Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Berkat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berkat. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Desember 2012

Sukses Berwirausaha Berkat Inovasi dan Kemitraan

Inovasi menjadi kunci keberhasilan berwirausaha. Karena dengan berinovasi, entrepreneur tergerak untuk selalu kreatif mencipta pasar bukan hanya bergantung pada pasar.

Keberhasilan dalam menciptakan terobosan telah dibuktikan oleh penyedia jasa belanja online, Lojai.com. Jeli melihat kebutuhan pasar dan kebiasaan masyarakat Indonesia, Lojai.com berkolaborasi dengan perbankan penerbit kartu kredit, untuk memberikan layanan belanja online dengan cicilan menggunakan kartu kredit.

Pengamatan terhadap kebiasaan masyarakat ini pun membawa hasil.


Sebanyak 70 persen transaksi di Lojai.com disumbangkan dari fasilitas cicilan menggunakan kartu kredit ini. Atas inovasinya ini, Lojai.com pun meraih rekor MURI untuk kategori “Belanja Online Pertama dengan Fasilitas Cicilan menggunakan Kartu Kredit”.

“Wirausahawan sejati harus tidak tergantung pasar, tapi harus menciptakan pasar. Belanja online luar negeri umumnya tak mengenal cicilan.


Peluang ini dimanfaatkan dengan baik oleh Lojai.com, sehingga MURI memberikan sertifikat Belanja Online Pertama dengan Fasilitas Cicilan Menggunakan Kartu Kredit. Ini bukan saja yang pertama di Indonesia, namun juga dunia,” kata Jaya Suprana di sela temu media di Jaya Suprana School of Perfoming Arts (JS SPArts), Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (8/10/2012).

CEO Agnaprosperindo Abadi (Lojai.com), Agus Tjandra, mengatakan perusahaan lokal harus berani berinovasi.Sejumlah inovasi pun dilakukan Agus untuk mengembangkan bisnis e-commerce-nya.

“Hampir semua produk di Lojai.com bisa dicicil mulai dari gadget, elektronik, aksesoris, fashion hingga buku. Konsumen tinggal isi formulir pemesanan di website, serta boleh pilih ingin mencicil dengan kartu kredit dari bank mana saja yang telah bekerja sama dengan Lojai.


Lama mencicil bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen,” ujar Agus.

Keberhasilan bisnis e-commerce juga didukung kemampuan menjalin kemitraan dengan banyak bank untuk mendukung sistem pembayaran belanja online. “Mendapatkan kepercayaan bank untuk bersedia bermitra bukan hal mudah. Namun kami berhasil membuktikan mampu berkolaborasi dengan banyak bank, tidak hanya lokal, namun juga internasional. Antara lain, perbankan bersedia memberikan cicilan nol persen selama 12 bulan bagi konsumen yang berbelanja online,” imbuh Agus.


Pada 2011, sebanyak sembilan bank berkolaborasi dengan Lojai.com untuk belanja cicilan dengan bunga nol persen. Jumlah itu meningkat menjadi 11 bank hingga Oktober 2012, dan diperkirakan akan menjadi 12 bank yang bermitra dengan Lojai.com untuk fasilitas cicilan nol persen pada akhir 2012.

Selain cicilan, fasilitas pembayaran yang bisa dilakukan saat belanja di Lojai.com termasuk transfer, cash on delivery (pelanggan membayar saat belanja sampai dengan swipe kartu kredit di tempat), KlikBCA, dan pembayaran penuh dengan kartu kredit Visa/Mastercard.


Konsumen juga bisa belanja sepeda motor dengan cicilan dengan bunga nol persen untuk jangka pendek dan bunga ringan untuk cicilan selama 24 bulan menggunakan kartu kredit. Khusus untuk cicilan kendaraan bermotor, dikatakan Agus, Lojai.com menawarkan sejumlah manfaat bagi konsumen antara lain tidak perlu melakukan pembayaran di muka, BPKB bisa dipegang oleh pembeli selama masa mencicil, juga pemegang kartu mendapatkan point reward atas nilai total belanja kartu kreditnya.

Memberikan lebih banyak pilihan pembayaran menjadi tantangan bagi e-commerce lokal ini untuk terus membuat terobosan baru.


“Saat ini kami tengah melakukan integrasi pembayaran dengan KlikPay BCA, KlikPay Mandiri serta MobilePayment BII. Pilihan konsumen untuk pembayaran belanja online di Lojai.com makin bertambah,” imbuh Agus.

