Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 Desember 2012

Kaos Unik Aleitheia, Kaos Khusus Untuk Anak Muda Intelek

Aleitheia kaosBerawal dari kecintaanya terhadap filsafat dan gemar membaca tokoh-tokoh filsuf dunia, Farid Yusuf memulai keisengannya dengan membuat kaos bergambar tokoh pemikir dunia.


Pada 2010, Farid mencoba berbisnis kaos di bawah bendera Aleitheia yang digunakannya sebagai merek clothing yang digarapnya. Aleitheia merupakan sebuah istilah dari Yunani yang berarti ‘Dewi Kebenaran’.


“Saya mengambil istiliah itu dari salah satu tokoh filsuf, Martin Heidegger. Saya kira maknanya cukup unik dan mengandung arti yang dalam sebagai penyampai kejujuran. Maka saya jadikan saja sebagai merek dalam bisnis ini,” katanya.


Farid berkeyakinan bisnis clothing di Bandung sangat bersaing dengan brand besar ternama lainnya. Namun ia memutar otak untuk mencari celah yang belum digarap banyak orang.


Menurutnya, dengan memiliki ciri khas desain para tokoh filsuf dunia, saingannya sangat minim. Tercetuslah desain khusus filsuf yang menjadi ciri khasnya.


Sejak mengelola Aleitheia, pria berkacamata itu mengaku terjun di dunia bisnis kaos itu berawal dari rasa kangen saat masa kuliahnya terdahulu. Dia pada waktu itu sering dijadikan sebagai desainer pembuat kaos di kelas.


Pria yang menyelesaikan pendidikan di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung 2007 itu sadar betul ketika dorongan kuat datang dari orang-orang terdekatnya. Mereka mendukung untuk terjun secara serius menggeluti bisnis kaos tokoh-tokoh dunia.


“Mulanya saya hanya bikin kaos untuk beberapa teman saja, tapi rupanya ada respon dari teman-teman lain, tak terkecuali dorongan beberapa sahabat, akademisi dan budayawan semacam Ahmad Gibson Al-Busthami dan lain-lain,” katanya.


Produk pertama kali dikeluarkan oleh Aleitheia yaitu kaos bergambar tokoh Islam Abdul Qadir Jailani dan filsuf eksistensialis Sartre. Pesanan pun datang dari sejumlah mahasiswa pecinta buku dan filsafat.


Dalam mengelola usahanya Farid mengajak empat orang sahabat, yaitu Pedi, Apuy, Badie dan Husen. Pria yang baru menikah itu mengembangkan bisnisnya melalui jaringan online dan door to door. Menurutnya, Fenomena tersebut unik karena berusaha menggeser pasar lifestyle anak muda pada umumnya.


Selama ini kaos Aleitheia memiliki karakteristik tersendiri dengan produksi yang terbatas. Dalam setiap bulannya Aleitheia mengeluarkan desain minimal sebanyak desain lima tokoh yang tak lebih dari dua lusin per desainnya.


Sementara, sistem penjualan yang dilakukan sementara ini masih sebatas memanfaatkan situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, blog juga via Blackberry Meseenger. Terkadang Aleitheia membuat katalog khusus yang diselingi buletin bacaan tentang sastra dan tulisan filsafat.


“Sistem penjualan ini kami lakukan karena dirasa sangat membantu dalam menekan harga, selain itu kami rasa dengan cara tersebut produk kami berkesan ekslusif,” ujarnya.


Harga kaos Aleitheia terjangkau oleh semua kalangan padahal bahan yang digunakan sama dengan brand clothing besar dan ternama di Bandung. Dalam satu kaos pria pengagum Nabi Muhammad dan filsuf Nietzsche itu membaderol seharga Rp 50.000-Rp 70.000. Namun, jika pelanggan membeli sebanyak dua pcs, harga bisa ditekan menjadi Rp 100.000.


Seiring berjalannya waktu, kaos Aleitheia semakin dikenal luas terutama di kalangan para komunitas sastra dan filsafat di Indonesia. Pesanan pun mulai banyak dikirim ke barbagai kota dan daerah.


“Hampir semua pelosok daerah kaos Aleitheia sudah dipasok, dari luar negeri juga seperti Cina dan Thailand sudah dipasok, hingga saat ini kami sudah keluarkan 1000 pcs kaos limited edition,” katanya.


Dalam mengembangkan usahanya, pria yang memiliki hobi menulis puisi dan berpetualang itu mengaku basis komunitas dan jaringan yang dimilikinya berperan penting pada Aleitheia.


