintang di Kepulauan Seribu, Jakarta, memilih budidaya di bak di darat.


Dengan dipelihara di bak, ikan bisa dipanen dalam waktu lima hingga enam bulan. “Saat itu, berat satu ikan bisa 500 gram,” 
kata Ibnu.


Menurut Ibnu, ada dua hal yang menjadi kendala bagi para pebudidaya ikan bawal bintang di bak. Pertama, masalah pakan. Ikan bawal bintang termasuk jenis ikan yang butuh banyak makanan untuk berkembang.


Dalam sehari, setiap 500 ekor hingga 1.000 ekor ikan bisa menghabiskan 50 kilogram pakan. Bila tidak cermat, biaya pakan bisa tidak sebanding dengan nilai jual.


“Cara menyiasatinya dengan membuat pakan sendiri,” tutur Ibnu. Ia membuat pakan dari campuran ikan kecil dengan tepung kedelai.


Kedua, ikan juga rentan terkena virus. Makanya, kebersihan air harus terus dijaga.


 


 


 


 


 


 


Sumber : kontan.co.id


Sumber gambar : blogspot.com

Di Gallery Mutiez, Kalung pun Bisa Jadi Headband

Gallery MutiezMengambil tema Hijab & Fashion, Galery Mutiez menyediakan berbagai keperluan berbusana yang modis, trendi, yang dipadupadankan dengan hijab yang fashionable. Warna-warna yang ditawarkan adalah warna-warna ceria, pastel and soft.


Selain busana yang trendy dan modis, Galery Mutiez juga menyediakan aneka kerudung seperti paris polos, paris flower print dan ada juga yang polkadot. Untuk pashminanya disediakan juga yang plos dan gliter sehingga pembeli bisa memilih sesuai dengan selera.


Yang unik dari Galery Mutiez ini adalah aksesorisnya yang semunya itu handmade, mulai dari bros dan kalung. Selain keduanya itu berfungsi sebagai hiasan gantung, tapi khusus buatan Galey Mutiez ini kalungnya pun bisa digunakan sebagai hiasa, kepala di atas kerudung seperti Headband.


Dengan kisaran harga yang relatif sangat murah, Galey Mutiez menawatrkan hagra untuk Baju seharga Rp 85.000-Rp200.000, Kerudung seharga Rp 50.000-Rp 75.000, untuk Bros Rp 15-000-Rp 35.000, dan untuk Kalung berkisar Rp 35.000-Rp 50.000.


Menurut Euis Rahmawati, owner dari Galery Mutiez , segala sesuatu yang ada di Galery ini selalu memiliki fashion yang beragam dan up to date. Misalkan seperti Rompi, dsini bisa dikreasikan jadi beberapa macam model, kemudian Kalung, tidak sekedar untuk dipakai di leher namun bisa juga jadi hiasan kepala.


“Semua Kalung dan Bros nya kita desain sendiri dan ini handmade. Desain Kalung dan Brosnya khas Galery Mutiez, tidak ada di tempat lain” kata Euis


Jika Anda pribadi yang trendy, modis, dan suka dengan hijab, Anda wajib berkunjung ke Galery Mutiez di Balubur Town Square Lantai Dasar 2, Blok Q3, Tamansari, Bandung. Anda pun bisa shopping secara online melalu website :www.gallery-mutiez.blogspot.com/FB:Iez Awang.


 


 


 


 


 


 


Sumber berita: bisnis-jabar.com dan redaksi


Sumber gambar: bisnis-jabar.com

Qwas Oxy, Air Sehat yang Bisa Menyehatkan Kantong

Kesehatan terjaga, penyakit pun sirnah. Itulah manfaat air minum beroksigen. Bagi yang ingin menjadikannya sebagai pengganti air minum sehari-hari, Qwas Oxy – brand air beroksigen teranyar,  hadir dalam kemasan galonan. Berminat menjadi agennya?


