Postingan Populer

Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alam. Tampilkan semua postingan
Minggu, 22 April 2012

Menyatu dengan Alam Lewat Rumah Kayu

 






Kini, setiap manusia harus menjadi bagian dari program "go green". Mulai dari isu yang global hingga ke hal yang paling dekat dengan kehidupan kita, sebut saja rumah.





Material dan konsep yang kini mulai banyak dilirik dalam pembuatan rumah cenderung disesuaikan dengan tema go green atau semangat back to nature. Konsep rumah ini lalu dikenal dengan sebutan rumah ramah lingkungan.

untuk rumah kayu, desainnya dapat dikelompokan menjadi dau bagian: Rumah Kayu Klasik dan Rumah Kayu Modern (Mixed). Jenis klasik biasanya hanya terdiri dari 1 lantai, dengan desain sederhana layaknya gazebo atau saung.

Dengan bentuk atap square, empat pilar utama, dan desain rumah berbentuk segi empat. Jenis modern biasanya lebih diilhami oleh desain rumah beton modern, hanya materialnya diganti kayu. Biasanya terdiri dari dua lantai atau lebih, dan ukurannya pun lebih terasa luas.

Rumah Kayu Modern atau modern wooden house saat ini memang mulai banyak diminati. Keinginan untuk back to nature alias lebih dekat dengan alam menjadi alasannya. Menghadirkan suasana alam nan asri di rumah merupakan cara orang yang tinggal kota besar untuk tetap merasakan kenyamanan alam pedesaan, merasakan hawa yang lebih sejuk, serta kealamian yang saat ini makin sulit ditemukan, apalagi di Jakarta.

Ditambah dengan keadaan cuaca yang tak menentu akibat pemanasan global, rumah kayu adalah solusi yang sangat tepat. Warna kayu yang alami dengan urat dan tektrunya yang khas, akan memantulkan cahaya yang mampu menciptakan efek visual yang unik, menarik, dan tentu saja alami.

Desain rumah kayu pada prinsipnya sama saja dengan rumah standar. Bedanya, unsur estetika pada rumah kayu lebih ditonjolkan. Material kayu amat mendukung nilai estetis, meski terkadang agak rumit jika dibandingkan nilai fungsinya, karena bentuknya jadi tak sesederhana jika hanya terbuat dari beton atau semen.

Misalnya saja tangga di dalam rumah, jika terbuat dari kayu, desainnya akan terlihat lebih eksotik, rumit, dan tentu saja lebih estetis. Akhirnya, tangga tak hanya berfungsi sebagai pijakan untuk menuju ke lantai atas rumah, tapi juga menjadi ornamen interior yang bernilai seni tinggi.

Selanjutnya, konsep rumah kayu dibedakan berdasarkan panel dindingnya. Ada yang memakai panel tunggal (single panel), dan ada yang ganda (double panel). Jika rumah kayu ingin ditempatkan di dalam kota seperti Jakarta, lebih baik menggunakan double panel agar lebih nyaman.

Dikarenakan sifat kayu lebih cepat mengalami pemuaian dan penyusutan bila terkena panas, sehingga kemungkinan terjadi kerenggangan pada susunan panel lapis pertama. Namun, dapat ditutupi dengan panel lapis kedua.

Rumah kayu pun pada dasarnya memiliki luas layaknya rumah standar pada uumnya, karena fungsinya sama saja. Sedangkan untuk gazebo atau saung, ukuran standarnya mulai dari 2m x 2m, atau disesuaikan dengan luas halaman yang dimiliki.

Kualitas Baik






Terlepas dari jenis rumah yang menjadi pilihan, tentu Anda sudah tahu, kan, sifat dasar dari kayu. Bisa dibilang kayu tak sekuat material beton atau besi. Kayu bahkan punya banyak kelemahan. Maka, Anda harus pandai-pandai menyiasatinya.





Oleh karena hasil akhirnya yang bernilai estetis tinggi, terkadang banyak orang mau tak mau bersedia menanggung risikonya. Misalnya, kayu dimakan rayap, perubahan warna dan struktur kayu bila terkena panas dan hujan, lembap, dan lainnya.

Nah, salah satu langkah preventif untuk mencegah akibat buruknya, dapat dipilih material kayu berkualitas baik. Sebagai contoh, spesifikasi untuk rangka utama rumah dapat menggunakan kayu besi (knock down, tahan air, anti rayap), plafond dari kayu nyatoh, reng dari kayu borneo, kusen pintu dan jendela dari kayu besi, daun pintu dan jendela dari kayu nyatoh, rangka atap/ kuda-kuda dari kayu besi.

Selebihnya dapat menggunakan material standar yang sama digunakan pada rumah beton. Dan untuk menghindari lembap, dapat disiasati dengan menggunakan GRC (panel berbahan semen dengan serat fiberglass) sebagai interiornya, sehingga di bagian dalam rumah tetap menyerupai dinding batu yang dapat dicat. Panel kayu hanya digunakan pada bagian luarnya saja.

