Postingan Populer

Kamis, 20 Desember 2012

Dea Ariyanti Ingin Go Internasional melalui Brand Supernova House

Supernova HouseMuda, kreatif dan inovatif. Itulah kesan dari seorang Dea Ariyanti saat berbincang dengan Bisnis belum lama ini. Enterpreneur muda itu memiliki impian ingin membangun usaha pakaian rajut berkelas internasional.


Pada 2010, Dea bukanlah siapa-siapa. Ia hanya seorang gadis yang baru menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah atas di Bandung. Akan tetpai,  sang ayah sudah lama berkecimpung di bisnis rajut puluhan tahun silam.


Merasa dirinya terketuk untuk mengembangkan usaha ayahnya, wanita kelahiran Bandung tahun 1990-an itu pun mulai berpikir untuk membantu usaha keluarga itu. Sejak itulah Dea memfokuskan dirinya untuk konsentrasi di usaha rajut. “Pada mulanya saya hanya membantu ayah dengan memasarkan produk rajutnya ke teman-teman terdekat,” katanya.


Akan tetapi, ia pun berpikir keras usaha rajut yang dilakoni sang ayah yang sudah puluhan tahun silam itu tidak berkembang dan hanya menghasilkan produk standar yang tidak memiliki daya saing tinggi.


Wanita berkaca mata itu pun terus memutar otak untuk mencari ide dan gagasan kreatif agar produk yang dihasilkan bisa menjual dan unik. Dea mulai mengikuti seminar dan pameran yang kerap dilaksanakan di Kota Kembang itu.


Beruntung, dari hasil seminar dan sejumlah pameran, Dea bisa menangkap peluang dan ide cerdas begaimana membangun bisnis yang menjanjikan. Terlebih, tren fesyen busana muslim saat ini tengah digandrungi para wanita di Indonesia, khususnya di Bandung.


“Saya orangnya rajin mengikuti seminar, pelatihan dan pameran. Di situlah saya bisa mendapatkan ide dari para pengusaha yang ada,” katanya.


Setelah terjun pertama kalinya di rajut, Dea masih meraba-raba usaha yang dilakoni ayahnya. Dia belum berani menjalankan usahanya sendiri. Sambil berjalan, ia terus membantu memasarkan produk rajut ayahnya seperti sweater, kardigan, dan pakaian rajut lainnya.


Menginjak 2011, orderan rajut pun terus meningkat. Di situlah wanita yang baru sebulan menikah itu kepikiran memiliki brand sendiri. Kemampuan merajutna pun secara otodidak sudah dikuasai seiring berjalannya waktu.


“Saya itu berpikir bahwa rajut hanyalah sebuah teknik saja. Di luar itu saya merasa ada sesuatu yang bisa digali dan mampu menghasilkan produk unik dan berbeda,” ujarnya.


Dea kemudian memilih brand dengan nama Supernova House. Menurutnya, pengambilan nama tersebut terdengar simple dan mudah diingat orang. Supernova House yang beralamat di Jl. Santosa Asih V Blok N2 29 Bandung itu memiliki 10 jenis produk unggulan yang dijualnya a.l bat cardigan, batflo blouse, vemos blast, dynmous lovely, inovest, vest nicemoty, vemos flower, vemos lasto, lonice cardigan dan inonly inner.


Rata-rata produk Supernovahouse dijual dengan harga yang mudah dijangkau. Bat cardigan misalnya dijual seharga Rp 85.000 atau inonly inner dengan harga Rp 125.000. “Memang, saya menjual produk rata rata Rp 85.000-Rp 125.000 katanya.


Menurut wanita lulusan SMK 13 Bandung jurusan Analis Kimia itu, bisnis rajutnya dengan mengusung nama Supernova House memang baru seumur jagung. Tetapi, dia memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan menawarkan produk yang berkualitas.


Sejak menggarap bisnis rajut di bawah bendera Supernova House, pangsa pasar pakaian muslim rajut yang dikelola Dea lebih mengutamakan boutique ternama seperti InaScarf, Up2Date, Laverne dan butique lainnya yang sudah memiliki nama besar.


Namun, bukanlah sebuah usaha jika Dea tidak merasakan pengalaman jatuh bangun dalam berbisnis. Dia menuturkan suatu hari dirinya mesti gigit jari saat sejumlah pesanan yang ternyata direject oleh sang pelanggan. Dia pun harus rela bersabar menerima kenyataan.


“Kalau suka dukanya dalam usaha memang ada. Tetapi, saya jadikan pengalaman tersebut sebagai cambuk agar saya lebih terus belajar lagi,” katanya.


Keunikan pakaian muslim rajut Supernova House dengan mengusung tema eccentric knitting, lebih menonjolkan pakaian multifungsi seperti pada jenis vemos blast yang bisa dibuat menjadi kerudung, rompi, cape dan cardigan.


Pada jenis produk lain misalnya dynmous lovely yang bisa dipakai untuk hoodie atau bisa digunakan sebagai baju model one shoulder. Dea menambahkan jenis lain dari Supernova House seperti pada jenis batflo blouse misalnya, juga bisa dikenakan pelanggan sebagai blus biasa, bisa juga dikenakan menjadi pakaian dengan motif sayap kelelawar.


“Intinya kami ingin produk yang kami jual bisa berfungsi banyak. Pelanggan tidak hanya memakainya sebagai pakaian saja, tapi bisa digunakan sekreatif mungkin,” katanya. Dea mengungkapkan dirinya tidak ingin terbawa pasar dengan memproduksi masal. Justru sebagai daya tawar tinggi yang ditonjolkan, Supernova House memproduksi pakaian rajut muslim secara terbatas dari masing-masing jenisnya.


Menurutnya, maksimal produksi rata-rata dari setiap jenis berkisar antara 100 pcs. Setiap bulannya, Supernova House memasok ratusan hingga ribuan berbagai jenis ke setiap boutique berkelas tinggi.


Dea mengaku dirinya ingin membuat pelanggan tidak merasa kecewa dengan produk yang ditawarkannya. Dirinya mengklaim hingga saat ini beberapa boutique besar langganannya belum ada yang complain. “Justru kebanyakan para pelanggan merasa puas,” ungkapnya.


Seiring waktu berjalan, usaha Dea dalam mengembangankan bisnisnya itu semakin pesat. Dia terus berusaha melebarkan sayapnya dengan menggaet seorang temannya Puspa Silvia untuk dijadikan sebagai marketing. Berbagai ide cerdas pun bermunculan. Perlahan, Supernova House mulai dikenal di pasar luas.


 


 


 


 


 


 


Sumber berita: bisnis-jabar.com dan redaksi


Sumber gambar: bisnis-jabar.com

Kembangkan Bisnis Fashion Lokal dengan Tips Berikut Ini

Indonesia kini termasuk dalam jajaran negara dengan potensi pasar yang menguntungkan di dunia. Indonesia juga menjadi salah satu pasar yang memiliki permintaan terbesar dari sisi industri fashion.


Untuk itu, bagi Anda para desainer lokal tak perlu ragu untuk terus berkarya dan mengembangkan bisnis seluas-luasnya. Seperti yang diungkapkan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Gusmardi Bustami yang ditemui saat workshop ‘Ready to Wear Success Strategy: Real World Tips’, Rabu(19/09/2012).


“Kami berharap desainer Indonesia tidak hanya mampu menciptakan desain unik dan berkualitas tinggi, namun dari sisi pemasaran juga mampu menyerap kebutuhan pasar baik dalam maupun luar negeri,” jelas Bustami saat workshop di Aula Kementerian Perdagangan.


Namun hanya memiliki ide kreatif ternyata belum cukup menjadi modal desainer lokal mengembangkan sayap ke dunia internasional. Para pelaku dunia fashion ternama Indonesia, memberikan beberapa saran bagi desainer lokal yang ingin mengembangkan produknya.


Taruna Kusmayadi, ketua dari APPMI yang ditemui saat workshop yang sama mengatakan, desainer muda perlu memahami pasar yang ingin dijamahnya dan masuk dalam asosiasi fashion, “kebanyakan desainer muda maunya langsung buka brand sendiri padahal belum tahu pasar, dan itu akan jadi jatuh bangun bisnisnya.”


Ketika sudah tahu pasar yang ingin dicapai, Anda juga harus memanfaatkan modal lainnya. Salah satunya adalah memanfaatkan peran Bank sebagai modal awal untuk mengembangkan produk-produk karya desainer lokal.


Pendapat lainnya dari Raiki Pasya, pemilik brand Hunting Field juga menambahkan, desainer lokal juga harus berteman dengan media. “Berteman dengan media, kita bisa barter promosi, bisa memperbanyak link, dan tentunya sangat berguna ditengah persaingan banyaknya desainer muda yang masuk sekarang ini,” jelasnya.


Jika Anda telah memiliki kualitas dan kuantitas produk yang cukup memadai, tidak ada salahnya ikut masuk dalam bisnis retail besar. Dengan demikian, karya fashion Anda dapat dinikmati segala kalangan bahkan menjangkau konsumen internasional, tambah Christian Kurnia, Director of Merchandising & Marketing Matahari Departement Store.


Diluar semua itu, sikap dan kepribadian juga mempengaruhi kesuksesan desainer lokal. Menurut Anne Avantie, para desainer muda juga perlu menanamkan budi pekerti dalam dirinya sehingga konsumen pun akan semakin loyal pada karya-karyanya.