Siapa pun tahu, bumi yang telah tercemar juga berdampak buruk pada air minum yang dikonsumsi setiap harinya. Pula, mineral yang terkandung dalam air bukanlah jaminan bahwa air yang diminum sehat. Baiknya, lakukanlah uji elektrosila. Dalam uji tersebut, air akan berubah warna saat partikel cemaran mineral melepaskan diri dari ikatan air.


Lantas, apakah air seperti itu layak untuk dikonsumsi? Tentu saja tidak. Partikel cemaran akan menggerogoti tubuh sehingga gampang jatuh sakit atau menderita sejumlah penyakit. Satu-satunya solusi adalah ganti air minum biasa dengan air minum sehat alias air beroksigen. Air minum murni (H2O) tersebut tak mengandung mineral atau zat berbahaya lainnya.


Sayangnya, tak cukup dengan kemasan botol saja jika ingin menjadikannya sebagai air minum sehari-hari. Pasalnya, yang tersedia di pasaran adalah sejumlah brand air beroksigen dalam kemasan botol saja. Itulah sebabnya, Wim Abdurrahman Saleh, awal Juni silam meluncurkan air beroksigen berlabel Qwas Oxy dalam kemasan galon.


Wim, begitu ia disapa, merupakan sosok yang telah lama berkecimpung dengan air beroksigen. Beberapa brand air beroksigen pernah sukses ditangannya melalui skema pamasaran multi level marketing (MLM). Ia juga dikenal dengan julukan bayi ajaib, sebab melebihi seniornya, ia bisa sukses dalam waktu singkat.


Pengalamannya dalam membesarkan beberapa brand air beroksigen, mengilhaminya untuk melakukan terobosan baru dalam hal kemasan produk yang disebutnya sebagai kebutuhan dasar itu. “Banyak konsumen yang bertanya mengapa air beroksigen ini tidak disediakan dalam galon,” ujarnya. Bersama temannya, ia akhirnya mendirikan sebuah pabrik air beroksigen galonan tersebut di Ciawi, Bogor.


Qwas Oxy, kata Wim, memiliki keunggulan tingkat kesadahan nol. “Sebagai air minum, air ini masuk ke dalam tubuh lebih cepat dan lancar, sehingga apapun yang dimakan, apa pun yang diminum baik itu vitamin, obat dan sebagainya sampainya lebih cepat ketimbang air biasa,” tukasnya. Sementara tingkat PH (kadar keasaman dan basah) berkisar 7,0-7,5 alias normal atau netral. Sebab jika di bawah 6,5 air bersifat asam dan di atas 8,5 air bersifat basah.


Melebihi air beroksigen lainnya, Qwas Oxy juga memiliki kandungan oksigen yang lebih tinggi. “Oksigennya ekstra oksigen, artinya air kita lebih tinggi oksigennya dibandingkann air sejenis yang ada di pasaran,” imbuh Wim melanjutkan, semua penyakit takut dengan oksigen sehingga air oksigennya sangat cepat membantu proses penyembuhan.


Air minumnya bisa melarutkan endapan kristal pada ginjal dan kantung kemih. Usus besar dan saluran darah pun bisa secepatnya dibersihkan Qwas Oxy. “Air ini juga bisa mengikis kerak yang menyebabkan rheumatik dan asam urat pada persendian,” tambahnya. Selain itu, Qwas Oxy mengikat lebih banyak oksigen dalam darah.


Beberapa penyakit pun dengan gampang dituntasnya. Sebut saja, sakit kepala, astma, darah tinggi, rheumatik, radang tenggorokan, kegemukan, radang sendi, gangguan jantung, batu ginjal, bronchitis, kencing batu, asam urat, disentri, sembelit, kencing manis dan masih banyak lagi.


“Bahkan jika air Qwas Oxy digunakan untuk memasak nasi, maka hasil nasinya akan lebih enak atau pulen,” jelasnya. Pun jika minum teh atau kopi dengan air ini rasanya jauh lebih nikmat dan tak mudah basi.