Menurutnya, peran komunitas terutama mereka yang mencintai buku, membantu promosi dan marketing secara tidak langsung terbentuk dengan sendirinya. Farid ingin filsafat bukan lagi menjadi sesuatu yang tabu malahan dengan desain kaos yang dibuatnya ia berharap bisa diterima oleh khalayak.


Farid mengaku ada dua cita-cita luhur dalam mengembangkan bisnisnya di Aleitheia, ia berharap dengan fokus pada desain tokoh filsuf, dia berharap orang yang melihat desain itu bisa mengenal lebih jauh bahkan kalau bisa mengakses bukunya sekaligus.


Namun, bukanlah sebuah bisnis jika tidak mengalami jatuh bangun. Farid memaparkan dalam membangun bisnisnya itu, tidak sedikit halangan dan hambatan menerpa. Selain produksi yang limited edition, Aleitheia mengalami banyak pasang-surut.


“Tahun 2010 kami hampir dua bulan tidak memproduksi dengan berbagai alasan, sementara pada 2011 malah tiga bulan kami tidak produksi sama sekali,” katanya.


Belakangan, setelah melihat prospek Aleitheia yang semakin hari semakin banjir order, Farid berencana mengembangkan usahanya tidak sebatas pada tokoh filsafat semata. Dalam waktu dekat Aleitheia bakal merilis desain dari berbagai ranah.


“Namun demikian kami sedang mencoba mengembangkan desain kaos ke ranah lain, baik lokal maupun global, seperti sastra, agama, sains, leader, dan tradisi,” katanya.


Pria yang menggemari band cadas Burger Kill itu optimistis bisnis yang digarapnya bakal semakin pesat. Dia menganganggap dengan ciri yang melawan arus di bisnis clothing dengan brand lainnya Aleitheia bakal memiliki karakteristik di hati pelanggan.


Terbukti, sejak dirintisnya brand Aleitheia ke pasar, dia mengaku bangga ketika seorang mahasiswa menjadikan Aleitheia sebagai objek bahan penelitian skripsi di kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung.


“Saya sangat bangga dengan bisnis yang sedang saya jalani, apalagi ketika seseorang datang hanya untuk membuat skripsi tentang usaha yang saya garap berjudul ‘Jual-Beli Via Facebook di Aleitheia Clothdezsvous Perspektif Muamalah’,” katanya sambil tersenyum.


 


 


 


 


 


 


 


 


Sumber berita: bisnis-jabar.com dan redaksi


Sumber gambar: bisnis-jabar.com

Usaha Perawatan Anak, Ketelatenan yang Membawa Untung

Perawatan anak di rumah bisa menjadi usaha yang menjanjikan. Anda bisa mendapatakan pengaruh yang positif pada kehidupan anak-anak, dan orang tua dalam komunitas Anda yang merasa aman anak-anak mereka berada di tangan yang tepat, peduli, saat orang tua tidak bersama mereka. Jika Anda memiliki ketulusan dan rasa sayang yang mendalam pada anak-anak dan memiliki kesabaran, baik hati, dan pengertian. Bisnis perawatan anak cocok untuk Anda. Berikut beberapa keuntungan bisnis ini:


1. Permintaan yang meningkat


Permintaan atas perawatan anak menigkat karena ibu dan ayah yang bekerja di luar rumah.


2. Pengaruh emosional


Tahun-tahun awal adalah saat yang penting dalam kehidupan seorang anak. Sebagai penyedia perawatan anak, Anda memiliki pengaruh yang besar dalam kehidupan anak yang Anda asuh. Tinggal di rumah bersama anak Anda. Jenis pekerjaan seperti ini, lebih dari yang lain, menawarkan kemungkinan bagi Anda untuk menikmati waktu di rumah bersama anak-anak Anda saat Anda mengasuh yang lainnya.


Memulai bisnis perawatan anak


Tidak seperti keuntungan yang ditawarkan, bisnis perawatan anak tidak memberikan pendapatan finansial yang besar. Jadi, penting bagi Anda untuk memahami mengapa Anda memulai bisnis ini. Dan tentu saja, harus mencintai anak-anak. Orang tua atau pengasuh yang dikelilingi anak-anak sepanjang waktu memiliki tuntutan yang tinggi. Anda harus memastikan bahwa Anda memiliki rencana bisnis yang solid sebelum terjun di dalamnya, dan memulainya dengan riset yang mendalam. Berikut adalah beberapa pertanyaan sebagai pertimbangan Anda:


1. Apakah lingkungan Anda mendukung adanya tempat penitipan anak? Dengan kata lain, apakah lingkungan Anda membutuhkannya?