 


 


 


 


Sumber : detik.com


Sumber gambar : infobandung.co.id

Ekspor Rajungan Ketiga Terbesar Setelah Udang & Tuna

rajunganAsosiasi Pengelolaan Rajungan Indonesia (APRI) Arie Prabawa memperhitungkan nilai ekspor komoditas perikanan rajungan menyumbang lebih dari US0 juta per tahun.


Saat ini rajungan ada di peringkat ketiga sampai keempat dari total nilai ekspor produk perikanan Indonesia setelah udang (46%), tuna (14%) dan rumput laut.


Rajungan (portunus pelagicus) yang dikenal dengan nama dagang ‘Blue Swimming Crab’ dan rumput laut, sering berganti posisi di nomor tiga,” kata Direktur Eksekutif APRI Arie Prabawa, Senin (17/12/2012).


Menurutnya rajungan mulai dikelola secara komersial sejak tahun 1990-an yang terus meningkat sampai saat ini yang nilainya mencapai US0 juta dengan volume 30.000 ton/tahun.


“Rajungan sebagian besar ditangkap tersebar di perairan pantai Jawa dan Sumatra,” katanya.


Diperkirakan sekitar 65.000 nelayan saat ini menangkap rajungan di seluruh perairan Indonesia dengan alat tangkap bubu, ‘gillnet’ dan sebagian kecil ‘bottom trawl’.


“Tidak kurang dari 13.000 anggota keluarga nelayan juga ikut mendukung industri-industri kecil pendukungnya sebagai pengupas rajungan,” katanya.


Menurut Arie kebutuhan pasar AS terhadap produk olahan rajungan sangat besar. “Bahkan cenderung trennya meningkat,” katanya.


 


 


 


 


 


 


Sumber : bisnis.com


Sumber gambar : blogspot.com

Strategi Jitu Menghindari Perang Harga

Bagi sebagian besar pelaku usaha, banting harga sering kali menjadi strategi promosi yang paling diandalkan untuk memenangkan persaingan pasar. Bahkan melihat tingkat persaingan pasar yang semakin sengit, belakangan ini perang harga antar pelaku usaha sudah tidak dapat dielakkan lagi di pasaran.


Tentunya kondisi ini tidak selalu memberikan keuntungan bagi para pelaku usaha. Sebab, bagi mereka yang tidak kuat menghadapi persaingan, hanya akan menelan pahitnya kerugian dan akan tumbang satu persatu sebelum mendapatkan perhatian dari para konsumennya. Nah, agar bisnis Anda tidak terjebak dalam perang harga, berikut ini kami informasikan beberapa strategi jitu menghindari perang harga yang bisa Anda siasati dengan menciptakan sebuah inovasi.


1. Tawarkan Sesuatu yang Baru untuk Menarik Minat Konsumen


Untuk bisa memenangkan persaingan pasar, pada dasarnya tidak hanya harga murah saja yang bisa Anda tonjolkan untuk menarik minat konsumen. Strategi lainnya seperti menciptakan sebuah inovasi baru, bisa Anda manfaatkan untuk menambahkan nilai jual produk Anda. Contohnya saja seperti strategi pemasaran yang dipilih Unilever ketika memasarkan salah satu produk pewangi pakaian (Molto) yang belakangan ini mulai meluncurkan inovasi baru yakni Molto Ultra Sekali Bilas,  dimana produk ini sengaja diciptakan untuk memudahkan para konsumen agar bisa mencuci lebih praktis dengan sekali bilas saja, serta mengajak para konsumennya untuk peduli terhadap lingkungan dan mengurangi penggunaan air setiap harinya. Strategi ini terbukti cukup efektif, karena banyak ibu rumah tangga yang akhirnya memilih Molto Ultra Sekali Bilas dibandingkan produk pewangi pakaian sejenis yang harganya relatif lebih murah.


2. Boleh Banting Harga untuk Moment Istimewa


Bila pesaing lainnya sengaja menurunkan harga dalam waktu yang relatif lama (bahkan untuk selamanya), maka Anda bisa melakukan banting harga dengan istilah keren “promo spesial” di moment-moment istimewa. Contohnya saja dengan memberikan promo khusus selama satu minggu menjelang lebaran (H-7) bagi para member setia Anda, atau bisa juga menawarkan promo besar-besaran selama musim liburan kenaikan kelas bagi para konsumen pelajar yang berprestasi di sekolahnya. Strategi pemasaran seperti ini tentunya cukup diminati para konsumen, sehingga tidak menutup kemungkinan bila penjualan produk Anda bisa melesat tanpa harus menanggung kerugian besar.


3. Membidik Segmen Pasar yang Spesifik


Selain menciptakan inovasi baru, Anda bisa menghindari perang harga dengan membidik segmen pasar baru yang lebih spesifik. Strategi inilah yang sekarang mulai dikembangkan produsen deterjen Attack, dimana merek tersebut memanfaatkan kebangkitan batik Indonesia dengan meluncurkan produk baru (Attack Batik Cleaner) untuk membidik para pemakai batik yang membutuhkan sabun cuci khusus agar tidak merusak bahan kain batik yang Ia miliki. Meskipun segmen pasarnya hanya terbatas, namun bila dikembangkan dengan serius bisa menghasilkan keuntungan yang cukup besar.


 


 


 


Sumber artikel: bisnisukm.com dan redaksi


Sumber gambar: couponsnoffers.in

Gurihnya Sate Keong di Angkringan Mas Jo

Gurihnya Sate KeongSaat ini banyak sekali angkringan di Kota Bandung, namun di Angkringan Mas Jo yang terletak di Jalan Gelap Nyawang ada menu unik, yaitu Sate Keong. Sate Keong ini dipercaya memiliki protein yang sangat tinggi dibandingkan dengan seafood lainnya. Selain harganya yang relatif murah, Keong juga mudah didapat.


Menurut Supardjo, pemilik  angkringan ini, Keong ini langsung didatangkan langsung dari Ciamis, yang memang terkenal bagus untuk kualitas Keongnya. Pembuatan Sate Keong ini terbilang mudah, Keong hanya dibersihkan, dipotong-potong, dan diberi bumbu dapur.  Sebelumnya Keong ini direbus terlebih dahulu, sehingga jika ada yang membeli Sate Keong ini, tinggal dibakar diatas arang layaknya sate biasa.


Selain itu Angkringan Mas Jo juga menawarkan menu lain seperti Sate Kulit, Sate Usus, Sate Telur Puyuh, dan lain-lain. Di angkringan ini juga terdapat menu minuman yang unik seperti Kopi Joss, Kopi yang Diberi Bara api. Selain itu ada juga minuman seperti Jahe Susu, Wedang Jahe, dan lain-lain.


Supardjo menyebutkan bahwa untuk kopi dan teh nya memang dipesan khusus dari Yogjakarta. Kebanyakan menunya hampir sama dengan angkringan lain pada umumnya. Namun untuk Sate Keong, ini juaranya.


Angkringan Mas Jo mulai buka sejak pukul 16:30-01:000 WIB. “Jika sampai jam 1 pagi pun masih banyak yang pengunjung yang datang maka kami buka lebih dari jam 1” pungkas Supardjo.


 


 


 


 


 


 


 


Sumber berita: bisnis-jabar.com dan redaksi


Sumber gambar: pecintaalam-bocahkediri.blogspot.com

Membangun Bisnis Kini Tinggal Klik

Sejak internet ditemukan, dunia bergerak makin cepat dan segalanya makin mudah. Sebagai contoh, semua hal bisa dipelajari melalui internet termasuk memulai bisnis. Anda hanya perlu jaringan internet dan sebuah ide.


Dalam memulai bisnis tentu ada banyak persiapan yang harus dilakukan, strategi marketing, desain logo dan sebagainya. Hambatannya, sering kali ide tersebut terbengkalai, karena Anda tak punya waktu mengerjakannya atau kurangnya pemahaman tentang bidang tertentu.


Misal Anda ingin membuat butik, tapi tidak tahu supplier yang bagus, cara menjalankan sebuah toko, strategi pemasaran, mencari pengerajin yang bagus. Bila dirinci ada banyak yang perlu Anda lakukan. Tak menutup kemungkinan ada bagian tertentu yang Anda tak mengerti atau tak memiliki pengetahuannya sama sekali.


Nah, semua urusan tetek bengek tersebut bisa diselesaikan dengan mengakses situs freelancer.co.id. Anda bisa menyewa jasa orang lain menyelesaikan pekerjaan tersebut. Biarkan tenaga profesional dibidangnya yang mengerjakan tugas tersebut.


Sebuah bisnis selalu dimulai dari ide, inilah jawaban mewujudkan ide tersebut menjadi kenyataan. “Ide itu tak ternilai ,sering orang menunda menjalankan ide cemerlangnya akhirnya terbengkalai tak pernah diwujudkan,” lanjut Willix Halim, Vice President of Growth, Freelancer.com dalam acara launching situs freelancer.co.id, di restoran Nan Xiang, Hotel Sultan Jakarta, Rabu (3/10/2012).

”Jadi Anda tak perlu menunda ide lagi. Bila punya ide jam berapa saja, langsung bisa diwujudkan. Mulai dari desain web usaha, mencari supplier barang, pengapalan, hingga tim marketing bisa dipekerjakan dengan memposting proyek Anda di freelancer.co.id,” ujar Willix.