Melihat peluang dari kebiasaan masyarakat menjadi kunci keberhasilan bisnis e-commerce Agus ini.


Salah satu kejeliannya melihat peluang diwujudkan dengan rencana merilis aplikasi untuk pengguna ponsel pintar berbasis android sehingga akan memudahkan mereka untuk berbelanja online.

Agus optimistis Lojai.com akan menjadi e-commerce nomor satu di Indonesia karena memiliki beberapa keunggulan kompetitif. Mulai akses langsung ke para pemegang kartu kredit, merchant dan brand besar di Indonesia, serta pengelola dan SDM yang memahami pasar. 

“Basis bisnis kami berawal dari penjualan lewat katalog melalui kemitraan dengan sejumlah bank terkemuka di Indonesia. Pengembangan usaha ke bisnis online melalui Lojai.com merupakan langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat,” tegasnya.


Mengantisipasi risiko penyalahgunaan kartu yang mungkin terjadi dalam e-commerce, Agus menyatakan pihaknya telah menerapkan sistem proteksi dan keamanan transaksi. Sejauh ini Lojai mencatatkan diri sebagai  salah satu e-commerce retailer pertama di Indonesia yang menggunakan 3D Secure Code.

Saat ini pasar Lojai.com utamanya masih di kota-kota besar di Jawa terutama Jakarta. Namun demikian ke depan akan terus dikembangkan ke luar Jawa, terutama Indonesia bagian timur. Bisnis e-commerce asal Indonesia ini juag bersiap memasuki pasar Asia Tenggara seperti Brunei, Vietnam, Thailand dan Singapura.


Untuk mendukung bisnis e-commerce, ke depan juga akan dilakukan pengembangan unit bisnis pendukung antara lain di bidang logistik, pembiayaan, jasa travel, branding (private label), dan sourcing.


 


 


 


 


 


 


Sumber : kompas.com


Sumber gambar : priceara.com

Berkat Parket Laba Semakin Lengket

Membuka usaha jasa rata-rata kebutuhan modalnya tidak besar. Seperti bisnis jasa pemasangan dan penjualan parket kayu. Meski untung tipis, namun karena modal mini dan tarif cukup tinggi, maka balik modal tidak butuh waktu lama.

Untuk menciptakan suasana nyaman dan adem pada suatu ruangan, selain bermain dengan warna cat dinding, pemilik apartemen atau rumah biasanya juga memainkan motif dan bahan lantai.


Selain memakai bahan pualam, lantai berbahan kayu juga cukup diminati untuk menambah suasana adem suatu ruangan.

Untuk memiliki lantai berbahan kayu ini, biasanya para pemilik hunian memanfaatkan jasa pemasangan dan penjualan parket (parquet). Parket merupakan istilah untuk menyebut proses menyusun potongan-potongan kayu untuk dijadikan pelapis lantai ruangan.


Ada beragam tipe parket: solid wood, engineering parquet, dan laminate parquet. Solid wood merupakan parket yang dibuat dari potongan kayu yang hanya terdiri dari satu jenis kayu. Kayu yang dimanfaatkan antara lain kayu jati, sonokeling, merbau, dan oak. Engineering parquet merupakan parket yang terbuat dari kayu lapisan.


Biasanya pada bagian atas terdapat lapisan tipis dan pada bagian bawah berupa jenis multiplek atau kayu lapis. 

Adapun laminate parquet merupakan parket yang berbahan dari serbuk kayu atau potongan-potongan kayu berkualitas yang kemudian digiling menjadi serbuk. Setelah menjadi serbuk, proses berikutnya adalah di-press menjadi lembaran papan yang selanjutnya disebut High Density Fiber (HDF). Kayu HDF ini kemudian ditempelkan dengan plastik yang bermotif kayu kemudian dilaminating kembali dengan mesin press. 

Menurut penjual dan pemasang parket, baik kayu solid maupun laminate parquet sama-sama disukai konsumen.


“Klien yang berkantong tebal pasti milih memakai solid wood. Tapi, kalau kantongnya tipis biasanya memilih laminate parquet,” kata Rudy Gunawan, pemilik Timur Jaya Flooring di Sidoarjo, Jawa Timur. 