2. Apakah Anda bisa mengenakan biaya yang layak agar bisnis ini menguntungkan (atau setidaknya stabil secara finansial). Berapa ‘biaya’ yang akan dikenakan per anak?


3. Apakah orang tua di lingkungan Anda mencari tempat penitipan anak? Wawancara orang tua di lingkungan Anda dan cari tahu apa yang mereka butuhkan. Keunikan apa yang mereka inginkan dari Anda sebagai pengasuh?


4. Perubahan apa yang Anda buat untuk merubah rumah dan halaman Anda untuk bisnis ini? Dampak apa yang akan ditimbulkan bisnis ini terhadap kehidupan keluarga Anda?


5. Peraturan apa saja yang ditetapkan oleh pemerintah setempat? Anda akan membutuhkan berbagai persyaratan untuk pengasuhan/rasio anak, tata ruang interior dan eksterior untuk tiap anak, gizi, dan perizinan.


6. Pengeluaran apa saja yang dibutuhkan? Seperti kebanyakan bisnis lainnya, Anda membutuhkan perencanaan bisnis yang memperhitungkan pendapatan dan pengeluaran secara spesifik.


7. Apa filosofi penitipan Anda? Bagaimana Anda menerapkan disiplin? Anda akan membutuhkan kebijakan dan prosedur manual yang solid dan tertulis sebelum Anda membuka usaha.


8. Jam berapa Anda akan mulai membukanya? Apa yang akan Anda lakukan pada anak-anak jika orang tua terlambat menjemputnya?


9. Menu makanan yang bagaimana yang akan disajikan? Jenis kudapan apa yang akan Anda berikan dan kapan?


10. Bagaimana rutinitas harian Anda? Kurikulum pra-sekolah yang bagaimana yang Anda tawarkan? Pikirkan mulai sekarang kegiatan belajar yang memungkinkan, kunjungan lapangan, dan tamu khusus.


11. Apakah Anda memiliki sertifikat ketrampilan khusus? Terlepas dari apakah ini peraturan pemerintah, Anda akan membutuhkan sertifikat ketrampilan khusus dan pengetahuan pertolongan pertama sehingga Anda memiliki bekal untuk mengatasi apapun yang mungkin terjadi saat mengasuh anak-anak.


12. Asuransi apa yang Anda butuhkan? Menanyakan pertanggung-jawaban asuransi, serta perubahan asuransi kepemilikan rumah (untuk kejadian yang mungkin terjadi pada properti Anda)


13. Bagaimana Anda akan memasarkan bisnis ini? Biasanya, bisnis ini tidak membutuhkan banyak kegiatan pemasaran. Hal ini dikarenakan besarnya permintaan atas tempat perawatan yang berkwalitas. Dan bagi beberapa tetangga dan kenalannya adalah prospek terpenting Anda karena biasanya berita dari mulut ke mulut sudah memadai. Namun, membuat brosur profesional yang memberikan informasi filosofi, kurikulum, jadwal, dan biaya perawatan juga merupakan ide yang bagus.


14. Dengan cara bagaimana Anda bisa menstruktur bisnis Anda? Sebelum Anda memulai bisnis perawatan anak, pikirkan semua kemungkinan yang terkait dalam industri anak-anak. Misalnya, di kota saya ada jasa pengasuhan yang terkenal dimana pengasuh bisa datang ke rumah atau hotel dimana turis menginap. Terakhir saya cek, biaya yang dikenakan per jam dengan minimum 3 jam. Atau menyediakan penitipan anak saat tempat yang lain sulit ditemukan (misalnya, sore hari dan akhir pekan). Jika Anda menemukan ceruk yang spesifik dan mengisinya, Anda bisa mengenakan biaya yang lebih per jamnya.


Jika ini sulit Anda lakukan, Anda bisa membuat persiapan yang terpenting dahulu: formulir, kebijakan dan prosedur, contoh business plan, serta formulir lain yang Anda butuhkan tapi belum terpikirkan sebelumnya. Tidak ada kenikmatan lain selain memiliki bisnis sendiri. Nikmati proses persiapan dan membuat bisnis Anda sendiri!


 


 


 


 


 


Sumber artikel: pengusahamuslim.com dan redaksi


Sumber gambar: colourbox.com

Menjajal Peluang Bisnis Spa Anak


Sama halnya dengan orang dewasa, bayi dan balita juga membutuhkan program perawatan tubuh, seperti spa dan pijat. Hal ini penting untuk mengembalikan kesegaran tubuh si buah hati.


