Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Bahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahan. Tampilkan semua postingan
Senin, 30 April 2012

Peluang Usaha dari Bahan Limbah CD Bekas

 

Ide Peluang usaha ini berawal terhadap kepedulian terhadap limbah CD bekas . Kalau pada tahun 2004 saja sudah terdapat sekitar 30 miliar keping CD maka saat ini mungkin sudah mencapai ratusan miliar. Padahal, benda ini tergolong kurang awet karena rentan terkena gores, debu, panas dan sebagainya. Jika setiap keping CD yang rusak lantas dibuang begitu saja sama artinya menciptakan pencemaran lingkungan yang luar biasa. Maka jangan buru-buru membuang tumpukan kaset CD, VCD, dan DVD rusak ke keranjang sampah. Mengapa? Kaset CD bekas masih bisa dimanfaatkan dan bisa membuka Peluang Usaha. Tengok saja usaha yang dirintis oleh Tri Heri Subagyo. Warga Bekasi ini memanfaatkan limbah CD bekas sebagai bahan baku kerajinan unik nan cantik.

Berbagai hiasan menarik telah dihasilkan mulai dari bingkai foto, tempat pensil, binatang, boneka Jepang, pin hingga rumah-rumahan. Sekilas, orang pasti tidak akan menyangka jika bahan baku hiasan itu terbuat dari CD bekas. Sebab setelah dipadupadankan dengan bahan-bahan lain, bentuk bahan aslinya nyaris tidak kelihatan. Bentuk dominan cakram bundar terkadang memang masih mudah dikenali, kecuali jika memang sengaja dipotong-potong ke bentuk lain sesuai dengan ide pembuatannya.

Kerajinan Alit Craft dimulai sekitar pertengahan 2008. Awalnya Heri menggunakan limbah kayu-kayu bekas yang harganya murah. Namun usahanya itu sempat terhenti dan baru dilanjutkan Januari 2009, yakni setelah ia mendapat gagasan membuat kerajinan yang memanfaatkan limbah CD bekas. Secara kebetulan ia juga bekerja freelance di bidang IT sehingga  ditempatnya banyak terdapat CD bekas. Di samping itu bahan baku juga mudah diperoleh di tempat pemulung, yang biasanya dihargai Rp5 ribu/kg.

CD bekas banyak tergeletak disekitar kita, dikantor, dirumah, disekolah…teronggok begitu saja menjadi sampah yang sulit terurai. di tangan para kreatif, CD bekas dapat disulap menjadi barang berguna yang bernilai seni,

1. CD WALLPAPER


Draipada Harus nge cat tembok, mending ditempelenin CD bekas.
cd_wallpaperwalpaper dari cd bekas


2. CD PENAHAN BOTOL


Jika sedang ada di luar ruang, botol minuman bisa dicegah tumpah dengan CD Bekas.
cd penahan botolcd bekas penahan botol


3. CD LAMPU


Dari tumpukan CD bekas, ditambah bohlam, dan frame, voila….jadi lampu meja yang keren.
cd lamp2cd bekas lampu meja


4. CD HIASAN DINDING


Potongan CD, ditambah Alumunium foil, plus Imajinasi. Jadilah sang Ikan Mas.
cd hiasan dindingcd bekas hiasan dinding


5. CD CHANDELIERS


Kalau Chandelier Kristal belum bisa terbeli, tidak ada salahnya memanfaatkan CD bekas untuk penggantinya.
3846489392_a3ee6246a9_ocd bekas chandelier


cd chandeliercd bekas chandelier


 

6. CD CHAIR


Memang belum tentu nyaman, tapi siapapun yang melihat ini di ruangan anda, pasti bakal kagum.
cd chaircd bekas chair


7. CD JAM


Selembar CD bekas, ditambah mekanik jan seharga Rp.15.000, dan Poer Glue. Jam yang menarik sudah bisa dipajang.
cd watchcd bekas clock


8. CD CHRISMAS TREE


Rayakan Natal dengan kecemerlangan Koleksi CD bekas anda
cd cristmas treecd bekas christmas tree


9. CD DUMBEL


Kira-kira 75 buah CD di tiap sisi, ditambah batang besi ber derat, tinggal pasang 4 buah mur. Beres…Siap Fitness.
cd barbelcd bekas barbel


 
Minggu, 29 April 2012

Pembuatan Rumput Laut (Pengolahan Menjadi Bahan Baku)


Rumput laut akan bernilai ekonomis setelah mendapat penanganan lebih lanjut. Pada umumnya penanganan pasca panen rumput laut oleh petani hanya sampai pada penggeringan saja. Rumput laut kering masih merupakan bahan baku yang harus diolah lagi. Pengolahan rumput laut kering dapat menghasilkan agar-agar, keraginan atau algin tergantung kandungan yang terdapat di dalam rumput laut. Pengolahan ini kebanyakan dilakukan oleh pabrik namun sebenarnya dapat juga oleh petani.

Pengolahan rumput laut menjadi bahan baku telah banyak dilakukan para petani. Hasil yang diperoleh sesuai standar perdagangan ekspor. Untuk itu, akan lebih baik bila penanganan dilakukan secara hati-hati dan diawasi oleh suatu perusahaan.

Langkah-langkah pengolahan rumput laut menjadi bahan baku (rumput kering) adalah sebagai berikut :

  • Rumput laut dibersihkan dari kotoran, seperti pasir, batu-batuan, kemudian dipisahkan dari jenis yang satu dengan yang lain.

  • Setelah bersih, rumput laut dijemur sampai kering. Bila cuaca cukup baik, penjemuran hanya membutuhkan 3 hari. Agar hasilnya berkualitas tinggi, rumput laut dijemur di atas para-para dan tidak boleh ditumpuk. Rumput laut yang telah kering ditandai dengan keluarnya garam.

  • Pencucian dilakukan setelah rumput laut kering. Sebagai bahan baku agar-agar, rumput laut kering dicuci dengan air tawar. Sedangkan untuk menjadi karaginan dicuci dengan air laut. Setelah bersih rumput laut dikeringkan lagi kira-kira 1 hari. Kadar air yang diharapkan setelah pengeringan sekitar 28 %. Apabila dalam proses pengeringan hujan turun, maka rumput laut dapat disimpan pada rak-rak, tetapi diusahakan diatur sedemikan rupa sehingga tidak saling tindih. Untuk rumput laut yang diambil keraginannya tidak boleh terkena air tawar karena air tawar dapat melarutkan karaginan.

  • Rumput laut kering setelah penggeringan kedua, kemudian di ayak untuk menghilangkan kotoran yang masih tertinggal


Pengepakan dan Penyimpanan
Rumput laut yang bersih dan kering dimasukkan ke dalam karung goni dengan cara dipadatkan atau tidak dipadatkan. Apabila dipadatkan, dalam satu karung dapat berisi 100 kg rumput laut, sedangkan apabila tidak dipadatkan hanya berisi 60 kg rumput laut. Rumput laut yang dapat diekspor, di bagian karungnya dituliskan nama barang (jenis), nama kode perusahaan, nomor karung dan berat bersih. Pemberian keterangan ini bertujuan untuk memudahkan proses pengecekan dalam pengiriman.

Standar Mutu
Indonesia telah mengekspor rumput laut kering dari marga Eucheuma, Gelidium, Gracilaria dan Hypnea. Rumput laut yang dikirim harus memenuhi syarat standar mutu yang telah ditetapkan.