Jasa layanan yang disediakan bermacam-macam hingga ratusan. Sebagian besar adalah pembuatan website dan desain. “Tapi tersedia banyak layanan lainnya. Sebagai contoh Anda juga bisa menyewa orang untuk menemukan barang yang paling murah, mengirimkan pada Anda langsung. Membuat rute pengiriman barang dari Anda kepada konsumer Anda. Bahkan jika ingin meningkatkan penjualan bisnis Anda, ada jasa marketing yang tersedia.”


Anda pun tak perlu takut bila sudah menyewa jasa orangnya kabur sedangkan janji pekerjaan belum selesai. “Uang akan ditahan oleh kami dan hanya dibayarkan kepada freelancer yang Anda pilih jika ia telah menyelesaikan pekerjaannya.”

Yang perlu Anda lakukan hanya memposting proyek Anda di situs Freelancer, lalu akan ada datang banyak penawaran dari tenaga profesional yang memberikan penawaran.  Nah, Anda bisa memilih orang untuk menjadi karyawan Anda sementara. Dalam memilih Anda akan mendapatkan informasi tentang keahlian, review dari orang yang pernah menggunakan jasa tenaga profesional serta tingkat keberhasilannya.


Nah, apa ide bisnis Anda toko fashion online, beauty, cupcakes, toko roti, restoran, pet shop, spa, wedding planner, souvenir? Yang perlu Anda lakukan hanya menyewa orang, mengerjakan keseluruhan konsep dan menjalankannya untuk Anda. Jadi, ini bisa menjadi solusi mewujudkan ide Anda.


 


 


 


 


Sumber : kompas.com


Sumber gambar : investasi.com

Legitnya Dodol Ubi Cilembu yang Diracik Madu dan Daun Jeruk

dodol ubi cilembuSejak 2009, Zubaidah, 30, warga Desa Cilembu, Kec. Pamulihan, Sumedang melakukan kreasi makanan olahan berbahan dasar ubi cilembu. Awalnya, sebagai suplayer ubi ke luar pulau, Zubaidah yang biasa dipanggil Teh Ai ini melakukan pemilihan tingkat kelayakan. Dari sekian ton yang disortir, ternyata masih banyak jumlah ubi yang kurang bagus, sehingga tidak lagi memiliki nilai ekonomi. “Padahal semuanya berkah dari Tuhan dan harus dimanfaatkan,” ujarnya saat ditemui di rumahnya.


Oleh ibunya, dia pun ditantang membuat dodol dari bahan ubi untuk kebutuhan pameran dan event-event desa. Kemudian pada 2010, Teh Ai bersama teman-temannya di organisasi PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) dan UPPK (sejenis badan pengembangan ekonomi keluarga) melakukan proses uji coba yang serius untuk membuat panganan ini.


Pada perjalanannya, usaha ini tidaklah semanis rasa dodolnya. Salah seorang tim, yang juga bibi dari Teh Ai, membuat panganan ini dengan gula yang cukup banyak. Tujuan ialah mengawetkan dodol lebih lama. Sayangnya, rasa ubi menjadi kurang menonjol. Teh Ai pun mencari cara agar pemakaian gula bisa dikurangi, tetapi dodol tetap tahan lama. Dia pun menemukan formula madu dan daun jeruk.


Menurutnya, madu asli itu tahan sampai bertahun-tahun. Dengan racikan dodol yang ditambah madu dan daun jeruk, panganan ini bisa tahan sampai 1 bulan. Kemudian, manajemen Teh Ai dan bibinya pun berpisah, dengan mengusung resep yang berbeda.


Untuk membuat panganan ini, caranya hampir sama dengan proses pembuatan dodol lainnya. Awalnya, ubi harus dibersihkan kemudian direbus. Setelah lunak, ubi dihaluskan dan dicampurkan dengan gula, santan, tepung ketan, daun jeruk, dan madu. Semua bahan ini dimasak sampai 2 jam. Setelah matang, dodol ditiriskan dan ditunggu sampai dingin. Terakhir, dodol pun dipotong dan siap dikemas.


Sampai sekarang, ada empat varian rasa yang ditawarkan, yaitu wijen, kacang, jahe, dan pandan. Wijen dan kacang digunakan sebagai toping, jadi proses pencampuran dilakukan setelah dodol jadi. Untuk jahe dan pandan, proses pencampurannya dilakukan ketika memasak.


Sekitar 6 bulan lalu, dodol Teh Ai mendapat sertifikat MUI. Untuk izin dari Kementerian Kesehatan sudah dia dapatkan 2 tahun lalu. Teh Ai pernah ditawarkan oleh ahli pangan untuk memakai pengawet buatan dengan kadar yang masih normal. Namun, Teh Ai menolak tawaran tersebut. Prinsipnya, dia tetap ingin membuat makanan sehat dan natural, dengan bahan dasar dari alam sendiri. “Makanan dengan bahan sealami mungkin tetap lebih baik,” tutur ibu 3 anak ini.


Selain dodol, Teh Ai juga membuat kremes ubi, daun ubi krispi, keripik korek ubi, puding, donat, kue, dan pizza. Menurutnya, semua makanan tersebut bisa diganti bahan terigunya dengan ubi. Dari sejumlah panganan tersebut, yang dia produksi secara tetap ialah dodol, kremes ubi, dan daun ubi krispi.


“Membuat kremes dan daun krispi butuh teknik khusus, tidak seperti dodol,” tambahnya. Bila Anda tertarik mencobanya, dodol ini dijual di berbagai kios ubi cilembu. Namun, jika ingin mencoba aneka kreasi ubi lainnya, Anda bisa memesan dengan menghubungi Teh Ai di nomor 085295053336.


 


 


 


 


 


 


 


Sumber berita: bisnis-jabar.com dan redaksi


Sumber gambar: bisnis-jabar.com

Strategi untuk Membuka Lapak di Dunia Maya

Perkembangan teknologi yang semakin modern ternyata tidak hanya membantu manusia dalam bekerja, namun juga memudahkan mereka untuk mendapatkan barang apa saja yang Ia inginkan cukup dari depan monitor (toko online). Bila dulunya masyarakat harus repot-repot kluar masuk pusat perbelanjaan untuk mendapatkan barang kebutuhannya, kini mereka bisa memesannya melalui internet dan para pedagang online akan segera mengantarkan pesanan tersebut ke rumah para konsumennya.


Fenomena inilah yang kemudian menciptakan sebuah perubahan besar di dunia usaha. Dimana dulu para pelaku usaha harus mengeluarkan modal besar untuk menyewa kios toko yang harganya jutaan rupiah, sekarang mereka tidak perlu mengeluarkan biaya sewa yang terbilang mahal dengan membuka lapak dagang di dunia maya. Melihat peluang pasar online yang semakin terbuka lebar, tidak ada salahnya bila Anda pun mulai melakukan ekspansi pasar dengan membuka took online sebagai lapak dagang Anda di dunia maya.


Untuk membantu Anda para pemula yang masih bingung dalam merintis bisnis online. Pada pekan ini akan kami informasikan beberapa strategi untuk membuka lapak di dunia maya,  yang perlu Anda perhatikan dengan baik.


1. Tips pertama yang perlu Anda perhatikan adalah memilih platform e-commerce yang memiliki fitur atau fasilitas cukup lengkap, sesuai dengan target pasar yang Anda bidik, dan memberikan kemudahan bagi para pengusaha untuk memperluas jaringan pemasaran.


2. Tingkatkan kredibilitas website Anda dan utamakan kepercayaan pelanggan. Tak bisa kita pungkiri bila hubungan emosional antara pelaku usaha dan para konsumennya, menjadi salah satu modal Anda untuk mendatangkan omset besar. Untuk itu, tanamkan kepercayaan pada setiap konsumen, dengan memilih situs online yang memiliki verifikasi bagi setiap pengusaha yang berjualan di situs tersebut. Hal ini sangatlah penting, agar konsumen benar-benar yakin dengan kredibilitas bisnis Anda dan tidak ragu lagi untuk melakukan transaksi pembelian.


3. Pilihlah lapak online yang memiliki traffic kunjungan cukup tinggi. Sebab, semakin tinggi traffic kunjungan yang dimiliki situs tersebut, maka secara tidak langsung akan memperbesar peluang Anda untuk muncul di halaman pertama mesin pencarian (Google). Poin ini perlu Anda perhatikan dengan baik, karena ramainya lalu lintas kunjungan website cukup mempengaruhi besar kecilnya keuntungan yang Anda dapatkan.


4. Update toko online Anda setiap hari. Seperti halnya toko offline yang perlu dibuka setiap hari, lapak dagang Anda di dunia maya juga perlu dikelola setiap hari. Kebanyakan para pemula hanya focus membuat website dan selanjutnya hanya menunggu konsumen datang ke lapak dagang mereka tanpa melakukan kegiatan promosi maupun update produk secara rutin. Tidaklah heran bila belakangan ini banyak toko online yang gulung tikar, karena para pelakunya tidak siap berpromosi dan cenderung pasif dalam mengelola lapak dagangnya.


5. Jangan ragu untuk memperluas wawasan dan keterampilan. Sebagai seorang pemula, jangan pernah malu untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya dari para pengelola platform e-commerce, pakar marketing online, serta meningkatkan keterampilan Anda dengan mengikuti berbagai macam seminar maupun workshop bisnis online.


 


 


Sumber artikel: bisnisukm.com dan redaksi


Sumber gambar: justworkathome.biz

Peter Pepper Si Pedas bertampang Porno

peter pepperCabai (Capsicum annuum) merupakan salah satu komoditas sayuran dan bumbu masak yang banyak dibudidayakan oleh petani di Indonesia. Ada banyak sekali varian cabai yang biasa dibudidayakan petani.