Makanan tak sehat yang dikonsumsi setiap hari juga dengan gampang dibersihkan airnya. Sebagai misal, setiap hari orang makan mie atau makan makanan yang ada bahan pengawetnya. ”Kan dia gak luntur, akan ada sisa di dalam tubuh, terutama di usus. Nah, ini air sebagai pendorong, kita minum dia mendorong membantu membersihkan segala bentuk kotoran berbahaya itu,” urainya.


Tak heran, baru beberapa bulan berjalan, agen-agennya sudah mulai menjamur di seputar Jabodetabek. Ia membuka peluang keagenan, tidak lagi dengan cara MLM. “Alasannya peluang usaha keagenan akan membuka lapangan kerja baru,” terangnya. Saat ini agennya sudah berkisar di angka ratusan, jumlah yang menurutnya belum optimal.


“Untuk ketersediaan, pabrik sangat luar biasa, kita bisa produksi per 8 jam dengan satu mesin. Itu artinya bisa hasilkan 4 ribu galon. Jadi saya sudah siap dengan 3 mesin untuk antisipasi lonjakan permintaan,” sebut Wim. Sayangnya, area penjualannya belum mencakup ke seluruh Indonesia karena masih banyak yang harus dikaji, kendati permintaan mulai berdatangan dari penjuru tanah air.


Peluang keagenan yang ditawarkannya relatif terjangkau kantong. Bisa untuk ibu rumah tangga yang akan melayani kebutuhan air minum sehat di sekitar tempat tinggalnya, pun bagi siapa pun yang ingin menjadikannya sebagai bisnis utama. “Dengan modal kecil, dia sudah bisa dapat hasil harian,” katanya. Untuk menjadi agen, ia mematok investasi sebesar Rp 2,1 juta untuk 50 galon Qwas Oxy.


“Saya jamin selisih untung yang bisa didapatkan agen jauh di atas air beroksigen lainnya,” ujarnya terkekeh, tak menyebutkan berapa besar keuntungan yang bisa didapatkan agen. Untuk lebih jelasnya, kata dia, bisa menghubungi pihaknya langsung. Sebab, tak hanya 50 galon, bahkan beberapa agennya sudah berkisar di ribuan galon. Berminat?


Info lebih lanjut Hubungi Iis:


Hp 0857 4158 7071, 0882 1531 9905, 021 9577 6777


Email : iherviani@yahoo.com


 


 


 


 


 


Sumber artikel: forumpengusahaindonesia.com dan redaksi


Sumber gambar: forumpengusahaindonesia.com

Senin, 30 April 2012

Daun Enceng Gondok Bisa Tingkatkan Kualitas Telur Itik

Makassar, Sinar Harapan Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berdasarkan pengkajiannya menyarankan pemberian daun eceng gondok pada makanan itik untuk meningkatkan kualitas telur.
Kepala IPPTP Makassar, Dr.lr. Djafar Baco menjelaskan hari Jumat (21/6), ternak itik berpotensi besar untuk dikembangkan, karena mampu memproduksi telur yang tinggi, tidak mengerami telurnya, harganya relatif stabil dan pemasaran telur relatif murah.

Salah satu faktor yang paling menentukan dalam usaha ternak itik adalah faktor makanan sebagai kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi bagi kelangsungan hidup dan proses biologis di dalam tubuh ternak, tambahnya.
Eceng gondok merupakan gulma air yang sering merusak lingkungan dan tidak dimanfaatkan dapat dipergunakan sebagai salah satu bahan makanan yang bisa menekan harga ransum. Menurut Djafar Baco, pemberian eceng gondok pada makanan itik itu, tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap produksi telur baik dari segi berat maupun jumlah butirnya. Penggunaan eceng gondok itu berpengaruh terhadap warna kuning telur dan tebalkulit telur.
Selama ini kualitas telur untuk perlakuan kontrol (pakan basal) berat telurnya rata-rata 57,7 gram/butir dan untuk perlakuan yang diberi makanan eceng gondok mencapai 59,19 gram/butir.Kontrol adalah 7,29 dan pada perlakuan yang diberi daun eceng gondok adalah 9,10. Kemudian persentase berat kuning telur pada perlakuan kontrol 35,16 persen dan 35,99 persen pada pemberian daun eceng gondok. Rata-rata persentase berat putih telur pada perlakuan kontrol adalah 46,76 persen dan perlakuan dengan pemberian daun eceng gondok adalah 48,69 persen.
Pada perlakuan kontrol (pakan basal), itik diberikan ransum basal dengan kandungan protein kasar 16,06 persen dan energi metabolisme 2544,22- kilo kalori/kg ransum. Melalui pemberian daun eceng gondok pada makanan itik diperoleh konsumsi ransum berdasarkan bahan kering sebanyak 111,79 gram/ekor/hari.Eceng gondok dapat diberikan sampai 10 persen dalam ransum.