Rudy bilang, sejak tiga tahun hingga lima tahun terakhir, penggunaan bahan kayu sebagai lantai memang semakin ngetren.


Ini juga membuat banyak pemain di bisnis ini menjamur. “Persaingan semakin ketat sekarang, banyak pemain yang membanting harga,” jelas Rudy yang sudah memulai bisnis ini sejak tahun 2006 silam. 


Keuntungan 20%

 Manisnya bisnis ini juga membuat Dadang Sebastian tertarik menjajal bisnis ini sejak dua tahun silam.


Pemilik Kios Parquet di Bandung ini mengakui potensi bisnis ini semakin besar. Ini didukung dengan tren konsep hunian yang back to nature. “Pasarnya juga semakin luas,” katanya.

Segmen pasar bisnis ini antara lain hotel, perkantoran, restoran, perumahan, dan apartemen. Klien Dadang antara lain Apartemen Central Park Jakarta, Apartemen Essence Darmawangsa, Hotel Sabang Bandung, Padma Hotel Bandung, Bank Indonesia Solo, dan Universitas Padjajaran. 

Sementara itu, klien-klien yang pernah ditangani Timur Jaya Flooring antara lain PT Jawa Pos (Gedung DBL), PT Semen Gresik, PT Angkasapura I (Bandara Juanda Surabaya), Hotel JW Mariott Surabaya, Hotel Sommerset Surabaya, Hotel Bali Madiun, Apartement Metropolis Surabaya, Apartement Aston, dan Twin Tower Surabaya.

Meski terbilang baru dalam bisnis ini, namun omzet yang diperoleh Dadang cukup besar.


Setiap bulan, dia bisa mengantongi omzet antara Rp 100 juta hingga Rp 150 juta. 

Sementara itu, Rudy yang lebih banyak melayani pemasangan laminate parquet setiap bulan juga bisa mengantongi omzet di kisaran Rp 80 juta hingga Rp 100 juta. Keuntungan bersih yang didapat sekitar 20%. “Sebulan bisa ada orderan lima hingga tujuh klien,” katanya. 



• Pilih bahan baku

Anda tertarik untuk menjajal usaha ini? Ada hal yang harus dipertimbangkan masak-masak yaitu seputar bahan baku parket. Menurut Dadang, sekarang untuk mendapatkan bahan baku parket berupa kayu solid semakin sulit.


Sebab, ketersediaan bahan baku kayu sangat terbatas. “Biasanya saya mengambil kayu dari daerah Jawa Tengah. Di sana, kayu akan diolah membentuk potongan-potongan yang diproses sehingga layak untuk lantai,” jelasnya. 

Dadang bilang, untuk mengantisipasi sulitnya mendapatkan parket kayu solid lokal, bisa saja Anda membeli dari importir. Sebab, parket jenis ini ada juga yang diimpor dari China.


“Bila memang kesulitan, bisa saja menghubungi saya atau distributor lain,” jelasnya. 

Nah, bila ingin mendapatkan order dengan cepat, sebaiknya  Anda menawarkan laminate parquet. Parket jenis ini cenderung lebih mudah ditemukan, sebab pemasoknya cukup banyak ditemui. Merek lantai jenis yang banyak ditemui di pasar antara lain Kendall, JU Top, Power Deko, Miko Dekor, Konig, Classen, Hornitek, Kendo, Anderson, dan Kris Floor. 

Rudy bilang, produk-produk laminate parquet umumnya merupakan impor dari China. “Sebaiknya kalau belanja parket impor itu jauh hari sebelum lebaran atau liburan tahun baru,” katanya. Sebab, biasanya jika membeli menjelang momen tersebut, harga akan lebih mahal.


Maklum, barang yang datang semasa lebaran dan tahun baru harus menginap di gudang karena hari libur. Artinya, ada biaya sewa. Jadi untuk mengantisipasi hal tersebut, sebaiknya sediakan stok barang yang diminati pasar. 

Menurut Rudy, laminate parquet sangat disukai klien untuk pemasangan hunian pribadi. Selain harganya lebih murah, pemasangan pun bisa lebih cepat ketimbang lantai kayu solid. Untuk harga produk plus jasa pemasangannya, Rudy menawarkan harga Rp 165.000 per meter persegi (m²) hingga 
Rp 255.000 per m². 