Selain varietas asli Indonesia, banyak juga petani membudidayakan varian cabai dari luar negeri. Salah satunya adalah cabai willies atau peter pepper.


Cabai bernama ilmiah Capsicum annuum var annuum ini banyak ditemukan di Louisiana dan Texas, Amerika Serikat (AS). Cabai ini sangat terkenal karena bentuknya seperti penis. Bahkan, salah satu majalah tanaman Amerika menjulukinya sebagai tumbuhan paling porno di dunia.


Nah, kini, cabai peter pepper sudah mulai dikembangkan di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir. Anank Satriyo merupakan salah seorang petani asal Yogyakarta yang menekuni usaha budidaya cabai peter pepper.


Anank tertarik membudidayakan cabai jenis ini karena banyak peminatnya. “Peminat cabai ini merupakan kolektor tanaman,” ujarnya. Daya tariknya terletak pada bentuknya yang unik, menyerupai penis.


Di Indonesia sendiri, cabai peter pepper masih tergolong langka dan sulit ditemukan di pasar. Anank sendiri hanya menjual biji cabai peter pepper buat dijadikan benih.


Ia menjual biji cabai itu dengan harga Rp 25.000 per paket. Setiap paket berisi empat sampai lima biji saja. Biji cabai diambil dari pohon induk yang ditanam di  lahan miliknya.


Dalam sebulan, Anank bisa menjual ratusan paket biji cabai dengan omzet Rp 10 juta. Dipasarkan lewat internet, konsumennya tersebar di pelbagai daerah di Indonesia.


Anank bilang tidak memiliki banyak pesaing lantaran memang penjual biji cabai peter pepper masih tergolong sedikit. Di sisi lain, para kolektor tanaman unik dan langka terus memburu cabai terporno ini.


Pemain lainnya yang juga menekuni bisnis ini adalah Louise di Surabaya yang mengusung merek usaha Jocelynmart. Louise telah membudidayakan peter pepper sejak pertengahan 2010.


Ia mengakui, di Indonesia, mulai banyak yang meminati jenis cabai ini. “Orang banyak membeli karena bentuknya yang unik,” tuturnya.


Awalnya, Louise mengimpor benih langsung dari AS. Namun, belakangan ia mulai membudidayakan sendiri buat diambil benihnya. Bila hasil budidayanya belum mencukupi permintaan, barulah ia mengimpor benih tersebut.


Dalam sebulan, Louise bisa menjual 100 pak bibit peter pepper. Setiap pak berisi lima bibit dan dibanderol seharga Rp 30.000. Cabai ini sendiri sebenarnya bisa dipakai buat bumbu masak seperti cabai pada umumnya.


Tingkat kepedasannya 10.000 – 23.000 skala scoville atau lebih pedas dari cabai merah yang tingkat kepedasannya 7.000 skala scoville.


 


 


 


 


 


 


 


Sumber : kontan.co.id


Sumber gambar : thehotpepper.com

Memulai Bisnis Perlu Partner atau Tidak?

Banyak orang bingung saat memulai bisnis untuk memutuskan apakah sebaiknya punya partner atau menjalankan bisnis sendiri saja. Jadi perlukah seorang partner itu?


Sebenarnya dalam berbisnis, orang-orang perlu memiliki partner. Partner memiliki peranan yang cukup penting karena dapat membawa pengaruh positif untuk mengembangkan bisnis Anda.


Saya akan jelaskan mengapa harus mempunyai atau mencari partner, karena:


1.Modalnya


Karena perusahaan lain mempunyai keuntungan yang besar sehingga kita membutuhkan modal dari partner kita yang memiliki banyak keuntungan.


2.Keterampilannya


Karena dari keterampilan orang lain kita bisa mengambil sedikit ilmu yang dia kuasai.


3.Kenalannya


Karena mungkin banyak partner dari partner yang kita kenal. Ia memilki banyak partner sehingga dikenalkan ke berbagai kenalannya. Otomatis kita jauh lebih bisa mempromosikan apa yang kita marketingkan.


4.Namanya


Mungkin dalam arti disini namanya sangat besar sehingga kita lebih mudah untuk memakai atau untuk mempromosikan juga lebih mudah karena sudah terkenal


5.Tempatnya


Jika bekerja sama, kita dapat memakai tempatnya dengan gratis atau membayar setelah mendapatkan keuntungan yang besar. Jadi uang sewa tempat bisa dibayar belakangan.


6.Pengetahuannya


Lebih mudah dan menguntungkan bagi kita jika berpartner dengan orang yang memiliki ilmu pengetahuannya lebih banyak dibanding kita. Belajar dari dia itu juga sangat bagus.


7.Tetap akrab /Relationship


Hubungan yang akrab menambah kedekatan antar partner. Jangan sampai hubungan itu pecah karena ada hal-hal yang membuat mereka pecah. Tetap jalin satu sama lain, dan saling menghargai.


 


 


 


 


Sumber : detik.com


Sumber gambar : bisnisukm.com

Kaos Unik Aleitheia, Kaos Khusus Untuk Anak Muda Intelek

Aleitheia kaosBerawal dari kecintaanya terhadap filsafat dan gemar membaca tokoh-tokoh filsuf dunia, Farid Yusuf memulai keisengannya dengan membuat kaos bergambar tokoh pemikir dunia.


Pada 2010, Farid mencoba berbisnis kaos di bawah bendera Aleitheia yang digunakannya sebagai merek clothing yang digarapnya. Aleitheia merupakan sebuah istilah dari Yunani yang berarti ‘Dewi Kebenaran’.


“Saya mengambil istiliah itu dari salah satu tokoh filsuf, Martin Heidegger. Saya kira maknanya cukup unik dan mengandung arti yang dalam sebagai penyampai kejujuran. Maka saya jadikan saja sebagai merek dalam bisnis ini,” katanya.


Farid berkeyakinan bisnis clothing di Bandung sangat bersaing dengan brand besar ternama lainnya. Namun ia memutar otak untuk mencari celah yang belum digarap banyak orang.


Menurutnya, dengan memiliki ciri khas desain para tokoh filsuf dunia, saingannya sangat minim. Tercetuslah desain khusus filsuf yang menjadi ciri khasnya.


Sejak mengelola Aleitheia, pria berkacamata itu mengaku terjun di dunia bisnis kaos itu berawal dari rasa kangen saat masa kuliahnya terdahulu. Dia pada waktu itu sering dijadikan sebagai desainer pembuat kaos di kelas.


Pria yang menyelesaikan pendidikan di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung 2007 itu sadar betul ketika dorongan kuat datang dari orang-orang terdekatnya. Mereka mendukung untuk terjun secara serius menggeluti bisnis kaos tokoh-tokoh dunia.


“Mulanya saya hanya bikin kaos untuk beberapa teman saja, tapi rupanya ada respon dari teman-teman lain, tak terkecuali dorongan beberapa sahabat, akademisi dan budayawan semacam Ahmad Gibson Al-Busthami dan lain-lain,” katanya.


Produk pertama kali dikeluarkan oleh Aleitheia yaitu kaos bergambar tokoh Islam Abdul Qadir Jailani dan filsuf eksistensialis Sartre. Pesanan pun datang dari sejumlah mahasiswa pecinta buku dan filsafat.


Dalam mengelola usahanya Farid mengajak empat orang sahabat, yaitu Pedi, Apuy, Badie dan Husen. Pria yang baru menikah itu mengembangkan bisnisnya melalui jaringan online dan door to door. Menurutnya, Fenomena tersebut unik karena berusaha menggeser pasar lifestyle anak muda pada umumnya.


Selama ini kaos Aleitheia memiliki karakteristik tersendiri dengan produksi yang terbatas. Dalam setiap bulannya Aleitheia mengeluarkan desain minimal sebanyak desain lima tokoh yang tak lebih dari dua lusin per desainnya.


Sementara, sistem penjualan yang dilakukan sementara ini masih sebatas memanfaatkan situs jejaring sosial seperti facebook, twitter, blog juga via Blackberry Meseenger. Terkadang Aleitheia membuat katalog khusus yang diselingi buletin bacaan tentang sastra dan tulisan filsafat.


“Sistem penjualan ini kami lakukan karena dirasa sangat membantu dalam menekan harga, selain itu kami rasa dengan cara tersebut produk kami berkesan ekslusif,” ujarnya.


Harga kaos Aleitheia terjangkau oleh semua kalangan padahal bahan yang digunakan sama dengan brand clothing besar dan ternama di Bandung. Dalam satu kaos pria pengagum Nabi Muhammad dan filsuf Nietzsche itu membaderol seharga Rp 50.000-Rp 70.000. Namun, jika pelanggan membeli sebanyak dua pcs, harga bisa ditekan menjadi Rp 100.000.


Seiring berjalannya waktu, kaos Aleitheia semakin dikenal luas terutama di kalangan para komunitas sastra dan filsafat di Indonesia. Pesanan pun mulai banyak dikirim ke barbagai kota dan daerah.


“Hampir semua pelosok daerah kaos Aleitheia sudah dipasok, dari luar negeri juga seperti Cina dan Thailand sudah dipasok, hingga saat ini kami sudah keluarkan 1000 pcs kaos limited edition,” katanya.


Dalam mengembangkan usahanya, pria yang memiliki hobi menulis puisi dan berpetualang itu mengaku basis komunitas dan jaringan yang dimilikinya berperan penting pada Aleitheia.