telur
Cara pemberiannya ransum basal ditambah daun eceng gondok dalam keadaan segar. Guna menjaga kesegaran dari daun eceng gondok, sebaiknya pengambilan dari lokasi dilakukan setiap pagi.”Sebelum diberikan, daun terlebih dahulu dicincang hingga kecil,” kata Djafar. (ant/san)
Semoga bermanfaat

Daun Enceng Gondok Bisa Tingkatkan Kualitas Telur Itik

Makassar, Sinar Harapan Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berdasarkan pengkajiannya menyarankan pemberian daun eceng gondok pada makanan itik untuk meningkatkan kualitas telur.
Kepala IPPTP Makassar, Dr.lr. Djafar Baco menjelaskan hari Jumat (21/6), ternak itik berpotensi besar untuk dikembangkan, karena mampu memproduksi telur yang tinggi, tidak mengerami telurnya, harganya relatif stabil dan pemasaran telur relatif murah.

Salah satu faktor yang paling menentukan dalam usaha ternak itik adalah faktor makanan sebagai kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi bagi kelangsungan hidup dan proses biologis di dalam tubuh ternak, tambahnya.
Eceng gondok merupakan gulma air yang sering merusak lingkungan dan tidak dimanfaatkan dapat dipergunakan sebagai salah satu bahan makanan yang bisa menekan harga ransum. Menurut Djafar Baco, pemberian eceng gondok pada makanan itik itu, tidak mempunyai pengaruh negatif terhadap produksi telur baik dari segi berat maupun jumlah butirnya. Penggunaan eceng gondok itu berpengaruh terhadap warna kuning telur dan tebalkulit telur.
Selama ini kualitas telur untuk perlakuan kontrol (pakan basal) berat telurnya rata-rata 57,7 gram/butir dan untuk perlakuan yang diberi makanan eceng gondok mencapai 59,19 gram/butir.Kontrol adalah 7,29 dan pada perlakuan yang diberi daun eceng gondok adalah 9,10. Kemudian persentase berat kuning telur pada perlakuan kontrol 35,16 persen dan 35,99 persen pada pemberian daun eceng gondok. Rata-rata persentase berat putih telur pada perlakuan kontrol adalah 46,76 persen dan perlakuan dengan pemberian daun eceng gondok adalah 48,69 persen.
Pada perlakuan kontrol (pakan basal), itik diberikan ransum basal dengan kandungan protein kasar 16,06 persen dan energi metabolisme 2544,22- kilo kalori/kg ransum. Melalui pemberian daun eceng gondok pada makanan itik diperoleh konsumsi ransum berdasarkan bahan kering sebanyak 111,79 gram/ekor/hari.Eceng gondok dapat diberikan sampai 10 persen dalam ransum.

telur
Cara pemberiannya ransum basal ditambah daun eceng gondok dalam keadaan segar. Guna menjaga kesegaran dari daun eceng gondok, sebaiknya pengambilan dari lokasi dilakukan setiap pagi.”Sebelum diberikan, daun terlebih dahulu dicincang hingga kecil,” kata Djafar. (ant/san)
Semoga bermanfaat