Saat ini harga rumah kayu yang ditawarkan oleh jasa arsitektur dapat mencapai Rp 2,5 - 2,75 juta/ m2, sudah termasuk desain dan pelaksanaan. Sedangkan untuk pembuatan gazebo, dimana material kayu merupakan ornamen taman, dipatok seharga Rp 2 - 2,5 juta/ m2, inipun disesuaikan dengan desain.

Jika masih bingung dengan desainnya, Anda dapat meminta bantuan jasa arsitek ataupun landscaper untuk membuatkan konsep rumah pohon, rumah kayu, ataupun gazebo yang estetis, fungsional, dan sesuai tren. Selamat back to nature!
Rumput Liar Alam, EKSTERIOR, Kayu, Rumah

Konsep Kembali ke Alam


rumahMotif-motif yang menjurus kembali ke alam kini tengah digemari. Tidak hanya di busana, tetapi juga di dunia interior. Misalnya saja motif ikan-ikanan dan penghuni laut lainnya. Lantas di mana motif seperti ini cocok Anda letakkan? Simak tips berikut.


TIANG GORDEN
Ujung tiang gorden juga bisa diseragamkan dengan tatanan rumah. Seperti pada gambar, terlihat motif kerang, ikan, atau kuda laut. Tak sulit, lo, membuatnya. Anda tinggal membentuk motif yang Anda sukai dari kayu lalu menyekrupkannya ke dalam tiang gorden Anda.

KESET HANDUK
Tak sulit mencari keset atau karpet kecil yang bermotf ikan sekarang ini karena tengah digemari. Anda bisa meletakkan keset ini di depan kamar mandi atau kalau berupa karpet, di tempat-tempat tertentu yang penataannya sejenis.

LEMARI KECIL
Jangan abaikan penampilan lemari kecil. Meski sepele, lemari serupa ini dapat juga, lo, memberi aksen memikat. Toh, Anda cuma tinggal memberi gambar dan mewarnainya sesuai warna sekitarnya.

BINGKAI CERMIN
Masih ada benda lain yang bisa pula Anda padukan dengan motif ikan. Misalnya, bingkai cermin. Gunakan saja kayu tipis yang sudah diampelas. Gambari dengan motif yang Anda inginkan lalu beri warna. Agar tampak alami, jangan gunakan kuas untuk mewarnainya. Spons kasar untuk cuci perabot, lebih tepat untuk menghasilkan teknik cat serupa ini.
Rumput Liar Alam, INTERIOR, Konsep

Pot Bambu Yang Menyatu Dengan Alam







Foto: Ist





Seorang ibu mengeluh, rumahnya yang sempit tidak memungkinkan ia menyalurkan hobinya yaitu mengoleksi tanaman hias.

Padahal sebetulnya ia tidak perlu bingung karena masih ada banyak jalan keluarnya. Misalnya menanam tanaman hias dalam pot yang kini tersedia dalam berbagai jenis bahan, ukuran serta warna.

Namun jika Anda menginginkan pot atau wadah yang alami dan menyatu dengan alam, pot dari bambu merupakan salah satu alternatif yang bisa dipilih.

Dengan bahan yang relatif mudah didapat, murah harganya ini, Anda bisa menampilkan sesuatu yang indah dan leluasa menyalurkan hobi bertanam.

Bahan dasar yang diperlukan untuk membuatnya adalah bambu besar yang kerap di sebut bambu betung. Dari sebatang bambu, Anda bisa menciptakan berbagai pot.

Entah yang terbentuk horizontal maupun vertikal. Pot bambu ini bisa diletakkan dengan cara mengantungnya, dipaku ke dinding atau dibuatkan kaki.

Jenis tanaman hias yang tepat untuk mengisi pot bambu ini adalah jenis yang ringan dan kecil. Misalnya suplir, pakis, berbagai jenis tanaman gantung, anggrek dan lainnya.

CARA MEMBUAT

Potong bambu betung di antara ruasnya. Cara memotong adalah sebagai berikut :

- Jika menghendaki bentuk vertikal, lebihkan 1-2 cm dari ruas bambu sebelum memotongnya. Hal ini penting mengingat ruas untuk dasar pot harus lebih tebal.

- Untuk pot berbentuk horizontal, potong bambu tepat di tengah ruasnya.

- Kemudian potongan bambu itu diberi pola (untuk yang vertikal). Untuk yang bentuk horizontal, cukup dilubangi saja.

- Gunakan gergaji kayu dan pahat kayu untuk memotong bambu dan membentuk pot.

- Perlu diperhatikan, untuk pot bambu vertikal, kedalam potnya (untuk tempat tanah) adalah sekitar 20 – 30 cm. Smeentara untuk tanaman anggrek, cukup dengan kedalaman 15 cm.

- Jangan lupa buatkan lubang pembuangan air pada dasar pot.

- Buat lubang kecil untuk memasukkan tali penggantung. Gunakan tali ijuk sebagai penggantung.
Rumput Liar Alam, Bambu, Pot, TAMAN