Menurutnya, peran komunitas terutama mereka yang mencintai buku, membantu promosi dan marketing secara tidak langsung terbentuk dengan sendirinya. Farid ingin filsafat bukan lagi menjadi sesuatu yang tabu malahan dengan desain kaos yang dibuatnya ia berharap bisa diterima oleh khalayak.


Farid mengaku ada dua cita-cita luhur dalam mengembangkan bisnisnya di Aleitheia, ia berharap dengan fokus pada desain tokoh filsuf, dia berharap orang yang melihat desain itu bisa mengenal lebih jauh bahkan kalau bisa mengakses bukunya sekaligus.


Namun, bukanlah sebuah bisnis jika tidak mengalami jatuh bangun. Farid memaparkan dalam membangun bisnisnya itu, tidak sedikit halangan dan hambatan menerpa. Selain produksi yang limited edition, Aleitheia mengalami banyak pasang-surut.


“Tahun 2010 kami hampir dua bulan tidak memproduksi dengan berbagai alasan, sementara pada 2011 malah tiga bulan kami tidak produksi sama sekali,” katanya.


Belakangan, setelah melihat prospek Aleitheia yang semakin hari semakin banjir order, Farid berencana mengembangkan usahanya tidak sebatas pada tokoh filsafat semata. Dalam waktu dekat Aleitheia bakal merilis desain dari berbagai ranah.


“Namun demikian kami sedang mencoba mengembangkan desain kaos ke ranah lain, baik lokal maupun global, seperti sastra, agama, sains, leader, dan tradisi,” katanya.


Pria yang menggemari band cadas Burger Kill itu optimistis bisnis yang digarapnya bakal semakin pesat. Dia menganganggap dengan ciri yang melawan arus di bisnis clothing dengan brand lainnya Aleitheia bakal memiliki karakteristik di hati pelanggan.


Terbukti, sejak dirintisnya brand Aleitheia ke pasar, dia mengaku bangga ketika seorang mahasiswa menjadikan Aleitheia sebagai objek bahan penelitian skripsi di kampus UIN Sunan Gunung Djati Bandung.


“Saya sangat bangga dengan bisnis yang sedang saya jalani, apalagi ketika seseorang datang hanya untuk membuat skripsi tentang usaha yang saya garap berjudul ‘Jual-Beli Via Facebook di Aleitheia Clothdezsvous Perspektif Muamalah’,” katanya sambil tersenyum.


 


 


 


 


 


 


 


 


Sumber berita: bisnis-jabar.com dan redaksi


Sumber gambar: bisnis-jabar.com

Menggunakan Twitter Untuk Menjaring Calon Pelanggan

Memanfaatkan dunia maya sebagai media promosi online memang tidak membutuhkan banyak biaya. Kemudahan inilah yang mulai dimanfaatkan para pelaku usaha untuk mendongkrak omzet penjualan produk dan memperkenalkan brand bisnis yang sedang mereka kembangkan. Sebagai contoh bisa kita lihatkesuksesan Steak Hotel by Holycow! dan keripik pedas Maicih yang belakangan ini namanya melambung di pasaran karena keaktifan mereka berpromosi di sosial media khususnya twitter.


Sebagai seorang pemula, tentunya Anda penasaran untuk mengetahui kiat apa saja yang dilakukan owner Steak Hotel by Holycow! dan keripik pedas Maicih dalam mempromosikan brand bisnisnya di situs pertemanan seperti twitter. Karena itu, untuk memperluas wawasan kita dalam memanfaatkan sosial media, mari kita simak bersama pengalaman dua pengusaha sukses ini ketika mereka menggunakan twitter untuk menjaring calon pelanggan.


Steak Hotel by Holycow!


Meskipun Steak Hotel by Holycow! hadir dengan aneka menu steak hotel bintang lima dengan harga yang relatif sangat terjangkau, namun awalnya belum banyak konsumen yang mengetahui keberadaan bisnis tersebut. Sampai akhirnya sang owner berinisiatif untuk memasarkan bisnis steak holycow melalui sebuah akun di jejaring social buatan Jack Dorsey (twitter). Dari sanalah nama Steak Hotel by Holycow! mulai dikenal banyak konsumen dan hampir sekitar 95% pelanggannya mengetahui steak Holycow dari percakapan di akun twitter.


Menggunakan akun @holycowsteak di twitter, sang owner mengajak masyarakat umum untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi langsung dengan pihak Holycow. Cara ini ternyata cukup ampuh, banyak konsumen yang berkunjung ke kedai Holycow berkat informasi yang mereka peroleh dari twitter. Dan untuk mengoptimalkan pemasaran online yang dijalankan, pihak Holycow memberikan satu porsi tiramisu gratis bagi setiap pelanggan yang menyebut (mention) @holycowsteak pada tweet yang mereka buat. Terbukti, strategi ini sangat efektif sehingga banyak konsumen yang dengan suka rela mempromosikan Steak Holycow baik melalui twitter maupun pemasaran word of mouth (dari mulut ke mulut).


Keripik Pedas Maicih 


Tak kalah heboh dengan pemasaran @holycowsteak, keripik pedas Maicih juga sukses memanfaatkan twitter marketing untuk menjaring banyak pelanggan. Menawarkan kripik singkong dengan cita rasa yang super pedas, camilan Bandung ini sengaja dipasarkan dengan cara yang unik, yakni berpindah-pindah (istilah kerennya gentayangan) dan hanya bisa dilacak calon konsumen melalui akun twitter @maicih.


Strategi promosi tersebut cukup menarik minat konsumen, sehingga tidak heran bila banyak konsumen yang mulai penasaran hingga rela antri sepanjang satu kilometer hanya untuk mendapatkan keripik pedas maicih yang jumlah pembeliannya pun pada saat awal peluncuran masih sangat dibatasi. Uniknya strategi pemasaran yang dipilih Maicih, membuat produk tersebut banyak diperbincangkan khalayak ramai di dunia maya, khususnya melalui akun twitter.


 


 


 


Sumber artikel: bisnisukm.com dan redaksi


Sumber gambar: business2community.com

Efrin Kreasi, dari Bambu Lokal Tembus Pasar Ekspor

Efrin KreasiBerawal dari kesukaannya terhadap berbagai benda seni, Saepulloh rajin menyambangi berbagai pameran kerajinan. Hingga akhirnya, 10 tahun lalu, dia memberanikan diri menghasilkan karya sendiri dari bahan baku yang banyak ditemui di Jawa Barat, bambu.


Pohon bambu memang sangat bermanfaat, berbagai produk kebutuhan sehari-hari dibuat dengan bahan baku ini, mulai dari dinding rumah, tempat tidur, hingga berbagai barang kerajinan.


Di Jawa Barat, bambu juga dikenal dengan produk budaya berupa alat musik, Angklung. Di tangan Saepulloh, bahan baku ini diolah menjadi produk kerajinan bernilai tinggi dan berhasil dipasarkan hingga ke luar negeri.


Tidak mau menjadi pengikut pasar dan tergerus ketatnya kompetisi melawan produk kerajinan bambu dari China yang di jual murah di dalam maupun luar negeri, dia berusaha memberikan kualitas terbaik, mulai dari desain, tingkat kerumitan, hingga daya tahan.


Efrin Kreasi memilih bambu ukuran kecil dari daerah Subang sebagai bahan baku utama yang kadar airnya lebih sedikit sehingga bambu cepat kering. Dirinya juga menambah zat kimia tertentu untuk mempertahankan kualitas bambu.


“Ada juga konsumen tidak ingin diberi pelapis. Kami pastikan setiap bambu yang digunakan benar-benar kering agar tahan lama. Jangan sampai ada keluhan, apalagi sudah jauh-jauh ekspor,” ujarnya.


Berbagai produk dari bambu diproduksi, mulai dari pensil, pulpen, lampu meja, hingga barang kenangan suatu daerah atau negara, seperti Perahu Pinisi dari Indonesia, Twin Tower Petronas Malaysia, hingga Burj Al Arab di Dubai.


Pesanan miniatur dari bambu bertema bangunan yang menjadi simbol suatu daerah diperolehnya langsung berkat kegigihannya rajin mengikuti berbagai pameran sejak memulai usaha ini pada 2002.


“Saya ikut pameran sendiri, bersama istri memasarakan produk kami. Ada yang bertanya apakah bisa membuat miniatur bangunan. Saya coba dan kembangkan, tidak mau menjiplak begitu saja, kemasan pun dipikirkan dengan cermat dan desain sendiri,” ujarnya, baru-baru ini.


Pembeli biasanya meminta contoh miniatur buatannya. Diperlukan kreativitas untuk membuat bangunan tersebut terlihat unik tanpa meninggalkan konsep yang ingin ditonjolkan.


Pameran menjadi caranya berjualan, promosi, sekaligus menggaet pembeli potensial. Namun, tidak semuanya menyenangkan. Kegiatan tersebut juga berpotensi merugikan, banyak orang memantau dan menjiplak desain yang dibuatnya dengan susah payah.


Jaga Merek


Berbicara mengenai penjiplakan oleh produsen lain, pria yang menyelesaikan pendidikan di Sekolah Menengah Atas ini sudah mematenkan merek yang dibuatnya. Dia juga mengenali setiap karya yang pernah diproduksi.


Kreativitas dan fokus pada setiap detail pengerjaan yang dituangkannya pada setiap jenis produk membawa para pembeli melakukan pemesanan berulang. Saat ini Saepulloh rutin mengirimkan barang pesanan pembeli dari Malaysia sebulan sekali, dari Singapura dua bulan sekali, dan dari Dubai setahun empat kali.