Sedangkan Dadang menawarkan harga mulai Rp 135.000 hingga Rp 500.000 per m². Tarif yang dia kenakan sangat tergantung pada jenis kayu yang dipesan oleh klien.


Paling mahal memang kayu jati solid.

Pemasangan laminate parquet biasanya tidak dikenakan batasan minimal order. Namun untuk pembelian dan pemasangan kayu solid biasanya 
dibatasi minimal order sekitar 20 m². Untuk jangka waktu pemasangan, biasanya lantai kayu solid lebih memakan waktu yakni bisa sampai satu minggu. Sedangkan pemasangan laminate parquet paling hanya dua hari atau tiga hari selesai.



• Keahlian dan kebutuhan karyawan

Rudy bilang, untuk memulai bisnis ini kuncinya adalah keahlian, baik di bidang parket maupun pemasaran.


“Karena tidak mudah untuk mendapatkan klien kalau kita tidak berpengalaman,” katanya. Bagi pemula, untuk memperkenalkan jasa yang ditawarkan bisa melalui pintu ke pintu. Selain itu 
juga harus didukung oleh 
promosi di internet. 

Nah, kalau ingin mudah mendapatkan klien sebaiknya Anda  memang memiliki pengalaman bekerja di perusahaan sejenis didukung dengan semangat belajar otodidak. Tujuannya, untuk mengasah kemampuan dan menggali informasi. “Kalau sudah ada pengalaman di perusahaan lain, tidak akan sulit mencari klien,” kata Rudy yang sebelumnya bekerja selama setahun di perusahaan serupa. 

Selain memudahkan mencari klien, jika Anda yang tidak tahu mengenai seluk beluk parket, bekerja di perusahaan lain terlebih dulu akan ada banyak peluang untuk mempelajarinya.


Informasi yang perlu Anda gali antara lain mengenai teknik pemasangan, jenis kayu, jaringan pemasok bahan baku, jaringan pemasaran, dan jaringan tenaga kerja.

Menurut Rudy, bila sudah mempunyai modal tersebut, khususnya soal teknik pemasangan, Anda bisa mulai terjun ke usaha ini. Yang terpenting Anda harus merekrut minimal dua tukang yang sudah berpengalaman di bidang ini. “Kalau ada proyek banyak, kita bisa merekrut tenaga lepas,” kata Rudy. Para tenaga lepas ini tidak perlu berpengalaman khusus di bidang pemasangan parket. Yang penting, memiliki pengalaman sebagai tukang.


Tenaga lepas ini paling tidak membutuhkan lima orang yang dibayar secara harian sekitar Rp 70.000 hingga Rp 75.000.



• Modal usaha

Bila keahlian di berbagai bidang parket sudah di genggaman, Anda bisa mulai usaha ini. Soal modal finansial, menurut Rudy, sebenarnya tidak besar. Barang inventaris yang harus dimiliki antara lain aneka alat pertukangan, mesin pemotong kayu, dan mesin press lantai.


Baik mesin pemotong maupun mesin press bisa dibeli seharga masing-masing Rp 1 juta – Rp 2 juta per unit. Nah, untuk mengawali bisnis ini, Anda cukup memiliki masing-masing dua unit mesin. 

Terkait dengan alat transportasi, Anda cukup memiliki mobil jenis bak terbuka untuk mengangkut bahan baku, baik kayu maupun lem. “Kalau tidak ada dana untuk membeli mobil, bisa sewa saja,” kata Rudy.


Nah untuk mendukung promosi, Anda sebaiknya memiliki komputer yang terkoneksi internet. Soal lokasi usaha, Anda bisa memanfaatkan rumah pribadi untuk menekan biaya pengeluaran bulanan. Yang termasuk dalam biaya pengeluaran antara lain belanja bahan baku termasuk lem, bayar tukang, bayar tenaga lepas, cicilan kendaraan, biaya listrik dan air. “Biaya bahan baku yang paling besar menyedot biaya, bisa 70% sendiri. Kalau gaji tukang itu tidak besar,” katanya. 

Bila dalam waktu sebulan Anda sudah mendapatkan lima klien dengan luas pasang masing-masing 500 m² dengan parket seharga Rp 165.000 per m², dalam waktu satu bulan, Anda bisa balik modal.

Yuk, meraup rezeki dari potongan kayu di lantai?


 


 


 


 


Sumber : bisnis.com


Sumber gambar : indonetwork.co.id