Ini pula yang membuat ceruk bisnis salon dan perawatan anak terus mengembang. Salah satu pemainnya adalah Rina Laurentie yang mengusung brand RH Baby & Mommy Spa Treatment di Tangerang, Banten.


Selain bayi dan balita, RH Baby & Mommy Spa juga menyediakan layanan perawatan bagi ibu. Paket layanannya antara lain hydrotherapy, organic massage, lulur, masker, perawatan rambut, hingga perawatan kuku.


Tarif layanan dibanderol mulai harga Rp 20.000 sampai Rp 1,75 juta. Berdiri Agustus 2011, RH Baby & Mommy Spa resmi menawarkan kemitraan pada Juni 2012. Saat ini, sudah ada lima gerai RH Baby & Mommy Spa di Tangerang, Jakarta, Makassar, dan Kendari, Sulawesi Tengah. Dari lima gerai itu, dua di antaranya milik pusat dan tiga lainnya milik mitra.


RH Baby & Mommy Spa menawarkan kemitraan dengan kategori standar dan premium. “Perbedaannya dari desain layout tempat serta jenis peralatan treatment, sehingga berpengaruh juga pada harga treatment,” kata Rina.


Paket kategori standar terbagi menjadi tiga. Pertama, paket salon kids dan spa baby senilai Rp 380 juta. Jasa yang disediakan khusus untuk anak dengan estimasi omzet sebesar Rp 40 juta sebulan.


Kedua, paket spa baby & mommy treatment dengan harga Rp 400 juta. Paket ini sudah termasuk layanan perawatan bagi ibu. Namun, belum termasuk salon bagi balita. Omzet paket ini diharapkan Rp 45 juta per bulan.


Ketiga, paket baby & mommy spa treatment. Paket ini menyediakan seluruh treatment yang dimiliki RH. Harga paket sebesar Rp 450 juta dengan proyeksi omzet sebesar Rp 55 juta per bulan.


Dalam kerjasama ini, mitra mendapat desain dan seluruh peralatan sesuai paket, sistem transaksi RH, dan bahan baku. Pusat juga menyediakan staf yang telah lulus training, dukungan periklanan, dan quality control.


Untuk kategori paket premium, ada tiga pilihan. Pertama, paket salon kids dan spa baby senilai Rp 850 juta, dengan estimasi omzet Rp 80 juta per bulan. Kedua, paket Spa Baby & Mommy Treatment senilai Rp 1 miliar dengan estimasi omzet sebesar Rp 90 juta per bulan.


Terakhir, paket Baby & Mommy Spa Treatment senilai Rp 1,25 miliar dengan estimasi omzet Rp 120 juta per bulan. Fasilitas yang diperoleh sama dengan kategori standar, tapi dekorasi tempat serta peralatan treatment lebih lengkap dengan kualitas lebih baik.


Rina bilang, laba bersih seluruh paket 50% dari omzet. “Diharapkan, seluruh paket bisa balik modal dalam 18 bulan-24 bulan,” jelas Rina.


Syarat menjadi mitra adalah menyediakan tempat seluas 270 meter persegi, bisa berbentuk ruko tiga lantai. Semua paket memiliki masa kerjasama tiga tahun.Setelahnya, mitra perlu memperpanjang dengan biaya 20% dari harga paket awal. Setiap bulan, ada royaly fee 5% dari omzet.


Kelebihan RH, menurut Rina, ada pada penyediaan tenaga staf terlatih dari pusat. Dengan begitu, mitra tidak perlu repot lagi mencari staf. “Desain gerai kami juga disesuaikan dengan budget mitra. Karena itu, kami ada banyak pilihan paket,” ujarnya.


Pengamat waralaba dari Franchise Technology Consulting, Utomo Njoto menilai, bisnis spa dan salon khusus balita dan ibu gampang-gampang susah. Pasalnya, kebutuhan untuk perawatan bayi dan ibu yang baru melahirkan adalah kebutuhan yang kesekian. “Yang mencari pelayanan ini hanya masyarakat kelas menengah,” ujarnya.


Agar bisnis ini maju, Utomo menyarankan agar pelayanan yang diberikan benar-benar spesifik untuk kebutuhan balita. Selain itu, perlu tenaga profesional yang benar-benar menguasai spa khusus balita.


Utomo juga menyarankan, agar RH Baby & Mommy Spa membuka enam gerai milik sendiri, seperti paket-paket yang ditawarkan. “Gerai itu bisa dijadikan contoh bagi calon mitra,” ujarnya.