Harga produknya pun terjangkau, sebuah Kapal Pinisi dijualnya mulai dari Rp 35.000 per buah, sementara miniatur Twin Tower mulai dari Rp 75.000 per buah, dan Burj Al Arab Rp 150.000 per buah.


Pesanan spesial dalam jumlah besar pun sering datang. Hal tersebut kadang menjadi kendala, khususnya masalah permodalan. Pria yang akrab dipanggil kang Ipul ini memilih pembiayaan ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) dari Permodalan Nasional Madani.


Perkenalannya dengan ULaMM dimulai pada 2009, bergabung di 2010, hingga kini. Kang Ipul beberapa kali mengambil dana dari ULaMM yang digunakannya sebagai modal kerja.


“Pertama kali mengajukan tetapi belum berhasil karena kendala administrasi, tetapi rekan di ULaMM sangat membantu sehingga akhirnya pengajuan yang kedua kali berhasil,” ujarnya.


Produk keluaran PT PNM (persero) ini menjadi pilihan saat memerlukan modal produksi dalam jumlah cukup besar.


Meskipun banyak perusahaan pembiayaan lain menawarkan, hubungan dengan para personil ULaMM Lembang membuatnya merasa nyaman. Apalagi, proses pengajuan hingga pencairan sangat cepat, rata-rata tiga hari kerja.


Tidak hanya modal lebih saat pesanan besar datang, Kang Ipul pun mengerahkan ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya di Desa Cikole, Lembang, Bandung.


Para ibu rumah tangga ini mengerjakan pesanan pensil boneka yang memerlukan ketelitian detail lebih, padahal sekali pesanan besar rata-rata 1.000 batang. Produksi biasa, Efrin Kreasi kini telah memiliki enam orang karyawan.


Jumlah tersebut di luar produksi rutin untuk pemasaran di Pulau Jawa, Bali, hingga Kalimantan. Sesekali pesanan khusus datang, seperti jam dinding dan lampu duduk. Biasanya dipesan oleh penginapan.


Banyak penginapan yang menonjolkan unsur alam dan tradisional sebagai daya tarik. Sebuah lampu dibanderol Rp 175.000–Rp 300.000 per buah. Lampu duduk dan jam dinding buatan Ipul diminati pembeli asing, tetapi dirinya masih belum berani menyanggupi permintaan.


“Saya masih kesulitan bagaimana pengemasan barang yang besar untuk keluar negeri. Takut rusak, sayang,” ujarnya.


Sebagai kepala rumah tangga, Ipul bertekad untuk membesarkan usahanya dengan produk yang tidak pasaran, tetapi mudah diterima oleh pasar. Bagaimana usahanya ini bisa mendatangkan penghasilan tetap dan berdampak positif bagi lingkungan sekitarnya.


Meskipun hanya lulusan SMA, tetapi saya memiliki keinginan kuat untuk maju, bersaing dan memajukan daerah dengan produk ini. “Usaha ini masih kecil, tetapi harapan saya besar untuk mengembangkannya,” ujarnya.


Dipenghujung tahun ini, Efrin Kreasi memiliki keinginan untuk membeli mesin grafir dengan kisaran harga Rp 45 juta. Saepulloh berharap target tersebut bisa terealisasi tahun depan dengan mempertahankan omzet Rp 80 juta-Rp 100 juta per bulan.


 


 


 


 


 


 


Sumber berita: bisnis-jabar.com dan redaksi


Sumber gambar: bisnis-jabar.com

Strategi dalam Investasi Properti

Properti, salah satu instrumen investasi yang menarik. Namun, untuk menjalankan investasi jenis ini, Anda harus merogoh kocek dalam-dalam. Pasalnya, harga properti saat ini semakin melambung seiring dengan keterbatasan jumlah lahan dan laju inflasi yang tinggi. Meski harganya terus melambung, investasi ini juga memiliki risiko. Tentu saja, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum memulai melirik investasi satu ini.


Pilih Pengembang yang Ternama


Pilihlah perumahan yang dibangun oleh pengembang yang sudah ternama. Bisnis properti saat ini membuat banyak pengembang-pengembang baru untuk terjun ke dalam bisnis ini.  Akan tetapi, untuk membangun sebuah kawasan yang baru dan terpadu diperlukan sebuah perusahaan yang kuat dan berpengalaman. Meski begitu, beberapa pengembang baru ada juga yang berafiliasi dengan pengembang berpengalaman sehingga layak Anda diperhitungkan


Perhatikan Lokasi 


Belilah properti di lokasi yang pembelinya kebanyakan akan tinggal di rumahtersebut.  Jangan membeli properti yang banyak dibeli oleh spekulan untuk investasi sehingga kebanyakan akan dibiarkan kosong yang menyebabkan banyak orang tidak tinggal di daerah tersebut.


Harga
Daya beli masyarakat yang terbatas dan kalah cepat dengan kenaikan harga menyebabkan hanya rumah-rumah tertentu saja yang laku untuk diperjual belikan. Untuk kalangan menengah rumah dengan harga dibawah Rp 1 miliar masih menarik dengan harga rata-rata antara Rp 500 juta-Rp 800 juta.  Sedangkan untuk anggota masyarakat yang lebih luas, rumah seharga Rp 100 juta-Rp 300 juta bisa laku seperti kacang goreng. Akan tetapi biasanya rumahdengan harga ini akan berada di daerah pinggiran Ibu Kota.


Perhatikan Fasilitas 


Lihat fasilitas yang dibangun atau akan dibangun oleh pengembang. Adakah sekolah yang baik akan dibangun di daerah tersebut? Apakah akan ada fasilitas olahraga, pusat perbelanjaan akan dibangun? Apabila daerah perumahan di pinggiran kota, lihat ada berapa akses untuk keluar masuk antara perumahan tersebut ke pusat kota seperti jalan tol dan lain sebagainya.


 


 


 


Sumber artikel: ciputraentrepreneurship.com dan redaksi


Sumber gambar: carirumah.net

Budidaya bawal bintang bisa di keramba atau bak

bawal bintangMeski tergolong spesies baru di Indonesia, permintaan ikan bawal bintang di pasar domestik cukup tinggi. Ikan ini banyak dicari buat dikonsumsi karena mengandung omega 3 yang baik buat pertumbuhan tubuh.


Lantaran permintaannnya tinggi, banyak orang kini tertarik membudidayakan jenis ikan asal Taiwan ini. Apalagi, pasokan benih bawal bintang kini sudah bisa didapatkan di dalam negeri.


Beberapa balai budidaya laut (BBL), seperti BBL Lombok dan BBL Batam yang sudah berhasil melakukan pembenihan sendiri. 
Sebelumnya, benih bawal bintang memang harus diimpor dari Taiwan.


Salah satu pebudidaya bawal bintang adalah Machsin (58 tahun), warga Desa Pengawisan, Sekotong Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia mulai membudidayakan bawal bintang sejak April lalu.


Setelah sukses panen bawal bintang pada Oktober lalu, Machsin kembali melakukan budidaya tahap kedua. Kali ini, dia membudidayakan 2.000 ekor benih bawal bintang.


Machsin bilang, benih bawal bintang tidak bisa langsung dipelihara di keramba. Benih harus dipelihara di bak dulu hingga berusia dua bulan. Sebanyak 2.000 ekor benih bisa ditampung di bak berukuran 48 meter persegi.


Saat usianya dua bulan, bawal bintang sudah siap mencari makan di laut lepas dan tahan dari ombak laut. Namun, pemindahan benih ke laut lepas harus memperhatikan gelombang laut.


Apalagi di akhir tahun, biasanya tinggi gelombang laut meningkat. Hal ini tentu menjadi kendala bagi pembudidaya bawal bintang. Sebab, ikan rentan mati kalau diempas ombak. “Untuk itu, harus dipindah ke bak dulu,” ujarnya.


Bila cuaca dan ombak stabil, survival rate atau tingkat bertahan hidup ikan ini cukup tinggi, sekitar 70% – 80%. Terbukti, saat budidaya pertama, dari 4.000 benih yang disebar, Machsin bisa memanen 3.000 ekor bawal bintang. “Kebanyakan mati karena ombak,” katanya.


Selain ombak laut, ikan juga juga harus dijauhkan dari kemungkinan terkena serangan virus atau parasit. Untuk itu, jaring keramba harus diganti setiap bulan agar sirkulasi air tetap lancar.


Ibnu Hajar, pemilik CV Kaputi Lestari yang bergerak di bidang usaha budidaya bawal bintang di Kepulauan Seribu, Jakarta, memilih budidaya di bak di darat.


Dengan dipelihara di bak, ikan bisa dipanen dalam waktu lima hingga enam bulan. “Saat itu, berat satu ikan bisa 500 gram,” 
kata Ibnu.


Menurut Ibnu, ada dua hal yang menjadi kendala bagi para pebudidaya ikan bawal bintang di bak. Pertama, masalah pakan. Ikan bawal bintang termasuk jenis ikan yang butuh banyak makanan untuk berkembang.


Dalam sehari, setiap 500 ekor hingga 1.000 ekor ikan bisa menghabiskan 50 kilogram pakan. Bila tidak cermat, biaya pakan bisa tidak sebanding dengan nilai jual.


“Cara menyiasatinya dengan membuat pakan sendiri,” tutur Ibnu. Ia membuat pakan dari campuran ikan kecil dengan tepung kedelai.


Kedua, ikan juga rentan terkena virus. Makanya, kebersihan air harus terus dijaga.


 


 


 


 


 


 


Sumber : kontan.co.id


Sumber gambar : blogspot.com

Sukses Bisnis Restoran karena Pelanggan Happy

Membangun dan mengelola bisnis restoran membutuhkan perhatian penuh dari pemiliknya. Kecintaan terhadap pekerjaan menjadi pendorongnya. Kalau Anda berminat atau berencana membangun bisnis restoran, pastikan Anda memiliki passion dan mau terlibat langsung di dalamnya. Di samping itu, agar sukses berbisnis restoran, miliki juga strategi tepat dalam menjalankan usaha kuliner.


Kesuksesan Pitaya Phanphensophon, CEO Grup COCA (perusahaan kuliner asal Bangkok, Thailand), dalam mengembangkan restoran yang menyediakan hidangan Thailand modern, Mango Tree Bistro, di 60 negara, dapat menjadi salah satu inspirasinya. 

Pitaya mewarisi bisnis restoran keluarga yang terlah berdiri sejak 55 tahun silam. Pria yang suka memasak namun tak ingin disebut sebagai Chef ini merupakan generasi kedua restoran Mango Tree Bistro. Pitaya sendiri telah mengelola restoran sejak 23 tahun silam.

Rahasia sukses Pitaya adalah fokus membuat pelanggan happy sejak pertama kali datang ke restoran, saat menikmati suasana dan hidangan di dalamnya, hingga mereka pulang dengan hati senang.

”Anggap saja seperti mengundang teman makan di rumah, apa yang Anda harapkan dan akan dilakukan saat mengundang teman? Anda tentu ingin membuat mereka senang. Begitupun dengan restoran, buat pelanggan senang, mulai sejak mereka masuk restoran,” jelas Pitaya di sela pembukaan Mango Tree Bistro di Epicentrum Walk Kuningan, Jakarta, Jumat (3/11/2012).


Membuat pelanggan datang dan pulang dengan hati senang menjadi perhatian utama Pitaya dalam menjalankan bisnis restorannya. Untuk memastikan pelanggan puas dan senang, ia mengaku harus tegas membuat dan menjalankan aturan. 

Bapak empat anak yang mengaku mendapatkan pleasure dari memasak ini juga melatih dan mengontrol staf-stafnya dengan tegas, demi memastikan pelanggan senang.

”Pelanggan yang tidak happy tidak bisa ditoleransi. Kalau staf saya tidak bisa membuat pelanggan happy, lebih baik cari pekerjaan lain.


Harus ada peraturan dan batas yang jelas, yang tidak bisa dilanggar, agar staf bisa memahami tugas dan pekerjaannya,” jelasnya tegas.

Pitaya menegaskan pentingnya aturan main dalam mengelola sumber daya manusia dalam bisnis restoran. Ia memahami, setiap karyawannya akan datang ke kantor dengan masalah personal masing-masing. Namun baginya, begitu mulai bekerja, semua staf di restoran harus mampu membuat pelanggan senang, dengan pelayanan dan hidangan yang disajikan. Menurutnya, aturan yang jelas dalam bisnis restoran inilah yang menjadi kunci suksesnya mengelola karyawan dan mendapatkan pelanggan yang happy.

Selain manajemen yang baik, bisnis restoran bergantung pada kualitas makanan dan minuman.


Bagi Pitaya, penting untuk menghidangkan makanan dan minuman dengan tujuan.

”Apa pun yang disiapkan harus ada alasan di baliknya. Mengapa Anda menyajikan makanan tersebut, apa yang ingin disampikan oleh chef melalui masakannya. Saya punya tim untuk mengembangkan restoran, namun saya juga menganalisa setiap makanan yang disajikan,” jelas Pitaya.

Menurutnya, untuk menjalankan bisnis restoran atau bistro dengan minimal 50 staf, si pemilik bukan hanya perlu terlibat langsung namun mau bekerja kerasa dengan penuh kecintaan terhadap profesi.

”Saya bekerja 10 jam per hari. Setiap bangun tidur, sebelum mulai bekerja saya olahraga, untuk menjaga fisik dan agar tidak gemuk. Pekerjaan di bisnis restoran sangat banyak dan kita harus mencintai pekerjaan itu,” tuturnya.


Pitaya mengelola bisnis restoran melanjutkan usaha keluarga sepeninggal ayahnya, 30 tahun silam. Ia pun menerima tanggung jawab penuh yang diberikan kepadanya sepenuh hati. Pasalnya, pria yang menggemari fotografi ini telah akrab dengan bisnis restoran karena telah menjadi bagian darinya sejak belia.

”Saya memiliki restoran ini karena tradisi dalam keluarga China yang mewarisi bisnis kepada anaknya. Waktu kecil, saya bangun pagi untuk berangkat ke sekolah dan bapak saya pergi ke pasar. Saya tinggal di restoran,” ungkap pria 54 tahun yang berlatar belakang pendidikan ekonomi, lulusan sebuah universitas di Kanada.

Sukses melanjutkan bisnis restoran keluarga, Pitaya berencana pensiun tiga tahun ke depan. Tapi pensiun bagi Pitaya bukan berarti berhenti beraktivitas.


Ia ingin fokus menjadi konsultan, mengajar, menjalankan hobinya di bidang fotografi, menulis buku melanjutkan buku pertamanya.

Fokus berbisnis restoran telah menguras waktunya. Masa pensiun inilah yang akan dimanfaatkannya untuk menjalankan hobi juga traveling. “Saat berbisnis restoran tak ada waktu untuk hobi dan travel. Saya suka fotografi, menjadi fotografer amatir yang serius,” ungkapnya.

Meski memiliki bisnis restoran, dari empat anaknya tak ada satu pun yang diarahkannya untuk menjadi Chef. “Namun ada anak perempuan saya seorang nutrisionist,” ujarnya.  Seperti yang dilakukan orangtuanya,


Pitaya juga menyekolahkan anak-anaknya dengan pendidikan terbaik, di luar negeri. 

Meski tak memiliki latar belakang pendidikan yang terkait dengan kuliner, kebiasaan memasak dan makan bersama di rumah menjadi bekal utama Pitaya dan keluarganya dalam memahami bisnis kuliner. 

”Kami belajar memasak dari meja makan. Saya dan anak perempuan saya seringkali menganalisa makanan di meja makan. Meja makan bisa membangun bonding dalam keluarga, mengajarkan cara berkomunikasi yang baik saat harus mengomentari masakan istri saya misalnya. Di meja makan kita juga bisa belajar mengenai makanan,” jelasnya.


Dari meja makan inilah, Pitaya belajar memberikan hidangan terbaik bagi pelanggannya. Memastikan pelanggan restorannya mendapatkan suasana makan seperti di rumah, akrab, menyenangkan, sambil menyantap hidangan yang dinikmati bersama orang-orang terdekat. 

Suasana hangat dan momen bahagia ala rumahan inilah yang dibawa Pitaya dalam restorannya dan menjadikannya sukses menggaet pelanggan di kota besar di Bangkok, London, Dubai, Tokyo, dan Jakarta.


 


 


 


 


 


Sumber : kompas.com


Sumber gambar : tripadvisor.com

Di Gallery Mutiez, Kalung pun Bisa Jadi Headband

Gallery MutiezMengambil tema Hijab & Fashion, Galery Mutiez menyediakan berbagai keperluan berbusana yang modis, trendi, yang dipadupadankan dengan hijab yang fashionable. Warna-warna yang ditawarkan adalah warna-warna ceria, pastel and soft.


Selain busana yang trendy dan modis, Galery Mutiez juga menyediakan aneka kerudung seperti paris polos, paris flower print dan ada juga yang polkadot. Untuk pashminanya disediakan juga yang plos dan gliter sehingga pembeli bisa memilih sesuai dengan selera.


Yang unik dari Galery Mutiez ini adalah aksesorisnya yang semunya itu handmade, mulai dari bros dan kalung. Selain keduanya itu berfungsi sebagai hiasan gantung, tapi khusus buatan Galey Mutiez ini kalungnya pun bisa digunakan sebagai hiasa, kepala di atas kerudung seperti Headband.


Dengan kisaran harga yang relatif sangat murah, Galey Mutiez menawatrkan hagra untuk Baju seharga Rp 85.000-Rp200.000, Kerudung seharga Rp 50.000-Rp 75.000, untuk Bros Rp 15-000-Rp 35.000, dan untuk Kalung berkisar Rp 35.000-Rp 50.000.


Menurut Euis Rahmawati, owner dari Galery Mutiez , segala sesuatu yang ada di Galery ini selalu memiliki fashion yang beragam dan up to date. Misalkan seperti Rompi, dsini bisa dikreasikan jadi beberapa macam model, kemudian Kalung, tidak sekedar untuk dipakai di leher namun bisa juga jadi hiasan kepala.


“Semua Kalung dan Bros nya kita desain sendiri dan ini handmade. Desain Kalung dan Brosnya khas Galery Mutiez, tidak ada di tempat lain” kata Euis


Jika Anda pribadi yang trendy, modis, dan suka dengan hijab, Anda wajib berkunjung ke Galery Mutiez di Balubur Town Square Lantai Dasar 2, Blok Q3, Tamansari, Bandung. Anda pun bisa shopping secara online melalu website :www.gallery-mutiez.blogspot.com/FB:Iez Awang.


 


 


 


 


 


 


Sumber berita: bisnis-jabar.com dan redaksi


Sumber gambar: bisnis-jabar.com

Strategi Mengubah Cara Berbisnis

Apakah untuk berbisnis harus dengan cara membuka usaha baru, merawatnya dengan telaten sampai ia menghasilkan profit besar? Apakah untuk menghasilkan perusahaan yang memukau mesti dengan modal spektakuler? Pertanyaan ini kerap bergelayut di benak para usahawan muda Indonesia. Ini pula yang acap mengganggu keinginan mereka untuk melangkah ke bisnis berskala besar. Mereka ragu, apakah bisnis mesti seperti itu, harus dari awal.


Aksa Machmud, pendiri Grup Bosowa, menyebutkan, ia tidak terpaku pada kebiasaan harus dari mana. Ia berangkat dari intuisi dan pengalaman berbisnis. Kalau harus memulai dari awal, ia mulai dari awal, seperti pabrik Semen Bosowa di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kalau tidak perlu dari awal, ia bisa masuk di tengah jalan.


Usahawan besar yang berangkat dari bawah ini acap membeli perusahaan yang macet atau sakit parah. Perusahaan itu ia ”obati”, ia rawat penuh ketekunan, lalu ia beri ”makanan sehat” dan vitamin, sehingga perusahaan tersebut sembuh dan meraup keuntungan. Jadilah Aksa salah satu usahawan besar di Indonesia. Ia di antaranya menjadi produsen semen, perkebunan, perikanan, perdagangan, dan lembaga keuangan.


Sudhamek Agoeng dari Grup Tudung pernah menyatakan tidak mudah mendirikan perusahaan baru, apalagi kalau perusahaan itu berskala besar. Maka, ia tidak menabukan membeli perusahaan yang sudah jalan, atau perusahaan yang tampak tidak menguntungkan. Perusahaan yang berkinerja kurang itu ia benahi, sampai meraup profit. Ia pun puas saat berhasil.


Apa menariknya mengakuisisi perusahaan di tengah jalan? Sudhamek menyatakan, perusahaan seperti itu sudah terbentuk, jaringannya sudah ada, begitu pula orangnya dan organisasinya. Ketika masuk, ia tinggal ”menyetel” dan menyesuaikan perusahaan itu sesuai dengan visi dan misinya.


Sejumlah usahawan Indonesia agaknya juga tertarik dengan langgam akuisisi seperti ini. Membuat perusahaan baru, menurut usahawan di bidang jasa Mohammad Syukur, cukup merepotkan. Harus membangunnya dari nol, merekrut pegawai, membangun jaringan pasar, melatih pegawai, dan sebagainya. Kalau akuisisi, lebih baik, kendati bukan berarti tidak merepotkan. Akuisisi juga berarti membeli persoalan rumit yang menyungkup perusahaan yang diakuisisi. Namun, di sinilah seninya, perusahaan itu bisa disetel sesuai visi dan keinginan pemilik baru perusahaan.


Terlepas dari semua aspek itu, kalau direnungkan semua hal termasuk akuisisi dan membeli saham perusahaan yang tengah berkibar, ujungnya adalah modal yang cukup. Djarum kini berkibar di antaranya karena membeli sebagian besar saham Bank Central Asia saat krisis ekonomi. Djarum kini meraih laba bersih bertriliun rupiah dari BCA. Namun, ketika membeli saham tersebut, Djarum mengeluarkan dana yang tidak kecil.


Chairul Tanjung juga demikian. Usahawan yang berangkat dari bawah ini mampu membeli saham dalam jumlah signifikan pelbagai perusahaan besar, misalnya Carrefour, di antaranya karena memiliki modal besar. Akan tetapi, di samping punya kapital besar, Chaerul didukung nyali, visi bisnis jauh ke depan. Kaya saja tidak cukup, perlu keberanian.


 


 


 


 


 


 


Sumber artikel: Kompas.com dan redaksi


Sumber gambar: gaebler.com

Menu restoran bawal bintang mahal di pasar

ikan bawal bakarBawal Bintang (Trachinotus blochii) merupakan salah satu jenis ikan bawal air laut yang saat ini tengah populer dan sangat diminati. Banyak restoran-restoran di kota besar menyajikan menu olahan bawal bintang.


Di restoran makanan Jepang, salah satu menu favorit olahan bawal bintang adalah sushi. Lantaran banyak peminatnya, budidaya bawal bintang menjanjikan peluang yang cukup menguntungkan.


Bawal bintang memiliki bentuk tubuh gepeng, agak membulat dengan ekor yang bercagak. Warnanya perak keabu-abuan sehingga kalau kena sinar matahari, ikan ini akan tampak berkilau. Sementara, sisiknya halus dan bertipe sisir atau ctenoid.


Budidaya bawal bintang merupakan hal yang baru di Indonesia. Upaya budidaya ikan asli Taiwan ini sudah dilakukan sejak 2002. Saat itu, Balai Budidaya Laut (BBL) Batam membeli benih bawal bintang buat diteliti dan dibudidayakan.


Setelah melalui penelitian yang cukup panjang, baru pada 2005, pembenihan ikan ini dilakukan di dalam negeri. Saat ini, sudah mulai banyak nelayan yang membudidayakan ikan dengan merek dagang Silver Pompano ini.


Salah satunya adalah Machsin (58) yang tinggal di Desa Pengawisan, Sekotong Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Machsin mulai membudidayakan bawal bintang sejak April lalu.


Awalnya, Machsin membeli 4.000 ekor benih bawal bintang dari BBL. Harga setiap ekor benih Rp 3.500 dengan ukuran 8 centimeter (cm) – 10 cm. Ia membudidayakan bawal bintang pada keramba yang terletak di laut, sekitar 800 meter (m) dari pinggir pantai Sekotong.


Ukuran keramba 16 meter persegi dengan mata jaring berukuran lima meter. Ikan ini baru bisa dipanen setelah enam bulan hingga tujuh bulan, dengan ukurannya mencapai 4 ons. “Kurang dari itu, tak ada yang mau beli,” kata Machsin saat ditemui KONTAN, November lalu.


Sekali panen, Machsin bisa meraup omzet Rp 45 juta. Ia menjual ikan itu pada pengepul di Lombok Barat. Oleh pengepul, ikan dijual ke restoran-restoran di Bali.


Pakan bawal bintang berupa pelet yang bisa dibeli seharga Rp 1.400 per kg. Selama empat bulan pertama budidaya, Machsin bisa menghabiskan 1 kuintal pakan. Namun, ketika usianya sudah empat bulan, 1 kuintal pakan ikan itu bisa habis dalam sehari.


Pembudidaya lainnya adalah Ibnu Hajar di Jakarta. Ia telah membudidayakan bawal bintang sejak 2008 di bawah bendera usaha CV Kaputi Lestari. Lokasi budidaya ada di Kepulauan Seribu, Jakarta.


Menurut Ibnu, budidaya ikan ini menguntungkan karena permintaannya tinggi. “Nilai jualnya juga lebih tinggi dari bawal lain,” kata Ibnu yang mengantongi omzet Rp 300 juta per bulan.


 


 


 


 


 


 


 


Sumber  : kontan.co.id


Sumber gambar : blogspot.com

Strategi Termudah Membuat Rencana Bisnis

Bagi seorang pebisnis kawakan mungkin akan mudah dalam menyusun rencana atau agenda dalam memajukan suatu bisnis. Tetapi bagi pebisnis pemula, hal ini mungkin merupakan hal yang sulit. Tentunya, diperlukan langkah-langkah khusus agar menulis rencana bisnis menjadi lebih mudah. Berikut beberapa hal yang dapat Anda lakukan agar dapat membuat rencana bisnis dengan mudah, yaitu:


1. Tuliskan apa yang dapat dijadikan peluang usaha.


2. Ambillah 3 peluang usaha yang paling Anda sukai, tentunya yang paling dekat dengan kemampuan skill Anda.


3. Tentukan peluang bisnis yang paling mungkin Anda kerjakan dalam waktu dekat.


4. Bila Anda sudah menemukan peluang bisnis tersebut, maka Anda bisa memulainya segera mungkin. Lakukanlah dengan langkah kecil dahulu tetapi harus cermat supaya tidak mengalami kegagalan.
5. Susunlah strategi pemasarannya, sebab tanpa hal itu bisnis tidak akan mudah berkembang.


6. Berbisnislah sesuai dengan kemampuan modal yang ada. Catat semua cash flow dalam usaha Anda, kapan bisa balik modal dan kapan dapat meraup keuntungan.


7. Tulislah dalam suatu rencana, berapa uang yang harus Anda simpan untuk memajukan bisnis.


Misalnya untuk sewa tempat, pemasaran, untuk mendatangkan bahan mentah, dan sebagainya.
8. Susunlah rencana yang kreatif dan inovatif dalam memajukan bisnis Anda.


9. Buatlah penelitian kecil tentang kelemahan dan kelebihan kompetitor (pesaing). Kelemahan kompetitor bisa dijadikan keunggulan dalam berbisnis. Misalnya, kompetitor Anda tidak melaksanakan pembayaran melalui kredit, namun Anda bisa menerima pembayaran dengan kredit.
10. Catatlah segala kegagalan yang pernah terjadi. Ambil dan jadikan suatu pelajaran. Agar kegagalan yang terjadi tidak akan pernah terulang kembali.


 


 


 


 


 


 


 


Sumber artikel: Kumpulan Artikel Strategi Bisnis, Muhammad Yusuf dan redaksi


Sumber gambar: simplybiz.co.za